Tittle : Behind Your Eyes
Cast : Choi Siwon
Cho Kyuhyun
Other Cast : Wu Yi Fan | Kris
Jung Young Hwa
NicKhun
Etc-
Warning : Typo(s) | GaJe | Abal | BL | YAOI | NLDR
Rated : T++
Disclaimer : All Cast is belong Themself, God, and their parents. But Wonkyu is my parents#plakk
Summary : meskipun aku bukanlah yang pertama untukmu, bagiku kau tetaplah orang pertama yang mampu membuat hatiku bergetar.
Presented : Jenny Rosa Damayanti and Amantha Debora Seant
Behind Your Eyes
Kyuhyun masih menatap Siwon dengan dalam, ia seolah tenggelam karna tatapan Siwon yang tajam bagaikan Mata Elang.
" Siwon-ssi "
" Nde ? "
Kyuhyun menghela nafasnya pelan, ia menundukan kepalanya kemudian mencengkram erat kaos putihnya.
" Untuk apa kau menyatakan perasaanmu terhadapku ? "
Kyuhyun mendongakan kepalanya, ia menatap Siwon kali ini dengan tatapan sayu. Siwon tersenyum, ia mengusap pelan pipi kanan Kyuhyun dengan lembut dan penuh perasaan.
" Aku mengutarakan perasaanku agar kau tahu bahwa aku tetap mencintaimu Kyu... You are my Precious One, Then ... I Love you "
Kyuhyun sedikit tersentuh akan ucapan Siwon, rasanya ia ingin sekali tersenyum sambil menangis secara bersamaan. Namun, sekelebat bayangan Appa-nya menghampiri pikiran Kyuhyun hingga namja manis itu menyentak kuat tangan Siwon dari pipinya.
" Ingat Kyu ! Kau dilarang menjadi namja yang lemah hanya karna CINTA ! Kau ku asuh untuk mencari UANG ! bukan untuk mencari CINTA ! "
Kyuhyun mencengkram erat pergelangan tangannya hingga memutih, rahangnya mengeras serta kedua alisnya mengkerut.
" Siwon-ssi ! Jika kau mengira aku akan membalas perasaanmu, itu tidak mungkin terjadi. Karna apa ? "
Kyuhyun mendekatkan dirinya pada Siwon kemudian mengarahkan jari telunjuknya tepat didepan wajah Siwon.
" Karna semua itu hanyalah BULSH*T ! Aku membenci kata sakral itu ! Aku membenci kau mengucapkannya tepat dihadapanku ! Dan terakhir ... Lupakan perasaanmu terhadapku ! Itu saja, Selamat tinggal Siwon-ssi ... "
Setelah mengutarakan semua luapan emosinya, Kyuhyun berbalik dan meninggalkan Siwon yang masih tercengang akan kelakuan namja manis itu. Siwon ingin sekali menulikan telinganya saat itu juga, hatinya seolah hancur berkeping-keping menjadi serpihan halus yang siap terbang tertiup angin.
Andai saja Siwon tahu, Kyuhyun berjalan meninggalkannya sambil menahan isak tangis yang akan pecah serta linangan air mata di pipinya.
Malam itu Kyuhyun pulang kerumahnya dengan perasaan kacau, ia melangkah layaknya mayat hidup. Kepalanya tertunduk dalam hingga sebagian wajahnya tertutup oleh poni rambut yang panjang.
Ceklekk
Krieett
Deg !
" Darimana saja kau Cho Kyuhyun !? "
Kyuhyun mendadak terdiam didepan pintu rumahnya, ia masih menggenggam kenop pintu tersebut dengan tangan yang bergetar.
Dihadapannya, nampak tubuh tegap dan berwajah paruh bayah itu sedang menyandarkan tubuhnya pada tembok. Mata tajamnya membidik sosok yang masih terdiam didepan pintu itu. Namja paruh baya itu menyilangkan kedua tangannya didepan dada, ia terlihat marah ketika tak mendengar jawaban dari Kyuhyun.
" DARI MANA SAJA KAU CHO KYUHYUN ?! "
Kembali, suara itu meninggi hingga menembus gendang telinga Kyuhyun, membuat semua sarafnya mendadak kaku untuk digerakan.
Kyuhyun bergetar hebat ketika namja paruh baya itu meraih sebuah Vas Bunga yang ada diatas meja kecil.
" A-appa .. A-aku- "
Kyuhyun memejamkan kedua matanya saat sang Appa melempar Vas bunga itu dihadapannya.
Pyar !
Kakinya terasa sakit dan perih, secara tak sengaja serpihan dari kaca Vas Bunga itu menggores kulit Kyuhyun hingga menimbulkan luka kecil.
Sang Appa menghampiri anaknya yang masih terdiam ditempat, ia meraih Tongkat BaseBall yang ada disebelahnya kemudian mengayunkan tongkat tersebut hingga mengenai lengan Kyuhyun.
Bukk
" Argghh ! Appa ..! Appo ... Appo ... Hiks .. Hiks ! "
Kyuhyun merasakan ngilu yang teramat sangat pada bagian lengan kanannya, isakan-isakan pilu ia keluarkan ketika sang Appa melompar tongkat Baseball tersebut kearah lantai hingga mengenai jempol kakinya.
" Arrgghh ! Appa ... ! "
Kyuhyun terus berteriak dan menjerit kesakitan, Sang Appa terlihat sangat murka ia melemparkan segala pigura yang ada dimeja nakas hingga mengenai tubuh Kyuhyun dan kepala Kyuhyun berkali-kali.
" Mian Appa ... Jeong-hiks .. Jeongmal .. Mianhae hiks .. App-Appa .. Hiks .. Hiks .. ! "
Kyuhyun melindungi dirinya dengan cara membenamkan kepalanya menggunakan kedua tangan yang melingkar erat dibagian lutut.
Ia sungguh merasa kesakitan sekarang, bau anyir menelusup ke dalam indra penciumannya. Dengan bergetar ia menyentuh kepalanya yang terdapat cairan kental berwarna merah disana.
" Da-darah ? "
Ujarnya begitu lirih hingga nyaris tak terdengar.
Sang Appa tersengal-sengal, ia menyeka peluh yang ada di keningnya sebelum menyeret lengan Kyuhyun dengan kasar.
" Anak nakal harus dihukum ! Anak yang tak menuruti peraturan .. Harus dihukum ! Anak yang menyia-nyiakan pelanggan, ... Harus dipukul dan dihukum ! Kau dengar itu Cho kyuhyun ?! "
Kyuhyun menggumam tak jelas sebagai jawaban, rasanya ia tak kuat untuk sekedar membalas ucapan sang Appa. Pasrah. Itulah yang ia lakukan, matanya terasa berat dan kepalanya berkunang-kunang. Perlahan namun pasti semuanya menjadi buram begitu saja dan gelap.
Prang !
Pyar !
" Hiks ... Hiks ... ! Aku sudah mengingatkanmu ! Jangan pernah menyangkut pautkan hiks ... Keluargaku ! Apalagi hingga menghina hiks ... Kedua orang tuaku ! Hiks ! Itu akan melukai me-mereka hiks ... Hiks ... "
Brukk
" Akhh ! Appo "
Bruakk !
" Aku tidak pernah menghina keluargamu yang miskin itu ! Itu semua kenyataan ! Dan jangan pernah membantah ! Selama kau menyandang Marga Cho didepan namamu, kau harus menuruti semua aturan di Rumah ini ! Ingat itu ! "
Namja itu mendorong keras bahu sang yeoja hingga tubuh yeoja itu terpental kebelakang menabrak pintu kamar mandi yang berlapis kaca.
" Akhhh ...! Apa yang kau lakukan ?! Kenapa kau melakukan ini padaku ?! Kurang apa aku ?! Apa kau mulai bosan denganku ? Apa dikantor ada Sekertaris yang membuatmu terpikat huh ?! Jawab aku ! "
Plakk !
" Akhh ! "
Pekik yeoja itu sambil memegangi pipinya yang memerah karna habis ditampar oleh sang namja, ia masih menangis sambil menggumamkan kata ' aku membencimu ' kearah sang namja.
" Kenapa kau tak percaya padaku ?! Ternyata benar kata Eomma ! Bahwa kau hanyalah Yeoja Miskin dari keluarga Tak mampu yang mengemis uang kepadaku ! ! "
Hati yeoja itu seperti tertancap duri beracun yang membuatnya sulit untuk membalas ucapan sang namja, dengan bibir bergetar ia menundukan kepalanya dalam-dalam
" Lalu ... Apa arti dari 8 Tahun ini ? Palsukah ? Benar ! Yah .. Yang kau katakan itu benar, aku hanyalah yeoja biasa yang begitu mudahnya terpikat oleh pembual sepertimu ! "
Pyarr
" Akhhh ! "
" Hah .. Hah .. Hah ... "
Pintu kaca kamar mandi itu pecah, pelaku utama yang menyebabkan kaca itu pecah adalah sang namja yang baru saja meninju kaca tersebut. Darah segar menetes di tangannya, semua terasa seperti de ja vu bagi mereka berdua.
Bau anyir membuat yeoja itu terasa lemas, banyak darah yang bercucuran disana. Dengan pandangan kosong ia menatap lantai ubin yang kini sudah dipenuhi oleh noda darah.
" U-Umma ... Appa ... Hentikan ! Kyunnie ... Hiks ... Kyunnie~ "
Kedua orang tua itu menatap kearah putri kecil mereka yang sedang menangis sesenggukan, mengerti akan arti tatapan kedua orang tuanya, segera saja yeoja kecil itu menghapus kedua air matanya secara perlahan.
" Kyunnie ... Kyunnie menghilang Eomma, Appa~ "
Brukk
Hilang sudah kesadarannya ketika yeoja itu mendengar nama anak yang sangat ia sayangi kini telah kabur dari rumah, yeoja itu jatuh terkulai diatas lantai menyisakan teriakan sang namja yang amat sangat panik dan putri kecilnya yang menangis meneriaki namanya.
Senior High School
Matahari bersinar terang, teriknya cuaca mengakibatkan siswa-siswi yang berjemur di Lapangan mengeluh seketika. Salah satu dari mereka ialah Choi Siwon, siswa yang pandai dalam bidang non akademis yaitu olah raga.
Namja itu menyeka keringat yang ada didahinya dengan menggunakan handuk putih didalam tasnya, Siwon sesekali menghela nafasnya pelan saat sang guru masih belum selesai mengabsen siswa yang hadir.
Ia begitu lelah, tubuhnya butuh istirahat, namun begitu ia mendengar nama yang familiar ditelinganya, Siwon langsung mencari-cari orang tersebut dengan cara menengokan kepalanya kesegala arah.
" Cho Kyuhyun ? "
Semua siswa berbisik-bisik tak jelas disana, tak biasanya bagi mereka seorang Cho Kyuhyun Absen hari ini.
" Cho Kyuhyun ?! Dimana dia ? "
Salah satu siswa tiba-tiba mengangkat tangannya hingga membuat beribu pasang mata menatap kearahnya.
" Cho Kyuhyun tidak masuk sekolah karna sakit ssaem "
Ujar Siswa yang diketahui bernama Kim Ryeowook itu kearah sang guru.
" Baiklah, Kim MinJae ? "
Siwon nampak kecewa saat itu juga, rasanya tak bertemu dengan pujaan hatinya itu seperti Air Hujan yang hambar.
Meskipun berbagai macam cacian, makian, dan penolakan cinta yang ia terima tapi Siwon tetap berusaha tegar. Ia tak akan mengubah rasa Cintanya terhadap namja yang berkulit pucat itu, karna ia Sudah terlanjur Jatuh Cinta dan oleh sebab itu Siwon tak akan pernah menyerah untuk mengejar cintanya .
#Skip Time
Siwon melangkahkan kakinya menuju Ruangan Kesiswaan, disana ia ingin mencari data Pribadi tentang Cho Kyuhyun dan dimana Cho Kyuhyun tinggal. Siwon bermaksud untuk mengunjungi rumah Kyuhyun, sekedar menjenguk Kyuhyun yang terbaring sakit dirumah.
Didalam pikirannya ia terus memikirkan tentang Kyuhyun, bagaimana bisa namja itu terbaring sakit sedangkan kemarin malam ia baik-baik saja. Pasti terjadi sesuatu pada namja itu. Batin Siwon bergejolak tinggi saat memikirkannya.
Tak lama kemudian ia telah sampai didepan Ruang kesiswaan, berhubung sepi tak ada guru ataupun murid disitu ia langsung masuk dengan langkah cepat kemudian berjalan kearah sisi Laci besi.
Tangannya terjulur pada Laci yang bertuliskan ' Data Siswa ', segera saja ia membuka laci tersebut dan terpampanglah kertas-kertas yang tersusun rapi dan sudah diatur tempatnya menurut Alphabeth.
Siwon mencari inisial ' C ' dilembaran-lembaran tersebut.
" Gotcha ! "
Ujar Siwon ketika menemukan inisial yang ia maksud, dengan cepat ia membukanya sebelum ada guru yang masuk.
" Chan Sin Guk, Chun Mun Youn, Cho ... Kyuhyun ! Dapat ! " Gumam Siwon ketika membaca Data Pribadi tersebut, kemudian ia membaca profil Kyuhyun dengan teliti.
Name : Cho Kyuhyun
Age : 15 yo
Type Blood : AB
Address : XXX
Class : 1-3
Telephone Number : -
Name :
1. Father : Shin Dae Sung
2. Mother : -
Work : -
University Academy : -
Type Blood : O
Siwon membelalakan matanya, ia membaca ulang marga depan Appa Kyuhyun namun hasilnya berbeda. Marga itu tak sama oleh marga yang Kyuhyun sandang, suatu pemikiran yang melekat didalam otaknya ialah.
Kyuhyun bukanlah anak kandung dari Keluarga Shin.
Detik berikutnya ia menutup buku tersebut dengan tangan yang bergetar kemudian meletakan kembali ketempat semula sebelum meninggalkan ruangan tersebut dengan keadaan kacau.
Berbagai pikiran berada didalam otaknya.
Kyuhyun bukanlah anak kandung.
Kedua orang tua Kyuhyun tidak diketahui asal-usulnya
Jenis Darah mereka tidak sama
Dan yang terakhir ...
Apa karna Keluarganya ? Kyuhyun menjadi orang yang seperti itu ?
" Itu tak mungkin ! "
Teriak Siwon dengan kencang, sehingga membuat semua pasang mata yang ada di koridor menatapnya heran.
Siwon tak memperdulikan mereka, ia melangkahkan kakinya tak tentu arah hingga kini ia sampai didepan danau.
Tempat dimana ia diijinkan oleh Kyuhyun untuk mengenal diri Kyuhyun lebih dekat.
Batu-batu kerikil yang ada dibawahnya ia ambil kemudian ia lempar di Air Danau, berulang kali ia melakukannya hingga membuat nafasnya tak beraturan.
" Hah .. Hah ... Hah ... Arghhhhh ! "
Siwon terjatuh diatas rerumputan yang basah sambil berteriak kencang, burung-burung yang hinggap diatas pohon seketika terbang ketakutan. Desiran halus angin menerpa wajahnya yang memerah karna menahan amarah dan kesedihan.
Bahkan setetes air mata mengalir membasahi pipinya, ia tak pernah menangis jika menghadapi masalah. Namun kali ini berbeda, ia merasa sangat sakit ketika menyimpulkan fakta bahwa Appa tiri Kyuhyun menjual Kyuhyun. Dan itu membuatnya tak bisa menahan ledakan emosi yang seharusnya ia simpan.
Ia meraih ponselnya yang berada didalam saku celana. Kemudian ia menekan tombol buka, dan terpampanglah wajah Kyuhyun yang menyiratkan kepolosan. Layaknya Malaikat tanpa sayap yang sedang tertidur dibawah pohon, layaknya seorang bayi yang baru lahir di Bumi, wajah itu ... Siwon begitu mengaguminya.
" Kyuhyun-ah~ "
Dengan penuh kasih sayang ia cium layar ponselnya, sambil membisikan kata.
" I Love you, and I will Protect You "
Disebuah tempat yang berbeda, tepatnya di Ruangan yang hanya berisikan tempat tidur didalamnya. Tampak seorang namja berkulit putih pucat sedang tertidur diatas ranjang, tangan kanannya tersemat selang infus, sedangkan mulut dan hidungnya tertempel Masker Oksigen.
Namja itu tertidur pulas, begitu damai dan nyenyak. Meskipun kepalanya terbalut oleh kain kasa tapi tetap tak mengurangi kadar kemanisannya.
Nampaknya namja itu begitu menikmati acara tidur panjangnya, terlihat dari cara ia belum mengubah posisinya selama 15 Jam.
Ceklekk
Bunyi suara pintu yang memekakan telinga tak membuat namja itu terusik, sosok yang memakai jubah berwarna putih bersih itu melangkahkan kakinya kearah ranjang.
Ia tersenyum sedih ketika melihat keadaan namja yang ada diatas ranjang itu, perlahan namun pasti ia mendekatkan wajahnya pada wajah sang namja kemudian mencium bibir namja itu dengan penuh kasih sayang.
" Bangunlah Sleeping Beauty "
Ujar sosok tersebut setelah melepaskan ciumannya dari bibir sang namja, ia membelai surai halus milik namja itu dengan pelan.
" Please ... Wake Up, Don't be like this. Kyuhyun-ah~ Wake up ... "
Seperti mengucapkan mantra, namja itu terus mengatakan kalimat itu dengan nada yang menyedihkan.
Namun mantra itu sepertinya tidak membuahkan hasil, namja putih pucat tersebut tetap tak mau membuka matanya. Hembusan nafasnya terlihat teratur, dan itu membuat sosok yang dari tadi terus membelai wajahnya nampak kecewa.
Dikecupnya lagi bibir itu dengan dalam, tanpa lumatan dan hanya kecupan singkat yang sosok itu lakukan berulang kali.
" Hentikan kegiatan menciummu Yunho-ah ! Kau tak tau ? Jika kau menyentuhnya, itu berarti kau harus membayar perbuatanmu dengan uang "
Interupsi namja paruh baya yang kini sudah berada diambang pintu, ia menatap lekat sosok yang dipanggil Yunho itu dengan pandangan tajam.
" Kau keterlaluan Shin Dae Sung ! Bagaimana bisa kau melakukan ini kepada Kyuhyun ?! Hell ! Bahkan aku mengobatinya berulang kali setiap kau memukulnya tampa ampun seperti ini ! Dia anakmu Dae sung !tega sekali kau ! "
Yunho memandang Dae Sung tak kalah sengit, habis sudah kesabrannya untuk meladeni namja paruh baya itu.
Dae sung terkekeh pelan, ia tertawa tanpa sebab seperti orang gila namun detik berikutnya ia terdiam tergantikan wajah yang menyeramkan.
" Kau tak usah menasehatiku ! Dia anakku atau bukan itu bukanlah urusanmu ! Sekarang pergilah sebelum aku menusukmu dengan pisau tajam ini ! "
Ujar Dae Sung sambil menodongkan pisau lipat yang sedari tadi ia sembunyikan dibalik punggungnya kearah Yunho. Yunho sedikit terkejut akan tindakan namja itu, jika ia harus mati sekarang siapa yang akan mengobati Kyuhyun ?
" Baiklah, aku mengalah. Jika ia terbangun ... Suruhlah dia untuk makan dan meminum obatnya. Dengan begitu, ia akan sembuh dengan cepat "
Yunho menatap sekilas kearah Kyuhyun diatas ranjang, selanjutnya ia melangkahkan kakinya menuju pintu. Yunho menatap tajam kearah Dae Sung yang hanya tersenyum meremehkan. Ketika melewati Dae Sung dengan sengaja ia menbrak pundak Dae Sung hingga membuat Dae Sung mendecih pelan.
Sepeninggalnya Yunho, Dae Sung menghampiri ranjang Kyuhyun. Ia menatap lekat tubuh Kyuhyun yang tak bergerak itu.
Tap
Tap
Tap
Ia melangkah semakin dekat dan dekat, hingga kini ia berada disamping wajah Kyuhyun yang masih tertidur pulas. Pisau lipat yang ia genggam, Dae Sung todorkan kearah leher putih pucat tersebut.
" Hey ... Anak pemalas ! Cepat bangun ! "
Titah Dae Sung dengan begitu kejamnya, ia menelusuri leher putih mulus itu menggunakan pisau lipat tersebut.
" Aku bingung ? Kenapa lehermu tak pernah ada Kissmark ? Apa kau sengaja huh ?! "
" Cepat bangun ! Sebelum aku mengukir lehermu dengan pisau ini ! "
" Ouhh ... Begitu rupanya, ternyata kau menantang maut ! Baiklah ... Rasakan ini ! "
Ting Tong ! Ting Tong !
Saat Dae Sung akan menggoreskan pisau tersebut kearah leher Kyuhyun, bunyi bel Rumah menginterupsi kegiatannya.
" Arghh ! Sh*t ! Siapa yang berani-beraninya bertamu kerumahku tanpa ijin ?! "
Ujar Dae Sung sambil melipat pisau lipatnya kemudian menyimpannya kedalam saku celana, ia meninggalkan tubuh Kyuhyun begitu saja menuju Tamu yang tak diundang.
Ting Tong ! Ting Tong !
Ceklekk
Pintu itu terbuka, menampilkan namja bertubuh tegap dengan lesung pipi di kedua pipinya. Dae sung mengerutkan alisnya bingung.
" Nuguya ?! "
Namja itu membungkuk sejenak sebagai salam " Annyeong ... Choi Siwon imnida, Teman Kyuhyun di sekolah "
Siwon mati-matian menahan luapan emosinya ketika melihat wajah namja paruh baya yang ada dihadapannya kini, namun karna ia tak ingin menantang maut Siwon mengurungkan niatan itu.
" Ada keperluan apa kau kemari huh ? "
Tanya Dae Sung sambil memperhatikan tubuh tegap Siwon dari atas hingga bawah.
" Mianhae Ahjussi jika saya mengganggu anda, saya kesini hanya ingin menjenguk Kyuhyun yang sedang sakit dan ju-"
" Kyuhyun tidak boleh dijenguk oleh siapapun ! Termasuk kau bocah ! "
Dae Sung menyela ucapan Siwon, ia berujar lantang sehingga suaranya menggema diRuangan tersebut.
Siwon nampak terkejut akan hal itu, namun karna ia pandai menyembunyikan Ekspresi ia hanya terdiam dengan wajah datar.
" Lebih baik kau segera pulang ! Jangan ganggu Kyuhyun ! "
Dae Sung mendorong tubuh Siwon cukup kencang hingga membuat Siwon terjatuh diatas trotoar.
" Ahjussi ! Ahjussii ! Tunggu dulu ! Aku ingin bertemu dengan Kyuhyun, ahjussi ! Buka pintunya ! "
Tok ! Tok ! Tok !
Tok ! Tok ! Tok !
Siwon terus menggedor pintu berwarna coklat itu, namun sang pemilik Rumah tidak menggubrisnya. Ia melenggang pergi meninggalkan Siwon yang kini sedang mengacak rambutnya frustasi.
Siwon menatap Jendela yang ada diatas, disana ia seperti melihat bayangan orang yang sedang mengintip dari cela gorden berwarna putih.
Kerutan alisnya menyatu, ia memandang bayangan itu yang perlahan mulai mengabur dan menghilang.
" Kyuhyun-ah ... Bertahanlah, aku mohon~ aku pasti bisa menyelamatkanmu ! "
Dengan raut sedih ia meninggalkan rumah tersebut, sebersit rasa kecewa muncul didalam dirinya. Ia terus berjalan sambil memperhatikan langkah kakinya yang berjalan lunglai.
TBC
Annyeong ...
Kim Jee hadir disini #lambai2
and ... This is it Chapter 4 dataaannggg !
well beri pendapat kalian ne tentang Chap ini, Review kalian dibaca Kok sama Mantha
Berhubung bentar lagi Hari Raya Idul Fitri, saya ingin mengucapkan Mohon maaf lahir dan batin
Minta maaf sebanyak-banyaknya ne, kalau saya ada salah satau apa.
Sooo
Give me review Guys, Support aku untuk Mentranslate Chapter berikutnya neee
See You Next Chap
