"Kau kira aku akan takut dengan identitas palsumu yang menambahkan marga 'UCHIHA'!?"Seru Sakura kesal sambil menunjukkan dompet Sasuke tepat di depan wajah Sasuke
Sasuke mengerutkan keningnya.
"Wow! Fantastic Baby! Aku akan menyukainya. Ini benar menarik"Ucap lelaki berwajah pucat itu sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Apa yang menarik Man?! Dia MENCULIKKU"Seru Sakura sambil menekankan kata terakhirnya.
"Oh, Astaga Sasuke!"Sai menutup mulutnya tak percaya. "Menculik? Itu sama sekali bukan gaya 'Uchiha'"Ujar lelaki itu sambil melirik Sasuke, Sasuke hanya mendelik menaikan kedua bahunya tidak perduli.
"Uchiha? Apa kalian berdua bekerja sama ingin menculikku?"Tanya Sakura was-was. "Hahaha. Kau sangat lucu. Aku tidak sejahat itu Nona, Namaku Sai"Sai mengulurkan tangannya, Sakura dengan ragu menyambutnya.
"Ha.. Haruno Sakura"Jawab Sakura takut-takut, "Tak perlu curiga" Sai tersenyum dan Sakura terpesona dengan senyum manis miliknya.
"Hei Haruno-san? Apa yang ada di tanganmu?"Mata Sai menyipit. "Ini?"Sakura menunjukkannya, Sai mengangguk pelan.
"Ini dompet milik lelaki ini"Jawab Sakura, Sai kemudian segera berbalik menatap Sasuke dengan ekspresi sulit percaya dan Sasuke hanya membalasnya dengan tatapan datar.
Berusaha menahan keterkejutannya, "Permisi Haruno-san aku masih mengurus beberapa kepentingan. Oh yah senang bertemu denganmu. Kau sangat menarik. Aku langsung menyukaimu. Bye, Uchiha! Hahaha… "Sai langsung melangkahkan kakinya pergi.
Sakura memperhatikan Sai berjalan hingga menaiki tangga ke atas sebuah Pesawat kecil.
"Hai! Teme! Sakura-chan!"Teriak Naruto sambil turun dari tangga jet di belakang mereka, Hinata mengikuti dari belakang.
"Naruto? Sudah kuduga kau tidak apa-apa"Dengus Sakura keras, "Apa maksudmu Sakura-chan?"Naruto bingung.
"Hinata-chan!"Seru Sakura berlari memeluk Hinata. "Sakura-chan"Hinata membalas pelukan Sakura.
"Orang itu bilang padaku kalau kalian berdua kecelakaan dan sekarat, aku sangat mengkhawatirkan kalian berdua"Sakura menunjuk Sasuke di sampingnya. "Astaga Teme! Kau sungguh keterlaluan"Hardik Naruto. Sasuke tidak menjawab ia hanya diam dengan ekspresi datarnya tidak perduli.
.
.
HOLIDAY
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno
Happy reading ! Don't Like Don't Read
.
.
"Terima kasih Sakura-chan sudah mengkhawatirkanku. Aku senang sekali akhirnya Sakura-chan ikut berlibur bersama kami"Hinata tersenyum
"Eh? Ikut? Apa maksudnya?"Sakura melepaskan pelukannya
"Iya, Naruto-kun bilang, Sasuke-san akan membujuk Sakura-chan"Jawab Hinata
"Hehehehe, Gomen Sakura-chan. Tadi pagi itu sebenarnya sebelum kau pergi ada yang ingin ku katakan"Ucap Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa?"
"Sebenarnya sahabatku Teme, maksudku Sasuke itu Anikinya pemilik dan direktur utama di 'Uchiha Entertainer' dan itu lebih mudah mendapat izin"Jawab Naruto. "Yah walaupun dengan berbagai syarat tentunya"lanjut Naruto kecil
"Adik Uchiha-sama?"Tanya Sakura meyakinkan, "Iya"Hinata tersenyum.
"Iya, kau tidak mengenalinya? Padahal kukira Teme itu sangat populer di kalangan wanita apalagi para Artis dan model di UE (Uchiha Entertainer). Dia CEO baru Ucorp, baru setahun yang lalu"Jawab Naruto.
Sakura melirik Sasuke yang menampilkan senyum menyeringai penuh kemenangannya. Dia yang bodoh atau kampungan sehingga tidak mengetahui Adik dari Bos besar di Agencynya dan Pemegang kekuasaan tertinggi di Agencynya. Hancurlah sudah riwayat keartisannya. UE merupakan Agency ternama dan jika ia dibuang begitu saja, Agency kecil saja sulit dan berfikir ulang kali untuk menerimanya.
"Hei apa itu Sakura-chan?"Tanya Naruto sambil menunjuk dompet Sasuke. "Apa Itu dompet milik Teme, Maksudku Sasuke?"lanjut Naruto, Sakura mengangguk pelan.
"Ya ampun Teme! Lihat Sakura-chan menyentuh bahkan memegang dompetmu, kenapa kau tidak memarahinya ttebayo? Bukankah waktu itu kau menjitakku kasar saat aku menyentuh dompet milikmu?!"Seru Naruto, "Hn"Sasuke hanya bergumam tak jelas.
"Huh! Sudah lah, Sebaiknya kita segera naik ke pesawat (jet). kita akan take off 10 menit lagi"Naruto menarik Sakura di tangan Kirinya dan menggandeng Hinata di sebelah kanannya.
"Dobe. Tunggu"Ucap Sasuke dingin, "Ada apa teme?"
"Dia ikut bersamaku"Ujar Sasuke,
"Apa? Bukannya Sa.. aaaaaaaahh…."Naruto menghentikan omongannya saat melihat Sasuke melemparkan tatapan deathglear andalannya.
"Aaaaaaah… Sakura-chan, sebaiknya kau ikut Sasuke. Aku berubah pikiran, Aku ingin berduaan saja dengan Hinata-chan"Naruto melepas tangannya. "Ayo Hinata-chan"Naruto menarik Hinata segera Naik ke Tangga. "Naruto.. Tunggu"Sakura hendak mengejar tetapi sebuah tangan besar menahan lengannya. Sakura berhenti dan berbalik melihat orang yang menahannya.
"Kau ikut denganku"Sasuke melepaskan pegangannya dan berbalik jalan di luan menuju jet yang paling ujung. Sakura mengikuti dari belakang dengan gugup. "Jadi?"
"Hn"Jawab Sasuke tanpa mengentikan langkahnya, "Kau benar seorang Uchiha?"Tanya Sakura
"Oh yah, kau benar. Kurasa 10 menit itu cukup untuk menyelesaikan karirmu"Sasuke mengeluarkan handphone miliknya dari saku celananya. Sakura terdiam mematung melihat Sasuke berjalan menaiki tangga ke atas jet sambil menempelkan handphone di telinga kanannya.
"Hallo Aniki"Ucap Sasuke, Sakura segera menyadari dan berlari mengejar Sasuke.
"Ada apa Sasuke?, tumben kau memulai pembicaraan?"
"Aku ingin kau memecat Salah satu modelmu, yang telah kurang ajar denganku namanya S.."Sasuke cukup kaget Handphonenya di tarik paksa oleh seseorang dari belakang.
Sakura POV
"Aku ingin kau memecat Salah satu modelmu, yang telah kurang ajar denganku namanya S.."Aku segera menarik Handphonenya sebelum semuanya terlambat. Ia berbalik menatapku tajam. Mengerikan. Aku mematikan sambungan teleponnya dengan segera.
"Kumohon jangan"Suaraku parau. "Aku akan melakukan apa saja"aku tidak dapat berfikiran jernih. "Jangan Hancurkan karirku"Menjadi model adalah mata pencaharianku sementara. Aku merasakan mataku mulai kabur, kutebak mataku mulai berkaca-kaca.
Dia menatapku tajam, benar-benar tatapan itu sangat menakutkan.
"Asalkan kau menuruti semua perintahku"Ucapnya dingin, aku seperti mendapat kembali kehidupanku yang nyaris mati. Aku segera mengangguk setuju.
"Bagus!"dia menyeringai, kuakui ia tampan tapi tidak dengan sifatnya yang arogan, dingin, dan egois. Jangan lupakan tatapan dinginnya yang seperti psikopat(?). Ia kembali berjalan menaiki tangga. Aku mengikutinya dari belakang ingin sekali ku jambak rambutnya yang mirip pantat ayam itu.
"Wow"Aku berdecak kagum melihat jet semewah ini. Aku menolehkan kepalaku kekanan dan kekiri mengagumi isi dari jet ini. Ini bukan sebuah jet menurutku, ini seperti ruang tamu yang bisa terbang. Aku memperhatikan kursi sofa yang berwarna putih tulang yang sangat mewah.
'Brukk'Aku termundur beberapa langkah, tubuhku terhempas kebelakang karena menabrak sesuatu. Ku lihat ke depan lelaki dingin itu berhenti, Aku menabrak punggungnya.
Ia tidak perduli dan segera duduk di sebuah kursi di samping jendela dan sebuah meja di depannya, aku juga segera mengambil tempat berhadapan dengannya.
"Kenapa kau mengikutiku?"Tanyanya, "Bukannya tadi kau menyuruhku ikut denganmu?"Tanyaku balik, ia menghela nafas. "Kenapa kau duduk di hadapanku?"Tanyanya lagi.
"Aku tidak tau mau duduk dimana"Jawabku, ia memutar matanya. "Terserah kau saja"ucapnya.
"Sasuke-sama, maaf terlambat"seorang lelaki bermasker datang menghampiri kami sambil menenteng sebuah tas labtop dan sebuah Ipad air.
"Halo nona"Ucapnya sambil tersenyum, walau tidak terlihat tapi matanya yang menyipit menandakan ia sedang tersenyum.
"Hn"Adik dari bosku itu segera mengambil tas labtop dan Ipad Air.
"Saya Hatake Kakashi, panggil saja Kakashi"Ucapnya sopan. "ah, Sakura Haruno. Panggil saja Sakura"jawabku. "Tidak, maaf. Haruno-sama"Ucapnya
Sakura POV end
"Kakashi"Panggil Sasuke. "Iya Uchiha-sama"
"Kau ikut aku"Pintah Sasuke sambil mengeluarkan Macbook dari dalam tas labtopnya.
"Hai"Kakashi sedikit membungkuk.
"Welcome on board Flight G550 Private Jet Uchiha Corporation to France. This aircraft command of captain Me, West Michael. I has informed that our flying time will be approximately 12 and 15 minute hour. Please ensure that your seat belts are securely fastened. Turn off your handphone or Turn on flight mode. Thank you and enjoy this flight"Suara kapten pilot mulai terdengar, Kakashi segera mengambil tempat duduk di sebrang samping Sasuke.
…
"Jadi Uchiha-sama apa kita benar akan ke Paris?"Tanya Sakura, Ini sudah 20 menit semenjak Take Off tadi dan sekarang Sasuke sibuk berkutik dengan Macbook di hadapannya.
"Hn"Jawab Sasuke. "Apa anda ingin minum sesuatu Tuan? Nona?"Tanya Kakashi menghampiri kami
"Ocha"Jawab Sasuke tanpa mengalihkan perhatiannya, "Hot Chocolate ada?"Tanyaku
"Baik, akan ku lihat dulu Haruno-sama"Kakashi langsung pergi menuju belakang pesawat.
"Tapi, Uchiha-sama, saya belum mengurus semua keperluanku"Ujar Sakura.
"Berhenti memanggilku Uchiha"Pintah Sasuke menghentikan Aktivitasnya. "Err.. Sasuke-sama?"Tanya Sakura. "dan juga sufiks 'Sama'"Tambah Sasuke
"Sasuke-san?"Tanya Sakura. "Hn, kau tenang saja. Semuanya telah ku urus"Sasuke melanjutkan aktivitasnya.
"aku ingin membuat hot Chocolateku sendiri"Sakura melepas sabuknya Dan berdiri
"Sakura"Ucap Sasuke menghentikan aktivitasnya lagi. "Iya Sasuke-san?"Tanya Sakura
"Sampai kapan kau ingin memegang dompet dan handphoneku. Seperti kata Naruto-dobe tadi aku tak suka membiarkan orang yang tak penting menyentuh barang-barangku apalagi sampai merampas handphoneku"Ujar Sasuke, Sakura langsung meletakkan Handphone dan dompet Sasuke diatas meja dan segera pergi.
"Tch! Padahal dompetnya ia lemparkan padaku"Desis Sakura berjalan menyusul Kakashi.
"Aku mendengarmu jidat lebar"
"Tch! Pantat ayam!"Sakura langsung berlari kecil meninggalkan Sasuke.
"Gadis keras kepala dan merepotkan. Naruto menipuku"Desis Sasuke
…
Sementara itu di Jet lainnya.
"Hai! Saya Tenten"Ucap Seorang perempuan bercepol dua
"Saya Sabaku Temari"Ucap Seorang perempuan lainnya bercepol empat.
"Saya Sekretaris Nara-san"Ucap Tenten, "Saya Sekretaris Sasori-san"Ucap Temari. Keduanya saling memandang lalu tertawa.
"Hahaha.. Jadi kita berdua sama-sama Sekretaris, wah kebetulan yah! Ku kira kau Pacar dari salah satu mereka"Tenten terkekeh. "Hahaha.. aku juga berfikiran yang sama"Temari terkekeh.
"Oh yah, kita berlibur ke Paris-kan?"Tanya Tenten, "Paris? Aku tidak tau, yang aku tau hanya ikut berlibur bersama sahabat bosku"Temari mengangkat bahunya tak perduli.
Tenten mengedarkan pandangannya, Temari juga mengikuti
"Ada Apa?"Tanya Temari, "Jet ini sangat sepi, ku fikir tadi mereka ada banyak dan sekarang aku tidak dapat menemukan Bosku"Jawab Tenten, "Aku juga"Temari tersadar. "Aku tadi di suruh naik Jet ini olehnya. Sedangkan dia sibuk bercakap dengan teman-temannya"Lanjut Temari.
Tenten mengangguk, "Bos mu yang mana?"Tanyanya. "Berambut merah"
Tenten mengerutkan keningnya berusaha mengingat sesuatu, "Aku melihatnya"Ucap Tenten
"Dimana?"Tanya temari, "Naik di pesawat sebelah"
Temari terlihat kesal, "Pesawat sebelah?!"Tanya Temari meyakinkan. "He'em"Tenten mengangguk.
Temari membulatkan mulutnya berbentuk 'o' tapi Tenten Temari sedang menahan kekesalannya.
"Kalau Bosmu yang mana?"Tanya Temari, Tenten menarik nafas, "Lelaki dengan wajah malasnya, yang mengikat rambutnya dan anting-anting hitam"Jelas Tenten.
"Lelaki yang suka bilang 'Mendokusai' itu?"Tanya Temari serius. Tenten terkekeh, "Darimana kau tau?"
"Lelaki Kurang ajar itu!"Geram Temari kesal.
…
Bersambung…
…
