"Lelaki yang suka bilang 'Mendokusai' itu?"Tanya Temari serius. Tenten terkekeh "Darimana kau tau?"

"Lelaki Kurang ajar itu!"Geram Temari kesal. Tenten mengerutkan keningnya.

.

.

HOLIDAY

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno

Happy reading ! Don't Like Don't Read

.

.

Flashback

Temari POV

Aku segera melangkahkan kakiku keluar dari kamar mandi di dekat lapangan Landasan. Sambil membuka Tasku aku mengecek bahwa keperluan yang kubutuhkan sudah lengkap.

'Bruukk'Aku terjatuh dan seluruh isi tasku jatuh berantakan di lantai, aku melihat lelaki dengan setelan jasnya yang tak lagi rapi termundur beberapa langkah karena kami bertubrukan.

"Gomennasai"Aku mengumpulkan barang-barangku yang jatuh, "Tch! Mendokusai"Ucapnya malas sambil berjalan ikut memungut Iphone berwarna hitam yang tak jauh darinya.

'Apa?!'Geramku dalam hati. Aku ingin sekali melemparkan power bank yang ada di tanganku ke wajahnya di hadapanku. Ini juga salahnya dan ia tidak mengatakan maaf malah mendengus dan mengatakan 'Mendokusai'.

"Gomennasai"Ucapku lagi setengah berbungkuk, "Tch!"Desisnya melewatiku berjalan berlainan arah dariku. "Mendokusai"Ucapnya lagi. Aku cukup merasa perempatan siku mungkin sudah muncul di kepalaku. Apa susahnya meminta maaf dan ikut membantuku memasukkan barang-barangku yang jatuh akibat ulahnya juga. "Dasar Laki-laki tak bertanggung jawab"Gumamku sambil memasukkan barang-barangku yang berserakkan di lantai, aku segera memungut Iphone hitam kesayanganku.

Sambil terus berdengus kesal mengingat laki-laki itu aku berjalan menuju lapangan landasan mencari bosku, tapi aku lupa dimana tadi tempatnya. Landasan udara ini sungguh besar.

Aku merogoh Iphone dalam tasku untuk menanyakan dimana keberadaan bosku. Aku menekan tombol kunci untuk mengaktifkan layar screennya.

"Ini Handphone siapa?"Aku membulatkan mataku melihat Iphone hitam ditanganku yang memang sangat mirip denganku kecuali wall(Wallpaper)nya yang berubah menjadi gambar abstrak, yang tadinya gambar diriku saat acara festival tahun baru yang di rayakan oleh kantorku. Aku merogoh tasku berharap menemukan Iphoneku, namun nihil. Aku tidak menemukannya. Seingatku tadi sebelum ke toilet aku masih sempat membalas pesan dari adikku, lalu aku memasukkannya ke dalam tas ketika mencuci tangan di wastafel. Lalu aku keluar dan di tabrak dengan lelaki yang tidak bertanggung jawab itu dan kalau tidak salah ia memungut sebuah Iphone juga yang sangat mirip milikku yang tak jauh dari lelaki itu.

Aku melihat lagi Iphone di tanganku, "Pasti tertukar!"Seruku kembali masuk kedalam berharap menemukan lelaki yang tinggal mengucapkan 'Mendokusai' itu.

Sial, aku tak dapat menemukannya dan untungnya aku bertemu dengan Naruto dengan kekasihnya akhirnya aku ikut mereka menuju bosku tanpa mencari lelaki itu lagi.

Temari POV end

Flashback end

Tenten sedikit terkekeh, "Sepertinya kau sangat sial bertemu dengannya"ucapnya

Temari mendengus, "Dan aku cukup prihatin denganmu. Kau Sekretarisnya pasti cukup kesal dengan sifatnya"

Tenten mengangguk sambil menahan tawanya.

"Ck! Sepesawat dengan perempuan memang ribut"Seorang lelaki berambut panjang dan mengenakan kemeja putih serta yang dilipat sesiku dan celana kain hitam muncul di dekat mereka sambil berdiri melipatkan tangan di depan dadanya.

Tenten menghentikan tawanya, Temaripun berhenti mendengus. "Anda siapa?"Tanya Temari

Lelaki itu tersenyum, "Kau pasti Sekretaris Sasori"Jawabnya. Temari menggangguk.

"Dan kau adalah Sekretaris Shikamaru"Lanjut lelaki itu, "Darimana anda tau?"Tanya Tenten bingung.

"Kau Sangat berisik, dan dia sopan dan tegas. Shikamaru dan Sasori sering mengeluh tentang kalian"jawab lelaki itu.

Temari merasa tersinggung, Lihat saja apa yang ia lakukan jika bertemu dengan bos merahnya itu. Tenten mengerutkan keningnya, "Anda siapa?"

"Ah, aku belum perkenalkan diri. Aku Hyuga Neji. Aku salah satu sahabat bos kalian berdua"Jawab Neji

Tenten membulatkan matanya ketika lelaki bermata amethyst ini memperkenalkan dirinya.

"Hyuga Neji! Kaukan yang waktu Itu!?"Seru Tenten berdiri dari kursinya.

"Hm?"Neji menautkan alisnya.

Flashback

Tenten POV

"Gawat Aku terlambat!"Seruku memasuki gedung mewah yang merupakan tempatku bekerja. Sambil menenteng tasku, memeluk dokumen yang ku kerjakan hampir semalaman dan di tangan kananku memegang secup kopi tanpa gula.

Aku segera berlari menuju lift yang kosong, lupakan fakta bahwa aku sekarang sedang memakai high heels setinggi 5 cm yang aku pikirkan sekarang aku sudah terlambat 10 menit dari jadwal rapat mendadak yang bosku beritahu kemarin sore.

Aku mendengus kesal lelaki pemalas yang merangkap sebagai bosku pasti akan memarahiku, aku memencet tombol lift dengan kasar, 'Ayolah! Kenapa harus sekarang?!'Seruku. pintu liftnya macet.

'Ting!'Aku bernafas lega ketika pintu lift itu berbunyi tanda akan tertutup. Setidaknya aku tidak naik tangga atau berlari ke lift di koridor belakang untuk sampai ke ruang rapat di lantai 10.

'Ting!'pintu lift terbuka dan aku segera berlari keluar, sampai dari samping aku ditabrak dengan seorang lelaki bersetelan jas lengkap.

"arght!"Desisku kecil, aku terjatuh dan kaki terkilir, dokumen yang tadi kupeluk berserakkan di lantai begitupun kopi tanpa gula yang sudah tertumpah sempurna di lantai, dan aku sedikit bersyukur setidaknya dokumen itu tidak ada yang terkena tumpahan kopi.

"Sial"Gumamku sambil berusaha memungut dokumen-dokumen itu, karena bagian terbaiknya lelaki itu berjalan tanpa berbalik ataupun mengucapkan maaf.

Aku melepas High heelsku, merapikan dokumen di tanganku dan berjalan menuju rungan rapat dengan susah payah. Lupakan kopi tanpa gula sialan itu, nanti toh cleaning servis lewat akan membersihkannya. Masa bodoh juga dengan bos pemalas itu yang nanti menanyakan minuman pesanannya.

Sungguh aku merenggut kesal. Ruangan rapat masih kosong. Hanya ada bosku yang duduk santai sambil beberapa kali menguap memperhatikanku berjalan ke arahnya dengan kesal dan kaki pincang.

"Kau kenapa?"Tanyanya memperhatikan kakiku yang berjalan tanpa alas kaki, "Terkilir"Jawabku kesal sambil meletakkan kasar dokumen yang kubawa di hadapannya dan segera duduk di sampingnya.

"Mana Kopiku?"Tanyanya, "Jatuh"Jawabku sambil memijit kakiku yang terkilir aku meringis.

"Hm? Kok..", lupakan lagi fakta kalau dia adalah bosku, "Bagaimana tidak bisa huh?! Aku tadi terjatuh di depan lift sana, di tabrak oleh si buta dari gua hantu. Kau kan yang menyuruhku datang jam 07am padahal mana? Rapatnya belum di mulai dan kemarin sore kau mengatakan akan mengadakan rapat revisi dan menyuruhku menyelesaikan dokumen yang harusnya baru selesai minggu depan dan membuatku hampir semalaman tak bisa tidur. Yang benar saja! Aku lelah"Seruku menyelanya, tidak sopan memang tapi biar toh dia juga sebenarnya sepupu jauhku.

"Baiklah kau istirahatlah, aku akan mengurus rapat revisi dengan Hyuga Neji"Ucapnya. Dengan senang hati aku melangkah keluar dengan memegang tas dan high heelsku, sambil tertatih aku berjalan meninggalkan ruang rapat menuju ruanganku yang berseblahan.

Aku segera duduk dengan nyaman dan kembali memijit kakiku yang terkilir.

Ruang rapat dengan ruanganku hanya di batasi sebuah kaca yang di tengahnya sengaja di buat kabur.

"Shikamaru!"Sayup-sayup aku mendengar suara dari ruangan rapat di sebelah, aku memperhatikan lelaki yang duduk membelakangiku.

"Dia!"tidak salah lagi, dia adalah si buta dari gua hantu yang menabrakku.

Tenten POV end

Flashback end

"Oh maaf yah! Soalnya aku tidak tau kau terluka. Ku kira kau hanya jatuh biasa"Neji tersenyum gugup. Ayolah Neji, mana sisi Hyuga-mu yang sangat menghormati perempuan.

"Jatuh biasa katamu? Kau membuatku menderita selama 2 minggu"Seru Tenten,

Neji mengerutkan keningnya, "Separah itukah?"

"Iya!"Bentak Tenten Kesal, Temari berusaha menenangkan Tenten "Sudahlah"

Neji tersenyum, "Wah, aku minta maaf yah"

Tenten kembali duduk ketempatnya, "Sudah berakhir"

Neji tak mengerti, "Jadi aku di maafkan?"

"Tentu saja tidak!"Seru Tenten cepat. "Yah sudah!"Neji langsung beranjak pergi.

Tenten mendengus kesal "Kau melihatnya kan Temari? Dia sama sekali tidak ada raut wajah penyesalan!?"Seru Tenten.


Sakura berjalan sambil menghentakkan Kakinya menuju Kakashi yang berada di ujung Jet (cabincrew).

"Katakan Kakashi, aku perempuan keberapa yang ia culik dan dipaksa ikut dengannya?"Seru Sakura. Kakashi yang sedang menyeduh Ocha Menyerit bingung. "Anda yang pertama"Jawab Kakashi

Sakura kembali berdengus, "Sudah berapa tahun kau kerja padanya?"Tanya Sakura lagi

"Saat Tuan muda duduk di Junior High School, Umur 11 tahun"Kakashi menyampirkan Cangkir putih berisi Ocha.

"Apa kau yakin? Apa dia memang semenyebalkan itu? Apa ia selalu bergumam tak jelas seperti 'Hn'?"Desis Sakura. Kakashi terkekeh, sambil membuka sebuah bungkusan

"Anda tertarik dengan tuan muda? Saya kira anda berpacaran dengannya, soalnya tuan muda tidak pernah dekat dengan perempuan manapun kecuali Nyonya besar, Pacar Tuan Itachi, Hinata dan 3 orang lagi. Saya sangat yakin tuan muda tidak pernah menculik seorang perempuan sebelumnya. Ya tuan muda sering bergumam tak jelas"Kakashi mengaduk Coklat panas di depannya.

Wajah Sakura memerah antara kesal dan malu, 'Tertarik?' ya mungkin. Sangat Tertarik ingin menjambak rambut pantat ayamnya.

"Ini Nona Haruno"Kakashi menyerahkan secangkir Coklat panas ke Sakura.

"Oh iya, arigatou! Bisakah kau memanggilku Sakura. Serius, Aku merasa seperti kau memanggil Ibuku"Sakura mengambil Cangkir yang penuh dengan kepulan asap, "Hai' . Permisi, Saya harus mengantarkan minuman Tuan muda"Kakashi meninggalkan Sakura.


"Naruto-kun"Panggil Hinata, Naruto menoleh "Ada apa Hinata-chan?"

Hinata mengangakat dagunya dan berfikir "Apa tidak apa meninggalkan Sakura-chan dengan Sasuke-kun?", Naruto tersenyum melihat tunangan. Yah, tunangan Hinata adalah tunangannya. Memikirkan kondisi sahabatnya dengan Sahabatnya juga Sasuke. "Tenang saja, Nanti ketemu kok!"Naruto meminum Soft drink miliknya.

Hinata mengerutkan dahinya menatap Naruto, "Eh? Bukannya sewaktu perjalanan menuju bandara Naruto-kun bilang kalau Sasuke-kun akan pergi ke tempat lain seminggu, nanti bertemunya baru ketika di Santorini"Naruto hampir saja memuncratkan Soft drinknya.

"Uhuk! Hinata-chan kau benar! Ya ampun kenapa aku bisa lupa?"Seru Naruto

"Aku khawatir"Ucap Hinata, "Aku juga khawatir dengan Kartu kreditku Hinata-chan!"Seru Naruto lagi

Hinata terkekeh, "Kau ceroboh Naruto-kun". "Makanya ada kau yang selalu teliti di sampingku"Ujar Naruto. Hinata langsung blushing seketika.


"Tch! Pantat ayam!"Sakura langsung berlari kecil meninggalkan Sasuke.

"Gadis keras kepala dan merepotkan"Desis Sasuke, Ia segera bangkit dari kursinya menuju tempat Pilot dan CO-Pilot.

"Mr. Uchiha, ada apa anda kemari?"Tanya Pilot tersebut, "Alihkan tempat tujuan ke Venice, Italy. Pintah Sasuke.

Pilot itu menyerit bingung, "Tapi sir, kita butuh izin dari ATC"Ucap Pilot tersebut

"Kalau begitu tunggu apalagi? Segera hubungi ATC kalau kita mengubah tempat tujuan karena urusan mendadak dan emergency. Dan suruh mereka merahasiakan tempat tujuan ini, jangan sampai ada yang tahu"Sasuke langsung keluar dari tempat itu.

Sasuke kembali duduk sambil membuka Handphonenya yang telah di ubah menjadi Flight Mode. Ia membuka kembali pesan Naruto yang berisi jadwal mereka di Paris.

"Ck! Sudah kuduga, ada yang tidak beres saat Naruto mengatakan ingin berlibur 2 minggu"Gumam Sasuke membaca satu-satu jadwal dari Naruto.

"Terpaksa seminggu tanpa Naruto Gagal karena aku mau tidak mau aku harus menyusulnya di hari ke-5"Sasuke mematikan Handphonenya.

Kakashi datang sambil membawa secangkir Ocha milik Sasuke.

"Ini Tuan"Kakashi meletakkan di atas meja, "Arigatou"Ucap Sasuke sambil menyesap sedikit ochanya.

"Penerbangan Berhasil dipindahkan menuju tujuan Italia, waktu penerbangan di tambah setengah jam dari awal. Selamat menikmati penerbangan"Pengumuman itu membuat Sasuke tersenyum.

Sakura datang sambil memegang secangkir coklat panasnya, Kakashi telah pergi kembali ke tempat cabincrew. "Sasuke-san? Kenapa tujuan Penerbangannya di pindahkan? Bukannya tujuan awalnya Paris? Apa Naruto dan Hinata mengubah tempat liburannya? Apa maksudnya? Apa ada sesuatu terjadi?"Tanya Sakura duduk di hadapan Sasuke.

Sasuke memperhatikan Macbook sambil tangannya memegang cangkir Ocha. "Kau Ingin bertanya apa?"Tanya Sasuke tidak mengalihkan perhatiannya.

Sakura Ingin sekali melempar sesuatu ke wajah Sasuke sekarang, "Ck!". "Kenapa tujuan penerbangannya dipindahkan?"Tanya Sakura berusaha sabar

Sasuke melirik Sakura sebentar sebelum menyesap Ochanya kembali, "Ada apa? Ada masalah?"Tanya Sasuke

"Apa Naruto memindahkan tujuan liburannya?"Tanya Sakura, Sasuke meletakkan Cangkir Ochanya "Tidak", "Lalu?"Sakura bingung

"Aku ada urusan mendadak"Jawab Sasuke

"Astaga!? bukannya aku harus bersama Hinata?"

"Kau bersamaku"Sasuke kembali berkutat pada Macbook miliknya,

"Ck! Tapi aku pergi karena Hinata"Sakura meletakkan cangkir miliknya di atas meja.

"Tidak, Ralat! kau pergi karena ku tipu"Jawab Sasuke enteng, "Aku ingin menelpon Hinata"

"Kukira kau paham aturannya, dilarang menelpon di dalam pesawat yang mengudara"Sasuke memegang Ipad Air Onyx miliknya bergerak membaca sesuatu di sana. "Setidaknya kembalikan Handphone milikku"Dengus Sakura.

"Tidak, sampai kita selesai berlibur"Ujar Sasuke menatap kembali Macbook di depannya.

"Kalau begitu aku mau ke Paris"Seru Sakura, "Silahkan melompat"Sasuke tersenyum menyeringai menatap Sakura. "Apa?"Sakura melotot

"Aku tidak suka di paksa!"Ujar Sakura. "dan aku suka memaksa"Jawab Sasuke dengan nada menggoda.

"Kau itu maumu apa hah?" Dengus Sakura, "Hanya simple"Sasuke berdiri mencondongkan tubuhnya ke Sakura.


"Shika! Pinjam ponsel milikmu dong aku ingin mengambil foto yang kemarin ku potret menggunakan handphonemu untuk objek melukisku kali ini"Ujar Sai.

"Ck! Mendokusai"Shikamaru mengeluarkan iphone hitam miliknya dari dalam saku jas dan menyerahkannya pada Sai.

Sai menyeritkan Dahi memperhatikan Handphone Shikamaru dan Shikamaru secara bergantian, "Hei? Ternyata ada juga yang perempuan yang mau denganmu rupanya? Ku kira tidak ada. Kenapa kau tidak cerita pada kami? Sampai-sampai Wallnya ajah pakai foto Perempuan itu, ih.. ada paswordnya lagi apa yang di sembunyikan sih?"Tanya Sai menggoda.

Shikamaru bingung, "Apa Maksudmu?"


Bersambung…


Hai-hai, Cherry Back! Niatnya Sih pengen Update kilat kayak waktu itu tapi ternyata nggak sempat. Lagi males Nulis karena cerita aslinya ada di buku catatan dan parahnya waktu itu buku satunya hilang akhirnya Cherry cari keseluruh kamar sampai ngebersihin kamar dan mengubah Bentuk isi kamar pula nggak ketemu-ketemu, and Finnaly ketemu juga dalam lemari baju (?), Heran kenapa bisa sampai di situ?, Slight chapter 1 nya udah Cherry perbaiki menjadi NaruHina.

Karena Slightnya ada banyak jadi ada beberapa Chapter yang adegan SasuSakunya Cherry minimkan.

Untuk semuanya yang udah review dan minta di lanjutin terima kasih ^^

Luca Marvell, bandung girl, HazeKeiko, Fury F, fdestyalove, , dianarndraha, Fannylla, RovieUS, nariezka, ratihwp12, shintaiffah, Bluesweetpink, Kimimaru-chan, ruwettoyo, IndahP, Geenndu, hqhqhq, sasta, misakiken, Herawaty659, VEDG, hyuksarmpit, catleaf, Jeremy Liaz Toner, t3hani, Sannchan, yuanthecutegirl, sakurada chan, YOktf, ccherrytomato

Yang udah Follow dan Favorite jugaa makasih banyak..