"Shika! Pinjam ponsel milikmu dong aku ingin mengambil foto yang kemarin ku potret menggunakan handphonemu, untuk objek melukisku kali ini"Ujar Sai.
"Ck! Mendokusai"Shikamaru mengeluarkan Iphone hitam miliknya dari dalam saku jas dan menyerahkannya pada Sai.
Sai menyeritkan Dahi memperhatikan Handphone Shikamaru dan Shikamaru secara bergantian, "Hei? Ternyata ada juga yang perempuan yang mau denganmu rupanya? Ku kira tidak ada. Kenapa kau tidak cerita pada kami? Sampai-sampai Wallnya ajah pakek foto Perempuan itu, ih.. ada password-nya lagi apa yang di sembunyikan sih?"Tanya Sai menggoda.
Shikamaru bingung, "Apa Maksudmu?".
Sai mengembalikan Handphone itu ke Shikamaru, "Nih, Lihat Saja! Gak usah bohong"Goda Sai.
Mata Shikamaru membulat sempurna melihat Wall Handphonenya (Yang sebenarnya Temari) yang tadinya gambar Abstrak berubah jadi Gambar perempuan satu badan mengenakan yukata warna cream dengan obi berwarna Coklat serta corak bunga-bunga sedang tersenyum gembira mengangkat salah satu tangannya dengan latar langit malam yang penuh kembang api.
"Hei! Apa-apaan ini?!"Seru Shikamaru. Sasori yang melihat kedua temannya sibuk membahas sesuatu menjadi tertarik untuk ikut, "Ada apa?" Shikamaru melempar handphone itu keatas meja di hadapannya.
"Lihat saja, Shikamaru menyangkal padahal sudah jelas"Ucap Sai, "Mendokusai!"
Sasori mengambil Handphone tersebut, "Shika"Gumam Sasori. "Sai, aku mengenal perempuan ini"Tambahnya. "Oh yah? Siapa? Siapa?"Tanyanya. Shikamaru melirik Sasori.
Sasori menaruh Handphone itu kembali ke atas meja, "Dia, Temari. Sekretarisku"Sai menaikkan alisnya Satu "Wah! Dunia ini sempit yah. Kau berhubungan dengan Temari yang notabene adalah Sekretaris Sasori"
Wajah Shikamaru menampakkan ekspresi tidak bersahabat, "Apa maksudmu Huh?!"
"Jadi kau berpacaran dengan Temari?"Tanya Sasori. "TIDAK!"Jawab Shikamaru cepat, Shikamaru terdiam dan mengingat kejadian di depan toilet landasan udara "Ck! Pasti tertukar"Shikamaru mendengus.
"Astaga!? kalian berdua tukaran Handphone, kau terlalu overprotective padanya"Ucap Sai, mata Shikamaru membulat mendengar pernyataan Sai dan wajahnya memerah menahan kesal.
.
.
HOLIDAY
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno
Happy reading ! Don't Like Don't Read
.
.
"Aku tidak suka di paksa!"Ujar Sakura. "dan aku suka memaksa"Jawab Sasuke dengan nada menggoda.
"Kau itu maumu apa hah?" Dengus Sakura, "Hanya simple"Sasuke berdiri mencondongkan tubuhnya ke Sakura dengan refleks Sakura segera memundurkan tubuhnya rapat ke sandaran kursi.
Sasuke tersenyum menyeringai melihat respon Sakura, "Kau ikut bersamaku ke Italy. Menurutlah jika kau tidak ingin dalam masalah. Hanya 4 hari. Setelah itu ikut mereka ke Paris. Paham?"
Wajah Sakura bersemu merah melihat Sasuke berada berjarak sangat dekat dengannya.
Sakura POV
Sasuke tersenyum menyeringai, "Kau ikut bersamaku ke Italy. Menurutlah jika kau tidak ingin dalam masalah. Hanya 4 hari. Setelah itu kita menyusul mereka di Paris. Paham?". Harus kuakui berapa kali, Hell! ia memang tampan.
Wajahku memanas melihatnya berada berjarak sangat dekat denganku, Kenapa ia sangat tampan?. Lupakan Sakura, dia itu orang yang sangat menyebalkan. Pikirkan potongan rambut pantat ayamnya yang membuatnya terlihat sangat keren, tunggu. Apa? Keren? Bukan keren tapi menjeratku ingin menjambak dan mencabik-cabiknya. Ingat Sakura, dia telah menjebakmu untuk ikut dalam liburan menyebalkan ini rasa bencimu harus lebih besar dari rasa menganggumi ketampanannya.
Ia masih memasang senyum menyeringainya yang menggoda, "Hm?"Gumam Sasuke. Entahlah apa yang ia maksud aku sungguh tak mengerti. Aku hanya mengganggukkan kepalaku berharap semuanya selesai dan dia segera memundurkan wajahnya. Aku bisa pingsan kehabisan nafas, karena aku sama sekali tidak bernafas sekarang.
Ia tersenyum, sungguh ia tersenyum. Bukan menyeringai "Bagus"Ucapnya memundurkan kepalanya serta kembali duduk ke posisi duduknya. Wajahku pasti tambah memerah mengingat senyum tadi, 'Arggghhh.. Stopp Sakurraaa'Teriak inner-ku
'Dia itu lelaki brengsek yang telah memaksamu ikut dengannya. Entah bagaimana karirmu setelah pulang berlibur, jangan sampai kau menggaguminya'Aku yakin itu sisi Malaikatku yang berteriak (?).
'lihatlah keuntungannya Sakura. Bukankah ia sangat tampan? Kapan lagi kau bisa dekat dengan lelaki setampan itu?'Aku yakin kini sisi iblisku yang berteriak.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku kuat.
Sakura POV end
Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya kuat.
"Anda tidak apa-apa Haruno-sama?"Tanya Kakashi yang datang membawa 2 piring puding di tangannya. Sakura tersadar. "Eh? A-Aku tidak apa"Jawab Sakura cepat.
"Biarkan saja Kakashi. Jangan kau khawatirkan orang aneh sepertinya"timpal Sasuke. "Ah? Apa kau bilang?"Seru Sakura.
Kakashi tersenyum lalu meletakkan pudding itu di atas meja, "Panggil saja saya jika Tuan Sasuke atau Nona Sakura butuh bantuanku"Kakashi beranjak pergi.
"Hn"Sasuke kembali berkutat pada Macbook miliknya.
Sakura berdiri sambil berkacak pinggang, "Jadi, Tuan Sasuke. Bisakah anda jelaskan tentang 'Orang Aneh' yang tuan maksud?"
"Hn"Sasuke hanya meliriknya sekilas dan kembali (sok) sibuk pada Macbooknya. Sakura mendengus kesal. "Pantat Ayam Sialan kau!"Seru Sakura mengambil cangkir coklat panas miliknya dan sepiring pudding di atas meja.
Sasuke memperhatikan Sakura yang beranjak pergi.
Oke, ingatkan Sai untuk tidak mencari masalah dengan Shikamaru lagi. Cukup ini yang terakhir dan Ingatkan juga Sai untuk tidak mengungkitnya lagi.
Flashback
"Astaga!? kalian berdua tukaran Handphone, kau terlalu overprotective padanya"Ucap Sai, mata Shikamaru membulat mendengar pernyataaan Sai dan wajahnya memerah menahan kesal. "Katakan sekali lagi Sai?!"Seru Shikamaru
Oke, Sai cukup tersentak dengan Seruan Shikamaru. Pasalnya, Shikamaru itu pembawaannya sangat tenang dan masa bodoh. Tapi, kenapa Shikamaru cukup sensitive kali ini?
Sai tersenyum gugup, "Hei, Sikha! Slow down. Kau terlalu over protective padanya dan kini Bad angry padaku"Sai tersenyum polos tanpa dosa miliknya.
"Jadi? Kau berpacaran dengan Temari?"Tanya Sasori.
"AKU TIDAK BERPACARAN DENGAN SIAPAPUN YANG BERNAMA TEMARI ITU!? HANDPHONE KAMI TERTUKAR SAAT BERTABRAKKAN DI DEPAN TOILET TADI!"Seru Shikamaru sambil melempar cangkir kopi yang ada di depannya.
Flashback end
Sai langsung berlari pergi ke Cabin crew untuk mencari sesuatu untuk membersihkan pecahan cangkir yang dilempar oleh Shikamaru atau lebih tepatnya untuk menghindari kemungkinan amukan gelombang kedua (?) dari Shikamaru.
Shikamaru duduk sambil kedua tangan dilipat di depan dada. Sasori masih mematung entah Shock atau apa.
"Ck! Mendokusai"Dengus Shikamaru, "Baiklah kalau kau tidak mau mengakuinya. Akan ku tanyakan nanti dengan Temari langsung"Shikamaru melirik Sasori dengan Ekor matanya.
"Kau tau Sasori, tadi cangkir kopi. Jangan membuatku melemparkan handphone sialan ini sebagai penyebab dari hipotesa kalian"Ancam Shikamaru dengan Nada dingin. Sai datang sambil memegang Sapu kecil, serok (?) kecil, dan sebuah serbet.
"Kami hanya mengatakan pendapat yang kami. Kalau memang kau tidak pacaran dengannya kenapa kau malah marah sekali"Sai membersihkan pecahan cangkir yang terhambur di lantai.
Sasori duduk santai di depan Shikamaru, "Baiklah, aku percaya padamu jika kalian tidak ada hubungan apa-apa. Tapi, jika kau berani melempar handphone ini"Sasori menunjuk Iphone hitam di atas meja "Aku yakin kau akan mendapati handphonemu hancur juga jika kau melakukannya"Lanjut Sasori
"Tch!"Shikamaru membuang wajahnya melihat awan di luar jendela.
"Temari orang yang berani. Tidak perduli Atasan atau Senior. Ku rasa kalian akan cocok jika memang menjalin hubungan"Ucap Sasori, Shikamaru menatap tajam Sasori.
"Sasori. Cukup"Ucap Sai. Tolong ingatkan Sasori juga tentang hal ini.
"Kenapa Naruto-kun"Hinata mengelus rambut Naruto yang tidur di pangkuannya. Naruto melihat Hinata lalu tersenyum. "Apa kau khawatir tentang Kartu Kreditmu?"Tebak Hinata.
Naruto mengangguk, "Jangan lupakan Sakura-chan juga"tambah Naruto.
"Kita bisa mencarinya"Hinata tersenyum. Naruto memejamkan matanya "Tapi Hinata-chan. Teme bilang jangan mencarinya"
Hinata terdiam, lalu tersenyum "Tapi ia tidak pernah bilang untuk tidak mencari Sakura-chan Bukan?", Naruto membuka kedua matanya memperhatikan Hinata. Naruto langsung bangun duduk di samping Hinata. "Aku mencintaimu Hinata-chan! Kau benar, aku sungguh beruntung mendapatkan calon istri sepertimu"Naruto memeluk Hinata, membuat wajah Hinata Sangat memerah.
"Aku akan menyuruh Kabuto melacak Kartu kreditku terakhir dipakai di mana. Lalu aku menyuruhnya menjemput Sakura-chan dan mengambil kartu kreditku. Setelah itu kita bisa melaksanakan plan kita di Paris seperti seharusnya"Seru Naruto senang.
Pintu kaca itu terbuka menampilkan seorang perempuan yang tampak masih muda diusianya yang mendekati kepala 5.
"Oka-san"Itachi langsung berdiri menghampiri ibu tersayang dan memeluknya.
"Itachi. Aku dari kantor Sasu-chan. Tapi, Sekretarisnya bilang Sasuke tidak ada. Apa kau sudah menyuruhnya berlibur?"Mikoto melepaskan pelukannya, lalu menatap Itachi dalam.
Itachi merengut, "Oka-san langsung menanyakan kabar Sasuke. Kenapa tidak denganku?"
Mikoto terkekeh kecil sambil berjalan duduk di sofa berwarna cream. "Kau selalu sehat. Oka-san tahu itu. Tanpa Oka-san Tanya kau selalu memberitahu kabarmu, lagi pula Itachi setiap hari menelpon Oka-san. Lain dengan Sasu-chan"Itachi duduk di samping ibunya
Itachi tersenyum, "Yeah, aku tahu juga itu. Sasuke baru pergi menuju Paris. Tadi ia sempat mampir kesini terlebih dahulu"
Mikoto menyeritkan keningnya sambil melepaskan sarung tangannya, "Mampir? Ada apa?"Tanya Mikoto. "Dia membawa salah satu artisku. Haruno Sakura sahabat Hinata, aku curiga kenapa Sasuke bersikeras ingin membawa dia"jawab Itachi, dia bermaksud ingin mengompori sang ibu.
Mikoto tersenyum melihat tingkah putra sulungnya, "Jangan seperti itu, Naruto dan Hinata mempunyai tujuan tersendiri pergi ke Paris, kan? Makanya sahabat Hinata itu harus ikut", Itachi kembali merengut.
"tit!"Itachi mengambil handphone miliknya, "Oka-san. Sasuke merubah tujuannya. Ia tidak ke Paris bersama Naruto dan lainnya. Dan lagi, ia hanya bersama Haruno Sakura dan Kakashi"Itachi menjelaskan isi pesan yang baru didapatnya dari seseorang yang di percayainya untuk memantau liburan sang adik. "Sudah kuduga Ka-san, Sasuke merencanakan sesuatu"Seru Itachi
Mikoto terdiam, "Kemana ia pergi Itachi?"Tanya Mikoto penasaran. "Dia tidak mengatakannya. Tunggu aku akan menanyakannya"Itachi segera mengirimkan pesan balik.
"Haruno Sakura. Bagaimana orangnya?"Tanya Mikoto. "Dia cantik, unik, dan mempunyai kepribadian yang murah senyum"Jawab Itachi.
"Dia penyanyi?"Tanya Mikoto, "Bukan. Dia hanya Model, sewaktu aku menawarkannya untuk bergabung di UE aku sempat bertanya apa alasannya menjadi artis dan dia menjawab ia ingin membiayai kuliahnya sendiri"
"Benarkah? ia kuliah apa?"Tanya Mikoto sangat tertarik. "Kedokteran". "Titt!"pesan dari handphone Itachi masuk
Itachi menyeritkan alisnya. "Ada apa Itachi?"Tanya Mikoto. "Sasuke merahasiakannya. Pihak ATC tidak mau memberitahunya. Perintah langsung dari Sasuke"
"Aneh. Adikmu itu jalan pikirannya susah sekali ditebak. Nanti kalau Naruto sudah bisa di hubungi kau tanyakan padanya. Mungkin ia mengatakannya pada Naruto atau salah satu diantara sahabatnya. Oka-san Harus pulang"Mikoto memakai kembali sarung tangannya.
"Oka-san ingin memastikan bahwa Sasu-chan benar-benar berlibur Itachi. Jangan sampai ia masih bekerja ditengah liburannya, Oka-san tidak ingin mendengar kalau Sasu-chan sakit oke? Oka-san akan menemani ayahmu ke Italy. Ia merindukan suasana di sana. Hubungi Oka-san saat kau sudah menemukan tempat Sasuke Pergi. Oka-san pergi dulu"Mikoto bangkit dan pergi dari kantor putra sulungnya.
Itachi mendecih, "Anak Itu! Harusnya aku peringatkan padanya jangan macam-macam. Menambahakan beban pikiranku saja. Bisa-bisa uban di rambutku akan tumbuh jika ia terus berulah seperti ini"
Perjalanan selama 12 jam lebih 15 menit telah di tempuh dan mereka telah sampai di Bandar Udara International Charles de Gaulle (CDG).
Naruto dan Hinata segera melangkahkan kaki mereka turun. Waktu di jam tangan yang mereka kenakan menunjukkan pukul 11.15 pm, tapi waktu tempat mereka berada sekarang masih menunjukkan sore hari. Seperti yang di katakan Pilot mereka sebelum turun perbedaan waktu antara Jepang dan Paris adalah 7 jam.
"Huuuuaaa! Hinata-chan, aku merasa Jetlag. Aku merasa sangat lelah tapi di sini masih sore"Naruto menggandeng Hinata menuju sebuah mobil yang sudah tersedia di lapangan Bandar Udara.
Temari dan Tenten juga segera turun dari jet, di susul Neji dari belakang.
Sai, Sasori dan Shikamaru juga segera turun. Sai tersenyum melihat tempat sekitarnya, Sasori sibuk mengotak atik Handphone miliknya yang mati selama 12 jam lebih, sedangkan Shikamaru berjalan di belakang dengan wajah malasnya.
"BOOSSSS!"Teriak Tenten yang melihat Bosnya turun dari tangga pesawat. Shikamaru menatapnya.
"Ada apa?"Tanyanya ketika berada di samping sekertarisnya tersebut. "Kenapa kau meninggalkanku, dan kau naik pesawat yang beda denganku Shikamaru-baka Pemalas"Seru Tenten.
Shikamaru mendengus, "Sudahlah, aku telah mengajakmu berlibur. Kau ikut saja"
"Beruang merah!"Seru Temari, Sasori yang mendengar panggilan Khas untuknya dari sekertarisnya berbalik. Sasori memperhatikan Temari yang berjalan menghampirinya.
"Ada apa?"Tanya Sasori, "Kau meninggalkanku dengan orang-orang yang tidak ku kenal dalam pesawat"
Sekelebatan memori Sasori tentang pertengkaran kecilnya dengan Shikamaru di Jet terlintas. "Temari, apa handphone-mu tertukar dengan seseorang?". Temari mengangguk. "Yeah, dia Bos Tenten. Aku sampai lupa, setelah turun aku langsung mencarimu dan ingin mencukur botak rambut merahmu itu". Sasori medengus, inikah yang namanya Sekretaris?
"Temari aku ini bosmu"Tegur Sasori, "Tentu. Aku tahu"Jawab Temari enteng. Sasori mendesah, ia melihat handphone lagi miliknya. Kedua alisnya berkendut melihat pesan dari sepupunya.
"Ada apa?"Tanya Temari penasaran. "Tayuya mengirimiku pesan. Katanya kalau Sakura pergi berlibur bersama tunangannya"Jawab Sasori
Temari berusaha mengingat, "Oh, sepupumu yang model itu? Ku kira ia tidak punya pacar? Bukannya waktu Acara tahun baru dia terlihat sendiri dan kau juga sempat menanyakannya"
Sasori memasukkan kembali Handphone miliknya. "hmmm … Di jepang sudah tengah malam. Besok saja baru ku tanyakan pada Tayuya"Sasori mengikuti yang lainnya memasuki beberapa mobil.
Bersambung…
Special Thanks : Luca Marvell, bandung girl, HazeKeiko, Fury F, fdestyalove, , dianarndraha, Fannylla, RovieUS, nariezka, ratihwp12, shintaiffah, Bluesweetpink, Kimimaru-chan, ruwettoyo, IndahP, Geenndu, hqhqhq, sasta, misakiken, Herawaty659, VEDG, hyuksarmpit, catleaf, Jeremy Liaz Toner, t3hani, Sannchan, yuanthecutegirl, sakurada chan, YOktf, ccherrytomato, savira, Luluralla, Dark Halloween, BaekhyunSaranghaeHeni.
Gomennasai! Cherry sedang sibuk sekarang. Bahkan saat Upload FF ini Cherry di sekolah melayani adik-adik Cherry yang mau melakukan pendaftaran ulang. Cherry sangat minta maaf! Mungkin beberapa hari lagi setelah Cherry gak sibuk pasti Update terus deh! Janjii..
Maaf Kalau banyak Typo. Soalnya Cherry gak sempat lihat dulu sebelum Upload. Antriannya makin panjang nih, oke see byyeeeeeeeeee...
