Sakura berjalan kembali ke kursi dekat Sasuke. Karena selama sisa penerbangan, Sakura sangat menghindari Sasuke, dengan duduk di sofa panjang dekat cabin crew. Namun, tadi Kakashi menghampirinya dan mengatakan mereka akan segera mendarat di Bandar Udara Marco Polo Venezia. Sakura memilih tempat duduk di seberang Sasuke bekas tempat Kakashi, Kakashi yang awalnya bingung akhirnya memilih duduk di depan Sasuke bekas tempat Sakura.
Sakura memasang sabuknya, ia melirik Sasuke yang terlihat tenang sambil melihat keluar jendela. Macbook dan Ipadnya sudah di masukkan kembali ke dalam tas dan berada di pangkuan Kakashi.
"In preparation for landing, please ensure that your seat backs are securely fastened. Thank you for attention. We will be airborne shortly." Sakura memejamkan matanya ketika merasa Jet semakin menurun.
'Ckittt'Suara roda pesawat beradu dengan suara aspal terdengar cukup kuat.
"Welcome to Venice Marco Polo Airport. Enjoy your day in Italy Mr. Uchiha. Goodbye and see you." Jet itu akhirnya berhenti sempurna di dalam sebuah ruangan khusus Parkir Jet pribadi. Sasuke segera berdiri saat pintu Jet terbuka disusul Kakashi di belakangnya dan Sakura yang mengekor. Seorang laki-laki mengenakan kaos biasa dengan celana bahan berdiri sambil menyender disebuah mobil berwarna hitam.
"CIAOO! (Hallo)"Teriaknya sambil memamerkan giginya yang tajam. Sasuke menuruni tangga.
Lelaki itu mendekati Sasuke, "Buon giorne (Selamat sore)"Ucapnya. Sasuke berdiri tepat di hadapan lelaki itu. Sakura memperhatikan mereka dari atas.
.
.
HOLIDAY
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno
Happy reading ! Don't Like Don't Read
.
.
"Come Sta, Sasuke? (Apa kabar, Sasuke?)"Tanyanya. "Hn. Bene (Baik)"Jawab Sasuke. Wajah lelaki itu mengerut, "Oh, Come on Sasuke. Jangan dingin begitu"Sasuke hanya memutar matanya bosan. "Kau mau aku bagaimana? Ciao Jugo! Buon giorne. Come sta? seperti itu?"Ucap Sasuke dingin.
"Mengerikan. Lebih baik kau hanya diam saja", Sasuke hanya berjalan duluan menuju mobil sambil menaikkan Bahu tidak perduli dengan Tanggapan Jugo.
Jugo tersenyum melihat Kakashi, "Ciao Kakashi! Come sta?"Kakashi tersenyum
"Ciao, Jugo-san. Sto bene. Grazie (Terima Kasih)"Kakashi menyusul Sasuke.
Jugo kaget melihat Sakura yang turun dari tangga. "Wow! Come si chiama? (Siapa nama anda?)"Tanya Jugo. Sakura mengerutkan keningnya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan lelaki di hadapannya.
Jugo tersenyum melihat ekspresi Sakura, dia sangat yakin perempuan dengan rambut pink unik itu tidak mengerti apa yang di katakannya. "Come si chiama? Siapa namamu?"Ulang Jugo. Sakura tersipu menahan malu.
"A.. Watashi wa no namae Haruno Sakura desu"Sakura sedikit membungkuk. Jugo tersenyum
"Salam kenal, Saya Jugo"Jugo mengulurkan tangannya, dengan ragu Sakura menyambutnya.
Jugo tersenyum sambil memamerkan giginya yang seperti ikan hiu. "Ayo, Haruno. Sepertinya kau merasa lelah, Jepang-Italy memakan waktu cukup lamabukan?"Jugo berjalan menuju mobil hitam itu.
2 mobil itu kini telah maju melintasi kota Paris menuju penginapan mereka. Salah satu mobil kini terasa sangat mencekam. Setelah Neji dan Sai memutuskan untuk semobil dengan Naruto-Hinata. Shikamaru, Tenten, Sasori, dan Temari akhirnya terjebak dalam satu mobil.
"Ehem"Sasori mencoba mencairkan suasana yang menurutnya sangat mencekam. Tenten yang duduk diantara Shikamaru dan Temari juga merasakannya. Kedua orang di samping kiri dan kanannya hanya diam memandangi jalanan di luar jendela.
Tenten melirik Temari, "Ehm, Ano- eto.. Temari-san. Bukankah Handphonemu dengan Handphone Shikamaru tertukar. Apa kalian tidak ingin mengembalikannya masing-masing?"Tanya Tenten. Temari mengalihkan pandangannya menatap Tenten, "Tch!"Shikamaru hanya mendengus malas.
Temari membuka tas jinjing di pangkuannya, mengeluarkan Iphone berwarna Hitam. Shikamaru sedikit bergeser mengambil Handphone Hitam di dalam Saku celananya.
Temari memberikan Handphone itu pada Tenten dengan sedikit melemparnya, "Ini! Katakan padanya, makanya jika menabrak seseorang setidaknya minta maaf"Temari kembali membuang wajahnya kearah jalanan. Tenten mengerjabkan matanya. Di tangan kirinya memegang handphone milik Shikamaru.
Shikamaru segera merampas handphone miliknya dari tangan Tenten, sambil menyerahkan kasar handphone milik Temari ke Tenten, "Katakan padanya, Makanya kalau berjalan jangan sambil menunduk. Apa ia tidak punya mata? Mendokusai"Ucap Shikamaru.
Perempatan siku muncul di kening Temari, "APA KAU BILANG?!"Serunya sambil mengambil Handphone miliknya dari tangan Tenten. Tenten, Sasori dan orang yang membawa mobil cukup tersentak kaget dengan seruan Temari. Shikamaru hanya mendecih.
"KAU BILANG AKU TIDAK MEMPUNYAI MATA!? HEI… SADARLAH TUAN MENDOKUSAI! KAULAH YANG MENABRAKKU!"Temari memajukan tubuhnya dekat Shikamaru. Wajah Tenten memucat, ternyata perempuan yang baru di kenalnya di Jet tadi kalau sedang marah menyeramkan sekali seperti Medusa (?).
"Tch! HEI NONA BERCEPOL EMPAT! ITU SALAHMU YANG BERJALAN TIDAK MENGGUNAKAN MATAMU!"Seru Shikamaru. Wajah Tenten tambah memucat, duduk diantara 2 orang yang berkelahi membuatnya bungkam.
Wajah Temari memerah menahan kesal, "DIAM KAU TUAN MENDOKUSAI! UNTUK UKURAN LELAKI SEPERTIMU SEPERTINYA KAU TERMASUK KEDALAM ORANG YANG BERTIPE BRENGSEK. MENABRAK SEORANG PEREMPUAN DAN TIDAK MEMINTA MAAF? Huh!"Dengus Temari.
Shikamaru memperhatikan perempuan becepol empat di samping Tenten. "Oh! Untuk apa aku meminta maaf pada perempuan aneh sepertimu. NONA BERCEPOL EMPAT, aku tak habis pikir ternyata ada orang yang mau menstyle rambut sepertimu"Ejek Shikamaru.
Sasori yang duduk di depan ingin tertawa mendengar ledekkan Shikamaru dan Temari, "Hahaha.. Tuan Mendokusai dan Nona Bercepol Empat. Hahaha.."Sasori menahan Tawanya.
"DIAM KAU SASORI!"Seru Temari dan Shikamaru bersamaan.
'Glek'Wajah Sasori memucat.
Wajah Naruto kecut mendapati nasibnya Setelah Neji dan Sai memutuskan untuk Semobil dengannya dan Hinata.
Sebagai seorang lelaki yang Gentle Naruto mempersilahkan Hinata masuk duluan ke dalam mobil, saat ia hendak masuk Neji menariknya ke belakang dan langsung Masuk duduk di samping Hinata. Naruto mendengus pasrah, Neji sepertinya mengidap 'Siscon'. Naruto berjalan memutar mobil untuk duduk disisi lainnya Hinata. Ketika membuka pintu betapa terkejutnya mendapati Sai telah duduk di samping Hinata. Akhirnya Naruto duduk di kursi depan, .
"Sai Kau jahatttt!"Seru Naruto. Ia melirik kaca mobil yang bisa melihat ke kursi belakang di mana Hinata duduk di antara Neji dan Sai. Sai hanya menampilkan senyum polos miliknya. Hinata terkekeh "Sudahlah Naruto-kun"ucapnya.
Neji memutar matanya bosan "Oh yah, aku baru ingat. Mana si Uchiha itu? Aku tadi tidak melihatnya di bandara"ujar Neji, "Yah, kau benar"Ucap Sai
Naruto menghela Nafas "Teme menghilang"Ujarnya. Kening Sai mengerut "Jangan bercanda Naruto. Sasuke sudah besar. Siapa yang berani menculiknya? Dia juga galak. Dia juga jago Taekwondo dan Muay Thai, Kita saja sering menjaga jarak dengannya. Tapi siapapun itu, yang menculik Sasuke aku beri tepuk tangan karena keberaniannya"Ujar Sai.
Neji memutar matanya "Kaulah yang jangan bercanda Sai. Siapa juga yang mau menculik Sasuke? Jadi kemana dia Naruto?"Tanya Neji. Naruto mengerucutkan bibirnya, "Entahlah! Aku juga tidak tau dia mengubah tujuannya sewaktu kita terbang. Dia membawa kartu kreditku dan juga Sakura-chan".
"Sakura?"
"Nona, berambut Pink?"
Hinata terkekeh mendengar ucapan Sai, "Haha, iya Sakura-chan. Nona yang berambut pink. Dari mana kau tau dia Sai-san?"Tanya Hinata
"Aku bertemu dengannya sebelum Takeoff . dia marah-marah tidak jelas pada Sasuke. Mulai dari mengatakan Marga 'Uchiha' milik Sasuke palsu, menyebut Sasuke penculik, juga mencurigaiku berkompolotan dengan Sasuke ingin menculiknya. Oh yah dia juga memegang dompet milik Sasuke"Jelas Sai.
Neji mengerutkan keningnya "Naruto? Apa kau menyuruh Sasuke membawa Sakura di dalam liburan ini?"
Naruto berbalik sambil menyengir "Yah, tadinya sih begitu. Tapi, Teme malah membawanya ke tempat lain. Oh yah! Aku harus menelpon Kabuto untuk melacak kartu kreditku terakhir di pakai dimana"Naruto mengeluarkan Handphone miliknya.
"Ah, akan ku coba menelpon Sakura-chan"Hinata mencoba menghubungi ponsel Sakura.
'Maaf…'suara operator yang menjawab. "Sepertinya Handphone Sakura-chan mati"Hinata menghela nafas pasrah.
"Kau memang bodoh Naruto. Aku heran kenapa Hinata bisa mengagumi dan menyukaimu"dengus Neji, selanjutnya terdengar suara kekesalan Naruto.
Sudah sekitar 20 menit Sakura kembali terjebak duduk di samping Sasuke, karena yang sialnya Kakashi memilih duduk di depan di samping Jugo. Sakura hanya mengedarkan pandangannya kearah luar jendela. Kota Venice memang indah. Walaupun banyak bangunan yang sudah tua, tapi sangat indah. Banyak sekali turis yang berlalu lalang di sekitar jalanan, sekedar duduk sambil menikmati kudapan atau berfoto di pinggir sungai Venice atau bangunan dan patung.
"Haruno, Apa anda ingin berjalan-jalan di Venice? Sayang sekali jika kau kesini hanya bersama Sasuke yang hanya pergi ke bangunan tua untuk mendiskusikan Bisnis"Jugo melirik Sasuke. Sakura tersenyum mendengar tawaran Jugo yang sangat menarik.
Tapi Sakura teringat perjanjiannya dengan Sasuke di atas Jet, "Tapi Jugo-san.."
"Tenang Saja. Sasuke pasti mengizinkanya, iya kan Sasuke?"Jugo seakan bisa membaca pikiran Sakura. "Hn"Jawab Sasuke.
Sakura tersenyum mendengar jawab Sasuke yang ambigu. Ia yakin kalau itu artinya 'Ya'.
"Sudah kukatakan Sasuke pasti mengiji.."
"Siapa yang bilang iya? Maksudku, tidak. Tidak boleh"Potong Sasuke, Wajah Sakura berubah muram.
" t"ucap Sakura kecil, "Jahat? Kau itu mudah di tipu. Bagaimana kalau ada yang menculikmu dan meminta uang tebusan padaku, Tch! Merepotkan saja"Ujar Sasuke.
Sakura mengerucutkan bibirnya tidak suka mendengar tanggapan Sasuke yang menyindirnya.
"Sudahlah, Haruno kita bisa pergi lain waktu, Kita sudah Sampai. Welcome to the Gritti palade hotel"Jugo mematikan mesin mobilnya.
Tanpa bicara Sasuke dan Kakashi keluar dari mobil di ikuti Jugo. Sakura memandangi Hotel di depannya. Gaya Classic sangat terlihat. Sakura ikut keluar dari mobil. Ia melihat Kakashi dan Seorang pelayan mengeluarkan Koper-koper dari Bagasi mobil.
Sakura ikut berdiri di samping Sasuke memperhatikan Koper-koper itu keluar Satu-satu. Betapa terkejutnya Sakura menyadari 3 koper miliknya bisa ada di dalam bagasi itu.
Sasuke melirik Sakura, "Ada yang ingin kau tanyakan?"Tanya Sasuke. Sakura mengangguk "Apa itu koper-koper milikku?"Sakura menunjuk 3 koper yang di angkat melewatinya.
"Menurutmu?"Sasuke bertanya balik, "Tentu saja! Tapi, bagaimana caranya? Kau menyelinap masuk?"Sakura bingung
"Jangan bercanda! Aku selalu lewat pintu depan"Sasuke memutarkan tubuhnya mengikuti Kakashi yang sudah masuk ke dalam hotel.
Sakura mengejar langkah Sasuke "Apa yang kau katakan pada pelayanku?"Tanya Sakura
Sasuke hanya diam dan berhenti di depan resepsionis, "Pada pelayanmu? huh! Pada sepupumu. Ia cerewet sama sepertimu, jadi ku katakan padanya jika aku tunanganmu dan Kita mau ke Osaka bertemu kedua orang tuamu untuk tunangan secara resmi"Jawab Sasuke enteng.
Sakura membulatkan matanya, ini bisa gawat. Jika Tayuya memberitahukan pada Sasori ada orang yang mengaku tunangan Sakura datang, ia bisa di potong habis dengan ceramah Sasori yang entah kenapa over Protective padanya selaku Sepupu. "Ba.. bagaimana kau bisa tau Tayuya sepupuku bukan pelayanku?"Tanya Sakura curiga.
Sasuke mendengus "Tentu saja, rambut kalian"
"Hallo! Suigetsu. Apa kau sudah menemukan kemana Sasuke merubah tujuannya?"Itachi belum bisa tertidur penasaran dengan kemana adiknya itu pergi.
"Maaf Itachi-sama. Saya belum bisa menemukannya. Pihak ATC mengatakan harus mempunyai izin terlebih dahulu dari Sasuke-sama. Kalau tidak Fugaku-sama lah yang harus menanyakannya langsung pada ATC dan mengatakan sendiri jika ini memang keadaan darurat"Ujar Suigetsu.
Itachi menghela Nafasnya, "Baiklah. Aku akan coba menghubungi Sasuke dulu besok. Jika memang tidak ada jawaban aku akan coba menghubungi Oto-san untuk mencoba membantu"Itachi mematikan Teleponnya. Ia menarik selimutnya berusaha untuk tidur.
Sakura POV
Aku memandang lelaki berambut raven yang berada jarak 5 meter dariku. Dia sepertinya sedang memesan kamar karena jujur aku sama sekali tidak mengerti dengan bahasa yang ia ucapkan. Ternyata Sasuke bisa berbahasa Italia. Itu terdengar sangat keren dan sangat sexy. Tunggu? Bukan! Argghhhh… ini bukan waktunya untuk mengagumi sosok Iblis yang bertubuh Malaikat, lagi.
Tapi, ia memang tampan aku sudah akui itu berulang kali, tubuh tegapnya, dada bidangnya serta lengannya yang berotot terbungkus kemeja abu-abu yang di pakainya. Pasti sangat terasa aman dan nyaman saat berada di pelukannya. Arhhhhhhhhhhh.. apa yang kupikirkan?
'Ia Telah menculikmu untuk ikut kedalam liburan menyebalkan ini, lalu memaksamu ikut dengannya ke tempat yang berbeda dengan tujuan sebenarnya. Lalu kini kenyataan entah baik atau buruk ia mengaku sebagai tunanganmu di Tayuya'Aku berusaha harus berusaha mengingatkan diriku agar tidak terjebak dalam pesonanya.
'Braakkk'aku rasa sedang ditabrak seseorang, ini salahku yang berdiri di tengah jalan.
"Summimasen! Ah, salah I'am Sorry-I'am Sorry. Sorry"aku membungkukkan badanku dalam.
Kulihat sepasang sepatu mengilat milik seseorang yang berdiri di hadapanku. Aku memberanikan diri melihatnya. "Ah, Kau orang Jepang? Aku juga, tidak perlu terlalu formal. Saya yang salah Gomenasai, saya tidak melihat perempuan secantik kau berdiri di sini. Aku terburu-buru"Ucap Seorang lelaki berambut merah dengan Tatoo tulisan 'Ai' di keningnya.
Wajahku memanas malu, menyadari ia mengatakanku Cantik.
"Maaf aku terburu-buru. Senang berjumpa denganmu. Semoga kita bisa bertemu lagi"Lelaki itu berlari masuk kedalam lift yang terbuka, aku terus memperhatikannya sampai lift itu tertutup.
"Sakura-sama"aku tersentak kaget, seseorang menepuk pudakku. "ah! Kakashi"Aku menarik Nafas terkejut.
Kakashi mengerutkan keningnya, "Sasuke-sama sudah selesai Check-in. ayo kita segera ke atas"Ujar Kakashi, aku mengedarkan pandangku kearah Resepsionis dan Sasuke sudah tidak berda di sana. Kulihat Kakashi berjalan menuju Lift yang berada di belakangku dan Sasuke sudah berdiri di depan sana menunggu liftnya terbuka.
Sakura POV end
"Apa kita langsung ke Roma?"Tanya Mikoto pada Fugaku di hadapannya. "Tidak. Lusa ada acara di Venice. Kita sebaiknya ke Venice saja dulu, tidak enak jika kita tidak datang. Semuanya di undang di acara itu"Jawab Fugaku.
"Terserah kau saja. Tapi bolehkah kita menikmati spageti khas Italia itu, di tempat langganan kita?"Tanya Mikoto. "Tidak"Jawab Fugaku. "Kau jahat sekali Fugaku. Sudah lama kita tidak ke Venice kan?"Mikoto merajuk.
Fugaku tersenyum melihat istrinya "Aku telah menyiapkan Gondola untuk kita nikmati keliling sungai Venice. Apa kau tidak tertarik?"Tanya Fugaku. Wajah mikoto kembali tersenyum "Tentu saja! Kita sudah lama tidak melakukan hal itu"
"Ah! Aku merindukan Sasu-chan dan Itachi. Mereka sekarang sudah besar, sudah tidak mempunyai waktu lagi untuk kita"
"Biarkan saja, ini waktunya untuk kita kembali berduaan. Lagipula Itachi tahun ini akan menikah dengan Konan kan? Mereka sudah dewasa. Kita tinggal menunggu kabar dari Sasuke, dia tidak pernah membawa perempuan kedalam rumah"
Mikoto tersenyum, "Fugaku-kun. Kudengar Sasu-chan sedang belibur bersama dengan seorang perempuan sekarang"
"Baguslah, setelah Sasuke selesai liburan pastikan bahwa ia membawa perempuan itu ke rumah"
Bersambung…
Haiiii! Bisa di katakan kalau Cherry Sekarang sudah bebas PPDB. Dan sekarang Cherry tepatin Janji untuk segera Update, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada panggilan dari guru Cherry lagi untuk kembali mengurus PPDB, padahal ini tinggal beberapa hari sebelum Lebaran TnT . Cherry bahkan sama sekali belum menikmati liburan yang lebih sebulan ini Huaaaaaaaaaaaaaaa… Turn back the Time Pleasseeeeee….. #Plakk banyak bacot, lupakan saja yang ini.
Terimakasih pada Reader yang mau menunggu Fict Milik Cherry yang absurd ini. Awalnya Fict ini harusnya sudah mengisahkan liburan hari ke-2 Sasusaku di Italia. Cuman yah.. Terlalu panjang. Besok (entah besok kapan) deh Cherry Update Lagi, hehee,,
Special Thanks : Luca Marvell, bandung girl, HazeKeiko, Fury F, fdestyalove, , dianarndraha, Fannylla, RovieUS, nariezka, ratihwp12, shintaiffah, Bluesweetpink, Kimimaru-chan, ruwettoyo, IndahP, Geenndu, hqhqhq, sasta, misakiken, Herawaty659, VEDG, hyuksarmpit, catleaf, Jeremy Liaz Toner, t3hani, Sannchan, yuanthecutegirl, sakurada chan, YOktf, ccherrytomato, savira, Luluralla, Dark Halloween, BaekhyunSaranghaeHeni, Aoi Yukari, Natsu Hebio, Haruno Cherry Granger, revanellayr, rharhaferha4, ruwettoyo, cherryana24, chairannni, CherryHyuga1, Hinamori Meirin, bbhac, matsuri-123, Silent reader, sepupu Cherry tersayang (lemon dan molen).
misakiken : Sakura sepupu Sasori, hehehe ^^v Thanks
Fury F : Wadduh , kuliah? hehehe.. baru aja kemarin penerimaan rapot naik kelas. Saya masih Mengenyam bangku SMA Wkwkwk.. Thanks
bandung girl : Hehehe.. iya-iya, Thanks
Luca Marvell : Wkwkwk.. :v di lihat ajah nanti deh, Thanks
BaekhyunSaranghaeHeni : hmmmmm... Hahahaaa.. di chap selanjutnya pasti akan terjawab, Thanks
Sekali lagi, Thanks ^^v
