.

.

HOLIDAY

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno

Happy reading ! Don't Like Don't Read

.

.

Sakura mengerjabkan matanya beberapa kali mengagumi Interior Hotel ini, dengan perpaduan warna silver dan hitam sangat Elegan serta Classic. Kamar yang di sewa Sasuke kelewat mewah pikirnya. Terdapat Satu ruang tamu sebelum masuk kedalam kamar.

Sakura POV

'Ini sangat menakjubkan'Pikirku, berapa yang dibayar Sasuke untuk menginap semalam di sini? Aku mendudukkan diri disebuah sofa besar. Kakashi meletakkan koper-koper kami ke dalam. Kamar ini sangat Wah! Ada sebuah ruang tamu dengan 6 kursi besar dan televise, lalu ada Sebuah ruangan berupa kamar tidur.

Aku masih saja mengagumi interior hotel ini saat Kakashi tiba-tibu muncul di hadapanku.

"Sakura-sama"Ucapnya, "Yah?"Jawabku

"Saya permisi dulu"Ucapnya, aku mengerutkan keningku. "Apa kita berbeda kamar?"Tanyaku. Ia menggeleng, "Saya Akan menginap di rumahnya Jugo-san. Saya tidak membawa perlengkapan apapun kemari. Jadi, aku berniat untuk berbelanja sedikit keperluanku terlebih dahulu. Besok pagi saya akan berada di sini"Ucapnya

"Tunggu! Maksudmu. Aku hanya berdua dengan Sasuke di sini?"Tanyaku. "Iya"Jawabnya.

Tidak! Double No dan Multi No! aku tidak mau hanya berdua dengannya di sini. Segera aku menghampiri Sasuke yang terlihat sibuk membuka koper miliknya di atas tempat tidur.

"Sasuke-san"Ia menolehkan kepalanya.

"Aku tidak mau sekamar denganmu!"seruku langsung, ia mengangkat alisnya satu.

Sasuke menghentikan segala aktivitasnya dan menatapku menantang, "Kenapa kau tidak memesan kamarmu saja sendiri. Sudah baik hati aku mau berbagi kamar denganmu"Ujarnya. Hello! Dia yang memaksaku ikut dengannya. Hell! Dia juga menculikku untuk berlibur, aku mana ada persiapan. Uang di dompet masih dalam pecahan Yen. Uang di tabungan juga tabungan nasional, mana bisa aku mengambilnya di luar negeri.

"Aku tidak mau Sekasur denganmu"Wajahku memanas. Ia menghentikan aktifitasnya dan berbalik penuh ke arahku, oke aku merasa malu sekarang.

Dia tertawa "Hahahaa.. siapa bilang kita akan sekasur. Aku yang membayar kamar ini. Tentu saja kasur ini milikku, Kau bisa tidur di sofa kalau mau. Tapi kalau kau berubah pikiran ingin tidur sekasur denganku mungkin aku mau membaginya"Ucapnya sambil tersenyum menyeringai.

"Dalam Mimpimu, Sasuke Baka No Hentaiiii!"Aku berjalan keluar ke ruang tamu, mendudukkan diriku kembali di atas sofa

Sakura POV end

Sasuke memandangi Sakura yang sedang tertidur di atas sofa. Sakura mengenakan piama pink bergambar teddy bear, ia tertidur lelap sambil tertidur menyamping.

Tadi Sasuke bermaksud untuk menyelesaikan pekerjaannya di Sofa depan, namun karena melihat Sakura tertidur di atas sofa ia urungkan niatnya.

"Kau lebih manis ketika sedang tertidur, tidak terlihat cerewet dan keras kepala"Sasuke menyelipkan helaian rambut sakura yang jatuh menutupi separuh wajahnya ke belakang telinga. Sakura sepertinya merasa terganggu, ia mengerutkan keningnya juga mengerucutkan sedikit bibirnya. Sasuke terkekeh melihatnya.

"Kau pasti sangat lelah, Kakashi bilang kau tidak tidur saat di Jet tadi, dasar! kau sangat keras kepala"Sasuke mengangkat tubuh Sakura ala Bridal Style lalu menaruhnya di atas kasur. "Oyasumi"Sasuke menutupi tubuh Sakura dengan selimut sampai sebatas dagu, Sasuke lalu mengambil bantal di samping Sakura dan memilih tidur di atas Sofa.

Sasuke membuka paksa Horden di dalam kamar. Cahaya matahari memaksa masuk.

"ughhhh…"Sakura mengeliat tak suka akan matahari yang mengganggunya tidur. Sakura menaikkan selimut menutupi wajahnya.

"Tayuya! Siapkan bajuku tolong, aku merasa sangat kecapean. Aku juga bermimpi aneh semalam, mungkin aku mendapat karma karena menolak niat baik Hinata-chan dengan Naruto yang ingin membawaku libur. Aku bermimpi aku di culik oleh lelaki alien berambut pantat ayam yang mengaku sahabat Naruto"Teriak Sakura, Sasuke yang sedang memasang dasinya terhenti. Dahinya mengkerut.

'Apa si jidat lebar ini bilang? Lelaki alien? Rambut pantat ayam?'batin Sasuke

"Dia mengancamku, dia mengejekku, dia bilang mengaku padamu bahwa ia tunanganku, ia juga memaksaku ikut ke italia, dan melarangku untuk menikmati kota itu. Huaaaa! Mimpinya sangat terasa nyata Tayuya" Lanjut Sakura.

'Cukup!'Sasuke mengambil handuk pink milik Sakura dari dalam kamar mandi.

'Sreettt'Sasuke menarik Selimut yang menutupi wajah Sakura. "Tayuya, 5 menit.."

'plukkk!'Handuk itu sukses mendarat di wajah Sakura. "Tayuya! Apa yang kau.."Sakura langsung bangun menatap Sasuke, "Sasuke"Lanjut Sakura kecil.

Sasuke memperbaiki dasi miliknya, "Sayang sekali itu bukan mimpi tukang tidur"Sasuke berjalan menjauhi Sakura. Sakura menunduk malu, 'Tunggu'Sakura menyadari Sesuatu.

"Kenapa aku bisa ada di atas Kasur Sasuke-san?"Sakura menarik selimut menutupi kembali tubuhnya.

Sasuke mengerutkan keningnya, "Entahlah, Kau mengalami Sleep Walking mungkin. Aku juga tidak tau, yang ku tau kau sudah tidur di atas kasur dan terus menendangku yang sedang tidur, lalu akhirnya aku memilih tidur di atas sofa"Jawab Sasuke berbohong.

"Eh? Sleep Walking? Aku.."

"Ambilkan Jasku"Sasuke menunjuk Jas hitamnya yang di gantung di depan lemari. "Apa?"Sakura memastikan yang ia dengar tak salah.

"Ambilkan Jasku"Ulang Sasuke, "Cepat!"Tambahnya. Eh? Iya"Sakura turun dari kasur dan mengambil jas milik Sasuke.

"Ini"Sakura menyerahkannya dengan malas, "Pakaikan"Pintah Sasuke. "Eh? Apa?"Mata Sakura membulat. "Cepat!"

"Ck! Kau fikir aku pembantumu"Sakura membantu Sasuke memakai Jasnya. dari jarak sedekat ini Sakura dapat merasakan aroma tubuh maskulin Sasuke. Sakura memakaikan kancing jas Sasuke.

"Sakura"Panggil Sasuke, "Apa lagi?"Tanya Sakura yang mengancingkan kancing terakhir Sasuke.

"Kau Bau! Mandi sana"Ucapnya, Sakura mundur selangkah. "Aku tak bau! Baka Sasuke"Sakura menyambar handuk miliknya di atas kasur lalu masuk kedalam kamar mandi.

'BLammm'Sakura membanting pintu Kamar mandi.

Sasuke kembali memandangi dirinya di kaca, melihat hasil simpulan dasinya. Sasuke mendengus kasar.

"Ck! Kenapa Kakashi memasukkan dasi seperti ini. Sial!", Sasuke kembali melepas simpulan dasinya.

'Tok-Tok-Tok'Sasuke berjalan membuka pintu, "Sasuke-sama! Maaf Saya terlambat"Ucap Kakashi.

"Hn"Jawab Sasuke berusaha memperbaiki dasi miliknya,

"Butuh bantuan?"Tanya Kakashi memperhatikan bosnya.

"OH! For Godness sake! Yah, tolong buat simpulannya, Sasuke menyerahkan dasinya. "Lain kali bawa yang sudah ada simpulannya saja. Ini membuatku terlihat idiot", Kakashi menyerahkan dasi Sasuke kembali. Sasuke menerimanya dan segera memakainya kembali.

"Kita langsung jalan?"Tanya Kakashi. "Ah, Iya! Kau siapkan saja mobilnya aku mau mengambil tas dan juga berkas-berkasnya", Kakashi langsung berjalan pergi.

Sasuke mengambil Tas miliknya di atas meja di dalam kamar.

"Sakura!"Teriak Sasuke, "…"Tidak ada jawaban.

"Sakura! Sebentar Jugo akan datang menjemputmu"Teriak Sasuke sebelum keluar turun menyusul Kakashi.

'Krieet', "Apa? Sasuke-san? Untuk apa?"Sakura mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.

Naruto mendengus dan bersumpah akan membanting handphone miliknya jika orang yang menelponnya bukan dari orang yang penting. Ini masih terlalu pagi untuk Naruto bangun dan menerima telepon.

"Hallo"Naruto kembali memejamkan matanya. "Naruto! Aku menelpon lebih dari 10 kali", mendengar suara yang meneleponnya Naruto langsung bangun dari tempat tidurnya.

"Itachi-nii. Ada apa? Hehehe maaf di sini masih terlalu pagi untukku bangun"Naruto mengelus tengkuknya. "Dasar! Aku ingin bertanya, My lovely otou-otou berlibur denganmu kan?"

Naruto menelan ludahnya, "Teme? dia tidak bersama denganku. Dia pergi ke tempat lain"Naruto segera menjauhi Handphone dari telinganya sebelum mendengar teriakan amarah Itachi.

Naruto memejamkan matanya menunggu teriakan itu "Kau tahu ia kemana?"Tanya Itachi. Naruto mendekatkan lagi handphone dengan telinganya. "Ne? Itachi-nii tidak kaget?"Tanya Naruto balik.

"Aku sudah tau dari Suigetsu. Apa dia mengatakan dia mau kemana?"

"Tidak. Dia bilang jangan mencarinya"Naruto menghela nafas. "JADI KAU SUDAH TAU DIA MAU PERGI! HAAAHH!?"Teriak Itachi, Naruto segera menjauhkan Handphonenya. Telinganya bisa tuli kalau seperti ini.

"Hehehee.. iya, kita akan bertemu nanti di Santorini. Dia membawa Sakura-chan dan juga kartu kredit milikku"

"Kau sudah melacak Kartu kreditmu?"Tanya Itachi, "Aku sudah menyuruh Kabuto melakukannya. Tapi aku belum mendapat laporannya"Jawab Naruto

"Hmmm.. baiklah, Jika kau mendapat Informasi tentang keberadaan Sasuke hubungi aku. Dia membuatku dalam masa menjadi anak durhaka, yang tidak bisa menuruti perintah seorang ibu"

"Tentu saja, aku akan memberitahukannya pada Itachi-nii. Sudah yah aku mau tidur dulu"

"HUBUNGI KABUTO BODOH!"Naruto langsung mematikan sambungan telepon.


Awalnya Sakura mengerutu kesal sambil memandangi sungai Venice dari Jendela kamar. Sasuke benar-benar membunuh kesenangannya. Tapi, pikiran itu buyar ketika mendengar suara Jugo.

"Kita mau kemana Jugo-san?"Sakura terlihat manis dengan Dress selutut berwarna putih, rambutnya ia ikat setengah sambil memegang tas jinjing miliknya.

Jugo memandangi perempuan di sampingnya, "Sasuke tidak memberitahumu? Dia berubah fikiran. Dia mengijinkanmu berkeliling Venice hari ini. Tapi, kau jangan banyak bertingkah merepotkan dan menyusahkan. Itu pesan darinya"Sakura mendengus, Sasuke pikir dia anak kecil?

"Kau tunggu di sini, aku ingin ke kamar mandi sebentar"Jugo meninggalkan Sakura di lobby.

Seorang lelaki berbaju santai menghampiri Sakura, "Hei!"

"Hei! Nona!"Sakura berbalik merasa ada orang yang memanggilnya. "Kau Nona Cantik kemarin kan yang ku tabrak?"tanyanya. Wajah Sakura merona, "Eh, iya"Sakura ingat tatoo 'Ai' dan rambut merahnya.

Lelaki itu mengulurkan tangannya, "Sabaku Garaa" Sakura membalasnya, "Haruno Sakura"

Garaa tersenyum, "Ini kebetulan yah, kita bertemu lagi. Apa kau menginap di sini?" Sakura mengangguk "iya". "Wah, Sayang sekali lusa aku harus pergi. Kupikir mungkin kita bisa menjadi teman. Kau ingin jalan-jalan, aku tahu berbagai tempat di Venice yang menarik"Tawar Garaa.

Sakura menggeleng, "Maaf, Sabaku-san. Saya sudah mempunyai teman yang mengajak jalan"Tolak Sakura, "Sayang sekali. Apa dia pacarmu?"Tanya Garaa. Sakura kembali menggeleng "Bukan, dia temanku" Garaa mengangguk.

"Kalau begitu sampai jumpa, senang bertemu denganmu lagi Sakura!"Garaa pergi keluar dari hotel.

"Sakura, maaf menunggu. Ayo kita pergi berjalan-jalan"Sakura dan Jugo pergi.

Ngomong-ngomong Sabaku, nama itu terasa familiar.


Mereka sudah mendatangi 3 tempat, dan sekarang Sakura ingin naik Gondola di Rialto.

Jugo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Maaf Sakura. Sepertinya yang antri ingin naik Gondola banyak sekali. Kau tunggu di sini, jangan kemana-mana aku akan mencari gondola untuk kita sewa" Sakura mengangguk, antrian yang ingin naik Gondola memang sangat banyak. Sepertinya sedang ada acara.

"Tunggu! Jangan kemana-mana!"Ulang Jugo. Sakura berdiri sambil melihat Orang yang sedang naik Gondola.

"Sakura"Seseorang menepuk bahu Sakura, "Eh?"Sakura berbalik, "Sabaku-san"Sakura kaget. "Jangan terlalu formal, Panggil saja Garaa"Garaa berdiri di samping Sakura.

"Eh, iya Garaa-san"Ulang Sakura. Sakura kembali memandangi orang-orang yang ingin naik gondola.

Garaa melirik Sakura, "Kita bertemu lagi, ini kebetulan yang sangat menarik. Ku kira kau dengan temanmu?". Sakura mengerucutkan bibirnya "Dia sedang mencari Gondola untuk kita sewa. Antriannya panjang sekali"Dengus Sakura. "Oo.. Kau ingin jalan-jalan denganku? Apa kau sudah makan siang? Kebetulan aku ingin makan siang"Tawar Garaa

Sakura menggeleng, "Aku tidak punya uang Euro. Uangku masih dalam bentuk Yen. Lagipula temanku nanti akan mencariku"Sakura menunduk. "Tenang Saja, kita hanya sebentar. Hanya makan. Kau menyukai Spagetti? Aku tau tempat yang enak untuk makan Spagetti. Aku yang bayar" Jujur saja, Sakura belum makan pagi dan hari kini sudah siang. Ia merasa mulai lapar.

"Mmmm!"Sakura masih memikirkannya, "Ayo! Sebelum temanmu datang"Garaa menarik lengan Sakura.

"Eh, Ayo"


Jugo POV

Aku segera menghubungi Sasuke dan mengatakan kami tidak mendapat Gondola untuk di pakai berkeliling Sungai Venice. Dan Sasuke memberikan sebuah alamat. Katanya di sana terdapat Gondola pribadi miliknya. Aku segera kembali untuk memberitahu Sakura.

"Kemana dia?"Tanyaku sendiri. Aku tidak bisa menemukannya. Seingatku tadi aku meninggalkannya di sini. Ini bisa Gawat kalau Sasuke mengetahuinya, aku bisa di hajar habis-habisan. Ini Gawat. Aku segera berkeliling mencari Sakura.

30 menit, aku tak kunjung menemukannya. Bahkan rambut pinkknya yang mencolok itupun sama sekali tidak terlihat. "Mungkin ia kembali ke hotel?"Aku segera kembali ke Hotel berharap Sakura berada di sana.

Jugo POV end


Hari ini sesuai kata Hinata mereka tidak ada Plan, cuman berdiam diri di dalam kamar masing-masing untuk istirahat dan menghilangkan Jetlag.

Naruto meraih Handphone milikknya, tadi pagi Itachi menyuruhnya menelpon Kabuto tapi ia belum melakukannya sampai sekarang.

"Hallo tuan Naruto"

"Kabuto, kau sudah menemukan Kartu kreditku terakhir di pakai?"

"Saya masih belum bisa melacaknya. Saya baru mengajukan surat pencarian. Mungkin besok barulah hasilnya keluar"

.

.

.

"Baiklah"Naruto mematikan Teleponnya.

"Ck! Sasuke itu kemana. Dia mengacaukan plan saja. Semoga saja dia menyusul ke Paris"Dengus Naruto.

Sakura menikmati jalan-jalannya bersama Garaa dan melupakan Jugo.

Sakura melirik jam tanganya, "Ah! Gawat ini sudah jam 5pm, sudah 6 jam aku meninggalkan Jugo-san"Gumam Sakura.

Garaa melirik Sakura, "Ada apa Sakura?" Sakura terdiam. "Hmm.. Garaa-san bisakah anda mengantarku kembali ke tempat Gondola tadi?"Tanya Sakura.

Dahi Garaa mengerut, "Kau masih ingin naik Gondola?"Tanya Garaa. Sakura menggeleng, "Bukan"Jawab Sakura

"Baiklah"


Sasuke dan Kakashi baru saja menyelesaikan urusan bisnis di salah satu restaurant mewah. Sasuke mengerutkan dahi saat Jugo kembali menelponnya.

Sasuke POV

"Halo Sasuke, Aku sungguh-sungguh minta maaf"Ucapnya, aku menunggu kalimat selanjutnya. Namun Jugo hanya diam. Perasaanku mengatakan ada yang tidak beres.

Ku dengar ia menghela nafas "Aku tidak dapat menemukan Sakura sejak 2 jam yang lalu"Ucapnya. Sudah kuduga ada yang tidak beres. "APA!?"aku menghiraukan tatapan orang yang melewatiku.

"Aku menyuruhmu menemaninya pergi! Tapi kenapa kau bisa kehilangan dia! Apa saja yang kau lakukan BODOH!"Kakashi menggarahkanku untuk segera masuk ke dalam Mobil.

"Maaf Sasuke! Aku tadi meninggalkannya untuk mencari Gondola dan…", Alasan classic. Aku menggertakkan gigiku, rahangku mengeras, "Tidak usah minta maaf Jugo. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau belum menemukannya, dimana kau?"aku menyela ucapannya.

"Aku berada di Canal Grande"Jawabnya. Aku langsung mematikan sambungan telepon.

"Kita ke Canal Grande"Pintahku.

Sasuke POV end


Sakura POV

Aku berdiri sendiri di Rialto, sudah 30 menit lalu sejak aku meyakinkan Garaa bahwa aku baik-baik saja menunggu Temanku (Jugo) sendiri. Orang yang ingin naik Gondola tinggal sedikit, bahkan banyak Gondola yang menganggur. Aku terus memperhatikan Gondola-gondola yang lewat melintasi Sungai.

"Mereka berdua sangat romantis"Gumamku sambil tersenyum memperhatikan sebuah Gondola mewah berwarna biru tua dengan ornament berwarna emas lewat. Sepasang pasangan duduk di atasnya saling menyamping dan menyender satu sama lain. Aku terus memperhatikan mereka. Mereka sepertinya sudah agak tua. Sang wanitanya sepertinya menyadari bahwa aku memperhatikan mereka berdua. Dia menoleh padaku dan tersenyum begitu juga sang laki-laki, ia tersenyum padaku walau sangat tipis, warna mata mereka berdua sama Onyx yang kelam entah kenapa mengingatkanku pada Sasuke.

Astaga, aku melupakannya. Ini bisa gawat kalau Jugo melapor pada Sasuke. Karirku bisa hancur. Aku membalas senyum mereka dan terus memperhatikan mereka yang sedang tertawa bersama hingga gondola mereka sudah tidak terlihat. Aku menghela nafas.

'Grebbb'aku membulatkan mataku. Aku di peluk seseorang, aku ingin memukulnya dengan tas jinjing milikku dan berteriak minta tolong namun wangi maskulin menenangkan ini, aku tahu siapa dia.

"Sasuke-san"Ucapku, ia memeluk semakin erat. 'deg-deg-deg-deg'aku mendengar detak jantungnya yang berdegup kencang. Ia melepas pelukannya.

Aku memperhatikannya "Sasuke-san? Kau?"Ia terlihat sangat kacau, Jas dan dasinya sudah tidak di pakai hanya kemeja hitam yang kancingnya sudah terbuka paling atas. Tidak biasanya seperti Sasuke yang rapi. Rambut pantat ayamnya pun sudah tidak berbentuk lagi, keringat mengucur dari pelipisnya.

Dia menatapku dingin "Darimana saja kau?"Tanyanya. "Aku pergi.."

"Ck! Apa kau bodoh?"ia menyela ucapanku dan mengetuk dahiku dengan jari telunjuknya, aku memegang dahiku. "Sudah ku katakan jangan bertingkah merepotkan dan menyusahkan. Kau membuat Aku, Kakashi dan Jugo mencarimu keliling Venice. Kau ke sini bersamaku berarti kau tanggung jawabku jika terjadi apa-apa denganmu aku yang harus bertanggung jawab. Tch! Merepotkan"dia kembali menjadi Sasuke yang menyebalkan. Aku mengerucutkan bibirku.

"Aku kesini karenamu. Jadi tentu saja kau harus bertanggung jawab"Seruku. Dia melipat kedua tangannya ke depan dada. "Sudah tidak ada lagi liburan keliling Venice. Besok kau ikut saja denganku pergi. Merepotkan Saja"ia mengeluarkan ponsel miliknya.

Aku teringat dari tadi berkeliling Venice aku sama sekali belum mengabadikan satu momen-pun, karena Handphone milikku ada di Sasuke.

"Sasuke-san?"Ia menoleh sebentar sebelum mengatakan sesuatu pada seseorang di telepon. "Sasuke-san?"Ia mematikan teleponnya, "Hm?"dia memasuki kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Boleh ku minta Handphone milikku, sebentarrr saja! Aku Cuma ingin memotret setelah itu aku berikan lagi padamu"Aku mengeluarkan puppy eyesku. "Tidak!"Aku hanya bisa mendengus mendengar jawabannya.

"Handphone milikmu ada di Hotel"Lanjutnya, aku memandang sedih ke arah sungai Venice. "Kau bisa menggunakan handphone milikku dulu kalau kau mau?"Dia menyerahkan Handphone miliknya. Tanpa pikir panjang tentu saja aku mengangguk dan mulai memotret setiap bagian Rialto yang terlihat olehku.

"Sasuke-san Ayo kita foto bersama!"ajakku, ia mengeluarkan tatapan deathglearnya. Aku tentu saja tidak perduli.

"Miss Can you help me! Can you take a picture he and i please?"Ucapku pada seorang turis yang lewat. "Oh! Of course"aku segera menyerahkan handphone Sasuke. Dan segera mengambil posisi di samping Sasuke yang mulai menatap tak suka kearahku.

"One two three, Say Chesse!"Ucap turis itu, "Chesse!"Ucapku sambil tersenyum.

"Thank you"Ucapku sambil mengambil handphone milik Sasuke,

"Once more!"Ucapnya aku mengerutkan keningku. "Once more!"Ia mendorong bahuku kembali ke Sasuke. Lalu ia mengeluarkan kamera polaroid miliknya.

"One Two Three! Say Ciaoo!"Ucapnya, "Ciao!"Ucapku canggung. Ia menggeleng sambil mengambil hasil jepretannya. "once more!"Teriaknya lagi. Aku melirik Sasuke yang mulai menampakkan wajah sangat tak menyukainya.

"Please! Close!"Teriaknya, Aku melangkah satu kali mendekati Sasuke, "Closer!"Teriaknya lagi. Aku kembali mengambil selangkah. "Closerr"Ulangnya, aku kembali melangkah dan aku sekarang sudah menempel pada lengan Sasuke.

"Greeaat!"Ucapnya. "Smile please Sir"Ucapnya Sasuke memandangnya datar dan tersenyum kecil. "Great! One Two Three, Say With love!"

"with love"Ucapku, hei tunggu apa? With love? "Perfect!"Turis itu menyerahkan 2 hasil foto kami.

"Thank you"Ucapku canggung. "Oh! No problem you both is a perfect Couple"Aku membulatkan mataku mendengar ucapannya. Ia langsung pergi.

"Sasuke-sama! Sakura-sama, Ayo mobilnya sudah siap"Ucap Kakashi tiba-tiba sudah berada di belakangku. Tanpa bicara Sasuke merebut ponsel miliknya di tanganku lalu berjalan duluan.

Sakura POV end


Keesokkan Harinya...

Sakura dan Sasuke berjalan memasuki sebuah gedung tua yang amat besar serta mewah. Bahkan karpet merah menjadi alas langkah mereka memasuki bangunan itu.

"Wah"Gumam Sakura. Sasuke sudah berjalan mendahuluinya.

Sakura POV

Aku berhenti memperhatikan bangunan ini. Walaupun tampak tua di depan namun sangat mewah di dalamnya, Sasuke sudah pergi entah kemana meninggalkanku. Aku berjalan dan terus tersenyum pada orang yang memperhatikanku. Orang-orang yang di dalamnyapun tak kalah mewah, mereka sangat Fashionable. Mulai dari Dress, kemeja, Jas, Accesoris aku tahu itu merek ternama.

Sasuke memaksaku mengenakan sebuah Dress panjang berwarna Hitam dengan model yang sangat bagus. tadi malam Jugo bawakan. Sedangkan Rambutku ku sanggul dan wajahku ku poles makeup tipis.

Aku berkeliling mencari Sasuke, tapi aku tak kunjung menemukannya. Bangunan ini sangat luas. Kakiku terasa sangat pegal, aku terus mencari Sasuke. Mataku tak sengaja menangkap rambut pantat ayam Sasuke, segera saja aku menghampirinya. Tapi, langkahku terhenti melihat siapa di samping Sasuke. Seorang perempuan rambut panjang (mirip Hinata) dengan Dress berwarna putih gading berdiri sambil menggandeng tangan Sasuke, Sasuke tersenyum menatapnya yang sedang berceloteh panjang. Aku mersa kalah dalam semua segi dengannya Baju, wajah semuanya.

"Hufft! Tentu saja dia lebih cantik"dengusku, 'Ck! Kenapa ia membawaku kalau akhirnya aku d telantarkan di sini dan ia sibuk bersenang-senang dengan perempuan itu. Cuman perempuan itu tampak familiar'aku berjalan menjauhi Sasuke dan menghampiri meja yang tersedia banyak makanan dan minuman. Aku mengambil sebuah gelas kaca tinggi.

"Hei Sakura!"Suara itu aku kenali, "Garaa-san"aku menoleh. Ia tampak tampan dengan kemeja berwarna Merah Tua dengan Jas berwarna hitam tanpa Dasi. Ia mengangkat alisnya Satu

"White wine?"aku memperhatikan gelas yang di pegangku. "Aku tak tahu, kalau ini wine"Aku meletakkan kembali gelas itu.

Dia tersenyum "Sebaiknya kau lebih berhati-hati"Ucapnya, aku menunduk malu.

"Hei Sakura"Aku mengangkat kepalaku melihatnya, "Ini kebetulan yang sangat menarik yah. Kita sudah bertemu empak kali jika di tambah ini. Apa kau tau tentang pertemuan takdir?"Tanyanya. Garaa benar, setiap aku kemana-mana pasti akan bertemu dengannya.

Aku tertawa, "Jangan menggodaku Garaa-san. Apa yang kau lakukan di sini?"Tanyaku

"Yah, Mengahadiri salah satu acara bisnis. Kau sendiri? Bukannya kau bilang, kau seorang model?"Tanya Garaa Balik. Aku mengangguk "Tentu saja, aku hanya ikut dengan temanku"

"Temanmu yang kemarin?" aku menggeleng pelen, "Bukan. Yang satunya"

Dia mengangkat alisnya satu, "Berarti temanmu yang ini cukup terkenal. Ini Acara bisnis dan hanya orang-orang tertentu yang di undang"Aku memiringkan kepalaku. Tentu saja siapa yang tidak mengenal Uchiha, aku menyunggingkan senyum sinisku. tentu saja hanya aku.

"Ada apa?" Aku kembali menggeleng, "Bukan apa-apa"aku tersenyum ke arahnya. Aku melihat orang mulai berkumpul di tengah ruangan. "Kau ingin berdansa"Ajaknya. Aku tersadar lagu dansa telah berputar. Aku tertawa "Aku tidak bisa berdansa"Jawabku malu

"Tenang Saja. Aku akan mengajarimu"Garaa langsung menarik tanganku bergabung dengan pasangan lainnya yang sedang berdansa.

Sakura POV end


"Bagaimana Itachi, kau sudah menemukan dimana Sasu-chan?"Tanya Mikoto

Itachi menghela Nafas, "Gomenasai Oka-san. aku belum bisa menemukannya"

"Tidak apa"

"Oka-san berada dimana? Kenapa ada lagu dansa? Bukankah kalian berada di Roma?"Tanya Itachi

"Kami di Venice. Otou-sanmu harus menghadiri acara terlebih dahulu"Jawab Mikoto

"Ne, kalau begitu. Aku akan menghubungi Ka-san jika sudah mengetahui dimana Sasuke"

"Oke, bye.."Mikoto mematikan teleponnya


Sasuke menggeraskan rahangnya. Dia sepertinya baru meninggalkan sakura 30 menit yang lalu untuk sedikit menyapa kolega-koleganya namun perempuan itu sudah berada di lantai dansa, berdansa dengan laki-laki berambut merah dengan tattoo 'Ai'di keningnya juga iris jadenya yang menipu. Sasuke mengenalinya. Laki-laki itu mantan sahabatnya. Yah, mereka pernah bersahabat. Naruto, Dia, Neji, dan juga Garaa. Namun, Perkelahian antara dia dan Garaa membuat mereka menjadi mantan Sahabat dan perkelahian ini juga hanya mereka berdua yang tau dan 4 orang lainnnya termasuk Shion.

Sasuke langsung menarik Shion yang berada di sampingnya untuk ikut berdansa di lantai dansa, Shion Nampak tidak suka dengan kelakuan Sasuke yang menariknya untuk berdansa.

Supaya tidak menimbulkan kerusuhan, Shion mengikuti saja Sasuke "Sasuke! Bagaimana jika kekashiku melihatku denganmu?"Ucap Shion di tengah dansa mereka. Sasuke hanya dia menatap sepasang manusia (?) yang berdansa di sebelah kanan mereka.

"Biarkan saja. Dia tentu paham"Jawab Sasuke tanpa mengalihkan tatapannya, Shion mengkutinya.

Mata Shion membulat "Garaa?"Sasuke menoleh ke Shion. "Setelah ini bertukar pasangan. Kau ke Garaa. Aku mau mengambil perempuan itu"Ucap Sasuke

Shion menyerit menatap Sasuke, "Apa dia Sakura, sahabat Hinata-chan?"Tanya Shion menggoda.

"Ck! Sekarang Shion"Shion Segera melepas tangannya dengan Sasuke dan segera ke arah Garaa. Sasuke dengan Cepat menarik Sakura berdansa dengannya.

"Sasuke-san"Sakura Kaget. "Jauhi dia"Ucap Sasuke seperti perintah.

"Shion?"Garaa cukup kaget melihat siapa pasangan dansanya kini. "Hai Garaa! Lama tak berjumpa? Mana Matsuri? Kurasa kau masih berhubungan dengannya kan? Bagaimana kau bisa berdansa dengan perempuan pink itu, kau tahu bagaimana kalau Matsuri tahu"Shion mendekatkan tubuhnya ke Garaa, "Jauhi dia Garaa. Dia bersama Sasuke"Bisiknya pelan di telinga Garaa.

"Sasuke"Garaa menoleh kearah kirinya melihat Sasuke sedang berdansa Sakura.

"Kenapa?"Sakura menyerit bingung. "Jauhi"Ucap Sasuke penuh penekanan. Sasuke menghentikan dansanya dan menarik Sakura pergi dari lantai dansa.

Shion melihat Sasuke melangkah pergi, "Gomenasai! Sepertinya tugasku sudah selesai. Jaa Ne Garaa Kekasihku nanti akan marah melihatku berdansa dengan orang lain. Arigatou"Shion lalu menarik tubuhnya meninggalkan Garaa sendiri di lantai dansa.

Sasuke melepas cengkramannya pada lengan Sakura.

"Ittai"Ringis Sakura, "Tch! Sakura ini pesta bisnis. Kau tidak boleh berdansa dengan orang lain kecuali dengan pasangan saat datang, kolegamu atau tuan rumah"

Sakura menunduk, "Aku tidak tahu. Tapi! Kau juga berdansa dengan perempuan mirip Hinata itu"Bela Sakura. Sasuke mendengus " Shion Kekasihnya Tuan rumah acara ini, dia juga kolega serta sahabatku. Ku kira kau sahabat Hinata, kau pasti mengetahuinya Hyuga Shion pengusaha yang merangkap sebagai penyanyi terkenal"Jelas Sasuke. Sakura merunduk. Pantas saja perempuan itu mirip Hinata, pantas saja ia merasa pernah melihatnya. Tentu saja, Hinata telah bercerita banyak tentang Sepupunya itu.

Sasuke melangkah pergi, "Kau tunggu di sini, aku mau pamit pada Shion dan pacarnya. Kita langsung pulang"Sakura mendengus berbalik berjalan ingin menyender di ujung tembok.

'Brukk'Sakura merasa menabrak seseorang.

"Summimasen! Sumimmasen. Loh kok Summimasen, salah I'am Sorry! I'am Sorry"Sakura membungkukan badannya. "Tidak masalah nak!"suara seorang perempuan menarik tubuhnya kembali tegak.

Sakura merasa wajah wanita di hadapannya sangat familiar. "Apa Nyonya orang yang kemarin naik Gondola di Rialto?"Tanya Sakura. Wanita itu menyeritkan dahinya "Eh! Iya, dari mana kau tau. Tunggu. Apa kau gadis yang kemarin di Rialto?"Tanyanya Balik.

"Iya"Sakura tersenyum canggung. "Kemarin aku dan suamiku kami mengelilingi Venice dengan gondola pribadi kami, lalu aku memperhatikanmu yang menatap ke arah kami. Seperti dugaanku kau perempuan yang sangat manis. Cuman aku dan suamiku kira kau adalah turis. Karena rambut pink dan mata emerlandmu, tak kusangka kau juga orang Jepang"celotehnya

Sakura tersenyum Canggung, "Hehehe.. maaf aku memperhatikan kalian kemarin", wanita itu tersenyum "Siapa namamu nak?"Tanyanya. "Haruno Sakura"Jawab Sakura setengah berbungkuk.

"Oka-san. Sasuke merubah Tujuannya. Ia tidak ke Paris bersama Naruto dan lainnya. Dan lagi, ia hanya bersama Haruno Sakura dan Kakashi"jelas Itachi.

Wanita itu terdiam, "Haruno Sakura"Ulangnya, "Iya"Sakura tersenyum

"Mikoto!"Teriak seorang lelaki tak jauh dari mereka. "Senang bertemu denganmu nak, mungkin kapan-kapan kita bisa bertemu lagi. Aku akan mengajakmu jalan. Jadi, bisa kau katakan di mana kau menginap?"Tanya wanita itu. "Eh?"sakura menyerit bingung

"Bolehkan?"Tanyanya dengan wajah penuh harap, "I.. iya, The Gritti palade hotel"Jawab Sakura canggung. "Kamar nomor berapa?"

"2903" Wanita itu langsung memeluk erat tubuh Sakura, "Sayonara!"Ucapnya lalu pergi menuju lelaki yang Sakura ingat sebagai Suami wanita itu. Sakura masih terbengong memperhatikan wanita itu sudah pergi melewati pintu utama.

"Sakura,"Sasuke menepuk bahu Sakura. "Sasuke-san"Sakura terkaget

"Ada apa?"Tanya Sasuke, Sakura menggeleng pelan. "Tidak"

Sasuke memperhatikan Sakura, "Hm, ayo kita pulang"


Sasuke baru saja selesai lari pagi saat Sakura melangkah keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. "Ganti bajumu nanti"Ucap Sasuke yang masuk ke kamar mandi sambil membawa sebotol air mineral yang tinggal setengah. Sakura mendengus kesal. Tanpa menghiraukan Ucapan Sasuke yang terdengar seperti perintah Sakura menuju ruang tamu untuk menonton televise, walaupun banyak Channel yang tidak ia mengerti bahasanya. Kakashi kembali memutuskan untuk menginap bersama Jugo semalam, dan untuk kedua kalinya Sakura terbangun dirinya berada di atas kasur padahal ia yakin kalau ia tertidur di atas kursi sofa dan tidak pernah mengalami Sleep Walking.

30 menit berlalu Sakura menekan-nekan bosan tombol remot TV.

"Tok-Tok-tok"Suara ketukan pintu terdengar, Sakura mengecilkan volume televise, "Tok-tok-tok"Terdengar lagi. Sakura segera mencari Sasuke yang sepertinya masih di dalam kamar mandi.

"Sasuke-san, ada yang mengetuk pintu"Teriak Sakura. "Kau buka saja. kau masih ingat cara membuka pintu kan?"Ejeknya

"Mungkin itu Kakashi atau Jugo"Lanjut Sasuke. Sakura segera membuka pintu sambil mendengus.

"Ohayou Sakura-chan"Seorang Wanita yang dikenalinya berdiri sambil tersenyum, dengan pakaian modis berwarna hitam seperti rambutnya. "Ohayou, Oba-san! Ayo masuk"Sakura tersenyum canggung. Rasanya baru kemarin ia menyerahkan alamatnya pada wanita di hadapannya yang telah masuk dan Duduk di atas sofa kini ia sudah datang menepati ucapannya. Sakura menutup pintu dan duduk menghadap Wanita itu.

Wanita itu melepas sarung tangan miliknya, "Bagaimana kabarmu Sakura-chan?"tanyanya

"Baik Oba-san"Sakura tersenyum. "Ne, Ba-san kesini ingin mengajakmu jalan-jalan sesuai ucapan ba-san kemarin"ucapnya santai

Sakura tertawa canggung "Heee? Hahahaa.. kita mau kemana Ba-san?"Tanya Sakura.

"Ba-san ingin mengajakmu ke Roma"Ucapnya. Sakura membulatkan matanya "Heee.. Roma?"Tanya Sakura ulang.

"Sakura!"Teriak Sasuke, Sakura tersenyum kaku. "Kau bersama kekasihmu?"Tanya Wanita itu menggoda. Sakura menggeleng pelan dengan wajah tegang.

"Sakura, siapa yang datang?"Sasuke keluar menuju ruang tamu sambil menggenggam Dasi miliknya dan sibuk mengancingkan kancing di pergelangan tangannya.

Sakura terdiam, "Eh itu…"

"Ohayou Sasu-chan"Mikoto membalikkan badannya menghadap ke belakang


Bersambung..


Selamat Hari Raya idul fitri minna! Bagi yang merayakan. Sepertinya chap ini rada absurd. banyak Typo Dll..

Special Thanks : Luca Marvell, bandung girl, HazeKeiko, Fury F, fdestyalove, , dianarndraha, Fannylla, RovieUS, nariezka, ratihwp12, shintaiffah, Bluesweetpink, Kimimaru-chan, ruwettoyo, IndahP, Geenndu, hqhqhq, sasta, misakiken, Herawaty659, VEDG, hyuksarmpit, catleaf, Jeremy Liaz Toner, t3hani, Sannchan, yuanthecutegirl, sakurada chan, YOktf, ccherrytomato, savira, Luluralla, Dark Halloween, BaekhyunSaranghaeHeni, Aoi Yukari, Natsu Hebio, Haruno Cherry Granger, revanellayr, rharhaferha4, ruwettoyo, cherryana24, chairannni, CherryHyuga1, Hinamori Meirin, bbhac, matsuri-123, phantomjoker, septiyvia28, , beautifullcreature, AkanePyon, AAAlovers, Yukiyamada Silent reader, sepupu Cherry tersayang (lemon dan molen).

AAAlovers : udah ke jwabkan di chap ini. Thankyou ^^v

fdestyalove : makasih udah menanti Fict ini *sesegukkan #plakk *abaikan. Special For you This Chapter Full SasuSaku, but i'am sorry i can't update fast Thankyou ^^v

dianarndraha : yup, apa Akhir chapter ini udah menjawab? Thankyou ^^v

Fury F : Update Yo! hehehe Thanks ^^v

Luca Marvell : Sepertinya Hahahaa.. Thankyu ^^v

Yukiyamada : Ohayou! Aku juga yakin seperti itu, karena sepupuku aku si molen yang biasanya ngomentrin cerita gaya bahasa yang aku tulis sedang sibuk ngurus catering untuk ngumpulin uang bli notebook dan tiket nonton Sunshine becomes you bulan december nnti. dia Author senior juga loh! *curhaatt.. lupakan! kalau udah complete ini cerita nggak nutup kemungkinan untuk aku edit hehe.. thankyou atau sarannya akan di coba memperbaiki kesalahan dan kekurangan di chap mendatang. Di chap ini udh kejawabkan pertanyaannya? Thankyou verrymuch^^v

septiyvia28 : mungkin untuk adegan cemburunya Chap depan kali yah, soalnya si Sasuke baru ketemu si Garaa lagi Thankyou ^^v

bandung girl: Iye,, iyee! Cherry memang SMA kelas 2. ada di bio *Garukkepala Wadduh jauh banget peluk cium dari bandung, tapi peluk cium balik deh! Thankyou ^^v

ForEveryOne yang telah ngebaca Fict ini ThankYou VerryMuch ^^v