Naruto duduk bersama yang lainnya menikmati makan malam out door yang tersedia di Hotel.
"Kenapa kalian semua tampak tidak berbahagia, Guys! This is France! "Naruto memperhatikan Sahabatnya yang dianggap cukup bertingkah aneh. Mulai dari Shikamaru yang sering mendengus, Neji yang berwajah datar, Sasori yang terus memperhatikan Temari dan Shikamaru Waswas, Temari yang makan membanting-banting sendok, Tenten yang terus mengeluarkan aura tidak enak dan hanya Hinata dan Sai yang terlihat Normal.
Temari meletakkan sendoknya keras membuat yang lainnya mengalihkan perhatian padanya, "Maafkan Saya Uzumaki-san. Saya duluan ke kamar, saya merasa tidak enak badan. sepertinya Jetlag saya belum hilang"Temari sedikit membungkuk sebelum kembali ke kamarnya. Sasori juga ikut berdiri "Naruto, aku akan menyusul Temari. Aku pamit"Sasori segera menyusul Temari.
Naruto menghela nafas "Sebenarnya apa ada masalah yang tidak ku ketahui di sini?"Naruto memundurkan Piring makan miliknya, lalu mengambil mangkuk berisi Sup. Sai yang telah mengetahui cerita tentang Shikamaru-Temari dari Sasori tersenyum.
"Tidak apa-apa mungkin saja Temari-san sedang mengalami datang bulan jadi sering merasa emosi, itu hal yang wajar", Semuanya menghentikan kegiatan makan mereka dan menatap Sai yang bicara dengan wajah polos miliknya.
Sai menyadarinya. "Apa aku salah?"
Mereka kembali melanjutkan acara makan mereka, "Tidak Sai, berhentilah berbicara"Ujar Neji.
'Drrttttt.. drtttt…'Naruto segera mengambil Handphone miliknya
"Halo Tuan Naruto"
"Kabuto? Ada apa menelponku?"Naruto kembali menikmati sup miliknya
"Saya sudah menemukan tempat di mana Kartu kredit anda di gunakan"
"Di mana?"
"Hanya berbeda satu Negara dengan anda. Italia, tepatnya di Venice salah satu hotel mewah di sana" Naruto tersedak Sup miliknya. "Uhuk! Aku segera kembali"Naruto berpamitan pada yang lainnya masuk kembali ke dalam gedung.
"Tuan Naruto? Anda baik-baik saja?"
"Iya. Di Italia Venice?"Naruto meyakinkan. "ya"
"Bagus! Kau bekerja dengan baik"Naruto mematikan teleponnya.
"Sial! Selama ini Teme dan Sakura-chan hanya bersebelahan Negara dengan kita. Untuk apa aku sampai hampir pusing mencarinya, aku harus menelpon Itachi-nii"
Naruto segera mencari nomor Itachi dan segera menghubunginya.
"Halo Itachi-nii"
"Ada apa Naruto? Kau tau ini sudah tengah malam di Jepang"
"Gomenasai Itachi-nii. Aku sudah tau di mana Teme berada. Dia di Italia"
"Aku sudah tahu", Naruto mengerucutkan bibirnya. Ia ketinggalan informasi ternyata. "Suigetsu baru saja melaporkannya padaku sebelum kau menelpon"Lanjut Itachi
"Lalu Itach-nii, apa yang akan kau lakukan? Maksudku, kau sudah menemukan di mana Teme berada. Lalu apa rencanamu?" Naruto mendengar Itachi terkekeh. "My Lovely Otouto sepertinya sedang sial. Aku ingin sedikit mengerjainya. Sedikit surprise untuknya mungkin akan meruntuhkan sementara imagenya. Ka-san dan Otou-san sedang berada di Venice juga, aku akan beritahu Ka-san. Ka-san pasti dengan senang hati pasti akan mengunjunginya"
"Kau jahat sekali Itachi-nii. Tapi kufikir itu ide yang bagus, bisa kau minta pada Ba-san untuk menyuruh Sasuke mengirim Sakura dan kartu kreditku ke Paris? Teme mengacaukan Plan yang seharusnya. Besok kita mau pergi ke Disneyland dan sepertinya Hinata kurang bersemangat karena tidak ada Sakura-chan"
Itachi mendengus, "Akan ku coba bicarakan dengan Ka-san"Itachi mematikan teleponnya.
Naruto kembali berjalan menuju yang lainnya, 'Drrtt.. drttt..'Naruto melihat Handphone miliknya yang kembali berdering, "Ino?"
"Jadi Ka-san sudah tau dimana Sasuke?"Itachi meyakinkan, ia segera menelpon ibunya ketika Suigetsu dan Naruto memberitahu di mana keberadaan Sasuke.
"Iya. Ka-san bahkan tahu dimana penginapan Sasu-chan dan Kamar nomor berapa"Mikoto menyombongkan dirinya. "Dari mana Ka-san tau?"
Mikoto terkekeh, "Ibu bertemu Sakura di pesta Shion kemarin. Kau benar ia sangat menarik"
"Benarkah? Seharusnya aku sudah menebak dimana Sasuke, dia pasti datang ke acara Shion. Seperti yang ku katakan Sakura unik bukan?"
"Sudahlah. Iya, rambutnya berwarna pink seperti bunga sakura di musim semi dan juga kembang gula kapas yang manis itu"Mikoto tersenyum mengingat warna rambut Sakura.
"Ka-san, apa tidak curiga dengan Sasuke? Dia membawa Sakura ke Italia bersamanya"Itachi berusaha menghasut sang ibu, "Memangnya ada apa?"Mikoto penasaran
"Bukannya Sasuke itu Anak sekaligus adik yang sangat dingin dan anti Sosial, perempuan yang dekat dengannya Hanya teman seperjuangan kecil, Konan, serta Ka-san. Apa Ka-san tidak curiga?"Dahi Mikoto mengerut. "Menurutmu Sakura dan Sasuke mempunyai hubungan Khusus?"Tanya Mikoto
"Tepat Sekali! Sasuke tidak akan mengajak sembarang orang pergi bersamanya ke sebuah acara bukan? Tapi Ka-san tadi bercerita bertemu dengan Sakura di acara Shion. bukan kah itu hal menarik dan langkah.", Itachi mencoba menghasut sang ibu, Mikoto tersenyum.
"Kau benar! Adikmu itu jahat sekali sama keluarga, dia tidak mengenalkan Sakura pada kita"Itachi tersenyum menyeringai. 'Kena kau My Lovely Otouto'Batin Itachi
"Oh yah Ka-san, Naruto memintaku untuk minta tolong pada Ka-san untuk mengirim Sakura ke Paris. Sekalian nitip kartu kredit Naruto"Mikoto terdiam.
"Tidak! Tidak bisa! Ibu ingin membawa Sakura-chan ke Roma, Setelah dari Roma saja"ujar Mikoto. "Tapi bu..", Mikoto memotong "Katakan pada Naruto permintaan maaf Ka-san. besok malam ia sudah bisa mendapatkan kartu kreditnya, tapi tidak dengan Sakura"Mikoto langsung memematikan teleponnya.
.
.
HOLIDAY
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno
Happy reading ! Don't Like Don't Read
.
.
"Sakura!"Teriak Sasuke, Sakura tersenyum kaku. "Kau bersama Kekasihmu?"Tanya Wanita itu menggoda. Sakura menggeleng pelan.
"Sakura, siapa yang datang?"Sasuke keluar menuju ruang tamu sambil menggenggam Dasi miliknya dan sibuk mengancingkan kancing di pegelangan tangannya.
Sakura terdiam, "Eh itu…"
"Ohayou Sasu-chan"Mikoto membalikkan badannya menghadap ke belakang. Sasuke yang sangat hafal suara dan panggilan sayang itu mengadahkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk berusaha mengancingkan kancing bajunya.
"Madre.."Ucap Sasuke pelan, Sakura membulatkan matanya.
Sakura POV
"Madre.."Ucap Sasuke pelan namun aku bisa mendengarnya. Mikoto Ba-san tersenyum lalu bangkit dari sofa menuju Sasuke. Aku masih bingung dengan apa yang sedang terjadi. Aku tahu arti Madre itu artinya ibu dalam bahasa Italia, memang aku tidak mengerti bahasa Italia. Tapi setidaknya aku mengerti Gracias dan Madre ataupun Ciao. Well, Gracias dan Ciao aku mengetahuinya dari Garaa kemarin dan Madre sewaktu SMA kami di suruh mencari 25 sebutan Ibu oleh Guru Bahasaku di Hari ibu.
Wajah Sasuke mampak memucat, aku melihatnya dengan jelas "Sasu-chan. Itachi dan Naruto mencarimu, Madre mendapat laporan dari Itachi kalau kau memindahkan tempat liburanmu. See? Kau di Venice, Bukannya liburan bersama dengan sehabat-sahabatmu di Paris. Ada yang ingin kau jelaskan Sasu-chan?"Sasuke menunduk. Itu keajaiban, biasanya ia sangat angkuh dengan dagunya diangkat sok berkuasa.
"Gomenasai, Ka-san", Whatttt?! Apa aku tidak salah mendengar Sasuke meminta maaf, tapi wajar sih itu mamanya. Mikoto Ba-san tersenyum "Seharusnya Madre tahu, Sasu-chan adalah anak yang Workaholic jadi liburannya harus dipantau untuk meyakinkan kau benar berlibur bukan bekerja. Madre akan menyuruh Suigetsu untuk ikut bersama kalian nanti ke Paris, kembali ke Naruto"Mikoto-san mengambil dasi dari tangan Sasuke. Aku menahan tawaku, Hallo dipantau? Seperti anak kecil yang baru tinggal disebuah daerah dan memutuskan untuk main ke taman bermain.
Sasuke tersenyum aku melihatnya dengan jelas, senyumnya lebar "Sasu-chan! Mana Kakashi? Jangan bilang ia pergi bersama Jugo. Seharusnya kau tahu apa yang terjadi jika mereka bertemu, Kakashi tidak akan pulang sampai pagi dan kau masih belum bisa memakai Dasimu dengan benar dan Jasmu tanpa kusut?"Sasuke mengangguk dengan wajahnya memerah, ya ampun! Sasuke terlihat manis. Mikoto Ba-san memakaikan Sasuke Dasi.
"Ingat yah! Kalau sampai kau berani kabur lagi, akan ku beritahu pada Otou-san"Ancam Mikoto Ba-san. tapi ekspresi yang tunjukkan Sasuke malah senang.
"Otou-sama? Itu lebih baik, lalu aku tidak usah mengurus Perusahaan Induk dan hanya bekerja di perusahaan Cabangan dan Nii-san akan naik sebagai President Uchiha corp"Mikoto Ba-san ternganga begitupun denganku.
'PLAK!' sebuah tamparan ringan mendarat di wajah Sasuke, "Jangan berkata sembarang! Kakakmu itu kalau bekerja senang main-main, dia terlihat bahagia mengurusi Uchiha Entertainer. Kau jangan membuat perusahaan keluarga kita bangkrut gara-gara Itachi yang tidak pernah serius!?"Mikoto Ba-san menarik Dasi Sasuke kencang sampai Sasuke sepertinya tercekik. "Ma.. Madre"Aku terkekeh, Mikoto Ba-san berbalik ke arahku.
"Sakura-chan, tunggu apa lagi? Bersiap-siaplah"Aku terbengong begitupun Sasuke yang berusaha melonggarkan ikatan Dasinya. "Sakura-chan lupa? Kita mau ke Roma"aku tersenyum canggung, Ku lihat Sasuke membulatkan matanya.
Sakura POV end
Tenten baru saja keluar dari kamarnya dengan Temari, disaat bersamaan Neji juga keluar dari kamarnya yang kebetulan saling hadapan. Tenten menutup pintu sedikit kasar sebelum berjalan duluan meninggalkan Neji yang menatapnya heran.
"Hei"Jujur saja Neji tidak suka dengan suasana seperti ini, Tenten berjalan lurus mengabaikan Panggilan Neji. 'Tch! Dari dulu sampai sekarang tetap saja keras kepala'Geram Neji.
"Tenten!"Neji menyamakan langkahnya dengan Tenten, "Hei! Aku sedang bicara dengan orang yang mengerti kalimatku bukan?"
Tenten melirik Sinis Neji, "Ups! I'am Sorry Sir, but I don't know what are you mean? Are you speaking with Korean Languange?"Tanya Tenten
"No, but Joesonghamniida "
"But Sorry sir, I don't understand Korean language? Can you speaking with Spanish or Franch?"
"Si, Carlo. Je suis désolé. Jangan mempermainkanku Tenten, aku menguasai banyak Bahasa" Akuh Neji,
"Tch, Sombong"Tenten menghentikan jalannya lalu memencet tombol lift
"Apa kau benar tidak bisa memaafkanku?"Tanya Neji, "Kau masih perlu bertanya?"Tenten balik bertanya. Pintu lift terbuka dan Tenten segera memasukinya begitu juga Neji.
"Apa kau membenciku gara-gara kejadian itu?"Tanya Neji lagi, Tenten hanya diam dan segera menekan tombol lantai pertama. "Apa kau tahu kalau benci dan cinta itu sama?"Goda Neji. Tenten menatap Neji tidak suka "Jangan membuatku tertawa"ucapnya dingin.
Neji tersenyum sungguh ia tidak pernah menggoda perempuan hanya karena sebuah permintaan maaf, biasanya sekali ia minta maaf perempuan akan langsung memaafkannya tapi Tenten berbeda "Kalau kau ingin tertawa berarti kau sudah memaafkanku" Tenten menghela Nafas panjang.
"Berhentilah sok akrab denganku, kau itu lelaki yang tidak bertanggung jawab"Tenten memandang pintu lift yang terbuka, seorang lelaki berambut putih berjas masuk ke dalam lift. Tenten Mundur selangkah membuatnya sejajar dengan Neji yang berada selangkah di belakangnya.
"Biar ku tegaskan, Aku hanya menjatuhkanmu, bukan Menghamilimu" Dan kata terakhir di ucapkan Neji dengan berbisik di telinga Tenten. Dengan refleks Tenten berbalik melotot kearah Neji, Syukur saja orang yang di lift ini sepertinya tidak mengerti bahasa Jepang.
Tenten kembali menatap ke depan dan berkata, "Can You shutUp Your Mouth?, Girl"Pintu lift terbuka orang itu langsung keluar begitupun dengan Tenten. Tetapi tidak dengan Neji yang terpaku mendengar ucapan Tenten.
"Ne, Sakura-chan sudah berapa lama kau dengan Sasu-chan menjalin hubungan?"Pertanyaan itu sukses membuat Sasuke dan Sakura tertohok mendengarnya. "Hub.. Apa?"Ulang Sakura, wajahnya memerah.
Sasuke menghela nafas panjang, "Kau salah paham Madre, aku dan Sakura tidak memiliki hubungan apapun"Sasuke mencoba meluruskan. Senyum yang di tampilkan Mikoto hilang seketika.
Mikoto menggeleng, "Ne Sasu-chan kau belum menyatakan perasaanmu pada Sakura-chan? Sabar yah Sakura-chan, Sasu-chan memang Tsundere", Sasuke lagi-lagi menghela nafas panjang sepertinya ibunya memang sudah sangat salah paham. Problematika Friend Zone, PFT! Jangan membuatnya tertawa.
Sasuke menarik nafas pelan, "Darimana Madre mendapat kesimpulan seperti itu?"Tanya Sasuke.
Kening Mikoto mengkerut, "Tentu saja Itachi. Dia bilang kalau dia curiga denganmu karena memaksanya membawa Sakura-chan"Akuh Mikoto. "Jangan mendengarnya Madre. Itachi-nii berbohong"Ujar Sasuke
"Jangan berusaha membohongi Madremu Sasu-chan"Mikoto tidak percaya, "Jangan memanggilku seperti itu Ka-san"Ucap Sasuke, Sasuke kembali memanggil Mikoto dengan sebutan dalam bahasa Jepang.
Mikoto menggeleng "Kau akan terus ku panggil Sasu-chan sampai kau mempunyai seorang kekasih"Ujar Mikoto. Untuk kesekian kalinya Sasuke menghela Nafas "Baiklah, Sakura-chan Kekasihku"Jawab Sasuke. Mata Sakura membulat sempurna.
Sebutan apa itu tadi 'Sakura-chan?'Pikir Sakura
Wajah Mikoto terlihat berseri, "Sudah kuduga! Sakura-chan memang menjalin hubungan dengan Sasu-kun". Sakura ingin memprotes itu tapi Kakashi sudah lebih dulu hadir disaat kata pertama dari mulutnya baru saja mau keluar "Ohayou, Sasuke-sama, Sakura-sama, dan Nyonya Uchiha-sama. Sumimasen saya terlambat datang"Kakashi membungkuk.
Mikoto mendesah, "Ohayou, Kakashi kau pasti habis bersama Jugo kan?", Kakashi masih membungkuk. "Sumimasen Uchiha-sama"Ucapnya lagi. Sudahlah, Ayo angkat barang-barang itu kita segera berangkat ke Roma"Kakashi kembali berdiri tegak dan mengambil Koper yang berada di depan pintu kamar.
Mikoto memakai kembali sarung tangan miliknya, "Aku menunggu kalian berdua di bawah"Mikoto berjalan dengan anggun keluar.
Sakura tersenyum memandang Mikoto pergi diluan, setidaknya sampai Mikoto sudah tidak terlihat dari mereka "Bisa kau jelaskan ini Sasuke-san?"Tanya Sakura sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Tentu saja, apa yang mau kau tanyakan?"Tanya Sasuke dengan nada yang sama dengan Sakura.
Sakura menghela nafas, ia memang tidak akan pernah menang berdebat dengan Sasuke. "Apa maksudmu mengatakan kalau kita 'Menjalin hubungan'?"Tanya Sakura dengan membuat tanda kutip untuk dua kata terakhirnya.
"Kenapa? Kau tidak mau?"Tanya Sasuke balik dengan senyum menyeringai, "Haha, tentu saja tidak!"Jawab Sakura sarkastik. "Aku juga tidak, sebagai perempuan kau tidak mempunyai daya tarik sama sekali apalagi warna rambutmu yang berwarna pink dan jidat lebarmu. Menggelikan"Sakura merasa tertohok dengan jawaban Sasuke.
"Kau fikir kau tampan? Tch! Kau sama sekali tidak mempesona Uchiha"Balas Sakura. "Tentu saja aku tidak merasa tampan. Tapi para perempuan sering mengatakannya (Bahkan Author setiap hari mengakuinya). Tapi jangan remehkan gen Uchiha. Mereka mempunyai kualitas yang terbaik"Sasuke tersenyum penuh kemenangan
Sakura mendengus, "Bisa lupakan tentang masalah ini. Aku tidak mau di anggap kekasihmu di depan ka-sanmu"
"Kau yang tidak mau. Kau saja yang mengatakan pada Madre. 'Aku tidak perduli'"Ucap Sasuke meniru Sakura menggunakan tanda kutip di ketiga akhir katanya. Sasuke keluar dari kamar.
Garaa menatap kearah keluar jendela pesawat. Ia masih teringat tenteng ucapan Shion kemarin.
"Hai Garaa! Lama tak berjumpa? Mana Matsuri? Kurasa kau masih berhubungan dengannya kan? Bagaimana kau bisa berdansa dengan perempuan pink itu, kau tahu bagaimana kalau Matsuri tahu"Shion mendekatkan tubuhnya ke Garaa, "Jauhi dia Garaa. Dia bersama Sasuke"Bisiknya pelan
"Sasuke"Gumam Garaa, ia meremas Handphone miliknya.
"Tapi, aku tak perduli. Yang ku pedulikan adalah Haruno Sakura, sepertinya ia bisa membantu dan menjadi alat untuk balas dendamku padanya"Gara tersenyum menyeringai.
Keadaan dalam mobil tampak canggung. Kakashi duduk di depan. Sasuke, Sakura dan Mikoto duduk di belakang berurut dari kanan.
"Sakura-chan, apa kau pernah ke Roma?"Tanya Mikoto. "Belum Ba-san"Jawab Sakura
Mikoto tersenyum, "Panggil saja Ka-san"Pinta Mikoto. 'Eh?'Sakura mengerutkan keningnya
Sasuke mendengus "Madre..", "Atau Madre terserah Sakura-chan"Potong Mikoto. "eerr.. Iya, Ka-san saja. lebih terbiasa"Jawab Sakura.
"Sasuke akan menemanimu keliling Roma"Ucap Mikoto, "Apa?"Sakura bingung dan Sasuke mengerutkan keningnya.
Mikoto tersenyum memajukan sedikit badannya agar bisa melihat Sasuke, "Sasu-kun akan mengantar Sakura-chan keliling Roma nanti. Tanpa Kakashi"Ucapnya tegas. Sasuke ikut memajukan tubuhnya "Ma..". "Dan tidak ada bantahan"potong Mikoto.
Sakura POV
"Tidak ada bantahan"Potong Mikoto Ba-san tegas, Sasuke terdiam ia menyenderkan kembali tubuhnya ke kursi, aku ingin sekali tertawa. Ternyata Sasuke adalah tipe lelaki yang patuh pada orang tua. Ini sesuatu yang bisa ku manfaatkan.
Aku sedikit berbalik kepada Mikoto Ba-san, "Ba. Maksudku Ka-san, Sasuke menyita Handphone milikku"Mikoto menyerit bingung. Aku merasakan Sasuke langsung menghadapkan badannya kearah kami.
"Sasuke"Ucap Mikoto Ba-san dingin. "Ck!"Ku dengar Sasuke merenggut, "Kembalikan Handphone Sakura-chan. Kau tidak boleh begitu dengan Calon istrimu"Kurasa aku mendapat karma, aku tertohok. Hell! Sasuke memang tampan, kaya, hampir sempurna tapi.. Dia itu egois, so bossy, Dingin, memiliki tatapan psikopat. Not my type, Sasuke bukanlah Type Future Husbandku. Absolutely NO! entah mengapa aku teringat Garaa.
"Madre, Ka-san, Mom! Sakura bukanlah calon istriku. Bisa saja besok kami berdua memilih untuk menjalani hidup masing-masing. Aku tak tahu mungkin ia mempunyai pacar lain diluar sana.."Aku menatap Sasuke, dia menggapku seperti seorang Players.
"SASUKE! JAGA MULUTMU"Bentak Mikoto Ba-san. Aku menyayangimu ba-san, Love you. Tidak dengan anaknya.
Sasuke terdiam, ku dengar ia kembali mendecih. Oke sewaktu Sasuke menculikku ia pernah berbohong pada penjaga gerbang (?) Bandara kalau aku menangis dan berteriak hanyalah Acting. Kita lihat bakat Actingku sekarang.
Aku mengeluarkan Puppy eyesku, sebelum menundukkan kepalaku. Wajahku tertutupi rambutku yang terurai "Hikss.. Kau jahat Sasu-kun. Kau tahu aku hanya mencintaimu, aku tidak percaya kau begitu jahatnya menuduhku yang tidak-tidak"Aku mengepalkan kedua tanganku di atas pangkuanku, aku menggetarkan bahuku berpura-pura menangis.
"Sakura-Chann~"Mikoto ba-san meraih tangan kananku, ia memelukku. "Sasuke! Minta maaf pada Sakura-chan"Seru Mikoto, aku tersenyum penuh kemenangan, aku melihat sedikit wajah Sasuke dari pantulan kaca mobil di samping bibi Mikoto. Ia memandangku tidak suka, bagaimana actingku Sasuke? Aku tersenyum menyeringai.
"Ck!"Sasuke mendecih lagi, "Minta Maaf Sasuke!"Mikoto Ba-san kembali membentak.
"Aku tidak mau, itukan hanya perkiraan. Memangnya dia betul mempunyai pacar lain?"Tolak sasuke, aku terus melihat dari kaca. "Jangan-jangan kau yang mempunyai pacar lain. Huaaaaaaa.. Ka-san, pulangkan aku ke Naruto di Paris. Aku tidak mau bertemu Sasuke lagi, aku terlanjur sakit hati dengannya . Aku terlalu mencintainya"Aku berusaha terlihat dramatis. Mikoto ba-san masih terus memelukku.
"Sasuke! Apa benar yang di katakan Sakura-chan?"Tanya Mikoto Ba-san, Sasuke mengerutkan keningnya. "Baiklah"Sasuke menundukkan kepalanya, ia mengangkatnya lagi, Apa itu? Sasuke tersenyum menyeringai menakutkan.
"Gomenasai, Sakura. Aku menyesal, Hontou gomenasai! Aku menyangimu Sakura"Ucapnya, aku terkejut. Sasuke sepertinya melayani permainanku.
"Aishiteru Sakura. Aku hanya mencintaimu"Diluar semua pikiranku saat ini. Sasuke memelukku dari belakang. Ku dengar Mikoto menghela Nafas lega. "Jangan bertengkar lagi"Mikoto melepaskan pelukannya, aku masih membeku. Meski ini kedua kalinya Sasuke memelukku tapi Arrrrrggghhhh, ku merasakan Sasuke menidurkan kepalanya di pundak Kiri milikku.
Aku merinding merasakan nafasnya di tengkuk leherku, "You wanna play a game? Lets play"Bisiknya kecil. Aku menegang. Ia melepaskan pelukannya.
"Maafkan Aku sakura, Aishiteru"Ia mencium pipiku, aku ternganga. Mikoto Ba-san terkekeh kecil dan Sasuke duduk kembali seperti semula. Arrrrrrrrrhhhhh.. pasti wajahku sudah sepenuhnya memerah.
"Sasuke. Handphone Sakura-chan"Pintah Mikoto ba-san, aku masih belum bisa membalikkan badanku duduk seperti semula.
"Kakashi"Panggil Sasuke, astaga!? aku melupakan Kakashi yang berada di sini.
Kakashi berbalik, "Iya Tuan"Jawab Kakashi. "Handphone Sakura"Kulihat Kakashi mengeluarkan Tas milik Sasuke lalu mengeluarkan Handphone berwarna putih milikku. Sasuke meraihnya.
"Sweetie!"Sasuke sangat tidak pantas mengucapkan hal seperti itu, "Beb!"Aku tidak bergeming dengan ucapannya. "Pinky"Aku berbalik ingin menghajarnya saat itu juga.
Ku lihat Sasuke tersenyum membunuh ke arahku, "You're Phone My Queen"ia menyerahkan handphoneku, aku mengambilnya kasar. "Jangan pernah dekati lelaki lain"Sasuke kembali mengetuk jidatku dengan jari terlunjuknya, aku mendelik tak suka padanya.
Sasuke mencondongkan tubuhnya dekat ke arahku, "Kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan di game ini"Sasuke tersenyum menyeringai. "Sandarlah, kau akan mual jika duduk seperti ini"Sasuke memundurkan tubuhnya dan kembali duduk menyender. Aku tidak bergeming, "Sialan kau. Brengsek!"Aku memakinya kecil, "Kau ingin aku pangku?"Tanya lelaki gila itu. Sialan, aku segera kembali duduk seperti sedia kala sambil meremas Handphone milikku.
"Jangan menggoda Saku-chan, Sasu-kun"Ucap Mikoto ba-san. dia tersenyum menyeringai.
Sialan, dia sedang manantangku rupanya. Aku tidak boleh kalah olehnya.
Sakura POV end
Bersambung...
BaekhyunSaranghaeHeni : Hmm.. Oke deh, Thankyuu ^^v
Uchiha Ryuuzaki : Apa di Chap ini ini terjawab? Iya di marah cuman karena ada sakura nggk jadi, Thankyuu ^^v
dianarndraha : Maaf, Double datenya nanti. Dan mungkin aan menjadi multi date hehehe ^^v Thankyuu
JungHaBin : Emmm.. Jawabannya ada di next Chap yah.. Thankyuuu ^^v
AAAlovers : Hehe iyaa.. maap multi maap, Requestnya baru di baca sekarang di saat Cherry udah nulis next chap nih. Awalnya sih juga pengen gitu Itachinya telat tahu kyk orang kudet haha.. cuman setelah Cherry rundingkan dengan Sepupu "Lemon" (jangan pikir yang enggak2 sumpah deh, dia sepupu Cherry yang masih polos dan Cherry bakal ngeja pikiran polosnya dari Cherry sendiri yang berotak mesum dan kakaknya Molen yang ketularan) sebaiknya Naruto ajah yg sedikit Kudet. Thankkyuu soo much ^^v Maap beribu jutaan maap
Catleaf : Maap itu penyakit yang sulit di hilangkan "Typo dan tandabaca" T=T. Thankyuu ^^v
Mlz login : emang utk sementara Romance di simpan, kalau kata pak guru agama Cherry "Di simpan untuk masa depan" hehe Thankyuu ^^v
Septiyvia28 : dilihat ajah, karena cerita ini bakal berubah seiring berjalannya waktu sesuai mood dan ide yang terlintas di benak Cherry hohoho. Tanyakan pada sepupu Cherry si Lemon yang baru kemarin dengerin Next Chap besoknya tih cerita udah berubah pas di abaca di labtop Cherry udah lain lagi heheh ^^v Thankyuuu
Fdestyalove : gaasakusasu moment di pastiin akan berlanjut saat scene SasuSaku ke Paris. Itu cerita bakal nggak berubah.. ^^v Thankyuuuuu
Mantika mocha : hahah iyyaa yaahh Thankyuu ^^v
Bandung Girl :Aku nggak Nyangkaaa huaaaaa! Ternyata aku bisa tau salah satu reader yang seumuran atau selevel masalah sekolah lah, kamu pasti bakal ngertiin persaan cuap cuap Cherry di bawah nnti Thankyuuu ^^v
Luca Marvell : Yup. Tepat Sasaran. ^^v Thankyuuu so much
Respitasari : mungkin lebih tepatnya jadwal kali yak. Habisnya kalau hidup kok kesannya kelewat kasar bilangnya hahaha ^^v Thankyuuuu
Special Thanks :Luca Marvell, bandung girl, HazeKeiko, Fury F, fdestyalove, , dianarndraha, Fannylla, RovieUS, nariezka, ratihwp12, shintaiffah, Bluesweetpink, Kimimaru-chan, ruwettoyo, IndahP, Geenndu, hqhqhq, sasta, misakiken, Herawaty659, VEDG, hyuksarmpit, catleaf, Jeremy Liaz Toner, t3hani, Sannchan, yuanthecutegirl, sakurada chan, YOktf, ccherrytomato, savira, Luluralla, Dark Halloween, BaekhyunSaranghaeHeni, Aoi Yukari, Natsu Hebio, Haruno Cherry Granger, revanellayr, rharhaferha4, ruwettoyo, cherryana24, chairannni, CherryHyuga1, Hinamori Meirin, bbhac, matsuri-123, phantomjoker, septiyvia28, , beautifullcreature, AkanePyon, AAAlovers, Yukiyamada annet, Uchiha Ryuuzaki, pingky cherry, Istrinya kazekage, mantan shikamaru, name, howtologin, UchiHarunopyon21, JungHaBin, friska, Guest, Nabila-chan, gusard, mlz login, Guest, EmikoRyuuzaki-chan, respitasari, Yuu Hashimoto, akira faiha, , blackwing123, HoshieMa19, Novikasani20, Rieka Nakutara, Silent reader, sepupu Cherry tersayang (Lemon dan Molen)
Once more Thank You Verry Much.
Cherry Aiko (Melon) AA / SKAS
