Makan malam sudah berlalu. Naruto yang lainnya kembali masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Walaupun jam sudah menunjukkan pukul 8 pm, tetapi matahari masih bersinar.
Sai belum menunjukkan minatnya untuk kembali masuk kedalam Hotel. Ia masih berdiri di tepi atas hotel tempat mereka makan malam outdoor tadi. Sambil memandangi aktivitas di bawah sana, Sai menyenderkan tangannya di antara bunga-bunga. Alisnya mengerut melihat perempuan bercepol dua yang dikenalinya sebagai Sekertaris Shikamaru berjalan meninggalkan Hotel dan menghilang di pertigaan jalan.
Sai mengeluarkan Handphone miliknya dan membuka Aplikasi Google Maps untuk melihat seberapa jauh tempat wisata berada di dekat sini. Setahunya sewaktu menuju ke Hotel ini ia sempat melihat Icon Kota Paris "Menara Eiffel" sebelum tiba dan langsung berniat untuk memotret dan menjadikannya objek lukisan nantinya.
"Ternyata cukup dekat"Sai segera masuk ke dalam hotel mengambil jaket dan buku sketsanya.
.
.
HOLIDAY
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno
Happy reading ! Don't Like Don't Read
.
.
Sai memotret Icon Paris itu dari berbagai sudut. Langit sudah berubah berwarna jingga. Sedikit lagi Matahari akan tenggelam. Sai asyik menggambar pemandangan menara Eiffel dari sebuah bangku taman.
"Bonsoir"Ucap seseorang. Sai mengadahkan kepalanya. Seorang perempuan cantik berdiri di hadapannya. Matanya berwarna biru, rambutnya berwarna pirang layaknya orang barat pada umumnya.
"Hai! ?"Tanya perempuan itu
"Yes"Sai tersenyum, "What I annoying you?"
Sai terkekeh, "You're English Speaking and Vocab soo bad"Wajah perempuan itu memerah.
"I'm Sorry, Actually I can't talk with English. But your too honesty, I like people like you. Can I sit on your beside?"
"Of course, you can"Sai tersenyum. Perempuan itu duduk sambil menyilangkan kakinya.
Sai memperhatikan perempuan itu, selain cantik perempuan itu mempunyai kaki yang indah. Juga warna kulit bak porselen, ia seperti Barbie.
"What's your name?"Tanya perempuan itu. "Sai Shimura"Sai mengulurkan tangannya.
"Your japanesse. Yamanaka Ino . senang bertemu denganmu"Perempuan itu tersenyum.
"Kau bisa berbahasa Jepang?"
"Yeah. Aku besar di Jepang, SMP sampai SMA Aku di sana. Aku senang bisa bertemu dengan Orang Jepang lagi, Sungguh"
Perempuan bernama Yamanaka Ino itu tersenyum sambil melamun ke depan. Sai memperhatikannya.
"Apa kau operasi plastic? Kau mirip seperti Barbie"ucap Sai
Perempuan itu tertawa, "Aku asli jepang, hanya my Grandpah orang Belanda asli. Kau mengerti bahasa France?", Sai menggeleng.
"Apa yang kau lakukan?"Tanya Ino, "Aku sedang membuat sketsa"Sai menunjukkan gambarannya. Mata perempuan itu berbinar menatap sketsa yang baru 50% selesai.
"Kau sungguh pandai melukis"Pujinya, sekali lagi Sai tersenyum. "Kau pelukis?"Mata perempuan itu belum berpaling dari Sketsa itu. "Arsitek tepatnya, melukis hanya Hobby"Jawab Sai dan perempuan itu mengangguk mengerti.
"Apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Sai balik. Perempuan itu tidak segera menjawab, malah melirik jam tangan berwarna coklat di pergelangan tangan kirinya.
"Aku menunggu Pacarku, seharusnya kita janji bertemu di sini setengah jam yang lalu"Perempuan itu menampilkan raut resahnya, Sai entah mau menjawab apa. Ia tidak berpengalaman dalam menghibur seseorang yang sedih, biasanya itu tugas Sasori atau Naruto.
"Aku menyukai Sunset"Ucap perempuan itu tiba-tiba, "aku sangat ingin dilukis dengan latar Sunset bersama Kekasihku. Cuman ia biasanya terlalu sibuk dengan pekerjaannya"Sai terus memandangi perempuan di sampingnya. "Mungkin suatu saat aku bisa bersama orang yang ku cinta menghabiskan sunset bersama di taman ini, sambil memandangi Menara Eiffel, melihat burung terbang dan tentu saja bersama-sama memasang gembok cinta"
Perempuan itu tertawa, "Ya ampun, aku malah curhat. Oh yah, apa yang kau lakukan ke Paris? Apa kau bersama pacarmu juga?"perempuan itu tersenyum.
"Aku di paksa berlibur oleh sahabatku"Sai membalas senyumnya, perempuan itu sekali lagi tertawa. "Kau sunggu terlalu jujur, Sai. Kau tidak keberatan kan kalau aku memanggilmu dengan nama depanmu?"Tanya Ino hati-hati. "Tentu saja, apa saja yang membuatmu nyaman"Sai tersenyum dan kali ini bukan fake smile andalannya.
"Oh Baby! I'am Sorry, I am late again. I am so busy and I am leaving my phone. I am So sorry"Seorang lelaki dengan rambut berwarna pirang dan mata berwarna biru langit langsung berlutut. Sai sedikit mendecih melihat pria itu, "Membiarkan seorang wanita menunggu?"Man-Whore rupanya. Tetapi tetapi di paksanya tersenyum.
"Don't thinking about that Honey! You're not late. Steve, Oh yah This is Sai. And Sai This is my Boyfriend Steven!"Ucap Ino saling memperkenalkan diri mereka.
"Hai Man! Thank you, you guard my angel"Ucap Steve sambil mengulurkan tangannya. Sai membalasnya "No Problem"-ManWhore Sai tersenyum.
"Hmmm.. By the Way. I have go back to my hotel now"Sai berdiri dari kursi di ikuti Ino juga.
"Of Course, Thank you again"Ucap Steve. "Yes"Sai tersenyum dan mulai meninggalkan pasangan itu.
"Semoga kita bisa berjumpa lagi! Byee!"Teriakan itu membuat Sai tersenyum tanpa perlu menoleh dan hanya menaikkan jari jempolnya, selanjutnya yang di dengarnya adalah pacar perempuan pirang itu bertanya tentang apa yang di katakannya.
Sakura POV
Aku merasakan tubuhku di guncang-guncang. Shannarooo! Siapa yang berani mengganggu tidurku, tidak tau kah dia kalau aku sangat kelelahan. Dan tidak tahukah dia kalau aku mabuk darat, Shannaro! Kepalaku pusing!.
'…..Sepertinya Sakura-chan sangat kelelahan. Sebaiknya kau mengangkatnya masuk, kasihan dia kalau harus di bangunkan'Samar-samar aku ,mendengar sebuah suara, di susul dengan dengusan berat. Yang kurasakan selanjutnya adalah tubuhku terasa melayang.
'Ughh! Sepertinya kau bertambah berat pinky'aku membuka mataku sedikit, kepalaku ku sandarkan pada dada seseorang. Wangi maskulin ini nyaman sekali. Aku semakin menyenderkan kepalaku. Ini terlalu nyaman, ini terlalu memabukkan, ini terlalu menenangkan, Ini terlalu-
'Sasu-chan, letakkan Sakura-chan di kamarmu saja dulu. Biar Madre dan Kakashi rapikan dulu kamar tamu untuknya'
'Tapi Madree..'
-SHANNAROOOOO! Aku mengenali wangi Ini dan Suara Ini milik Sasuke, dengan refleks aku segera membuka mata dan berusaha melepaskan diri dari gendongannya.
'BUK!'
"Itttaaaii!"aku mengelus pinggangku yang terbentur langsung dengan lantai.
"Madre! Not my fault, She push me. You see that!"Sasuke membela diri.
"Sakura-chan? Kau tidak apa-apa?"Mikoto ba-san segera mendekatiku. Aku mengangguk.
"Keributan apa ini?"Seorang lelaki yang waktu itu ku lihat bersama Mikoto ba-san muncul. Aku segera berdiri di bantu oleh Mikoto ba-san. itu sepertinya tou-san Sasuke.
"Ah! Fugaku, Sasuke menjatuhkan Sakura"Jawab Mikoto ba-san, ku lihat Sasuke membulatkan matanya. Mulutnya terbuka ingin sekali berbicara, tetapi tatapan intens dari Mikoto ba-san dan Tou-sannya membuatnya terlihat ragu.
"Siapa Sakura?"Akhirnya Tousan Sasuke membuka suaranya lebih dulu, aku menegang mendengarnya menanyakan siapa diriku. "Saya. Haruno Sakura"Aku membungkukkan tubuhku.
"Dia pacar Sasuke"Mikoto ba-san kali ini bersuara, "Tou-sama…"Aku belum berani menegakkan kembali tubuhku, ku dengar Sasuke berusaha berbicara lagi.
"Minta maaf padanya Sasuke"Aku menegakkan tubuhku kembali, "Kau tidak boleh kasar dengan perempuan. Aku tidak pernah mengajarimu hal seperti itu"
Sasuke berbalik padaku dan segera meminta maaf, dan aku mengangguk. Mikoto ba-san tersenyum sambil merangkulku. Sedangkan Tou-san Sasuke terus memperhatikanku.
"Selamat datang Sakura, kurasa aku pernah melihatmu"ucap tou-san Sasuke.
"Tentu saja. Kau pernah bertemu dengannya 2 kali, pertama saat di Rialto lalu di acara Shion juga"Aku tersenyum membalas tatapannya. Tadi itu yang jawab Mikoto ba-san.
"Ka-san dan Tou-san di Rialto? Ada apa ini?"Sasuke langsung menyela. Shannaro! Aku mengingat kembali kejadian di Rialto saat tiba-tiba Sasuke memelukku, lalu tentang foto. Turis sialan! Oh, Kami-sama sudah berapa kali aku berkata kotor hari ini?
"Kau fikir hanya dirimu dengan pacarmu yang masih bisa ke Rialto? Tapi Sasu-kun kenapa Ka-san tidak melihatmu di Rialto waktu itu, Sakura-chan berdiri sendiri"Tanya Mikoto ba-san.
Sasuke mendengus, "Aku sedang mencari Gondola buat kami"Sasuke memutar matanya. Ku lihat Mikoto ba-san mengerutkan keningnya. "Kau apakan Gondola milikmu Sasuke?"Tanyanya.
"Ada"Sasuke menjawab Acuh, Aku merasa tidak enak berada di sini. "Aku lelah Ka-san~ "Sasuke merajuk, biar ku ulangi. Sasuke merajuk. MERAJUK. ME-RA-JUK. Mikoto ba-san menuju ke arahku lalu mengelus pelan pipiku.
"Antar Sakura ke kamarmu Sasuke, ia sepertinya juga butuh Istirahat. Setelah itu bantu Madre bersihkan Kamar tamu yang di ujung"Sasuke membulatkan matanya, "Madre, Aku juga lelah. Tadi Madre bilang Akan membersihkannya dengan Kakashi"
"Ada Kakashi? Panggil dia. Aku sudah lama tidak bermain catur dengannya. Bilang ku tunggu di belakang, aku akan mencari caturku dulu. Sakura anggaplah rumah sendiri, kalau kau butuh sesuatu katakan saja jangan sungkan"selanjutnya Tou-san Sasuke berjalan memasuki sebuah ruangan.
Aku merasa sangat tidak enak dengan Sasuke, sungguh.
"Biar ku rapikan saja sendiri. Sasuke-kun dan Ka-san bisa istirahat, tinggal tunjukkan kamarnya di mana"Usulku, Sasuke mengangguk setuju. Tetapi Mikoto ba-san menggeleng pelan.
"Ayo ikut ka-san Sakura-chan. Kau istirahat dulu di kamar Sasuke"Tubuhku langsung saja di rangkul oleh Mikoto ba-san. aku menyempatkan melirik Sasuke yang mendesis tidak suka dengan raut wajah lelahnya. Ya ampun sudah beberapa hari ini ia membiarkan aku tidur di kasur dan ia di Sofa sewaktu di hotel. Pasti ia sangat butuh kasur dan istirahat dengan tenang.
Sasuke POV
Aku sekarang terjebak di sebuah ruangan, lebih tepatnya di kamar tamu. Aku mendesis tidak suka melihat kamar ini penuh sekali dengan debu. Sialan! Mulai dari mana aku akan membersihkannya? Semua sisi, tempat, dan bagian kamar ini penuh dengan debu dan sarang laba-laba, di mana paman tua yang biasanya merawat rumah ini kalau kami berpergian, Sialan!
Bahkan lampu di kamar ini sudah tidak berfungsi. Ini menambah pekerjaan, mengganti lampu. Jujur aku sangat lelah, 2 hari tidur di Sofa tidaklah nyaman. Aku menarik Horden membiarkan cahaya matahari masuk menerangi kamar ini, kapan terakhir kali kamar ini di gunakan? Aku terbatuk-batuk karena debu yang menempel di horden berterbangan.
Sial, ini pasti memakan waktu yang cukup lama untuk kembali di pakai dengan layak.
Sasuke POV end
2 jam kemudian..
"Sakura-chan, bisa kau panggil Sasu-kun. Setengah jam lagi makan malamnya siap"Pintah Mikoto. Sakura menghentikan kegiatan sejak sejam yang lalu itu, yaitu memasak. Ia melepaskan Apron yang di kenakannya, lalu mencuci tangannya.
"Sasu-kun di lantai dua, dari kamar Sasu-kun jalan saja, kamar paling ujung"Sakura mengangguk kemudian segera ke lantai atas.
'krieet'
"Sasuke-san?"Panggil Sakura sambil menolehkan kepalanya ke dalam.
Kamar dengan nuansa berwarna merah maroon itu tampak rapi, tapi tidak ada tanda-tanda Sasuke berada di dalamnya.
Sakura melangkahkan kakinya ke dalam, "Sasuke-san?"Panggilnya ulang.
"Ada apa?"Sasuke keluar dari sebuah ruangan dengan pintu berwarna putih bersih dengan wajah penuh kotoran debu, dan keringat bercucuran serta rambut yang acak-acakkan.
Untuk kedua kalinya Sakura melihat penampilan Sasuke yang sangat berantakan dan itu menurutnya sangat sexy (?), "Ah! Ka-san mengatakan makan malamnya siap 30 menit lagi, kau bisa istirahat dan membersihkan diri dulu"Sakura memperhatikan Sasuke –lagi- dari bawah ke atas ke bawah lagi.
"Apa yang kau perhatikan?"Tanya Sasuke tidak suka. Wajah Sakura pucat seketika melihat sesuatu di dekat kaki Sasuke. Sasuke mengikuti apa yang dilihat Sakura.
"TERTANGKAP KAU!"Seru Sasuke. Dengan seringai andalannya Sasuke menendang tikus putih di dekat kakinya.
"KYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!"Teriak Sakura histeris.
"Jadi, Sasuke apa yang tadi kau lakukan Sampai Sakura-chan berteriak histeris?"Fugaku membuka pembicaraan di sela makan malam mereka.
"Sakura melihat Tikus putih"Jawab Sasuke sembari memasukkan sesendok pasta ke dalam mulutnya.
"Benarkah itu Sakura-chan?"Sakura yang sedari tadi tertunduk sambil menikmati pasta terdiam. "Summimasen!, aku minta maaf atas ketidak sopananku"
"Seharusnya Pamanlah yang minta maaf, Rumah ini sudah tidak di tempati bertahun-tahun yang lalu. Penjaga rumah ini sebelumnya meminta pensiun karena umurnya yang semakin tua. Dan sangat sulit menemukan orang kepercayaan untuk menjaga rumah di Negara orang, jadi maaf saja atas ketidak nyamanan dengan tikus putih itu"Jelas Fugaku.
Mikoto mengangguk setuju, "Kemarin kami sudah menyuruh Seseorang untuk membersihkan rumah ini. Cuman sepertinya ia tidak membersihkan kamar itu juga, Ba-san minta maaf"Sakura menggeleng "Saya yang salah, maaf saya sudah berteriak",
Sasuke POV
Aku heran kenapa Sakura cepat sekali akrab dengan semua orang. Kakashi? Ibu? Bahkan Ayah. Ya Tuhan, aku baru mengenalnya 3 hari.
Aku tetap melanjutkan makanku. Semenjak insiden teriakan Histeria Sakura akhirnya aku terbebas dari membersihkan kamar tamu yang laknat itu.
"Oh yah Sakura. Kau Haruno Sakura kan? Apa Tousan-mu Kizashi Haruno? Kepala kepolisian di Osaka?" Oke itu cukup membuatku tersedak pasta kesukaanku. Aku mengetahui kalau kedua orang tua Sakura tinggal di Osaka, tetapi aku tidak mengetahui kalau Tou-san Sakura kepala Polisi di sana. Internet sialan.
"Iya, itu Tou-sanku. Sebenarnya ia bertugas pada divisi criminal bagian Narkotika sebagai kepala. Jadi ia bukan kepala kepolisian, hanya kepala Divisi"Sakura tersenyum gugup. Dan Tou-san mengangguk. Oke, itu sedikit membuatku mendengarnya lebih baik, hanya sedikit.
Setidaknya Tou-sannya bukan berada pada divisi untuk penculikkan, perampokan, dan penipuan.
"Kenapa Itachi tidak menceritakan tentang Ayahmu"Pikir ibu, yah benar aku melupakannya Itachi sialan, Aniki Baka yang memperdayai Ka-san, Ingatkan aku untuk membuat perhitungan setelah liburan ini benar-benar selesai. "Ah! Managerku menyembunyikannya. Dan rahasia itu harus di jaga ketat, aku tidak ingin identitasku terbongkar dan Ayahku akan terganggu dengan penyelidikkannya di sana. Makanya aku bekerja sebagai model untuk membiayai kuliahku sementara"Jawab Sakura.
Oke aku cukup berfantasi gila sekarang tentang Tou-san Sakura yang mengetahui aku menyeret paksa (Menipu-menculik) anaknya ke luar negeri, dan dia sedang menyiapkan pistol magnum dengan peluru yang penuh untuk di todongkan ke kepalaku.
"Kami sempat akrab sewaktu SMA sebelum aku pindah ke San Fransisco. Tousan-mu sangat unik dengan rambutnya yang berwarna Pink"Tou-san tersenyum. Dan Satu lagi fakta yang memukul telak diriku, Tou-san kami saling mengenal, "Dan kini kau mewarisinya dengan warna yang lebih feminim"Sakura terkekeh. Dia memang imut dan menyebalkan, aku akui.
"Sampaikan salamku nanti padanya. Katakan saja dari Fugaku"Dan Aku kembali menikmati Makan malamku dengan fantasi-fantasi gila.
"Sasuke, besok kau langsung ke Paris"Tou-san melanjutkan pembicaraan kini kepadaku. Aku mengangguk, "Yah, aku mendapat izin lepas landas tengah malam". Tou-san hanya mengangguk.
"Sasu-kun jangan lupa untuk mengatar Sakura berkeliling Roma besok, Kau sudah berjanji bukan?"untuk kesekian kalinya aku menghentikan kegiatan makanku. Sial! Aku lupa tentang hal itu. Aku menghela nafas, "Madre.."
"Kau bisa mengajak Sakura melihat keindahan kota Roma pada malam hari dari atas bukit Monte Mario. Di sana pemandangannya sangat bagus"Aku meletakkan sendok dan garpuku menyilang menutup ke bawah.
"Aku sudah selesai"Aku segera berdiri untuk meninggalkan Ruang makan menuju kamarku.
Sasuke POV end
Tenten berjalan memasuki Hotel kembali, setelah sejam berkeliling di Paris dan tersesat setengah jam akhirnya ia kembali ke hotel dengan selamat juga.
"Dari mana kau? Aku mencarimu, aku bahkan bertemu dengan perempuan bercepol empat itu dan dia hampir melemparkan gelas berisi kopi panas ke wajahku"Shikamaru berjalan dengan malas kearah Tenten.
Tenten terkekeh, "Aku akui, dia perempuan pertama yang berhasil membuatmu kesal setengah mati"Shikamaru memutar matanya bosan, "Sebenarnya kedua setelah dirimu. Kalian berdua sama menyebalkannya"Shikamaru akui itu.
Tenten memberikan tatapan deathglearnya pada Shikamaru.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, Tenten"Shikamaru menghela nafas. Enggan menjawab, Tenten berjalan begitu saja melewati Shikamaru.
"Aku tidak akan memberi tahumu, Brengsek!"Seru Tenten. Shikamaru memandang tak percaya, Oke sekarang ada 2 orang yang memanggilnya brengsek dan oleh 2 perempuan yang ia anggap sama menyebalkannya.
Sasori terus memandangi handphone miliknya. Sepupunya pergi dengan lelaki yang mengaku sebagai tunangannya. Dan itu terbukti dengan sepupunya yang tak pulang kerumah 3 hari semenjak hari itu. Sasori sangat mengkhawatirkan sepupunya itu, sangat. Katakanlah ia over protective atau mengidap brother complex, ia sangat tidak perduli. Seingatnya berbulan yang lalu sepupunya mengatakan tidak punya hubungan dengan siapapun, bahkan ia bersumpah. Tapi kenapa datang lelaki yang mengaku Tunangan dengan Sakura, LDR pula. Apa sekarang Sepupunya itu sudah pandai membohonginya?
Ia menelpon Oji-sannya tadi, berpura-pura bertanya tentang sepupunya itu ada memberi kabar 3 hari terakhir ini apa tidak. Karena, Setaunya dari cerita Tayuya, lelaki itu bilang ingin ke Osaka untuk bertunangan secara resmi. Tapi, sang Oji-san mengatakan Sakura-sepupunya- tidak pernah menelponnya seminggu terakhir.
Keselamatan sepupunya itu no. 1, Oji-sannya itu sangat berbahaya. Jika berita ini terdengar sampai di Oji-sannya. Bukan hanya Tayuya yang di nilai tidak becus menemani Sakura, dirinya juga akan di cap sebagai keponakan yang tidak bisa memantau sepupunya itu sesuai amanat. Jika memang terjadi sesuatu pada Sepupunya itu. Lamunan tentang Oji-san memegang senapan laras panjang tergambar jelas di pikirannya.
Suara langkah kaki menyadarkannya dari lamunan.
"Hei beruang merah, kau yakin tidak apa-apa di roof malam begini? Cuaca di sini berbeda dengan Konoha kau tau. Malam ini sangat dingin"Tanpa menoleh, Sasori yang siapa yang menghampirinya. Panggilang sayang itu sudah berada di luar kepalanya. Temari langsung menyender di samping Sasori sambil memegang secangkir kopi hangat. (mereka ada di roof tempat mereka makan malam tadi dan Sai bersender sebelumnya)
Sasori menghela nafas, "Kau perhatian sekali Temari. Apa itu kopi untukku?"Sasori memasukkan handphonenya ke dalam Saku celananya dan tersenyum menghadap Temari.
Hidung temari mengerut, "Ini punyaku, butuh perjuangan aku mengambilnya di Restaurant bawah sana"Temari menyeruput kopinya cepat. Sasori memutarkan matanya.
"Ada apa kau kemari?"Tanya Sasori, Temari menggeleng "Sewaktu berjalan melewati pintu sana aku melihatmu, Kau Galau?"Goda Temari.
Sasori mendecih kecil sebelum melangkah meninggalkan Temari, "Urusi saja Tuan Mendokusaimu Temari. Aku yakin ia merindukanmu"Sasori mengangkat tangannya Satu -Melambai.
Temari menggertakkan giginya, ia menjadi ingat tadi Adegan drama bak di MTV. Ia hampir saja menyiramkan kopi di gelasnya ini pada laki-laki itu.
"Hai! Sekertaris Sasori. Aku lupa namamu, kau melihat Shikamaru? Aku mencarinya kemana-mana tapi tidak menemukannya"Seorang lelaki yang di kenalnya sebagai Hyuga Neji, Kakak dari Hyuga Hinata itu datang langsung saja bertanya .
"Aku melihatnya…"Temari sengaja menggantungkan kata-katanya dan Neji setia menunggunya menjawab "Dia di bawah. Mencari sekertarisnya yang katanya hilang"Temari membalikkan tubuhnya menghadap jalanan raya di bawah sana.
"Baiklah, terima kasih kalau begitu"Neji berjalan memasuki kembali hotel, dan dirinya tidak sengaja menabrak seseorang.
"KAU LAGI!"Seru orang itu, Neji menyerit. Sekertaris Shikamaru, Neji memandanganya datar.
"Gom.."
"Tch! Memang dasar laki-laki tidak bertanggung jawab. Kau memang tidak mempunyai hati, Buta berjalan, tidak mempunyai sopan santun, etika terhadap perempuan"Tenten langsung menyela tanpa membiarkan Neji melanjutkan permintaan Maafnya.
"Nona. Aku baru saja mau berkata minta maaf padamu, tapi kau langsung memarahiku. Kau yang sama sekali tidak mempunyai etika dan sopan santun karena menyela perkataan orang lain"Balas Neji.
"Permisi"Temari berjalan sambil memegang cangkir kopinya. Pura-pura tidak mengenal siapa yang beradu mulut di hadapannya.
"Temari-san!"Seru Tenten cepat. Temari tercengang, maksudnya ingin segera kembali ke kamar karena takut melihat adegan selanjutnya 2 orang itu. Sambil tubuh menegang Temari balik perlahan.
"Oh, Tenten-san?"Temari tersenyum canggung. "Kau melihatnya bukan? Kau melihat kalau lelaki tidak bertanggung jawab ini menabrak dan tidak berniat sama sekali meminta maaf padaku?"Tanya Tenten. "Ah? Eto.. sebenarnya,"
"Temari-san, kau melihat juga kan, aku berniat meminta maaf padanya. Belum ada sepatah kata sempurna yang ku keluarkan dia memotongnya"Neji tidak mau kalah
"Eto.. sebenarnya, aku tidak mengetahui permasalahan kalian? Sebaiknya aku di luan ke kamar"Temari segera berlari kecil di sepanjang lorong hotel.
Tenten menatap tak suka kearah Neji, "Jadi kau mau aku ulangi. Gomme.."Tanpa mendngar ucapan lanjutan Neji, Tenten berjalan meninggalkan Neji yang setengah membungkuk.
"Kuso!"Geram Neji kesal. Sepasang kaki beralas sandal hotel berhenti di hadapannya, wajah Shikamaru dengan tampang membingungkan mucul di depan wajahnya.
"Neji, Aku tau kau orang yang sangat beretika dan mempunyai sopan santun yang tinggi. Tapi kumohon. Lukisan itu tidak perlu kau beginikan. Ini hanya tiruan Monalisa, tidak usah kau terlalu menghormatinya"Ucap Shikamaru malas.
Neji menarik nafas kasar, wajahnya memerah menahan marah. Tapi segera di kendalikannya. Ia tersenyum menatap Shikamaru, "Aku mencarimu, Baka!"
Shikamaru memandang Neji bingung, tolong jelaskan apa kesalahannya?
Itachi sangat penasaran, sungguh penasaran. Setelah dirinya menghasut, ya ia akui ia memang menghasut ibunya tentang Sasuke dengan Sakura. Bagaimana kabar mereka di sana? Apa tanggapan Tou-sannya? Apa Sasuke sedang tersiksa di sana? Bermacam pertanyaan muncul di fikirannya.
"Sebaiknya aku segera menelpon Ka-san"Tanpa memikirkan waktu di tempatnya sudah pukul 2 malam, Itachi segera meraih Handphone miliknya.
"Konbanwa, Ita-kun? Ada apa menelpon"Suara hangat Ka-sannya yang selalu ia rindukan.
"Oka-san, aku ingin menanyakan keadaan. Itu saja"
"Kami semua Baik, Ka-san berhasil menyeret Sasuke dengan Sakura ke Roma, besok malam mereka akan menyusul Naruto kembali ke Paris"
"Tak ada yang lain?"
"Apa yang kau ingin tanyakan sebenarnya?"
"Sasuke dengan Sakura?"
"Besok, Sasuke akan menemani Sakura berkeliling Roma"
"Oh.."Itachi tersenyum menyeringai. Sasuke pasti tersiksa. "Mereka sepertinya bersenang-senang sendiri. Kalau begitu sudah yah Oka-san. Di sini sudah pukul 2 pagi"
"Jaga dirimu baik-baik"
Sepertinya ini juga informasi yang bagus untuk Naruto dan Hinata, Besok Siang (Kalau ingat) Ia akan memberitahu Naruto.
Sasuke menghembuskan nafas berulang kali.
"Kita mau kemana?"Tanya Sakura. Sesuai perintah Sang Ka-san tercinta Sasuke menemani Sakura berkeliling Roma sebelum kembali ke Paris sebentar malam, Tanpa Kakashi.
"Entahlah. Kau mau kemana?"Tanya Sasuke balik, Sakura mengerutkan keningnya. "Aku tidak tahu tempat-tempat yang bagus di Roma"
Sasuke dan Sakura terdiam, memikirkan tempat mana yang akan di kunjungi mereka pertama kali.
"Colosseum"Kata itu tiba-tiba keluar mulut Sakura, Sasuke menatap Sakura.
"Kau ingin ke Colosseum?"Tanya Sasuke meyakinkan, dan di jawab Sakura dengan Anggukan yang bersemangat.
"Hinata-chan bergembiralah, Kita sedang melakukan liburan sekarang"Bujuk Naruto. Hinata terlihat lebih banyak melamun. Hinata menggeleng "Aku hanya memikirkan Sakura-chan. Aku yang memaksamu untuk membujuknya. Jika Sakura-chan nanti akan marah, aku memang layak untuk mendapatkannya"Hinata meremas ujung syal yang sedang kenakannya.
Naruto memeluk Hinata, Syukurlah kali ini Neji dan Sai tidak bersama mereka. Jadi mereka tidak mempunyai penonton –Sai- ataupun seseorang yang akan berusaha memisahkan mereka (?) –Neji-
"Tenang saja, aku yang bertanggung jawab. Karena aku yang mempunyai kesepakatan dengan Teme"Hinata menyenderkan kepalanya pada bahu Naruto.
"Plan, tetap Plan. Kita sudah menunda plan kita kemarin, sudah 3 hari kita di Paris tanpa melakukan apapun"Hinata menolehkan wajahnya
"Naruto-kun, lalu apa yang sekarang sedang kita lakukan?"Tanya Hinata bingung, "Menghiburmu"Balas Naruto. "Naruto-kun, Kita akan pergi ke Disneyland dan itu cukup menghiburku"Hinata kembali menyamankan dirinya bersender kearah Naruto.
Naruto tersenyum mengingat Sesuatu, "Jangan kaget kerena sebentar kita akan mendapatkan pemandu wisata yang terbaik se-France, aku yakini kau akan melupakan masalah ini sejenak"Hinata sedikit bergumam, "Siapa?" tidak menjawab Naruto hanya terkekeh, "Kau akan tau nanti, ini mungkin kejutan"
Sakura terus menurus memandangi jalan. Moodnya berkeliling Roma memburuk
Sakura akhirnya menghela nafas, "Kau tidak romantic. Aku menyesal!"dengus Sakura
"Tcih! Kau fikir aku mau menemanimu berkeliling Roma"Sasuke focus menyetir.
Sakura membalikkan tubuhnya ke Sasuke, "Aku tahu dan mengerti! Tapi setidaknya berhentilah menjadi seorang Mood Breaker!?"
Tanpa menoleh ke arah Sakura, Sasuke menaikan Salah Satu alisnya, "Hn? Apa salahku?"Tanyanya. Sakura menarik nafasnya kasar, "Kami-sama! Kau tidak bersalah. Tetapi yang salah adalah ucapanmu! Apa kau tidak bisa sedikit saja menahan omonganmu yang terlalu kasar itu?"Sakura melipatkan kedua tangannya ke dua tangannya ke depan dadanya.
Acuh, Sasuke menaikan bahu tanda tidak perduli "Memangnya Apa yang salah dari ucapanku?"Sakura melirik Sasuke tajam.
"Oh! Yang benar saja UCHI-HA, Ucapanmu yang mana? Kau masih bertanya? Kau itu seharusnya mengatakan, 'Tempat ini sangat bagus dan menjadi daya tarik, serta menjadi salah satu icon kota Roma' bukannya mengatakan, 'Tempat ini pernah terjadi pembantaian yang mengakibatkan ribuan orang mati. Dulu Seekawanan Singa yang besar dan sangat buas di lepaskan dan berhadapan langsung dengan para Gladiator, dan menjadi tontonan yang menarik pada masa itu'"Sakura menirukan kata-kata Sasuke saat dirinya sedang mengungkapkan kekagumannya dengan Colesseum.
"Aku bukan pemandu wisata, tapi itulah kenyataanya"Sasuke tidak perduli, lagi.
"Kau yang mengatakan ingin Ke Colosseum bukan?"Tanya Sasuke
"Yah! Colosseum itu memang ideku, Tapi, Kami-sama! Kenapa kenyataannya aku bukan bersama pangeran dengan wujud malaikat dan dengan hati sebaik malaikat juga"
"itu hanya mimpimu, jangan pernah mengharapkan seseorang dalam dongengmu"
"Seharusnya aku sekarang berada di Paris bersama Hinata. SHANNAROO! Apa yang sedang di lakukan Hinata di sana pasti sangat mengasyikan!"Teriak Sakura frustasi.
"Bisakah kau berhenti berteriak?"Sasuke mendengus Ke arah Sakura. Ia mengambil Handphone miliknya yang berada di Saku celananya. Sambil membaca sesuatu, Sasuke sesekali melirik ke arah depan. "Menurut jadwal yang di berikan Naruto.."Sasuke memasukkan ponselnya ke dalam Saku celananya. "Hinata dan yang lainnya sedang berada di Disneyland"Lanjutnya.
Sakura menatap Sasuke dengan raut wajah tak percaya.
"SHANNAROOO! Seharusnya Aku juga di sana!", "Hinata sangat menyukai dongeng"Desah Sakura
"Yah, Hinata sangat menyukai dongeng"
"dan Hinata Mempunyai kisah seindah Dongeng, seandainya kisahku juga seperti dirinya. Mungkin sekarang aku sedang bahagia bukannya terjebak denganmu di sini yang notebene kau adalah seorang mood breaker sejati"
"Jangan bermimpi, tidak semua cerita mendapatkan cerita bahagianya. Seperti Davy Jones yang mengkhianati Calypso, Peter Pan dengan Cindy, captain Hooke dengan Malficent lalu Mulan, kemudian Anna dengan Hans di dalam Frozen, kemudian ada Elsa yang tidak mempunyai pasangan di ceritanya sendiri"
"Aku tidak percaya ternyata kau adalah seorang penggemar seri dongeng Walt Disney"
"Memang bukan"
"Tapi apa yang baru saja kau sebutkan sangat berbanding terbalik dengan jawabanmu sekarang. Kalau begitu, Apa kisah Favoritemu? Sleeping Beauty, Cinderella, Little Mermaid, Snow White, Mulan, Beauty and the Beast, Frozen, Mickey Mouse, Donald Duck, Peter Pan, Captain Hooke, Thinker Bell, Pinocchio, Alice in Wonderland, Minnie The Poo, Popeye, Aladdin, Pocahontas, Toy Story, Rapunzel, atau kau menyukai ceritamu tersendiri?"Goda Sakura
"Aku lebih menyukai menonton kisah Colesseum. Itu lebih bleedy"
"Berhenti mengatakan tentang sejarah Colesseum!"
Naruto dan kawan-kawan Baru saja memasuki kawasan Disneyland Paris.
'drrtt'Getaran HP miliknya membuat Naruto segera merogoh kantungg celananya.
2 pesan masuk.
Pesan 1, "Aku baru sampai di Disney. Tunggu aku di dekat pintu masuk"
Pesan 2, "Sasuke dan Sakura akan berangkat malam ini ke Paris. Bersyukurlah"
Naruto tersenyum dan segera menarik Hinata di depannya untuk membaca Pesan ke dua dari Itachi. "Hinata-chan! Mereka berdua akan ke Paris sebentar malam, Mereka berdua akan Ke Paris"Seru Naruto senang memeluk Hinata.
"Lepaskan Pelukkanmu, Uzumaki"Neji berusaha menarik Hinata dari pelukkan Naruto.
"Yokatta, Naruto-kun"Hinata tersenyum lega.
"Hoaam! Apa yang kita lakukan di sini Naruto?"Tanya Shikamaru malas
"Kau terlalu berisik Naruto. Kau teriak-teriak tidak jelas"Komen Sasori
"Kita sekarang menjadi pusat perhatian, kalian tahu"ucap Sai
"MINNA!"Suara teriakan cempreng membuat mereka semua menoleh.
"Hey Imotou! Minna, Ini dia pemandu wisata kita, terbaik sePrancis"Naruto melambai
"Bukankah dia dulu super model di Jepang, dan sekarang seorang desainer terkenal di Paris?"
Bersambung..
Hai semua, Lama nggak berjumpa. Terlalu sibuk dengan kehidupan Realita. –nunduk dalam- maaf baru bisa Update sekarang, Cherry lagi focus sama pelajaran dulu sekarang. Sebulan lebih Cherry Focus untuk ulangan UTS, dan hasilnya .. yah belum terima sih, tapi optimis saja sih.
Yoshimura Arai : Oh yah? dari SMP mana dulu di Jayapura? Wkwkwk :v Mungkin yak, hehe Tenkyu ^^v
Luca Marvell : oke Di tunggu ajah! Tenkyu ^^v
HatakeNessa : Makasih untuk semangatnya. Jadi malu sendiri hihi, tenkyu ^^v
IndahP :Boleh, hehe. bingung mau pasangin Sasori sama siapa? ada saran? Tenkyu ^^v
dianarndraha : iye neng, hehe UP nih! Tenkyu ^^v
BaekhyunSaranghaeHeni : Up! Tenkyu ^^v
AAAlovers : Beneran Humor? Ku kira Garing krenyes bgt loh Humornya? mungkin yak, iya yah, baru perhatiin juga ternyata Cherry buat sifatnya Sasu turunan Mikoto yak, hehehe *Plak, kapan yah? pasti nanti di chap mendatang di ceritain detail perasaan merek berdua ;) Tenkyu ^^v
Guest (Selingkuhan shikamaru): Gamenya Start pas di Paris dan santorini seru loh jangan di tabok yah?! Tungguin Upnya nee hehe.. Tenkyu ^^v
How to login : Hay you! Maapin aku yak! telat ketinggalan nih Upnya. *sesegukkan,Q1 : iya, Q2: punya masa lalu gitu -_-" Q3 : hahaha itulah maksudnya, romance di simpen dulu. untuk saat ini Focus keluarin semua pemain yang berperan dalam cerita ini. Tenkyu ^^v
SS : Garaa baik-baik ajah :') , Cherry yang akan bersamanya *Plak, bentaran dapat tabok dengan Istrinya Kazekage. Tenkyu ^^v
.129357 & hanikofukumitsu & DarkCrowds & Desi Rei Hime & wiezz & My love jidat : Up, Tenkyu ^^v
fdestyalove : iya, maapin Cherry. Oh yah? ada usul nggak pemeran yang di bikin jahat selain Gara. kesannya kok kyk Gara kebanyakan ngambil peran sebagai orang ketiga. Cherry nggk tega! TnT. Tenkyu ^^v
Special Thanks : Luca Marvell, bandung girl, HazeKeiko, Fury F, fdestyalove, , dianarndraha, Fannylla, RovieUS, nariezka, ratihwp12, shintaiffah, Bluesweetpink, Kimimaru-chan, ruwettoyo, IndahP, Geenndu, hqhqhq, sasta, misakiken, Herawaty659, VEDG, hyuksarmpit, catleaf, Jeremy Liaz Toner, t3hani, Sannchan, yuanthecutegirl, sakurada chan, YOktf, ccherrytomato, savira, Luluralla, Dark Halloween, BaekhyunSaranghaeHeni, Aoi Yukari, Natsu Hebio, Haruno Cherry Granger, revanellayr, rharhaferha4, ruwettoyo, cherryana24, chairannni, CherryHyuga1, Hinamori Meirin, bbhac, matsuri-123, phantomjoker, septiyvia28, , beautifullcreature, AkanePyon, AAAlovers, Yukiyamada annet, Uchiha Ryuuzaki, pingky cherry, Istrinya kazekage, mantan shikamaru, name, howtologin, UchiHarunopyon21, JungHaBin, friska, Guest, Nabila-chan, gusard, mlz login, Guest, EmikoRyuuzaki-chan, respitasari, Yuu Hashimoto, akira faiha, , blackwing123, HoshieMa19, Novikasani20, Rieka Nakutara, My love jidat, wiezz, Desi Rei Hime, DarkCrowds, hanikofukumitsu, .129357, SS, Yoshimura Arai, HatakeNessa, Guest, IndahP, Fanidewinda, hilerisyaronputri26, hanikofukumitsu, emma edward, dikapurnamasari90, agustianrendy9, ayuseptiani812, yang Favo or Follow , Silent reader, sepupu Cherry tersayang (Lemon dan Molen),
Once more Thank You Verry Much.
Cherry Aiko (Melon) AA / SKAS
