"Buktikan"Ucap Karin tiba-tiba.

"Hn?"Aku mengerutkan keningku tak mengerti. "Buktikan kalau kalian berdua memiliki hubungan"Tantang Karin. Dia masih belum menyerah rupanya. Sialan, siapa yang memberitahunya kalau aku berada di Paris?

"Kurasa sudah cukup. Aku…"Sakura berusaha lepas dari dekapanku, lagi. Ia melolotiku.

Dengan cepat aku menangkup kedua wajahnya. Aku dapat merasakan tubuh Sakura menegang. Aku mendekatkan wajah kami menatap matanya yang emerald. Ia berusaha mendorongku dengan perlawanan-perlawanan kecil, Bibir kami hanya berjarak beberapa centi lagi, deru nafasnya dapat kurasakan di pipiku. Tidak ada perlawa nan lagi aku menutup mataku.

"Karin, Kau di sini? Teme? Sakura-chan?"Sialan itu suara Naruto.

"Sakura…"Dan juga Sasori.

.

.

HOLIDAY

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno

Happy reading ! Don't Like Don't Read

.

.

Aku dengan sikap tak berdosa menarik tubuhku menjauh dari Sakura. Kulihat Karin tersenyum menyeringai ke arahku. "Sudah kuduga!"Pekiknya kencang. Aku mendesah berat. Ku lirik Sakura yang mengerjabkan matanya beberapa kali kearahku, ia terlihat sangat lucu.

"Naruto"Panggil Sasori berat, aku memperhatikannya menatap Sakura. Sakura sedang membalikkan badannya sambil sesekali menggerutu tidak jelas. Naruto hanya bergumam tak jelas.

"Boleh ku tau, siapa nama sahabat Hinata itu?"Tanya Sasori. Tanpa menoleh sedikit pun kearah Naruto, ia terus menatap Sakura yang membelakanginya bergantian ke arahku. Suigetsu menarik Karin menjauh. Oh, dia sangat mengerti ku. Lihat tatapan penuh kemenangannya.

"Sakura. Haruno Sakura"Jawaban Naruto, Sasori tidak bergerak sama sekali. Tak ada ekspresi di wajahnya.

"Saki"Ucapnya cukup keras. Aku melirik tubuh Sakura menegang. Menghentikan gerutuannya, dan berbalik perlahan. Ada hubungan apa mereka berdua? Mata Sakura membulat melihat Sasori. Mereka berdua sama-sama terpaku. Ayolah, ini bukan Drama Turki ataupun India. Ngomong-ngomong, Saki eh? Apa itu nama lain Sakura. Berarti Sasori cukup mengenal Sakura. Melihat tingkah tadi yang membeku di panggil dengan nama itu. Bisa saja itu nama sayangnya untuk Sakura, Oh Kami-sama… jangan-jangan mereka berdua berpacaran? Tunangan? Atau mungkin sudah menikah? Nasib baik kalau mereka berdua mantan pacar, tunggu dulu tapi kalau mantan pacar tetapi ada yang gagal Move on. Hoaah! Problem.

"Sasori, Kau mengenal Saku-chan?"Tanya Naruto. Yah, aku juga penasaran ingin mengetahuinya, ayolah jangan saling menatap. Sasori mengangguk. Mulutnya kembali terbuka "Dialah Sepupuku yang membuatmu penasaran"Naruto menganga dengan tak elitnya. Aku tercengang.

Sasori sepupu Sakura. Sakura Sepupu Sasori. Sepupu. Bukan Pacar, Tunangan, Istri, ataupun mantan pacar yang gagal move on. Tapi sama saja, Sasori tadi melihatku hampir menciumnya. Astaga. Oh Tuhan, Kamisama! Dia sepupu Sakura, sama seperti Neji dan Hinata. Dari tatapan, jawaban dan pergerakan, Siscon. Ayolah bertambah lagi orang sekeliling yang terlalu Posesif.

Sakura tertunduk dalam. "Sasuke-kun, kau mengencani sepupu Sasori. Mengejutkan"Aku melemparkan tatapan mematikanku kepada Karin yang berusaha membakar suasana. Ia hanya tersenyum menyeringai. Sasori kembali mengalihkan tatapannya ke padaku. Oh, kalihan lihat itu? Tatapan ingin mengebiriku, layaknya tatapan Neji pada Naruto. Aku akui aku gugup, tapi aku hanya membalasnya dengan tatapan datarku.

Sasori mengeraskan rahangnya. Ohhh.. Tangannya mengepal dan ia maju selangkah hendak.., "Uchiha"Ucapnya dengan menekan setiap konsonan Hurufnya. NAruto segera menahan lengan Sasori. Kakashi yang sedari tadi berdiri di belakangku maju berdiri di sampingku. Sama halnya dengan Suigetsu ia mendekat.

"Saso-nii"Akhirnya Sakura membuka suaranya. Aku meliriknya tubuhnya sedikit gemetar dan raut wajahnya cemas. Aku menahan tubuh Kakashi dan mengintrupsikan Suigetsu untuk berhenti.

Oke ini mengalahkan tegangnya Drama Korea, Turki ataupun India yang di siarkan di Channelnya baka aniki. Kalau Sasori ingin meninjuku, aku akan melayaninya. Tapi, Demi tuhan! Kita masih berada di Negara orang, tengah malam dan aku tidak ingin berakhir di Kedutaan besar Jepang.

"Sakura-chan, Sasori adalah sepupumu? Kenapa kau tidak pernah menceritakannya?"Naruto berusaha melunakkan suasana. Dan pertanyaan yang di tanyakannya Kolot, maksudku pertanyaan yang pertama. Sakura menatap Naruto, ia mengangguk "Kau tidak pernah bertanya"dan itu jawaban cukup masuk akal saat ini.

"Dan aku melarangnya memberi tahu siapapun"Lanjut Sasori tegas. Ia kembali menatap Sakura. Sakura menunduk memperhatikan jempol kakinya. Apa maksudnya? Melarang Sakura memberitahu siapapun.

"Karin! Kau ada di sini? Ini cukup, Errrr…"Naruto melirikku, ia mencoba lagi mengubah suasana. Aku memberinya tatapan yang mematikan. Sudah ketahuan siapa yang memberi tahu Karin kalau aku akan berada di sini. "Mengejutkan"Lanjutnya. Huh! Dalam hati Aku langsung tertawa sinis, Hanya itu? Mengejutkan? Serius?

Karin tersenyum lebar menatap sepupu kuningnya itu, "Tentu saja, setelah kau memberi tahu ada Sasuke-kun di sini aku langsung berkemas". Naruto sama sekali tidak melirikku. Sudah ku katakan.

"Saki ikut aku"Pintah Sasori, Sakura mengangguk.

"Dan kau Uchiha. Aku mempunyai urusan denganmu nanti"Ucapnya, kemudian ia dan Sakura berjalan mencari tempat yang agak jauh untuk privasi mereka berdua.

Saat mereka menjauh, aku melirik Kakashi. Ia hanya diam mengangkat alisnya satu menatapku, aku hanya menggeleng pelan. "Sudah kuduga, kalian berdua tidak mempunyai hubungan apa-apa"aku tidak melirik Karin sedikitpun atau menanggapinya. Aku tahu ia sedang memancing emosiku. "Karin"Suigetsu memperingatkan lagi. Naruto memandangku cemas.

"Sui, kau di sini. Ada apa?"Tanya Naruto. Aku melirik Suigetsu tajam, jangan sampai ia mengatakan alasan sebenarnya. Suigetsu melirikku lalu tersenyum mengejek. Ingin ku patahkan gigi-gigi hiunya.

"Itachi-sama mengirimku…"Ia menggantungkan kata-katanya. Aku berusaha memperingatinya, "Untuk urusan bisnis"Ucapnya manis. Terima kasih tuhan. Ia melirikku, aku memberikannya tatapan lega penuh terima kasih.

"Oh, Itachi-nii"Naruto mengangguk.

"Tunjukkan di mana mobilnya Naruto. Aku lelah"Aku berjalan meninggalkan mereka semua. Tanpa melirik Sakura sedikitpun, walaupun aku penasaran dengan apa yang di bicarakan mereka berdua.

Sasuke POV end


Sakura POV

OH KAMI SAMA! OH KAMI SAMA! KAMI SAMA! KAMI SAMA! KAMI SAMA!

Kami-sama, bantu aku Saso-nii ada di sini dengan tatapan ingin mengulitiku hidup hidup. Oh, pasti Tayuya telah mengatakan hal yang terjadi. Ini semua juga salah lelaki pantat ayam arrogant itu. Dari awal ini semua salahnya, ia menculikku dan kini Ia hendak menciumku di depan Saso-nii, maksudku tadinya di depan perempuan merah itu tapi Saso-nii tiba-tiba datang dengan Naruto.

Aku terlalu terhipnotis oleh onyx kelamnya yang menatapku dalam. Oh Kami-sama! Itu sangat mempesona, jantungku berdebar kencang tadi. Apa jantungnya berdebar kencang juga sepertiku? dan wajahnya sangat dekat dengan wajahku ia benar-benar terlihat seperti malaikat, ia tampan wajahnya mulus tanpa celah, hidungnya mancung, Arghhhhhh! Maksudku ia terlihat seperti malaikat maut atau penjaga pintu neraka, arghhhhh intinya Sialan! Aku bahkan tadi tak mendengar suara apapun saat ia mendekatkan wajahnya.

Saso-nii mengeraskan rahangnya dan tangannya juga ikut mengepal dan maju selangkah, "Uchiha"Ucapnya dengan menekan perkataannya. Tiba-tiba Narutp menahan lengannya, Kakashi yang sedari tadi berdiri di belakang Sasuke maju berdiri di sampingnya, Suigetsu juga melakukan hal yang sama. Apa yang akan Saso-nii lakukan? Kakashi-san dan Suigetsu. Oh Kami-sama, Jangan bilang…

"Saso-nii"Aku mencoba memperingatkan. Tubuhku gemetar dan aku yakin wajahku pucat. Ku lihat Suigetsu berhenti.

"Sakura-chan, Sasori adalah sepupumu? Kenapa kau tidak pernah menceritakannya?"Tanya Naruto. Ayolah, itu pertanyaan yang cukup kolot. Sasori sudah menjawab pertanyaan itu dengan pernyataan 5 kata yang cukup menegaskan, tapi aku mengangguk "Kau tidak pernah bertanya"Itu benar Naruto tidak pernah menanyaiku.

"Dan aku melarangnya memberi tahu siapapun"Lanjut Saso-nii. Aku menghela nafas pasrah, benar juga Saso-nii memang melarangku. Alasan bisnis, katanya. Aku menunduk memperhatikan jempol kakiku yang terlihat lebih nyaman di perhatikan saat ini.

"Karin! Kau ada di sini? Ini cukup, Errrr…"Ucap Naruto, ia sama sekali tidak membantu. Tentang perempuan berambut merah itu, aku ingin sekali menjambaknya karena dia inti permasalahannya Saso-nii mendapatiku ingin di cium oleh Sasuke. Perempuan sialan! "Mengejutkan"Lanjut Naruto. Aku rasa kata itu tidak tepat , dan kata yang tepat adalah

'Menghancurkan'

'Merepotkan'

'Memperburuk'

'Menyusahkan'

'Merusak'

Dan 'Tak di harapkan'

"Tentu saja, setelah kau memberi tahu ada Sasuke-kun di sini aku langsung berkemas"Ucap perempuan merah itu. Dasar genit, jelas-jelas, secara nyata, realita, atau apapun kata yang menjelaskan kata sejujurnya, Sasuke sangat tidak menyukainya.

Aku menunduk dalam.

"Saki ikut aku"Pintah Sasori, Aku mengangguk.

"Dan kau Uchiha. Aku mempunyai urusan denganmu nanti"Ucap Saso-nii, kemudian ia dan aku berjalan mencari tempat yang agak jauh untuk privasi kami berdua. Oh tuhan, apa yang akan di lakukannya dengan Sasuke nanti?

"Kau ingin mengatakan sesuatu?"Tanya Sasori. Aku menatapnya. Ia memandang malas kearah mereka di sana. "Kau tahu, semua ini"lanjutnya. Aku mengangguk.

"Nii-san ingin mengetahuinya dari mana?"Tanyaku. "Aku akan menjelaskan semuanya secara rinci tanpa ada detail yang ku sembunyikan"Lanjutku. Saso-nii menangguk mengerti.

Aku melihat Sasuke berjalan meninggalkan mereka semua. Saso-nii ikut melihat arah tatapanku, dan aku langsung mengalihkan pandanganku kearah lain. Saso-nii menghela nafas keras.

"Aku sebenarnya ingin bertanya dari awal. Tapi, kau bisa menjelaskannya selama perjalanan nanti. Kau cukup menjelaskan, Apa hubunganmu dengan Uchiha Sasuke?"Tanyanya. aku sedikit meringis Saso-nii mengungkit tentangnya. Ayolah, aku berjanji mengatakan hal yang sebenarnya, tapi soal game kami? itu sangat tidak mungkin ku katakan ataupun ku jelaskan karena benar benar konyol.

"Aku tidak terlalu terkejut kau berada di sini, aku sangat terkejut karena kau bersama Uchiha Sasuke"Ucap Saso-nii.

"Aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengannya"Jawabku jujur.

"Maksudmu Belum"tambah Saso-nii. Apa maksudnya?, Oh, Sungguh! Tidak.

"Maksudku benar-benar tidak. Ia di suruh Naruto membawaku ikut ke dalam liburan ini yang ku tolak terus. Ia membawaku bersamanya Lalu di perjalanan, tiba-tiba ia mempunyai urusan bisnis dan harus pergi ke Negara lain, lalu aku ikut bersamanya. Itu saja"Jelasku singkat. Masalah ia menipuku, mengancamku akan lebih baik nanti di di bicarakan. Lalu tentang Pertemuanku dengan ke dua orang tua Sasuke tidak mungkin ku ceritakan. Aku pasti di tuduh macam-macam.

"Hanya itu?"Tanya Saso-nii, Aku mengangguk "Hanya itu"Jawabku berusaha meyakinkannya.

Saso-nii menghela nafas memperhatikanku. "Sakura, Uchiha Sasuke bukanlah sosok lelaki yang baik untukmu. Walau dalam segala aspek ia Tampan dan Mapan ia adalah lelaki yang dingin, dia terkadang sangat arrogant"Aku setuju dengan Saso-nii. Arrogant. Errr.. dan tampan dan mapannya juga.

"dan juga ia tidak suka berkomitmen. Ia tak suka dengan hubungan yang membatasi atau menghalangi. Jangan pernah berharap lebih Sakura. Dengar Saso-nii"

mataku menyipit memandang Saso-nii, Aku tidak pernah berharap lebih! Oh kami-sama, lebih? Huh! Pacaran bersandiwara saja aku merasa tersiksa lahir batin. Bagaimana dengan kalau sungguhan? Tapi, yahhh.. kalau jodoh? Siapa yang tau?, mungkin aku bisa menerimanya. Mungkin, ulangi MUNGKIN. Ada Ka-san kok, kartu keberuntunganku. Sasuke juga ganteng, kaya, kayak malaikat… Ouhh… tunggu maksudku siapa yang mau menjadi jodoh lelaki pantat ayam sialan itu? OH kami-sama kalau ia jodohku PLIIISSSSS Ganti yah. Yang lain saja. PLISSSS…

Aku tidak berani memperumit masalah lagi, ini pukul 2 pagi lewat. Aku sangat lelah.

"Apa Tou-san tau?"Tanyaku. ini gawat kalau Tou-san tau, ia mengenal Tou-san Sasuke juga. aku tak ingin drama yang sering tayang di UChannel menjadi kisah hidupku.

Saso-nii menggeleng dan aku cukup merasa tenang, Tou-san tidak tahu.

"Belum. Tapi aku akan segera memberitahunya. Untuk menjelaskan semuanya. Termasuk pada Tayuya. Apa kau tau Sasuke mengaku sebagai tunanganmu?"Tanyanya. aku mengangguk, Sasuke sudah pernah menyinggung hal itu. Saso-nii menghela nafas, "Sebaiknya kau segera menelpon Tayuya dan menceritakan semuanya"Aku mengangguk. Ngomong-ngomong tentang Handphone, semenjak Sasuke mengembalikkannya aku tidak begitu memusingkannya. Sial! Sewaktu di Trevi aku sama sekali tidak memotret apapun dan foto yang sewaktu Rialto aku belum menyalinnya buatku semoga saja Sasuke belum memnghapusnya.

"Sial Sakura! Aku hampir saja ingin meninjunya saat ku tahu, itu dirimu dengan Sasuke tadi"Aku meliriknya gugup, sial itu yang tadi ku maksudkan.

"JANGAN!"Ucapku cukup keras, Saso-nii mengerutkan keningnya padaku. "Ada apa?"Tanyanya

Aku diam, "Maksudku, a.. a.. aku. Intinya jangan main kekerasan"ucapku tergagap

"Saso-nii tau, kita di Negara orang"ia menghela nafas frustasi. Oh tuhan, aku sangat berdosa.

"Aku akan memberikannya pelajaran nanti. Ini tidak mungkin, aku telah berjanji akan menghajar orang yang telah membawamu tanpa kabar seperti Sasuke mnghajar Naruto, namun orang itu adalah Sasuke sendiri yang memberiku inspirasi"Dengus Saso-nii. Ia membalikkan badan menghadap kearah yang lainnya, namun sudah kosong.

"Mereka semua sudah ke mobil, sebaiknya kita juga. kau bisa menceritakan sedikit nanti dan besok kau harus menceritakan semuanya. Lengkap"Aku menghela nafas tegang, mengangguk setuju. Aku berjalan mengikuti Saso-n ii yang meninggalku di belakang. Apa maksudnya? Menghajar Sasuke seperti Sasuke dulu menghajar Naruto? Oh tuhan. Berjanji. Aku memang membenci Sasuke, tapi kalau di fikir lagi keluarga Sasuke dan bahkan Sasuke sendiri baik padaku. Oh Kami-sama, bantu aku!


Temari POV

Ternyata Hyuuga Neji cukup menyenangkan, ia juga baik. ia meminjamkanku ponselnya selama yang ku perlukan. Aku sebenarnya tidak begitu mengenalnya dengan baik walaupun ia dan bosku berteman akrab (Karena Sasori bernaung dalam perusahaan Jasa, sedangkan Hyuuga perusahaan Property). Aku meminjam ponselnya dan mengeceknya di dalam kamarku dan aku berjanji aku tidak akan membuka apa-apa selain pengaturan teleponnya (walaupun aku sangat penasaran), aku sudah mendapat jawabannya. Nomor yang ku gunakan adalah nomor local dan nomor yang dia gunakan bisa local atau internasional.

Mungkin sebagai gantinya aku bisa membuat Tenten memaafkannya, aku merasa bersalah karena di tiap kesempatan aku sering mengkompori Tenten tentang Neji. Aku keluar dari kamarku untuk mengembalikan ponsel milik Neji, tidak enak kalau tiba-tiba ada yang menelpon dan ternyata itu telepon penting.

Aku melangkah dengan gugup, kamarnya berada di depan kamar Tenten dan kamar Tenten berada di samping Kiriku. Aku menarik nafas, oke kenapa aku gugup? Aku hanya hendak mengembalikan ponselnya.

'Tok Tok'akhirnya aku memberanikan diri mengetuk pintunya. Aku menutup mataku, oke aku Nervous dan tak tahu penyebabnya.

'Tok Tok'aku kembali mengetuk pintu kamarnya. Oh tuhan, ku harap ia belum tidur dan tidak terganggu.

'Tok' Ketika aku mengetuk lagi pintu kamarnya terbuka. Ia tersenyum, Oh tuhan ia tampan.

"kau sudah selesai?"Tanyanya, aku terdiam. dia seperti malaikat, baik, tampan, selalu tersenyum.

"Halo! Temari! Sekertarisnya Sasori! Nona? Miss? Earth to Temari!"Aku tersadar, aku tertawa gugup. Ia terkekeh, Oh Tuhan. "Maaf dan terimakasih"Aku menyerahkan handphone miliknya. Ia mengambilnya.

"Jadi kau sudah mengetahui masalah ponselmu?"Tanyanya, aku mengangguk sambil tersenyum dan mungkin lebih tepatnya cengiran, oh aku sangat mengerikan. Ia mengangkat alisnya satu. Dia menunggu jawaban -Oh

"Umm.. kartunya yang bermasalah. Kartuku tidak dapat di gunakan di luar jepang"ia mengangguk mengerti. Aku juga ikut mengangguk. Ia mengangkat bahunya dan aku juga ikut mengangkat bahuku, ia tertawa dan aku tersadar kalau aku mengikuti gerakannya. Aku tertawa gugup.

Dia terdiam, Nampak berfikir.

"Ku rasa aku tadi membeli nomor ponsel baru sewaktu berjalan dengan Sasori. Nomor internasional"ucapnya. Aku tercengang. Oh, dia sangat baik hati. Aku benar-benar akan membantunya untuk berbaikan dengan Tenten. Tenten salah kaprah tentangnya.

Aku menggeleng, ia tersenyum "Tak apa, aku tadi membeli nomor baru karena ingin liburanku tak terganggu dengan telepon-telepon. Tapi kuarasa kau lebih membutuhkannya. Aku bisa membeli yang baru lagi. Dan aku sama sekali belum membuka nomornya. Aku baru ingat Iphone terlalu ribet menggantinya"Ia mengendikkan bahunya sekali. Aku menggerjabkan mataku. Benar Sial! Iphone.

"Tidak, aku juga tidak"kataku sambil tertawa, ia tersenyum. "kau boleh meminjam ponselku untuk menghubungi salah satu keluargamu atau keluarga-keluargamu. Aku tak keberatan tak apa"ia menyerahkan ponselnya kembali lagi padaku. Aku menolaknya dan ia tetap memaksaku, dan aku akhirnya menerimanya.

"Tak apa, itu nomor tagihan"Ia tersenyum. "Kau boleh mengirimkan tagihannya padaku"

"aku akan mengirimkannya pada Sasori, kurasa ia harus bertanggung jawab"aku tertawa, Sasori beruang merah.

"Masuklah, tidak enak kalau kita berada di tengah pintu. Tenang saja, aku akan membiarkan pintunya terbuka"Aku tertawa, Ternyata Hyuuga Neji mempunyai lelucon yang menarik. Aku melangkah masuk kedalam suite kamarnya.

Temari POV end


Shikamaru POV

Aku mendengus, sebersit masih ada rasa bersalahku pada perempuan bercepol empat itu. Sungguh aku tidak bermaksud menyinggungnya. Aku memandang malas ponselku. Semua berawal dari ponsel biadab ini. Aku menghela nafas, mungkin segelas Kopi bisa menjernihkan kepalaku dan aku bisa segera tidur. Ini sungguh lelucon tuhan, orang yang tukang tidur sepertiku terkena Insomnia. Lucu.

Aku berdiri menuju meja kopiku, Brengsek! Aku lupa untuk memintanya tadi . punyaku sudah habis. Aku mendesah sedikit frustasi. Ayolah hanya karena perempuan itu. Neji. Ah yah. Ia jarang meminum kopi mungkin persedian kopi di kamarnya masih ada. Mengenakan sandal hotelku aku keluar menuju kamarnya yang berada tepat di samping kiriku.

Tunggu. Ada yang salah. Pintu kamarnya terbuka. Neji tidak sedang di rampokkan? Ayolah, Insomnia ini membuatku berfikiran yang aneh aneh. Yang positif. Tamu? Tapi tamu mana yang berkunjung pukul 2 pagi buta? Selama yang kutahu Neji sangat menghormati perempuan, jelas yang bertamu bukanlah Wanita panggilan. Jangan-jangan Hinata atau Naruto.

Aku segera melangkahkan kakiku ke depan pintunya. Benar saja. Ada sebuah suara.

'… akan membawakkan oleh-oleh, sampaikan maafku pada Oka-san. Jaa ne Arigatou'dan itu perempuan. Aku terkesiap. Ia perempuan yang bisa berbahasa Jepang. Dari perkataannya jelas ia bukan perempuan yang tinggal di Paris. Jadi Ino singkirkan. Kalau ia Hinata untuk apa ia repot-repot ke Neji hanya untuk menelpon adiknya, lagipula ibu Hinata dan Hanabi sudah lama meninggal. Hinata singkirkan. Tenten, mendengar bahwa hubungan Tenten dengan Neji sama seperti hubunganku dengan Temari. Tenten singkirkan. Dan Temari. Tapi kalau Temari untuk ap…

'Arigatou Neji-san'aku melihatnya , perempuan bercepol empat itu muncul bersama Neji, dari dalam kamar. Neji tersenyum membalas senyumannya. Apa yang mereka berdua lakukan? Di pagi buta begini?

'Tidak masalah, kalau kau membutuhkan bantuan, jangan sungkan. Kau bisa memintanya langsung padaku. Selama aku bisa melakukannya'Temari tertawa mendengar perkataan Neji, sungguh. Ia selalu marah jika bertemu denganku.

"Shika, ada apa?"langkah Neji terhenti memperhatikanku berdiri di depan pintunya. Aku menggeleng pelan. Ku lirik Temari menatapku dengan tatapan sinisnya. "Harusnya aku yang bertanya, ada apa Temari di tempatmu?"Neji melirik Temari sebentar.

"Oh, Ia butuh bantuan. Jadi aku memberikannya bantuan"Jawaban Neji benar-benar klise.

"Arigatou Gozamaisu Neji-san. kau memang lelaki yang perhatian"Ucapan Temari seakan memukul telak harga diriku, maksudnya aku ini jenis lelaki apa? Brengsek?

Aku mendengus, "Ya sudah. aku hanya penasaran kenapa pintumu terbuka, ku fikir ada Room service. Kalau ada, Yaah aku ingin meminta kopi"Jawabku acuh. Aku segera kembali ke kamarku. Brengsek! Perempuan itu benar-benar mempermalukan harga diriku.

Shikamaru POV end


Temari menghela nafas pasrah, sepertinya memang hubungannya dengan lelaki brengsek itu tidak akan pernah membaik. Jujur saja ia adalah orang yang pemaaf, tetapi bukan orang yang mau mengungkapkan permintaan maaf terlebih dahulu.

"Aku sudah mendengar cerita kalian dari Sasori"Ucap Neji tiba-tiba. Temari memandang Neji. Neji tertawa kecil.

"Kalian sangat lucu, mempunyai panggilan tersendiri. Apa? Kalau tidak salah Mr. Mendokusai dan Ms. Bercepol empat yah? Hahaha.. itu cukup unik dan, mencirikhas"Temari ikut tertawa kecil mendengarnya.

"katanya gara-gara Ponsel?"Tanya Neji, Temari mengangguk. "Yah, awalnya ia menabrakku lalu ponsel kami tertukar"Temari mengangkat bahu tak perduli.

"Biar kutebak, Shikamaru mengatakan 'Mendokusai' saat ia menabrakmu?"Tanya Neji, matanya menyipit. Temari hanya tersenyum kecut.

"Hahaha.. sudah kuduga. Sasori bercerita lagi kalau di Jet mereka waktu itu Shikamaru marah besar karena ponselnya tertukar dan Sai dengan Sasori terus mengintrogasinya. Mereka fikir kau dengannya berpacaran dan Shikamaru pacar yang posesif"Rasanya Temari ingin meninju Sasori dan juga Sai. pacar? Hell

Temari memutar mata bosan, "Jangan membicarakannya. Ini masih subuh, topiknya tidak bagus"Neji hanya mengangguk sambil tersenyum.

Temari membalas tersenyum, "Kau sangat baik Neji-san. aku sangat berterima kasih denganmu. Sebagai balasan ijinkan aku menawarkan bantuan"Tawar Temari, Neji mengangkat alisnya satu karena penasaran.

"Aku akan membuat Tenten mau memaafkanmu, aku kasihan. Kau orang yang baik, sejujurnya Tenten beberapa kali bercerita denganku tentang dirimu yang berusaha meminta maaf padanya secara langsung. Di Lift, di Lorong Hotel. Kalau aku boleh memujimu kau sangat gentlemen. Jangan besar kepala"

Neji tertawa kecil, "Kami-sama tau orang baik sepertiku akan dikirimkan malaikat untuk menyelesaikan masalahku. Jangan besar kepala. Terima kasih, aku sangat senang menerima bantuanmu"Neji tersenyum. Temari memukul pundak Neji pelan.

"Aku merasa tersanjung kau panggil malaikat penolong"Temari terkekeh, "Sudah menjadi keharusan pria untuk menghormati, menghargai, dan melindungi perempuan"Balas Neji.

"Oh tuhan…"Temari menggeleng tak percaya. "Jangan banyak bicara lagi, aku bisa menganggumi jika kau terus seperti itu"Neji terkekeh mendengar penuturan Temari.

"Kuharap kau tak besar kepala. Aku harus kembali ke kamarku, kalau adikku kembali menelponmu kau segera beritahu aku. Terima kasih atas bantuannya lagi Neji-san"Temari sedikit membungkuk lalu berjalan menuju kamarnya.

"Sama-sama, Aku tak besar kepala. Hampir semua perempuan yang mengenalku menganggumiku"Ucap Neji.

"Oyasumi"Temari tersenyum menghadap Neji sebelum masuk ke dalam kamarnya.


Sasuke, Kakashi, dan Suigetsu di dalam mobil yang sama. Tadinya Karin memaksa ikut bersama, tetapi Naruto menyeretnya ketika hendak memasuki mobil itu. Untungnya Naruto membawa 2 mobil, karena kedatangan Karin dan Suigetsu tidak di harapkan, maksudnya hanya karin. Cukup lama sampai Sasori dan Sakura datang. Sakura di antar Sasori masuk ke dalam mobil yang sama dengan Naruto dan Karin, sedangkan dirinya masuk ke dalam mobil yang sama dengan Sasuke, Kakashi, dan Suigetsu.

Suasana mencekam mucul di dalam mobil yang di naiki Sasuke. Dan Aura kecemburuan muncul di mobil Sakura.


Kakashi duduk di depan dengan sang supir, sedangkan Sasuke, Suigetsu, dan Sasori duduk di kursi belakang.

"Aku hanya penasaran, Saki mengatakan bahwa kau di suruh Naruto membawanya. Kenapa kau mau Uchiha?"Tanya Sasori. Sasuke mendengus, oke sesi introgasi di mulai. Tapi Kami-sama, ini pukul 2 pagi lewat.

"Naruto menawarkanku berlibur seminggu tanpa kalian. Aku mempunyai beberapa urusan di Italia dan aku juga mempunyai Undangan acara yang tidak bisa kulewatkan karena sudah berjanji dengan Shion. Pesta Shion, Dan jadwalnya mendadak 3 hari sebelum Naruto mengatakan liburan. Itu bukan pertemuan bisnis, itu janji yang harus kutepati dan tidak ada dalam jadwal kerjaku"Ucap Sasuke menjelaskan, Sasori mendengar dengan seksama seperti Hakim yang mendengarkan kesaksian terdakwa.

Sasori mengerutkan keningnya, Suigetsu yang berada di antara mereka berdua harus siap siaga jika tiba-tiba ada terjadi penyerangan terhadap kedua belah pihak, oke itu cukup berlebihan.

Sasori merasa ada yang cukup aneh dengan penjelasan Sasuke. Shion. ia adalah sepupu Neji dan Hinata, kalau memang Shion mengadakan pesta lalu Kenapa Neji dan Hinata tidak datang?

"Pesta Shion? Hyuga Shion?"Tanya Sasori, Sasuke langsung mengetahui maksud pertanyaan Sasori.

"Pesta kekasih Shion. Shion telah mengetahui liburan ini dari Hinata sehari sebelum kita pergi. Hinata meminta maaf karena dirinya dan Neji tidak bisa menghadiri pesta Shion karena urusan di Paris. Setelah mengetahui detail alasannya, Shion akan menyusul secepatnya juga ke Paris, alasan sebenarnya kita berada di Paris"Jelas Sasuke. Sasori kembali mengerutkan kening, dan Sasuke berharap ia tidak perlu menjelaskan lebih banyak hal lagi. Sakura pasti akan menceritakan semuanya.

"Pesta Shion, hanya satu hari kan? Kenapa kalian bisa selama 4 hari disana?"Pertanyaan Sasori seakan membungkam Sasuke. Untuk hari pertama, kedua, dan separuh hari ketiga ia bisa menjelaskannya. Tapi bagaimana dengan separuh hari ketiga dan hari keempat? Haruskah ia mengatakannya.

"Jawab Uchiha. Aku berhak mengetahui segalanya"Tuntut Sasori, Sasuke tetap bungkam. Sasori menggeram, kebungkaman Sasuke membuatnya sangat penasaran. Suigetsu yang sedari tadi bersandar santai mulai memajukan badannnya sedikit. Kakashi pun sesekali melirik kebelakang.

"Kakashi akan menjelaskannya"Jawaban Sasuke membuat Sasori mengepalkan tangannya. "Sial! Apa yang kau sembunyikan dariku Uchiha, Brengsek! Dia adikku! kalau terjadi apa-apa orang yang pertama kali ku cari adalah dirimu"Ancam Sasori, Suigetsu menahan Sasori yang ingin menyerang Sasuke yang duduk santai di sebelahnya.

Sasuke mengangguk, "Kakashi jelaskan jadwalku di Italy"Pintah Sasuke, "Tapi, Sasuke-sama. Bukannya …"ucapan kakashi terpotong begitu saja.

"Aku tidak ingin di bantah, katakan sejujurnya padanya. Tanpa ada yang kurang dan sampai ia merasa puas"Potong Sasuke

Kakashi mengangguk mengeluarkan sebuah buku agenda kecil dalam saku jasnya.

"Hari pertama, Sasuke-sama mempunyai pertemuan bisnis dengan salah satu investor yang tertarik dengan Teknologi terbaru UchihaCorporation. Nona Haruno Sakura dia antar bekeliling Venice dengan Sahabat terpercaya Sasuke-sama Juugo.

Hari kedua Sasuke sama dengan Haruno-san pergi ke acara Kekasih Shion. Hari ketiga mereka pergi ke Italia berkunjung ke rekan bisnis dan hari keempat beristirahat sebelum akhirnya ke Paris"Ucap Kakashi. Kakashi berdusta dan Sasori mempercayainya karena sesuai dengan perkataan Sakura. Suigetsu tau akan hal ini.

Flashback On

"Kakashi, cepat atau lambat Sasori pasti akan akan bertanya tentang kegiatanku di Italy nantinya. Aku ingin kalian semua bersandiwara. Ini keahlian kalian bukan? Ya, kau juga ikut Sui, Itachi mengirimkanmu untuk menjagaku kan? Ini cara untuk melindungiku"Ucap Sasuke tiba-tiba.

Kakashi tersenyum di balik maskernya, "Apa yang Sasuke-sama ingin kami lakukan?"Tanyanya, Suigetsu mendesah pasrah, "Apa rencanamu?"

Sasuke tersenyum tipis, "Palsukan kegiatanku pada hari ketiga dan hari keempat. Aku ingin kau Sui berpura-pura mendengarkan karena ingin tahu. Dan Kakashi kau harus terlihat menolak memberitahukan kegiatanku selama disana"

Kakashi dan Suigetsu mengangguk mengerti, "Jadi? Kegiatan sebenarnya apa yang di palsukan?"Tanya Suigetsu penuh ingin tahu.

Sasuke meliriknya datar, "Aku yakin, Itachi mengetahui semuanya. Percaya padaku itu bukan hal menarik yang kau harus laporkan"Ucap Sasuke dingin.

Suigetsu tersentak, "Oke" dan pintu mobilpun terbuka Sasori langsung duduk dengan santai.

Flashback end

Sasuke menyunggingkan senyum kemenangannya, "Aku percaya padamu Uchiha. Tapi, aku rasa bertanya langsung pada Sakura lebih aku percaya"

"Tanyakan saja padanya"Jawab Sasuke,


"Sejak kapan kau mengenalnya?"Tanya Karin,

"Karin"Naruto mencoba memperingatkan. Ia duduk di depan sedangkan Karin dan Sakura duduk sendiri berdua di belakang dengan jarak yang berjauhan.

Sakura memperhatikan Karin, Cemburu. Ia tahu itu.

"Kenapa kau ingin tahu?"Tanya Sakura dingin, Karin memandangnya sinis "Kuberitahu padamu, aku mengenal Sasuke sejak umur 6 tahun. Kami satu sekolah dasar yang sama di Italy"Ucap Karin. Sakura berusaha untuk tidak mati penasaran, Sasuke pernah bersekolah di Italy?

Sakura terkekeh pelan, ia menoleh menghadap luar kaca mobil menikmati pemandangan kota Paris, "Kau hanya teman sekolah dasarnya. Ku lihat ia tidak begitu menyukaimu mencampuri urusannya"Jawab Sakura. Naruto berbalik memandang Sakura.

"Kau tahu apa?"Balas Karin menantang, "Aku tahu semua tentang dirinya. Termasuk dirinya yang tidak pernah di perlihatkan oleh orang lain"Balas Sakura tak kalah menantang. Naruto menganga. Apa sebelumnya Sakura sudah mengenal Sasuke dari dulu? Pikirnya, tapi Sakura mengamuk saat Sasuke membawanya bahkan tak mengetahui kalau Sasuke adalah Uchiha. Jadi Mustahil, apa yang dilakukan mereka berdua selama di Italy menjadi pertanyaan besar di kepala Naruto.

Sakura tidak sepenuhnya berohong. Mengetahui semua tentang Sasuke? Err.. ya itu bohong. Mereka baru bertemu 4 hari yang lalu dengan insinden dan drama yang menyedihkan. Diri Sasuke yang tidak pernah di perlihatkan oleh orang lain. Itu tidak sepenuhnya berbohong, ia melihat Sasuke yang khawatir, ia melihat Sasuke yang patuh pada orang tuanya, melihat Sasuke yang manis, ia melihat Sasuke yang lain. Bukan Sasuke selama ini yang dingin, Pemarah, dan Arrogant. Tapi ia yakin Sasuke yang sebenarnya penuh dengan perhatian, tanggung jawab dan kasih sayang.

Karin memandang Sakura marah, "Jangan terlalu percaya diri. Kau bukan siapa-siapanya"Ucap Karin dengan penuh penekanan.

Sakura tertawa meremehkan, "Kami hanya tak suka mengumbar kemesraan" Saat itu juga Naruto kaget bukan main. Kata-kata Sakura menyiratkan bahwa mereka berdua menjalin hubungan resmi yang tidak di beritahu pada orang lain. Terasa Familiar tentang hal ini, seperti…

Karin menatap marah pada Sakura, dengan gerakan cepat ia menarik rambut Sakura. tak terima Sakura membalas menarik rambut Karin. Naruto panik.

"RASAKAN SIALAN!"Seru Karin, "Lepaskan aku MERAH!"Balas Sakura.

"Kumohon, Hentikan! Jangan bertengkar. Stop The Car!"Seru Naruto panic


"Ada apa?"Tanya Sasori, mobil mereka berhenti tiba-tiba. Tapi ia yakin mereka belum sampai di penginapan.

"Mobil Naruto berhenti di depan. Kurasa ada masalah"Kakashi mencoba menjelaskan.

Suigetsu dan Sasuke juga tak kalah penasaran mencoba mengintip apa yang terjadi. Pintu depan terbuka dan Naruto keluar dengan panic membuka pintu belakang dan berusaha masuk. Hanya badannya saja yang masuk seperti berusaha menarik Sesuatu.

"Apa yang terjadi?"Tanya Sasuke. Kakashi mengangkat bahunya. "Sama sekali tidak kelihatan. Apa ada yang pingsan?"dengan detik yang hampir bersamaan Sasuke dan Sasori keluar dari mobil dengan pintu yang berbeda dengan raut wajah serius.

"Kakashi-san. di mobil itu hanya Naruto, Karin dan Sakura. jangan-jangan…"dengan gerakan cepat mereka berdua juga menyusul.

Sasori berusaha menarik tubuh Naruto menjauh melihat apa yang terjadi dari pintu sebelah kiri. Dan Sasuke membuka pintu sebelah kanan untuk melihat apa yang terjadi, betapa terkejutnya mereka melihat Karin dan Sakura menjambak rambut satu sama lain.

"Berhenti Uzumaki! Sialan! Dia sepupuku!"Seru Sasori menarik tubuh Karin.

"Sakura. berhenti! Apa yang kalian berdua lakukan? Karin!"Sasuke berusaha menarik tubuh Sakura keluar.

"Lepas! Aku tidak perduli! Sialan!"Seru Karin berusaha melepaskan tarikan Sasori.

"AWWW,,, Sakit! Awas kau, Sial! Ada apa denganmu? Apa kau gila?"Sakura sudah menghentikan perlawanannya dan berusaha mundur kearah Sasuke.

"Karin! Jangan seperti anak kecil! Lepaskan Sakura-chan"Seru Naruto dari belakang Sasori.

"KARIN! LEPASKAN!"Seru Sasori lagi, "Ck,"Dengan kuat Sasuke melingkarkan lengannya di perut Sakura berusaha menariknya keluar dari mobil.

"AWWW.. AWW.. Rambutku. SHANNAROOOOO"Sakura mencengkram tangan Karin yang menarik rambutnya. Sasori menahan lengan Karin. Namun sia-sia.

"Sialan kau! Sasuke-kun Bahkan memelukmu!"Teriak Karin.

"Sialan kau Uchiha! Jangan Sentuh Adikku!"Seru Sasori melepas Karin Seketika. Kakashi menahan tubuh Sasori yang ingin menerjang Sasuke.

"SUIGETSU!"Seru Sasuke. Dengan malas Suigetsu menghela nafas. Mereka sekarang menjadi tontonan. Beberapa orang bahkan saling berbisik menonton mereka .

"Sasori, Sasuke-sama berniat membantu memisahkan. Tenanglah"Naruto panic dengan situasi. Tubuh Sasori di tahan oleh Kakashi dan Naruto terus merontak meminta dilepaskan.

Sasuke kembali melingkarkan lengannya dengan kuat di perut Sakura dengan kuat. Suigetsu melakukan hal yang sama ia melingkarkan lengannya di perut Karin dengan erat.

"Karin~"Ucap Suigetsu meniup telinga Karin. Tubuh Karin menegang seketika. Sasuke memanfaatkan kesempatan itu untuk menarik tubuh Sakura. Suigetsu kembali menarik tubuh Karin, alih alih menarik tubuh Karin tapi tubuhnya sama sekali tidak mundur kebelakang, jadinya Karin berada dalam dekapan mesra Suigetsu. Suigetsu menenggelamkan kepalanya ke leher jenjang milik Karin.

Tangan Karin melemas seketika di rambut Sakura, Sasuke menggendong Sakura segera keluar dari mobil. Pindah ke mobil satunya.

"Suigetsu? Apa yang kau?"Sasori membeku begitupun Naruto. Tidak ada perlawanan lagi dari Sasori untu di lepaskan.

"APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK KAU SUIGETSU!"Karin berusaha lepas dari dekapan Suigetsu, berusaha melepas lengan Suigetsu yang melingkari perutnya dengan erat.

"Kakashi"Sasuke sudah mengangkat Sakura di pundaknya. Kakashi mengangguk mengerti. Ia mendorong paksa tubuh Sasori dan Suigetsu masuk ke dalam mobil.

Tubuh Sakura pasrah di pundak Sasuke, penampilannya sangat berantakkan. Rambutnya acak-acakkan tak berbentuk. Badannnya juga lemas berusaha menahan serangan Karin. Sasuke meletakkan Sakura di dalam mobil tepat duduk di sebelahnya.

"Uzumaki-sama. Haruno-san akan ikut dengan kami di mobil belakang, sebaiknya kita segera bergegas sebelum ada polisi yang datang"Ucap Kakashi, Naruto mengangguk dan kembali masuk kedalam mobil. Kakashi kembali kedalam mobil tak berapa lama kedua mobil ini kembali melaju menuju Hotel.


"Apa yang terjadi?"Tanya Sasuke, Sakura hanya mendengus kasar. Demi kami-sama kepalanya sangat Sakit. Wajahnya pun sama sekali tidak menghadap Sasuke, Sakura membuang wajahnya keluar kaca di sebelah kirinya.

"Sakura"Tak ada jawaban, Sakura tetap bungkam. Rahang Sasuke mengeras.

"Haruno Sakura. Jawab pertanyaanku"Ucap Sasuke dengan nada menuntut, wajah Sakura menatap Sasuke matanya berkaca menatapnya.

Sakura mengedipkan matanya perlahan sekali, setetes air mata turun membasahi kedua pipinya.

"Kumohon, Aku lelah"Ucap Sakura bergetar. Wajah Sasuke kembali datar menatap Sakura.


Sasuke POV

Entahlah, tubuhku melemas melihatnya menangis. Tapi demi Tuhan. Aku harus tau apa yang terjadi antara dia dan Karin. Jika ada sangkutannya dengan diriku aku akan segera memperingati Karin secepatnya.

Tanpa aku sadari, aku mengambil tisu dan mengelap air mata Sakura. ia menatapku, tubuhku menengang. OH tuhan, apa yang kulakukan? Aku berusaha menatapnya datar.

"Maskaramu luntur. Kau terlihat menyedihkan"Sakura mengerjabkan matanya Sekali, aku memberikannya sekotak tisu. Ia tertawa melirikku. Wajahku sedikit memanas, Apa yang ia tertawakan?

Aku melirik Kakashi di depan ia juga menahan tawanya. Apa yang salah?

"Kakashi"Aku berucap datar. Ia berdehem dan berbalik padaku.

"Ya Sasuke-sama"Aku menatapnya dingin, "Berikan aku sisir"Pintahku, ia mengerutkan keningnya.

"Sisir?"Tanyanya mengulang, "Ya, apa ada yang salah?"Tanyaku. ia menggeleng, lalu mengeluarkan sisir yang aku tahu selalu berada di dalam saku jasnya. ia memberikannya padaku.

"Kemari Sakura"Ucapku, Sakura yang sedang membersihkan bekas air matanya berhenti. Ia mengerutkan keningnya lihatku.

"Ck,"Aku menarik tubuhnya mendekat padaku. Aku mulai menyisir rambut Sakura perlahan. Aku tahu ia berkelahi dengan Karin pasti ada hubungannya denganku, well aku rasa aku harus bertanggung jawab. Wajahnya tertunduk.

"Angkat kepalamu, aku tak bisa menyisirnya dengan mudah"Ujarku skeptis. Ia mengangkat kepalanya perlahan.

Sakura kembali membersihkan wajahnya sambil melihat pada kaca yang di berikan Kakashi, setidaknya bekas mascara yang tadi luntur tidak terlalu terlihat.

Aku tetap menyisir rambutnya perlahan, "Apa yang terjadi?"Tanyaku.

"Karin menyerangku"Jawabnya, aku menghela nafas. "Aku tahu. Aku melihatnya tadi. Maksudku kenapa ia menyerangmu?"Tanyaku. ia menghentikan kegiatannya lalu membuang tisu menggantinya dengan tissue yang baru.

"Ia cemburu"Jawabnya, Sudah kuduga. Karin sudah keterlaluan. Aku akan memperingatkannya.

"Apa yang ia katakan?"Tanyaku lagi, "Ia mengenalmu sejak sekolah dasar di Italy"Jawab Sakura. aku mengerutkan keningku, Hanya itu?

Sakura sudah selesai dengan kegiatannya, dan aku sudah berhasil mengembalikan rambut Sakura seperti semula. "Apa yang kau katakan?"Tanyaku. ia terdiam tak mau menatapku. Mobil berhenti.

"Kurasa kita sudah sampai"Ucap Kakashi, Aku mengangguk mengembalikan Sisir padanya.

Dan tiba-tiba, Pintu mobil di sebelah kananku terbuka denga kasar. Sasori menarik kerah kemejaku menarikku keluar dengan paksa dari mobil.

"Apa yang kau lakukan Brengsek!"Aku tidak melawan, saat Sasori meninju wajahku. Aku mendengar teriakkan Sakura dan Karin serta Naruto. Aku juga melihat Suigetsu dan Kakashi yang berusaha menarik tubuh Sasori menjauh. Tapi aku mengisyaratkan mereka berdua tak usah ikut campur.

Aku merasa bertanggung jawab atas Kejadian Sakura tadi, jadi tak masalah jika Sasori ingin memukulku.

"KAU BERBOHONG PADAKU!"Serunya dan kembali melayangkan pukulannya ke wajahku. Kurasa Hidungku berdarah. Pihak keamanan Hotel sudah keluar berusaha mengehentikannya tapi Kakashi dan Suigetsu mencegah.

"KAU BRENGSEK"Cukup! Aku menahan tangan Sasori saat akan kembali memukulku. Apa maksudnya tadi? Aku berbohong? Tau dari mana dirinya.? Yang di mobil denganya tadi hanya Naruto, Suigetsu, Karin, Sopir, dan dirinya. Jadi tidak mungkin tentang jadwalku. Suigetsu tak tahu yang asli.

"Saso-nii"Kudengar suara Sakura lirih menatap kami berdua. Aku melepaskan cengkraman Sasori padaku, mengibaskan tangannya yang tadi kutahan.

"Aku tak pernah membohongimu"Aku mengelap hidungku yang mulai mengeluarkan banyak darah, Sial! Pukulan Sasori sangat keras. Kuharap nanti tidak meninggalkan bekas.

Ia tertawa sinis, "Karin menceritakan semuanya. Ia bilang Sakura mengatakan Kau dengannya menjalin hubungan"Aku tercengang. Sakura mengatakan hal itu? Aku melirik Suigetsu meminta kepastian, Suigetsu mengangguk dan aku menatap Sakura yang membeku.

"Saso-nii, aku tidak.." ia menatapku dengan raut wajah khawatir. Aku menghela nafas.

"Lalu kalau kami menjalinn hubungan ada apa?"Tanyaku, wajah Sasori mengeras.

"Maka, langkahi dulu diriku baru kau bisa bersama Sakura"Ujarnya, jujur saja aku tak terlalu menyukai tantangan, aku lebih suka membuat sesuatu lebih tertantang. aku sedikit menyeringai, dan kulihat Sasori tidak menyukai seringaiku.

"Kita lihat saja"Aku segera berjalan masuk kedalam hotel. Naruto menyusulku dan berada di sampingku

Ia memandangiku terus menerus membuatku gerah.

"Aku sudah memesankanmu dengan Sakura-chan Kamar. Selantai dengan semua. tapi, Kakashi dan Suigetsu juga emm.. Karin tidak termasuk dalam list jadi mereka tidak bisa dapat kamar selantai dengan kita semua"Aku tau bukan itu yang ingin di katakannya. aku memandangnya datar.

Ia menghela nafas, "Oke, bukan itu yang ingin kubilang. aku hanya ingin tahu. Apa kau serius dengan Sakura-chan?"Tanya Naruto


Bersambung..


HAPPY NEWYEARR EVERYONEEEEEEEE! \(^O^)/

oke tau telat -_-" sesuai pemikiran Cherry. Sebenarnya Fict ini gak bakal ada adegan Fight. Sama sekali tidak baik SasuSaso ataupun SakuKarin. Tapi entah kenapa adegan Fight itu Cherry masukin masih menjadi misteri tersendiri bagi Cherry. Oke, Chap ini seharusnya sampai saat Fashion Shownya Ino. cuman karena di masukin adegan Fight akhirnya panjang begini dan banyak yang minta segera di up (dri pada nnnti di blng PHP padahal gak pernah Janji). Chap ini mungkin bisa di katakan Malam yang panjang untuk mereka semua minus Tenten.

Oh yah, Chap depan ada pemain baru lagi loh! kuharap kalian masih setia, menunggu Fict ini.

Naikkan bendera putih untuk libur yang gak seberapa lama. Sungguh 4 januari waktu itu adalah waktu yang horror. dan dari tanggal 1-3 Cherry nginap di rumah tante Cherry dan hari-hari itu di habiskan dengan menonton film terus.

dianarndraha : Liburan Kemarin keasikkan Treveling di dalam mimpi dan di rumah tante jadi gak bisa update deh. tap janji bakal di usahain minim 2 cap sebulan. atau nggak sebulan sekal udate cuman langsung 2 chap. thankyou ^^v

yuanthecutegirl : Up :)

AAAlovers : Suka banget sama pertanyaan kamu hehe tetawa sediri bacanya. Awalnya gakkan tapi, akhirnya tetap Sasuke. Thankyou ^^v

JungHa-'ySasu : Melon-san -_-" kalo masalah tongkat golf aku juga tertawa ngakak kalau mau bikinnya, kasihan Sasu kan? Ngomong-ngomong tetag panggilan Melon-san, Cherry sebenarnya lebih suka di panggil 'Ai' karena mirip nama asli Cherry. Thankyou ^^v

Luca Marvell : 'diharakiri' Hahahahahahaaa.. sumpah baca review Luca-san Cherry ngakak! Thankyou ^^v

hanikofukumitsu : DI next Chap Sasu bakal lebih romat. di tunggu yah. Banyakin Scene Sasusaku? di lihat yah. pair yan lain cherry juga bikin ceritanya biar nyambung. Thankyou ^^v

Mikochann : kamu energic sekali yah Mikochann? sama seperti Cherry kalau fict yang di tunggu Up. Thankyou ^^v

UchiraNeki : Salam kenal juga. ingat loh kritik dan Saran terbuka untuk semua. Up. Thankyou ^^v

Indigorasengan23 : Up :) . Thankyou ^^v

KrulciferAkitsukii : Iya, Hahaha.. Thankyou ^^v

Zarachan :Up :) . Thankyou ^^v

Tara : Sasu-chan di tonjok sama Sasori hahaha.. kok tawanya cherry evil yah kyk senang gitu Thankyou ^^v

firdiana lestari : Ouhh.. Thankyou so much :') ^^V

Uchiha Cherry : I like you too. Thankyou ^^v

ss : Up :) thanks ^^v

xue yan : Up :) thanks ^^v

dina uchiharuno : UP :) thanks ^^v

Arisa Sakakibara : Makasih. iya, Cherry paling lemah di tata tulisan rapi. Typopun bgtu. biasanya sepupu Cherry Lemon yang suka perbaiki. Hah! maaf kalau banyak kekuangan salam menulis. Thankyou ^^v

R.D. 12 : Up :) . Thanks ^^v

Shinamii-chan : Makasih ^^v

Yoktf : Haiii!, Thankyou ^^v

uchihahany : Up :) Thanks ^^v

Aika NAOMI-chan : Iya, Sakura tinggal serumah (bukan Apartemen) dengan Tayuya. Tayuya juga merangkap sebagai Asisten pribadi Sakura (sepupu yang baik). Yup, Karin tergila-gila mendapatkan Sasuke. melihat kedekatan Sasuke denngan Sakua membuatnya cemburu dan ingin menjauhkan Sakura dari sasuke (bukan menyingkirkan. serius kata itu kejam). Ibu Sakura tentu bersama Ayah Sakura. Thanks ^^v kalau bingung dan mempunyai banyak pertanyaan silahkan tanya yah.

Nika : UP :) thanks ^^V

puput : Oke. Up :) thanks ^^V

Williewillydoo : Hai kamu. aku bingung, kamu cewe atau cowo? mau bales yg lebihh cantik takut ternyata cowo. mau blng yang ganteng takut Cewe. Ahh sudahlah. Aku Up loh di awal tahun :) thanks ^^v

.5 : Thanks ^^v

Haruka Ryokusuke : Hai Salam kenal juga. walah, nikah? makasih. UP :) Thanks ^^v

Ray Chrysanthemum : UP :) thanks ^^v

liffy noveria : Makasih. Up :) thanks ^^v

Big thank to yang udah Favo, Follow, Review, Silent reader, sepupu kesayangan Cherry Molen dan Lemon. Lavyou All.

Thank You Verry Much

Cherry Aiko / AA / SKAS / Ai

My Home sweet Bedroom ^o^

Jayapura, 08 Januari 2016

Akhir kata dari Cherry selamat memulai tahun yang baru ^^v