Chain 3: Trapped Forever
0=0=0=0=0=0=0
#Normal POV#
Sasuke terkejut mendengar bel penjara yang tiba-tiba berbunyi. Ia semakin bingung saat anak berambut pink itu menanyakan namanya lagi. Ia bingung harus berbuat apa. Kalau ia tidak segera masuk, ia pasti akan dihukum lagi.
"Ma.. maaf aku mengganggumu, aku sebenarnya tidak bermaksud... Umm, maaf, aku harus pergi," akhirnya itulah kata-kata yang keluar dengan suara yang agak gemetar. Kemudian Sasuke segera berlari masuk ke penjara.
Sasuke jadi merasa bodoh, ia merasa kalau ia sudah mengacaukan momen indahnya bertemu dengan seorang gadis yang mungkin bisa menjadi temannya. Dan ia merasa kalau hal ini hanya akan terjadi satu kali dalam hidupnya. 'Aaaaaah' Sasuke berteriak kesal dalam hatinya.
"Tunggu!". Sasuke berhenti saat mendengar teriakan gadis itu. Kemudian ia menatap wajahnya.
"Terimakasih..." gadis itu berkata sambil tersenyum manis.
Sasuke tidak menyangka, ternyata gadis itu tidak marah. Ia pun merasa lega dan melanjutkan langkahnya.
"Hey, sampai jumpa besok!" gadis itu berkata saat Sasuke masuk namun ia masih dapat mendengarnya.
Sasuke tidak percaya mendengar kalimat itu. Gadis itu akan kembali lagi. Hatinya bersorak kegirangan. Tanpa sadar ia tersenyum, ia sendiri sudah lupa kapan terakhir kali ia menunjukkan ekspresi wajahnya itu.
Sasuke segera masuk sebelum ada orang lain yang melihatnya. Ia berharap tidak akan ada hal buruk yang terjadi dalam sisa harinya ini. Untuk pertama kalinya ia merasa senang dalam beberapa tahun ini. Wajah gadis itu selalu muncul dalam pikirannya. Ia tidak akan melupakan hari ini. Hari ini ia mendapat hadiah yang tak terduga dan itu adalah sebuah benih cinta yang saat ini belum ia sadari.
0=0=0=0=0=0=0
Esok hari...
Hari ini adalah hari yang normal bagi Sasuke. Pagi ini ia dibangunkan dengan sebuah tendangan di punggungnya. Lalu ia melakukan tugasnya mengambil air, mencuci piring, berlatih bersama Kakashi, dan membersihkan halaman belakang. Dan untungnya tidak ada hukuman hari ini. Namun, yang berbeda hari ini adalah Sasuke menjalani aktivitasnya dengan semangat. Ia ingin waktu cepat berganti sore agar ia bisa bertemu dengan gadis itu lagi.
Akhirnya Sasuke selesai membersihkan halaman. Ia memperhatikan pohon tempat gadis itu kemarin, namun disana tidak ada seorang pun. Hatinya kecewa.
'Kurasa aku terlalu banyak berharap. Harusnya aku tahu nasib baik tidak pernah berpihak padaku,' Sasuke berpikir. Kemudian ia berjalan lemas menuju ke dalam penjara. Ia ingin berdiam diri dalam selnya.
Langkah Sasuke tiba-tiba terhenti saat sebuah pesawat kertas mendarat tidak jauh darinya. Ia memungut benda itu dan saat ia berbalik gadis itu berdiri beberapa meter dari pagar. Sasuke merasa senang sekali. Pipinya sedikit memerah saat ia menatap wajah gadis itu. Lalu Ia membaca isi pesawat kertas itu.
"Hai, jangan pergi..."
"Perkenalkan, aku Sakura. Aku kesini karena aku penasaran denganmu. Dan kau juga belum menjawab pertanyaanku kemarin. Dan kalau boleh tahu, kenapa kau bisa berada disini?"
'Jadi namanya Sakura, sebuah nama yang cantik, benar-benar sesuai dengan dirinya,' Sasuke berpikir. Namun ia tiba-tiba merasa bingung. Ia takut kalau Sakura tahu bahwa ia adalah seorang Uchiha, gadis itu akan membencinya. Lalu Sasuke menulis balasan.
"Maaf, aku tidak bisa memberitahumu. Mungkin sekarang belum saatnya..."
"Dan kau sendiri, kenapa bisa sampai ke tempat ini? Sebelumnya aku tidak pernah melihat anak perempuan di sekitar penjara ini."
'Ia bahkan tidak mau memberitahu namanya. Baiklah, mungkin aku bisa mencari tahu sendiri,' Sakura berpikir. Sakura sedikit kecewa dengan balasan yang ia terima. Tapi ia bisa mengerti, ia juga memiliki kesedihan yang ingin ia simpan dalam hatinya sendiri, tanpa ada orang lain yang tahu. Lagipula, mengungkit kesedihan hanya akan membuatnya semakin putus asa, mungkin anak itu juga merasakan hal yang sama.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu."
"Saat kecil aku sering ke tempat ini. Bagiku tempat ini bisa membuatku tenang."
"Mmm.., kenapa kau bekerja sendirian disana?, bukankah para tahanan seharusnya bekerja membuat senjata?" Sakura membalas.
"Ini tugas khusus untukku. Aku harus membersihkan halaman ini setiap hari." Sasuke menjawab.
"Jadi... Kapan kau bebas?"
"Dan apa yang akan kau lakukan setelah bebas nanti?", Sakura mengganti topik pembicaraan.
"Entahlah.., aku tidak pernah memikirkan hal itu. Aku tidak yakin bisa keluar dari sini." Sasuke menjawab jujur.
Jawaban Sasuke terdengar sangat putus asa, Sakura jadi terkejut dan kasihan kepadanya.
"Apa maksudmu? Suatu saat nanti kau pasti akan bebas. Kau tidak boleh putus asa. Meskipun itu belum pasti, tapi kau tidak boleh berhenti berharap." Kunoichi itu memandangi tulisannya sebelum melipatnya menjadi pesawat kertas. Ia tersadar akan kata-katanya sendiri. Selama ini ia merasa putus asa.
Sakura sebenarnya masih memiliki harapan untuk selamat. Naruto, teman satu timnya pernah berjanji bahwa ia akan membawa Tsunade ke konoha untuk menyelamatkan nyawa Sakura. Tsunade adalah salah seorang sannin medis legendaris yang mungkin bisa mengobati Sakura. Namun tidak ada yang tahu dimana keberadaannya.
'Aku juga... Aku tidak boleh putus asa. Aku harus percaya pada Naruto. Tapi.., kalau ia benar-benar menemukannya...' Sakura menggumam. Sebuah semangat muncul dalam dirinya.
Setelah itu ia menerbangkan kertasnya melewati pagar penjara. Sasuke senang saat ia membaca isinya. Baru kali ini ada seseorang yang memberinya semangat. Sasuke berharap waktu kebebasannya akan segera datang.
Tidak lama kemudian bel berbunyi. Itu menjadi batas waktu pertemuan itu Sasuke sempat memberikan surat balasan pada Sakura.
"Terimakasih, Sakura. Baru kali ini ada orang yang memberiku semangat."
"Kau akan kesini lagi kan?" Sasuke berharap Sakura akan mengunjunginya setiap hari.
Sasuke bisa melihat Sakura mengangguk dengan senyuman. Gadis bermata emerald itu melambaikan tangan sebelum akhirnya pulang.
Sekali lagi, pertemuan Sakura dengan Sasuke membuatnya menyadari sesuatu yang berharga.
0=0=0=0=0=0=0
21.00 pm...
Sasuke sedang berbaring di kasur usangnya sambil memandangi pesawat kertas yang ia terbangkan untuk berkomunikasi dengan Sakura. Baru kali ini hatinya terisi dengan kegembiraan. Pikirannya selalu berharap untuk segera senja agar ia bisa bertemu dengan Sakura. Saat ini ia berusaha untuk tidur agar hari ini cepat berganti besok. Namun, Sasuke tidak bisa tidur. Sudah berkali-kali perutnya keroncongan. Biasanya setiap jam 7 malam para tahanan diberi sebuah roti untuk makan malam, namun ia belum mendapatkannya.
'Biasanya mereka melemparkan roti ke selku, tapi kurasa ini sudah terlalu malam. Apa mereka sengaja tidak memberiku makan?' Sasuke bertanya pada dirinya sendiri.
Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki menuju ke selnya. Sasuke cepat-cepat menyembunyikan pesawat kertasnya di bawah bantal. Sasuke duduk dengan tenang saat dua orang chuunin masuk ke dalam selnya, mereka adalah Kotetsu dan Izumo. Sasuke menunggu roti makan malamnya, tapi benda itu tak kunjung datang. Ia hanya menerima tatapan dingin dari dua orang yang berdiri di depannya.
"Sensei, aku belum dapat jatah makanan malam ini.", Sasuke memberanikan diri mengatakannya, ia benar-benar kelaparan.
Tiba-tiba Kotetsu mendekat dan menampar Sasuke dengan punggung tangannya sampai ia tersungkur ke lantai. Suara tamparan itu menggema dalam ruangan yang sempit itu.
"A...apa yang kalian lakukan?, hari ini aku tidak melakukan kesalahan apa-apa.", protes Sasuke sambil memegangi pipinya.
Izumo mendekat dan menjambak rambut Sasuke. Ia menarik rambut hitam itu dan mendekatkan wajahnya. "Kau pikir kami harus menunggu kesalahan untuk menghajarmu?", ia berkata kemudian membanting Sasuke ke lantai. Sasuke berteriak kesakitan. Suaranya terdengar di seluruh penjara, namun Sasuke tahu, tidak akan ada yang peduli.
"Kenapa kalian melakukan ini? Aku tidak bersalah!" Sasuke berteriak.
"Jadi kau belum sadar juga ya?!. Kau bukan apa-apa, kau hanyalah sampah dan aib bagi Konoha. Klanmu adalah penghianat dan seharusnya kalian (Uchiha) semua mati." Kotetsu menjambak Sasuke dan berbicara di dekat telinganya.
"Ini adalah balasan atas penghianatan klanmu, dasar sampah!" Izumo menampar Sasuke beberapa kali.
Sasuke berusaha bangkit dan menjauh dari dua orang sipir itu. "Kalau aku bebas nanti, aku akan buktikan kalau aku bisa menjadi shinobi yang hebat.", Sasuke berbicara dengan terengah-engah.
"HAHAHAHAHA..." Sasuke mendapatkan balasan tawa dari dua orang penyiksanya. 'apa yang lucu?' Sasuke berpikir.
"Bebas katamu? Kau tidak akan pernah bebas dari sini, bodoh! Kau akan terkurung disini sampai kau mati." Izumo berkata.
"Kenapa... Kenapa kalian tidak membunuhku saja?", Sasuke berkata dengan air mata menggenang di matanya.
"Tidak semudah itu, Bocah. Kau harus menderita. Ini adalah hukuman yang harus kau tanggung." Kotetsu berkata kemudian ia membenturkan kepala Sasuke ke tembok. Pelipis Sasuke berdarah.
Izumo menarik kerah baju Sasuke. Sasuke memberontak dan berusaha berlari ke sudut lain ruangan, namun kepalanya terasa sangat sakit, ia kehilangan keseimbangan sehingga ia terjatuh. Dua orang shinobi itu tidak membuang kesempatan. Mereka mendekati Sasuke yang meringkuk di lantai.
Sasuke menyilangkan kedua tangan untuk melindungi kepalanya, namun itu malah membuatnya mendapat tendangan bertubi-tubi di tubuhnya. Sasuke terbatuk, darah segar keluar dari mulutnya. Ia ingin sekali membalas namun gelang yang dipakainya menghalangi niatan itu. Saat ini Sasuke sudah kehabisan tenaga, air matanya mengalir tanpa ia sadari.
"Ampun..., tolong..hentikan...", Sasuke hanya bisa merintih dengan suara parau, namun dua orang penyiksanya seolah tak mendengar, mereka terus memukul dan menendang dengan brutal.
Tidak lama kemudian, Sasuke merasakan serangan mereka berhenti, namun ia salah menduga, dua orang chuunin itu mengeluarkan cambuk dan menghantamkannya ke tubuh Sasuke berulang-ulang. Sasuke mengerang kesakitan, ia bisa merasakan luka lamanya terbuka lagi dan cambuk itu terus mencabik-cabik tubuhnya. Sasuke tidak memiliki tenaga lagi untuk menghindar. Ia hanya terbaring tak berdaya ditengah genangan darahnya sendiri.
Wajah Sasuke berlinangan air mata. Ia tidak kuat lagi dengan siksaan ini. Akan tetapi serangan itu terus menyayat tubuhnya, sampai akhirnya ia tidak merasakan apa-apa lagi. Sasuke sudah tidak sadarkan diri saat Kotetsu dan Izumo beranjak pergi dari selnya.
'Kenapa...? Aku tidak pernah membunuh, mencuri, atau menyakiti siapapun. Tapi kenapa aku yang harus mengalami semua ini?' hati Sasuke berbisik saat ia tenggelam dalam kegelapan.
0=0=0=0=0=0=0
TO BE CONTINUED...
0=0=0=0=0=0=0
.
.
Me : "Woooooooow, aku menyiksa Sasuke lagi..."
Sasuke : "Damn you little sadistic psycho yarou!"
Me : "Suki desu, Sasuke-kun..^3^"
Sasuke : #*?!
Me : "Jangan lupa review, Readers-san... Let me know if you like my story or not. Bagiku review adalah energi untuk melanjutkan cerita...^^"
