Author : Vy

Rated : T to M (PG-17 maybe ?)

Genre : Tentuin sendiri lah xDD

Lenght : Chaptered

Cast :
Kim Joon Myeon
Kim Jong In
Byun Baek Hyun
Xi Lu Han
Park Chan Yeol
Huang Zi Tao
Bang Yong Guk
Wu Yi Fan / Kris Wu
Oh Se Hun
Lee Sung Yeol
Kim Myung Soo
Yoo Young Jae
Kim Him Chan
Moon Jong Up
And other

Note :
Habis baca jangan lupa Coment ! Review ! Oyi?
Kritik dan saran sangat dibutuhkan :D

Warning :
Yaoi / Shou-ai, Incest, Typo (s), OOC (maybe?), bahasa aneh, cerita membosankan, dan lain sebagainya.
-inget yaaa.. Ini epep main pair nya KaiHo :D-

Disclaimer :
Suho punya Kai, Kai punya Suho ! *bllettakk*
Cast punya Tuhan, orang tua, keluarga, manajemen, dan Fansnya. Tapi Yoochun, Chen, Yongguk, TOP milik gue! Hahahahagz xDD
Cerita punya gue ! Asli dari otak kurang waras gue !

.

Yaudah ! Mulai aja lah ! Happy reading :D

.

.

The Story Begin

.

.
Author POV

Langit sore hari ini cukup cerah. Banyak pemuda-pemudi, anak-anak, hingga orang tua berjalan-jalan hanya untuk sekedar menghirup udara segar sore hari di padatnya kota Seoul ini.

Di sebuah taman, nampak seorang pemuda berambut coklat gelap dengan wajah gelap sedang duduk di sebuah bangku yang ada di taman tersebut. Nampak, ia sedang memandangi sebuah foto yang ia ambil semasa SMA dulu. Dalam foto itu terlihat ia dan seorang namja manis berkulit putih tersenyum bahagia dalam foto itu. Jari-jarinya pelahan bergerak mengusap foto tersebut, ingatannya kembali pada masa sekolahnya dulu.

Flashback

"Heeyy Bang YongGuk, tunggu aku. Aku tak kuat lagi berlari." Teriak seorang namja mungil pada temannya yang berlari di depannya. Mereka sedang dihukum berlari mengelilingi lapangan karna mereka mengunci guru biologi mereka di dalam kamar mandi. Mereka bermaksud menghindari ujian yang akan diberikan oleh guru tersebut. Namun naas, mereka kepergok oleh guru BP mereka yang terkenal killer dan tak kenal ampun.

"Kakimu saja yang pendek JoonMyeon. Baru 18 putaran kau sudah mengeluh. Masih kurang 32 putaran lagi Joon. Dasar pendek." Sahut YongGuk pada JoonMyeon yang nampak benar-benar tak kuat berlari itu. Ia pun menjatuhkan dirinya di tengah lapangan sambil memegangi lututnya.

"Aku menyerah.. Hoosshh! Aku tak sekuat dirimu bodoh! Dan kau jangan bawa-bawa fisik! Aku tak pendek! Hanya Tinggi yang tertunda! Paham kau!" Sahut JoonMyeon tak terima. YongGuk hanya tersenyum kecil melihat temannya ini.

'Manis' batin YongGuk memandang JoonMyeon yang sedang sibuk mengatur nafas.

.
Yongguk POV

Lihatlah namja ini, sungguh manis. Kulitnya yang putih bersih, bibir plumnya yang berwarna pink alami, matanya yang selalu ikut tersenyum saat ia tersenyum. Sungguh sempurna. Andai aku bisa memilikimu Joon.

Saat ini ia sedang sibuk meregangkan otot kakinya yang pegal sambil berusaha menstabilkan nafasnya. Aku tau ia memang tak terlalu kuat berlari. Bukan manja, buktinya ia handal dalam olah raga lain, namun kalau harus berlari 50 putaran ia tak akan sanggup.

"Joon, ayolah! Kau mau dihukum lagi karena tak melanjutkan larimu? Kau tahu kan betapa killernya Mr. Nickhun kalau sedang marah? Ia juga tak akan suka siswa yang tak menyelesaikan hukumannya." Kataku pada JoonMyeon sambil terus berlari. JoonMyeon bukannya takut ia malah berbaring di tengah lapangan.

"Aku benar-benar tak kuat Mr. Bang! Aku lebih baik membersihkan seluruh kamar mandi di sekolah ini daripada harus berlari!" Teriak JoonMyeon sambil memejamkan mata. Sayup-sayup aku mendengar pintu ruangan terbuka.

'Pasti Mr. NickHun akan mengecek kami. Gawat!" Batinku. Aku yang tak tega melihat JoonMyeon pun berinisiatif untuk

'Greb'

Menggendongnya. Aku tak ingin ia diberi hukuman tambahan. Seketika matanya membulat lebar.

"Apa yang kau lakukan stupid!" Pekiknya kepadaku. Aku tak menggubrisnya, aku terus berlari hingga suara Mr. Nickhun terdengar ditelingaku.

"Apa yang kalian lakukan?!" Tanyanya heran yang melihatku menggendong JoonMyeon.

"Kaki JoonMyeon terkilir Mr. NickHun. Aku tak tega, maka dari itu aku menggendongnya dan berlari bersama." Kataku ber-alibi.

"Kalau begitu hentikan! Sekarang bawa dia ke ruang kesehatan, obati kakinya! Lain kali jangan ulangi perbuatan kalian! Arraseo?" Perintah Mr. NickHun. Ternyata alasanku membawa berkah, hukuman dihentikan. Hahahaha.

"Arraseo!" Jawab kami serempak. Mr. NickHun pun meninggalkan kami berdua. Kami pun segera ke ruang kesehatan, agar Mr. NickHun tak curiga kalau JoonMyeon hanya berpura-pura. Sesampainya di ruang kesehatan, aku mletakkan JoonMyeon di atas kasur.

"Tunggu disini! Aku akan membeli minuman dulu.!" Kataku lalu melesat pergi ke arah kantin. Tak perlu waktu lama, aku sudah kembali ke ruang kesehatan dengan sebotol air dingin ditanganku. Ku lihat ia tertidur, sepertinya ia benar-benar lelah hingga ia begitu cepat tertidur.

Matanya terpejam, hembusan nafas yang teratur. Oh, lihatlah wajah polos ini. Wajahnya yang innocent pun semakin menawan. Bibirnya menggodaku untuk mencobanya. Kudekatkan wajahku, hingga hembusan nafasnya kini sangat terasa hangat diwajahku.

Sedikit lagi

'Plettaakk'

"Auuww !"

"Apa yang akan kau lakukan bodoh!" Pekik JoonMyeon setelah melihat bibir kami yang hampir bersentuhan.

Aku terdiam, suasana menjadi canggung seketika. Hingga dengan segenap keberanian aku mengatakan

"Aku Mencintaimu Joon!" JoonMyeon terlihat sangat kaget mendengar kalimat yang ku lontarkan. Kepalanya tertunduk, tak mau memandangku.

"Aku Mencintaimu Joon. Sungguh. Bisakah kau menjadi milikku Joon? Bisakah kau menerimaku Joon?" Ulangku sekali lagi berharap aku mendapatkan jawaban yang aku inginkan.

"Maaf YongGuk. Kau sahabatku. Aku menyayangimu. Namun aku tak bisa mencintaimu."

'Kraakk'

"Bisakah kau memberiku kesempatan?" Tanyaku lagi, ia menggelengkan kepalanya.

"Wae? Apa yang kurang dariku Joon? Tak tahukah kau aku selalu bersamamu, menjagamu, itu karna aku mencintaimu Joon?" Tanyaku lagi.

"Aku tak bisa memberimu harapan kosong YongGuk. Aku tak mau lebih menyakitimu. Hatiku telah dimiliki orang lain. Kumohon mengertilah." Ucap JoonMyeon yang semakin membuat hatiku hancur. Ia hendak turun dari kasur, seketika aku menahannya.

"Kalau aku tak bisa memilikimu. Ijinkan aku merasakanmu saat ini saja Joon." Aku kehilangan kendali. aku menidurkannya lalu menindihnya.

"Lepaskan aku Yongguk!" Ia meronta, tapi tenaganya tak cukup kuat untuk melawan mengibgat ukuran tubuhnya yang lebih kecil dan tenaganya yang habis terkuras karena berlari tadi.

Aku tak peduli. Aku langsung menciumnya kasar, satu tanganku kugunakan untuk mengunci pergerakan tangannya, dan satu tanganku membelai lembut tubuhnya. Ia terus melawan dan aku semakin menciumnya kasar. Pergerakannya mulai lemah, namun aku tak akan melepaskannya.

Seluruh kancing kemeja seragamnya sudah terbuka, menampilkan kulit tubuh seputih susu yang mebuatku menggila. Kurasakan ia mulai kehabisan nafas, kulepaskan ciumanku dari bibirnya kedua tanganku kugunakan untuk mengunci pergerakannya. Ia menangis tanpa suara, aku tak peduli, lidah dan bibirku masih bergerilya mengelilingi titik sensitif pada tubuhnya.

"Lepaskan aku Bang YongGuk. Kumohon." Pintanya lirih yang tak kudengar sama sekali.

'Braakk'

"HYUUUNGG !"

"DAMN YOU !"

'Bughh'

'Buggh'

"Arrggghhhh! Beraninya Kau!" Ia memukulku lagi.

'Buuugghh'

"JOONG IINN! YONGGUK! Hentikan!" Teriaknya menghentikan perkelahian kami.

"Pergilah ! Jangan ganggu JoonMyeon Hyung lagi !" Kata namja bernama Jong In ini.

"Joon! Maafkan aku! Aku mencintaimu." Kataku pada JoonMyeon.

"Tak apa! Maafkan aku juga karena membuatmu seperti ini. Maafkan kelakuan adikku juga." Katanya sambil tersenyum padaku. Sungguh aku merasa bersalah padanya. Aku pun keluar ruangan ini meninggalkan dua kakak-beradik ini di dalam ruang kesehatan. Sedikit mengintip mereka berdua, sungguh aku merasa bersalah padanya.

Seketika mataku membulat melihat pemandangan yang ada dihadapanku sekarang.

Jong In mencium Joon Myeon tepat dibibir !

Aku mengucek mataku berharap apa yang aku lihat ini salah. Namun ternyata ini semua nyata. Bukankah, mereka kakak-beradik ?

Oohh ! Lihatlah tangan JongIn bergerilya di tubuh kakaknya, dan JoonMyeon hanya mengalungkan tangannya dileher JongIn. Mereka terus memperdalam ciuman mereka. Hingga mereka berdua terbaring dengan posisi JoonMyeon berada dibawahnya.

'Jadi ? Ini sebabnya ?' Batinku sambil melihat adegan yang seharusnya tak mereka lakukan di sekolah.

Yongguk POV end

Flashback End

.
'Aku akan mendapatkanmu! Aku mengetahui semua rahasia kalian! Dan jangan harap kau bisa lepas dariku Joon!' Batin Yongguk sambil memandang fotonya dan JoonMyeon yang ada digenggamannya.

"Tapi kurasa, aku harus bekerja ekstra, mengingat sainganku bertambah satu lagi." Gumamnya dengan smirk di bibirnya.

.

.

.
'Mato Cafe jam 4 sore'

"Sial, aku terlambat." Seorang namja manis berlari tergesa-gesa. Harusnya ia datang 20 menit yang lalu andai jam kuliahnya selesai tepat waktu.

Ia semakin mempercepat larinya saat seseorang yang akan ia temui berjalan meninggalkan cafe itu.

"KIM JONG IN!" Ia pun berteriak memanggil namja yang hendak ia temui itu.

'Hosh hosh hosh'

"Maaf aku terlambat. Kuliahku baru selesai 15 menit yang lalu. Maafkan aku maaf." Kata namja itu sambil terus menerus membungkukkan badannya.

"Jadi yang mengirimiku pesan itu Kau? Luhan Hyung?" JongIn bertanya pada namja itu, dan dijawab anggukan oleh Luhan.

Mereka kini duduk berhadapan di dalam cafe itu. Luhan yang kelelahan sehabis berlari meminum minumannya dengan rakus.

"Pelayan, aku minta minumannya lagi." Pinta luhan pada pelayan cafe itu. Ia bahkan sudah menghabiskan 3 gelas minuman.

"Silahkan minumannya."

"Terima kasih." Balas luhan sambil tersenyum ramah.

"Jadi apa yang ingin kau katakan Luhan Hyung?" Tanya JongIn yang mulai jengkel karena sedari tadi Luhan tak mengatakan apapun.

"Aku ingin menunjukkan ini padamu." Kata LuHan sambil memperlihatkan ponsel yang berisi rekaman kejadian di tempat parkir, saat JongIn mencium JoonMyeon. JongIn terbelalak kaget melihat hasil rekaman tersebut. Saat ia akan merebut ponsel itu, Luhan dengan sigap mengambilnya terlebih dahulu.

"Kaauu! Apa maumu yang sebenarnya?!" JongIn menggeram kesal.

"Aku akan menyimpan rapat-rapat rahasia ini. Namun aku ingin kau membantuku untuk..."

"Untuk ?"

"Berpura-pura jadi kekasihku." Kata Luhan yang membuat mata JongIn terbelalak lebar.

'Brak'

"KAU GILA!" Pekik JongIn seraya menggebrak meja. Luhan segera saja menarik JongIn untuk duduk kembali. Ia meminta maaf pada semua pengunjung yang terganggu akan teriakan JongIn.

"Diamlah! Dengarkan aku dulu. Begini, aku tau kau terganggu kan jika BaekHyun selalu mengikutimu. Dengan aku berpura-pura menjadi kekasihmu, BaekHyun tak akan lagi mengganggumu kan? Dan juga orang lain tak akan curiga dengan hubungan kalian berdua. Kau tau, banyak mahasiswa yang mulai penasaran apakah kalian benar-benar kakak-beradik atau sepasang kekasih." Jelas Luhan panjang lebar. JongIn nampak sedang berpikir keras akan tawaran Luhan ini. Jujur saja, ia juga lelah kalau BaekHyun mengikutinya terus menerus. Namun ia masih ragu akan tawaran Luhan. Lagipula BaekHyun bukanlah tipe namja yang dengan mudahnya menyerah hanya karena JongIn memiliki kekasih.

"Kau ? Tak ada maksud lain kan ? Apa kau menyukaiku ? Atau kau menyukai Hyung-ku ?" Tanya JongIn memastikan.

"Tak ada JongIn. Sungguh ! Lagipula ini tak akan lama, sampai..."

"Sampai ?"

"ChanYeol berhasil mendapatkan BaekHyun." Jelas Luhan dengan kepala tertunduk. Matanya menyiratkan kepedihan yang sangat mendalam. JongIn tercengang.

"Jadi ? Kau melakukan ini semua untuk mempersatukan BaekHyun dan ChanYeol ? Kau mencintai ChanYeol ?" Luhan hanya mengangguk dan tetap menundukkan kepalanya.

"Seingatku, dulu kau menyukai Kris Hyung, tapi kau merelakannya untuk SeHun. Sekarang, Kau mencintai ChanYeol, lalu mengapa kau tak berusaha mendapatkannya ? Malah kau merelakannya untuk si manja itu ?" Tanya JongIn. Ia merasa iba pada kawannya ini.

"Kalau Kris, aku sudah lama melupakannya. Mungkin saat itu aku hanya mengagumi sosok Kris yang terlihat sempurna. Tapi kali ini, aku benar-benar mencintai ChanYeol. Aku hanya ingin melihatnya bahagia, melihatnya tersenyum meski senyum itu bukan untukku ataupun karenaku. Kumohon JongIn. Aku tak tega melihatnya tersakiti terus. Aku tak ingin ia menderita. Kumohon." Kata Luhan memohon.

"Aku juga tau kalau kakakmu sedang dijodohkan. Aku tak sengaja mendengarnya saat JoonMyeon bercerita pada SungYeol mengenai perjodohan itu. Aku berjanji akan membantumu menggagalkan perjodohan itu. Aku berjanji akan menjaga kakakmu dari namja-namja yang ingin mendekatinya. Aku janji JongIn. Kumohon." Tambah Luhan yang membuat JongIn makin tak tega.

"Baiklah. Aku akan membantumu. Tapi kumohon rahasiakan hubunganku dengan kakakku yang sebenarnya. Jaga kakakku. Untuk masalah perjodohan itu, aku akan meminta bantuanmu jika aku memerlukannya." JongIn pun menyetujui rencana Luhan ini meskipun dalam hatinya ia sedikit tak yakin.

"Kudengar BaekHyun biasa ke Cafe ini kalau sore hari. Bersiaplah JongIn, karena drama kita akan kita mainkan mulai hari ini." Luhan menjelaskan rencananya dan JongIn pun hanya mengangguk.

'Tring'

Pintu cafe terbuka. Terlihat dua namja dengan perbedaan tinggi yang sangat kontras memasuki cafe tempat mereka berbincang.

JongIn secara tiba-tiba membelai rambut Luhan, ia pindah ke tempat duduk disebelah Luhan. Ia merangkul bahu Luhan. Dan Luhan sepertinya sudah tahu bahwa permainan mereka baru dimulai.

Dua namja yang baru masuk itu tercengang melihat pemandangan tersebut. Namja yang lebih pendek itu datang menghampiri meja mereka dengan penuh emosi.

'Byurr'

'Brakk'

"KAU! XI LUHAN! BERANINYA KAU MEREBUT JONG IN DARIKU!" Tangannya hendak menampar Luhan, Luhan hanya pasrah hingga ia merasakan tubuhnya didekap oleh JongIn.

"Hentikan Byun BaekHyun! Berani kau menyentuhnya, aku tak akan segan-segan menyakitimu." Kata JongIn tegas sambil memegang tangan BaekHyun yang hendak menampar Luhan.

"Mengapa kau melindunginya Jjong?!"

"Karena dia kekasihku." Jawab JongIn tegas.

'Cttaaarr'

Bagaikan petir di siang hari, hal tersebut sangat membuat BaekHyun dan ChanYeol terkejut.

"Kau Bohong! Itu tak mungkin! APA BAGUSNYA DIA JJONG?! MENGAPA KAU TAK MEMILIHKU! MALAH MEMILIH ANAK YATIM PIATU INI?" Tanya BaekHyun frustasi.

"Karena dia berbeda denganmu Baek! Hentikan ini semua Baek! Aku Jengah akan sikapmu yang manja! Carilah orang lain yang bisa menerimamu dan menjagamu Baek. Karena aku selamanya tak akan bisa menerimamu." Jawab JongIn.

"Kau bohong kan Jjong? Kau bohong kan?" Tanya BaekHyun Lirih.

"Aku tak bohong. Aku mencintainya."

Chu~

JongIn mencium kening Luhan yang membuat semua yang ada di cafe itu tercengang.

"Aku tetap tak percaya! Ingat Lu! Aku tak akan membiarkanmu bersamanya Lu!" BaekHyun yang tak tahan pun akhirnya pergi dengan emosi membuncah didadanya. Sedangkan ChanYeol, ia menatap Luhan penuh dengan kebencian sebelum akhirnya ia pergi menyusul BaekHyun.

Luhan hanya tersenyum melihat dua orang sahabatnya (mungkin akan menjadi mantan sahabat) pergi meninggalkannya. JongIn yang melihat raut wajah Luhan pun hanya menepuk punggung Luhan berharap dapat memberikannya semangat.

"JongIn" panggil seseorang lirih, namun masih didengar oleh dua namja ini.

'OH GOD !' Batin Luhan dan JongIn saat melihat JoonMyeon berdiri di depan pintu cafe melihat kejadian tersebut sejak tadi.

"Hyung" panggil JongIn tak kalah lirih.

"Him, Moon, Myung, Yeol, Kris, Hun aku pulang dulu. Lain kali saja kalian mentraktirku." Keenam orang yang datang bersama JoonMyeon hanya mengangguk bingung dengan perubahan sikap JoonMyeon secara tiba-tiba.

"JongIn, maafkan aku. Aku benar-benar tak tahu. Kejarlah dia! Cepat!" Luhan sungguh merasa bersalah akan kejadian ini. JongIn pun melesat pergi mengejar kakaknya. Namun ia kehilangan jejaknya.

"Lu! Kemarilah!" Seru Kris pada Luhan. Luhan menggeleng pelan.

"Aku pergi." Pamit Luhan sambil tersenyum kearah mereka semua.

Luhan pun pergi meninggalkan 6 orang namja yang masih bingung akan kejadian yang baru saja terjadi.

"Jadi ? Joon Hyung menyukai Luhan Hyung tapi Luhan Hyung menyukai JongIn?" Gumam SeHun yang benar-benar bingung akan perubahan sikap ketiga orang yang sedang bermasalah itu. Sedangkan yang lainnya hanya bisa menghela nafas. Mereka mengira hal yang sama seperti yang Sehun perkirakan.

"Atau karena JongIn tahu Joon menyukai Luhan, makanya ia merebut Luhan agar Luhan tak bisa mendapatkan Joon? Mengingat betapa sensitive dan posesifnya JongIn kalau sudah menyangkut tentang Joon." HimChan menambahi. Sementara yang lain hanya mengangkat bahunya bingung melihat kedekatan dua bersaudara ini.

.

.

.
JongIn sudah sampai dirumahnya saat ini. Pikirannya kalut. Ia sudah mencari JoonMyeon ketempat-tempat yang biasa dikunjungi JoonMyeon, tapi hasilnya NIHIL. Bahkan dirumahnya pun tak ada tanda-tanda keberadaan JoonMyeon. Ia sudah mengirim pesan, tak ada yang dibalas, ditelpon pun, ponselnya tak aktif.

'Kau dimana Hyung? Pulanglah' batin JongIn. Ia benar-benar pusing sekarang. Belum lagi, besok acara pertemuan keluarga antara JoonMyeon dengan namja yang akan dijodohkan dengan JoonMyeon.

.

Sementara itu

.

"JongIn" gumam JoonMyeon pelan. Ia sekarang berada di sebuah taman entah dimana ia berada sekarang. Pikirannya tak kalah kalut dengan adiknya. Ia bingung apakah ia harus merasa senang atau sedih. Ia kecewa. Bukan pada JongIn atau Luhan. Tapi pada dirinya sendiri. Ia sudah mengira cepat atau lambat ia harus berpisah dengan JongIn, harusnya ia sudah mempersiapkan dirinya. Namun, tetap saja ia tak bisa. Ia bukan malaikat. Ia hanya manusia yang punya rasa. Ia sakit. Hatinya sakit melihat orang yang ia cintai mengatakan 'cinta' kepada namja lain.

'Haaaahhh'

Ia hanya menghela nafas. Membuang semua beban yang membuat sesak didadanya.

"JoonMaHao Hyung!" Panggil seorang namja tampan bermata panda membuyarkan lamunan JoonMyeon.

"Zi Tao?"

"Sedang apa Hyung disini? Kau tak pulang Hyung? Ini sudah malam." Tanya pemuda bernama Tao tersebut. JoonMyeon nampak berpikir sejenak, ia malas pulang hari ini. Ia malas jika harus membahas masalah tadi dengan JongIn, besok juga adalah hari dimana ia bertemu dengan namja yang akan dijodohkan dengannya.

'Huufftthh'

"Sepertinya kau banyak masalah Hyung?" Pertanyaan Tao membuat JoonMyeon menghela nafas kembali.

"Bolehkah aku menginap di rumahmu malam ini Tao? Besok malam aku pulang." Pinta JoonMyeon pada Tao.

"Tentu Hyung! Tentu! Mungkin dengan kau menginap di rumahku kau bisa melupakan masalahmu sejenak. Kebetulan juga sepupuku Yixing sedang ke China untuk Lomba Dance. Jadi kau bisa menggunakan kamarnya malam ini." Ucap Tao mengijinkan.

"Terima kasih Zi Tao." Ucap JoonMyeon sambil tersenyum.

.

Next Day

.

"Umma siapkan saja bajuku. Aku sudah mandi dirumah temanku."

"..."

"Ne! Aku berangkat sebentar lagi. Aku diantar oleh temanku. Sampaikan permintaan maafku pada ahjumma dan ahjussi teman appa kalau aku terlambat."

"..."

"Ne. Bye Umma."

'Pip'

"Kau sudah siap Hyung? Ayo kuantar sekarang." Tawar Tao pada JoonMyeon.

"Apa tak apa Tao? Apa aku tak merepotkanmu? Kau kan juga sedang ada urusan ? Aku bisa kok, naik bus Tao." Tanya JoonMyeon pada Tao. Ia ragu, ia takut merepotkan Tao. Menginap di rumahnya saja itu sudah sangat merepotkan menurut JoonMyeon.

"Tak apa Hyung. Urusanku juga tak terburu-buru kok," Tao meyakinkan JoonMyeon agar mau diantar olehnya.

"Baiklah. Maaf aku merepotkanmu ya Tao."

"Tak merepotkan sama sekali Hyung. Justru aku senang bisa membantu Hyung." Ucap Tao tersenyum. JoonMyeon pun tersenyum seolah mengucapkan 'terima kasih' pada Tao.

"Kajja Hyung!"

"Ne."

Mereka berdua pun menuju rumah JoonMyeon menggunakan mobil sport milik Tao.

Suasana dalam mobil nampak santai, mereka sesekali menyanyi mengikuti lirik dari musik yang mereka putar, sesekali mereka tertawa jika mendengar lirik yang menurut mereka lucu. Tak butuh waktu lama, setelah perjalanan selama 20 menit mereka tiba di rumah JoonMyeon.

"Kau mau mampir sebentar Tao?" Tawar JoonMyeon sebelum ia benar-benar turun dari mobil Tao.

"Bolehkah Hyung?" Tanya Tao dan JoonMyeon pun mengangguk sambil tersenyum.

'Manis...' batin Tao

Mereka berdua pun turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah.

'Ceklek'

"Aku pulang!"

"Oohh, kau sudah..."

"TAO!" Namja dan Yeoja paruh baya tersebut memotong ucapan ibu JoonMyeon.

"MAMA? BABA? Jadi?" Tao pun bertanya pada pasangan suami istri tersebut yang ternyata adalah kedua orang tuanya.

"Oh, jadi kalian sudah saling mengenal? JoonMyeon sayang, ini Mr dan Mrs Huang, Kolega appa di kantor. Dan dia adalah Huang Zi Tao, yang akan kami kenalkan padamu." Jelas ayah JoonMyeon yang masih terkaget karena ternyata orang yang akan dijodohkan dengannya adalah TAO. Adik kelasnya sendiri.

"Waaahhh, ternyata mereka sudah saling mengenal Mr. Kim! Bagaimana kalau kita langsung adakan pertunangan untuk mereka?" Usul ayah Tao yang disambut tawa oleh Mrs. Kim dan Mrs. Huang.

"Hahaha! Kau benar. Ayo kita rencanakan saja mulai sekarang Mr. Huang. Hahaha." Mr. Kim menyahuti perkartaan Mr. Huang dan mereka pun kembali menuju meja makan dengan tawa terkembang di bibir mereka.

"Joon, kau ganti baju dulu. Setelah itu kita makan malam bersama. Arra?" Suruh Mrs. Kim pada anak sulungnya itu.

"Baik umma." JoonMyeon pun langsung menuju kamarnya mengganti pakaiannya.

"JongIn! Temani Tao dulu!" Suruh sang ibu lagi pada si bungsu yang masih berdiri mematung. Setelahnya Mrs. Kim kembali ke meja makan berkumpul bersama para orang tua.

"Halo Kim Jong In! Senang bertemu denganmu." Sapa Tao pada Jong In.

"KAUU..." Desis JongIn sebal pada namja yang hampir saja ia hancurkan wajahnya.

"Sudah kubilangkan aku akan mendapatkan kakakmu dengan caraku. Jadi, berhentilah mengekang JoonMyeon dan restui kami ADIK IPAR !" Bisik Tao penuh penekanan pada JongIn.

JongIn hanya bisa menggeram kesal sambil mengepalkan tangannya karena ia tak mungkin berbuat keributan disini sekarang. Mereka pun saling men-death glare satu sama lain seolah tatapan mereka dapat memunculkan laser mematikan seperti ultraman.

"Tao? Jjong? Ada apa dengan kalian? Ayo kita ke ruang makan." Ajak JoonMyeon pada kedua namja itu.

'Ingat Huang Zi Tao. Aku tak akan diam saja Kau merebut Hyung yang ku cintai. KIM JOONMYEON HANYA MILIK KIM JONG IN!' Batin JongIn. Ia pun ikut menyusul Hyung-nya menuju ruang makan.

.

.

.
part 6 nya nunggu modemnya diisi pulsa dulu... wekekekekek

.

.

.

yowez,, gitu aja.. gag maksa review kok.. tapi kalo ada yang review, Alhamdulillah...

.

.

.

.

yasudah... Makasi banyak buat yang nyempetin baca fic hina saya ini...

.

.

Wassalam xD