Author : Vy
Rated : T to M
Genre : Tentuin sendiri lah xDD
Lenght : Chaptered
Cast :
Kim Joon Myeon, Kim Jong In, Byun Baek Hyun, Xi Lu Han, Park Chan Yeol, Huang Zi Tao, Bang Yong Guk, Wu Yi Fan / Kris Wu, Oh Se Hun, Lee Sung Yeol, Kim Myung Soo, Yoo Young Jae, Kim Him Chan, Moon Jong Up, And other
Note :
Habis baca jangan lupa Coment ! Review ! Oyi?
Kritik dan saran sangat dibutuhkan :D
Warning :
Yaoi / Shou-ai, Incest, Typo (s), OOC (maybe?), bahasa aneh, cerita membosankan, dan lain sebagainya.
-inget yaaa.. Ini epep main pair nya KaiHo :D-
Disclaimer :
Suho punya Kai, Kai punya Suho ! *bllettakk*
Cast punya Tuhan, orang tua, keluarga, manajemen, dan Fansnya. Tapi Yoochun, Chen, Yongguk, TOP milik gue! Hahahahagz xDD
Cerita punya gue ! Asli dari otak kurang waras gue !
Yaudah ! Mulai aja lah ! Happy reading :D
.
The Story Begin
.
Author POV
Suasana pagi hari ini terlihat cukup cerah, membuat para penduduk kota ini melakukan aktifitasnya dengan penuh semangat. Sama seperti dua orang yang sedang melakukan aktifitasnya ini
"Eeuunngghh... JongIIINNN"
"Yeesss My Joon."
Hanya desahan dan suara derit kasur yang terdengar di ruangan tersebut. Bahkan suara desahan mereka pun terdengar sampai di luar kamar.
Mereka tak takut ketahuan?
Tenang. Karna kedua orang tua mereka sedang melakukan dinas ke Thailand. Sedangkan Maid dirumah mereka, hanya peduli dan fokus pada pekerjaan masing-masing.
"I wanna... Aahhh.. JJOOONNGG...!"
"Ouusshh,, Hyuunngghhh..."
Suara teriakan dan erangan itu menjadi penutup kegiatan pagi mereka.
Sambil mengatur nafasnya, si namja tampan berbaring terlentang dengan tangan kiri memeluk dan membelai rambut si namja manis dengan sayang. Sedangkan Si namja manis itu tidur menyamping memeluk si tampan. Keringat yang membanjiri tubuh mereka tak membuat JoonMyeon, si namja manis, risih. Ia malah menghirup dalam-dalam aroma tubuh JongIn. Aroma yang paling ia suka.
"Hyung?" Panggil JongIn
"Hm?"
"Aku kemarin bertemu dengan YongGuk." Ucap JongIn. JoonMyeon diam, menunggu adiknya ini meneruskan ucapannya.
"Ia mengancam akan menyingkirkan Zi Tao." Lanjut JongIn.
"Menyingkirkan Tao?" Ucap JoonMyeon bingung. Keningnya berkerut. Ia tak mengerti mengapa YongGuk mengancam adiknya dengan ancaman yang pasti akan disetujui adiknya.
"He'em. Setelah menyingkirkan Tao..." JongIn menggantungkan ucapannya. JoonMyeon semakin bingung. Jantungnya berdetak. Feelingnya berkata, kalau ini bukanlah hal yang baik.
"Ia akan membongkar semuanya?" Tanya JoonMyeon.
"Yap. Bagaimana kau tahu?"
"Dia juga mengancamku dengan ancaman yang sama Jjong."
"Kau bertemu dengannya juga? Kau tak diapa-apakan kan Hyung?" Cemas JongIn.
"Dia mendatangiku saat aku di kelas sendirian. Beruntung SungYeol dan MyungSoo tiba-tiba datang." Jelas JoonMyeon pada JongIn. Ia merasa tak enak karna membuat adik tercintanya ini khawatir.
"Tapi yang aku heran. Kenapa dia membawa-bawa Zi Tao dalam masalah ini?" Lanjut JoonMyeon.
"Tentu saja karna Tao adalah orang yang dijodohkan denganmu. Dia benar-benar terobsesi padamu Hyung. Dia nampak seperti seorang psikopat."
"Kau berlebihan sekali."
"Kau masih membelanya Hyung? Haaiisshh." Dengus JongIn tak terima.
"Bagaimanapun dia dulu sahabatku BlackJjong. Aku hanya ingin dia kembali menjadi Yongguk yang dulu. Yongguk sahabatku." Ucap JoonMyeon. Pikirannya menerawang ke masa-masa saat dia dan Yongguk adalah sepasang sahabat baik. Ingin JoonMyeon kembali mengulang masa-masa itu. Tapi bagaimana caranya? JoonMyeon pun tak tahu.
"Ya ya ya. Semoga dia bisa kembali menjadi Yongguk yang dulu dan tak mengganggu kita lagi." Ucap JongIn ketus. Cemburu mungkin?
"Aaahhh,, Kau cemburu?" Ejek JoonMyeon.
"Memangnya salah?" JongIn berucap dengan nada sebal. JoonMyeon pun hanya tertawa melihat adiknya -atau kekasihnya- ini cemburu. Nada manjanya ketika cemburu benar-benar membuat JoonMyeon mual.
"Hahaha. Kau merajuk? Sungguh tak sesuai dengan wajahmu." Ejek JoonMyeon.
JongIn mendekatkan bibirnya ke telinga JoonMyeon.
"Eeuunngghh." Desahan JoonMyeon lolos begitu saja saat merasakan nafas JongIn yang berhembus di salah satu daerah tersensitifnya.
"Diamlah, atau kau kuserang saat ini juga." Bisik JongIn membuat mata JoonMyeon membelalak lebar.
"ARE YOU BEAST? 6 round, then 1 round in this morning, isn't enough?" Pekik JoonMyeon. Gara-gara kemarin JoonMyeon berangkat kuliah dengan Tao, sekarang JoonMyeon harus menerima hukuman dari JongIn.
Sungguh ia sudah tak sanggup lagi. Entah JoonMyeon yang terlalu menggoda atau JongIn yang terlalu mesum?
"Hyung.. Ayolaaaahh.." Rengek JongIn.
"NO!"
'Blam'
Setelah berteriak, ia segera bangkit dan langsung menuju kamar mandi, meninggalkan JongIn yang tertawa melihat Hyung-nya yang berlari seperti pinguin yang sedang kesleo. Ia tak ingat, siapa yang membuat Hyung-nya itu jadi tak bisa berjalan.
'Tenanglah Hyung. Aku akan mengurus semuanya.' Batin JongIn setelah ia menghentikan tawanya. Ia berharap, Yongguk tak serius dengan ucapannya. Mengurus Zi Tao saja sudah membuatnya pusing, ia tak ingin Yongguk juga membuatnya bertambah pusing.
.
.
.
.
.
.
"Masakanmu benar-benar enak Hyung. Kalau kau tinggal denganku terus, bisa-bisa aku gemuk mendadak." Ucap YoungJae pada Luhan dengan mulut penuh dengan makanan. Luhan hanya tersenyum kecil melihat tingkah YoungJae yang menurutnya lucu ini.
"Telan dulu makanannya. Hanya ini yang bisa kulakukan atas kebaikanmu Jae." Ucap Luhan sambil tersenyum. Ia benar-benar berterima kasih, karna YoungJae mau membantunya disaat seperti ini.
"Tak apa Hyung. Aku justru senang kau mau tinggal denganku. Karna jujur saja, aku bosan kalau harus tinggal sendiri terus." Ucap YoungJae tulus pada Luhan. Ia memang bosan tinggal sendiri. Orang tuanya tinggal di Busan, dan ia hanya sendiri di kota ini.
"Kau memang dongsaeng yang baik. Eh Jae, bahan makanan di kulkasmu habis. Setelah ini aku pergi belanja, kau makanlah yang banyak, kemudian istirahatlah." Ucap Luhan pada YoungJae.
"Harusnya aku yang bilang begitu padamu Hyung. Wajahmu saja masih terlihat pucat. Kita ke supermarket saja bersama, bagaimana?" Tawar YoungJae. Ia khawatir dengan Luhan, maka dari itu ia memutuskan untuk menemani Luhan berbelanja. Toh, juga untuk kepentingan perutnya, pikir YoungJae.
"kalau begitu, selesaikan, lalu kita berbelanja bersama." Ucap Luhan sambil tersenyum manis.
"Nanti sekalian jalan-jalan ya Hyung. Sekarang kan hari Sabtu." Ajak YoungJae yang diangguki oleh Luhan.
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka bersama, sebelum mereka bersiap-siap untuk pergi berbelanja.
.
.
.
.
.
.
'I'm at a payphone trying to call home All of my change I spent on you...' Dering ponsel JoonMyeon membuatnya menghentikan aktifitasnya mengeringkan rambut.
'Zi Tao'
"Ada apa anak ini menelpon pagi-pagi?" Gumam JoonMyeon sebelum mengangkat ponselnya.
"Halo." Sapanya.
"Halo Joon Hyung."
"Iya Tao. Ada apa kau menelponku pagi ini Tao?" Tanya JoonMyeon to the point.
"Apa kau ada waktu hari ini? Aku ingin mengajakmu keluar."
'Ceklek'
Ia menatap JongIn yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Aku sepertinya tak bisa Tao. Maaf."
"Kalau aku berkunjung ke rumah Hyung boleh kan?" Tanya Tao sedikit memaksa.
"Eemmmm..."
"Aku sudah ada di depan rumahmu Hyung."
"Haaaahh?!" Kaget JoonMyeon.
"Baik-baik. Kau masuk saja. Aku mau ganti baju dulu."
"Baik Hyung."
'Huufftthh'
"Mau apa anak panda itu kesini?" Tanya JongIn ketus. Moodnya yang semula baik menjadi -sangat- buruk setelah mendengar nama 'TAO'.
"Aku tak tahu JongIn. Lebih baik kau cepat pakai bajumu. Aku akan menemuinya dulu."
Chu~
Setelah mengecup bibir tebal adiknya itu, JoonMyeon pun keluar menemui Tao yang ternyata sudah duduk manis di kursi tamu.
"Aahh. Tuan muda JoonMyeon."
"Pagi bi." Sapa JoonMyeon pada salah satu maidnya itu.
"Pagi Hyung." Sapa Tao.
"Pagi Tao." Sapa JoonMYeon.
"Paman Kim dan Bibi Kim tak ada dirumah Hyung?"
"Iya, Appa dan Umma sedang berada di Thailand."
"Kau sibuk apa Hyung? Sampai kau tak bisa menemaniku jalan-jalan hari ini?" Tanya Tao dengan nada yang terdengar kecewa.
"Maafkan aku Zi Tao. Aku hanya benar-benar malas untuk keluar hari ini." Jawab JoonMyeon seadanya. Sebenarnya ia bukan malas. Tetapi, gara-gara 'hukuman' yang diberikan oleh JongIn. Bayangkan, hanya untuk sekedar duduk dan berdiri saja sakit, apalagi jika dibuat berjalan.
"Apa kau sakit Hyung?" Tanya Tao cemas. Ia tiba-tiba memeluk JoonMyeon dari samping, kemudian memegang kening JoonMyeon.
"Aku tak apa Tao. Aku hanya malas. Sungguh." Ucap JoonMyeon sambil berusaha menjauhkan tangan Tao dari wajahnya.
"EHEEMM!" Seseorang berdehem cukup keras dibelakang mereka berdua. JoonMyeon yang kaget, sontak menjauhkan tubuhnya dari pelukan Tao.
"Pagi JongIn." Sapa Tao ramah.
"Hmmm! Hyung, aku lapar." Ucap JongIn. Moodnya benar-benar buruk saat melihat Tao dengan seenak pantatnya memeluk Hyung tercintanya itu.
"Bagaimana kalau kita makan di luar Hyung? Sekalian kita jalan-jalan. Aku juga ingin mengakrabkan diri dengan JongIn." Ucap Tao yang hanya ditanggapi dengusan oleh JongIn.
JoonMyeon ingin menolak. Tapi, melihat wajah Tao, ia jadi tak tega. Lagipula ia juga takut ayahnya akan marah kalau tahu ia menolak ajakan Tao.
"Baiklah. Aku dan JongIn bersiap-siap dulu. Ayo Jjong." Ajak JoonMyeon. JongIn pun mengikuti Hyungnya dengan langkah malas.
.
.
.
.
.
"Hyung, aku ke bagian es krim dulu yaa? Kau tak apa kan?" Pamit Youngjae pada Luhan.
"Iya Jae. Aku tunggu kau disini ya." Jawab Luhan sambil memilih sayuran. Mereka berdua ada di supermarket sekarang. Luhan yang sibuk memilih sayuran dan bahan makanan lain, sedangkan YoungJae sibuk memilih camilan dan es krim.
'Greb'
"Ehh?!" Kaget Luhan saat ia tak sengaja mengambil sayuran yang sama dengan pengunjung supermarket lain.
"Aah, maafkan aku bi. Aku tak sengaja. Untuk bibi saja." Ucap Luhan pada bibi tersebut.
"Terima kasih anak muda. Waahh, kau rajin sekali, pagi-pagi pergi berbelanja. Tak seperti anakku, yang malas jika disuruh berbelanja." Ucap bibi itu.
"Aku sudah biasa melakukannya bi. Hehe." Ucap Luhan sopan.
Bibi itu terlihat sangat terpesona dengan Luhan. Entah Luhan yang terlalu tampan, terlalu manis, atau terlalu sopan. Ia terus saja memandangi Luhan yang sibuk memilih sayuran yang lain. Luhan yang merasa diperhatikan pun memberanikan bertanya pada bibi itu.
"Eeemm, maaf, apa ada yang salah denganku bi?" Tanya Luhan.
"Eeh?! Tidak tidak. Hanya kau sangat manis anak muda. Siapa nama mu?"
"Nama saya Xi Luhan bi. Panggil saja Luhan." Ucap Luhan Sopan. Bibi itu sepertinya terlihat kaget.
"Xi Luhan? Kau orang China ya nak?" Tanya bibi itu penasaran.
"Hehehe, iya bi. Saya dari China."
"Oohhh! Begitu."
"Luhan Hyung!" Panggil YoungJae sambil berlari membawa berkotak-kotak es krim.
"Eh?! Annyeong." Ucap YoungJae sambil membungkukkan badannya pada bibi yang sedang bersama Luhan.
"Ini kawanmu nak?" Tanya bibi itu pada Luhan.
"Iya Bi, saya kawannya Luhan Hyung. YoungJae imnida."
"Waahh, andaikan aku punya anak semanis dan serajin kalian." Ucap bibi itu yang disambut oleh tawa dari Luhan dan YoungJae.
"Bibi bisa saja." Ucap YoungJae.
Mereka bertiga pun melanjutkan acara belanjanya bersama. Entah mereka yang terlalu easy going atau apa, tetapi suasana diantara mereka benar-benar tak ada kecanggungan sama sekali. Benar-benar seperti ibu dan anak-anaknya.
"Kulihat-lihat, kenapa wajah bibi dan Luhan Hyung terlihat mirip ya?" Celetuk YoungJae.
Bibi dan Luhan pun saling memandang dan tersenyum.
"Mungkin hanya kebetulan saja Jae." Ucap Luhan.
"Tapi hidung dan mata Hyung persis dengan bibi. Benarkan bi?" Ucap YoungJae lagi. Bibi itu hanya terdiam memandangi Luhan. Tatapannya berubah sendu. Luhan yang tak enak langsung saja memukul lengan YoungJae itu dengan sayang.
"Kau itu ada-ada saja Jae. Maafkan temanku ya bi." Ucap Luhan sungkan.
"Tak apa Luhan, YoungJae kan hanya mengutarakan pendapatnya. Kalian benar-benar lucu." Ucap bibi itu. Sedangkan YoungJae hanya nyengir saja.
"Sepertinya sampai disini dulu perbincangan kita ya. Lain kali mainlah kerumah bibi. Kita makan bersama. Bibi pergi dulu ya." Pamit bibi itu. Sebelum pergi, bibi tersebut membelai kepala Luhan sayang, yang membuat Luhan dan YoungJae bingung akan kelakuan bibi tersebut.
"Hati-hati bi." Ucap mereka bersamaan.
"Ayo Jae." Ajak Luhan. Mereka pun menuju ke mobil YoungJae yang ada di parkiran depan.
"Iya Hyung."
'Bibi tadi aneh. Apa dia naksir dengan Luhan Hyung ya?'
'Ahhh! Tidak mungkin.' Batin YoungJae.
'Mungkin karna Luhan Hyung orang yang sopan. Iya. Karna itu.'
.
.
.
.
.
From : Panda Huang
Message:
Blue Ice cafe sekarang!
"Aiiss,, kenapa dia mendadak sekali. Dasar panda!" Desis seorang namja imut itu sebal. Ia sedang dalam perjalanan menuju tempat yang diberitahukan oleh temannya itu.
'Ckkiiiittt'
"Hoaah, akhirnya sampai juga."
Sementara si imut itu sedang memarkirkan mobilnya. Terlihat tiga namja tampan yang sedang duduk di salah satu meja di cafe tersebut, menanti pelayan yang akan membawakan menu makanannya.
"Permisi tuan, ini menunya." Ucap pelayan itu sopan.
"Terima kas... Lho ChanYeol?"
"Eeh?! JoonMyeon Hyung? JongIn?" Kaget pelayan tersebut yang ternyata adalah ChanYeol.
"Kau kerja disini Chan?" Tanya JoonMyeon.
"Hehehe. Iya Hyung." Jawab Chanyeol dengan cengiran idiotnya.
"Eh, kalian belum saling kenal kan? Kenalkan, Tao dia Chanyeol. Chanyeol ini Tao." Ucap JoonMyeon ramah.
"Halo, aku Chanyeol." Ucap Chanyeol sambil berjabat tangan dengn Tao.
"Aku Tao, tunangan JoonMyeon Hyung." Jawab Tao enteng yang membuat ketiga orang disekitarnya membelalakkan matanya. Sedangkan Tao hanya tersenyum dan bersikap santai.
"Wah, Hyung sudah bertunangan ternyata? Mengapa tak memberitahu kami?" Tanya Chanyeo exited.
"Sejak kapan kau bertunangan dengan Hyungku?!" Ketus JongIn tak terima.
"Iya, belum. Tapi akan. Pertunangan kami akan diadakan sepulang orang tua kami dari tugas dinasnya. Kau jangan lupa datang ya." Ucap Tao pada Chanyeol. JoonMyeon hanya bisa diam dan tersenyum kikuk pada Chanyeol. Sedangkan JongIn hanya memandang nanar pada JoonMyeon. Ia merasakan sesak yang luar biasa ketika mendengar Tao mengatakan hal yang tak ingin didengarnya. Ingin rasanya ia merobek mulut Tao, tapi ia masih punya hati. Jadi ia hanya bisa diam mengepalkan tangannya dibawah meja.
'Tring'
Pintu cafe itu terbuka, diikuti dengan masuknya namja imut itu kedalam cafe tersebut.
"Baekhyun?" Lirih Chanyeol. Membuat 3 orang yang sedang duduk di hadapannya ini menoleh kearah pintu masuk.
"Eeh?! Chanyeol? Kau kerja disini?" Tanya Baekhyun pada Chanyeol, ramah. JongIn yang melihat perubahan sifat Baekhyun pada Chanyeol hanya mengeryit heran.
'Sejak kapan ia bisa bersikap ramah pada Chanyeol?' Batin JongIn.
"Hehehe. Iya Baek. Kau, sedang apa pagi-pagi kemari?" Tanya Chanyeol dengan senyum yang terpatri di wajahnya.
" Tentu untuk sarapan Chanyeol. Tapi tak sengaja, malah bertemu denganmu dan juga bertemu mereka. Hai Hyung, JongIn, Tao!" Sapa Baekhyun pada 3 orang yang sedari tadi sibuk dengan menunya.
"Halo Baek. Duduklah." Tawar JoonMyeon yang diangguki oleh Baekhyun. Ia pun mengambil duduk disebelah JongIn.
"Kau kenapa Jjong? Kau sakit?" Tanya Baekhyun yang melihat JongIn hanya terduduk lemas ditempatnya.
"Tidak!" Ketus JongIn. Ia paling malas jika disuruh berhadapan dengan Baekhyun. Sifatnya yang sok perhatian itu malah membuat JongIn jengah.
"Ooohh... Chanyeol, berikan kami menu terbaik di sini ya. Kau juga ikutlah makan bersama kami, aku yang traktir." Ucap Baekhyun kemudian. JongIn dan JoonMyeon sempat terheran dengan perubahan sifat mendadak dari seorang pemuda bermarga Byun ini. Terlebih sifatnya kepada Chanyeol. Karna setau mereka, Baekhyun sangat enggan bersikap ramah dan manis pada Chanyeol. Apalagi jika ada JongIn didekatnya, ia akan melupakan orang disekitarnya dan hanya akan peduli pada JongIn.
"Baiklah. Menu spesial dari cafe kami untuk teman-temanku yang spesial. Tunggu ya..." Ucap Chanyeol riang. Ia pun pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.
"JoonMyeon Hyung, wajahmu pucat. Kau kenapa?" Tanya Baekhyun pada JoonMyeon ramah.
"Aku tak apa Baek, hanya sedikit kelelahan." Jawab JoonMyeon sambil tersenyum manis.
"Kau bagaimana sih JongIn. Kau adiknya tapi tak memperhatikan Hyung-mu sendiri. Adik macam apa kau.." Gurau BaekHyun, yang hanya dijawab dengusan sebal oleh JongIn.
"Sudah, kenapa kau jadi memarahi JongIn? JoonMyeon Hyung saja yang kadang keras kepala, hingga kelelahan seperti ini." Ucap Tao sok perhatian yang membuat perut JongIn mual. Matanya tak berhenti menatap wajah JoonMyeon yang menurutnya imut itu. Tangannya mengusap lembut surai JoonMyeon. Sedngkan yang diusap kepalanya, berusaha menjauhkan tangan Tao dengan lembut.
"Aaaaaahh.. Kalian romantis sekali. Kau tak usah malu-malu Hyung, Tao sudah bercerita padaku kok, kalau kalian akan segera bertunangan kan? Selamat ya..." Ucap BaekHyun antusias.
"Doakan kami ya Baek." Ucap Tao sambil mengecup punggung tangan JoonMyeon. JoonMyeon hanya tersenyum kikuk menanggapi ucapan Tao. Matanya tak sengaja menatap JongIn yang terlihat menahan emosi. JoonMyeon diam sajabukan karna dia menyukainya, tapi karna takut pada Appanya. Appanya akan marah besar jika tahu JoonMyeon melukan hal yang tidak menyenangkan pada Tao.
"Pasti!" Ucap BaekHyun sambil mengacungkan dua jempolnya. Tao secara tiba-tiba, merangkul pundak JoonMyeon dan mencium puncak kepalanya. JoonMyeon dan JongIn terbelalak dengan kelakuan Tao yang tiba-tiba itu. Ingin rasanya ia membakar Tao sekarang juga, tapi dia tidak gila.
"Ahhhh... Kalian romantis sekali, aku jadi iri dengan kalian." Ucap BaekHyun berlebihan.
'Sraaaakkk'
"Aku pulang!" Ketus JongIn tiba-tiba. Ia langsung berjalan menuju pintu keluar cafe itu. Sungguh ia tak tahan melihat orang terkasihnya bermesraan dengan lelaki lain. Tapi apa yang bisa ia perbuat? Ia tak ingin Appanya menyiksa Hyung-nya dan membunuhnya jika ia berbuat sesuatu kepada Tao.
"Lhoo... JongIn! Kau mau kemana? Makanannya sudah siap." Seru Chanyeol yang melihat JongIn tiba-tiba keluar dengan muka masam.
"Tao, Baek, aku menyusul JongIn dulu ya? Kalian makanlah duluan. Aku segera kembali." Ucap JoonMyeon sambil tersenyum ramah pada mereka. Ia khawatir pada JongIn. Ia mengerti bagaimana perasaan JongIn.
JoonMyeon pun berlari menyusul JongIn. Ia mempercepat larinya saat melihat JongIn yang tak jauh dari posisinya sekarang ini.
"JongIn!" Panggil JoonMyeon sambil mencekal pergelangan tangan JongIn. Bukannya menjawab, JongIn malah menghempaskan tangan JoonMyeon dengan kasar dan kembali berjalan tanpa menoleh kearah JoonMyeon.
"JongIn! Kumohon!" JoonMyeon terus mengejar JongIn.
"Sudahlah Hyung. Aku tak apa. Kau makanlah dengan mereka. Aku tak nafsu. Lebih baik aku pulang." Ucap JongIn sambil terus berjalan tanpa sedikit pun menoleh kearah JoonMyeon. JoonMyeon yang nampaknya kelelahan, tak mempedulikan keadaannya sendiri. Ia terus mengejar JongIn, berharap JongIn mau mendengarnya.
"JongIn! Berhentilah. Kumohon..." Ucap JoonMyeon saat ia berhasil mencekal kembali tangan JongIn.
"Lepaskan Hyung!" Bentak JongIn. Dengan kasar ia menghempaskan tangan JoonMyeon, hingga JoonMyeon terjatuh.
"AAAWWWW..." Pekik JoonMyeon saat terjatuh. Pinggang dan pantatnya yang masih terasa sakit, harus bertambah sakit kembali karna terjatuh dengan sangat keras.
"HYUUNNGG..." Teriak JongIn saat menyadari Hyung-nya terhatuh akibat ulahnya. Ia berlari kearah JoonMyeon dan membantunya untuk berdiri.
'plettaaakk'
"Kau ini! Sudah tau pinggangku masih sakit, kau malah membuatnya bertambah sakit." Ucap JoonMyeon sambil mem-pout-kan bibirnya dan mengelus pantatnya yang terasa nyeri.
Chu~~
JongIn yang gemas melihat bibir Hyung-nya itu langsung menciumnya, melumatnya lembut dan penuh cinta. Tak peduli bahwa mereka sekarang berada ditempat umum dan menjadi bahan tontonan warga yang berjalan. Sedangkan JoonMyeon hanya diam mematung. Ia kaget bercamour malu. Bagaimana bisa adiknya ini menciumnya ditengah jalan seperti ini. Sungguh memalukan. Tapi, JoonMyeon menyukainya.
"Maafkan aku Hyung. Lagipula untuk apa kau mengejarku, hm?" Tanya JongIn lembut pada JoonMyeon setelah tautan bibirnya terlepas.
"Kumohon, bertahanlah. Apa kau tega membiarkanku bersama mereka? Lagipula, kau tak ingin kan si panda itu mengadukan sikap tak sopanmu kepada Appa? Apa kau mau dia mengadukanmu, kemudian kau dikirim ke Jepang dan berpisah denganku?" Ucap JoonMyeon setengah manja pada JongIn.
"Tapi aku tak tahan Hyung. Melihatnya bersikap sok romantis seperti itu, membuatku ingin mencabuti bulu pantatnya!"
"Kumohon JongIn.. Pikirkan aku. Ada kau saja dia bersikap seperti itu, bagaimana jika kau pulang.. lagipula, pikirkan juga reaksi Appa jika mengetahui hal ini. Appa bisa marah dengan kita JongIn..." Mohon JoonMyeon panjang lebar, berharap adik tercintanya ini mau menurutinya.
"Haaaaahhh... Baiklah! Bagaimana bisa aku menolak permintaan Hyung-ku yang menggemaskan ini..." Jawab JongIn sambil mencubit pipi JoonMyeon gemas. JoonMyeon hanya bisa memerah mendapatkan perlakuan manis seperti ini dari orang yang dicintainya itu.
Mereka pun kembali ke cafe. JongIn yang sedari tadi dongkol, berusaha menahan diri agar ttk lepas kendali. Ia hanya memikirkan JoonMyeon. Sedangkan, 3 orang di cafe tadi hanya diam menunggu kedatangan JoonMyeon dan JongIn.
"Sebenarnya, JongIn kenapa? Mengapa dia tiba-tiba seperti itu?" Chanyeol yang sedari tadi diam saja, akhirnya memutuskan untuk bertanya.
"Aku tak tahu. Mungkin ada masalah dengan kekasihnya." Jawab Tao enteng.
"Luhan? Ia bermasalah dengan Luhan?" Tanya ChanYeol spontan. BaekHyun yang mendengar nama Luhan disebut, raut wajahnya langsung berubah. Ingatannya mengenai kejadian sore itu, ketika Luhan bermesraan dengan JongIn, terputar kembali di otaknya. BaekHyun mengepalkan tangannya dengan sangat kuat berusaha meredam emosinya.
"Eh?! Ma-maafkan aku." Ucap ChanYeol setelah menyadari perubahan raut wajah Baekhyun. Ia tak ingin orang yang dicintainya ini mengingat kembali peristiwa yang membuatnya sakit. Namun, entahlah, ia hanya merasa khawatir pada Luhan.
"Tak apa. Kau tenang saja..." Ucap BaekHyun sambil tersenyum manis pada Chanyeol. ChanYeol terkejut. Pasalnya, tak pernah sekalipun BaekHyun memberikan senyum manisnya pada ChanYeol. ChanYeol pun balas tersenyum padanya.
'Bolehkah aku berharap lebih dari ini' Batin ChanYeol sambil memandang BaekHyun yang tersenyum kearahnya.
"Maaf menunggu. Kalian belum makan?" Tanya JoonMyeon pada ketiga temannya yang menunggunya di meja makan ini. JongIn yang mood-nya masih buruk, langsung kembali ke tempat duduknya dan memakan makanannya.
"Kami menunggumu JoonMaHao... Ayo kita makan. Sepertinya JongIn benar-benar lapar." Gurau Tao saat melihat JongIn makan dengan lahapnya. JongIn hanya mendengus kesal sambil terus memakan makannya dengan penuh emosi.
Mereka pun makan dengan tenangnya. Sesekali Tao mencoba menyuapi JoonMyeo, menarik perhatiannya. Tapi, JoonMyeon hanya tersenyum menolak perlakuan Tao. JongIn yang melihatnya, hanya tertawa dalam hati.
"ChanYeol, kau makan daging ini ya. Biar tenagamu yang terkuras sehabis kerja, cepat pulih." Ucap BaekHyun sambil tersenyum manis. JongIn, ChanYeol, dan JoonMyeon kompak tersedak makanan mereka hingga mereka terbatuk dengan tidak elitnya.
"Kalian makan pelan-pelan dong. Kalau terburu-buru jadi tersedak kan." Baekhyun langsung memberikan minuman pada ChanYeol yang masih terbatuk-batuk. Chanyeol menerimanya dengan ekspresi yang sangat heran.
'Bagaimana bisa? Secepat inikah rencana Luhan berhasil? Mencurigakan?!' Batin JongIn heran.
'Bisakah BaekHyun bersikap seperti ini terus Tuhan?' Batin Chanyeol. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa sangat bahagia ketika BaekHyun hanya memperhatikannya sedari tadi.
.
.
.
.
.
"YoungJae... Bagaimana ini? Aku tak mengerti apapun soal mobil." Panik Luhan. Ditengah perjalanan mereka, mobil YoungJae tiba-tiba saja mogok. Luhan dan YoungJae yang hanya bisa mengendarai mobil namun tidak tahu menahu masalah mobil, hanya bisa mondar-mandir tak jelas. Ingin menelpon bengkel, tak satupun dari mereka yang membawa ponsel, telpon umum pun tak ada. sungguh sial nasib mereka.
"Kau jangan tanya padaku Hyung. Aku hanya bisa mengendarai dan mengisi bensin saja. Kalau mogok begini, aku mana tahu." Keluh YoungJae. Mereka pun hanya menghela nafas dan berdoa semoga ada malaikat tampan yang mau menolong mereka.
"Heyyyy... kalian sedang apa disini?" yaaa, sepertinya doamereka berdua terkabul. Seorang namja tampan datang menghampiri mereka.
"Mobil kami mogok. Bisakah kau menolong kami." Pinta Luhan dengan wajah memelasnya. Membuat namja tersebut terpesona dengan wajah manis Luhan. YoungJae yang melihat namja tadi memandangi Luhan, alngsung melindungi Luhan dibelakang tubuhnya.
"Bisa tidak?" Ketus YoungJae yang langsung dihadiahi pukulan sayang dari Luhan atas sikap tidak sopannya itu.
"Biar kulihat dulu." Namja tersebut langsung membuka kap mobil YoungJae dan mengutak-atiknya. Sesekali ia mencuri pandang ke arah Luhan yang sedang serius memandangi mesin mobil YoungJae yang diperbaiki.
"Coba kau nyalakan mesinnya." YoungJae langsung kearah kemudi dan menstarter mobilnya.
'brrrrmmmmm'
"Aaaahh... Sudah bisa... Terima Kasih tuan..." ucap Luhan girang.
"Tak masalah, eemm?"
"Luhan. Panggil saja saya Luhan tuan. Dan itu teman saya YoungJae." Jawab Luhan sopan.
"Yayaya.. Terima kasih atas bantuanmu. Hyung, kau masuk saja dulu. Kelihatannya kau capek, biar aku yang menyetir."
"Baik, kau bisa pergi. Terima kasih atas bantuannya." Ucap YoungJae tidak sopan. Dia pun membungkukkan badannya pada namja tadi dan pergi menyusul Luhan untuk masuk ke mobilnya. Namja tadi hanya tersenyum. Ia pun tersenyum kearah Luhan sebelum mobil YoungJae menghilang dari hadapannya.
Ia bersikap tak sopan bukan karna cemburu, tapi ia ingin melindungi Luhan. Karna, menurut YoungJae, tatapan mata namja tadi saat memandang Luhan, sama seperti saat JongIn memandang JoonMyeon. Pandangan seperti apa itu, kurasa semua tahu yang dimaksud YoungJae.
"Kau itu kenapa sih YoungJae? Dia sudah membantu, kau malah bersikap dingin padanya."
"Aku tak suka. Dia memandangmu seakan-akan kau seekor rusa yang siap untuk dimangsa. Memangnya kau tidak menyadarinya Hyung?" tanya Youngjae pada Luhan, sebal. Ia heran, Luhan itu terlalu baik atau terlalu polos. Mulai Luhan yang mengalah, mengikhlaskan Chanyeol untuk BaekHyun hingga tatapan namja yang memandangnya tadi pun Luhan tak menyadarinya, dan masih bersikap ramah pada namja tadi.
"Sudahlah Jae... Dia kan baik mau memperbaiki mobilmu. Jangan berpikiran yang aneh-aneh." Nasehat Luhan. YoungJae hanya mendengus mendengarnya, YoungJae mengembungkan pipinya tanda ia sangat sebal. Luhan yang melihatnya hanya tertawa kecil sambil mencubit pipi YoungJae.
Sementara di tempat mobil YoungJae mogok tadi, namja itu masih terus berdiri di tempatnya sambil memandang ke arah mobil YoungJae yang pergi terlebih dahulu.
"Luhan? Namanya Luhan? Menarik..." Gumamnya sebelum ia akhirnya pergi meninggalkan tempat itu juga.
.
.
.
.
.
"Maafkan aku ya Tao, gara-gara JongIn sakit perut kami tak bisa menemanimu jalan-jalan." Ucap JoonMyeon pada Tao. Sehabis makan, mereka memutuskan untuk pulang karna JongIn tiba-tiba merasa sakit perut akibat kebanyakan makan. Mereka berdua ada di depan rumah JoonMyeon, JongIn langsung saja berlari ke kamar mandi karna sudah tak tahan.
"Tak apa Hyung. Lagipula sepertinya aku hari ini juga harus stay dirumah. Yixing Hyung akan kembali hari ini. Senin besok kujemput ya? Kita berangkat kuliah bersama." Tawar Tao, JoonMyeon hanya mengangguk. Ia tak mau ambil pusing, jadi ia meng-iya-kan saja tawaran Tao untuk berangkat kuliah bersama.
"Hyung... "
"iyaa..mmppphhhh..." Tao secara tiba-tiba menempelkan bibirnya ke bibir JoonMyeon. Melumatnya. Membuat JoonMyeon kaget. Ia memukul dada Tao agar ia melepaskan ciuman sepihaknya.
"Saranghae Hyung..." Ucap Tao lembut sambil mengusap bibir JoonMyeon yang basah akibat salivanya.
"Haaaahhh?" Tanya JoonMyeon yang masih cengo akan perbuatan Tao padanya tadi.
"Baiklah, aku pulang dulu ya. Kau istirahatlah. Bye" Tao pun memasuki mobilnya dan melesat pergi meninggalkan JoonMyeon.
"Haaaiiihhh... seenaknya saja dia menciumku. Kalau JongIn tau, mau jadi apa aku hari ini. Haaiiiiissshh..." Gerutu JoonMyeon sambil memasuki rumahnya. Ia terus menggosok bibirnya seolah bibirnya terkontaminasi oleh bakteri Salmonella dan e-coli.
"Memangnya apa yang tak ku ketahui Hyung?" Tanya JongIn yang baru saja keluar dari kamar mandi. JoonMyeon yang tak tahu hanya terperanjat kaget melihat kedatangan JongIn secara tiba-tiba.
'Matilah aku...' Batin JoonMyeon miris.
"Tak bisa menjawab? Tak usah dijawab. Karna aku sudah tahu Hyung." Jawab JongIn ketus. Ia mendengar apa yang dikatakan JoonMyeon tadi. Ia cemburu, marah, tapi ini bukan salah Hyung-nya. Ia tahu, Hyung-nya pasti dipaksa oleh Tao.
"Maafkan aku JongIn." Sesal JoonMyeon.
"Tak apa.." JongIn berjalan mendekat kearah JoonMyeon. Ia menunduk, mensejajarkan dirinya dengan JoonMyeon yang sedang duduk di sofa. Ia mengangkat dagu JoonMyeon agar bisa menatapnya, mengecup dahi dan bibirnya sekilas.
"Itu bukan salahmu. Pasti si siluman panda itu kan yang tiba-tiba menciummu?" tanya JongIn lembut yang dijawab anggukan oleh JoonMyeon.
JongIn pun menautkan bibirnya kembali dengan bibir kakaknya. Melumatnya mengalungkan tangannya di leher JongIn, sedangkan JongIn megang tengkuk JoonMyeon, sesekali mengusapnya, membuat JoonMyeon tanpa sadar mendesah dalam ciumannya.
"Euummpphhhh..."
Suara desah dan kecipak khas orang berciuman terdengar jelas di ruang tamu mereka. Posisi mereka yang semula duduk pun kini sudah berubah. JoonMyeon terbaring dibawah tubuh JongIn. Merasa kehabisan nafas, mereka melepaskan tautan mereka. JongIn masih memandang wajah JoonMyeon yang memerah seperti kolor superman itu.
"Hyung, Besok masih hari Miggu kan?" Tanya JongIn. JoonMyeon hanya mengangguk sambil terus mengatur nafasnya.
"Kalau begitu..." JongIn menggantungkan ucapannya. JoonMyeon yang tersadar langsung memelototi adiknya yang kelewat prevert itu.
"Tak ada penolakan baby..."
"Hiyaaaaaa... Stupiiddd... Aku masih lelah bodoh... turunkan aku..." JoonMyeo meronta dalam gendongan JongIn. JongIn tak mempedulikan rontaan sang kakak. Ia malah tertawa keras sambil terus menggendong JoonMyeon ke kamar mereka.
'Blaaammm'
"Aaaaaaarrrrsssshhhh... JONG IN... Aaaaaahhh..."
"Yes baby... eeeeuuummmmhhhhh..."
Selanjutnya, kita pasti tahu apa yang JongIn perbuat pada JoonMyeon. JoonMyeon hanya bisa berdoa, ia masih bisa berjalan dengan benar esok hari. Karna sepertinya, hari ini akan menjadi hari yang panjang untuk mereka berdua.
.
.
.
.
Part 9? Ntar, taun depan xDD
.
.
Sebenernya mau updet yang KrisHun siihh.. tapi masih belum sreg.. belum sempet ngoreksi lagi gara2 kesibukan praktikum... huaaaahhhh...
Jadi mumpung wi-fi di kampus bagus, yaudah, updet yang ini aja.. xDD
.
.
Makasi buat mbak Depo sama Zhie Eonnie (both of them, are my favorite Author).. makasi sumbangan idenya.. i lope yuu *hug*
Tante Umi... Diyyahh.. makasi kritik dan sarannya.. mumumumu :*
(trouble noonars sama IATY nya ntar dulu yaa te.. xDD)
Makasi buat yang uda review, baik review disini ataupun yang review di FB dan twitter..
Makasi buat yang mau baca baik dengan review ataupun tanpa review...
.
.
.
Wassalam xDD
