PART 10 BEGIN...

.

.

JongIn berjalan gontai menyusuri koridor kampusnya. Di otaknya saat ini hanya ada pertanyaan 'Bagaimana cara menggagalkan pertunangan JoonMyeon Hyung?'. Ya, hanya pertanyaan itulah yang terus menghantui pikiran JongIn.

"HEYY! KKAMJONG!" Sayup-sayup JongIn mendengar suara yang sangat dikenalinya. Suara sahabatnya, YoungJae. JongIn pun berjalan menghampiri YoungJae yang sedang bersama SeHun dan Luhan.

"Kalau jalan, jangan melamun JongIn!" Sembur YoungJae pada JongIn. JongIn hanya menghembuskan nafasnya, kesal.

"Kau ada masalah? Kenapa wajahmu murung?" Kali ini Sehun yang bertanya.

"Bukan masalah besar. Tapi cukup membuatku pusing." Jawab JongIn sekenanya.

"Memangnya masalah apa?" YoungJae dan Luhan tetap diam saat Sehun bertanya kembali pada JongIn. Karena, memang mereka sudah tahu apa masalahnya. Dan mereka berdua juga sedang berpikir bagaimana cara membantu kawan mereka ini.

"Sudahlah. Kau tak perlu ikut memikirkannya. Eh, Luhan Hyung, kalau tidak salah, mata kuliah kali ini aku sekelas denganmu kan? Jam berapa kelasnya dimulai?" Tanya JongIn pada Luhan, mengalihkan pembicaraan.

"Masih satu jam lagi Jjong. Kau tumben rajin sekali?"

"Benar! Biasanya kau akan datang saat mata kuliah tersisa 20 menit? Ini bahkan masih terlalu pagi untuk kau bangun." Cibir YoungJae yang memangs sangat hafal dengan kelakuan teman gelapnya ini.

"Ada yang harus aku kerjakan tadi. Maka dari itu, aku bisa berangkat pagi hari ini. Hyung, ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap JongIn yang diangguki oleh Luhan. Mereka berdua pun pergi entah kemana. Meninggalkan dua kawannya dengan berbagai macam pertanyaan di otak mereka.

"Kenapa mereka tak Nampak seperti orang berpacaran?" Tanya Sehun pada YoungJae.

"Molla, setauku JongIn kan memang bukan pria romantis. tak seperti kau dan Kris Hyung. Sudahlah, ayo ke kelas." Ajak YoungJAe pada Sehun yang terlihat mulai curiga.


"Baekhyuunnn…" Teriak Chanyeol semangat sesampainya ia dan Ksris di kantin. Mereka berdua pun menghampiri Baekhyun yang sedang duduk seorang diri sambil mengaduk-aduk minuman di gelasnya.

"Eh! Kau Chan. Ada apa?" Tanya Baekhyun malas saat Chanyeol menghampirinya.

"Tak apa. Kebetulan aku melihatmu sendiri, jadi aku ingin menemanimu." Ucap Chanyeol dengan cengiran lebarnya.

"Yaa, terserah kau saja." Ketus Baekhyun. Sungguh Baekhyun ingin sendiri saat ini. Ia tak ingin ada yang mengganggunya, apalagi si idot Chanyeol (pikir Baekhyun).

"Bolehkan kami duduk disini Baek?" Tanya Kris, sopan. Baekhyun mengangguk dan tersenyum tipis.

"Mengapa kau melamun? Kau ada masalah?" Tanya Chanyeol khawatir. Baekhyun menggeleng. Ia terlalu malas untuk bersuara.

"Atau kau sakit?" Tanya Chanyeol, lagi.

"Aku tak apa. Kau tak usah berlebihan." Ketus Baekhyun. Chanyeol yang mendapat perlakuan ketus seperti itu hanya diam. Sedikit heran, mengingat betapa ramah dan perhatiannya Baekhyun padanya saat berkunjung ke restoran tempatnya bekerja. Tapi sekarang? Sepertinya Baekhyun kembali menjadi Baekhyun yang dulu.

"Eh, Bukankah itu JongIn dengan Luhan?" Kedua orang yang mendengarnya langsung mengalihkan pandang mereka, kearah pandangan Chanyeol. Terlihat sosok JongIn yang duduk berhadapan dengan Luhan, tak jauh dari tempat mereka bertiga.

'Apa-apaan mereka?!' Baekhyun yang melihatnya, hanya menggenggam gelas dihadapannya erat-erat. Seolah gelas tersebut adalah Luhan. Chanyeol yang melihat kondisi orang yang dicintainya ini tidak baik, langsung menggenggam tangan mungil Baekhyun, mencoba memberi kekuatan. Tapi dihempaskan begitu saja oleh Baekhyun.

"Aku pergi!" Ketus Baekhyun yang langsung pergi dari tempat terkutuk –menurutnya- itu.

Chanyeol berusaha mengejar Baekhyun, namun Kris menahan tangannya. Mengisyaratkan agar ia duduk kembali.

"Baekhyun butuh waktu untuk sendiri. Percayalah, dia baik-baik saja." Chanyeol pun mengangguk, meng-iyakan perkataan Kris.


"Kau serius? Pertunangan akan dilakukan 3 minggu lagi?" Heran Luhan saat JongIn menceritakan masalahnya.

"Iya Hyung. Sekarang aku pusing. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Belum lagi Yongguk yang mencoba memisahkan kami." Keluh JongIn pada Luhan. Berharap Luhan mau membantunya saat ini.

"Bersabarlah Jjong. Aku akan membicarakannya dengan YoungJae nanti. Kau tahu kan, kawanmu itu selalu mempunyai ide brilian. Akalnya selalu cerdik." Luhan menenangkan JongIn. Sungguh JongIn merasa, disaat seperti ini, hanya Luhan dan YoungJae yang bisa diandalkan. Hanya mereka berdualah yang mengerti perasaan yang sedang ia rasakan.

"Kalian memang yang terbaik. Kau dan YoungJae. Terima kasih Hyung." Ucap JongIn tulus.

"Sama-sama. Jadi, bagaimana kalau nanti sore kau ke apartment YoungJae? Kita bicarakan semua disana." Tawar Luhan.

"Baiklah. Nanti sore aku akan berkunjung ke apartment si pipi apel itu. Haaaaahhh,, Aku berharap Yongguk tak serius dengan ancamannya. Tao saja sudah membuatku pusing Hyung. Huuufftthhhh.." Keluh JongIn.

"Kau ini! Wajahmu sangat tampan dan keren. Badanmu juga atletis. Tapi kenapa hanya masalah seperti ini saja membuatmu putus asa? Seperti gadis saja. Semangatlah! Demi cinta kalian." Ucap Luhan menyemangati JongIn. JongIn terkekeh dengan sindiran Luhan. Mereka pun tertawa bersama, membuat perasaan JongIn sedikit lebih baik, tanpa menyadari bahwa ada yang mendengar percakapan mereka sedari awal.


"Jadi kalian berdua akan bertunangan 3 minggu lagi?" Ungkap Sungyeol pada JoonMyeon. Ia benar-benar tak habis pikir dengan nasib temannya ini. Setahu Sungyeol, baru beberapa hari yang lalu ia memberitahukan kabar rencana pertunangan itu. Dan hari ini, ia mendengar sahabatnya itu meminta bantuan untuk persiapan pertunangannya.

"Hmmm, Aku tak nyaman jika harus menyiapkan segala sesuatunya bersama Tao. Kumohon, kalian bantulah aku." Mohon JoonMyeon pada Himchan, JongUp, Sungyeol, serta Myungsoo.

"Aku lebih tertarik membantumu untuk menggagalkan rencana pertunanganmu." Ucap Himchan frontal. Sedangkan yang lain, hanya mendelik tak percaya dengan ucapan Himchan.

"Maksudmu apa Hyung?" Tanya JongUp pada kekasihnya ini.

"JoonMyeon pasti tahu apa maksudku!" Jawabnya sambil menatap tajam JoonMyeon. Sedangkan yang ditatap hanya bisa diam membeku tanpa mengeluarkan sepatah kata. Teman-teman mereka yang lain pun juga hanya dapat memandang bingung kearah Himchan dan JoonMyeon.

"Oh ayolah! Jangan menatap curiga padaku. Aku tahu JoonMyeon tak suka dengan pertunangan ini. Dan aku tahu dalam hati kecilnya ia ingin pertunangan ini batal dan ia dapat hidup dengan seseorang yang benar-benar ia cintai dan mencintainya."

"Aku mengenalmu sudah bertahun-tahun Joon. Aku sahabatmu. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Jika kau ikhlas, dan kau benar-benar mencintai Tao, aku pun dengan rela akan membantumu. Tapi jika kau terpaksa dengan keputusan itu, maka aku lebih rela menggagalkannya daripada membantumu." Sambung Himchan. JoonMyeon benar-benar merasa terharu dengan ucapan sahabatnya ini. Sungguh, JoonMyeon merasa benar-benar beruntung memiliki sahabat yang sangat mengerti dirinya.

"Sepertinya aku sependapat dengan Hime. Pikirkanlah Joon. Sekali ini saja, egoislah. Mereka memang orang tuamu, tapi bukan berarti, berhak untuk mengatur hidupmu." Kali ini Sungyeol yang berbicara.

"Aku juga sependapat. Kami ingin yang terbaik untukmu Joon. Kalau kau memang tak suka, maka kami teman-temanmu akan membantumu lepas dari masalah ini" Myungsoo pun ikut menimpali.

"Semangatlah Joon Hyung. Kami akan selalu disampingmu." Jongup memeluk JoonMyeon, agar perasaannya menjadi lebih tenang.

JoonMyeon yang mendapat perhatian yang istimewa, menitihkan air matanya. Ia sungguh bahagia sekarang. Karna disaat seperti ini, teman-temannya setia berada di sisinya.

'Terima kasih teman-teman…'


"DAEHYUUUUNNN….." Pekik seorang pemuda manis ini sambil berlari menghampiri pemuda tampan yang sedang duduk menyhendiri di taman belakang kampusnya.

"Luhan?" Sahut pemuda yang dipanggil Daehyun ini sambil melambaikan tangannya kearah Luhan yang sedang berlari kearahnya bersama pemuda tampan lainnya.

'Siapa dia?' Batinnya sambil menatap tajam pemuda tampan yang dating bersama Luhan.

"Maaf, apa kau lama menunggu?"

"Eeehh? Aahh,, Bohong kalau aku bilang tidak." Jawab Daehyun yang disambut kekehan dari Luhan.

"Maaf ya. Ah kenalkan, ini JongIn. Kawanku dan YoungJae. JongIn, kenalkan, dia Daehyun. Dia juga sepupu dari Sehun."

"MWOO?! Kau sepupu dari si poker face itu? Tak kusangka ia memiliki sepupu berwajah tampan. Hahahaha. Ah, maaf, Aku JongIn. Senang berkenalan denganmu."

"Aku Daehyun." Balasnya dengan senyum tulus di wajahnya. Kekesalannya pada JongIn sepertinya menguap begitu saja setelah perkenalan beberapa detik yang lalu.

Mereka bertiga pun berjalan bersama. Seperti yang dijanjikan Luhan, ia mengajak Daehyun mengelilingi kampusnya.

Bersama dengan JongIn, mereka terus berkeliling. Tak jarang kita mendengar tawa menggelegar dari JongIn dan Daehyun, serta tawa lebar Luhan. Entah apa yang mereka perbincangkan hingga membuat mereka tertawa seperti itu. Daehyun yang baru kenal dengan JongIn pun, langsung akrab dengan pemuda berkulit layaknya caramel itu.

"HYUNG! BLACKJJONG!"

"YOUNGJAE!" Sahut Luhan dan JongIn bersamaan.

"Aku mencari kalian kemana-mana. Kau! Sedang apa bersama mereka?" Ucap YoungJae pada tiga orang yang sedang asik berbincang itu.

"Hei pipi apel! Kami sedang berjalan-jalan. Dia anak baru, jadi wajar kalau kami membantunya untuk mengenal wilayah kampus." Ucap JongIn pada sahabat setianya itu.

"Ah sudahlah! Ayo, aku mau bicara denganmu. Ayo ke apartmentmu! Hyung, nanti kita langsung bertemu di apartment YoungJae saja ya. Daehyun, aku duluan. Kau jaga Luhan baik-baik ya. Bye!" Pamit JongIn sambil menggeret YoungJae.

"Jjong! Kau sudah memberitahu JoonMyeon kan?"

"Sudaahh!" Ucapnya masih sambil terus berjalan menjauh dari Daehyun dan Luhan.

"Haaahh… Aku senang bisa melihatnya tertawa seperti tadi." Ucap Luhan pelan, sambil memandang sosok JongIn dan YoungJae yang semakin menjauh.

"Memangnya kenapa Lu?" Tanya Daehyun penasaran.

"Dia sedang ada masalah dengan keluarga dan orang yang dicintainya. Aaahh… Aku berharap bias membantunya dan semoga masalahnya cepat selesai."

'Ternyata kau benar-benar orang yang perhatian Lu…'

"Baiklah, ayo kita lanjutkan." Mereka pun melanjutkan acara mengelilingi kampus mereka. Sesekali Daehyun tersenyum mengagumi paras sempurna Luhan.


"Aiiissshhhh…. Lepaskan aku hitam!" JongIn pun melepaskan cengkramannya pada pergelangan tangan YoungJae.

"Kenapa kau meninggalkan Luhan Hyung dengan pria itu? Aiissshhhh.." Protes YoungJae pada JongIn.

"Kenapa memangnya. Daehyun orang baik Jae. Kenapa kau bersikap seperti itu?"

"Aku tak suka dengannya."

"Kau cemburu?" Hardik JongIn. Yang seketika mendapatkan pukulan 'pelan' dikepalanya.

"Kau tahu kan, Luhan Hyung itu orang yang terlalu baik. Terlalu polos. Aku tak ingin terjadi apa-apa dengannya JongIn." Ucap YoungJae. Tersirat nada khawatir dalam ucapannya. YoungJae begitu menyayangi Luhan. Ia tak tega jika terjadi sesuatu dengan Luhan. Cukup Chanyeol yang menyakitinya. Jangan yang lain.

"Aku tahu kau khawatir Jae. Tapi Luhan Hyung bukan anak kecil lagi. Aku yakin ia bias melindungi dirinya. Lagipula, ini bagus untuknya. Setidaknya ia bisa melupakan lelaki tak peka yang telah menyakitinya itu." Ucap JongIn bermaksud menenangkan YoungJae.

"Haaahhh…. Kau benar. Aku hanya tak ingin dia tersakiti Jjong. Cukup Chanyeol. Jangan yang lain."

"Doakan saja, semoga Luhan Hyung bisa secepatnya menemukan pengganti Chanyeol. Atau semoga Chanyeol segera sadar bahwa selama ini orang yang ia cari adalah Luhan." Ucap JongIn bijak.

"Yaaa,, Semoga… Eh?! Kau ingin membicarakan apa Jjong?"

"Ah itu. Ayo ke apartmentmu saja. Sekaligus kita menyusun rencana."

"Baiklah! Ayo!" Mereka berdua pun pergi meninggalkan kampus mereka. Tak menyadari, bahwa ada pemuda tinggi yang sedari tadi mendengakan pembicaraan mereka dari jauh.

'Luhan? Aku? Tak peka? Apa maksudnya?' Batin Chanyeol setelah dua bersahabat itu pergi dari hadapannya.

"Apa aku berbuat kesalahan? Bukankah Luhan kekasih JongIn? Tetapi mengapa…" Gumamnya.


"Him! Yeol! Aku pulang dulu. Sampaikan salamku pada Jongup dan Myungsoo yaa. Bye!" Pamit Joonmyeon pada dua sahabat sekaligus teman sekelasnya ini.

"Kau pulang dengan siapa?" Tanya Sungyeol yang merasa sedikit khawatir.

"Aku pulang sendiri. Aku ingin ke toko buku sebentar. JongIn ada urusan dengan YoungJae. Dan aku malas jika harus pulang dengan Tao."

"Mau ku antar?" Tawar Sungyeol. Perasaannya benar-benar tak enak sekarang.

"Tak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Okeh, sampai jumpa besok?" Dan JoonMyeon pun langsung melesat pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.

"Yeol/Him" Panggil mereka bersamaan.

"Sepertinya kita memiliki perasaan yang sama." Ucap Sungyeol yang diangguki oleh Himchan.

"Semoga tidak terjadi apa-apa dengan JoonMyeon." Ucap Himchan, khawatir.

'Semoga…"


JoonMyeon berjalan cepat sembari memegangi kedua tali ranselnya. Layaknya anak kecil, ia berjalan dengan senyum riang yang terpatri di wajahnya.

Tak jarang mahasiswa yang lain memandang kagung padanya. Parasnya yang manis, tubuhnya yang mungil, dan senyumnya bak malaikat. Ditambah pula sifatnya yang ramah dan suka membantu. Siapa pun pasti terpesona pada sosok JoonMyeon.

"KyungSoo!"

"Eh! JoonMyeon." Jawab pemuda manis yang dipanggil Kyungsoo itu

"Aaaahhh,, kalian semakin mesra saja. Hahaha" Goda JoonMyeon pada sepasang kekasih dihadapannya ini.

"Kau bisa saja." Sahut Kyungsoo. Jongdae, kekasih Kyungsoo, hanya tersenyum lembut perkataan JoonMyeon.

"Ah, iya! Ini buku yang aku janjikan Kyung. Kau bawa saja dulu."

"waaah, terima kasih Joon. Aku pinjam dulu ya."

"Silahkan. Eh?! Kenapa aku merasa ada yang memperhatikanku ya?" Ucap JoonMyeon.

"Kau ini! Setiap kau berjalan, semua pasti memperhatikanmu tuan Kim yang manis." Goda Jongdae. Kyungsoo dan Joonmyeon hanya tertawa menanggapi godaan mister troll.

"Hahaha.. Bisa saja kau! Yasudah, aku pergi dulu. Bye Kyung! Bye Dae!"

JoonMyeon pun melanjutkan perjalanannya. Sesekali ia menengok ke belakang, memastikan tak ada siapapun yang mengikutinya. Ia kembali menoleh kembali kedepan dan

"Halo Kim Joon Myeon!"

"KAUuummpphhh….." Secepat kilat ia membekap JoonMyeon.

"Mati Kau Kim Joon Myeon..."

.

.

.

.

Part 11? Tunggu gue diwisuda dulu!

.

.

Sebenernya di folder Leppi, nih FF uda tamat lamaaaa bnget. Uda End. part 10 ini ajja, cuma separoh yang aku publish... dan di Part 11 ntar, semuanya bakal terbongkar rahasianya. Tapi? Yaaaa? Sepertinya gag ada yang nunggu kelanjutannya siihh… banyak yang baca tapi sedikit yang review, itu gimanaaaaaa gitu rasanya.

Memang, aku gag peduli sm SR, tapi kalo gini terus? Bete juga kaliii… bayangin yang view ajja uda ribuan. Di setiap part, yang view 1000-700 viewers, tapi yang respon? Hueeeee,, Yonguuukkk,, help meee T_T… *Curhat ini ceritanya… curhat…*

Jadi kalo mood lagi baik, baru aku publish ff ini. Huahahaha xDD..

Kalo responnya masi jelek, yaudah, biarkan jadi koleksi ff di folder pribadi ajja… xDD

.

.

Makasi buanget buat yang uda Review, baik reveiwnya lewat ffn ini, ato lewat FB, lewat twitter juga.. makasiii bnget.. Your Review like an oxygen for me *tsaaahhhh, sok inggris gue* huahaha

Makasi juga yang uda favorite, follow, dan lain sebagainya. Makasi buat yang ngasi sumbangan idenya. Hahaha

You're all, my lovely, my angel reader.. mumumumu :*

.

.

Makasi juga buat seseorang yang maki2 gue lewat PM. Kan gue uda bilang mbak broh, ini KaiHo. Pairnya siapa sama siapa juga terserah gue dong. Gue KrisHun Shipper. Gue juga uke! Suho Shipper. MasBuLoh?!

Gue juga Fans berat Baekhyun apalagi Yongguk. Tapi imajinasi gue pingin bikin mereka jadi antagonis. Ya jadi suka2 gue kan?!

Ff ini punya gue. Hasil imajinasi otak somplak gue. Kalo gag terima, yauda, bikin ajja ff sendiri sonohh! Toh elu juga belum tentu bisa bikin kan! *Emosi ceritanya… Emosi…*

.

.

Yaudahhh,, segitu ajja… makasih yang uda nyempetin baca…

Review?