Tittle : CRAZY!
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Lee Hyukjae
Lee Donghae
Choi Siwon
And the other
Rated : T
Pair : KyuMin
Warning : GS, Typo(s), tidak sesuai EYD, Abal, dll
Disclaimer : Sungmin milik SMEnt, keluarga dan Kyuhyun. Kyuhyun milik SMent,keluarga dan Sungmin. KyuMin milik Tuhan YME dan saya #plak
Don't like? Don't Read!
.
.
.
.
.
Hai…. Hai …. Hai…. Saya kembali membawa chapter 3. Bagaimana chapter 2 kemarin? Apa kalian penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya? Pasti kalian penasaran. karena aku saja terkejut dengan kelanjutannya. Kalau kalian gak percaya itu mah terserah kalian aja… -_-" Ok langsung read aja.
HAPPY READING ^^
.
.
.
.
.
.
.
CHAPTER 3
Sungmin POV
Setelah aku berteriak,"KYUHYUUUNNNNN!"
Dia datang. ya, Kyuhyun datang. TAPI DALAM MIMPIKU!
Kenyataannya dia tidak datang seperti yang kuharapkan di film-film. Dimana si jagoan datang setelah si yeoja memanggil namanya minta tolong. Heh, sangat menyedihkan bukan? (oh, tolong jangan tertawa. perempuan seperti aku juga boleh bermimpi kan? -_-)
setelah aku memanggil nama Kyuhyun, empat orang ini hanya tertawa,
"kikikik, dia manggil-manggil Kyuhyun.. namaku bukan Kyuhyun chagiya~~..."
Mereka pasti sudah sinting. Putus harapan karena aku tahu sia-sia saja aku meneriakkan Kyuhyun, aku berusaha untuk lari. Tapi aku sadar kakiku berdarah karena jatuh tadi dan bukan berdarah saja, bengkaknya luar biasa besar dan warnanya ungu! 'tak bisakah aku lebih sial dari ini?!'
+BUAKHH!+
oh tuhan?
itu,,, itu Kyuhyun,,...! dia datang!(kumaafkan kamu Kyuhyun karena tak datang saat aku berteriak. setidaknya kamu datang sekarang.. hehe)
"APA-APAAN KAU?!" kata salah satu diantara mereka.
"mau mati...?" tanya Kyuhyun.
setelah dia berkata begitu, 10 orang, ah tidak bahkan 10 lebih menuju ke arah Kyuhyun. Ya, diantaranya adalah Siwon dan Donghae.
"enyah... atau mati...?" kata Kyuhyun ke tiga orang itu (yang satunya lagi sudah pingsan karena ditonjok Kyuhyun).
Ngeri karena melihat Kyuhyun dan jumlah pasukannya, tiga orang itu lari terbirit-birit. Mereka bahkan meninggalkan temannya yang pingsan! teman macam apa mereka itu?!
"ehm... go..gomawo .." kataku kepada Kyuhyun.
Kyuhyun hanya memandang ke arahku dan melirik ke arah lututku yang terluka, tapi dia tak berkata apa-apa.
"bereskan mayat ini!" kata Kyuhyun ke anak buahnya dan mereka segera menarik bocah pingsan itu dan meletakkannya di tumpukan plastik di pembuangan sampah.
Siwon dan Donghae berjalan ke arahku dan Kyuhyun.
"hei Kyu! yeojamu terluka nih!" kata Donghae.
"kamu bisa berjalan?"kata Siwon kepadaku.
ohohoho... aku tidak bisa berjalan.. tolong papah aku pangeran... ingin aku berkata begitu, tapi kutelan dalam-dalam keinginan itu.
"bisa... tentu saja bisa.." kataku sambil berusaha berdiri. Luka itu ternyata lebih menyakitkan dari kelihatannya. Begitu mencoba berdiri, lututku lemas dan aku terjatuh lagi.
"naik ke punggungku. biar kuantar ke rumahmu." kata Siwon.
"tak apa-apakah?" kataku, padahal aku mau banget menerkam punggung sexynya itu.
"tak apa-apa... kan?" kata Siwon sambil melirik ke arah Kyuhyun.
"untuk apa melihatku? kalau mau gendong, gendong saja. aku ogah menggendong babi seberat dia di punggungku" kata Kyuhyun.
'apa tak bisa dia sedikit baik mengingat dia yang membuatku begini?!'
"aku juga gak mau naik punggung baumu itu!" teriakku,
"jangan menjawabku!" kata Kyuhyun lagi.
yah-yah-yah, terserah apa katamu... Yang penting aku bisa digendong oleh Siwon! ohohohohohoohoho! Akhirnya keberuntungan beralih kepadaku juga hari ini! Aku naik ke punggung Siwon. Bahunya lebar sekali, bahkan lebih besar dari bahu appaku (aku sering tejatuh, dan ya, ayahku selalu menggendongku di kala kakiku luka). dan rambutnya wangi sekali, entah apa shampo yang dipakainya.
Akhirnya, kami semua berjalan ke jalan yang sedikitnya sudah kukenal sekarang. Dan aku sangat berterima kasih karena Siwon sudah menawariku untuk menungganginya sejauh ini. Aku jadi berpikir apakah aku berat? tapi tidak mungkin, terakhir kali aku menimbang sepertinya beratku hanya 45 kg, dan tinggiku 168.
45 kg?! dia pasti keberatan ya?! aku saja bawa tas sekolah sudah kecapekan setengah mati, apa lagi dia yang menggendongku sejauh ini!
"turunkan aku saja kalau kamu kecapekan" kataku ke Siwon.
"enggak.. kamu enteng kok."
"beratku 45 kg dan kamu bilang aku enteng?! menggendong anjingku yg 10 kg saja aku sudah setengah mati!"
"ehem.. mungkin kamu lupa. Hanya saja, aku ini 'namja' dan 'namja' lebih kuat dari pada yeoja. jadi menggendongmu gampang saja buatku"
Masuk akal juga. Aku tak mengira namja benar-benar sekuat ini dan yang pasti aku senang sekali dan merasa beruntung sekali telah menjadi yeoja untuk saat ini! Saking senangnya, mungkin bisa saja aku memeluk Siwon sampai dia kehabisan napas hingga kebahagiaanku hanya berlanjut sebentar saja, sampai Kyuhyun berkata,
"turun..."
"apa?" kataku dan Siwon serentak
"CEPAT TURUN KATAKU YEOJA TULI! TURUN DARI PUNGGUNGNYA! HEI SIWON-AH, TAK BISA KAU LIHATKAH? YEOJA INI MELIHAT PUNGGUNGMU SAMPAI NGILER SEPERTI MAU MEMAKANMU?! SEBAIKNYA CEPAT TURUN SEBELUM KUTARIK KAU!"
Entah apa yang ada di otaknya! Dia gila atau apa sih?! tapi mendengar kata-katanya itu aku sempat mengelap mulutku barang sebentar, takut kata-katanya itu benar kalau aku ngiler. Aku turun dari punggung Siwon dan berdiri dengan 1 kaki. Aku marah sekali kepada namja sialan ini. Ingin rasanya aku meremas mulutnya dan kucabut lalu kubuang ke tempat sampah terdekat.
"hei Siwon-ah, pulang sana. DAN KALIAN SEMUA JUGA PULANG SANA!" kata Kyuhyun ke Siwon dan pengikut-pengikut lainnya.
Siwon dan yang lainnya akhirnya mengikuti kemauan Kyuhyun.
"hei Sungmin-ssi. maafkan aku ya. sepertinya kau harus jalan sendiri untuk pulang." kata Siwon sebelum akhirnya dia berjalan pulang mengikuti teman-temanyang aku dan Kyuhyun disini, sampai aku akhirnya meledak saking kesalnya,
"APA SIH MAUMU?! AKU NAIK BUKAN KARENA AKU MENGINGINKANNYA! KAU TAK BISA LIHAT DIA HANYA BERUSAHA BAIK UNTUK MENGGENDONGKU?! SETIDAKNYA DIA LEBIH BERMORAL DARIPADA KEPALAMU ITU!"
"tutup mulutmu. jangan bicara seperti itu kepadaku."
"APA?! APA HAH?! HARUS SEPERTI APA AKU BICARA KEPADAMU?! KAU PIKIR KAU SIAPA?!"
Saat aku meneriakinya, dia hanya menutup mata seakan menekan amarahnya akhirnya dia mengangkat kakiku dan menggendongku di bahunya. Dia menggendongku seperti menggendong barang saja!
Aku mulai berontak dan berteriak," hei turunkan aku dasar namja gila! turunkan aku!"
Aku berontak dan berteriak sepanjang jalan dan akhirnya dia menurunkan aku di pinggir jalan.
"sesuai keinginanmu." katanya sebelum akhirnya dia meninggalkanku.
Dan, ya…. Disinilah aku, terbengong di pinggir jalan seperti seorang gelandangan atau apa. Aku mulai mengutukinya karena telah menurunkanku yang terluka ini (aku memang minta diturunkan, tapi bukan itu kemauanku sebenarnya. kau pasti pernah dengar juga kan? 'lain di hati lain di mulut'. Jadi tolong, jangan anggap aku sok jual mahal atau apa)aku berjalan dengan 1 kaki, sambil berpegangan kepada apapun yang bisa membuatku tetap berdiri. Dan akhirnya aku sampai di tuaku meneriakiku karena pulang jauh malam tanpa memberi kabar dan pulang dengan keadaan kotor dan terluka. Namdongsaengku tertawa-tertawa melihatku diomeli oleh orang tuaku.
'TAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL DARI INI?!'
Aku meninggalkan orang tuaku yang sedang meneriakiku ke kamarku. Aku tak mengganti baju dan sama sekali tidak peduli untuk mandi sampai akhirnya aku merebahkan badanku di kasur dan akhirnya aku tertidur. Setelah hari-harimelelahkan ini, yang kuinginkan hanya tidur...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*********************************CRAZY*******************************
Aku terbangun keesokan harinya dan itu sudah jam 9...sudah terlambat untuk masuk sekolah! Hmm... aku berpikir kenapa orang tuaku tak membangunkan aku? biasanya mereka akan marah-marah padaku kalau bangun tak tepat waktu,dan juga tak ada suara berisik namdongsaengku..
Oh iya, ini hari kamis. Dia pasti sudah berangkat ke sekolah. Aku turun ke lantai bawah dan menuju dapur untuk mencari minum. Leherku kering sekali sampai terbakar rasanya. Eh? ada surat di meja makan. kuambil suratnya, dan kubuka.
'Minnie-ah, appa dan umma harus pergi ke tempat Jaejong ahjumma. Anak mereka menikah, dan umma lupa memberitahumu dan namsaengmu kemarin. Makan pagi dan malam sudah umma taruh di kulkas, tinggal dipanaskan saja bila kamu dan namsaengmu lapar.
PS: umma dan appa akan pulang kira-kira dua hari atau tiga hari lagi. Jangan lupa belajar. Jangan pulang ke apartementmu kamu harus menjaga namdongsaengmu'
Yang kupikirkan hanya satu, yaitu...
'HORE APPA DAN UMMA TAK ADA! AKU BEBASSS! AKHIRNYA KEBERUNTUNGAN MENGARAH PADAKU! MUAHAHAHHA!'
Dan kuputuskan hari itu aku bolos. Ya tentu saja,selain kakiku sakit, sudah telat pula. Asik… Asik…Asik! Akhirnya aku bisa mengistirahatkan jiwa dan ragaku untuk sementara.
Aku langsung pergi mandi,dan mengobati lukaku (yang sudah bernanah dan membengkak karena kutinggal tidur tanpa diobati semalam). Setelah itu aku makan dan nonton TV sebentar. Tak terasa, ternyata aku tertidur lagi di sofa. Tidur yang benar-benar nyaman.. tanpa mimpi dan tanpa gangguan sama sekali..
"Min... Sungmin... hei Minnie-ah!"
Aku terbangun sampai melompat saking kagetnya. Itu Eunhyuk! Tak bisa apa aku tidur barang sejenak?!
'AAAARGGGHHH!'
"apa maumu? pulang sana!" kataku ke Eunhyuk (maafkan aku kalau aku kasar kepada sahabatku sendiri. Tapi, ya. Mood-ku jelek kalau baru bangun tidur).
"jangan begitu dong! ayo bangun... ayo,.. ayo bangun..."
"pergi sana... jangan ganggu aku..."
setelah berkata begitu, aku mencium bau yang amat sedap. Hmm... bau ini... RAMYEON! AKH AKU LAPAR!
Mataku langsung terbuka dan langsung kurampas plastik yang berada di tangan Eunhyuk.
"hei! itu memang kubawakan untukmu! tapi gak bisa sopan sedikit?!" protes Eunhyuk.
Ku jitak kepala Eunhyuk, "sejak kapan kau belajar sopan santun heh?"
Setelah itu aku langsung mengarah ke dapur, dan segera memindahkan ramyeon itu ke mangkuk.
"kenapa kau tidak masuk?" tanya Eunhyuk.
"tak bisa kaulihat aku sakit?" Kataku sambil makan ramyeon bawaannya.
"apa yang bisa kulihat?! nafsu makanmu masih gila seperti biasa"
"jangan menjawabku begitu... mau mati?"
"ih! cara bicaramu sudah benar-benar mirip Kyuhyun! lebih baik hentikan itu sebelum kupelintir lidahmu!"
"oh ehm, baik.. baik.." jujur saja, terkadang aku suka ngeri sama Eunhyuk. Bukan karena kata-katanya atau ekspresinya. Tapi karena auranya mungkin dia itu dulu setan atau apa hingga membuatku ngeri begini... -_- . Tapi mana mungkin orang berwajah monyet sepertinya bisa jadi setan. Mustahil!
"hei, kenapa semalam kau meninggalkan aku?! aku takut tahu!"
"mian Hyukkie-ah.. semalam aku cuma emosi saja. Kyuhyun itu benar-benar membuatku marah semarah marahnya!"
"tapi dia keren sekali semalam...tak kusangka gadis sepertimu bisa mendapatkan namja seperti dia!"
"apa kerennya?! kalau kau mau ambil saja! dia namja paling menjijikan yang bisanya memalukanku saja!"
"memalukanmu?"
"iya! semalam apa kau tak dengar dia bilang dia malu terhadapku? dia cuma membawaku ke cafe itu untuk dipermalukan!"
Membicarakannya benar-benar membuatku marah. Mengingatkanku kepada kepala kosongnya itu!
"tunggu.. tunggu sebentar... apa maksudmu sih?! bukannya kamu yang bersikap aneh langsung lari keluar sebelum Kyuhyun selesai bicara?"
" apa sih maksudmu?! jangan membuatku makin kesal deh"
"setelah kau pergi meninggalkan cafe, apa kamu tahu? Kyuhyun menampar yeoja yang mengejekmu itu? siapa namanya..? ehm tunggu sebentar kuingat dulu.. ah! Hyori! Hyori namanya kalau aku tak salah ingat!"
Aku tersedak ramyeon saat dia bicara begini saking kagetnya aku.
"uhuk uhuk! dia menampar Hyori...?tapi, bagaimana bisa...?"
"tentu saja bisa! si rubah betina itu mengejekmu 'sunbae~ pasti sangat malu deh.. lihat saja yeojanya aneh seperti itu.. kasihan sunbae~~ lebih baik sama aku~' lalu…..
+PLAAAK!+,
Kyuhyun menamparnya. Terus Kyuhyun bilang ,
'tentu saja aku malu... aku malu karena aku membawa dia kesini hanya untuk dipermalukan!' . setelah itu dia pergi mengejarmu! KYAAAA! KEREN SEKALIII! AAAAH!"
"jinjjayo? kamu serius dia bicara begitu...?"
"duh! untuk apa deh aku berbohong? sungguh, dia itu keren sekali...! tapi tentu saja aku lebih suka Donghae.. kekeke"
Setelah bicara begitu, Eunhyuk menyibukkan dirinya dengan menonton TV sambil memakan cemilanku. Sementara aku.. terbengong disini,... saking 'shock'nya..
Kyuhyun...?
Kyuhyun namja psikopat itu menampar rubah betina itu demi aku..?
Kyuhyun si mulut penjahat itu? membelaku?
MEMBELAKU? MEMBELAKU? MEMBELAKU?
Rasanya aku tak percaya sekali... dan aku juga sangat gembira... lebih gembira dari aku memenangkan lotre pertamaku.. lebih gembira daripada saat kenaikan uang jajanku... gembira dari aku menjambak namsaengku... pokoknya aku gembira sekali mendengarnya! Ingin sekali rasanya aku memeluk Kyuhyun sekarang juga! KYUHYUNNNNN... maafkan aku.. huhu... TT_TT
.
.
.
.
.
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING ~ CHA CHA CHA~+
Ah! Ponselku berbunyi... caller id "unknown" kuangkat sajalah...
"yeoboseyo?" tanyaku
"..." orang di sebrang diam saja
"yeoboseyo...?"
"..."
"KOLORKU WARNA BIRU!" teriakku, lalu kututup teleponnya. Siapa sih yang berani-beraninya menelpon di saat-saat aku lagi happy begini?! Mana gak ngomong apa-apa lagi waktu diangkat! bikin marah saja!
.
.
.
.
.
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
Ponselku berbunya lagi... caller id "unknown".. pasti ini yang tadi lagi..
"APA SIH?!" teriakku kesal.
"..." dia tetap diam saja
"kalau kau tak bicara dalam waktu 3 detik, kututup!"
"..."
"satu..."
"..."
"dua..."
"ini aku" akhirnya dia bicara juga
"aku? aku siapa ya?
"ini aku..."
"iya ini aku! tapi aku siapa!" tanyaku kesal
"ini aku! mau mati?!"
O_O Kyuhyun?! ini Kyuhyun! Ahahaha! Kyuhyun !
"ooh... kamu...kenapa telepon?"
"Ige, nuguya...?" kata Kyuhyun.
Otak orang ini terbuat dari kacang polong atau apa sih?!
"iya! kamu! kenapa telepon?!" akhirnya aku teriak lagi kepadanya. Dia memang paling jenius dalam membuatku marah.
"siapa aku? sebut namaku."
"kamu,,,,, namja psikopat" candaku.
+tut~ tut~ tuuuuuuuuuuuuuuut~+
ap... apa?! dia memutuskan teleponnya! Ih... dasar namja gila kepala polong sinting! masa dia tak bisa diajak bercanda sih! Ckckck. Akhirnya aku memutuskan untuk menelponnya
"SIAPA?!" teriak Kyuhyun
"ini aku SUNGMIN! kenapa teriak sih?!"
"siapa itu Sungmin?! aku gak kenal!"
"ap... apa katamu...?!"
" hei Donghae-ah! siapa itu Sungmin?!" dia menyebut nama 'Donghae' , sepertinya dia sedang bertanya kepada Donghae, siapa Sungmin itu.. itu aku! dasar kacang polong! -_-
"Sungmin?! oh... itu lho... yeojamu itu... si yeoja mesum itu looohhhh..." jawab Donghae.
Lihat saja nanti kalau ketemu kamu Donghae-ah... kupastikan akan kupindahkan rambutmu menjadi bulu dadamu...
"ohh... halo? kenapa telepon?" akhirnya dia tahu juga kalau Sungmin itu 'aku'..
"tadi kau yang telepon duluan.. harusnya aku yang bertanya... -_-" aku capek teriak-teriak.. jadi aku coba sabar saja...
"tidak ada apa-apa! memangnya aku harus ada apa-apa kalau mau telepon?!" teriaknya
"oh begituu yaaa~~~~ ya sudah, kututup yaaaaaa~~~ daaaaahhh~~~"
"tunggu-" cegahnya. kekekeke, sepertinya aku mulai mengerti cara kacang polong ini berpikir?
"apaaa? katanya tak ada apa-apa?"
"memang tidak ada apa-apa! jadi tutup mulutmu dan dengar sajalah!"
"... -_-'..."
"ba... bagaimana lututmu?"
O_O!
Jadi dia menelpon untuk menanyakan itu? aku terharu...TT_TT
"tidak apa-apa kok... hanya memar saja... sudah, tak usah kuatir. Gomawo neee... TT_TT"
"ap.. apa katamu?! siapa yang kuatir sama yeoja barbar sepertimu!"
"Ne... Ne... Gomawo ne... TT_TT"
" .KUATIR!"
"Ne! kamu tidak kuatir! puas?!"
"jangan menjawabku begitu!"
"oh? oh? begitu ya? sudah selesai kan ngomongnya? sudah ya...
DAAAAHHH~~~~"
"TUNGGU!-" kekeke... terjebak lagi si kacang polong ini...
"apa lagi...?! kakiku sakit nih! cepat deh ngomongnya..." hehehehe
"katamu sudah tidak sakit! mana yang benar?!"
"sudah tidak sakit! cepat! ngomong saja!"
"yeoja emang resek... "
"ap.. apa katamu?!"
"jangan lihat yang lain..."
"hah?"
"jangan lihat yang lain..."
"apa sih maksudmu?! kamu selalu bikin aku bingung!"
"JANGAN LIHAT YANG LAIN SAAT KAU BERSAMAKU! SAAT AKU BERSAMAMU. JANGAN BERANI-BERANINYA KAU BERDEKATAN DENGAN YANG LAIN! SAMPAI KULIHAT KAU SEPERTI KEMARIN LAGI, SIAP-SIAP SAJA UNTUK MATI!"
"itu sebenarnya kata-kata yang sangat mengharukan! tapi kenapa kamu harus teriak sih?!"
"aku tidak berusaha untuk mengharukanmu! jadi tutup mulutmu, dengar, dan lakukan!"
"Ne... Ne... Ne chagiya~..."
"chagiya..? nuguya? dimana sekolahnya?! kamu tak dengar apa yg kubilang barusan?!"
"chagi itu kamu bodoh!"
"namaku 'K.Y.U.H.Y.U.N' bukan 'C.H.A.G.I' "
"yayaya... terserah... -_-"
"sudah dulu! aku sibuk mau pergi! yang lain menunggu!" kata Kyuhyun.
"eh tunggu-"
"apa lagi?!"
"kamu mau ngapain?"
"kami mau berantem dengan BLACK Senior High School."
"yayaya, terserah"
"kamu tidak percaya?! datang saja kesini kalau tak percaya! eh tunggu- JANGAN BERANI-BERANINYA KAU DATANG KEMARI!"
+TUT~TUT~TUT~TUT~TUT+
Namja gila itu memutuskan teleponnya... Dasar tak punya hati! Tapi tidak apa-apa...
Aku senang telah berbicara dengannya. Sepertinya, hari-hariku akan lebih mendebarkan kedepannya.. hem,,, kita lihat saja... hehehe
Suasana hatiku jadi bagus hari ini dan sepertinya aku akan berjalan-jalan dan mampir ke supermarket untuk belanjadan berpesta di rumah dengan Eunhyuk (mumpung rumah kosooonggg... hehehehe)
"Hyukkie-ah! Kajja, kita jalan-jalan sebentar!"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Review,please. Gomawo^^
Thanks buat yang udah review dan buat yang udah baca.
Mian gak sempet balet reviewnya satu-satu.
