Tittle : CRAZY!

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Lee Hyukjae

Lee Donghae

Choi Siwon

And the other

Rated : T

Pair : KyuMin

Warning : GS, Typo(s), tidak sesuai EYD, Abal, dll

Disclaimer : Sungmin milik SMEnt, keluarga dan Kyuhyun. Kyuhyun milik SMent,keluarga dan Sungmin. KyuMin milik Tuhan YME dan saya #plak

Don't like? Don't Read!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 5

AUTHOR POV

"MWORAGO?! KYUHYUN MENGHILANG?!" teriak Sungmin.

"Iyaaa... hosh hosh... untuk apa aku bohong!" kata Donghae sambil mencoba mengatur napasnya kembali.

"Ooh? Hilang ya? Hahahahah! Kau kira aku bodoh heh?! Mana mungkin dia bisa menghilang?! Bahkan anak TK-pun bisa tahu arah jalan ke rumah!" teriak Sungmin lagi.

Setelah berteriak pada Donghae, Sungmin menutup pintu karena kupikir dia hanya bercanda atau mengerjaiku.

"Chakamman-" katanya sambil menahan pintuku sebelum benar-benar tertutup.

"Mwo?!"

"Ak- aku sungguh-sungguh! Tadi dia mendapat telepon, sepertinya dari anak di Black SHS.. hosh hosh.."

"Lalu? Kenapa kalau dia ditelepon anak Black SHS? Apa masalahnya? Dia memang punya banyak pengikut bukan?"

"Bukan begitu! Saat menerima telepon itu, dia berteriak-teriak 'JANGAN BERANI KAU SENTUH DIA! BIARKAN AKU BICARA DENGANNYA' setelah itu dia menutup teleponnya. Lalu dia menelpon orang entah siapa dia hanya berkata ,

'dimana kau sekarang...?' setelah orang itu menjawabnya, muka Kyuhyun mengeras dan sepertinya dia marah sekali. Dia pun langsung berlari pergi. Kami semua mencarinya dan menelponnya, tetapi tak ada yang menemukannya dan dia tak mengangkat teleponnya!"

.

.

.

.

.

.

SUNGMIN POV

'Tunggu... tunggu... ini aneh' piker Sungmin dalam hati.

'Kamu dimana...?' ? Kyuhyun tadi bertanya padaku sewaktu aku di WC tadi..

'JANGAN BERANI KAU SENTUH DIA! BIARKAN AKU BICARA DENGANNYA'

Kyuhyun berkata begitu kepada anak Black? Sepertinya dia ingin melindungi seseorang yang diambil atau disandera oleh anak Black itu.

'Kamu tidak boleh kesini! dan kamu tidak bisa kesini!' aku jelas berkata begitu pada dia tadi.

Jangan-jangan...

"DIMANA TEMPAT KALIAN BIASA BERKELAHI?!" tanyaku panik

"Eh?" Donghae mengernyit heran.

"Mungkin Kyuhyun di sana! CEPAT! INI GAJAH MAKAN KAWAT!"

" Hah? Gajah makan kawat? Maksudnya?" Tanya Donghae makin bingung

"Ish! Maksudku GAWAT, oon. Grrrr~"

"Ohh… Kami biasa berantem di gedung kosong sebelah sana... Wae?"

"Sudah! Kujelaskan sambil berlari saja!" Lalu kami berlari menuju gedung kosong yang ditunjukan Donghae itu.

"Apa yang mau kau jelaskan?" tanya Donghae sambil kami berlari

"Tadi Kyuhyun menelponku." jawabku

"Lalu?"

"Aku bilang padanya.'jangan kesini dan dia tidak bisa kesini'."

"Hem... ya? Lalu apa hubungannya dengan semua ini?" dasar kepala bawang, masa dia belum mengerti juga... -_-

.

.

.

"Mungkin saja anak Black SHS itu ingin balas dendam pada Kyuhyun soal kejadian kemarin, dan bisa saja mereka bilang mereka menyanderaku dan dia harus datang sendiri kalau mau menyelamatkan aku dan kata-kataku kepadanya di telepon itu juga ikut meyakinkan dia tentang penyanderaanku."

"Seperti di film-film dong maksudmu? Bukannya kamu saja yang terlalu banyak nonton film?"

"Cobalah kau pikir! manusia dengan otak seperti Kyuhyun apakah tidak akan tertipu dengan hal basi seperti ini? Bayangkan saja kalau kau di posisi Kyuhyun, apa yang akan kau lakukan? Otak kalian kan sama kadarnya... -_-"

"Aku akan pergi menolong yeojaku yang disandera. Seorang diri tanpa membawa teman-teman."

"Nah, mungkin itu yang dilakukan Kyuhyun sekarang. Ini semua salahku."

"Oh... hem,,, aku mengerti. Tenang saja, Kyuhyun akan baik-baik saja." kata Donghae dengan suara yang kurang yakin.

.

.

.

.

Aku tahu dia berusaha menghiburku, dan aku senang dengan perhatiannya ini. Dasar ikan ini, tahu juga cara menyenangkan orang. Kami berlari dan berlari menuju ke gedung kosong itu tetapi tidak ada tanda-tanda dari Kyuhyun sama sekali.

"Ada tempat lain?" tanyaku.

"Hem... Kami juga biasa berantem di lapangan parkir terbuka dekat JOY cafe"

"Ayo kita ke sana!"

"Aku sudah menyuruh anak- anak kelas 1 untuk mencari kesana, dan tidak ada tanda-tanda dari Kyuhyun juga."

"Tempat lain...?"

"Sudah kami periksa. Makanya aku pergi ke rumahmu, kukira siapa tahu saja dia disana." entah harus mencari kemana lagi. Aku dan Donghae berkumpul dengan anak-anak yang lain untuk mencari Kyuhyun. Dan kami telah mencari-cari hingga matahari sudah tenggelam, tetapi tetap saja tidak dapat menemukan Kyuhyun. Setiap kali kami berusaha menghubunginya, teleponnya selalu tidak aktif.

"Ini semua salahku. Harusnya aku tidak bercanda pada saat itu." kataku

"Kita pasti akan menemukannya, dia pasti baik-baik saja." kata Siwon.

"Ne.. Dia tak akan mati semudah itu." kata Donghae.

Mati? Kenapa dia harus bilang mati sih?! Dasar ikan busuk.

"Kemana lagi kita harus mencari? Kita sudah mendatangi setiap tempat berantem kalian" tanyaku

"Hmmm... Ada satu tempat yang belum kita datangi." kata Siwon.

"Mwo?! Jadi masih ada tempat berkelahi lain lagi?! Kenapa tidak bilang dari tadi?!" tanyaku

"Bukan begitu. Hanya saja ini belum tentu mungkin dia berada di sana. Tapi perasaanku mengatakan, Kyuhyun berada di Black SHS."

Black SHS?

Berarti kalau dia kesana seorang diri, dia pasti dikeroyok oleh banyak sekali orang dari Black SHS. Tanpa seorangpun membantu.

"CEPAT KITA KESANA!" teriakku

.

.

.

.

Kami menuju ke Black SHS dengan pasukan yang banyak. Semua anak membawa motor, dan aku dibonceng oleh Siwon. Heheehe, Siwon... Aku dibonceng Siwon dan bisa memeluknya dari belakang, Hehehe. -_-"

Sungmin-ah! fokus-fokus! Ini bukan saatnya untuk hal seperti ini! Nyawa Kyuhyun sedang dipertaruhkan sekarang! Akhirnya kami sampai di Black SHS. Semua anak memarkir motornya di depan gerbang Black SHS. Sebagian ada yang ikut masuk kedalam dan sebagian menjaga di luar, 1/3 dari orang yang ada membawa pemukul baseball. Kami masuk ke daerah Black.

Tapi tempat ini amat sepi. Memang, kemungkinan besar pasti perkelahiansudah selesai sejak tadi. Aku tak mau dan tak berani membayangkan bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang.

Di sekeliling sekolah tidak ada tanda-tanda adanya orang maupun tanda bekas terjadi perkelahian,sampai akhirnya kami masuk ke GYM. Di dalam GYM banyak darah berceceran di lantainya. Ini sudah pasti bekas terjadinya perkelahian. Di sana ada 1,2,3,... 7 orang pingsan tergeletak di lantai! Oh tidak... aku mencari-cari ada tidaknya Kyuhyun di antara orang pingsan itu, tetapi dia tidak ada dan aku bersyukur Kyuhyun tidak ada di sini.

"Ini jelas telah terjadi perkelahian" kata Siwon.

"Tapi tidak ada Kyuhyun disini. Dimana dia?" tanya Donghae.

"Entahlah, sepertinya kita harus mencarinya lagi. Sebaiknya kita mencarinya di sekitar sini, siapa tahu dia pingsan di sekitar sini." aku tertegun mendengar pernyataan Siwon yang satu ini.

Bagaimana jadinya bila Kyuhyun benar-benar pingsan di sekitar sini?

Bagaimana bila dia dilukai oleh anak-anak lain?

Bagaimana kalau dia terluka amat parah?

Bagai-

"Sungmin-ah! tenanglah!" teriak Siwon.

Aku baru sadar ternyata aku gemetar dan air mata keluar dari mataku. Aku sangat ketakutan bila apa-apa terjadi pada Kyuhyun. Dan ini semua salahku!

.

.

.

.

"Tenanglah. Dia pasti tidak akan kenapa-napa. Sebaiknya kau pulang, ini sudah terlalu larut untuk seorang gadis berkeliaran di jalan. Aku akan mengantarmu sementara yang lain mencari Kyuhyun."

"Tapi aku mau mencarinya juga." kataku

"Kau hanya akan menghalangi pencarian kami. Sebaiknya kau pulang dan menunggu kabar dari Kyuhyun, itu lebih berguna untuk sekarang. Karena aku tahu, Kyuhyun pasti akan menghubungimu lebih dulu bila ada apa-apa."

"Jinjja?"

"Tentu saja. Kau kan yeojachingunya."

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang, dan Siwon mengantarku. Di sepanjang perjalanan aku terus berpikir dimana Kyuhyun berada, hatiku sungguh tak tenang dan ketakutan. Motornya berhenti 500 meter dari rumahku, karena akan lebih cepat bagi Siwon untuk memutar balik dari sini daripada mengantarku sampai ke depan rumah. Aku turun dari motornya.

"Tenang saja. Dia tidak akan apa-apa. Aku berani jamin." kata Siwon

"Ya aku tahu. Tapi tetap saja aku sangat ketakutan dan ini semua salahku karena bicara yang bukan-bukan di telepon tadi!"

"Tenanglah. Ini bukan salahmu. Semua namja pasti akan melakukan apa yang dilakukan Kyuhyun."

"Tapi... tapi... hiks, hiks,hiks"

Tanpa tersadar aku menangis. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku menangis buat seorang namja. Dan aku tak tahu kenapa aku menangis.

"Sudah, sudah. Jangan sedih lagi, dia akan segera kembali" kata Siwon sambil memelukku dengan sebelah tangan. Dia sangat harum, sama seperti terakhir kali aku digendongnya dan baunya menenangkan hatiku. Untuk sebentar, aku merasa amat nyaman dan aman.

"mm... mw- mwoya ige...?" kata seseorang di belakangku .

Siwon langsung melepas pelukannya. Wajah Siwon mengeras dan dihantui rasa bersalah dan ketakutan. Aku menghadap kebelakang. Itu... itu...

"Kyuhyun...?"

.

.

.

.

.

.

.

.

"mm... mw-mwoya ige...?"

"Kyu... Kyuhyun..."

Kyuhyun ada di sana. Wajahnya penuh dengan lebam, bibir bagian kirinya sobek, luka di bawah matanya makin melebar,dan bajunya sangat kotor penuh dengan darah serta sobekan. Entah sejak kapan dia berada di situ, padahal sedari tadi kami mencarinya kesana kemari. Mukanya mengeras dan penuh dengan amarah,dia berjalan ke arahku dan Siwon.

+BUAAAKHHH!+

Kyuhyun menonjok wajah Siwon keras sekali.

"SIWON-AH?! APA-APAAN KAMU?!" kataku kepada Kyuhyun sambil memegang Siwon yang terjatuh ke tanah akibat kencangnya pukulan Kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan dengannya?!" teriak Kyuhyun.

"Apa?! Apa yang kulakukan dengannya?! Dia hanya menghiburku karena aku amat ketakutan kau belum ditemukan sedari tadi!"

"Begitu? Ck! Jadi kau akan berpelukan dengan semua lelaki disaat kau ingin dihibur? Dimana harga dirimu!?" kata-katanya benar-benar menyakiti hatiku saat ini.

Aku tak menyangka dia menganggapku serendah ini. Dan lagi, dia memukul temannya sendiri yang berusaha menenangkanku.

"Apa katamu?! Jangan kau pikir kau bisa memperlakukan aku dengan semaumu! Jangan kau pikir kau bisa mengatur-aturku! Siapa kau berani berbuat begitu?! Aku sudah muak dengan sikapmu itu! Kau selalu merendahkan aku bahkan lebih rendah dari sampah! Pergi kau, aku sangat muak melihat wajahmu! Aku tak mau bertemu denganmu lagi!"

Aku sangat marah kepadanya, kurasakan wajahku memanas dan air mataku keluar deras sekali. Sorot mata Kyuhyun amat menyedihkan, sekan-akan dia terluka oleh perkataanku. Tapi aku sudah terlalu marah untuk peduli ataupun merasa bersalah.

"Jadi begitu? Baiklah, sesuai keinginanmu." setelah berkata begitu, dia membalikkan badannya dan pergi.

"Gwaenchanayo?" tanyaku kepada Siwon.

"Gwaenchana, sebaiknya kau kejar Kyuhyun sekarang." kata Siwon.

"Tidak, aku tidak akan mengejarnya. Dia yang membuatku berbuat seperti ini kepadanya."

"Tapi-"

"Apapun yang kau katakan atau kau memohon sekalipun. Walaupun itu kau yang meminta, aku takkan melakukannya." kerasku kepada Siwon.

Sepertinya Siwon sadar, apapun yang dia lakukan tak akan membuatku berubah pikiran. Akhirnya dia diam saja.

"Masuklah dulu ke rumahku, akan kuobati luka di wajahmu." kataku kepada Siwon.

"Tidak, itu tidak perlu. Sebaiknya kau sadar apa yang telah kau lakukan kepada Kyuhyun, Sungmin-ah. Kau menyakitinya."

Setelah berkata begitu, Siwon naik ke motornya dan pergi. Aku tahu aku menyakiti dia, tetapi dia yang membuatku jadi begini. Apakah ini akhirnya? Inikah akhir hubunganku dengan Kyuhyun? Terlalu pendek dan menyakitkan untuk kupikirkan.

.

.

Kepalaku berat sekali rasanya setelah sekian lama menangis. Aku pulang ke rumah dan masuk ke kamarku, tanpa mengganti baju ataupun mandi. Aku merebahkan diriku di kasur, dan kuharap aku bisa melupakan semuanya saat aku terbangun nanti.

Saatku membuka mata, sinar matahari sudah sangat terik. Kulihat jamku,sudah jam 2. Semalam aku baru bisa tidur selepas jam 5 pagi dan saat aku tertidur, aku terbangun beberapa kali. Ini sangat melelahkan, saat aku benar-benar terjaga yang bisa kupikirkan adalah Kyuhyun.

Ingin rasanya aku bertemu dengannya. Melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan aku juga merindukan senyumnya. Semua ini membuatku hampir gila, tak pernah sekalipun aku begini dan yang bisa membuatku begini hanya satu, yaitu Kyuhyun.

Aku bangkit dari tempat tidurku dan saat aku menginjak lantai, lututku sangat sakit. Rupanya lukaku membengkak lagi karena tidak kuobati. Aku mengerang, lututku rasanya sakit sekali. Mungkin aku harus pergi ke apotek untuk membeli obat.

Akhirnya aku mandi dan aku merasa lebih segar setelah mandi. Maklumlah, kemarin aku sangat keringatan dan langsung tidur tanpa mandi dulu... -_-

Setelah itu aku makan sebentar. Setelah makan, aku pergi ke apotek untuk membeli obat untuk mengobati kakiku. (ya, persediaan obatku sudah habis karena kupakai untuk mengobati lututku dan punggung Kyuhyun)

Karena sepertinya kakiku sudah harus benar-benar diobati. Saat aku keluar dari rumah, aku melihat sebuah korek api tergeletak di depan pagar rumahku. Jangan-jangan semalam dia berada disni saat kami mencarinya?

Tidak-tidak Sungmin-ah! Jangan pikirkan dia lagi!

.

.

Sesampainya di apotek,aku mengambil beberapa obat antiseptik dan membawanya ke kasir.

"Sungmin-ah?" kata seseorang. Ternyata itu adalah Donghae.

"Oh kamu. Sedang apa kau disini?" tanyaku

"Tentu saja membeli obat. Untuk apa obat antiseptik itu?"

"Untuk lututku yang terluka 2 hari lalu. Bengkaknya luar biasa besar dan sudah mengeluarkan nanah karena aku tak rutin mengobatinya."

"Yeoja selebor sepertimu mana mungkin bisa melakukan sesuatu secara rutin. Hahahahahha!"

"Tutup mulutmu, dasar ikan busuk!" kataku sambil menjitak Donghae.

"Aduh! Aduh sakit! Kasar sekali sih! Oh iya, soal Kyuhyun..."

"Jangan membicarakan dia!" potongku

"Waeyo? Aku cuma mau bilang dia masuk rumah sakit."

"Mwo?! Dia masuk rumah sakit? Wae?"

"Ne, semalam dia mabuk dan hujan-hujanan. Setelah itu, sepertinya dia berkelahi lagi. Aku dan Siwon menemukannya tergeletak di jalan semalam tapi saat dia melihat Siwon, dia marah sekali kepadanya dan memaki-maki Siwon. Aku tak pernah melihat Kyuhyun memaki-maki Siwon seperti itu. Entah kenapa dia begitu tapi tak lama setelah itu, Kyuhyun pingsan. Lalu aku dan Siwon membawanya ke rumah sakit"

"Apa Kyuhyun terluka parah?"

"Ne. Dia terluka parah. Tangan kirinya patah, dan seluruh tubuh bahkan wajahnya dipenuhi luka. Sepertinya dia harus diopname selama beberapa minggu."

"..."

"Aku mau ke rumah sakit sekarang, kamu mau ikut?"

"Aniya. Sebaiknya aku tidak ikut."

"Aaah~ sudahlah ayo ikutt!" kata Donghae sambil menarikku pergi. Tenaganya kuat sekali. Tak kusangka ikan ini sangat kuat! Aku tak bisa melepas pegangannya, dan dia terus menarikku menuju ke rumah sakit.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya kami sampai di rumah sakit, dan Donghae membawaku ke kamar nomor 137.

"Kyuhyun-ahh aku bawa Sungmin nihhh~~~~" kata Donghae sambil memasuki kamar, dan aku mengikuti Donghae dari belakang.

Ada Kyuhyun disitu. Lengan kirinya di gips, kepalanya di perban, dan wajahnya ditempel banyak plester. Dia mengenakan baju rumah sakit, dan itu membuatnya cukup lucu.. Hehehe.

Di dalam ruangan ini ada banyak orang, sebagian sudah kukenali wajahnya namun sebagian tidak. Tetapi Siwon tak ada disini. Biasanya Siwon dan Donghae selalu ada disamping Kyuhyun. Ini aneh.

"Annye...annyeong..." sapaku gugup kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya melihat ke arahku.

"Untuk apa kau kesini? Katanya kau muak melihat wajahku?"

Ugh, bisa-bisanya dia berkata begitu! Padahal aku sudah berbaik hati menjenguknya.

"Aku cuma mau melihat keadaanmu kok! Tapi sepertinya tidak parah" jawabku

"Apanya yang tidak parah! Tak bisa kau lihat ini!?"

Dia tidak ingat kejadian kemarin, atau memang dia tidak memikirkan kejadian kemarin? Dia seperti Kyuhyun yang biasa, tidak menyeramkan seperti tadi malam. Aku sangat lega dia baik-baik saja dan melihat wajahnya mengobati rasa rinduku kepadanya hari ini.

"Kalian semua keluar." kata Kyuhyun kepada semua orang yang ada di dalam ruangannya.

Donghae dan yang lainnya menuruti dan mengarah keluar. Melihat itu, aku juga mengarah keluar.

"Kamu mau kemana?" tanya Kyuhyun.

"Hah? Nuguya?" tanyaku

"Ya kamu! Nanya lagi. Kamu tetap disini, yang lainnya keluar!" teriaknya

"Kenapa sih harus teriak-teriak?! Dasar sinting"

"Tutup mulutmu, dengar, dan lakukan sajalah!"

Akhirnya aku menurutinya, entah kenapa semakin hari sifat budakku makin terlihat -_- Aku duduk di samping tempat tidurnya dan bertanya,

"Kenapa kau suruh mereka keluar?"

"Terserah aku." jawabnya.

Dasar psikopat egois! -_-

Apa salahnya sih menjawab pertanyaanku dengan benar?!

"Dimana Siwon?" tanyaku

"Buat apa kau menanyakan dia? Kau suka padanya?" sindir Kyuhyun.

"Kenapa sih kamu berkata begitu?! Aku kan cuma bertanya!"

"Aku tidak mau melihat wajahnya! Jadi jangan sebut-sebut namanya di depanku!"

"Kau harus minta maaf kepadanya atas kejadian kemarin. Kau memukulnya sampai wajahnya lebam."

"Aku tidak akan minta maaf padanya. Itu salahnya sendiri"

"Apa katamu-"

"Aku tak akan minta maaf! Tidakkah kau dengar itu?!" teriaknya,aku bangkit berdiri.

" Sebaiknya aku pulang, kita bicara kalau kepalamu sudah dingin."

Aku sudah bersiap untuk pergi sampai Kyuhyun menangkap tanganku.

"Jangan pergi" katanya

"Kita bicara lain kali saja" tegasku sambil melepaskan genggamannya.

"Jangan pergi" katanya lagi

"Mian, aku akan datang lagi lain kali."

"TAPI KAPAN?! KAPAN KAU AKAN KEMBALI LAGI KESINI?! HEI- TUNGGU! HEI-" teriak Kyuhyun.

Dia belum menyelesaikan kata-katanya, tapi aku sudah keluar dari ruangannya. Kulihat Donghae amat kaget dan berlari memasuki ruangan karena mendengar Kyuhyun berteriak-teriak. Bisa kudengar Donghae meneriakkanku agar aku kembali, tapi aku mengabaikannya. Aku berlari di sepanjang koridor rumah sakit mengabaikan rasa sakit di lututku. Aku harus pergi sebelum Kyuhyun atau Donghae menangkapku kembali.

Hari ini hari Senin, tepatnya sudah 2 hari semenjak kejadian di Rumah Sakit waktu itu. Umma dan appaku sudah kembali dari urusannya, dan mereka marah sekali melihat rumah yang amat kotor karena aku maupun adikku sama sekali tak peduli untuk membersihkan rumah. Jadi sebagai hukuman akhir pekan, aku dan adikku membersihkan rumah sampai ke sudut-sudutnya. -_-

Aku sedang bersiap-siap untuk ke sekolah, sepertinya sudah lama sekali aku tidak sekolah (wajarlah, aku bolos dari hari Kamis. hehehehhee) dan aku rindu pada Eunhyuk.. Huhuhu Eunhyuk-ah! banyak yang ingin kuceritakan padamu. Sesampainya di sekolah, aku menceritakan semuanya kepada Eunhyuk.

"Jadi kau belum ke Rumah Sakit lagi semenjak kejadian itu?" kata Eunhyuk

"Tentu saja! Aku mana mau bertemu dengan Kyuhyun, bisa-bisa kami berantem lagi nanti dan aku juga merasa bersalah kepada Siwon. Dia sepertinya dimusuhi oleh Kyuhyun sekarang."

"Aapi, apa kau tidak merindukan Kyuhyun?" tanya Eunhyuk.

Rindu? Tentu saja aku merindukannya, tetapi aku takut untuk bertemu dengan Kyuhyun. Aku tak menjawab pertanyaan Eunhyuk dan sepertinya ada sesuatu dari ekspresiku yang membuat dia tidak menanyakan jawabannya.

"SUNGMIN-SSI! EUNHYUK-SSI! Jangan berisik di jam pelajaran!" teriak seonsaengnim.

Aku lupa kami sedang dalam jam pelajaran, dan aku malah curhat kepada Eunhyuk Hahaha….. Jadi aku dan Eunhyuk memutuskan untuk diam tetapi aku tidak berkonsentrasi sama sekali terhadap pelajaran -_-

.

.

.

.

.

~TING TONG TING TONG~ bel istirahat berbunyi.

.

.

.

.

.

Yes! Akhirnya aku bisa makan! hahaha, aku lapar sekali. Baru saja aku mau pergi ke kantin bersama Eunhyuk, tapi Siwon mencariku.

"Ada Lee Sungmin?" tanya Siwon di ambang pintu kelasku.

"Ah! Aku disini!" teriakku pada Siwon.

Akhirnya Siwon melihat ke arahku dan berjalan ke arahku.

"Bisa aku bicara sebentar?" tanya Siwon.

"Bisa! Tentu saja bisa!" kataku.

Bisa kulihat semua anak-anak yeoja di kelasku melirikku iri. MUAHAHAHAHHA, asik juga nih dikelilingi lelaki tampan! MUAHAHAHHAHA

"Ehm Min-ah, aku pergi ke kantin dulu ya. Aku takut kehabisan roti daging." bisik Eunhyuk kepadaku.

Oh iya, aku lupa sama Eunhyuk. Habisnya melihat wajah Siwon membuatku lupa semua sih. Dia tipeku banget..hahahhaa

"Aku nitip roti daging juga." bisikku kepada Eunhyuk.

Lalu aku dan Siwon menuju ke atap sekolah. Tempat itu sepi tak ada orang sama sekali, cuma aku dan Siwon disini. ohoho Siwon~ kamu genit~~

"Sebaiknya kamu menjenguk Kyuhyun." katanya

"Untuk apa? Bahkan dia tak mau minta maaf padamu." jawabku

"Dia sudah minta maaf padaku, dan itu aneh. Kyuhyun tidak pernah meminta maaf."

"Sudah seharusnya dia begitu." jawabku dingin

"Hei, dengar- kau ingat kau pernah bilang pada Kyuhyun kau muak melihat wajahnya dan tak mau bertemu dengannya lagi?"

"I... iya.. lalu?"

"Asal kau tahu saja, orang tuanya bercerai dan dia lahir di saat perceraian itu. Bisa dibilang, orang tuanya tidak menginginkan dia. Dia tinggal bersama ummanya sekarang, namun ummanya sibuk bekerja dan hanya pulang 1 bulan sekali. Dia ditolak oleh ibunya dan kau, orang yang paling disukainya juga menolak keberadaannya. Bisa kau bayangkan betapa sakitnya dia?"

"Mw.. Mwo? tapi-"

"Tidak kelihatan bukan, dia ternyata orang yang kesepian?" tanya Siwon.

Aku hanya mengangguk-angguk.

"Dia memang keterlaluan saat memukulku. Tapi itu cuma karena dia takut kehilanganmu saja dan lagi dia sudah meminta maaf kepadaku. Jadi sebaiknya kau temui dia barang sebentar saja. Aku tahu pasti, kau menyukai Kyuhyun bukan?" tanya Siwon.

Aku hanya mengangguk. Aku mulai menangis. Aku tak menyangka ternyata Kyuhyun seperti ini. Dia pasti terluka sekali mendengar perkataanku dan aku yang bodoh ini, terlalu egois untuk menemuinya. Saat ini ,satu-satunya yang ingin kulakukan adalah bertemu dengan Kyuhyun. Aku ingin sekali memeluknya dan meminta maaf kepadanya.

Mianhae Kyuhyun-ahh... T.T

Uh! Aku udah semangat banget nih mau ketemu sama Kyuhyun. Tapi, disinilah aku bersama Eunhyuk, di toilet Seonsaengnim! Aku dan Eunhyuk dihukum untuk membersihkan toilet Saemm lantaran kami makan disaat jam pelajaran.

Saat istirahat aku dan Eunhyuk tak sempat makan lantaran Eunhyuk memintaku menceritakan apa yang kulakukan bersama Siwon di atap tadi. Jadinya sisa jam istirahat kugunakan untuk bercerita kepada Eunhyuk tentang kejadian tadi dan akhirnya kamipun lupa untuk makan!

Perutku dan Eunhyuk sudah tak tahan lagi, jadi roti daging yang tadi sudah dibeli kami makan disaat jam pelajaran. Tidak kami duga, bau roti daging kami kuat sekali. Jadinya saemm pelajaran kami mencari-cari dimana asal bau itu -_-

Kami berdua ketahuan sedang makan, dan saat itulah kami mendapat hukuman untuk membersihkan toilet saemm selama satu minggu.. AHHH!

TIDAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL DARI INI?! huhuhu... Kyuhyuuuuuunnnnnn!

"Aigoooo.. sekarang sudah jam 4 sore lagi! Padahal aku mau cepat-cepat ke rumah sakit untuk ketemu cintaku." keluhku kepada Eunhyuk.

"Tutup mulutmu dan kerjakan saja! ini semua karena kamu bercerita sampai aku lupa makan!" kata Eunhyuk.

"Hei jangan menyalahkan aku! Kan kamu yang memintaku menceritakan apa yang terjadi!"

"Hukuman ditambah menjadi dua minggu karena mengobrol di tengah-tengah masa penghukuman" kata seseorang yang kutahu akhirnya itu adalah saem yang sedang mengawasi kami bekerja -_-

Ukh! Jadi 2 minggu! aaaahh! Tak bisa apa aku lebih sial dari ini!

Akhirnya kami selesai membersihkan toilet guru -_-

Entah apa yang saemmdeul itu makan, sampai toilet jadi bau sekali. Sekarang sudah jam 5! Ahhh! Sudah sore sekali. Entah apa aku sempat ke Rumah Sakit!

Aku dan Eunhyuk langsung berlari pulang setelah itu, lantaran langit sangat mendung dan sepertinya akan segera hujan dan benar saja, sesampainya aku di rumah hujan turun amat besar.

Huh, sepertinya memang sudah takdir hari ini aku tidak pergi menemui Kyuhyun... ya sudahlah.. -_-

Lalu aku mandi karena badanku lengket sekali. Membersihkan toilet guru benar-benar menguras semua tenagaku! Toilet itu kotor sekali! Ugh... -_-

Bukan hanya itu saja, punggungku juga pegal setengah mati karena tadi terus membungkuk untuk menggosok lubang neraka itu!

M.E.N.J.I.J.I.K.A.N!

+JEGER!+

Wuaaaahh! Suara petirnya kencang sekali. Hujannya juga sangat .. -_-

Kyuhyun sabar ya. Besok si cantik ini akan menjengukmu pagi-pagi sekali.

Kekekeke~~~~

.

.

.

.

.

.

.

~DING DING~CHA CHA CHA~DING DING~ CHA CHA CHA~

.

.

.

.

.

.

.

Ponselku berbunyi. Deringnya jelek sekali, kapan-kapan akan kuganti.

"Yeoboseyo?" jawabku tanpa melihat dulu siapa yang menelpon

"..." orang di sebrang diam saja, tapi aku bisa mendengar suara hujan sebagai latar belakangnya.

"Yeoboseyoooooo?" tanyaku lagi

"..."

"Kyuhyun...?" tanyaku.

"Keluar kamu..." jawabnya

"Kyuhyun?!"

"Katanya kau akan datang. Kutunggu, tapi kau tidak datang juga."

"Kyuhyun?! Kau mabuk ya? Yeoboseyo?"

"Aku terus menunggu bahkan aku juga meminta maaf kepada Siwon berharap kamu datang tapi, kamu tak kunjung datang."

"Kyuhyun? Neo eodiga?!"

"Terus kutunggu tapi kamu tidak datang."

.

.

.

+TUUT~ TUUT~ TUUT~~+ teleponnya terputus.

.

.

.

Reflek,aku langsung berlari keluar untuk mencari Kyuhyun. Bahkan aku tak peduli untuk membawa payung di hujan sederas ini.

Kyuhyun. Dia menungguku selama ini.

Dia menungguku..!

Dimana kau Kyuhyun..?!

Aku terus berlari di tengah-tengah hujan berharap menemukan dia. Tapi aku tak tahu harus kemana. Aku mengingat-ingat dimana kira kira dia akan berada.

Ah! Taman! Mungkin saja dia di taman, tempat aku mengobati lukanya dulu. Aku langsung berlari menuju ke taman itu. Sesampainya di sana, aku mencari-cari ada tidaknya tanda-tanda Kyuhyun. Itu dia! Dia disana, tepat di tempat aku mengobati lukanya waktu itu. Aku berlari ke arahnya dan berteriak,

"KYUHYUNNNNNNN-AAHH!"

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Wkwkwkwk… Gimana nih lanjutannya?

Mian atas keterlambatannya. 2 minggu ini saya hiatus karena sedang focus UTS. Tapi setelah ini ga lagi asal kalian para readerdeul memberi REVIEW yang buuuuuaaaaaaaannnnnyyyyyaaaa kkkkkkk…..

Thank For All Who Review This Story

Mian ga bisa bales review-nya satu-satu. Tapi saya udah baca semua review-nya kok. Oh iya mian lagi, kalau chapters sebelomnya kecepeten alurnya. Saya usahain alurnya bakal saya panjangin lagi buat chap selajutnya dst. ^^