Tittle : CRAZY!
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Lee Hyukjae
Lee Donghae
Choi Siwon
And the other
Rated : T
Pair : KyuMin
Warning : GS, Typo(s), tidak sesuai EYD, Abal, dll
Disclaimer : Sungmin milik SMEnt, keluarga dan Kyuhyun. Kyuhyun milik SMent,keluarga dan Sungmin. KyuMin milik Tuhan YME dan saya #plak
Don't like? Don't Read!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
CHAPTER 6
"KYUHYUNNNNNNN-AAHH!" Teriakku sambil berlari ke arahnya.
Dia sudah benar-benar basah kuyup, entah berapa lama dia berada di sana. Dia duduk tepat di tempat aku mengobati lukanya waktu itu. Di sebelah kakinya banyak tergeletak kaleng-kaleng bir, sepertinya dia meminumnya selama dia disini.
"Kyuhyun-ah! Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan disini?" tanyaku sambil memegang wajah Kyuhyun.
"Aku terus menunggumu. Menunggumu sampai aku hampir gila. Menunggumu dan berharap suatu hari kau akan masuk melalui pintu kamarku. Aku selalu menungu-"
Aku memeluknya sebelum dia berhasil menyelesaikan kata-katanya. Aku memeluknya erat sekali sampai dia hanya terdiam di pelukanku. Aku bisa merasakan nafas Kyuhyun menggelitik telingaku.
"Mianhae... Mianhae… Mianhae" aku hanya bisa mengulang-ulang kalimat itu.
Aku tak tahu apa yang harus kukatakan lagi, dan itu adalah satu-satunya kata yang dapat mewakili perasaanku saat ini 'Mianhae'. Bisa kurasakan tubuh Kyuhyun melemah di pelukanku dan aku melepas pelukanku darinya.
"Jadi, sekarang kau takkan pergi lagi?" tanya Kyuhyun kepadaku, sorot matanya amat memelas mengingatkakanku pada anjing di rumah tetangga. (maafkan aku kalau kata-kataku merusak mood kalian dalam membaca.. Hahahaha)
"Ne... Aku tak akan pergi lagi. Kajja, kita kembali ke Rumah Sakit."kataku.
Lalu aku membantu Kyuhyun berdiri. Entah bagaimana caranya dia bisa keluar dengan kondisi yang separah ini. Kebetulan ada taksi yang melewati taman, jadi kuberhentikan taksinya dan aku masuk ke dalam bersama Kyuhyun.
"Ke Seoul Hospital." kataku kepada supir taksi.
Bisa kulihat raut muka supir itu tidak rela akan kehadiran kami di taksinya. Maklumlah, kami basah kuyup dan membasahi jok mobilnya. Nanti akan kuberi tip ahjussi. Tenang saja aku sedang baik hari ini.
"Tidurlah, sesudah sampai di Rumah Sakit aku akan membangunkanmu." kataku kepada Kyuhyun.
Dia menyenderkan kepalanya di bahuku dan berkata, "Ya, nanti jangan lupa bangunkan aku kalau kau tak mau mati." Dasar namja gila! Dia sudah kembali menjadi dirinya yang biasa.. -_-
Dimana perginya Kyuhyun yang dengan mata memelas berkata 'aku menunggumu' sekarang? Huh, dia memang paling ajaib!
Aigooo... Disini dingin sekali.
"Ahjussi, tolong matikan ACnya dan nyalakan penghangatnya" pintaku kepada ahjussi (read: supir taksi)
Bajuku benar-benar basah dan akhirnya aku sadar, 'bajuku berwarna putih!' Aduhhh malunyaaa! Dan di sisa perjalanan aku memeluk diriku sendiri lantaran malu.
+PLUK+
Baju basah berwarna biru dilempar ke kepalaku. Ini? Baju Rumah Sakit Kyuhyun.
"Pakai itu." kata Kyuhyun.
"Tapi..."
"Sudah jangan banyak mulut dan pakai sajalah!" kata Kyuhyun.
Ukh! Aku benar-benar mencintai orang ini! Coba dia bisa sedikit mengontrol mulutnya. Aku memakai baju Kyuhyun dan Kyuhyun bertelanjang dada. Aku sungguh tak enak kepadanya -_- Sebenarnya siapa yang sakit disini? Mobil berhenti, kami sudah sampai di tujuan.
"Hei, ambil uang di kantung celana sebelah kiriku." kata Kyuhyun.
"Tapi..." aku baru saja mau bilang aku saja yang bayar taksi tapi dia menyelaku.
"Bisa tidak kau jangan terus-terusan menjawabku?! Cepat lakukan sajalah!"
Ih.. Bisa tidak sih dia memperbaiki mulutnya itu! Lalu aku merogoh kantung celananya (Kyuhyun tidak bisa melakukannya sendiri karena tangan kirinya di gips, jadi tolong jangan anggap aku mesum -_-) dan mengambil uang di dalamnya. Oh tuhan.. uangnya banyak sekalii!
Kyuhyun memberikan uang kepada ahjussi itu dan memberikan kembaliannya sebagai tip. Padahal kembalinya masih banyak sekalii... Oh tidak~
"Hei Kyuhyun-ah, kau mau bertelanjang dada begitu masuk ke dalam rumah sakit? Sudah, sebaiknya kau pakai saja ini." kataku sambil melepas kemeja Kyuhyun yang kupakai.
Sebelum sempat kulepas, Kyuhyun menghentikanku dan dia berkata.
"Sudah! Jangan banyak mulut dan pakailah saja! Nanti yang lain akan datang, kau mau kelihatan seperti itu di depan semuanya."
"Dasar mesuummm" kataku.
"Apa kata-" belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, Donghae dan Siwon berlari ke arah kami dan Donghae berteriak,
"Kyuhyun-ahh?! Darimana saja kau?! Kami kaget sekali waktu suster bilang kau menghilang! Lho? Sungmin-ahh? Kenapa kau disini?"
"Oh... Annyeong." kataku kepada Donghae dan Siwon.
"Kenapa kau memakai kemeja Kyuhyun? Dan kenapa kalian basah kuyup begitu?!" tanya Donghae.
"Sudahlah jangan berisik! aku mau kembali ke kamar dan tidur!" kata Kyuhyun sambil menariku dengan tangan kanannya.
"Kenapa kau menarikku?" tanyaku ke Kyuhyun.
"Kau pikir kau bisa pulang dengan keadaan begitu hah? Sudahlah ikut aku dulu." kata Kyuhyun dan aku mengikuti dia saja.
"Lalu bagaimana dengan kami?" tanya Donghae.
"Terserah, sudah kalian pulang saja!" kata Kyuhyun ke Siwon dan Donghae.
"Iih~ Kyuhyunieee genit~~ maunya berduaan aja sama Sungminieeee"
Kyuhyun memandang Donghae dengan tatapan membunuh dan saat itu juga, Donghae menutup mulutnya dan pergi sesuai dengan perintah Kyuhyun. Siwon juga mengikuti Donghae dari belakang tapi sebelumnya dia melambaikan tangan kepadaku dan Kyuhyun.
"Kajja ke ruanganku." kata Kyuhyun.
"Ih~ Kyuhyuniee genit~ " kataku.
"Tutup mulutmu!" teriaknya, tapi bisa kulihat telinganya memerah.
Hihihi~ ternyata dia malu.. kekekeke
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
+RUANGAN NOMOR 137+
"Ganti bajumu dengan ini." kata Kyuhyun sambil melempar sepasang piyama dan sebuah handuk kepadaku.
"Ini baju rumah sakit kan? Tak apa-apa kupakai?"
"Sudah ganti saja."
Aku menurutinya dan masuk ke kamar mandi. Aku memakai baju yang diberikan Kyuhyun, tak kuduga bajunya besar sekali. Tanganku sampai tenggelam saking panjang bajunya, jadi kugulung lengan bajunya sampai ke siku-ku. Celananya juga panjang sekali, aku juga menggulung celananya dan kupakai sampai ke perut -_-.
Saat aku keluar,aku mendapati Kyuhyun juga sudah mengganti baju dan handuk menggantung di bahunya. Entah bagaimana dia memakai baju dengan tangan di gips seperti itu. Dia sedang tertidur di kasurnya, dan aku berjalan ke arahnya. Kubelai rambut basahnya dan aku berbisik,"Jaljayo"
Saat aku berniat meninggalkan ruangan, Kyuhyun menangkap tanganku.
"Tetaplah disini. Setidaknya sampai aku tertidur." katanya sambil tetap menutup matanya.
Aku hanya tersenyum dan menurutinya. Aku sudah duduk di sampingnya, tapi Kyuhyun masih menggenggam tanganku kuat-kuat. Mungkin dia pikir aku akan meninggalkannya -_-
Kulihat jam di dinding, SEE?! Sudah jam 12 malam? Mati aku! Mana aku tidak bawa HP lagi! (begitu Kyuhyun menelpon, yang kupikirkan hanya keluar untuk mencarinya, sampai-sampai aku tidak membawa apapun -_-)
Aigoooo… Pasti aku akan diomeli nih. Semoga saja appa dan umma mengira aku berada di kamar semalaman, jadi aku bisa kembali besok pagi masuk lewat jendela dapur -_-
Aku memperhatikan wajah Kyuhyun. Kulitnya begitu mulus! Tapi kulit mulusnya terganggu oleh beberapa lebam dan luka. Matanya yang tertutup sangat sexy waktu kuperhatikan (hehehe) . Di bibirnya ada luka sobekan, sepertinya ini karena ditonjok deh. Gimana ya rasanya ditinjok sampai bibirnya sobek begitu? Ukh! memikirkannya aja aku sudah ngeri..
Hoaaammm... aku jadi mengantuk deh. Aku merebahkan kepalaku di pinggir tempat tidur Kyuhyun, dan tanpa kusadari aku tertidur.
o0o
Mataku langsung terbuka saking kagetnya. Jam berapa ini?! Aku ketiduran! Oh tidak! Aku lihat jam di dinding, pukul 04.30 pagi. Huff... Masih sempat aku pulang dan menyelinap masuk dari jendela. Harusnya jam segini ummaku belum bangun.
Aku merenggangkan badanku, dan akhirnya aku tersadar aku berada di tempat tidur. Sepertinya aku tidak tidur disini barusan? Bukannya aku tidur di bangku? Akh! dimana Kyuhyun?!
Aku menengok ke kanan ke kiri mencari Kyuhyun. Ah, itu dia. Kyuhyun tertidur di sofa, dia meringkuk seperti bola. Pasti dingin sekali tidur disitu dan aku juga bertanya-tanya bagaimana dia memindahkanku ke tempat tidur? Hhhh.. Aku benar-benar mencintai orang ini! :')
Aku turun dari tempat tidur dan berjalan menuju Kyuhyun.
"Kyuhyun-ahh.. Hei Kyuhyun-ahh. Ireona, pindahlah ke tempat tidur. Aku harus pulang karena hari ini sekolah." kataku sambil mengguncang tubuh Kyuhyun dengan berhati-hati agar tidak menyakiti lukanya.
Dia membuka matanya, dan sesegera itu dia pindah ke tempat tidur dengan gaya berjalan ala zombie. Hihihi, pasti dia ngantuk sekali. Aku mengikutinya ke tempat tidur dan menyelimutinya. Setelah menyelimuti Kyuhyun, aku mengganti baju dengan baju basahku yang kemarin (sekarang sih sudah kering, soalnya kemarin kutaruh di beranda balkon biar kering). Aku keluar dari ruangan Kyuhyun dan bergegas untuk pulang. Huh, semoga saja umma belum bangun.
o0o
Aku sudah di depan rumah sekarang. Hmm... Lampu belum menyala, berarti umma belum bangun. Hehehe, aku beruntung hari ini. Kekeke,,,,aku memutar ke halaman belakang, dan membuka jendela dapur. Tidak dikunci, memang sih jendela di dapur kuncinya rusak akan kuingat-ingat untuk memberitahu appa agar membetulkannya sebelum rumah kami kemalingan.
Aku membuka jendela cukup lebar agar aku bisa masuk. Ugh, jendelanya tinggi sekali! Aku masuk dengan kepala duluan, dan kepalaku terbentur ujung jendela yang sakitnya setengah mati. Saat aku menaikkan kakiku, kudengar bunyi
'bret!'
Dan benar saja, celanaku sobek! Ughh,, gak bisa apa aku lebih sial dari ini?! Akhirnya aku berhasil masuk tanpa membuat kegaduhan. Sepertinya aku cocok nih jadi ceweknya James Bond kalo begini. Kekekeke~
Setelah itu aku langsung menuju kamar dan merebahkan badanku di tempat tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hari ini benar-benar melelahkan. Sebaiknya aku tidur sebentar sebelum pergi ke sekolah, bisa-bisa aku ketiduran nanti pada saat jam pelajaran -_-
Sepulang sekolah nanti aku mau langsung ke Rumah Sakit ahh~ hahaha.
Akh! Aku lupa! Aku dapat hukuman untuk membersihkan toilet ssaem sampai 2 minggu ke depan. -_-
"Minnie-ah! Ireona-chagi! Kau harus sekolah!" teriak ummaku.
Ternyata aku ketiduran lagi barusan. Ukh, aku ngantuk sekali! Aku mandi dan memakai seragamku, lalu aku turun ke bawah untuk sarapan.
.
.
.
.
.
.
.
Umma dan appaku bersikap biasa saja, sepertinya tidak ketahuan aku pergi semalam. Untunglah... tak tau jadi apa aku kalau ketahuan.
"Min nonna~ semalam kemana~?" bisik namsaengku. Tubuhku mengejang mendengarnya.
"Lee Sungjin, sebaiknya tutup mulutmu kalau tak mau mati." bisikku kepada saengku sambil memberikannya tatapan kematian yang kupelajari dari Kyuhyun.
"Jadi kau mengancamku? Akan kuadukan ke umma" bisik adikku. Sepertinya tatapanku tak se-ampuh Kyuhyun. -_-
"Apa maumu?"
"Akan kupikirkan dulu. Sebagai upah tutup mulut, kau berhutang satu padaku. Kekeke~" bisiknya. Dasar bocah tengik! Lihat saja nanti pembalasanku.
"Aku pergi!" teriakku. Lalu aku langsung menuju sekolah.
.
.
.
.
.
Setibanya di sekolah yang pertama kali kulakukan adalah tidur di mejaku. Eunhyuk terus menggangguku berharap aku menceritakan kejadian kemarin, tapi aku tak punya tenaga untuk menceritakannya sekarang. Aku butuh tidur, jadi kuacuhkan saja Eunhyuk.
Tak terasa aku tidur sampai bel istirahat. Hoaaammmmmm, tidurku nyenyak sekali barusan dan sekarang tenagaku sudah terisi, muahahahaha. Saat jam istirahat kupakai untuk makan sambil bercerita kepada Eunhyuk. Teman-temanku yang lain sibuk bermain truth or dare, tetapi aku tidak ikutan karena sudah kapok dengan akibat dari permainan itu.
Eunhyuk hanya tercengang mendengar ceritaku dan mulai berteriak-teriak
'Kyaaa kyaa! Kyuhyun keren sekalii! Kyaaa kyaa kyaaa' yang membuatku sakit kuping! Ukh!
"Gimana dengan Donghae?" tanyaku kepada Eunhyuk
"Proot! Uhuk…. Uhuk! Hah? Ada apa dengannya memang?" Eunhyuk langsung memuncratkan makanannya dan salah tingkah.
Ih.. dia kenapa deh..? -_-
"Kamu suka dia kan?"
"Hah? Enggak kok! Hahahaha" ketahuan sekali dia suka pada Donghae. -_-
Tapi aku diam saja, abis dia salah tingkah begitu sih...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
+SEPULANG SEKOLAH+
Inilah hari ke 2 penghukuman kami di neraka.. -_-
Sepertinya baru kemarin kami membersihkan toilet ini. Kenapa sekarang sudah kotor dan bau sekali? Apa sih yang Ssaemdeul sinting itu makan dan minum?! Ugh! Ini namanya penyalahgunaan hak! Dan ini juga merupakan pelanggaran norma dengan menyuruh dua murid manis membersihkan toilet hina ini! Aku ingin ketemu Kyuhyunnnnnn! Huuaaaa Kyuhyunnn!
"Sepulang sekolah nanti kamu mau ke Rumah Sakit ?" tanya Eunhyuk.
"Iya, aku mau menjenguk cintaku. Mau ikut?"
"Boleh saja, aku lagi malas pulang. Tapi disana ada Donghae kan?"
Dasar perempuan picik! Ujung-ujungnya ke Donghae juga -_-
"Iya iya! Dia ada kok! Memangnya kamu tidak ketemu dengannya disini?"
"Tidak, dia tidak kelihatan beberapa hari ini. Sepertinya dia bolos deh."
Iya juga ya, semenjak Kyuhyun masuk rumah sakit. Aku jarang melihat Siwon dan Donghae di sekolah. Mereka cinta banget sih sama Kyuhyun sampai bolos sekolah? Apa mereka emang malas sekolah saja? Ckck! Anak jaman sekarang.. -_-
Akhirnya kami selesai, dan sekarang sudah jam setengah 6 sore. Toilet itu memang terkutuk! Kami capek sekali membersihkannya! Tanganku seperti mau patah dibuatnya! Aku dan Eunhyuk segera pergi ke rumah sakit karena takut kemalaman. Sesampainya di rumah sakit, Eunhyuk langsung nyamperin Donghae yang sedang merokok di luar gedung Rumah Sakit dengan beberapa temannya (termasuk Siwon).
Jadinya aku masuk sendirian ke dalam gedung. Huh dasar teman gak setia kawan! Masa dia meninggalkanku begitu melihat Donghae?! Aku akan minta ditraktir sebagai balasannya. Kekeke~
Aku naik lift menuju ke lantai 3. Sebelum menuju ke kamar Kyuhyun, aku pergi dulu ke tempat penjualan minum otomatis untuk membeli beberapa soda. Ada suara orang bicara di lorong sana,aku menengok sekadar penasaran saja.
Aku kaget sekali mendapati suara itu ternyata milik Kyuhyun dan Hyori. Hyori? Apa yang wanita busuk itu lakukan bersama Kyuhyun? Lalu aku melihat Kyuhyun memegang wajah Hyori dengan tangan kanannya. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyori dan akhirnya Kyuhyun mencium bibirnya.
Bisa kurasakan tubuhku menegang. Tanganku mulai gemetar.
Kyuhyun mencium Hyori?
Bukankah Kyuhyun membenci Hyori?
Bukankah Kyuhyun dulu menampar Hyori karena dia mengejekku?
Kenapa Kyuhyun melakukannya?
Peganganku pada kaleng soda yang sedang kupegang melemah. Aku bahkan tak punya tenaga untuk memegang kaleng soda ini sekarang. Tubuhku menjadi lemas seketika melihat perbuatan Kyuhyun ini, dan hatiku amat sakit dibuatnya.
Mataku memanas, dan sebentar lagi kaleng soda ini akan lepas dari peganganku. Tapi aku tak bisa membiarkannya terjadi, apabila kaleng soda ini terjatuh, Kyuhyun pasti akan sadar aku berada di sini.
+grep+
Seseorang memegang tanganku. Terima kasih kepadanya, kaleng soda yang kupegang ini tidak jadi terjatuh. Orang ini membalikkan tubuhku menghadap kepadanya dan ia berkata,
"Jangan dilihat.."
Siapa orang ini?
Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Dia sangat tampan. Walaupun matanya tidak ada lipatan mata, matanya terlihat besar. Alisnya tebal, bibirnya pink, hidungnya mancung, dan rambutnya amat hitam.
"Kenalkan, namaku Takayama Yusuke. Aku saudara tiri Kyuhyun"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kenalkan, namaku Takayama Yusuke. Aku saudara tiri Kyuhyun."
Orang ini ngomong apa sih?
Saudara tiri Kyuhyun?
Apa sih maksudnya?
"Kyuhyun menuju ke sini. Pakai ini cepat!" katanya sambil melingkarkan jaketnya ke tubuhku.
Aku menurutinya, dan aku tak tahu kenapa aku menurutinya. Entah mengapa sepertinya aku sangat mempercayainya dan aku merasa seperti sudah mengenalnya lama sekali. Aku memakai jaketnya dan ia menarik tudung jaketnya ke besar sekali, tanganku sampai tenggelam dibuatnya dan panjangnya sampai menutupi bokongku.
Ia menarikku merapat ke tubuhnya dan aku hanya menurut dan terdiam saja. Aku mendengar suara langkah kaki, suara langkah kaki itu pasti suara langkah kaki Kyuhyun. Jangan sampai dia menyadari aku di sini. Tolong, jangan sampai dia tahu aku disini.
Suara langkah kakinya makin mendekat. Jantungku berdetak kencang, mungkin saking kencangnya orang ini bisa mendengarnya. Suara langkah kaki Kyuhyun mendekat, sampai akhirnya dia berhenti tepat di belakangku.
Kyuhyun terdiam, sepertinya dia sedang memperhatikan kami berdua. Jangan sampai dia sadar aku disini, semoga saja jaket ini cukup untuk membuatnya tak mengenalku.
"Annyeong... Hyung-ah." kata orang ini kepada Kyuhyun.
"Jangan panggil aku hyung. Melihatmu saja rasanya aku ingin muntah."jawab Kyuhyun.
Setelah berkata begitu Kyuhyun melangkah pergi. Dia tak menanyakan tentang aku yang sedang berada dengan orang ini. Mungkin Kyuhyun terlalu benci untuk peduli dengan apa yang di lakukan orang ini sampai-sampai dia tak mengenaliku.
Setelah aku yakin Kyuhyun telah pergi, aku membuat suara untuk menarik perhatian orang ini.
"Ehem..."
"Eh? Oh iya, mian aku lupa aku sedang bersamamu untuk sesaat." kata orang ini
"Tolong tanganmu" kataku karena orang ini masih memegang kedua tanganku dan masih merapatkan diriku ke dirinya.
"Oh! Mian-mianhae.." dia terkejut dan melepaskan tanganku.
"Kamu... saudara tiri Kyuhyun?"
"Ne, aku saudara tirinya. Kalau bisa, aku tidak mau bicara disini. bagaimana kalau kita pindah tempat?"
Lalu aku pergi dengannya ke kedai di depan Rumah Sakit dan aku memesan beberapa makanan kecil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Apa benar kamu saudara tiri Kyuhyun?" ulangku lagi.
"Ya, benar. Appa-nya menikah dengan ummaku saat aku berumur 5 tahun." Jawabnya.
"Berapa umurmu sekarang?"
"16 tahun."
Lebih muda 1 tahun dariku. Umurku dan Kyuhyun sama, berarti Kyuhyun sudah ditinggal ayahnya semenjak umurnya 6 tahun?
...
"Kalau umurmu berapa?" tanyanya
"17"
"Berarti kau lebih tua 1 tahun dariku dong? Hahaha, tapi kesannya aku lebih tua. Hahahaha"
"Yayaya, ngomong-ngomong siapa namamu tadi? Aku lupa"
"Yusuke. Namaku Takayama Yusuke."
"Yusuke? Sepertinya bukan nama orang Korea."
"Aku memang bukan orang Korea, aku orang Jepang."
"Hhh.. Ya, terserah saja." ledekku dengan tertawa melalui hidung.
"Kamu yeojachingu Kyuhyun kan? Siapa namamu?"
"Bagaimana kau tahu aku yeojachingunya?"
"Tentu saja semua orang tahu. Siapa namamu?
"Namaku? Ah,kalau begitu namaku Rebbeca Reifi Georgina Derru. Aku orang meksiko." ledekku sambil mengulurkan tangan.
"Hei! Aku serius!" protesnya sambil menampik tanganku.
"Aku juga serius!" jawabku.
"Aku benar-benar orang Jepang. Asal kau tahu saja, appa Kyuhyun pindah ke Jepang karena urusan bisnis dan akhirnya dia menikah dengan ummaku! Aku lancar berbahasa Korea karena aku sudah tinggal dengan appa Kyuhyun dari umur 5 tahun dan beliau selalu berbicara dalam bahasa Korea di rumah!"
"Iya, iya! Aku percaya! Kenapa harus teriak-teriak sih?!"
Sepertinya aku menemukan Kyuhyun nomor 2... -_-
"nah, siapa nama aslimu?"
"Sungmin, Lee Sungmin."
"Baiklah, aku akan memanggilmu Minnie."
"Jangan sok akrab kau. Jangan pangggil aku dengan nama kecilku!"
+DING~ DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
HP-ku berbunyi, kulihat nama penelponnya- 'unknown'
Ini pasti Kyuhyun.. Otteokeyo?! Aku tidak mau mendengar suaranya. Kalau bicara dengannya aku pasti akan mengingat kejadian tadi..
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING ~ CHA CHA CHA~+
"Kenapa tidak diangkat?" tanya Yusuke.
"Ehm..."
"Dari Kyuhyun ya?" aku mengangguk.
Akhirnya aku memutuskan untuk mengangkat teleponnya, "Yeob... Yeoboseyo?"
"Neo eoddiga?! Kenapa kamu tidak datang juga?!" teriak Kyuhyun.
Mendengar suaranya membuatku mengingat apa yang diperbuatnya dengan Hyori tadi.
"..."
"Hei! Kenapa kau diam saja?! Halo?! Hei mesum! Kau dengar aku tidak?!"
"Tutup saja teleponnya kalau kau tak sanggup menghadapinya saat ini." kata Yusuke.
"hiks hiks hiks..." aku mulai menangis dan Yusuke memelukku.
Oo0oO
"Hahahahaha! Kau serius pernah begitu?!" tawaku
"Iya, aku serius! Hahahaha! Dan kau tahu, saat aku mengunci lemarinya,aku baru tahu kalau itu bukan Masawa! Lalu aku dihukum berlutut dengan tangan di atas di tengah lapangan dan membersihkan WC putra selama 1 bulan!"
Saat ini Yusuke sedang bercerita tentang pengalamannya mengunci guru di lemari kelas yang dia kira itu adalah teman sekelasnya yang bernama Masawa.
"Hahaha! Kau bodoh sekali! Bagaimana kau bisa salah orang begitu?"
"Badan pak Guru dan badan Masawa sama bila dilihat dari belakang dan lagi pak guru saat itu memakai kemeja putih, jadi kukira itu Masawa. Jadi, kudorong saja dia dari belakang sampai dia masuk ke dalam lemari lalu kukunci. Betapa kagetnya aku melihat Masawa yang asli masuk ke dalam kelas dan dia berkata padaku,'apa yang kau lakukan?'. Saat itulah aku sadar bahwa yang kukunci di dalam lemari itu bukan Masawa."
"HAHAHA! Bodoh sekali kau! Hahahahaaha!"
"Sudah deh jangan tertawa lagi.. -_- Eh? Sudah jam 11 malam ternyata."
"Mwo?! Jam 11 malam?!"
Aigoo, waktu sama sekali tidak terasa. Waktu terasa cepat sekali bila bersama Yusuke.
"Iya sudah jam 11 malam, ayo kuantar kau pulang."
Lalu aku dan Yusuke pergi meninggalkan kedai dan mengarah ke rumahku. Dia yang membayar semua makananku. Hehehe.
"Apa yang kau lakukan di rumah sakit tadi?" tanyaku
"Tentu saja mau menjenguk Kyuhyun, apa lagi? Appaku bilang dia sedang diopname, dan aku sedang berada disini. Jadi kupikir sekalian saja aku menjenguk saudaraku. Hahaha"
"Oh iya, kenapa kau bisa berada di Korea? Memangnya sekolahmu sedang libur?"
"Enggak, aku menemani ibuku disini. Saudaranya menikah, jadi aku ikut saja dan sepertinya aku akan pindah sekolah kesini."
"Mwo? Kau mau pindah sekolah kesini?"
"Iya, hanya saja baru rencana belum tentu jadi."
Pasti asyik sekali kalau aku bisa satu sekolah dengan Yusuke. Andai saja dia benar-benar pindah. Hehehe
"Oh iya, sepertinya Kyuhyun benci sekali denganmu. Kenapa begitu?"
"Oh itu karena-"
Sebelum Yusuke menyelesaikan kata-katanya ada orang yang berteriak,
"LEE SUNGMIN!"
Mendengar namaku dipanggil, aku menoleh ke belakang ,"Siwon-ah?"
Siwon memegang tanganku dan berkata,"Kau darimana saja? Kamu tidak tahu Kyuhyun mencarimu sejak sore tadi?! Dia keluar dari Rumah Sakit dengan keadaannya yang begitu, padahal dia masih belum boleh keluar karena keadaannya bertambah parah semenjak dia keluar hujan-hujanan untuk menemuimu itu."
"Mwo? Sekarang dimana dia?" tanyaku
"Aku tidak tahu, semua anak sedang mencari Kyuhyun sekarang. Yusuke?" kata Siwon, dia baru sadar akan keberadaan Yusuke.
"Oh, annyeong Siwon-hyung."
"Jangan berani kau sebut namaku." kata Siwon sambil menarikku dari sisi Yusuke.
"Lee Sungmin. Apa yang kau lakukan dengan anak ini?!"
"Aku.. aku Cuma.."
"Kamu tak tahu apa yang diperbuatnya kepada Kyuhyun?!"
"Kamu kenapa Siwon-ah?! Kenapa kamu teriak-teriak? dan aku tidak ngapa-ngapain dengannya, jadi kau jangan berpikir yang aneh-aneh!" teriakku sambil menarik tanganku dari genggaman Siwon.
"Ayo ikut aku." kata Siwon sambil menarik tanganku lagi.
"Tidak! Lepaskan aku!" berontakku kepada Siwon.
"Lepaskan dia, dia bilang dia tak mau ikut denganmu." kata Yusuke sambil menarik tanganku yang satunya.
"Tutup mulutmu bocah! Pergi dan matilah sana!" balas Siwon.
Aku tak pernah melihat Siwon semarah ini, entah kenapa dia amat membenci Yusuke.
"Kau yang sebaiknya tutup mulut dasar berengsek."
"Apa katamu?!" teriak Siwon.
Siwon melepas tanganku dan langsung menyerbu Yusuke. Siwon melepaskan beberapa tonjokan ke wajah Yusuke, aku terdiam saking shocknya. Sekarang Yusuke berada di bawah Siwon yang terus menerus menonjok wajahnya. Akhirnya aku terlepas dari rasa shock-ku dan aku berlari ke arah Siwon dan berusaha menolong Yusuke.
"SIWON! HEI CHOI SIWON! BERHENTI! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Teriakku sambil memeluk Siwon dari belakang berusaha memisahkannya dari Yusuke.
"SIWON-AH!" teriakkanku akhirnya berhasil membuat Siwon berhenti. Aku langsung menuju ke Yusuke dan berusaha membantunya.
"Kamu kenapa Siwon-ah!? Kamu sudah gila?!" teriakku kepada Siwon.
Wajah Yusuke benar-benar babak belur. Bibirnya sobek akibat pukulan yang bertubi-tubi, hidungnya berdarah, mata kanannya membengkak, dahi dan pipinya terluka serta lebam.
"Lee Sungmin! Kenapa kau membelanya?! Dia itu licik, tak seperti kelihatannya!"
"Lalu bagaimana denganmu yang tiba-tiba memukulnya?! Apa itu tak bisa disebut licik!?"
"HENTIKAN SEMUA!." kata seseorang yang akhirnya kutahu adalah Kyuhyun.
Kyuhyun? Sejak kapan dia berdiri disana? Aku tidak melihatnya sejak tadi. Kyuhyun benar-benar acak-acakan. Dia keringatan dan bajunya amat kotor, sepertinya dia langsung mencari-cariku setelah kejadian di telepon itu sampai sekarang.
"Hentikan semua ini. Dan Siwon-ah, pulanglah dan bilang kepada yang lain untuk berhenti mencariku ataupun mencari Sungmin."
"Tapi-" Siwon baru saja mau protes sampai akhirnya Kyuhyun memberikan deathglare-nya.
"Pulang kataku." kata Kyuhyun dan Siwon menurut.
Setelah Siwon pergi, Kyuhyun mengalihkan pandangan matanya kepadaku. Dia hanya melihatku dan jaket yang kupakai. Pada saat itulah aku baru sadar bahwa aku masih memakai jaket Yusuke
.
"Apa yang kau lakukan bersamanya?" tanya Kyuhyun. Tatapan matanya dingin.
"Mwo? Apa yang kulakukan? Bukannya aku yang seharusnya bertanya begitu? Apa yang kau lakukan berasama Hyori?"
"Apa yang kulakukan? Aku tidak melakukan apa-apa."
"Kau menciumnya dan kau berkata kau tak melakukan apa=apa? Heh, lucu sekali kau!"
"Aku tak perlu menjelaskan apa-apa tentang itu."
"Dan aku juga tak perlu menjelaskan apa-apa tentang ini!" teriakku kepada Kyuhyun
Dia terdiam sejenak dan akhirnya berkata, "Kuberi kau satu kesempatan lagi Lee Sungmin. Lepaskan bajingan itu dan kemarilah." kata Kyuhyun. Mengajakku untuk pergi ke sampingnya dan meninggalkan Yusuke.
"..." aku hanya terdiam saja
"Aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi. Mana yang kau pilih, aku? atau dia?"
"..."
Kyuhyun tertawa lewat hidung lalu berkata," Jadi begitu...? heh, hahaha. Takayama Yusuke, lagi-lagi kau berhasil merebut milikku. Kau pasti senang sekali."
Setelah itu Kyuhyun pergi meninggalkanku dan Yusuke.
'berhasil merebut milikku' ? apa yang Kyuhyun maksud?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Udah saya lanjutin nih FF. Jujur saja saya sangat males ngelanjutinnya.
Tapi biar saya gak malas REVIEW, please.
Jangan jadi SIDERS!
GOMAWO Yeorobun ^^
