Tittle : CRAZY!

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Lee Hyukjae

Lee Donghae

Choi Siwon

And the other

Rated : T

Pair : KyuMin

Warning : GS, Typo(s), tidak sesuai EYD, Abal, dll

Disclaimer : Sungmin milik SMEnt, keluarga dan Kyuhyun. Kyuhyun milik SMent,keluarga dan Sungmin. KyuMin milik Tuhan YME dan saya #plak

Don't like? Don't Read!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 7

'Berhasil merebut milikku' ? Apa maksud Kyuhyun mengatakan itu kepada Yusuke?

Apa yang sebenarnya Yusuke rebut dari Kyuhyun?

Kenapa Kyuhyun dan Siwon amat membenci Yusuke?

.

.

.

.

.

.

.

"Ugh..."Yusuke mengerang ,akhirnya aku kembali sadar dan beralih kepada Yusuke,

"Gwaenchanayo?" tanyaku kepada Yusuke sambil membantunya berdiri.

"Gwae…. Gwaenchanayo"

Aku mengalungkan tangan kanan Yusuke di leherku agar dia bisa berdiri. Lalu aku membantunya berjalan.

"Kau mau kuantar ke rumah sakit?" tanyaku kepada Yusuke

"Ah, tidak perlu.. luka seperti ini dibawa tidur juga sembuh.." sepertinya Yusuke sudah biasa dengan luka seperti ini.. -_- Yah, tidak heran sih...

"Terserah apa katamu, tapi yang pasti biarkan aku mengobati wajahmu dulu." kataku

"Baiklah, tapi obatnya...?"

"Obat? Oh, aku selalu membawa obat."

Aku mengorek tasku dan kukeluarkan kotak P3K ukuran mini milikku, lalu kupamerkan di depan wajah Yusuke.

"Kau selalu membawa barang begituan? Kau pasti sering terluka ya?"

Aku tak menjawab, aku hanya tersenyum saja. Tentu saja aku harus membawa kotak seperti ini, semenjak mengenal Kyuhyun sepertinya benda seperti ini amat dibutuhkan dalam keadaan yang tak terduga. Lalu aku duduk dengan Yusuke di taman dekat Rumah Sakit dan aku mengobati luka-luka di wajahnya.

"Kenapa kau baik sekali kepadaku?" tanya Yusuke.

"Mana mungkin aku meninggalkan orang yang terluka, dasar pabbo."

"Lalu, kenapa kau tak pergi kepada Kyuhyun tadi?"

"Itu.. itu karena..."

"Apapun itu.. terimakasih karena kau tak meninggalkanku." katanya sambil tersenyum kepadaku.

Senyum Yusuke benar-benar manis dan tulus. Benar-benar menyilaukan maksudku. Jantungku sempat berdegup cepat dibuatnya, bagaimana caranya dia melakukan itu? Aku akan mencoba tersenyum seperti itu kapan-kapan, siapa tahu orang akan terbuai seperti aku terbuai oleh Yusuke.. kekeke

Aku mengobati muka Yusuke dengan kapas yang berakohol,dia hanya diam saja dan sesekali memberikan ekspresi kesakitan. Tidak seperti Kyuhyun. Kyuhyun pasti akan meneriakiku. Dia pasti akan mengoceh selama aku mengobati lukanya sambil beberapa kali melirik ke arahku. Wangi colognenya pasti akan menggelitik hidungku dan membuatku memimpikannya sepanjang tidurku.

Berhenti Lee Sungmin! Jangan mengingat Kyuhyun lagi!

"He- hei! kamu kenapa?" tanya Yusuke kepadaku.

"Uh? Huh? A- apa maksudmu?" tanyaku bingung kepadanya.

"Kamu menangis..."

"Mwo? Ah, hahaha.. Aku tidak menangis kok.. heuk heuk hiks..."

Aku sangat merindukan Kyuhyun, aku sangat merindukan Kyuhyun sampai di titik dimana aku sulit bernafas. Tak kuduga aku bisa begitu merindukannya, aku sangat ingin melihat wajahnya, mendengar suaranya, mencium aroma cologne nya.

Tiba - tiba Yusuke memelukku dan berkata, "Tak apa menangislah saja sekarang. Dengan kau menangis sekarang, kau dapat tersenyum untuk besok. Lepaskan saja semuanya."

Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan Yusuke entah sampai berapa lama.

Kyuhyun... Bogoshipeoyo...

oOo

"Apa- apaan kau?! Bagaimana bisa kamu begitu jorok! Bajuku penuh dengar ingusmu!" protes Yusuke kepadaku. Kami sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku (Yusuke mengantarku)

"Kan kamu sendiri yang bilang untuk melepaskan semuanya! Ya sudah aku lepaskan semuanya! Jadi kamu jangan protes." jawabku.

Yusuke berkata begitu lantaran jijik karena aku membuang ingus di bajunya disaat aku menangis tadi. hahaha, habis hidungku sudah mampet banget, jadi sekalian saja.

hahaha XDD

"Aku takkan meminjamkan badanku lagi kepadamu.."sesalnya.

"Aku sih tidak apa-apa, masih banyak namja yang mau meminjamkan badannya padaku."

"Yeoja macam apa kamu -_-"

"Jangan kurang ajar! Aku masih lebih tua daripada kamu!" kataku sambil menjambak rambut Yusuke sampai kebawah.

.

.

.

.

.

+kraaak!+ O_O!

.

.

.

.

.

Leher Yusuke berbunyi karena saking kencang aku menarik rambutnya.

"ADUH!" teriaknya.

"OMO! Yusuke-ah! Mianhae! Gwaenchana?!"

"Leherku! Leherku patah! AWW! Sini kamu! akan kubalas!" katanya kepadaku sambil tangan yang satunya memegang lehernya dan yang satunya lagi berusaha menangkapku.

Kulihat dari sudut mataku ternyata rumahku sudah kelihatan. Jadi sebelum Yusuke dapat membalasku, aku lari sekencang-kencangnya dan berteriak

"HAHAAHA! SAMPAI KETEMU LAGI! HAHAHA! RASAKAN!" lalu aku masuk ke rumah dan meninggalkan Yusuke.

.

.

.

.

.

Begitu masuk ke dalam rumah, ternyata orang tuaku sudah menungguku. Aku dimarahi habis-habisan karena pulang malam tanpa pulang terlebih dahulu sehabis dari sekolah. Dan ummaku menghukumku untuk membersihkan toilet saat itu juga.

Umma! Ini kan sudah malaammm! sudah pagi malah!

Akhirnya aku selesai membersihkan toilet pukul 1.30 pagi dan aku langsung tidur tanpa mandi ataupun mengganti baju seragam dan jaket Yusuke yang masih kupakai ini.

oOo

Tidurku semalam cukup nyenyak, mungkin karena aku benar-benar kecapekan semalam. Tapi tetap saja waktu aku bangun aku ngantuk sekali. Tidurku tak pernah cukup beberapa hari ini..-_-

Oh ya ampun, semalam aku lupa mengembalikan jaket Yusuke, akan kukembalikan begitu bertemu dengannya lagi. Tapi kalau tak bertemu lagi, akan kusimpan jaket ini sebagai souvenir.. kekeke, jaketnya bagus soalnyaa.. kekeke

Aku berangkat ke sekolah, dan sesampainya di sekolah Eunhyuk langsung menerorku dengan banyak pertanyaan.

.

.

"Kamu sudah gila?! Kemana kau kemarin?! Jantungku hampir berhenti melihat Kyuhyun yang tiba-tiba mengamuk ingin keluar dari Rumah Sakit. Ada 4 orang lebih yang menahannya, tapi dia kuat sekali dan dia berhasil kabur! Dia bilang dia mau mencarimu dan membunuh orang yang bersamamu! Jantungku berhenti saking kagetnya! Ya ampun."bisik Eunhyuk Eunhyuk lupa kita sedang dalam jam pelajaran -_-

Lalu aku menceritakan semuanya kepada Eunhyuk tentang kejadian kemarin. Wajah Eunhyuk menyimak ceritaku amat serius dan sesekali mulutnya terbuka saking kagetnya.

"Jadi kau bertemu dengan saudara tiri Kyuhyun? Dia ganteng tidak?" bisiknya semangat

"Tentu saja dia ganteng. Tapi aku lebih suka wajah Kyuhyun. Hahaha"

"Oh ya ampun, kenapa sih kau bisa ketemu yang ganteng-ganteng semua? Lalu kenapa Siwon dan Kyuhyun amat membenci Yusuke?"

"Kalau itu,,aku sendiri juga tidak tahu kenapa."

.

.

.

.

+~ KRINGGGG+~ KRINGGGGG+~

.

.

.

.

Bel istirahat berbunyi. Sungguh tak terasa ternyata sudah istirahat saja. Mungkin karena jam pelajaran ini kupakai untuk mengobrol kali ya? jadinya tidak berasa.. kekeke

Seperti biasa, aku dan Eunhyuk langsung menyerbu ke kantin untuk membeli makanan sebelum kami kehabisan. Saat kami berlari menuju ke kantin, aku menabrak seseorang. ternyata orang yang kutabrak itu Siwon.

"Ehm.. Mianhae."kataku sambil menunduk-nundukkan kepalaku.

Siwon hanya memandangku dengan dingin lalu pergi melewatiku.

"Kenapa dia?" tanya Eunhyuk kepadaku.

"Aku tidak tahu. mungkin dia masih marah kepadaku karena kejadian kemarin."

Kenapa Siwon bersikap begitu padaku? Sebenarnya apa sih yang membuat Siwon maupun Kyuhyun begitu membenci Yusuke? Semua ini benar-benar membingungkan! Membuatku hampir gila!

Sisa istirahat dan pelajaran kupakai menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Diantara Kyuhyun dan Yusuke. Pikiranku berputar-putar sampai tak ada satupun dari pelajaran yang dijelaskan masuk ke dalam kepalaku.

.

.

.

.

"Ya!Sungmin-ah, lihat! Ada namja keren banget disitu! Tapi kenapa mukanya banyak plester begitu ya?" bisik Eunhyuk memecah pikiranku.

"Eoddiga?" tanyaku.

"Itu disitu, yang bersandar di gerbang belakang itu." kata Eunhyuk sambil menunjuk-nunjuk keluar jendela.

"Yu- Yusuke? Apa yang dilakukannya disini?"

"Itu Yusuke? OMO! Dia ganteng banget! Tapi masih gantengaan Donghae sih.. tapi dia ganteng banget!"

Sepertinya Yusuke melihat ke arah jendela kelasku, lalu dia melambaikan tangannya sambil tersenyum. Aku balas melambai.

"OMO! Namja itu melambai kepadaku!" bisik yeoja yang duduk di depan mejaku.

"Aniyo! Dia melambai kepadaku!" kata yang satunya lagi mereka saling berebut tentang siapa yang dilambaikan oleh Yusuke. Dasar anak jaman sekarang -_-

"Sungminnie! Lihat! Itu Siwon dan Donghae! Mereka mendatangi Yusuke dengan membawa anak-anak yang lain!" bisik Eunhyuk kepadaku.

.

.

Aku langsung melihat keluar begitu Eunhyuk berkata begitu. dan benar saja, itu Siwon dan Donghae. Membawa beberapa pengikutnya menghampiri Yusuke. Aku merasakan bahwa suasananya mulai tak enak, aku harus cepat-cepat keluar untuk menolong Yusuke.

Aku mengangkat tanganku dan berteriak, "Mohon izin songsaenim! Aku ingin BAB! Sudah tidak tahan lagi!" kataku kepada songsaenim.

.

.

.

.

Setelah berkata begitu aku langsung berlari keluar. Aku berlari seperti yeoja sinting, setiap orang yang melihatku berlari memandangku keheranan dan aku beberapa kali hampir terjatuh saat menuruni tangga. Akhirnya aku sudah dapat melihat Yusuke dan anak-anak lain. Disitu Yusuke sedang digiring oleh 4 orang lebih untuk dibawa ke tempat lain. Aku langsung berlari ke arah Yusuke dan menarik tangannya.

"Ja-jangan apa-apakan dia! hosh hosh hosh" kataku kepada mereka sambil mencoba mengatur nafasku kembali.

Aku berdiri di antara Yusuke dan yang lainnya dengan posisi melindungi Yusuke.

"Sebaiknya kau pergi dari sini Lee Sungmin.. ini bukan urusanmu." kata Siwon kepadaku.

"Betul Sungmin-ah. Lebih baik kamu pergi saja." kata Donghae kepadaku juga.

"Shi-shireo! hosh hosh hosh... kau tak boleh membawanya! Kalau kau mau membawanya, habisi aku dulu!" teriakku kepada Siwon dan Donghae

"Siwon-ah, ottokeyo? Dia yeojachingu Kyuhyun. Masa kita harus menyingkirkannya?" tanya salah satu dari pengikut Siwon.

Siwon mengacuhkannya dan berkata," Hei bocah.. Tidakkah kau malu harus dilindungi yeoja?"

"Tentu saja aku malu, tapi aku lebih malu lagi membawa banyak orang untuk menghabisi satu anak yang lebih muda dariku." sindir Yusuke pada Siwon.

"Sebaiknya jaga mulutmu dan hari ini kau kubiarkan lolos hanya karena aku masih menghormati Lee Sungmin yang melindungi anak bayi sepertimu. Sebaiknya kau ingat itu."

Setelah berkata begitu, Siwon dan Donghae pergi lalu pengikut-pengikutnya juga mengikutinya.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku kepada Yusuke.

"Tentu saja untuk bertemu denganmu. Aku tak punya teman main selain kamu disini." jawab Yusuke.

"Tapi aku belum pulang sekolah dan lagi aku harus membersihkan toilet guru sepulang sekolah."

"Ya sudah, akan kutunggu sampai kau pulang."

"Memangnya kenapa kau mau menemuiku?"

"Untuk mengambil jaketku tentu saja."

"Cuma karena itu? "

"Tentu saja! Kau tak tahu berapa harga jaket itu?"

"Yayaya, terserah apa katamu. Aku akan menemuimu disini pukul 5 sore dan sebaiknya kau jangan menungguku di sini, bisa-bisa Siwon datang lagi."

"Aku tak takut kepada Siwon."

"Terserah. Pokoknya kau jangan tunggu disini atau aku takkan menemuimu."

"Yaya baiklah." kata Yusuke. Lalu dia pergi dan aku kembali ke kelas.

.

.

.

.

.

+sepulang sekolah+

.

.

.

.

.

"WC ini benar-benar terkutuk! Bagaimana bisa WC kembali kotor dalam waktu hanya satu hari?! Menyebalkaaaaannn!" jeritku.

"Sudah. Tutup mulutmu dan kerjakan sajalah." kata Eunhyuk.

Sekarang sudah pukul 4.30 sore. Berarti 30 menit lagi Yusuke akan datang untuk menemuiku.

"Aku harus cepat-cepat menyelesaikan ini. Anak sinting itu akan datang sebentar lagi." gumamku

"Mwo?! Nanti kau mau bertemu dengan Yusuke?" tanya Eunhyuk

"Ne, aku harus mengembalikan jaketnya. Sepertinya jaketnya mahal sekali..-_-''

"Hei.. Kau suka kepadanya?"

"Kau gila? Tentu saja tidak. Dia sudah kuanggap dongsaengku sendiri. yah, kalau aku menikah dengan Kyuhyun dia otomatis akan jadi adikku juga sih..kekeke"

"Bukannya kamu lagi berantem sama Kyuhyun?"

"Ukh... Untuk sesaat aku lupa. Aku sendiri juga tak tahu sebenarnya kami masih pacaran atau tidak semenjak kejadian kemarin."

"Itu salahmu pabbo! Kenapa kau tak meninggalkan Yusuke saja kemarin dan beralih ke Kyuhyun"

"Bisa-bisanya kau bilang begitu! Mana mungkin aku pergi ke Kyuhyun setelah aku melihat dia mencium rubah betina itu?!"

"Tapi sepertinya Kyuhyun bukan orang yang seperti itu. Pasti dia ada alasan tersendiri mengapa dia mencium Hyori. Yah, walaupun Hyori mantan pacar Kyuhyun sih- uph"

Eunhyuk membungkam mulutnya sendiri, sepertinya dia kelepasan ngomong.

"ap.. apa katamu? Hyori mantan pacar Kyuhyun?! Tapi bagaimana bisa dan kau tahu dari mana?"

"..." Eunhyuk diam saja dan mengalihkan pandangannya dariku, dia berpura-pura seakan tak mendengarku.

"Kalau kau tidak menjawab, akan kukirim fotomu yang sedang mengupil ke Donghae sekarang juga."

"..." Eunhyuk tetap diam saja. tapi bisa kulihat dia mulai berkeringat.

"Oh? Kau memutuskan untuk diam? Baiklah, akan kukirim" aku mengambil Hpku dari kantong rok-ku dan mulai bersiap untuk mengirim gambar, tapi Eunhyuk mencegahku.

"Ah! Bagaimana bisa kau mengancam temanmu seperti itu?!" teriaknya.

"Bagaimana bisa kau menyembunyikan sesuatu dari temanmu?!" teriakku balik.

"Baiklah! Baiklah! Akan kuceritakan! Tapi hapus fotoku itu dari Hpmu!"

"iya-iya..." kataku sambil berpura-pura menghapus gambar, padahal aku tak menghapus gambarnya. Aku tahu gambar ini akan bergun lagi suatu saat nanti. kekekeke

"iya.. jadi si Kyuhyun itu pernah pacaran sama Hyori selama 2 tahunan. Tapi dia putus dengannya karena Hyori menyukai laki-laki lain dan memutuskan Kyuhyun. Hanya itu yang kutahu."

"Kini masuk akal mengapa Kyuhyun mencium Hyori kemarin." gumamku

"apa maksudmu?" tanya Eunhyuk.

"ya, jelas kan? Kyuhyun pasti masih menyukai Hyori selama ini."

"Tidak mungkin ah! Dia kelihatan amat menyukaimu!"

"..." aku diam saja. aku tak tahu harus menjawab apa.

.

.

.

.

Aku harap itu benar bahwa Kyuhyun benar-benar menyukaiku. Tapi bila kupikir, sepertinya mustahil orang sekeren Kyuhyun bisa menyukaiku dan bila dipikir dengan logika, pasti Kyuhyun akan memilih Hyori. Secara Hyori lebih cantik dan sangat populer dibandingkan aku... -_-

Ukh.. kenapa aku jadi merendahkan diri sendiri begini sih? Akhirnya kami selesai membersihkan toilet, dan itu sudah pukul 05.30 langsung keluar dan meninggalkan Eunhyuk, karena Yusuke pasti sudah menungguku sejak tadi.

"YUSUKE!" teriakku.

Yusuke sedang bersandar di pagar menungguku. sepertinya sudah sejak tadi dia disitu.

"Lama sekali..." kata Yusuke

"maafkan aku.. WC itu lebih parah daripada peternakan sapi. kau harus melihat betapa kotornya WC itu.. -_-"

"oh ya sudah, ayo kita cari makan. aku lapar sekali."

"Hah? Makan? Kukira kamu mau mengambil jaketmu, jaketmu ada di rumahku."

"Kau harus bertanggung jawab dulu karena sudah membuatku kelaparan setengah mati. Jadi sebelum mengambil jaketku di rumahmu, kau harus menemaniku dulu hari ini."

"Apa-apaan ka-" sebelum aku bisa protes, Yusuke menarikku pergi.

"Ayo cepat! hari ini aku yang traktir" kata Yusuke.

Kekeke, okelah aku ikut. mumpung di traktir... kekeke

Kami pergi ke Cafe dekat sekolahku. Disana ramai sekali dengan anak-anak dari berbagai SMA. Aku mencari tempat duduk di pojok (aku tidak suka tempat yang terlalu ramai, jadi tolong jangan pikir aku mau ngapa-ngapain Yusukedi pojokkan) sedangkan Yusuke memesan makanan.

"Ini dia makanannya." kata Yusuke sambil meletakkan nampan berisi Hamburger, 2 kentang goreng, 4 ayam goreng, dan 3 soda.

"banyak sekali.. Kau mau menghabiskan ini semua?" tanyaku

"Tentu saja tidak. Tapi aku tahu kau yang akan menghabiskan semuanya." sial.. bagaimana dia tahu kalau aku berencana menghabiskan makanan ini? benar saja, 2/3 dari makanan yang ada akulah yang memakannya.

"ah~ kenyangnya! terimakasih makanannya Yusuke!" kataku

"sudah kuduga kau yang akan menghabiskannya-_-" gumamnya

"tutup mulutmu! akh, aku mau ke toilet."

"sehabis makan kau mau buang kotoran? kini kutahu kenapa badanmu kurus sekali walaupun makanmu seperti kuli. pencernaanmu lancar sekali!"

Kutarik rambutnya Yusuke dan aku berkata," jangan berkata begitu. aku masih lebih tua daripadamu tahu!"

Sebelum Yusuke bisa protes lagi, aku cepat-cepat meninggalkannya ke toilet.

Ukh, aku tak tahan lagi. Perutku sakit sekali.

Kata-kata Yusuke ada benarnya juga sih...-_-

dan aku benci mengakuinya...-_- Aku langsung cepat-cepat masuk ke toilet dan menyelesaikan urusanku karena sudah tak tahan lagi.

"ah~ lega~" gumamku

Ada suara segerombolan gadis memasuki toilet, mereka cekikikan seperti yeoja-yeoja menyebalkan. bagaimana bisa mereka begitu ribut di toilet? aduh jaman sekarang. Aku keluar dari toilet karena sudah menyelesaikan urusanku dan berjalan ke arah wastafel untuk cuci tangan.

"akh!" teriak salah satu gadis sambil menunjukku, yang akhirnya aku sadar itu adalah Hyori.

"ghee? rubah betina?" kagetku juga.

"siapa yang kausebut rubah betina?" tanya Hyori

"haha, yang merasa saja." candaku

"oh begitu ya? hahaha! lucu sekali! oh iya, kau pacarnya Kyuhyun kan? siapa namamu? hm.. ah! Lee Cungmin! aku ingat!" kata Hyori, dan teman-temannya cekikikan mendengar kata-kata Hyori. apa deh yang lucu...? = ='

"namaku Lee Sungmin" kataku sambil mencuci tangan. aku malas melihat wajah yeoja yang satu ini. walaupun kuakui dia cantik sekali...-_-

"yayaya, terserah saja. oh ya LEE SUNGMIN, kulihat kau sedang bersama adik Kyuhyun. Sudah mendapat kakaknya, kamu mau embat adiknya juga? Yeoja macam apa kau?"

"lebih baik tutup mulutmu kalau tak mau mati." jawabku tetap sambil mencuci tangan berusaha mengabaikan wanita ini.

"sok sekali ucapanmu itu... kau sudah merasa hebat berpacaran dengan Kyuhyun? kau takkan bisa pacaran dengannya kalau aku tidak memutuskan dia, seharusnya kau tahu itu. dan sekarang, aku berniat mengambil kembali milikku yang sudah jatuh ke tangan wanita kampung sepertimu."

Sungminnie... sabar.. sabar... jangan sampai kau lepas emosi disini. Rubah betina ini hanya berusaha membuatmu marah saja Sungmin. Tahan dirimu!

"kok bisa ya? Kyuhyun mau dengan wanita jelek seperti dia? hahaha" katanya kepada teman-temannya, teman-temannya ikutan tertawa.

Aku tahu dalam waktu 3 detik aku akan meledak. jadi aku harus cepat-cepat meninggalkan rubah betina ini sebelum aku lepas kendali. (kau tahu kan apa yang kuperbuat kalau aku lepas kendali? aku sudah pernah lepas kendali di hadapan Kyuhyun dan di hadapan namja SMA dulu, dan akibatnya cukup fatal)

"dan kau tahu...?" kata Hyori

3 detik sebelum aku meledak

"saat Kyuhyun menciumku rasanya seperti strawberry..."

2 detik sebelum aku meledak

"dia benar-benar pintar mencium..."

1 detik sebelum aku meledak

"sayang sekali Kyuhyun memilih untuk menciumku daripada mencium pacarnya sendiri.. maklumlah, .SIH."

0 detik!

+BUAKH!+

Tak kusangka kepalan tanganku terbang mendarat di wajah cantik nan mulus Hyori. Tepatnya di hidung kecilnya itu! aku kaget sekali aku benar2 lepas kendali!

"KYAAAAA! HYORI-AH!"

"APA-APAAN KAU?!"

"HYORI-AH! HIDUNGMU BERDARAH!"

Teman-teman Hyori benar-benar panik akan apa yang kuperbuat. dan aku tahu, INI ADALAH SAATNYA UNTUK KABUR! Ini adalah saatnya aku kabur sebelum teman-teman Hyori mengalihkan perhatiannya kepadaku dan mengeroyokku. Sekuat-kuatnya aku, aku juga tak mungkin menang menghadapi 5 orang sekaligus -_- jadi aku lari untuk menyelamatkan hidupku.

"PEREMPUAN BUSUK ITU KABUR! KITA HARUS MENGEJARNYA!"

"TAPI BAGAIMANA DENGAN HYORI? DIA TAK SADARKAN DIRI MELIHAT DARAHNYA SENDIRI!"

Sepertinya keributan yang kuhasilkan parah juga, jadi aku harus mengajak Yusuke pergi dari sini sebelum aku tertangkap.

"kenapa kau lama sekali? dan kenapa kau lari2 seperti itu?" tanya Yusuke kepadaku.

Aku mengambil tas sekolah yang kuletakkan di bangku sebelah Yusuke dan menarik tangan Yusuke,"tak ada waktu menjelaskan! ayo pergi!" teriakku sepertinya Yusuke menyadari adanya sesuatu yang tidak beres, jadinya dia mengikutiku berlari sambil aku tetap memegang tangannya.

"APA?! KAU MENONJOK HYORI?! HYORI DARI SMA ITU?" tanya Yusuke kepadaku sambil kami terus berlari.

Aku tak tahu bagaimana Yusuke bisa mengenal Hyori, dia bahkan tahu sekolahnya di mana. padahal aku saja yang tinggal disini tidak tahu dia sekolah dimana.

"Kamu tak tahu? dia itu punya banyak peggemar karena wajah cantiknya itu! tak lama lagi Hyori pasti akan menyuruh para pengikutnya itu untuk menghabisimu!" kata Yusuke lagi.

Aku tak tahu Hyori separah itu. asik sekali ya punya wajah cantik? hanya dengan wajah cantik dia bisa mendapatkan pengikut seperti itu. Aku ngeri dengan apa yang harus kuhadapi kedepannya, jadi aku diam saja dan tidak menjawab Yusuke dan terus berlari.

"hosh..hosh.. hosh,... sepertinya kita sudah cukup jauh berlari... hosh hosh..." kataku sambil mencoba mengatur nafasku kembali.

"kau benar2 sudah gila."kata Yusuke. aku tak tahu bagaimana caranya nafasnya tidak tersengal2 seperti aku padahal kita sudah berlari cukup jauh.

"tu... tutup mul.. mulutmuh! hosh, hosh..."

"kenapa sih kamu bisa begitu marah kepadanya..? yah, dengan pribadi busuknya itu aku bisa mengerti sih kenapa kamu marah."

Aku tidak menjawab pertanyaan Yusuke karena aku terlalu capek untuk bicara dan juga aku tak mau mengakui kalau. yah jujur saja... aku cemburu mendengar pernyataan si rubah betina itu tadi...-_-

(tolong jangan tertawa, kalian pasti pernah cemburu kan...? -_- )

Setelah istirahat sebentar, aku dan Yusuke berjalan mengarah ke rumahku. Setelah berjalan sebentar rumahku sudah mulai kelihatan.

"sebenarnya, tentang aku menemuimu untuk mengambil jaket hanya alibi saja." gumam Yusuke

"hah? apa?" tanyaku, aku tak mendengar jelas karena dia bicara dengan volume kecil.

"sebenarnya.." baru saja Yusuke ingin melanjutkan kata-katanya, tapi aku memotongnya.

"Si... Siwon...?" itu Siwon. Siwom sedang berjongkok sambil merokok di depan rumahku. Aku cepat-cepat berjalan menuju ke arahnya.

"Siwom? apa yang kau lakukan disini?" tanyaku

"bisa kita bicara berdua?"

"baiklah, tapi tunggu aku masuk ke dalam sebentar untuk mengambil jaket Yusuke."

Mendengar nama Yusuke keluar dari mulutku, ekspresi Siwon sedikit berubah.

"ah, tidak usah! aku akan mengambilnya kapan-kapan! sebaiknya aku pulang dulu, selamat malam Sungminnie, selamat malam Siwon hyung."

Siwon langsung memasang ekspresi jijik begitu namanya keluar dari mulut Yusuke dan aku tidak mengerti, kenapa Yusuke memanggil Siwon dengan embel 'hyung' dan tidak denganku? -_- bocah tak sopan.

"kenapa kau bisa bersamanya?" Tanya Siwon jijik

"aku meminjam jaketnya kemarin tapi aku lupa mengembalikannya. katanya kau mau bicara? bicara tentang apa?"

"aku ingin bicara tentang Kyuhyun dan aku akan bercerita kenapa kami amat membenci Yusuke."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

HAPPY NEW YEAR YEOROBUN AND SAENGIL CHUKKAE LEE SUNGMIN ^^

Riview juseyo J