"Ryuu,"-Akashi
Kuroko no Basket
Kiseki no Heika
Rated T
Friendship, Romance, Humor
Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.
Disclaimer: Not mine...just the OC..
"YAMIGACCHI!" Kise langsung melompat ke arah Yamiga, sementara Yamiga tidak bisa berkutik.
"Ku-kukira, *snif* Yamigacchi *snif* tidak masuk ke-ke Teiko...*snif* Aku sedih sekali –ssu!" tangis Kise sambil memeluk Yamiga. Semua murid hanya melihatnya, heran.
"Ahaha,... aku rasa, kalian kaget ya?" tawa Yamiga sambil sweatdrop.
Tiba-tiba, beban di atas Yamiga bertambah. Aomine dan Kuroko ikut meniban Yamiga, membuatnya sesak napas. Murasakibara datang dan memeluk mereka berempat sekaligus. Kita dapat melihat arwah Yamiga hampir meninggalkan tubuhnya. Momoi sudah menangis di samping mereka. Midorima dan Akashi hanya tersenyum, dan ikut maju ke depan kelas. Sekarang, seluruh murid hanya diam, tidak tahu apa yang terjadi.
"Kalian,... bisa melanjutkannya setelah mempersilakan Yamiga pergi ke tempat duduknya. Hari ini kelas bebas untuk berkenalan dengan Yamiga. Dan tempat duduknya akan berada di sebelah Aomine," jelas guru itu.
Mereka semua menyingkir dari Yamiga, dan duduk di tempat masing-masing. Aomine mengajaknya duduk di bangku sebelahnya. Dan dari situ, mulailah para murid berkerumun.
"Eh, Yamiga, rambutmu benar-benar putih atau kau warnai?"
"Boleh aku memanggilmu Ryuu-tan?"
"Kenapa kau mau sekolah di sini?"
"Apa hubunganmu dengan Kiseki no sedai?"
"Kau benar-benar sudah S3?"
Oke, sekarang Yamiga pusing sekali. Seluruh teman sekelasnya mengerumuni bangkunya, dan menanyakan SEMUA tentang dirinya. Sekarang, ia benar-benar berpikir,
"Inikah yang namanya sekolah itu?" tanyanya pada diri sendiri.
"Hei! Kau benar-benar cowok atau bukan?!" sahut seorang murid membuat seluruh perhatian tertuju padanya.
.
.
.
.
.
Twitch, twitch... Baikalah, kau sudah memencet tobol 'on' di kepala Yamiga. Sekarang ia tersenyum manis, dan bukan pertanda yang baik. Aura milik Akashi keluar dari seluruh tubuhnya, dan ia menatap orang yang mengajukkan pertanyaan 'bodoh' itu padanya. Ia berdiri dari kursinya, dan yang lain memberi jalan agar dia bisa lewat, menuju arah orang 'bodoh' itu.
"Tadi kau bilang apa? Kau meragukan Gender-ku sebagai laki-laki?" senyum Yamiga manis sekali hingga yang lain bergidik melihatnya. Akashi terlihat heran.
"Bu-bukan,...eh! maksudku,.. ak-aku han-...,"mendadak kunai berada di dekat lehernya. Sekarang ia sudah berkeringat dingin, menyesal dengan kelakuannya sendiri.
"Kalau bicara yang jelas," senyum Yamiga lagi, sambil mengarahkan kunai yang ia ambil dari sleeve bajunya.
"MAAFKAN AKU!" orang itu sudah lari terbirit-birit. Yang lain hanya melihatnya takut, tapi kagum.
"Hebat! Dia kan, pem-bully yang paling menyebalkan dan berkuasa di sini!" seru seorang murid, yang mendapat anggukan dari yang lainnya.
"bully,..." Yamiga memegang kepalanya, merasakan banyak memori melintasi otaknya saat ini. Ia kembali ke tempat duduknya, dengan napas yang sedikit lebih cepat dari biasanya.
"Ryuu-kun..,"Kuroko menepuk bahu Yamiga, mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dari bayangan yang ia lihat saat itu.
Yamiga menoleh dan tersenyum padanya, lalu membisikkan 'tidak apa-apa'. Kuroko mengangguk dan duduk di belakang Yamiga. Kise datang dan memeluk Yamiga lagi. Murasakibara menawarkan snack padanya. Midorima menceritakan tentang Oha-Asa. Aomine kembali duduk dan membava majalah. Momoi melakukan hal yang sama dengan Kise. Akashi tersenyum, dan kembali membaca buku untuk pelajaran selanjutnya.
Murid-murid yang lain tetap menanyakan sesuatu pada yamiga, yang tentunya dijawab dengan sesingkat mungkin. Beberapa murid saling meng-sms ke anak kelas lain, memberitahukan soal Yamiga. Diam-diam, di dalam kelas mereka membacanya. Banyak yang tekejut, kagum, dan tertarik. Ini pasti akan menjadi hari yang panjang...
Bel istirahat telah tiba.
Anggota Kiseki no Sedai pergi ke atap, sambil membawa bekal mereka. Mereka semua membuka makanannya. Kuroko membawa roti melon dengan milkshake vanila dari kantin. Aomine membeli burger dari kantin. Midorima membawa shiruko. Kise membawa makanan 4 sehat 5 sempurna. Momoi membawa sosis berbentuk gurita. Akashi membeli tofu soup dari kantin. Murasakibara membawa dan membeli semua jenis makanan ringan. Yamiga membawa homemade bento.
"Yami-chin, boleh minta shrimp roll-nya tidak?" tanya Murasakibara sambil menunjuk ke arah shrimp roll Yamiga.
"Boleh,.." Yamiga menyodorkan makanannya.
"Arigatou, Yami-chin," kata Murasakibara sambil mengambil makanan milik Yamiga.
Saat Murasakibara bergerak untuk mengambilnya, ia tidak sengaja menyenggol Midorima hingga shirukonya tumpah mengenai Aomine. Aomine marah, lalu berdiri, dan menumpahkan milkshake Kuroko. Tentu saja Kuroko langsung meng-Ignite Pass Aomine, membuat burger Aomine mengenai Kise. Kise panik, dan mencari tisu. Tapi, karena sausnya mengenai mata, ia tidak bisa melihat dan malah mengambil seragam Momoi. Momoi berteriak dan memukul Kise dengan kotak bekalnya. Sosis itu berterbangan dan mendarat di kepala seseorang yang rambutnya senada dengan sosis itu sendiri. Kalian pasti tahu siapa...
.
.
Akashi.
.
.
"Kalian sedang apa?" tanya Akashi setenang mungkin sambil membuang sosis itu dari rambutnya.
"Gara-gara kalian, supku menjadi tumpah, dan sendoknya patah. Padahal, sendok ini harus kukembalikan ke kantin..."Lanjutnya lagi, tapi kali ini sambil memegang gunting merah kesayangannya.
Semua sudah berkeringat dingin. Baju mereka berantakan, dengan saos di sana-sini dan rambut yang lengket karena banyak makanan yang mengandung air menumpahi mereka. Yamiga dan Murasakibara adalah satu-satunya yang tidak terkena 'bencana' ini. Yamiga yang menyaksikkan ini hanya sweatdrop. Murasakibara masih makan tanpa dosa.
"Kalau kalian masih lapar, makan saja punyaku,..,"Ujar Yamiga memberikan kotak makanannya pada mereka.
Untuk para pembaca yang mungkin lupa, Yamiga masih 11 tahun. Meski ia pintar, sepintar-pintarnya, pola pikirnya masih untuk 11 tahun. Jadi, kalau dia kira mereka marah karena masih lapar, harap jangan kaget.
Semuanya sweatdrop. Tapi, ujung-ujungnya, mereka memakan bekal Yamiga tersebut, hingga habis tak bersisa. Bel sudah berbunyi lagi, Akashi terpaksa membayar karena sendok yang sudah patah itu.
Pelajaran Sejarah.
"Ohayo! Minna, sekarang kita akan belajar soal Zaman Yayoi! Buka halaman 146. Baca sekarang, dan nanti akan saya tunjuk yang akan menjelaskan tanpa melihat buku!" perintah guru itu.
Para murid mendesah kesal, dan mulai membacanya. Yamiga sudah ketiduran bersama dengan Aomine. Yang lain tetap harus membacanya, karena mereka tahu kalau tidak bisa menjawab, ulangan depan akan langsung mendapat 0. Sang guru puas menatap mereka, tetepi mendecak kesal saat melihat Aomine. Ia tidak peduli dengan nilai-nilai ulangannya. Tapi, tak disangka, murid di sebelahnya juga tertidur. Guru itu tersenyum licik dan memutuskan agar dia menjadi target barunya. Ia segera mencari nama Yamiga di daftar urutan tempat duduk. Ia tak menyadari sepasang mata heteromathic menatapnya.
"Baiklah, waktu habis! Tutup buku kalian masing-masing!"teriak guru itu sambil membantingkan buku tulis di mejanya.
"Bagaimana kalau kali ini, murid baru yang menjelaskan teori bab kali ini? Yamiga Ryuu. Harap maju ke depan dan jelaskan apa yang kau tau!" teriaknya lagi, membuat Ryuu terbangun.
Yamiga mengusap matanya, dan bertanya menjelaskan tentang apa pada orang di sampingnya. Setelah tahu, ia maju dan berdiri dengan mata setengah tertutup, membuatnya terlihat lebih manis dari biasanya. Ia mengerjepkan matanya beberapa kali. Guru itu sedang smirking di tempat duduknya. Setelah mendapatkan kesadaran penuh, Yamiga menarik napas.
"Zaman Yayoi berlangsung dari sekitar 400 SM atau 300 SM hingga 250 Masehi. Dari situs arkeologi kota Yayoi, distrik Bunkyō, Tokyo ditemukan artefak asal zaman yang kemudian disebut zaman Yayoi.
Pada awal zaman Yayoi, orang Yayoi sudah mulai dapat menenun, bertanam padi, mengenal perdukunan serta pembuatan perkakas dari besi dan perunggu yang dipelajari dari Korea atau Cina. Sejumlah studi paleoetnobotani menunjukkan teknik menanam padi di sawah dan irigasi sudah dikenal sejak sekitar 8000 SM di Delta Sungai Yangtze dan menyebar ke Jepang sekitar 1000 SM.
Dokumen tertulis yang pertama kali menyebut Jepang adalah Buku Han Akhir asal 57 Masehi. Buku tersebut mengisahkan, "Di seberang lautan dari Distrik Lelang tinggal orang-orang Wa. Mereka ada lebih dari dari 100 suku, mereka sering datang dan membayar upeti." Catatan Sejarah Tiga Negara dari abad ke-3 mencantumkan negara yang terbentuk dari kumpulan 30 suku-suku kecil yang diperintah oleh dukun wanita bernama Himiko dari Yamataikoku.
Semasa Dinasti Han dan Dinasti Wei, pengelana Cina tiba di Kyushu dan mencatat tentang para penduduk yang tinggal di sana. Menurut para pengelana Cina, mereka adalah keturunan dari Paman Agung (Tàibó) dari negara Wu. Penduduk di sana juga menunjukkan ciri-ciri orang Wu pra-Cina yang mengenal tato, tradisi mencabut gigi, dan menggendong bayi. Buku Sanguo Zhi mencatat ciri-ciri fisik yang mirip dengan ciri-ciri fisik orang yang digambarkan dalam boneka haniwa. Laki-laki berambut panjang yang dikepang, tubuh dihiasi tato, dan perempuan mengenakan pakaian terusan berukuran besar.
Situs Yoshinogari adalah situs arkeologi terbesar untuk peninggalan orang zaman Yayoi yang mengungkap adanya permukiman di Kyushu yang sudah didiami orang secara terus menerus selama ratusan tahun. Hasil ekskavasi menunjukkan artefak tertua berasal dari sekitar 400 SM. Di antara artefak yang ditemukan terdapat perkakas besi dan perunggu, termasuk perkakas dari Korea dan Cina. Dari barang-barang peninggalan diperkirakan orang zaman Yayoi sudah sering melakukan kontak dan berdagang dengan orang dari Daratan Cina. Itu adalah zaman prasejarah terakhir di Jepang.
Lalu, mulailah zaman baru yang disebut zaman Kofun. Zaman Kofun dimulai sekitar 250 M. Nama zaman ini berasal dari tradisi orang zaman itu untuk membuat gundukan makam (tumulus) yang disebut kofun. Pada zaman ini sudah terdapat negara-negara militer yang kuat dengan klan-klan berpengaruh sebagai penguasa. Salah satu di antaranya terdapat negara Yamato yang dominan, dan berpusat di Provinsi Yamato dan Provinsi Kawachi. Negara Yamato berlangsung dari abad ke-3 hingga abad ke-7, dan merupakan asal garis keturunan kekaisaran Jepang. Negara Yamato yang berkuasa atas klan-klan lain dan memperoleh lahan-lahan pertanian mempertahankan pengaruh yang kuat di Jepang bagian barat. Jepang mulai mengirimkan utusan ke Kekaisaran Cina pada abad ke-5. Dalam dokumen sejarah Cina ditulis tentang negara Wa yang memiliki lima raja. Sistem pemerintahan di Wa meniru model Cina yang menerapkan sistem administrasi terpusat. Sistem kekaisaran juga mengambil model dari Cina, dan masyarakat dibagi menjadi strata berdasarkan profesi.
Hubungan yang erat antara Jepang dengan Tiga Kerajaan Korea dimulai pertengahan zaman Kofun, sekitar akhir abad ke-4.
Selanjutnya,...,"
"CUKUUUUUUP!" guru itu sudah stress mendengar seluruh perkataan Yamiga yang terus berlanjut ke zaman untuk bab selanjutnya.
"Kau,... boleh duduk lagi," kata guru itu menyesal menunjuk ke murid yang salah.
Akashi menatap Yamiga dengan penuh rasa penasaran...
Istirahat kedua..
Yamiga sedang menembus angin. Kalian tahu kenapa? Karena ia sedang dikejar-kejar murid satu sekolahnya, menanyakan agar ia mau masuk ke berbagai klub yang memiliki hubungan dengan itntelektual. Belum lagi dengan adanya fangirls dan fanboys yang ikut mengejarnya. Ia berusaha untuk berlari lebih cepat dari mereka. Maka, sampailah ia pada sebuah pintu yang terpencil dari tempat sekelilingnya. Ia segera menggesernya, dan masuk kedalamnya. Para gerombolan manusia yang mengejarnya masih berlari keliling. Iamenarik napas dan merosot ke bawah. Ia mencoba untuk menstabilkan napasnya.
"Ryuu?"
Mendadak, ia mendengar suara dari depannya. Suara yang sangat familiar dengan telinganya. Ia mengangkat kepalanya, mencari orang yang memanggilnya di ruangan yang cukup remang itu. Di hadapannya, duduklah seorang Akashi Seijurou dengan papan shogi di mejanya. Yamiga berkedip beberapa kali.
"ah,.. maaf Akashi-san. Aku kira tidak ada siapa-siapa di sini,"ucap Yamiga mendekati Akashi.
"Eh? Shogi? Akashi-san bermain shogi? Boleh coba melawanku tidak?" tanya Yamiga sambl duduk di ujung meja yang berseberangan dengan Akashi.
"Boleh. Tapi, kalau kau tidak menang, kau akan menuruti satu permintaanku," ancam Akashi.
"Oke!" tanpa rasa takut, ia melawan Akashi.
Setelah bermain beberapa lama, maksudku,... sangat lama (bahkan saat bel berbunyi mereka tidak kembali ke kelas), Akashi dan Yamiga mendapat hasil seri. Hal ini hampir tidak mungin, karena dalam permainan shogi, seri hanya memiliki persentase 1%. Dan lagi, lawannya Akashi Seijurou.
"Tidak ada yang menang dan kalah. Berarti, syarat Akashi-san tidak berarti!" senyum Yamiga.
"Kau salah,"
"HEE?!"
"Kan, kubilang 'kalau kau tidak menang' kan? Kau tidak menang, jadi kau harus menaati satu perintahku," senyum Akashi.
"be-benar juga ya,...," kata Yamiga pasrah. "kalau begitu, apa perintahmu?"
"Kau harus,..."
Pulang sekolah, di gedung olahraga.
"Baiklah, hari ini akan ada anak baru. Kita akan mengetes skill-nya, dan menentukan dia di tempat yang mana,"kata pelatih itu.
Yang lain penasaran siapa orang yang dibicarakan itu. Namun, mereka tidak menyangka anak berumur 11 tahun dan hanya setinggi 142 cm, masuk ke dalam lapangan sambil membawa bola basket. Semuanya tertawa dan meremehkan Yamiga. Ada yang menepuk kepalanya dan menanyakan kenapa anak SD ada di sini. Yamiga hanya menjawab kalau dia murid di SMP Teiko, membuat gedung olahraga semaki menggelegar dengan suara tawa.
DUAAAAAKK suara ring yang dibanting itu menyumpal mulut mereka. Yamiga sedang melakukan slam dunk yang benar-benar membuat mereka malu. Yamiga tersenyum dan melangkah ke bawah ring, lalu menapilkan three point shooter-nya. Sekejap ia langsung dimasukkan ke first string, tetapi tetap mendapat protes.
"Tapi dia masih terlalu kecil! Kami sudah di sini selama setahun, tapi tak pernah menjadi reguler!"
"Betul! Ia masih seorang bocah! Kami tidak terima!" sahut murid-murid itu, menyindir Yamiga.
"Oi, oi,... jangan berkumpul untuk melawan orang yang lebih kecil darimu!" mendadak Aomine datang dan merangkul Yamiga.
"Aomine-kun,...,"
"Begini-begini, dia seri dalam 1 on 1 denganku kemarin lho!" ucap Aomine sambil menatap mereka tajam.
Mereka ketakutan. Ia-seri-1 on 1- dengan-Ace-dari-Kiseki no Sedai?! Omong kosong!
"Kalian jangan mengganggu Yamigacchi! Dia anggota kami tahu!" Kise ikut datang sambil berdiri di depan Yamiga.
"Kise-kun,"
"Aku tidak akan memaafkanmu jika kalian menyentuh Yamiga" Kuroko datang, mengagetkan mereka semua.
"Tetsu,"
"Tampaknya, Zodiak kalian semua sedang terancam bahaya," kata Midorima sambil memberi lucky itemnya pada Yamiga.
"Midorima-kun"
"Ne,... kalian mengganggu Yamigacchi?" Murasakibara datang sambil memeluk snack yang banyak sekali jumlahnya.
"Murasakibara-kun,"
"Aku akan mencatat ini, dan membuat kalian tidak bisa menjadi reguler," senyum Momoi sambil memutar-mutarkan pena-nya.
"Momoi-san,"
"Kami semua tidak akan membiarkan kalian menyentuh Yamiga sehelai rambut-pun!" ucap mereka bersama-sama.
"Cih, dasar manja! Di saat begini, kau malah berlindung di anggota Kiseki no Sedai sampah itu! Ini bukti kalau kau tidak memiliki hak untuk pergi ke first string!"
"Apa kau bilang?"
Di belakang mereka, seseorang berambut merah berdiri sambil memegang gunting. Wajahnya telihat jelas kalau ia marah sekali.
"Sei!" seru Yamiga, membuat yang lain menjadi patung.
.
.
.
.
"Eh?" semuanya membuat tanda tanya di kepala mereka. Apakah mereka mendadak menjadi budeg, atau lidah Yamiga terpeleset?
"SEI!" Yamiga berteriak lagi, tapi kali ini sambil melompat dan memeluk Akashi. Akashi memeluknya balik.
Semua yang menyaksikan itu langsung pingsan, sakit jantung, jadi zombie, sekarat, koma, teriak kayak baru melihat penampakan, dan panas-dingin.(bo'ong. Itu semua terlalu lebay)
"Yamigacchi! Kau tidak boleh melakukan itu!" jerit Kise histeris.
"Demo, Sei yang menyuruh kok," kata Yamiga datar, masih dipeluk oleh Akashi.
"EEEEEEEHHHH?!" semuanya, bahkan yang menjadi coach disitu menjerit.
"tadi, aku dan Sei main shogi. Peraturannya, kalau aku tidak menang, aku harus menaati 1 perintah dari Sei. Karena berhasil seri, berarti aku tidak menang. Akashi memerintahkanku untuk berlaku sesuai dengan anak umur 11 tahun untuknya, dan memanggilnya dengan nama depan. Karena Seijurou terlalu panjang, jadi kupanggil Sei," jelas Yamiga.
"Kau SERI dengan taichou? Oke, kami tidak akan merendahkanmu lagi," kata murid-murid itu, menjadi takut dengan Yamiga. Selain itu, ia mendapat izin untuk memanggil 'The Fearsome Captain' dengan nama depan? Pasti anak itu bukan main-main saja.
Kiseki no Sedai tersenyum. Mereka semua mengulurkan tangan pada Yamiga.
"Selamat datang, sebagai anggota baru Kiseki no Sedai!" ujar mereka bersamaan.
Yamiga terdiam sejenak, lalu tertawa.
"Aku bersyukur bertemu dengan kalian!"
Tbc
OMAKE
Jam makan siang, setelah Yamiga menyodorkan makanannya pada Kisei.
"Terima kasih, Ryuu. Tapi aku tidak membawa peralatan makan, dan sendok yang dari kantin sudah kotor dan patah. Aku rasa, aku tidak bisa menerima makananmu," ujar Akashi sambil membereskan mangkok yang sudah tak berisi itu.
"Kalau begitu, pakai sumpitku saja!" senyum Yamiga, memberikan sumpitnya pada Akashi.
Akashi terlihat kaget, tapi ia menerimanya dan memakan ebi furai milik Yamiga.
"Akashi-san, ada remah di bibirmu..," yamiga mendekatkan mukanya dengan Akashi, lalu menjilat bekas remah itu.
Keenam makhluk yang terlupakan itu menatap Yamiga speechless. Sepolos-polosnya Yamiga, tapi hal itu terlalu berbahaya untuk dilakukan. Saat mereka kira Akashi akan melemparkan gunting ke Yamiga, Ia malah tersenyum.
"Terima kasih," katanya sambil mengacak rambut Yamiga.
Yang mereka tahu, mereka tidak sadarkan diri hingga bel istirahat selesai berbunyi...
benar-benar Tbc
Jari-ku,... adudududuh...
