Haizaki Shougo


Kuroko no Basket

Kiseki no Heika

Rated T

Friendship, Romance, Humor

Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.

Disclaimer: Not mine...just the OC..


"Apa yang kau lakukan di sini, Haizaki?!" teriak Aomine, menarik kerah Haizaki dengan kasar.

"Hnn,... apakah aku tidak boleh berlibur? Aku kan juga memiliki hak untuk melakukan sesuatu yang kuinginkan,"ujar Haizaki dengan smirk menghiasi wajahnya.

"Pergi dari sini! Kau tidak berhak untuk berada di sini!" sahut Aomine lagi, sambil mendorong Haizaki ke tembok.

"Che, aku bebas melakukan apa yang aku mau. Selain itu,aku kan sudah bukan anggota kalian lagi. Buat apa aku mendengarkan kalian?" ejek Haizaki, berjalan mengelilingi mereka.

Mata Akashi sudah menajam, dan emperor eyes-nya bergelinting. Midorima terlihat sedang meremas lucky item-nya hingga tangannya sendiri menjadi putih. Murasakibara berhenti makan dan memandang Haizaki dengan tatapan sebal. Momoi men-death glare Haizaki, seolah-olah ia akan membunuhnya. Kise tidak terlihat ceria lagi. Poninya menutupi matanya dan ia meng-glarenya secara tidak langsung. Kuroko menatapnya dengan wajah datar. tapi dapat terasa, kalau tatapannya sangat menusuk.

"ano,... Anda siapa ya?" kata Yamiga tiba-tiba ke Haizaki.

"EEH? Siapa bocah ini?! Kenapa dia bisa bersama kalian?" tanya Haizaki setengah terkejut, setengah mengejek.

"Dia Yamiga Ryuu, Anggota baru kami. Jangan coba-coba menyentuhnya, Haizaki,"perintah Akashi sambil menatap mata Haizaki.

"Heeee,... sebegitu hebatkah ia? Kalian sudah menggantiku dengan model bodoh, seperti Kise, Lalu bocah ini? Jangan bercanda!" tawa Haizaki, membuat mereka makin geram.

"Aku tak tahu apa yang mereka lihat dalam dirimu, bocah. Tapi, yang kutahu mereka sangat menginginkanmu. Dan aku mengambil apapun yang diinginkan orang lain. Mengerti?" bisik Haizaki di telinga Yamiga, sontak membuatnya kaget.

"EH?"

"Sampai bertemu lagi, Generation of Rubbish,"


"SIAL! Kenapa Haizaki bisa berada bersama kita?!"sahut Aomine marah.

"Aku tidak akan memaafkannya atas apa yang terjadi-ssu!" ujar Kise, meremas celananya.

"Tenang sedikit, Aomine-kun, Kise-kun,"Kata Kuroko tenang, tapi dengan nada yang benar-benar sebal dan marah.

"Kurasa, zodiaknya akan terancam bahaya besok," Midorima sedang membaca Oha-Asa untuk zodiak milik Haizaki.

"Haizaki benar-benar menyebalkan," bahkan, Murasakibara tidak mau menyebut Haizaki dengan memakai '-chin'.

"Kalau dia berani main-main dengan kita lagi, aku tidak akan memaafkannya," Akashi sudah memainkan gunting di tangannya.

"Setelah kejadian 4 bulan lalu, aku tidak mau melihat wajahnya!" seru Momoi dengan penuh amarah.

"Aku,... benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi...," kata Yamiga, memecahkan suasana tegang di antara mereka.

"Lebih baik kau tidak tahu. Suatu saat nanti, pasti kau akan mengetahui semuanya. Lebih baik kita tidur sekarang. Besok ada latihan kan?" jawab Akashi, sekaligus menyuruh mereka semua tidur.


Mereka semua mengangguk dan segera pergi ke kamar masing-masing. Aomine dan Kuroko tidur dengan nyenyak, kecuali dengan suara ngoroknya Aomine; Kuroko tidak terganggu. Kise dan Murasakibara,... Murasaki bara tidak bisa berhenti makan hingga tengah malam. Jadi, Kise menjadi mimpi buruk tentang makanan(?). Momoi dan Midorima, tidur tenang (tidak ada yang harus dibicarakan di sini).


Ruangan Yamiga-Akashi


"Ara? Kau belum tidur? Besok latihannya sangat berat lho," kata Akashi, membaringkan dirinya ke atas tempat tidur.

"Hnnnnn,.. sedikit lagi. Mungkin, aku akan tidur malam ini," jawab Yamiga sambil membolak-balik halaman di bukunya.

"Nanti matikan lampunya, ya," perintah Akashi.

"Hai,.."

Akashi segera terlelap ke alam mimpi. Ia bermimpi melihat seseorang, yang bermata sama dengannya. Heteromathic dengan warna yang sama dengan mata miliknya. Orang itu tersenyum dan berlari menjauhi Akashi. Ia berlari sambil berputar-putar, seolah-olah ia sedang menari. Ia bernyanyi dengan riang sambil membelai bunga-bunga di sekelilingnya. Ia terus bernyanyi dan bernyanyi, tiada henti. Ia perlahan menatap Akashi, lalu berkata,

"Kikoemasuka? Watashi no Uta...," (1)


Pagi hari


Suara kicauan burung ditangkap pendengaran Akashi. Sekejap mimpi itu langsung musnah, digantikan dengan alam nyata. Ia membuka kedua matanya, dan mengerjapkannya beberapa kali. Ia mengubah posisi badannya menjadi posisi duduk. Ia melihat sekeliling, mengingat ia sedang training camp dengan Kiseki no Sedai lainnya. Ia lalu melihat ke arah tempat tidur Yamiga. Betapa kagetnya ia melihat Yamiga sudah terbangun.

"Ara? Ohayou, Sei," senyum Yamiga sambil menutup buku novel, yang ia baca tadi malam.

"Kapan,... kau bangun?" tanya Akashi, berusaha tenang. Sekarang masih jam 04.30. Setahunya, anggota yang lain biasanya masih tidur.

"Aku tidak tidur sama sekali," jawabn Yamiga sambil berdiri, melangkah ke arah kulkas.

"Tidak tidur?! Tapi kau bilang,..." Akashi berpikir sebentar, "Benar juga, kau bilang 'mungkin' aku akan tidur malam ini," Ia menghela napas.

"Yup, betul sekali. Aku memiliki Insomnia, jadi kadang-kadang aku tidak bisa tidur," ujar Yamiga,sambil mengambil susu dari kulkas.

"Ya sudahlah, aku akan mandi duluan. Kau rebus air dulu sana," perintah Akashi, memasuki kamar mandi.

"Hai,.."


Breakfast


"Ohayou, minna!" sahut Momoi sambil duduk di salah satu kursi.

"Ohayou,.. momoicchi.." sapa Kise sambil nyaris ketiduran di meja makan.

"Are? Ryou-kun kenapa?" tanya Momoi setengah khawatir.

"Nemurenai-ssu,...," kata Kise sambil menguap lebar.

"Kalau menguap selebar itu, serangga bisa masuk mulutmu, Kise-kun," ujar Kuroko muncul bersama Aomine.

"Hoi, kalau masih ngantuk bahaya lho! Bagaimana kau bisa melakukan latihan yang diberikan Akashi, kalau begini?!" Sahut Aomine, menepuk-nepuk punggung Kise dengan keras.

"Adudududuh! Sakit-ssu!" seru Kise sambil mengusap-usap punggungnya.

"Ohayou,..." sapa Yamiga dan Akashi bersamaan.

"Yami-chin, Aka-chin. Boleh mengambil makanannya sekarang tidak?" tanya Murasakibara tidak sabaran.

"Boleh. Ambil secukupnya," jawa Akashi sambil memperingatkan.

"Haaai,..."

Makan pagi mereka memakai sistem buffet. Kuroko hanya mengambil roti bakar dan vanilla milkshake. Aomine hampir mengambil apapun yang dia lihat. Midorima mengambil shiruko dan teh hijau. Momoi mengambil pancake dan susu. Kise mengambil nasi goreng, telur, dan beacon. Murasakibara mengambil semuanya. Akashi mengambil tofu soup. Yamiga hanya memakan sereal dan sepotong croissant.

Makan pagi sangat lezat dan enak. Mereka menjalaninya dengan penuh senyum, dan sedikit obrolan. Makan pagi ini terasa sangat tenang dan damai,...

.

.

"Woi, Generation of Rubbish!"

.

.

Kecuali saat si brengsek ini datang.


"Haizaki, jangan ganggu kami. Ini ancaman untukmu," ancam Akashi, berusaha menyingkirkan Haizaki.

"Heeee,... tapi kan, tidak ada salahnya untuk bereuni dengan kalian.., *smirk* akan kucuri roti ini," ujarnya sambil mengambil croissant milik Yamiga.

"Jangan ganggu kami lagi Haizaki! Jangan ambil apapun lagi!" teriak Kise, menggantikan Aomine yang biasanya meneriaki Haizaki.

"Che, lakukan apa yang kalian mau. Tapi, aku akan mencuri sesuatu yang berharga dari kalian," senyumnya, meninggalkan mereka.

"Huh! Dia hanya menggertak. Dasar pengecut!" seru Momoi kesal.

"Sudahlah. Bereskan ini semua, lalu bersiap-siap. Kita akan memulai latihan sekarang," kata Akashi yang mendapat anggukan dari semuanya.

Mereka memulai latihan mereka. Lari menuruni dan menaiki gunung 10 kali, push up 200 kali, sit up 200 kali, skot jump 100 kali, lompat-lompat 300 kali, lalu mini game. Mereka semua hampir mati melakukan itu semua. Bahkan, Yamiga sudah berkeringat lebih dari biasanya. Mereka hampir tidak punya tenaga untuk kembali ke hotel. Jadi, mereka beristirahat sebentar di lapangan dekat situ. Momoi memberikan mereka semua air minum. Yamiga berjalan sedikit menjauh dari mereka, memperhatikan sesuatu.

Ia memperhatikan seorang anak yang sedang bermain layang-layang bersama ayahnya. Mereka saling berkejaran dan tertawa bersama-sama. Yamiga sedikit tersenyum menyaksikannya. Anak kecil itu melompat dan memeluk ayahnya. Layangan yang dipegangnya terbang menjauh. Yamiga menatap mereka dengan kosong.

'Aku harap aku bisa menjadi seperti mereka,...'


"Yamigacchi? Kita sudah mau balik ke hotel, lho," mendadak Kise membuyarkan lamunannya.

"Doushita? Kau terlihat seperti sedang bermimpi,...," ujar Kise sedikit khawatir.

"Daijobu. Hanya membayangkan sesuatu. Ayo, Kise-kun. Nanti kita ditinggal lho," ajak Yamiga sambil berlari ke arah anggota Kisei yang lainnya.

"Hai!"


Makan malam


"Sepertinya 'dia' tidak akan mengganggu kita kali ini," kata Midorima sambil memeluk boneka hello kitty.

"Aa,... kuharap dia tidak merencanakan hal yang buruk," ujar Akashi sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

"Demo, kalau orangnya Haizaki, pasti semua yang dipikirkannya buruk. Aku tidak tahu apa, tapi ia benar-benar memiliki niat buruk," kata Kuroko, menegangkan mereka.

"Saat itu terjadi, yang kita lakukan adalah menghentikannya!" sahut Aomine.

"Aku setuju-ssu!"

"Aku juga sependapat dengan Dai-chan!"

"Aku *munch* juga...*munch* *munch*"

"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara kalian dengan Haizaki. Tapi, aku akan melakukan yang terbaik untuk menolong kalian!"

Mereka semua saling berjanji dan mengangguk. Mereka masih ingin mengobrol lebih lama, tapi, rasa lelah menyerang mereka dengan cepat. Mereka langsung mengucapkan selamat tidur, dan pergi ke kamar masing-masing.


"Ryuu, kali ini kau harus bisa tidur. Kau butuh istirahat setelah seharian ini. Jadi, sebisa mungkin tidur," kata Akashi pada Yamiga sebelum ia pergi ke alam mimpi.

"Iya, aku juga merasa capek. Jadi, kali ini aku akan tidur," senyum Yamiga pada Akashi.

Akashi mengangguk dan membaringkan badannya. Kedua matanya dipejamkan, dan ia sudah tertidur. Ia bermimpi yang sama dengan kemarin. Hanya saja, kali ini orang itu menangis, dan bernyanyi dengan sendu. Kalimat yang diucapkannya berubah menjadi,

'Tasukete! Sore wa itai, ITAI!'(2)

Akashi langsung tersentak bangun. Ia melihat Yamiga berteriak sambil meremas kepalanya. Air mata bercucuran deras dari matanya yang terpejam rapat.

"KUMOHON AYAH! YAMETE! Aku akan menjadi anak baik, kumohon,...YADDA! TASUKETE! ONEGAI, YAMETE!"

Yamiga benar-benar ditelan mimpi buruknya. Akashi mengguncangkan badannya berkali-kali, tapi ia masih tidak sadar. Anggota Kiseki no Sedai langsung datang, karena mendengar teriakan Yamiga yang tidak terkontrol itu. Mereka sangat kaget saat mendapati Yamiga menangis sambil berteriak. Kuroko shock saat melihatnya. Ia langsung duduk di tempat tidur Yamiga dan memeluknya.

"Daijobu, Ryuu. Dia tidak ada di sini. Sekarang kau bisa tenang. Semuanya tidak apa-apa,"kata Kuroko lembut sambil mengelus punggung Yamiga.

Yamiga berhenti meronta-ronta dan terdiam sejenak, mendengar kata-kata teman masa kecilnya. Yamiga memeluk Kuroko dan menangis keras di bahunya. Akashi yang ikut merasa sedih, memeluknya juga dan membisikkan kata-kata penghibur di telinganya. Momoi sudah menangis melihat anggota termuda mereka dalam keadaan seperti itu. Kise, Aomine, Midorima dan Murasakibara ikut memeluk Yamiga, membagi kesedihan yang sama.

Tak lama, akhirnya Yamiga tertidur, lelah menangis. Mereka tersenyum, dan kembali ke kamar masing-masing. Mereka bergantian mengelus Yamiga, lalu keluar dari kamar Akashi-Yamiga. Akashi menidurkan Yamiga di tempat tidurnya. Lalu ia membaringkan dirinya sendiri di sebelah anggota terbarunya.

'Untuk kali ini, aku akan berada di sisimu sepanjang malam'

.

.

.

.

.

'Kali ini saja'


Tbc


Yahooooo,... tengah malam, di hari senin.

Sekarang masih jam 2.15.

Dan saya luar biasa ngantuk. *sweatdrop*

(1) 'apakah kau mendengarnya? nyanyianku,'

(2)'Tolong aku! Rasanya sakit!

ai natha: hahaha,... mumpung lagi libur, jadi bisa nerusin tiap hari. Kericuhan Haizaki ada di Chapter selanjutnyaa

MiyazawaAkane: EEEH?! Jangan-jangan beneran kembar. Memang sama-sama cantik sih,..*digampar Ryuu* Kiseki no Heika, artinya Permaisuri-nya Kiseki no Sedai. Soal ini akan diceritakan di chapter-chapter selanjutnyaa..

saruma tetsuya: sudah dilanjutkan secepat mungkin! ^^(mungkin terlalu cepat) Cuma Shounen ai, nggak sampai yang untuk orang dewasa.