'Kali ini saja,...'


Kuroko no Basket

Kiseki no Heika

Rated T

Friendship, Romance, Humor

Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.

Disclaimer: Not mine...just the OC..


Yamiga membuka matanya sedikit, membiarkan cahaya memasuki matanya. Ia lalu mengedipkannya beberapa kali, dan menggaruknya. Ia sedikit bingung mengapa ada jejak air mata di pipinya.

"Mimpi lagi?" bisiknya dengan suara serak.

Ia mencoba untuk duduk, tetapi tidak bisa. Seolah olah ada yang menahan seluruh tubuhnya, dan menahannya gara ia tidak bisa bergerak sama sekali. Yamiga membalikan badannya ke arah yang berlawanan, dan mendapati wajah Akashi yang sedang tertidur di sebelahnya. Sontak, ia kaget dan pipinya memerah. Degup jantungnya menderu, dan napasnya tertahan. Akashi masih tertidur, dan Yamiga menyadari kalau hari masih terlalu pagi. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam, tapi alhasil tak ada yang dapat diingatnya.

"Ryuu,..,"

Yamiga loncat mendengar suara Akashi yang baru saja terbangun. saking kagetnya, dia sampai jatuh dari tempat tidur.

"Aa,... Se-Sei," ujar Yamiga tergagap-gagap.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Akashi, membuat Yamiga bingung.

"Ti-tidak apa-apa,"

"Hnnn,... karena kita berdua sudah bangun, ayo segera mandi. nanti kita latihan lebih pagi," kata Akashi, sambil bergerak, melepaskan Yamiga dari dekapannya.

"Ha-hai,"


"Oi, Ryuu!, daijoubu?!," tanya Aomine mendekati Yamiga.

"Un, memangnya ada apa? Sei juga menanyakan hal yang sama," tanya Yamiga, men-dribble bola basket di tangan kirinya.

"Tadi malam, ka-," Kata-kata Aomine terhenti saat Ignite Pass Kuroko mengenai sampingnya.

"UHUK, UHUK, UHUK! Tetsu!Kau mau membunuhku- UHUK ya?!" Sahut Aomine sambil terbatuk-batuk.

"Maaf Aomine-kun. Sepertinya bidikanku 'kurang jitu' hari ini" ujar Kuroko dengan datar, tapi kata-kata 'kurang jitu ditekannya dalam-dalam. Padahal, sebenarnya ia mengarah pada kepala Aomine.

"Pinggangku,...," rintih Aomine sambil berjalan seperti kakek-kakek skoliosis.

"AOMINECCHI!" seru Kise sambil 'mendobrak' Aomine, yang pinggangnya berbunyi,

.

KRRRRRRRAAAAAAAAKKKKKKKKK

.

.

.

.

.

Mari berdoa agar Aomine dapat diterima oleh Tuhan YME

Sementara arwah Aomine sedang terbang ke angkasa, Kise masih tertawa-tawa tanpa dosa.

*Kembali ketopik awal*

"Yamigacchi! Ohayou!" teriak Kise sekuat tenaga, sambil memeluk Yamiga.

"Ohayou," senyum Yamiga.

"Minna! O-HA-YOU!" sahut Momoi sambil berjalan, yang diikuti oleh Midorima dan Murasakibara.

Seperti biasa, mereka melakukan latihan pagi dari neraka seperti biasanya. Kali ini latihan ditambah menjadi 2 kali lipat. tentu saja, anggota kiseki no sedai menjadi semaki K.O saat melakukan semua latihan itu. Momoi sudah sweatdrop melihat arwah mereka melayang-layang menuju udara, apalagi Kuroko yang sudah pingsan sebelum 1/4 latihan selesai. latihan ini berlangsung sekita 1 jam. Akashi akhirnya menyuruh berhenti, dan mengajak mereka makan pagi. Makan pagi yang tenang, tanpa si 'manusia abu-abu' yang menggangu. walaupun ada sedikit perang makanan gara-gara Aomine, Kise dan Murasakibara. Tapi, Akashi segera menyela dengan gunting kesayangannya.

"ano, aku ingin ke toilet dulu ya," ujar Yamiga sambil melangkah pergi ke arah toilet.

"Jangan lama-lama. 10 menit lagi kita akan latihan kembali," kata Akashi yang mendapat jawdrop dari yang lain.

'MASIH ADA LATIHAAAAAAAN?!'


Yamiga berlari kecil ke arah toilet. setelah menemukannya, ia buru-buru memasuki salah satu toilet di ruangan itu. stelah selesai, ia segera mencuci tangannya, dan berlari keluar. tanpa sengaja, ia menabrak seseorang di pintu masuk. karena perbedaan tubuh yang besar, Yamiga terjatuh ke belakang. Ia mendengar suara yang tak asing meliputi telinganya. saat mendongak ke atas, ia membelalakkan kedua mata ruby-nya,

.

.

.

.

Haizaki


"Yamigacchi lama sekali,..." keluh Kise sambil mondar-mandir keliling lapangan.

"Seharusnya tidak selama ini. Ryuu-kun rekor 15 detik kalau ke toilet," ujar Kuroko sedikit cemas.

"Bagaimana, kalau dia tersesat?" tanya Aomine

"IQ-nya lebih dari 200. bagaimana dia bisa lupa jalan kembali, nanodayo?"

"Mungkin ia mencari makan,"

"Ryuu-kun tidak seperti Mukkun!"

"Aku akan mengeceknya," kata Akashi mengambil langkah.

Yang lainnya ikut-ikutan dengan Kapten mereka. mereka mencari ke lobi, lantai bawah tanah, tetapi tetap tidak ada. Mereka mencari ke kamar mereka masing-masing. Siapa tahu, toiletnya penuh sehingga ia terpaksa ke kamar? Setelah semua kamar dicek, tidak ada yang mendapat tanda-tanda dari Yamiga. Sekarang tersisalah kamar Akashi. Mereka hampir membolak-balikkan kamar Aka-Yami. Hingga akhirnya, Akashi menemukan notes kecil di atas bantal di tempat tidurnya. ia membacanya sedikit, memahaminya, lalu meremasnya, melemparnya ke lantai, dan diinjak-injak. Yang lain speechless, melihat wajah Akashi yang sangat amat super duper benar-benar sungguh menyeramkan.

Setelah ia selesai melakukan 'kegiatan'nya, ia mengambil guntingnya dan berlari menuju arah tangga. yang lainnya menaikan satu alis dan membaca notes yang sudah babak belur di'bunuh' Akashi. mereka segera membelalakkan mata mereka. Mereka ikut membuat notes itu semakin babak belur dan benar-benar habis tak bersisa.

isi notes-nya:


Yo, Generation of Rubbish!

.

.

Aku sudah mengambil hadiah milik kalian.

Jujur saja, aku lumayan suka dengannya.

Terima kasih atas 'mainannya' ya!

aku akan bermain dengannya sampai puas.

mungkin kalian tidak akan bisa mendapatkannya lagi!

.

.

~Haizaki (kece)


Akashi berlari ke arah Lobby. Pengikut setianya juga tiba beberapa detik setelahnya.

"Bawa aku dan teman-temanku ke tempat tayangan Security Camera,"ucap Akashi dengan marah.

"Ta-tapi, hanya polisi yang bo-"

SNIP SNIP

Akashi sudah siap main gunting.

"Nona, kalau anda masih sayang nyawa, tolong tunjukkan kami di mana letak tempat itu," kata Midorima kalem, sambil meremas lucky item-nya erat-erat.

"AA-aah, dari sini, lurus sampai mentok. lalu belok ke arah kanan. dari sana, ruangan nomor 4 dari kiri," kata resepsionis itu dengan secepat kilat. Akashi mengangguk dan berlari ke arah yang diberitahukan. wanita itu langsung jatuh dari kursi yang ia duduki, dan mengucapkan doa berkali-kali.


BRUAK

pintu telah dibanting Murasakibara, dengan bantuan Ignite Pass Kuroko. mereka langsung masuk, tidak menghiraukan tatapan takut dari para polisi disekitarnya. mereka langsung menuju komputer utama tanpa basa-basi, dan mencari seluruh jejak yang ditinggalkan Haizaki. Midorima yang ahli, langsung mencari semua data yang diperlukan, dan menampilakn semua tayangan yang memperlihatkan gerak-gerik Haizaki. Kise dan Momoi menceritakan semuanya pada polisi, dan berjanji akan mengganti pintu yang sudah mereka hancurkan.

"AAAH! itu dia! si brengsek itu baru keluar dari toilet bersama-,..." kata-kata Aomine tersentak saat video itu memperlihatkan Yamiga yang sudah pingsan di tangan Haizaki.

"bunuhbunuhbunuhbunuhbunuhbunuhbunuhbunuhbunuhbunu hbunuhbunuhbunuhbunuhbunuhbunuhbunuhbunuh,"Kuroko dan Akashi bergumam pelan sambil menonton video itu.

"Kalau aku sudah menemukan Yamigacchi, Haizaki akan kumainkan, seperti ia sudah memainkan Yamigacchi," kata Kise, yandere mode on.

"Jangan kotorkan tanganmu Kise. Aku dengan senang hati akan melakukannya, nodayo,"kat Midorima sambil mengelus cuter yang menjadi lucki item-nya.

"Tidak usah repot-repot, kacamat. biarkan aku meremukkan tengkoraknya," ujar Aomine menggertakan jari-jarinya.

"Dai-chan, aku mau ikutan!" seru Momoi sambil tertawa sadis.

"Mine-chin, jangan 'bermain dengannya sendirian yaa," ucap Murasakibara meremukkan potato chips-nya

"Minna, tolong biarkan aku menghancurkan tulang-tulang ditubuhnya. setidaknya, itu akan membuatku sedikit memaafkannya" Kuroko menekankan kata sedikit sedalam palung Mariana.

"Do as you wish. Tapi aku akan melakukan bagian penutupnya," ujar Akashi memutar-mutar gunting di jemarinya.


'Haizaki. Kau telah memilih orang yang salah untuk diculik,' batin mereka bersama-sama


Tbc


GOMENASAAAAAIIII!

tugas sekolah membuat saya benar-benar K.O.

sudah hampir 2 minggu, masih belu di-update.

HONTOU NI GOMENASAAAI!


Yamiga: Authoress-san, memangnya tugasnya sebegitu banyaknya, kah?

Aomine: Nggak, dia cuma males.

Claudi: Apa? *mainin pisau lipat*

Aomine: ng-nggak,...

Akashi: sepertinya, akan ada death/gore di Chapter selanjutnya,..

Claudi: NOOOOO! walaupu Hai-kun jahat, tapi dia nggak boleh matiiii!

Akashi: cih,..

Kuroko: Akashi-kun, jangan 'bertarung' benda tajam dengan Authoress-san.

Kise: Kurokocchi, lebih baik jangan mengganggu..

Murasakibara: Aku lapar...

Momoi: KYYYAAAAAAh! ADA JERAWAT DI PIPIKU!

Midorima: aku di sini dengan sekumpulan orang yang tak waras...

Claudi: Minna, sampai bertemu di chapter berikutnya!


MiyazawaAkane: Ara~ pantas saja, reviewnya kasih tahu soal Alice-chan. Saya masih 11 tahun, tapi sudah 1 SMP.

Kacchanwriter: Arigatou Gozaimasu! terima kasih karena mendukung ya! *terharu*

Alenta93: Natha-san ganti nama Ya? Ehehe,... Kuroko dan Yamiga masih ada rahasiaa..

Yuki Kouko: Yah, gitu deh. Haizaki memang kelihatan seperti antagonis. tapi di komiknya, nggak begitu jahat. (spoiler)

OchaxGaby: Ocha-san dan Gaby-san orang Indonesia?! Jadi, kalau PM tidak perlu pakai bahasa inggris *sweatdrop*. Mura-chan nggak jadi bunuh Kise koq, cuma dibikin sekrat (?)

saruma tetsuya: Habis, memang muka bandit, #hah?. Tapi, tetap semangat ya, Hai-kun... saya jadi sedikit kasihan sama kamu di chapter selanjutnya.