Edit: Minna! saya sudah mengedit! terima kasih atas review-nya! saya udah nambahin cerita-ceritanya+bonus OMAKE


'Haizaki. Kau telah memilih orang yang salah untuk diculik,'


Kuroko no Basket

Kiseki no Heika

Rated T

Friendship, Romance, Humor

Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.

Disclaimer: Not mine...just the OC..


Yamiga membuka satu kelopak matanya. Rasa sakit segera menyerang pengelihatan dan bagian samping tubuhnya. Cahaya yang memasuki matanya memang sedikit, tetapi rasanya tetap menyengat. Ia mengerjapkan matanya lagi, melihat sekeliling. yang bisa dilihatnya hanya tembok dari kayu yang sudah bolong di sana-sini. Ia bersandar di dinding, dan duduk di lantai yang terbuat dari tanah. Kedua tangannya diikat, dan pergeolangan kakinya dirantai. Setelah mengkalkulasikan dimana ia berada, ia mencurigai kalau dia berada di gubuk dalam hutan. Angin yang cukup kencang, dan bau tumbuhan yang menusuk, menjadi bukti kuat kalau ia berada di hutan.

Tapi mengapa ia bisa sampai di sini?

"Oi, bocah! kau sudah bangun atau belum?!" teriak Haizaki dari luar gubuk. Haizaki membuka pintu, dan Yamiga buru-buru menutup matanya, pura-pura tidur.

"Cih! masih belum bangun. Kuharap kau cepat bangun, bocah. Aku ingin segera bermain denganmu," katanya sambil mendekati Yamiga.

Yamiga hanya diam. Ia baru ingat, kalau Haizaki menculiknya dari hotel. Jantungnya menderu karena gugup yang luar biasa. Belum lagi suara langkah yang semakin mendekat.

"Hnnnn,... setelah kumainkan, lebih baik dia kujual saja. Pasar gelap sedang mencari anak-anak yang langka sepertinya. Mungkin, aku akan menjadi milyuner setelahnya," ujar Haizaki membuat Yamiga semakin takut.

Entah sampai kapan ia dapat bertahan untuk berpura-pura tidur di hadapan Haizaki.

'Sei, Tetsu, Aomine-kun, Kise-kun, Murasakibara-kun, Midorima-kun, Momoi-san,...Tasukete'


"CIH! TIDAK BISAKAH KAU BERGERAK LEBIH CEPAT MEGANE?!"

"INI SUDAH SECEPAT YANG KUBISA NANODAYO!"

Keadaan sudah semakin memanas. Jejak Haizaki hanya bisa didapat sampai ia keluar dari hotel saja. Midorima terpaksa melakukan hack CCTV di jalan raya, dan di bangunan sekitar hotel. tetntu saja, hal ini memakan waktu lebih dari 20 menit. Aomine sudah tidak sabar lagi. Momoi, Murasakibara, dan Kise menghubungi kantor polisi, Sementara mereka masih mencari jejak lain yang ditinggalkan.

"Ah, Itu dia. Haizaki menaiki bus nomor A15, Aku akan mengejarnya," kata Kuroko siap mengambil langkah.

"Tunggu Tetsuya. Aku dan Daiki akan ikut. Shintaro, kalau kau menemukan jejak lain, hubungi kami!" perintah Akashi.

Midorima langsung mengangguk dan kembali mengetik. Sekarang, polisi sudah mengerti dan membantu Midorima mencari jejak lain dari Haizaki. Akashi, Kuroko, dan Aomine langsung berlari ke arah teminal bus. Keberuntungan sedang ada di sisi mereka. Bus yang mereka cari baru datang. Mereka segera naik ke dalam bus, dan Akashi menyuruh supir untuk mengebut. Lagi-lagi beruntung, karena mereka satu-satunya yang berada di dalam bus itu. Supir itu langsung saja mengebut karena masih menyayangi nyawanya.

KRIING...KRIIIIING...

Handphone merah milik Akashi berdering cukup keras. Ia segera mengengkatnya,

"Shintaro, kau dapat sesuatu?" tanyanya langsung tanpa bertanya siapa yang meneloponnya.

"Aa, dia turun dari bis dan bergerak ke arah utara. Tepatnya, ia masuk ke hutan. Kise, Murasakibara dan Momoi sedang bergerak ke arah sana," kata Shintaro menjelaskan semuanya.

"Kerja bagus. Sekarang, panggil seluruh polisi di sana ke tempat yang kami tuju. Aku akan menunggu kehadiranmu juga, Shintaro," kata Akashi, langsung menutup teleponnya.

"Akashi, kau dapat sesuatu?!" tanya Aomine.

"Sepertinya, Haizaki membawa Ryuu ke hutan. Tempat yang bagus untuk berburu," kata Akashi sambil memegang gunting merahnya.

"Mari kita mulai permainan kejar-kejarannya," kata Kuroko dengan wajah datar.


Haizaki mengambil cutter dari kantongnya. Ia memutar-mutarnya, dan menaikkan pisaunya.

"Ck, dia masih belum bangun," decaknya kesal. Ia mengambil rokok dari saku bajunya dan membakarnya.

"Daripada menunggu lama, lebih baik kubangunkan saja. Aku sudah bosaaan~" katanya entah pada siapa. (saya tak tahu apabila dia masih waras atau tidak)

Ia mengambil cutternya yang sudah setengah terbuka itu, dan menggoreskannya di pipi Yamiga. Sontak Yamiga langsung membuka matanya dan merintih kecil. Darahnya mengalir dengan cukup deras di wajahnya. Luka yang diakibatkan oleh haizaki cukup dalam, dan Ia khawatir kalau darahnya terlalu banyak terbuang.

"Selamat siang, bocah. Akhirnya kau bangun juga. Bagaimana? kau ingat apa yang terjadi?" tanya Haizaki.

"kuh,..."

"Aku akan bermain denganmu. Perkenalkan dirimu dengan cutter milikku. Ia akan senang mandi dengan darahmu," ujar Haizaki sambil menggoreskan cutternya di bagian lengan Yamiga berkali-kali.

Belum sampai 20 menit, tapi seluruh tubuh Yamiga sudah sudah robek sana-sini, dan napasnya menderu. Darahnya tidak terlalu banyak, dan lukanya tidak ada yang dalam kecuali yang terletak di pipnya. Tetapi dengan luka yang memenuhi tubuh bagian depannya, sudah pasti ia dapat mati kehabisan darah jika tidak ditangani secepatnya.

Yamiga selama ini menahan rintihannya. Toh, kalau dia berteriak, malah semakin dianiaya. Napas yang sudah tidak teratur memenuhi suara sunyi di dalam gubuk yang sudah rusak itu. Haizaki sebenarnya kurang puas melihat anggota Kisei yang termuda ini tidak merintih atau berteriak. Ia berhenti menyayat tubuh kecil di depannya dan berpikir sejenak. Apa yang bisa dia lakukan untuk membuatnya rusak ya? Mungkin cara 'itu akan berhasil.


"Untuk apa kau melakukan ini?" tanya Yamiga, sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.

"Kan, sudah kubilang. Aku akan mengambil segala sesuatu yang dimiliki orang lain. Dan kau dimiliki oleh sampah it-"

"MEREKA BUKAN SAMPAH!" teriak Yamiga mengagetkan Haizaki.

"Hnnnn, dalam keadaan begini, kau masih berada dalam sisi mereka ya? Yang kutahu, mereka tidak akan datang. Aku sudah dengar, katanya kau hanya membawa masalah bagi mereka! aku mendengarnya dari mereka sendiri!" bohong Haizaki.

"kau,...bohong,"

"Hadapi kenyataan, bocah. Mereka hanya memanfaatkanmu" kata Haizaki lagi. 'Huh, ternayata ia memang masih kecil. ia tidak sadar kalau ia dibohongi'

Yamiga terdiam dan menghadap lantai. Tidak tahu laagi harus berbicara apa.

'Mereka hanya memanfaatkanku? Tapi, mereka bilang mereka sangat bahagia denganku... Aku benar-benar bodoh... Jadi, aku telah ditipu untuk yang kedua kalinya? Seperti waktu itu? Kenapa? apa salahku?' tidak terasa, airmata jatuh mengaliri pipinya yang sudah berdarah.

Haizaki tersenyum puas, menyaksikkan Yamiga yang seolah-olah menjadi boneka yang sudah rusak di hadapannya.


Akashi termenung di bis yang dinakinya. Ia benar-benar khawatir dengan keadaan Ryuu.

"Akashi-kun, ada apa?" tanya Kuroko memiringkan kepalanya.

"Aku khawatir dengan Ryuu, Haizaki benar-benar handal dalam melukai seseorang," jawabnya.

"Aku janji, apabila dia melukai Ryuu, Aku akan menghajarnya!" teriak Aomine.

"Bukan hanya itu,"

"EH?" tanya Kuroko dan Aomine bersamaan.

"Bukan hanya melukai fisik. ia juga dapat melukai mental orang yang disakitinya. Aku khawatir dengan apa yang dikatakannya pada Ryuu," kata Akashi sambil menajamkan matanya.

"Gawat," kata Kuroko. "Yamiga benar-benar tidak tahan penyiksaan mental. Kalau ia dibohongi, ia dapat mempercayainya dengan mudah."

"Sial,...," kata Akashi memukul tiang pegangan di bus itu.

"ma, maaf... kita sudah sampai," kata supir itu agak takut.

"Terima kasih," kata Akshi sambil menyerahkan 10000 yen, tanpa minta kembalian.


"AAAH! Kurokocchi! Aominecchi! Akashicchi!" seru Kise mendapati keberadaan mereka bertiga.

"Hayakku! kita harus segera mencari Ryuu-kun!" sahut Momoi sambil berlari kecil ke arah mereka.

"Kita harus menunggu Midorima-kun dulu," kata Kuroko.

Belum 10 detik sejak Kuroko berkata demikian, suara sirine mobil polisi ditangkap pendengaran mereka. Midorima langsung keluar dari mobil polisi, bersama-sama dengan polisi-polisi lainnya. Mereka semua membawa pistol dan baju anti peluru, untuk jaga-jaga.

"Kami akan membantu kalian untuk mencari teman kalian yang hilang, ayo segera bergerak, sebelum penculik itu kabur," kata kepala polisi sambil berlari ke arah mereka.

Mereka semua mengangguk dan masuk ke dalam hutan. Akashi baru saja mau masuk menyusul teman-temannya setelah menandatangani berkas yang disodorkan kepala polisi itu, tetapi ia langsung ditahan.

"Sebelum kau masuk, pakai ini,...,"


Suara sirine polisi dapat didengar oleh Yamiga dan Haizaki. Tapi, Yamiga sudah tidak peduli lagi. Haizaki langsung panik, dan mengambil pistol dari dalam tas yang dibawanya. Ia melepaskan rantai di kaki Yamiga dan menariknya agar berdiri.

"Sekarang, kau akan kujadikan sandera. Jangan melakukan gerakan yang bodoh!" perintahnya, sambil menyodorkan pistol ke kepala Yamiga.


"Kau sudah dikepung. harap menyerahkan diri dengan tangan ke atas," kata salh satu polisi dengan microphone.

"Ah! Aka-chin, kami di sini," panggil Murasakibara.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Akashi.

Midorima menggelengkan kepalanya.

"Kami tidak tahu. Tapi, Haizaki pasti ada di dalam sana," kata Midorima.

"AKU INGIN MENDOBRAK PINTU ITU!" teriak Aomine.

Pintu gubuk itu perlahan-lahan terbuka. Semua polisi menyiapkan senjatanya, dan mengarahkannya ke arah pintu itu. Haizaki melangkah ke depan pintu, sambil menodongkan senjata ke kepala Yamiga yang sudah terluka. Anggota Kisei langsung ingin membunuh Haizaki saat melihat keadaan Yamiga saat itu. Tapi Akashi memperhatikan wajah Yamiga yang kosong.

"KALAU KALIAN MASIH MAU MELIHAT ANAK INI HIDUP, JANGAN MENDEKAT!" teriaknya keras.

Semua polisi langsung menurunkan senjatanya. Haizaki tersenyum puas, dan mulai berjalan santai ke kanan. Akashi langsung berjalan ke hadapan Haizaki.

"Kembalikan Ryuu pada kami," perintahnya.

"Huh, tergantung padanya!" sahut Haizaki membuat Kisei bertanya-tanya.

"Ryuu, ayo kita kembali," kata Akashi sambil mengulurkan tangannya ke arah Yamiga.

"...untuk apa," bisiknya kecil.

"eh?"

"Untuk apa aku kembali bersama kalian? aku hanya mengganggu kan?" isak Yamiga menundukkan kepalanya.

Oke, sekarang, seluruh anggota Kiseki no Sedai sudah menyiapkan kuburan untuk Haizaki. Tapi kuburannya adalah tempat pembakaran untuk upacara ngaben, buat dibakar-hidup-hidup. Akashi terdiam sedikit, lalu memandang wajah Haizaki. Haizaki sedang tertawa-tawa melihat 'breakdown' Yamiga.

"Ryuu, kau benar-benar berpikir begitu?" tanya Akashi.

"eh?" Yamiga mengangkat kepalanya.

"Sejak kita bertemu denganmu, kami benar-benar bahagia. Semua yang kita lakukan bersama itu, tidak ada yang bohong kan?" senyum Akashi lembut.

Semua memori yang pernah dijalani Yamiga bersama dengan Kiseki no Sedai, melintasi pandangannya. Semua perasaan yang ia rasakan dalam perjalanannya tidak ada yang bohong. Airmatanya semakin deras saat mengingat hal itu. Kehangatan yang ia rasakan, dan rasa kesepian miliknya yang tertutupi. Tempat ia pertama kalinya bisa tertawa dan berlaku seperti anak biasa. Bagaimana bisa tadi ia mencurigai mereka? Yamiga lalu menunduk. Jadi, kata-kata Haizaki ini bohong?! Ia baru mengerti kenapa Kuroko selalu berkata untuk tidak berteman dengan manusia abu-abu*?*

"Kau,...PEMBOHONG!" teriak Yamiga menginjak kaki Haizaki, lalu menendang kepalanya, dengan jurus karate.

Semua membelalakan matanya, tidak menyangka Yamiga bisa melakukan karate. Yamiga langsung lari ke arah Akashi. Belum saja ia sampai, Haizaki langsung menembak ke arah Yamiga. Akashi cepat-cepat memeluk Yamiga, dan menerima tembakan yang dimaksudkan untuk mengenai Yamiga. Yamiga memlihatnya horor. Mereka berdua jatuh ke tanah dengan keras. Yamiga di bawah, dan Akashi di atas.

"AKASHI!""AKASHI-KUN!""AKASHICCHI""AKASHI!"AKA-CHI N!""AKASHI!" Teriak yang lain berlari ke arah mereka.

Haizaki langsung diterjang polisi dan diborgol. Meski tertangkap, ia malah tetawa. Puas melihat mantan kaptennya mati oleh tangannya. Yamiga tidak bisa bergerak. Bukan karena tali yang mengikat tangannya. tapi karena shock dengan kejadian itu.

"Sei! Kumohon, bangun! Jangan mati!" seru Yamiga sambil berurai air mata.

"Aku tidak mati kok,"

Semua langsung meluncur di tempat.

"E-EEEEEEEEHHHH?!" bahkan Haizaki ikut-ikutan menjerit.

"Tadi, sebelum ke sini, kepala polisi memberikanku baju anti peluru. Jadi, meski ditembak, pelurunya tidak tembus," jelasnya.

Semuanya sweatdrop. Haizaki langsung pingsan.

"a-ano, Sei,...,"

"Hn? ada apa?" tanya Akashi.

"To-tolong berdiri, dong. Ja-jarak kita,,...," ucap Yamiga gugup, dengan semburat merah menghiasi wajahnya.

Akashi baru sadar, kalau badannya menimpa Yamiga. Akashi lalu smirking dan berdiri, sambil membantu melepaskan rantai di tangan Yamiga. Yamiga masih blushing. Anggota Kiseki no Sedai yang lain langsung menerjang Yamiga setelah rantainya dilepas.

"hiks,hiks, Yamigacchi! kau sangat khawatir-ssu!" tangis Kise.

"Ryuu, jangan mengkhawatirkan kami lagi!" sahut Aomine.

"Yami-chin, makan ini,"

"Sepertinya keberuntunganmu buruk, nanodayo,"

"Ryuu-kun...,"

"Ryuu-kun!"

Semuanya menimpa Yamiga, yang sudah hampir pergi ke alam baka.

"Mi-minna, sakiit,...," rintih Yamiga.

"KYYYYYAAAAAAAAAAAAH! Ryuu-kun lukanya dimana-mana!" jerit Momoi histeris

Midorima segera mengobati seluruh luka yang berada di tubuh Ryuu. Ryuu tersenyum pada mereka semua.


"Minna, maaf merepotkan," ujar Yamiga di tengah perjalanan kembali.

Seluruh berkas sudah ditangani akashi, dan Haizaki resmi masuk penjara, dan divonis 1 1/2 tahun dipenjara. sebnarnya, Akashi tidak puas. Tapi, lebih baik daripada tidak sama sekali.

"Tidak usah minta maaf. yang seharusnya minta maaf adalah kami-ssu," kata Kise.

"Kami tidak bisa melindungi Yami-chin dari abu-abu," sambung Murasakibara.

Yamiga tersenyum kecil pada mereka.

"Tapi, apa kau masih bisa mengikuti lomba?" tanya Aomine.

"BISAA!" sahut Yamiga.

"Tapi, luka-lukamu...," kata Midorima agak Khawatir.

"Kalau Ryuu-kun bilang bisa, dia pasti bisa," kata Kuroko.

"Baiklah. Kalau begitu, kau akan tetap mengikuti lomba. Tapi, latihan masih berlanjut," ujar Akashi mengingatkan.

"Un, aku akan melakukannya!"

"Baiklah. Istirahat yang cukup. kita akan lomba sekitar 3 minggu lagi. selama waktu itu, kau pulihkan luka-lukamu," perintah Akashi.

"Hai!"


Tbc


Claudia:...gomenasai

Aomine:CUMA ITU?!

Claudia: PR Ekonomi 60 soal, Biologi 40 soal, Fisika ulangan 2 bab, Matematika, ulangan juga, Seni musik satu LKS, Geogr-

Midorima: CUKUUUUUUUUP!

Kuroko: Pr dan ulangan semua...

Akashi: Hmph! aku pasti sudah selesai.

Claudia: memang sih, 2 hari juga selesai. Tapi tugas OSIS menambah derita...

Murasakibara: ini, permen.

Claudia: arigato,...

Yamiga: ganbatte, Authoress-san.

Claudia: un,...


Ano,... untuk teman-teman dan kakak senpai yang sudah membaca fic ini, saya mau kasih tambahan OMAKE ya ^^ maaf karena lupa mengetik ini,...


Beberapa hari setelah Haizaki dipenjara...


"Cih! Semua rencanaku gagal! Ini semua gara-gara Generation of Rubbish itu!' sahut Haizaki di dalam penjara yang kumuh itu.

Para polisi di sana sudah terbiasa dengan kicauan dari Haizaki yang dilontarkan setiap harinya. Entah Pagi, siang, sore, malam, waktu makan, tengah malam waktu tidur, PASTI narapidana yang satu ini berkata 'generation of rubbish ini...' atau 'rencanaku gagal'. Mereka sudah melakukan apapun supaya dia diam, seperti memberinya lakban, menyumpal mulutnya, mengancamnya, tapi tidak ada yang berhasil.

"Hoi, kau dapat kunjungan nih. Salah satu dari mereka cewek yang manis. Pacarmu ya?" tanya polisi itu.

"heh? Masa sih? Coba kasih liat," kata Haizaki tertarik.

"Ha-I-Za-Ki-Kun~~~~" suara wanita yang benar-benar dikenalnya memenuhi pendengarannya.

"Mukkun, Aka-kun, Dai-chan, Tetsu-kun, Ryou-kun, Midorin dan aku datang berkunjuuung~~~" tawa Momoi dengan super MANIS.

"Ke-KENAPA KALIAN ADA DI SINI?!" jerit Haizaki.

"Kalian aku beri privasi ya," kata polisi itu sambil menerima uang dari Akashi.

"TU-TUNGGU! JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI" (kayak film sinetron aja -_-")

"Kenapa Haizaki? Kami tidak akan meninggalkanmu sendirian kok," ujar Kise.

"Kami di sini untuk memberimu servis saja," kata Kuroko.

"Sekalian dengan pijitan spesial dari kami," tawa Aomine.

"Kami juga membawakan gergaji sebagai 'un'lucky item zodiakmu untuk mainanmu hari ini," kata Midorima sambil menghidupkan gergaji listriknya.

"Aku membuat minuman dari campuran merkuri dan botoks saja sebagai oleh-oleh," kata Murasakibara menyodorkan botol minum yang berbau aneh.

"fufufu,... mungkin, seliter botoks dalam darahmu dapat membuatmu muda kembali," tawa Momoi cekikikan.

"dan sedikit operasi plastik khusus dariku akan membuatmu semakin indah dan kece," ujar Akashi sampil tersenyum.

"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

.

.

.

.

.

Esok harinya, Haizaki ditemukan dalam keadaan tak terbentuk lagi. Ia mengalami patah tulang di bagian punggung dan rusuk. Luka yang cukup besar, tetapi langsung diobati asal-asalan, yang diperkirakan terbentuk karena gergaji*?*. Keracunan makanan yang sangat sadis, sehingga ia sudah sekarat. Tubuh yang kaku karena pengaruh botoks. dan wajahnya hampir tak dikenali karena sepertinya wajahnya diganti oleh orang lain.

Yamiga saat ini baru bangun tidur, dan mendapati teman-temannya pulang dengan bercak darah di baju mereka, dan mereka terlihat puas selesai melakukan sesuatu. Saat bertanya mereka dari mana, mereka berkata,

"Kami baru selesai menservis seseorang."


Alenta93: saya akhirnya Update juga,.. ternyata Natha-san suka adegan itu ya? O/O saya maluu,....blushing

: Ara, Erga-kun! Arigato, sudah meriview. Kumohon, jangan bunuh Hai-kun. Kalau mau, robek saja gambarnya dia #?

Kacchanwriter: Adegan itu,... ternyata banyak yang suka! SAYA BAHAGIAAA #terbangsambilnari

saruma tetsuya: A-arigatoo O/O

MiyazawaAkane: nggak kok, rambut Haizaki masih kayak dulu. Cara bikin fic?! *sweatdrop* Hnnnnnnn,... biasanya sih, saya menkhayal dulu. cari ide-ide dari buku-buku lain. Saat ngebaca satu kata yang menarik, tiba-tiba ide untuk cerita muncul di kepala. bikin kerangka ceritanya dulu. Siapa yang jadi tikoh utama, dan ceritanya gimana. setelah itu, kamu bisa bikin ceritanya. sebisa mungkin nambahin humor supaya ceritanya yang terlalu pembuka cerita juga bagus ^^

Cara submitnya,

Klik namamu yang ada di sudut kanan atas, klik Publish, Doc Manager, tulis judul di Label, Upload file atau tulis ceritamu langsung di Copy-N-Paste, sesudah itu Submit Document.

selanjutnya,

Pilih Publish lagi, Pilih New Story, Pilih tipe-nya (Crossover atau biasa), Pilih fandom, sesudah itu Continue. Sisanya bisa kamu isi sendiri ^^.

Guest: Ini lanjutannya ^^ terima kasih sudah meriview :D