Minna, maaf Update-nya lama...
Chapter 7 sudah saya edit.
Maaf ya, saya ngtik ch 7 secepat kilat. Jadi, tidak memperhatikan apa yang diketik.
Gomeneeee QAQ
Kuroko no Basket
Kiseki no Heika
Rated T
Friendship, Romance, Humor
Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.
Disclaimer: Not mine...just the OC..
2 Minggu telah berlalu dari kejadian Training Camp lalu. Yamiga sudah sembuh dari luka-lukanya, walau masih ada yang berbekas di kulitnya. Saat mereka kembali sekolah setelah izin seminggu, alhasil mereka ketinggalan banyak pelajaran. Terutama aomine, Kise, dan Kuroko. Nilai mereka terjun ke palung marina di lautan. Akashi langsung main gunting, memaksa mereka belajar. Midorima, Akashi dan Yamiga menjadi tutor untuk mereka. Momoi dan Murasakibara hanya menambah PR untuk mereka, sukses membuat mereka K.O.
"AKU NGGAK NGERTIIIIIII!" sahut Aomine.
"Te-tenang Aomine-kun! Caranya tinggal =32x18+2xABC+2xADC! Lalu QRS dibagi dengan LJK dan dipangkatkan ol-,"
"YAMIGACCHI!" tangis Kise memotong perkataan Yamiga.
"Ke-kenapa Kise-kun?"
"Akashicchi melemparkan gunting padaku lagi!"
"KENAPA KAU TIDAK BISA MENGERTI AJARANKU?!" teriak Akashi marah.
"KOWAII-SSU!"
Sementara mereka saling kejar-kejaran, Kuroko dan Midorima belajar tanpa ribut-ribut sama sekali. Midorima merasa sangat beruntung dipasangkan oleh Kuroko.
Pertandingan tinggal 2 hari lagi, dan ulangan susulan mereka besok. Seperti di komik, mereka tidak bisa ikut lomba apabila mereka tidak mendapat nilai lebih dari 70. Akashi, Midorima, Momoi, dan Murasakibara tentunya bisa menjawab sebagian besar pelajaran yang sudah tertinggal. Terutama Yamiga yang sudah lulus S3. Beda lagi dengan trio manusia ini. Momoi memberi semangat dengan makanan super beracun buatannya.
"TOLOOOOONG!" jerit Kise dan Aomine. Kuroko di dalam hati juga ingin berteriak seperti itu juga.
Esok harinya...
Mereka berdelapan duduk di kursi yang di pisah-pisah. Sang guru membagikan lembar soal ulangan pada mereka masing-masing. Isi soalnya sangat amat teramat super duper infinite susah (lebay), bagi trio manusia yang sudah berkeringat dingin dari diberi waktu 2 jam untuk mengerjakan 4 ulangan yang hanya terdiri dari 5 uraian saja. Pelajarannya adalah Matematika, Fisika, Sejarah, dan Ekonomi. Mereka hanya mengerjakan sebisanya,... sisanya Tuhan yang membantu.
2 jam sudah berlalu dan lembar jawaban mereka dikumpulkan. Mereka menunggu hasil dengan gugup. Kalau mereka tidak lulus, mereka tidak bisa ikut pertandingan yang sudah mereka tunggu-tunggu itu! Aomine sudah berdoa dalam hati. Kise komat-kamit baca doa juga. Kuroko mengikuti saran Midorima untuk membawa lucky itemnya.
Hasil pun dibagi,
Akashi:
Matematika 98
Fisika 100
Sejarah 100
Ekonomi 100
Midorima
Matematika 92
Fisika 89
Sejarah 100
Ekonomi 85
Murasakibara
Matematika 75
Fisika 88
Sejarah 90
Ekonomi 89
Momoi
Matematika 96
Fisika 93
Sejarah 88
Ekonomi 83
Yamiga
Matematika 100
Fisika 100
Sejarah 100
Ekonomi 100
Aomine
Matematika 71
Fisika 74
Sejarah 76
Ekonomi 80
Kise
Matematika 70
Fisika 71
Sejarah 81
Ekonomi 76
Kuroko
Matematika 78
Fisika 79
Sejarah 98
Ekonomi 82
"...berhasil?" bisik Kise tidak percaya.
"BERHASIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIL!" teriak Aomine hingga bumi bergetar dan murid lain menutup telinga karena polusi suara.
"Yatta...,"
Midorima menghembuskan napas puas. setidaknya, teman-temannya sudah berhasil untuk mencapai nilai 70-ke atas. Kise langsung loncat-loncat kayak kangguru baru lepas dari kandang. Aomine teriak kayak orang baru menang lotere. Kuroko tersenyum tipis. Momoi tertawa sambil memutar-mutar Yamiga. Murasakibara masih makan. Akashi,...
.
.
.
"Sudah kuajari masih juga belum mendapat nilai bagus?" aura pembunuh memenuhi ruangan kelas itu.
"a-Akashicchi, kan sudah di atas KKM-ssu,...,"
"Setelah kuajari habis-habisan,... akan kuhadiahkan kau gunting, Kise,"
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" Kise berteriak seperti anak perempuan untuk pertama kalinya.
Yamiga berjalan pulang ka arah rumahnya. Di tengah perjalanannya, ia berbelanja sebentar di minimarket tempat ia dan Kiseki no Sedai membeli es krim. Setelah berbelanja, ia mengucapkan terima kasih pada penjaga kasir, dan berjalan pergi. Ia memakan es krim di tangan kanannya, sementara tangannya yang lain menenteng kantong plastik berisi belanjaannya. Ia berjalan ke arah apartemen tempatnya ia tinggal sementara. Biatnya mendadak hilang saat mendengar suara pantulan bola basket dari lapangan jalanan di seberang jalan. Stelah memastikan tidak ada mobil yang lewat, ia menyebarangi jalan raya yang biasanya ramai itu.
Ia melihat seseorang berambut cokelat mendribble bola di tangannya. Yamiga menatapnya dengan rasa ingin tahu. Orang itu lalu melakukan dunk dengan kekuatan yang besar yang membuat Yamiga kagum. Tiba-tiba, orang itu berbalik badan dan menatap Yamiga.
"Are? kau kenapa ada di sini? sekarang sudah malam lho, anak-anak tidak boleh sendirian di tempat ini," katanya ramah.
"Tidak apa-apa kok. Aku hanya ingin melihatmu bermain," kata Yamiga.
"hm? kau main basket ya?" tanya orang itu mendekati Yamiga.
"Begitulah,...," jawab Yamiga.
"Benarkah? kalau begitu, ayo bermain sama-sama!" ajaknya.
Yamiga mengangguk dan bermain dengan laki-laki misterius itu. Yamiga menampilkan three pointernya. Orang itu langsung bertepuk tangan dan tertawa. Mereka bermain terus sampai malam. tidak peduli dengan rasa capek yang didapati oleh tubuh mereka.
"haah,,...haah,... kau benar-benar hebaaat,... ayo kita bersenang-senang lagi!" tawanya sambil merebut bola dari Yamiga.
mereka berakhir dengan napas yang sudah habis, dan keadaan telentang di lapangan itu. Yamiga sudah duduk di tanah karena capek, tapi senang. Laki-laki itu melirik ke arah Yamiga. Ia benar-benar kaget dengan kemampuan miliknya.
"Nee,... kau mau tidak, begabung dengan klub basket di sekolahku?" tanyanya.
"ah, aku sudah berada di klub basket sekolahku. Maaf ya," ujar Yamiga.
"Sou ka? Kalau begitu, kuharap kita dapat bertanding suatu saat nanti ya!" katanya dengan senyuman.
"UN!"
Setelah itu mereka berpisah. Yamiga melambaikan tangannya. Laki-laki itu melambaikan tangannya juga. Yamiga lalu berjalan pulang ke apartemennya. Di tengah jalan, ia berpikir,
"Gawat! aku lupa menanyakan namanya!"
"Yo, Kiyoshi! besok kita mau melawan Teiko, kenapa kau malah jalan-jalan?!" tanya salah satu temannya.
"Aku hanya bertemu seseorang yang menarik~" katanya.
"Hee? Siapa namanya?" tanya salah satu dari mereka.
"...aku lupa menanyakan namanya,"
Mereka jatuh dengan tidak elit.
Esok hari...
"Ryuu-kun, kau kenapa? tidak bisa tidur semalam?" tanya Kuroko.
"Aku bermain basket sampai malam,...," kata Yamiga sambil menguap.
"Sou?"
"Aa,... lagipula, aku bertemu seseorang yang menarik," katanya lagi.
"Siapa?" tanya Akashi menyela pembicaraan mereka.
"Aku lupa menanyakan namanya,"
GUBRAK
Kise mendadak kepeleset kulit pisang, dan Aomine nabrak tiang karena menahan tawa.
"Yami-chin benar-benar aneh ya,"
Mereka sudah sampai di locker room. Yamiga menarik napas dalam-dalam mengalahkan rasa gugup yang menghadangnya.
"Ganbatte, nee?" kata Momoi sambil menepuk bahu Yamiga.
"Hai!"
Kiseki no Sedai memasuki lapangan yang disambut oleh sorakan dari para penonton. Mereka benar-benar bersemangat untuk menonton pertandingan hari ini. Yamiga merasa degup jantungnya menderu karena sedikit rasa takut, tetapi juga tertantang untuk bertanding hari ini. Akashi menepuk bahunya, dan menyematinya. Yamiga mengangguk dan melepaskan jaket miliknya, dan memasuki lapangan untuk menemui lawannya.
"Eh?! anak SD kenapa ikut bertanding?!"
"Tampaknya, Teiko memandang rendah sekolah lawan!"
"HAHAHA! mereka bercanda kan?!"
Para penonton banyak yang tidak mempercayai Yamiga. Namun, hal itu tidak membuat Yamiga gugup lagi. Ia memiliki tim-nya di sini!
Mereka berjejer di tengah lapangan. Yang menjadi starter adalah Yamiga, Aomine, Midorima, Kise, dan Murasakibara. Tim lawanmulai memasuki lapangan dan melakukan persiapan. Setelah itu, mereka berjejer di lapangan menghadapi Teiko.
"Lho? Kamu kan anak yang waktu itu?"
Suara yang tidak asing dapat di tangkap pendengaran Yamiga. Yamiga mendongak ke arah Kiyoshi.
"AAAAH!"
Tbc
Claudi: Minna,... saya akan hiatus selama beberapa minggu...
Aomine: EEEEEEEEH?!
Claudi: Uas telah menanti~
Kise: Ch-chotto!
Claudi: Sayonara~ *sobbing*
Kiseki no Sedai+Yamiga: GYAAAAAAAAAA
Kacchanwriter: saya tak tega membiarkan Akashi mati,...
MiyazawaAkane: Devil!Claudi: Silahkan alice,... tebas aja,. Angel!Claudi: DAMEEEEEE!
Lilyka: arigato,... saya sudah edit lagi!
Alenta93: Saya tak tegaaaa~
saruma tetsuya: tenang, ia sudah di... silahkan lihat di Omake chapter lalu.
