'AAAAAHH'
Kuroko no Basket
Kiseki no Heika
Rated T
Friendship, Romance, Humor
Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.
Disclaimer: Not mine...just the OC..
"ka-KAMU YANG KEMARIN MALAM-"
"Ja-jangan teriak di sini~!" kata Kiyoshi sambil tertawa.
"Jadi, kita akan bermain lagi seperti kemarin? aku tidak sabar!" kata Yamiga senang.
"ne, nee, Yamigacchi. Kau tahu orang ini?"
"Dia orang yang kutemui kemarin malam,"
GoM menatap datar pada Teppei, menganalisanya. Teppei merasakan tatapan datar yang menusuk ke arahnya. Ia dapat melihat mereka yang berambut warna-warni bagaikan pelangi*?* sedang menatap datar dirinya yang dengan jelas mengatakan;
'DON'T TOUCH HIM'
Ia menegguk ludahnya karena gugup. Yamiga hanya memiringkan kepalanya, tidak mengerti. Di barisan regu Shoei, berdirilah seseorang berambut hitam. Ia melirik Yamiga tajam. Merasakan hawa yang menusuk darisampingnya, Yamiga melirik cepat, tetapi tidak mendapati apa-apa.
"Doushita? Jangan alihkan perhatianmu, Ryuu!" kata Aomine, mengacak rambut putihnya.
"...nandemonai,"
"PRRRRRITTTT!"
Pertandingan segera dimulai. Murasakibara langsung saja merebut bola dari 'Jump Ball'. Ia segera membawanya lari, dan mencetak skor dengan mudah. Shoei tak berkutik melawannya. Murasakibara menguap lebar, menatap rendah orang-orang yang lebih pendek darinya. Ia lalu menatap Kiyoshi.
'Sepertinya Yami-chin menyukai orang ini... lebih baik kuhancurkan saja,'
Bola sekarang berada di tangan Shoei. Mereka segera membawa lari bola itu, hingga ke 'Three point zone'. Saat akan men-shoot, Kise langsung merebut bola itu, membuat mereka terbelalak kaget. Kise mengoper ke Aomine, yang tentu dengan senang hati diterima olehnya. Langsung saja, ia melakukan 'Dunk'.
Kiyoshi mendapatkan bola untuk pertama kalinya, di pertandingan ini. Ia mengoper bola itu ke teman-temannya, dan dikembalikan lagi padanya. Mereka memakai taktik mereka saat kemenangan menjadi 'Best 4' di pertandingan lalu. Ternyata cukup berhasil, dan mereka menyetak skor.
Kise sekarang memegang bola oranye itu, dan mengopernya ke arah Yamiga. Yamiga menerimanya, hingga seseorang muncul ke depannya, dan berkata;
"Ini bukan tempat untuk anak SD!"
Yamiga memicingkan matanya, dan melakukan langkah silang dalam sekejap, hingga ia berada di depan orang yang menomorinya itu. Orang itu kaget, dan segera berjaga di depannya. Ia mengedipkan matanya, dan Yamiga hilang dari pandangannya. Saat ia membalikan badannya, Yamiga sudah di dekat 'Free Throw Line'.
"JAGA DIAA! DIA AKAN MELAKUKAN BUZZER BEETER!" teriaknya ke teman-temannya.
Langsung saja mereka menjaga di depan Yamiga. Alangkah malunya mereka saat mendapati Yamiga melompat ke ring basket itu, dan melakukan dunk. Saking marahnya, 'Board' di ring basketnya retak sedikit. Orang yang tadi menomori Yamiga jatuh terduduk, dan kakinya bergetar hebat. Yamiga mendatanginya dan berbisik.
"Siapa yang anak SD?"
Pertandingan berlanjut. Skor mereka 73-7 Teiko. Shoei sudah berkeringat hebat saat ini, sementara Teiko masih biasa saja. Mereka istirahat sebentar, menunggu quarter kedua dimulai.
"Aka-chin, boleh kita tebas mereka tidak?" tanya Murasakibara, sambil meminum airnya.
"Jangan Atsushi. Itu akan menimbulkan masalah besar bagi kita," jawab akashi, mengganti bajunya. "Tetsuya, kita akan masuk di quarter ini."
"Wakarimashita,"
Di ujung bangku yang lain...
"Che, aku baru seja mencetak 12 poin, nanodayo!"
"Aku baru 8 poin-ssu!"
"HAHAHAAAA! Aku sudah 15 poin!"
"Aku sudah 18 poin,"
"EEEEEEEEEH?!"
"Sayang sekali, Muk-kun sudah 21 poin lho!"
"EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHHHHHHHHHHHH?!"
"Jangan berisik. Shintarou, Ryouta, Kalian akan di bench selama quarter ini," ujar Akashi tiba-tiba datang mengagetkan mereka. Sejak kapan Akashi memiliki Misdirection juga?
Bench Shoei...
"Teppei, aku punya rencana baik untuk kali ini. Kelihatannya mereka bertukar pemain," kata Si rambut hitam itu.
"Baiklah, apa rencananya, Hanamiya?"
"Begini...," ia membisikkan sesuatu pada tim-nya.
"Hanamiya, cara itu tidak adil," kata Kiyoshi.
"Memangnya, kau mau mengusulkan apa?"
"..."
"Tidak ada kan? Ayolah, dengan rencana ini, kita akan menang!"
Kiyoshi hanya mengangguk pasrah.
"QUARTER KEDUA, DIMULAII! PRIIIIIIIIIITTT!"
Wasit itu meniupkan peluitnya. Bola di oper ke arah Hanamiya. Ia membawanya, lalu mengoper ke yang lain. Akashi dapat melihat strategi itu, dan mencegah hal itu, dengan menangkapnya sebelum ditangkap oleh teammate miliknya. Kedua mata heteromatic-nya membelalak ketika ia merasa dirinya jatuh ke belakang. Bola oranye itu lepas dari tangannya. Sekejap bola itu milik lawan, dan mereka segera mencetak skor. Anggota lain menatapnya dengan shock.
"Sei! Daijobu? Apa yang terjadi?" tanya Yamiga mendekati Akashi.
"Tidak apa-apa. Sepertinya, tadi ada yang seolah-olah menarikku," kata akashi sambil berdiri.
"Akashi-kun, daijoubu?" tanya the phantom 6th man, muncul di sebelahnya.
"Aa. ayo kembali ke posisi," perintahnya.
Mereka berlari ke posisi mereka. Aomine membawa bola itu ke ring basket di hadapannya. Ia melompat dengan tinggi, hendak melakukan dunk. Mendadak saja, Ia merasa dorongan dari belakang, dan mendapati salah satu anggota Shoei mencoba untuk menggapai bola orange itu. Tentu saja tidak berhasil,...sebelum ia menendang tendon Aomine.
Aomine mengerang kesakitan dan sudah tentu merasa kalau ia tidak dapat melakukan dunk ini. Ia melempar ke belakang, ke arah Murasakibara. Ia menerima bola itu dan melempar ke ring yang tadinya hampir di-dunk oleh Aomine.
Aomine jatuh ke lantai dengan keras, dan mencengkeram pergelangan kakinya. Ia mengerang keras, dan menggigit bibirnya untuk menahan sakit. Kuroko melebarkan matanya, dan berlari ke arahnya.
"Aomine-kun!" sahut Kuroko.
Mereka tak pernah mendengar Kuroko bersahut sekalipun. Ini pasti buruk.
"Aaaaaakkhhhh...," erang Aomine masih menahan kesakitannya.
"AOMINE-KUN!" Yamiga didapati Aomine berada di sampingnya dalam kedipan mata.
"Daiki, apa yang baru saja terjadi?" tanya Akashi kalem, walau dalam tereak-tereak kayak orang kesurupan.
"Sepertinya, itte! pergelangan kakiku baru saja keseleo," katanya dengan senyum yang dipaksakan menghiasi wajahnya.
"Kalau begini, kau tidak bisa bermain dulu,"
"Tapi Tetsu! Ak-"
"Tidak ada tapi-tapian Aomine-kun. Kau sudah membuatku khawatir, dan jangan membuatku semakin khawatir lagi," kata Kuroko.
"..., baiklah," ucapnya pasrah.
Aomine lalu diganti oleh Kise.
Skor 73-9
"Pergantian pemain nomor 6 dan nomor 8!"
"Aominecchi,..." Kise menatap ke arah Aomine yang dibawa ke klinik di dekat sana.
"Sepertinya, si ganguro itu tidak kuat ya, bermain basket. Entah ia berguna atau tidak," tawa Hanamiya.
Kise men-death glare Hanamiya. "Kau menjebaknya ya?!"
"Eits, jangan fitnah~" tawanya lagi meninggalkan Kise, untuk bersiap di posisinya.
Pertandingan dimulai lagi. Murasakibara mengambil bola itu, dan melemparnya langsung ke ring tanpa perhitungan. Jelas saja, hasilnya meleset *sweatdrop*. Bola diambil Kuroko, dan ia melakukan pass ke Kise. Bola itu sukses mendarat ke tangan Kise. Kise langsung melakukan persiapan dunk, hingga ia mendengar suara seseorang jatuh. Kuroko berada di lantai, memegangi perutnya, dan wajahnya yang biasanya datar, berubah menjadi menahan sakit.
"Kurokocchi!"
Bola itu direbut lagi, dan Shoei mencetak skor. Kali ini Kuroko yang terluka. Apa yang sebenarnya terjadi?!
Midorima yang sedang duduk di bench, dan menonton hal ini menajamkan matanya. Ternyata Hanamiya melakukan pelanggaran, yaitu mem-bodi anggota Kiseki no Sedai. Tapi karena wasit yang tidak jeli, dan ketidak sadaran mereka, tidak ada yang terhitung foul. Akashi terjatuh karena bajunya ditarik dari sudut mati emperor eyes miliknya. Aomine 'keseleo' karena tendon achiles-nya ditendang. Kuroko terjatuh karena ada yang menyikut perutnye, di bagian ulu hati. Ia menunggu sampai quarter selesai, untuk menceritakan ini.
83-15
"...jadi, itulah yang mereka lakukan," kata Midorima menjelaskan semuanya.
"Cih! kenapa wasit tidak menyadarinya-ssu!" sekarang Kise sudah lebam di mana-mana.
"Mungkin mereka buta," ujar Akashi, yang sudah dijatuhkan berkali-kali.
"...tidak bisa dimaafkan," Kata Kuroko, mengelus pergelangan tangannya dan perutnya.
"Akan ku injak-injak mereka," kata Murasakibara, membuka sepetunya, dan menaruh es di atasnya. Kakinya sudah 'terinjak' beberapa kali.
"Sou nee," bisik Yamiga, menutupi luka di tubuhnya yang terbuka.
"Ryuu, lukamu terbuka lagi," ujar Akashi.
Yamiga tersentak sedikit, menyadari kalau akashi pasti mengetahuinya. Ia menghela napas dan menunjukan goresan luka di lengan atasnya. Darahnya sudah cukup banyak. Kenapa mereka baru menyadarinya?!
"Kapan kau mendapati lukanya terbuka?"
"Ummm,... sekitar waktu Kise-kun disenggol oleh Hanamiya-san,"
"Itu sudah 8 menit yang lalu tahu!" sahut Aomine
"Gomen,..."
Midorima membalut luka Yamiga sambil bergumam aneh. Ia juga memberi es pada anggota yang lainnya. Aomine harus di rawat di klinik untuk sementara waktu, tapi ia bersikeras untuk menonton di bench.
"PRRRRIIIIIIIITTTT! Istirahat selesai!"
Tbc
Claudi: Minna! saya kembali!
Aomine: Akhirnya,...
Claudi: MAAF KARENA LAMA!
Midorima: berisik nanodayo.
Kuroko: Authoress-san, besok kan, ada Persari. Kenapa malah mengetik malam-malam?
Claudi: Ah, Ano, itu,...ngg...
Kise: Dame da-ssu! kalau kurang tidur, nanti mendapat kantung mata lho!
Claudi: terus?
Kise: ITU MENYERAMKAN-SSU!
Akashi: *sodor gunting* Jangan teriak malam-malam, Ryouta.
Murasakibara: Aku laapaaaaaaaaaaar
Yamiga: Are, are... dialognya jadi kacau nih. Minna! Please RnR
saruma tetsuya: A-arigatooo... Iya, UAS nih. Moga-moga bisarangking lagi ^^.
Alenta93: hihihihhihihihihihihi... daijobu, chapter depan bakalan,...hihihihihihihihihihi *cekikikan*
Nisa Piko: ararara... saya sudah bangun dari koma #hah?. Ini sudah di update secepat mungkin! Arigato sudah meriview!
Erga-kun: nyaaaa~ IPA memang super-duper ultimate susaaaaaah~~~~~~..
Spoiler?
"Kau memang tidak berguna,"
"SEI!"
.
.
.
"Dia,... benar-benar Ryuu, kan?"
