Kuroko no Basket

Kiseki no Heika

Rated T

Friendship, Romance, Humor

Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.

Disclaimer: Not mine...just the OC..


"A-Akashi..,"

"Kutanyakan sekali lagi. Kalian sedang membicarakan apa?"

Mereka saling berpandangan, takut. Kalau mereka bebohong, pasti akan ketahuan!

"I-itu,...Kami..Ng,"

Akashi masih menatap mereka tajam. Ia bersandar di ambang pintu kamar tempatnya dirawat. Perban masih melingkari kepalanya. Orang-orang yang berlalu-lalang di sana membeku ditempat.

Midorima mengengkat bicara,

"Kami-" "Ah? Ternyata kalian sudah sembuh?"

Suara yang memotong perkataan Midorima sangat mereka kenal. Terutama gara-gara suara itu sering memerintah mereka di latihan basket dulu. Mereka membalikan badan dan mendapati seseorang yang berambut hitam berjalan ke arah mereka.

"Nijimura-senpai!"

"Nijimura?"

Seseorang yang dipanggil Nijimura itu menoleh ke arah Yamiga.

"Ah, jadi ini yang bernama Yamiga Ryuu? Aku tak menyangka kalau dia sekecil ini," ujar Nijimura blak-blakan.

"Jangan mengataiku kecil," kata Yamiga sambil cemberut.

Nijimura tertawa kecil. Yang lain menatapnya tidak percaya. Setahu mereka, Nijimura adalah seorang kapten yang stoic dan keras. Mereka baru melihatnya tertawa kali ini.

"Apa yang kalian lakukan di sini-ssu?" tanya Kise

"Ahh,... tidak ada salahnya, kan, menjenguk adik kelas yang sedang sakit?" kata Nijimura lagi.

"Ta-taicho, kau baru saja pulang?" tanya Aomine sopan.

"Aa, ternyata, pendidikan di sana cukup baik. Tapi tidak sebaik TEIKO," ujarnya.

Yamiga yang dari tadi mendengarkan pembicaraan semakin bingung. Ia memiringkan kepalanya ke samping, dan terus memperhatikan mereka.

"Lagipula, jangan panggil aku 'Taicho' lagi. Akashi kan, sudah kuangkat menjadi kapten kalian bukan?" kata Nijimura. Ia tersenyum sedikit, "Lagipula, aku tak menyangka kalian bisa sampai rumah sakit. Apa yang terjadi?"

Mereka saling bertatapan, lalu mempersilakan Nijimura memasuki ruangan Akashi. Mereka menceritakan semuanya, sementara Nijimura hanya mengangguk-angguk. Mereka masih belum sadar kalau Yamiga masih belum mengenali seseorang yang mereka panggil kapten sebelumnya.

"Sou, ka. Tapi lebih penting kalau kalian selamat," ucap Nijimura, sambil kembali bersandar ke sofa.

Mereka memulai pembicaraan ringan, hingga akhirnya,...

"Ano, sumimasen. Tapi, aku masih belum kenal, anda siapa?" tanya Ryuu, pada akhirnya.

"Nijimura-senpai adalah kapten kami terdahulu, nanodayo. Ia mendapat kesempatan untuk belajar di China selama setengah tahun. Itulah alasan kau tidak pernah bertemu dengannya, nanodayo," jelas Midorima, membetulkan kacamatanya.

"Hnn,... Kalau begitu, aku belum berkenalan ya. Sepertinya, senpai sudah tahu namaku. Nama saya Yamiga Ryuu, Umur 11 tahun. Yoroshku onegaishimasu!" ujar Ryuu, sambil mengulurkan tangannya.

"Nijimura Shuuzo," Nijimura menyambut tangan Yamiga. "Mantan kapten klub basket. Salam kenal juga," Nijimura tersenyum, dan mengacak rambut Yamiga.

Akashi entah kenapa merasa ingin membunuh seseorang... haha, Ia sudah mengambil gunting entah dari mana... Ia mengarahkan ke arah seseorang... Ia siap melempar gun-

"Oh, iya. Berdasarkan cerita kalian, ada bagian yang tidak terlalu kumengerti,"

Tangan Akashi berhenti.

"Kenapa wasitnya tidak melakukan apa-apa?"


Di suatu tempat...


"Ma-maafkan saya!" seru Hanamiya, sambil membungkuk ke arah seseorang di depannya.

Orang yang di depannya mendengus kesal, "Kau meminta maaf?!" Ia berjalan mendekati Hanamiya, "Aku bahkan sudah menyuap wasit itu, dan kau masih gagal?! Sampah macam apa yang kuperkerjakan?!"

Orang itu terus membentak Hanamiya. Orang yang terlihat sudah tua itu mengenakan kimono mewah, dan berbagai jenis batu yang dijadikannya sebagai cincin. Ia mengintari Hanamiya sambil terus membentaknya.

"Ta-tapi, aku berhasil melukai satu orang dengan fatal," Orang itu berhenti berjalan.

"Siapa namanya?" Ia kembali mengintari Hanamiya. "A-akashi Seijuro,"

Orang itu membulatkan matanya, lalu memukul Hanamiya dengan Kipasnya yang terbuat dari emas. "AKU TAK MENYURUHMU UNTUK MELUKAINYA! APA KAU TAHU DIA SIAPA? DIA PEMILIK EMPEROR EYE BODOH!"

Hanamiya bergetar takut. "PERGI DARI SINI! AKU TAK INGIN MELIHAT WAJAHMU LAGI!"

Hanamiya segera membuka pintu geser di sebelahnya, dan lari dari sana.

Orang tua itu terduduk. "ahh,... putraku yang bodoh itu,... beraninya ia melarikan diri dariku...," ia melirik foto seseorang yang berambut silver, yang ia pajang di dekat tempat tidurnya.

"Aku akan menemukanmu, dan menikahkanmu dengan pemilik Emperor Eye,...Ryuu,"


Rumah Sakit


"Kami tak tahu, senpai. Kelihatannya, wasit melihat semuanya, tapi ia tak mengumumkan apa-apa," kata Kuroko.

"Haaah,... sudahlah. Setidaknya, kalian selamat," kata Nijimura. "Besok, kalian masih harus masuk sekolah, ya. Aku tak akan memaafkan kalian apabila ada yang bolos."

"Hai!" sahut mereka bersamaan.

"Ja, aku akan pulang dulu. Banyak istirahat, dan, oh iya, Kau sudah boleh pulang ke rumah, Akashi. Aku sudah bertanya pada suster, tadi."

"Baiklah,"

Nijimura pun pergi dari sana.

Dead Silent

.

.

.

.

.

.

"Apa yang kalian bicarakan tadi?"

'EEEEEEEEEP?! DIA MASIH INGAT!' batin mereka bersamaan.

"ah, itu! aku ada Photo Shoot! A-aku pulang duluan!"

"TTa-tayangan Oha-Asa akan dimulai, nanodayo. Aku akan pergi,"

*Kuroko kabur dengan misdirection*

"Sa-satsuki menelopn. Ka-katanya rumahnya kebakaran! A-aku pergi dulu!"

*Murasakibara beli snack*

Yamiga tidak bisa kabur.

Akashi berpikir, '9 kali lipat'

"Apa yang kalian bicarakan?"

Yamiga menelan ludah, "hanya menceritakan tentang pertemuanku dengan Tetsu," senyum Yamiga, memasang senyum. "Hanya itu saja kok."

Akashi menatapnya tajam. Yamiga tetap tersenyum, hingga akhirnya akashi menghela napasnya. Yamiga sdikit tersentak saat akashi berdiri, dan melepas bajunya. Yamiga langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangannya, lalu berbalik badan.

"Se-sei! untuk apa buka baju?!" Sahut Yamiga sambil menutup wajahnya yang kini memerah.

"Untuk apa kau menutup matamu? Kita kan sama-sama laki-laki. Aku mau mengganti bajuku, karena aku ingin pulang. Mana mungkin aku pulang dengan baju rumah sakit," katanya.

Wajah Yamiga masih memerah. Mana ada orang membuka bajunya di depan orang lain terang-terangan seperti itu?!

"Kau sudah boleh membuka matamu,"

Yamiga masih tidak berkutik.

"Kubilang, kau sudah boleh membuka matamu," kata Akashi sembil menarik kedua tangan Yamiga lepas dari wajahnya.

Wajah Yamiga sangat merah, dan dapat terlihat sedikit air mata di tepi kedua matanya. Akashi yang melihat wajah Yamiga, jadi ikut-ikutan memerah. sunyi menyelimuti mereka.

"a-ayo pulang. Waktu sudah menjelang malam," ujar Akashi sedikit tergagap.

Yamiga mengangguk kecil. Ia mengekor di belakang Akashi.

Selama mereka berjalan, atmosfir mereka dapat terbaca: 'Awkward Silence'

Mereka akhirnya berpisah, mengarah ke rumah masing-masing.


Keesokan Harinya, Teiko


"ah! Yamigacchi! Ohayao!" sahut Kise saat melihat seseorang bermbut silver yang sedang berjalan ke arah gerbang Teiko.

"Kise-kun! Oha-"

Kata-kata Yamiga berhenti saat fangirls melindas dirinya. Maksudku, benar-benar menerjang melewati dirinya.

"KISEEEE! MARRY ME!" "DAISUKIIIII!" "KYAAAAAA! AKU FAN BERATMU!" "KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"

Yamiga sweatdrop.

Kise sudah tenggelam di lautan makhluk-makhluk itu.

"Yamiga? Apa yang kau lakukan di bawah situ?"

Yamiga mendongak ke atas, mendapati Nijimura sedang memperhatikannya. "Ah, Ohayo Gozaimasu, senpai," senyum Yamiga. "Aku baru 'dilindas' fangirls Kise-kun," ujarnya, sambil mencoba untuk berdiri.

Saat Yamiga hampir berdiri, kakinya tak dapat menopang badannya, dan pergelangan kakinya terasa nyeri. Yamiga menutup matanya, bersiap mengahadapi rasa sakit yang akan ia rasakan saat menyentuh tanah.

.

.

.

.

Rasa sakit itu tak pernah datang.

Yamiga membuka salah satu matanya, dan menyadari kalau ia berada di dekapan Nijimura. Kedua tangannya dilingkarkan ke tubuh kecilnya. Yamiga sontak mendorong dada Nijimura, membuatnya kembali terjungkal ke belakang. Lagi-lagi ia berakhir di kedua tangan Nijimura.

"Hati-hati, jangan banyak bergerak," bisiknya di telinga Yamiga. Yamiga nge-blush.

"Yamigacchi daijobu desuka?!"

Dasar perusak suasana...

"Daijobu desu, Kise-kun. Kakiku hanya sedikit terkilir saja," ujar Yamiga sambil berusaha untuk tidak banyak bergerak. Yamiga tidak biasa dengan kontak fisik. Tubuhnya bergetar pelan.

Tampaknya, Yamiga menjadi pusat perhatian di sekitarnya..

Nijimura melepas sepatu dan kaus kaki Yamiga, lalu memperhatikan pergelangan kakinya. Setelah beberapa waktu, ia memasangkannya kembali.

"Ni-Nijimura-senpai! aku bisa memasangnya sendiri!"

Protes diabaikan.

"Kakimu terkilir parah. Tambah lagi, luka yang kau dapat saat bertanding kemarin. Aku akan membawamu ke UKS,"

"Tunggu dulu! Apa maksudmu dengan membaw-," lagi-lagi perkataan Yamiga dipotong.

Tapi, kali ini karena Nijimura menggendongnya...'Bridal Style'.

"Se-SENPAI! Turunkan aku!"

"Tak kusangka, ternyata kau ringan sekali,"

"SENPAI!"

Kise dan yang lainnya menonton Yamiga yang digendong Nijimura ke arah UKS di pagi hari. Mereka kira, mata mereka salah...


UKS


"Yak! Kakimu sudah diobati. Sebisa mungkin, jangan banyak berjalan ya!" kata suster yang baru saja mengobati Yamiga.

"Arigato Gozaimasu," ujar Yamiga, membungkukkan badan.

Nijimura membungkukan kepalanya sedikit, dan berjalan keluar bersama Yamiga.

"Ano,... Arigato, senpai. Senpai sudah membantuku, dan menemaniku sampai sudah selesai diobati. Padahal, bel sudah berbunyi," kata Yamiga dengan sedikit nada penyesalan di setiap kata yang diucapkannya.

"Tidak apa-apa. aku senang bisa membantu kohai-ku," senyumnya. "Kalau begitu, aku kembali ke kelas ya!"

"Baiklah. aku juga akan kembali ke kelas,"

Mereka berpisah di dekat tangga. Yamiga melangkah ke arah kelasnya, walau ia masih merasa nyeri apabila ia berjalan. Yamiga membuka pintu kelasnya, tepat saat guru mereka sedang melangkah keluar. Well, mereka bertabrakan tentunya.

"su-sumimasen, sensei!" kata Yamiga.

"Ah! Yamiga-kun! Kau telat!" dengus guru itu, sambil berdiri dan mengepas roknya.

"Sa-saya tidak telat. Tadi saya baru dari UKS," ujar Yamiga pelan.

"Tapi kau tetap telat masuk kelas. Hukumanmu adalah berdiri sampai jam pelajaranku selesai!"

"Ta-Tapi,"

"Tidak ada tapi-tapian!"

"..."

Anggota Kisei sedang gigit jari.

"Wakarimashita,..."

Guru itu tersenyum puas, lalu kembali berjalan keluar.

Yamiga bergeser sedikit, lalu berdiri di depan kelasnya. Ah, ia menjadi ingat saat ayahnya menghukumnya untuk berdiri dari malam, hingga fajar menyingsing. Yamiga tersenyum tipis, lalu bersandar ke arah dinding kelasnya. Ia dapat melihat saat guru itu kembali memasuki kelasnya. Yamiga masih saja menahan nyeri yang kali ini benar-benar menusuk hingga ke tulang-tulangnya. Ia tak berteriak. Tidak, rasa sakit ini hanya masalah cipil...

Tanpa disadari, bel berbunyi.

Yamiga tersadar dari pikirannya. Guru itu keluar dari kelasnya, dan melirik Yamiga tajam. Yamiga sedikit bergidik. Anggota Kisei berdatangan ke arahnya.

"Ryuu-kun, daijobu?" tanya Momoi dengan khawatir.

"Gomen Yamigacchi! Gara-gara aku,-"

"Tak apa-apa, Kise-kun. Bukan masalah besar, kok," kata Yamiga dengan sedikit senyum.

"Yami-chin,aku lapaaaaar~"

"Kudengar kau baru dari UKS. apa yang terjadi, nanodayo?"

"Tak apa-apa. Hanya terki-ah!"

Yamiga merintih dan terjatuh ke arah Akashi. Akashi membelalakan matanya, dan menangkapnya. Yang lainnya menatap Yamiga, terkejut.

"Ryuu-kun! Daijobu desuka?!" tanya Kuroko khawatir.

"Sa-sakiitt...,"

"Guru si***an itu... Gara-gara dia!"

"Tak apa-apa Aomine-kun. Ia kan tidak tahu," kata Yamiga pelan, sambil menahan sakitnya.

"Tapi dia tak memberimu kesempatan bicara! HUUUUH! harusnya, kami berontak saja tadi!"

"Tenanglah. Kita Harus membawa Yamiga ke UKS dulu," ujar Akashi sok tenang. Padahal hatinya udah pengen mutilasi seseoarang.

"Tadi Nijimura-senpai sudah membawaku ke sana, sih,"

Semua beku di tempat.

"AAAHH! Tadi pagi Nijimura-senpai menggendong Yamigacchi kan?! Kukira hanya mimpi!" sahut Kise.

Semua pasang muka yang terbaca: WTF?!

"Apa?" tanya Akashi tidak percaya.

"Tadinya aku juga kaget-ssu, tapi ternyata memang be-"

Kise tewas karena Ignite Pass dari Kuroko dan hujan gunting dari seseorang yang pastinya kita tahu.

Akashi menggendong Yamiga Bridal Style, mengikuti Nijimura. Ia berjalan ke arah UKS, meski Yamiga masih memberontak di dekapannya.


Claudi: YOSH! Saya telah Update!

All: ...

Claudi: Ha-halo?

Gunting menancap

Akashi: LAMA BANGEEEEET!

Claudi: Saya menghabiskan waktu, belajar...IT WAS HORRIBLE!

Aomine: Liburan malah belajar. Kayak aku dong! NGGAK PERNAH BELAJAR! #bangga

Yang lain: ...

Aomine: apa?

Kuroko: pantas dapat nilai hancur terus..

Midorima: Tak dapat diandalkan

Kise: Ahomine-ssu!

Aomine: Oi!


saruma tetsuya: Uwaaaa,... arigato gozaimasu! *bows*

Erga-kun: Hihihi,... untung ada penolong di saat yang tepat!

Nisa Piko: Saya tertawa melihat riview anda. Lucu sekali #nooffense. Tenang, saya tak akan menaikan rate! Mereka ada di luar ruangan. Pairingnya...fufufufufufufu... Terima kasih atas riview-nya yang amat sangat teramat panjang! #ininyindirataumuji. Arigatou!

RayhanFF: Arigatou QQ

MiyazawaAkane: Yoroshku, Chiharu-chan. anda mirip robot...Arigatou sudah me-riview, Akane-chan!

Alenta93: Eh?! memang iya, ya?! kalau soal genderbent, memang mirip Shino (dia cantik banget. SERIUS. Sudah ada season 2 pula. #banzai!) Kalau yang Hiroki,... say nggak tahu. Saya nggak pernah nonton. (Rated M, habisnya). Tapi, idenya benar-benar dari imajinasi saya, kok. Akashi mungkin bakal saya apa-apain nanti...

Akashi: OI!