Disclaimer : Super junior belongs to SM Entertainment, they personal belongs to his self and his family
Pair : HAEMIN(?) MINHAE(?), slight KYUHYUK
Warning : ga ada maksud bash chara disini! Minim EYD, typo. bahasa gaje.
Ooc parah. Soalnya ini Cuma fanfic.
Ket : Setting SMP. Donghae-Sungmin kelas 2E, Eunhyuk-Yesung (next chap) kelas 3C, kyuhyun kelas 1A
Gomawo buat yg review ^^
"My boyfriend is UKE"
Ch 2 : Lee Donghae is UKE, Lee Sungmin is...(?)
Nexy day
Suasana awkward terasa saat Sungmin datang dan duduk disebelah Donghae. Donghae yang tadinya bengong langsung mengambil bukunya dan menutupi seluruh wajahnya dengan buku bacaanya. Singkat kata pura-pura baca buku. Tapi Sungmin tahu kalau Donghae berusaha menghindarinya.
"Lee Donghae..."
"Ehh, aku lupa ngembaliin bukunya Eunhyuk hyung." Seru Donghae memotong perkataan Sungmin. Ia beranjak dari bangku dan berjalan meninggalkan Sungmin. Sayangnya bel masuk lebih dulu berbunyi.
Teng Teng Teng!
'huff syukurlah bel berbunyi. Jadi aku tak harus berurusan dengan si maniak pink." Batin Donghae senang, ia kembali ke tempat duduk saat Leeteuk Songsaenim masuk ke dalam kelas.
"Buka buku paket matematika halaman 24 ya.."
GLEK.
'buku matematikaku mana ya?' Donghae mengobrak-abrik renselnya panik dan tak juga menemukan buku paket matematikanya. Pasalnya ini sudah yang kesekian lagi ia melupakan buku matematikanya. Alasannya? Tentu karena ia tak menyukai pelajaran itu.
Rupanya Leeteuk menangkap sinyal panik Donghae lalu menghampirinya dengan tatapan tajamnya.
"Lee Donghae, lupa bawa buku lagi?" Tanyanya datar namun penuh intimidasi. Siap-siap giring Donghae ke kamar mandi.
Kenapa? Jelas buat disuruh bersihin kamar mandi.
"Mianhae Songsaenim. Aku yang tidak bawa buku. Yang kupegang ini bukunya Donghae-shi."
'selamat, eh kenapa juga dia nolongin aku?' Batin Donghae rada-rada gak rela ditolong sama musuhnya. Benar-benar ciri-ciri manusia yang tidak tahu berterima kasih.
"Baiklah Sungmin-shi. Karena kau anak baru aku bisa memaklumi. Kau bisa berbagi buku dengan Donghae."
Sungmin menggeser mejanya agar menempel dengan meja Donghae lalu meletakkan buku paket diantara meja mereka.
"Kenapa jauh-jauhan gitu? Mau lihat buku apa nggak?." Bisik Sungmin melihat Donghae masih duduk menjauhinya. Karena kesal ia langsung menarik bangku Donghae mendekat lalu berbisik pelan di telinga Donghae.
"hey, jangan gugup gitu. Apa kau masih memikirkan ciuman kemarin?" Goda Sungmin. Tangan Donghae gatal pengen ngebacok Sungmin ditempat.
'Najis deh. Kenapa kemaren aku mau aja dicium sama makhluk pink itu? Untuk aja bibirku gak berubah jadi pink." Batin Donghae gak jelas. Ia berusaha tidak mempedulikan Sungmin dan fokus pada buku paket dihadapannya. Ia mencatat kalimat-demi kalimat yang didiktekan Leeteuk pada murid-muridnya.
Tak sengaja Donghae membuat kesalahan penulisan dan ia tak dapat menemukan penghapusnya. Sungmin yang peka langsung ngasih pinjem penghapus miliknya. Awalnya Donghae menerima dengan senang hati. Tapi setelah liat warna penghapusnya yang pink reflek dilempar sama Donghae.
Sungmin yang kesal karena kebaikannya dibuang gitu aja, langsung narik mukanya Donghae hingga berhadapan dengan Donghae. Mata mereka saling bertatapan.
Muka Donghae memucat.
Sungmin pakai kontak lens pink. Mendadak Donghae merasa mual dan..
HOEKK!
Sungmin POV
Dear dairy
Aku Lee Sungmin benar-benar kesal pada ikan yang dengan seenaknya muntah diatas kemejaku. Apa aku kelihatan seperti wastafel hah? Kau mencoba bermain denganku ya? Dasar ikan gila.
End sungmin POV
HAEMIN-HAEMIN
"Sudah kubilang jangan jalan-jalan malam. Jadi masuk angin tuh." Nasihat Eunhyuk.
"Sungguh tak dapat dipercaya, ada orang selebay kamu, Lee Donghae." ejek Kyuhyun. Waktu istirahat telah berlalu selama 15 menit dan waktu itu dipergunakaan Eunhyuk dan Kyuhyun untuk menjaga Donghae di UKS.
Donghae masih dengan muka pucat hanya diam, gak nanggepin kata-kata Kyuhyun. Eunhyuk mengelus-ngelus kepala sahabatnya prihatin
"Diam Cho Kyuhyun." Ancam Eunhyuk dan Kyuhyunpun patuh diam ditempat. Walau masih terdengar gerutuan kecil dari mulutnya
Teng! Teng! Teng!
Bel masuk berbunyi, Eunhyuk dan Kyuhyun pamit kembali kekelas. Di perjalanan ke kelas, Kyuhyun langsung ngeluarin semua unek-uneknya.
"Hyung, kau selalu memanjakan ikan itu? Kenapa aku tidak?" Protes Kyuhyun dengan wajah sok aegyo
"menjijikkan sekali Cho Kyuhyun. Berhentilah ber-aegyo. Dan lagi kau salah besar. Aku selalu memanjakanmu setiap hari tau." Balas Eunhyun kesal. Kyuhyun nyengir setan.
"Lalu kenapa dia begitu takut pada warna pink? Aku tau dia trauma sama banci tapi apa hubungannya sama banci?" Eunhyuk menghela nafas sebentar lalu mulai membuka suara.
"Karena banci waktu itu pakai aksesoris full pink. Oh ya kau tidak tau kelanjutan dari cerita itu kan?"
'hm.." Kyuhyun tampak serius mendengar cerita Eunhyuk. Eunhyuk menatapnya dengan muka Horror sebelum memulai cerita. Ia tak lupa berdoa agar Donghae tidak dendam karena ia akan menceritakan rahasia besarnya pada si bocah evil.
"banci itu suka sama Donghae. gak lama kemudian tuh banci datang lagi nyariin Donghae. besoknya Lee Ajhuma udah teriak panik kerumahku. Katanya.. Donghae diculik sama banci itu."
"..." Kyuhyun ngelihatan Eunhyuk dengan serius.
"trus denger-denger ya katanya si Donghae dirape sama banci itu."
'..." Kyuhyun mulai natap Eunhyuk dengan tatapan yadong. Pengen nge-rape monyet didepannya.
"lima hari kemudian , Donghae ditemuin. Mukanya ngenes banget. tampangnya seolah-olah abis nginep dineraka."
"Hmp.. Huahahahahaha "Kyuhyun tak dapat menahan tawanya lagi. Ia tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya. Dasar setan jahat yang ketawa diatas penderitaan orang lain.
"hihiihihi" Eunhyuk ikutan ketawa. Sekarang terbukti kalau teori tentang "ketawa itu menular" ternyata benar.
PLAKK!
'Yahh! Cho Kyuhyun. Jangan tertawaa.. haha" Eunhyuk kembali ketawa bareng Kyuhyun sampai guling-guling.
"Hyung.."
Glek..
Tawa Eunhyuk berhenti melihat Donghae didepannya sedangkan Kyuhyun masih ketawa ngakak.
"Hiks. SUDAH KUBILANG JANGAN CERITA KESIAPA-SIAPA! DASAR MONYET! Huwe.. akan kuadukan pada umma-mu agar ia mengurangi jatah pisangmu!"
"Eh tunggu Hae, aku hanya bercanda." Eunhyuk berlari panik mengejar Donghae.
"HUAHAAAHAHAHAA"
HAEMIN-HAEMIN-
Donghae berjalan menghentak-hentak, ia masih kesal perihal Eunhyuk yang membocorkan rahasia besarnya kepada musuh besarnya si evil Cho.
Niat awal pengen kabur ke rumah, biar si Eunhyuk kerepotan nganterin tas sekolahnya. Tapi niatnya urung pas liat trio CHJ(Changmin, Jokwon, Heechul) jagain gerbang bareng satpamnya, Bawa-bawa benner gambar Donghae
Donghae ngerasa bulu kuduknya berdiri dari atas sampai bawah. Trio CHJ sakit hati lantaran cinta ditolak langsung tebar-tebar benda pink di jalan gerbang.
"mampus aku.. Donghae langsung ngacir balik ke kelas.
HAEMIN-HAEMIN
Teng! Teng! Teng !
Donghae berjalan ke kelasnya. Barusan dia belajar ipa di laboratorium dan lupa bawa tas jadi Donghae balik lagi ke kelas.
Hanya ada dirinya di dalam kelas karena murid-murid yang lain dah pulang. Donghae mendudukkan diri dibangku kemudian mengeluarkan buku Diarynya.
Dear diary
Aku, Lee Donghae selalu saja bernasib sial. Dan semua itu bertambah setelah makhluk jejadian itu ada dikelasku. Apa dia tak melihat kulitku yang merah-merah karena alergi dengan benda-benda pink-nya. Adakah manusia baik diluar sana yang mau membantuku melenyapkan pemuda menjijikan bernama Lee Sungmin?!
Muka tampan memang tak selamanya bahagia. Malah bikin aku dikejar "makhluk tak dikenal". Apa aku oplas jadi jelek aja ya? ;(
BRAK!
Donghae terlonjak kaget, Tiba-tiba Sungmin duduk disampingnya dengan tatapan angkuhnya masih dengan aksesoris pink dari atas sampai bawah. Donghae menutup mulutnya menahan sesuatu yang akan keluar.
"tahan Donghae,," Batin Donghae menguatkan diri.
Sret.
Dalam sekali sentak Sungmin merebut buku ditangan Donghae, membukanya lalu membaca isinya keras-keras.
"Aku, Lee Donghae selalu saja bernasib sial. Aku memang berandalan, Tidak pernah mengerjakan tugas dan pr. Apa ini, Buku diary?"
"STOP, Kembalikan bodoh!" Donghae mencoba meraih bukunya namun Sungmin malah menaikkan bukunya lebih keatas sehingga Donghae tak dapat menjangkaunya. (disini Sungmin lebih tinggi 5 centi dari Donghae).
"hiks.." Donghae menutup muka dengan kedua telapak tangannya. Sungmin yang melihatnya langsung merasa bersalah segera menurunkan tangannya.
'Kesempatan'Donghae segera menyambar bukunya dan buru-buru memasukkannya ke dalam tas. Sungmin kena tipu.
"ka..kau curang!" protes Sungmin tak terima.
"memang! Untuk mendapatkan sesuatu kita harus melakukan segala cara termasuk curang." Baals Donghae polos.
"kalau kau lelaki, hadapi aku secara jantan!"
Hening...
"HUAHAHAHAAHA. Banci sepertimu berkata seperti itu. Hahaha mengesankan sekali" Donghae memukul-mukul perutnya keras sakit gelinya denger kata-kata Sungmin
"Kau, ayo kita selesaikan dilapangan sekarang. " Sungmin mulai tersulut emosinya. Gini-gini Sungmin pemegang sabuk hitam karate lho.
"Tidak mau!"
"eh?"
"kalau berantem nanti aku bisa sakit."
"Oh Gosh. Kau mengataiku banci sedangkan kau sendiri bertingkah seperti banci, Tak ada lelaki yang menolak tantangan!"
"Ada! Itu aku dan lagi aku bukan banci, Lee Sungmin. Aku adalah UKE."
"What the hell?"
"gak tau UKE ya, Aku belum bilang ya kalau aku ini penyuka Namja? Uke tuh yang jadi peran "menerima" dalam hubungan sesama namja. Yang imut, manis dan aegyo." Jawab Donghae dengan pose aegyo-nya.
Sungmin cengo
"Oh kau straightya, Hey kenapa melamun, kau gila?" Donghae mengibas-kibas tangannya di depan wajah Sungmin dan berhasil. Sungmin mulai sadar dari kecengoannya
"aku juga Uke! Aku imut, manis, aegyo. Bahkan aku rajin menabung dan selalu mengerjakan tugas dan pr, Tidak sepertimu." Jawab Sungmin ikut-ikutan aegyo.
"Bukan! Kau banci! Balas Donghae ngajak berantem.
"WAEYYOOO.." Sungmin kembali murka.
"Karena kau pakai aksesoris pink. Dah aku pulang! Besok rolling tempat duduk. Kuharap kita tak sebangku lagi." Donghae buru-buru berlari keluar kelas.
Gubrak! Donghae terjatuh karena menyandung meja. Sungmin menghampirinya dan menolongnya. Ia menarik tubuh Donghae hingga berhadapan dengannya.
Saat mereka berhadapan, Sungmin dapat melihat keseluruhan wajah tampan Donghae. Tiba-Tiba ia merasa jantungan berdebar-debar. Sakit jantung dadakan, eh?
'Dari jarak segini kau terlihat tampan Lee Donghae.' Batin Sungmin. Rupanya pemuda penyuka pink itu love at second (pertemuan pertama di chap 1) sight sama Donghae
"Kau tampan."
"apa?" Muka Donghae bersemu merah..
"Kau benar-benar... SEME tampan!"
"Aniyo, aku UKE. Aku manis." Ralat Donghae tidak terima.
"Tapi kau tampan. Aku yakin banyak Uke yang mengejarmu karena ketampananmu." Sungmin ngelus-ngelus tangan Donghae genit masih pakai sarung tangan Pinknya. Sisi Uke Sungmin mulai berkobar-kobar.
"Gyaaa jauh-jauh. Maniak pink!" Donghae langsung ngacir kabur sebelum ditarik Sungmin
HAEMIN-HAEMIN
Donghae diary
Aku, Lee Donghae benar-benar sial. Aku benar-benar akan mengoplas mukaku! Tapi nanti kalau aku jadi jelek gak ada yang mau sama aku dong? :(
Sungmin dairy
Lee Donghae pemuda yang menarik, pemuda yang membuatku jatuh cinta dalam pandangan kedua. Aku kubuat kau menjadi Namjachinguk.u bersiaplah sayang.
HAEMIN-HAEMIN
Next day
"selamat pagi Lee Donghae."
"pagi Hyung. Kenapa suaramu berubah lembut."Tanya Donghae masih dibalik selimut.
"tentu saja. Karena aku Lee Sungmin yang aegyo."
'Lee Sungmin? Aku pasti bermimpi buruk.' Donghae semakin merapatkan selimutnya hingga menutupi kepala dan bedoa agar ia dibangunkan dari mimpi buruknya.
"Donghae-ah! Bangun atau aku akan menciummu."
"AAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!"
Donghae menyingkap selimutnya mendapati Sungmin duduk santai di kursi belajarnya. Gerak reflek memaksanya melempar barang-barang terdekatnya kearah Sungmin.
"keluar, keluar Umma. Ada ban.." Donghae langsung menutup mulutnya. Ia hampir saja mengatakan kata tabu itu. Kilas balik ingatannya saat ia berumur delapan tahun, hanya dengan mengatakan dua kata keramat itu. Ia mendapat hadiah tamparan keras dari "makhluk yang tidak jelas gendernya".
"Hiks..hiks"
"Oh he crying again." Sungmin sangat benci ada orang yang menangis didepannya.
"Kalau kita nikah pasti aku bakal dikira melakukan KDRT sama kamu. Dasar cengeng." Batin Sungmin kepedean. Belum juga pacaran udah mikirin pernikahan. Biar Donghae cengeng tetap aja Sungmin ngejar-ngejar dia.
"Mian Donghae ya, aku tak pernah bermaksud melukaimu, menyakitimu, membuatmu menangis.." Sungmin mengusap kepala Donghae. Donghae diam gak protes. Soalnya Sungmin lagi gak pakai sarung tangan pinknya. Lalu Sungmin membawa Donghae kepelukannya sambil membisikkan kata-kata penenang yang biasa dilantunkan mendiang ibunya saat ia bersedih. Tak lama kemudian Donghae tertidur.
Donghwa, hyungnya Donghae baru saja menceritakan soal trauma Donghae. tentu saja seperti reaksi orang pada umumnya, Sungmin harus menahan tawa saat Donghae menceritakan bagian "ditampar banci". Dan sekarang ia merasa menyesal karena dua hal. Pertama karena memaksa Donghae melihat semua benda pinknya dan kedua karena telah lancang mencium Donghae. mungkin tak sepenuhnya karena sejujurnya Sungmin begitu menikmatinya dan malah ketagihan. Hahaha
Sungmin bersiap-siap berangkat dari rumah Donghae saat meihat jam menunjukkan pukul 08.30, namun ia dititipi surat keterangan bahwa Donghae sakit. Donghae demam cukup tinggi, mungkin karena kelelahan.
"Aku harus sekarang berangkat hyung. Oh ya boleh aku lihat Donghae sebentar."
Donghwa mengangguk. Sungmin naik ke lantai atas dan masuk ke kamar Donghae.
"Donghae"
"..."
"Hyung, tolong jangan menguping."
"hehe.. Donghwa nyengir kuda langsung ngacir kekamarnya. Setelah mastiin Donghwa gak bakal ngintip Sungmin duduk di bangku belajar
"Mian Hae-ah, aku tak akan menyusahkanmu lagi. Aku.. akan berusaha menjadi namjachingu yang baik untukmu. Mau jadi Uke atau Seme gak masalah. Yang penting aku padamu. " Ujar Sungmin. Sungmin menatap lama wajah donghae lalu tatapan beralih menuju bibir merah Donghae. entah dorongan setan dari mana, Sungmin memberanikan diri mendekatkan bibirnya ke bibir Donghae. Awalnya hanya nempel tapi gak lama kemudian Sungmin malah keasyikan melumat bibir Donghae.
"Ng..."mendengar leguhan Donghae, Sungmin buru-buru melepas tautan bibir mereka dan pergi keluar Sebelum diteriakin Donghae karena udah nyuri ciuman keduanya.
Donghae bergerak gelisah lalu membuka matanya. Tak ada siapa-siapa disana karena Sungmin memang sudah pergi. Donghae merasakan wajahnya memerah lalu ia memegang bibirnya.
"Aku tidak percaya. Ciuman itu terasa sangat nyata. aku bermimpi berciuman dengan... Yesung Sunbae."
...
...
TBC
A/N : Sebenernya setting awalnya Sungmin yang bakal jadi SEME jadi namanya MINHAE ya?, gimana setuju gakk?
Donghae disini emang lebay parah jadi jangan ada yang protes soal ini ya T.T
Buat Liu HeeHee : saya gak nemu kata-kata yang lebih sopan daripada banci, so.;. anda mau kasih saran?
