Kuroko no Basket

Kiseki no Heika

Rated T

Friendship, Romance, Humor

Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.

Disclaimer: Not mine...just the OC..


Enam hari kemudian...


"AKU MASIH TIDAK BISA HAFAL-SSU!"

"Kise-kun, Kalau kau masih tidak hafal, Akashi-kun bisa saja membunuhmu," ujar Kuroko.

"Tapi, Naskahnya terlalu panjang-ssu! Kenapa waktu menghafalnya hanya diberi 3 hari?!"

"Karena, di hari keempat akan ada pengecekkan seluruh perlatan, Hari kelima pengecekkan kostum. Hari keenam pembuatan poster, dan hari ini kita sudah harus berlatih tanpa naskah," kata Akashi tiba-tiba sudah di belakang Kuroko.

"A-Akashicchi! Sejak kapan Akashicchi dapat melakukan misdirection?!"

"Aku bisa melakukan semuanya. Tidak ada yang mustahil bagiku,"

Kise hanya menghela napas, pasrah.

"Oi, Kise! Ada adegan yang harus kucoba! Ayo latihan!" sahut Aomine.

'Aomine mau latihan? Apakah kiamat sudah mendekat?'

"Aomine, sejak kapan kau bersemangat untuk latihan, nanodayo?"

"Aaah, sebenarnya aku tidak niat. Tapi Satsuki bilang, ia akan membakar semua majalah Mai-chan milikku kalau aku tidak latihan sekarang juga," ujarnya.

Semua sweatdrop.

"Ara~? Kalian semua masih tidak hafal? Fufufu~ Kalau begitu, bersujudlah! Aku akan membantu kalian!" kata Gou dengan lebay, kepada Kisei.

"Kau bilang apa?" tanya Akashi dengan baik, dan ada sedikit nada manis di sana.

"A-anu, itu hanya dari naskah drama saja. Ng, aku ada urusan di belakang, sepertinya Najina memanggilku! Sampai jumpa!" Serunya sambil berlari ke pintu.

Hari ini adalah hari terakhir, dari tujuh hari yang diberikan OSIS untuk persiapan festival. Keadaan hari ini cukup kacau, karena beberapa pemeran drama masih belum menghafalkan seluruh naskah yang dibuat oleh Najina. Drama ini memiliki setting fantasy, dan bertema romance. Durasinya cukup lama, yaitu 2 jam. Tokoh utama pria adalah Akashi, sementara tokoh utama wanita adalah Yamiga.

"Sei, sudah hafal bagian akhirnya belum?"

"Hn? Tentu saja sudah. Memang kenapa?"

"Tidak..,Habisnya bagian yang paling terakhir kata-katanya susah," ujar Yamiga. "Kukira kau belum hafal."

Akashi smirking, "Tenang saja. Bagiku, itu adalah hal yang mudah."

Yamiga berkedip beberapa kali.

"Minna! Ayo kita berkumpul! Besok pentasnya, lho!" sahut Yaana memancing perhatian mereka.

"HAAI!"

Mereka memulai drama mereka. Selama beberapa menit, drama ini sangat lancar. Hingga akhirnya,...

BBRRRAAAAAKKK

Pintu kelas mereka mendadak dibanting, dan anak-anak kelas 8.1 memasuki kelas mereka sambil tersenyum mencurigakan. Semua melirik ke arah mereka, heran dengan perbuatan mereka.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Kakuri, mewakili mereka semua.

"Tidak,... kami hanya ingin mengganggu saja," kata salah satu dari mereka.

"Kalau kalian ingin mengganggu, harap keluar. Kami sedang latihan di sini," geram Yaana.

"Kami sudah membaca poster kalian. 'Lettre d'amour'? Jangan bercanda! Judul Drama kalian sangat aneh, dan buruk! Jangan yakin kalau kalian dapat mengalahkan kami!" tawa seorang perempuan, membuat teman-temannya ikut menertawakan mereka.

"Jangan ganggu kami, sebelum kalian sendiri terluka," ancam Akashi.

"Peraturan sekolah nomor 54: dilarang mengancam murid lain! Memalukan sekali!" tawa mereka semakin bergejolak, hingga kahirnya Yamiga sendiri iku-ikutan marah.

"Peraturan sekolah nomor 90a: Dilarang mengganggu Kelas lain yang sedang belajar atau latihan. Peraturan sekolah nomor 12: Dilarang mencaci maki hasil karya orang lain. Peraturan nomor 43: Jangan merusak properti tanpa diizinkan," kata Yamiga dengan dark aura yang memancar dari tubuhnya. "Aku rasa, kalian lebih memalukan."

"Jangan sok! Mentang-mentang kau memiliki hubungan dengan Nijimura, kau memerintah kami seenaknya!"

Akashi membelalakan matanya, terkejut. "Benarkah itu, Ryuu?"

Yamiga tidak menjawab. Ia mengambil kunai dari lengan bajunya, dan meremas bagian yang tajam dengan telapak tangannya. Semua yang ada di sana langsung shock, terutama Kisei.

"Ryuu-kun!" Kuroko yang langsung mendatangi Ryuu.

Akashi langsung berlari ke arahnya, dan mengecek lukanya. "Untuk apa kau lakukan itu?!"

"Ini caraku menahan marah," senyum Yamiga, santai.

Yamiga menghadap 8.1.

"Kumohon, jangan ganggu kami. Sebelum kalian bernasib sama dengan tanganku. Aku tidak memercayai kabar burung yang kalian dengar. Aku baru bertemu senpai sekitar seminggu yang lalu. Jadi, tolong keluar dari sini," kata Yamiga, tersenyum ke arah mereka.

Mereka langsung berlari keluar, sambil dorong-dorongan. Anggota Kiseki yang lain (selain Kuroko dan Akashi) berpikir,

'Akashi yang kedua benar-benar ada!'

Tapi, salah satu dari mereka masih terdiam di tempatnya. Gou yang ingin menyombongkan diri, mendekatinya.

"Ara? Kau belum kabur rupanya? Sebaiknya kau cepat ambil langkah, karena teman-temanku yang berada di belakangku dapat menghancurkanmu dengan tatapan mereka!"

'Sejak kapan kita berteman?'

"... mati saja kau," ia mendorong Gou hinga kepalanya membentur meja dengan keras. Darah dapat terlihat mengalir di keningnya.

"KYAAAAAA!"

Dia tertawa, dan kabur ke arah pintu, dan ternyata malah membentur pintu...

Maksudku, ternyata Murasakibara.

"Ne~ Gara-gara kau, bau darah jadi menyengat di sini. Aku jadi tidak bisa memakan Maibou-ku. Baunya membuatku muaaal,"

Teriakan dapat terdengar.


UKS (Yaana, Najina, Kakuri)


"Ja, Dou suru?"

Mereka menghela napas, karena mengetahiu bahwa Gou tidak dapat tampil besok. Padahal, Gou adalah salah satu tokoh yang paling utama di dram itu. Mereka menatap ke arah pintu yang baru saja dibuka Nijimura.

"Aku sudah mendengar semuanya. Maafkan aku. Poin merek dikurangi, tetapi mereka masih dapat tampil," kata Nijimura.

"Akan sulit mencari penggantinya,..." Kata Najina.

"Kenapa?"

"Naskah Gou adalah salah satu yang paling panjang. Jadi, tidak ada yang bisa hafal. Apalagi dramanya besok," kata Yaana.

Nijimura merasa bersalah. "boleh aku lihat naskahnya?"

Kakuri memberikan naskah dari tangannya pada Nijimura. Nijimura membacanya sebentar, dan ia mengerutkan alisnya.

"Ini mudah dihafal, kok,"

Yaana, Najina dan Kakuri langsung meloncat ke arahnya.

"Senpai! tolong gantikan Gou!"

"Kami janji akan membantu pekerjaan OSIS senpai!"

"Pleaaaaasseeeee!"

Nijimura sudah kewalahan menghadapi 3 gadis yang kelihatan sangat desperate ini. Ia akhirnya mengangguk pelan, dan mereka ber-hore ria. Nijimura diseret ke kelas mereka.

Mereka melupakan Gou yang ternyata ada di sana.


"Senpai?" Para Kiseki no Sedai yang sedang asyik main judi #dorr, maksudku, main kartu langsung menatap ke arah mantan kapten mereka, kebingungan.

"Mereka memaksaku," katanya sambil menunjuk ke arah trio gadis yang memasang wajah tak berdosa.

"Yosh! Nijimura-senpai sudah menghafal dialognya tadi! Jadi, ayo kita mulai latihannyaaa!"

"Tunggu dulu, aku masih belum mengerti. Role-ku di sini sebagai apa?" tanya Nijimura.

"Ah itu...,"

Yang lain sudah ada yang tertawa. Da pula yang blushing nggak jelas.

"Kau akan menjadi rival-nya Akashi-kun dalam memperebutkan Yamiga-kun,"

Nijimura langsung menghadap Akashi, yang ternyata sudah men-death glare-nya dari tadi. Nijimura meng-Glare-nya balik.

"Aku tidak akan kalah, senpai,"

"Itu yang aku inginkan,"

Lalu, petir pun mencetar membahana.


Hari H


"Huwaaaa,... aku sudah hafal semua dialog-nya-ssu!" kata Kise.

Kise sekarang sudah memakai baju kostumya. Kostumnya berwarna hitam, berlengan panjang. Berbagai dekorasi berwarna emas dan batu ruby imitasi menghiasi bajunya itu. Ia memakai sarung tangan puti, dan rambutnya disisir ke belakang. (Zerochan / 1314526).

"Kise-kun, kalau kau banyak bergerak, nanti kostumnya berantakan," kata Kuroko.

Kuroko mengenakan tailcoat wana putih, dan memakai Cape di kedua bahunya. Ia juga memiliki garis dekorasi berwarna emas, dan outline berwrna biru. (Zerochan /1187243)

"UWAA! Tetsu! Ini beneran Tetsu?!" sahut Aomine, terkaget-kaget.

Aomine mengenakan Trench Coat (palsu, tentunya) berwarna hitam, dan Cape yang berwarna hitam juga. Ia mengenakkan topi militer, dan sarung tangan. (Zerochan /1550173)

"Tetsu-kun!" Momoi langsung memluk Tetsu yang tidak bisa berkutik.

Momoi memakai gaun berwarna pink, dan korset berwarna pink tua dengan dekorasi pita dimana-mana. Rambutnya dikepang sedikit di kanan, dan bunga berwarna merah mengiasi rambutnya. (Zerochan /1425003).

"Hmph, ini menyebalkan nanodayo!"

Midorima memakai Semacam Jubah berwarna hijau tua, dengan sedikit warna putih disekitar bahunya. Ia mengenakan sarung tangan dan kacamat tunggal di matanya yang kiri. (Zerochan /1537253 yang Midorima)

"Mido-chin,... sihir ini menjadi makanaaaan," kata Murasakibara.

"Aku bukan penyihir!"

Murasakibara memakai pakaian armor biasa.

"Jangan berisik," kata mantan kapten, Nijimura.

Nijimura memakai Tailcoat berwarna hitam dengan berbagai ornamen berwarna-warni. (Zerochan /1559923 bajunya doang..)

"Aah, ternyata kalian sudah ada di sini,"

Akashi mengenakan kemeja berwarna putih yang dilapisi dengan jubah berwarna putih yang memiliki ornamen emas. Ia juga memakai dasi merah.(1296489)

"Yamigacchi lama yaa,"

"Ia kan harus di make-up, nanodayo,"

Belum lama mereka membicarakan Yamiga, orangnya mendadak datang.

Yamiga memakai wig, dan memakai bando dengan pita merah yang menghiasi rambutnya. Gaunnya berwarna putih dan merah selutut. Rambutnya menjadi sebetis, dan ia memakai choker berwarna merah. Gelang yang biasanya berwarna biru diganti menjadi merah. (707362)

"Maaf lama! Tadi harus make-up dulu!"

"...Kamu siapa ya?" tanya Aomine.

Yamiga langsung jungkir balik.

"Ini aku! Yamiga Ryuuu!" seru Yamiga kesal.

"E-EEEHHH?! Yamigacchi?!"

"Ryuu-kun benar-benar seperti dulu. Hanya saja, kali ini memakai gaun, bukan kimono," ujar Kuroko.

"Hidoi,..."

"Minna! Kalian harus tonton kelas 8.1!" sahut Kakuri.

"Drama mereka tentang komedi ya? walaupun begitu, kok kurang bagus aktingnya ya?" komentar Nijimura.

Mereka sekarang berada di balik tirai yang biasanya menutupi panggung. Mereka dapat melihat kalau penontonnya sekarang sedang tertawa, mendengar lelucon yang dilontarkan mereka. Meskipun leluconnya memang lucu, tapi mereka lebih fokus ke komedi daripada dramanya. Ini menjadi lebih mirip acara komedi yang ada di televisi. Dialognya juga sama persis dengan apa yang pernah mereka dengar di acara televisi yang pernah ditayangkan.

Saat drama selesai, semua bertepuk tangan di tempat duduk masing-masing, dan kelas 8.1 berjalan ke belakang panggung, berpapasan dengan Kelas 8.5 (kelas Kisedai).

"Bagaimana? Kalau kalian mau mundur, lebih baik sekarang saja!" ejek mereka, sambil tertawa.

"Kalian mau kukurangi poinnya lagi?"

Mereka kaget saat melihat Nijimura di antara mereka.

"Kalian memakai Senpai untuk menggantikan Gou? CURANG!"

"Aku yang menawarkan diri secara tidak langsung. Salah kalian, melukai teman sekelas mereka," tegas Nijimura.

Kelas 8.1 pasrah, dan segera pergi dari tempat itu.

"Kita tidak akan kalah," kata Akashi.


Tbc