TALI POCONG AKASHI
Disclaimer : TADATOSHI FUJIMAKI
Summary : Inilah awal petualangan dari Kisedai dan Pocong Akashi!
petualangan dengan TALI!
WARNING : GAJE, GARING, FRONTAL! TERTAWALAH!
PANGGUNG KEDUA TELAH DIBUKA...
.
.
Author POV :
Yohoo Minna, selamat datang kembali. Yuzu disini hendak menceritakan kembali cerita kisah Akashi si Pocong unyu yang mencari tali pocongnya. oke Yuzu akan mereplay apa yang terjadi, akibat isu tali pocong Kisedai jadi ngegosipin hal itu, sorenya waktu pulang Akashi yang lagi jalan bareng Midorima ditubruk odong-odong sampe Koid, dan sekarang dia bangkit(?) karena keilangan tali ocongnya…! Penasaran ga? Langsung nyok cekidot…!
END OF POV
MALAM HARI YANG BUTEK...SEHARI SETELAH AKASHI KOID..
.
.
Malem itu Akashi yang terlunta-lunta padahal dia udah sangat amat bersukur dibantuin nyariin tali Pocongnya sekarang malah dibiarin nancep di deket perempatan tempat si odong-odong sompret melayangkan nyawa cakepnya itu. Akashi dalam bungkusan pocong masih diem ngejaprut alias memonyongkan bibirnya 5 cm, bukan-bukan karena inget betapa ga elitnya dia mati tapi dia inget ditodongin banyak hal sama anak-anak buahnya, ya dari mule utang kek, majalah Mai chan si Ahokmine kek, dan tetek bengek laennya.
"Untung aja aku diiket kalo ga gue sobek-sobek tu bocah-bocah(baca=Kuroko cs)" Akashi merengut membayangkan betapa Naipnya dia—dan dia baru inget dia bukan salah seorang personel anggota Naip Band. Naip karena dia ngebiarin Midorima dan kawan seperjuangannya ngebuat dia banyak masalah(siapa juga yang mule).
"Gheh.. dinginn! Tau gini mending aku ikut Tetsuya…" Akashi ngegulung badannya kayak ulet nangka di pinggir jalan, ngedeplok putih-putih kayak Tokai kesambit tepung.
"Kau sedang apa di sini Akashi?" suara berat kayak om-om itu ngebuat Akashi melongo. "Shintarou?" tanya si merah Akashi.
"Ah maap gue lupa nawarin lo ke rumah gue.. lo kan lagi gentayangan" Midorima Tsundere on nya mule keluar, Akashi ga percaya betapa lutu(halah)nya Midorima dengan wajah kikuk kayak beruk itu di depannya.
"Huh..kau ga jujur Shintarou" Akashi nyengir. "Jangan buat gue berubah pikiran, lo mau ikut ato kaga?" Midorima sewot.
"Aduuuhh Shintarouu kau malaikat penolongku!" Akashi melompat hendak meyongsong Midorima(niat hati mau meluk apa daya tangan diiket).
"UWAAAA JAUH-JAUH SANA DASAR BOCAH EDAAAN!HEEEA—KAME KOMENG HOMBRENG HOMEHAH!" Midorima melancarkan jurus maut yang ga tau darimana dia pelajarin.
"Waaaaaaa! Shintarouu! Teganya dirimu!" Akashi mental lagi.
Oke mari kita skip adegan di atas, singkat cerita nih mereka berdua langsung meluncur ke rumah Midorima, karena di rumah Midorima Cuma ada Ibunya doang, Midorima ga terlalu mempermasalahkannya.
"Yakin aku kudu tinggal di rumahmu Shintarou?" Akashi melompat-lompat kayak kecebong baru belajar jadi kodok di belakang Midorima.
"Lantas kenapa? Daripada lo jadi Pocong gembel di sono..ntar derajat lo tambah jatoh…" jawaban Midorima ngebuat Akashi langsung Nge-JLEB. Tapi karena rumah Midorima ada di bawah turunan, mereka berhenti sebentar di bagian atas tanjakan jalan.
"Rumahmu di bawah sana kan? Aduuh kakiku pegel Shintarou… masih panjang jalannya" keluh Akashi yang udah mulai ber OOC ria.
Midorima malah mingkem, dia lagi mikir sesuatu. "Hoi Shintarou? Dengar aku?" Akashi menengok wajah Midorima yang lempeng banget.
"Kalo kau cape… ya tinggal KE BAWAH AJA!" DUAAKK! Dengan baik hatinya Midorima menendang Akashi kea rah depan, tepat ke bawah turunan dengan kemiringan 45 derajat itu.
"GYAAAAAAAAAAA! SHINTAROUU! KAMFREEETT!" Akashi ngegelinding keren kea rah bawah, diperkirakan kecepatannya setara dengan motor Ninja versi baru, Akashi guling-guling sampe akirnya dia natap tiang listrik dan terdengar bunyi KREK!.
Tak lama Midorima datang dan ngebawa Akashi yang matanya muter-muter kayak obat nyamuk.
"Maap Akashi, gue ga mau dateng-dateng entar emak gue langsung nimpukin gue karena bawa-bawa pocong ke rumah" Midorima ngebawa Akashi di tangannya, persis kayak guling buluk versi Kisedai.
Sampai di rumah Midorima…
"Tadaima.. maap lama.." Midorima langsung ngeloyor naek ke kamarnya.
"Ara,Shintarou..kau bawa apa itu? jangan bilang itu adalah Lucky item barumu?" tanya Ibu Midorima pada buntelan yang di bawa Midorima—yaitu Akashi.
"…Bukan..ini GULING yang baru aku beli" jawab Midorima gaje.
"Kok udah kotor? Butuh di cuci dulu? Ibu baru beli mesin cuci baru…lagian darimana kau dapatkan guling sejelek itu" Akashi yang udah sadar ga ngerti maksud percakapan anak-ibu di depannya.
"Ah..kurasa bisa aku cuci ndiri bu, lagian guling ini juga baru aku beli dari Tukang Loak.." jawab Midorima cepet, dia ga mau kawannya mati 2 kali kecuci di mesin cuci terus dijepit en di jemur di atas jemuran.
"Lain kali beli di toko! Takutnya guling itu habis mungut dari bak sampah!" Ibu Midorima berlalu kembali ke dapur.
Midorima lari ke atas dan sampailah di kamarnya.
"Dasar Kepala lumut… Enak aja dibilang guling.. mana dikira mungut di bak sampah pula… dan untungnya ibumu ga langsung nyuci diriku ini di mesin cuci baru…ga tau jadi apa ntarnya" Akashi keliatan ga terima dikatain guling.
"Daripada gue bilang lo lontong itu lebih ga mungkin lagi" jelas Midorima.
Sesaat Akashi merhatiin kamar sohibnya, dan dipikir-pikir lagi ini pertama kalinya dia dateng dan nyatronin rumah Midorima. Kamarnya simple juga.. Cuma ada banyak 'Barang aneh' di sini.
"Kamarmu rapi juga.. ga kayak kamar Aomine yang minta digrebek sama petugas kebersihan…" komen Akashi. "Tiap hari juga begini.." jawab Midorima seadanya.
"Aku tidur dimana Shintarou?" Akashi mulai bingung, ranjang Midorima kecil Cuma cukup 1 orang kalo dipake berdua ntar dia kejepet ntar dia modar lagi… GA GA GA… itulah pemikiran Akashi.
"Hah? Ya di lemari lah..masa lo tidur di ranjang? Ntar gue jatoh lo tendangin…" sahut Midorima. "Lemari? Yang di sono?" Akashi melirik sebuah lemari buat nyimpen futon.
"IYA LAH…" hening sejenak.
Mau ga mau ya harus mau. Akirnya Akashi nyempil di bawah lemari futon Midorima, udah dingin, baunya apek..Akashi sangsi si kepala ijo itu ga pernah ngebersiin lemarinya. Mana banyak nyamuk, dan gaswatnya lagi tadi ada kecoak numpang lewat tanpa kulo nuwun tanpa ekiusmi di depan mukanya… mau ngejerit tapi dia bakal digebugin Midorima.
"Anjiiirrrr..kecoak ni ngajak berantem! Ga pake permisi asal lewat aja" geram Akashi. Tapi dia langsung tidur karena kecapean lompat-lompar mulu..lebih tepatnya di tendang Midorima dari pucuk jalan.
Sementara Akashi hebatnya dia masih bisa berngorok ria di bawah sana, ngebuat Midorima yang masih bangun di depan laptopnya kesel, sebeginikah Akashi kalo lagi tidur di rumahnya sendiri?
"Ebuseeh ni anak, tuan muda tidurnya sambil seriosaan… bisa-bisa gue jejelin tuh mulut pake bawang. Ah yang lebih pentingnya gue kudu calling mereka semua dari e-mail" Midorima mengalihkan dirinya ke sebuah layar tancep..eh ralat layar laptopnya. Dia mengirim e-mail seputar perkembangan tali pocong Akashi pada Kuroko cs.
e-mail pertama datang dari Kise, dia menulis : "Ga ada di rumahku Midorimacchi! Aku udah pake jurus Blusukannya Pak Jokowow tapi yang aku temuin tali rafiah semua…? Gimana kalo besok kita ketemu saja bareng Akashicchi dan yang lain?".
"Rumah lo deket pabrik tali raffia gitu?" batin Midorima.
Lalu yang kedua e-mail datang dari Kuroko : "Maaf Midorima kun, yang aku temuin sepanjang jalan ini tali tambang… besok ketemuan saja..aku capek nih".
"Ini lagi" Midorima membuka satu e-mail dari Aomine yaitu : "Bro.. gue nemunya tali BH semua..barusan emak gue beli tali BH 1 lusin, butuh di bawain besok? Okee aku bawain".
"Dasar bocah mesum..gue belom setuju udah maen iya aja" Midorima menepok jidatnya.
Yang terakir dari Murasakibara yaitu : "Adanya tali kolor Midocchin..besok aku bawa aja yaa..aku lagi asik nih banyak makanan..BYE".
"Geezzz.. dan apa maksudnya BYE di tulis pake ukuran gede-gede itu?" Midorima menutup laptopnya, menuju tempat tidur dan melepas kacamatanya. Dia menutupi dirinya dengan selimut dan masih berpikir sana-sini, dari mule Akashi mati lalu idup..dan ada pertanyaan di kepalanya..
"KALO TALINYA KETEMU..DIA MATI LAGI ATO MALAH IDUP?" Midorima ga mau mikir lama-lama dia lalu tidur tanpa memperdulikan suara dengkuran indah Akashi.
Esoknya…
"Shintarou..Shintarou..bangun!" Akashi menjedot-jedotkan kepalanya ke pipi kiri Midorima. "SHINTAROUU BANGUN!"
DUAAAK! Tanpa pandang bulu Akashi melepaskan kepalanya langsung ke jidat Midorima.
"GHUAAAAAGGH! Anjiirrr sakit dodol!" Midorima melepaskan tendangan langsung ke muka Akashi.
"Akashi, ada cara laen yang lebih bagus buat ngebangunin orang ga sih!?" seru Midorima yang memegangi jidatnya yang benjol.
"Udah tau aku ga bisa pake tangan! Ga usah protes deh! Tuh dari tadi emak kamu manggilin buat sarapan!" bela Akashi dengan muka bercapkan kaki Midorima.
"Ya udah, tunggu di sini" lantas Midorima ngacir ke bawah, 5 menit kemudian dia udah membawa nampan berisi 2 mangkok nasi dan lauknya.
"Kau bilang apa pada ibumu?" tanya Akashi yang makan dengan tangan yang keluar dari bungkusan kaennya.
"Ano..ah ga.. gue Cuma bilang kalo gue lagi pengen makan banyak.." jawab Midorima yang tadinya sih pengen nanya kenapa Akashi bisa ngeluarin tangannya dari kaen pembungkusnya tapi ga jadi.
"Terus ibumu percaya?" tanya Akashi lagi. "Iyaah dia bilang.. kalo mungkin aku kekurangan gizi akir-akir ini" sahut Midorima.
"Wow ibumu perhatian..kelewatan sih.." Akashi sweat drop.
"Hari ini kita ketemuan dengan Kuroko dan yang laen di taman… jadi bersiaplah" Midorima membereskan perlatan makannya.
"Oh ya.. oke. Eh bersiap untuk apa?" lirik Akashi masih dengan makanannya.
"JDUAAAKKK!" Midorima melemparkan sebuah kamus bahasa Jepang yang tebelnya naudubilah dan strike ke kepala Akashi. "Bersiap untuk jadi guling lagi" jawab Midorima. Untung aja ibu Midorima sedang sibuk di kamarnya, jadi ga akan dicurigai.. masa baru beli guling mau dijual lagi?.
Di sepanjang perjalanan, Akashi yang masih pingsan dibawa oleh Midorima, agak aneh sih masalahnya dari tadi dia diliatin sama orang-orang. 15 menit kemudian Midorima sudah berada di taman yang dijanjikan, di sana sudah ada Kuroko cs yang ternyata datang lebih pagi.
"Midorimacchi!~ di sini!" Kise melambaikan tangannya.
"Ga usah lebay dehh…" Midorima memasang muka males.
"Lho..kenapa tuh Akashicchi? Kau apain dia ampe pingsan begitu?" Kise ngeliat Akashi yang ga berkutik di tangan Midorima.
"Oh..dia jadi guling dulu.. soalnya tadi malem dia ngingep di rumah gue.." terang Midorima.
"Uh..aku ngeliat Ketty perry lagi dangdutan..lho? kalian.." Akashi yang siuman agak kaget dengan sikon(situasi&kondisi) di depannya.
"Nih kita udah bawa tali yang udah kami dapat" Aomine mengeluarkan semua tali yang ada. Akashi melotot… OEMJI..temen-temennya udah kelewat niat nyariin tali ampe ada tali BH juga…
"Gimana kalo kita investigasi lagi.." tukas Akashi. "Kemana?" tanya Kuroko.
"KE KUBURANKU.." jawab Akashi enteng.
"KUBURAN LAGII!?" seru mereka kompak kayak cheerleader. Jadi gimana ya? Apakah mereka menyanggupi permintaan dan usulan Akashi ini? berhasil ga ya mereka menemukan tali pocong Akashi unyu kitaaa?
Tenang, perjalanan masi panjang! Mari kita lihat di NEXT CHAPTER!
TO BE KONTINYU~
Haloo minna! Update Updatee! #bawa kentongan hehehhee
Phew akirnya selesai juga chap 2 semoga menjadi chapter yang seru
Ooo Yuzu baru nyadar Aka chan lagi kena Sial hari ini ah tak apa
yang penting readers senang! Oke minna
R^R kaay :D
