TALI POCONG AKASHI

Disclaimer : TADATOSHI FUJIMAKI

Summary : Well.. sekarang Akashi masih aja semangat...

mencari talinya yang ilang..broo!

WARNING : GAJE, ABAL, GARING, WES-EWES-EWES DEHH


Kuroko POV :

Jujur aja Akashi kun… KAU BENAR-BENAR IDIOT SEKARANG…

END OF POV.

.

.


.

.

o_o

"Apa maksudmu Heeii Tetsuyaaa!" Akashi menggetok-getok kepala Kuroko yang lagi narasi dengan centong sayur.

"Ah.. sepertinya kita kedatangan pertanyaan seputar cerita ini deh" jawab Kise sambil membuka surat dari readers.

"Ada yang bertanya soal Mess, sebenarnya apa itu Mess?" tukas Kise sambil membaca dengan pose yang ga nahan deh!

"Oh ya sepertinya Author kita lupa ngejelasin kemarin.." jawab Akashi.

"Kalau berminat biar aku saja yang menjelaskan apa itu Mess.. jadi.. Mess adalah nama lain dari asrama. Biasanya Mess itu berada di komplek pabrik yang besar dan biasanya menyediakan Mess untuk tempat para pekerja.. istilahnya sih pemilik pabrik memberikan fasilitas tempat tinggal untuk para karyawannya…" Midorima dengan sensei mode on datang.

"Tapi sepertinya keadaan Mess disini lebih parah daripada yang kau jelaskan Midorima kun" sahut Kuroko yang muncul dengan kepala benjol-benjol gara-gara di pukulin sama centong sayur Akashi. Semua Cuma mingkem. Mereka melirik kembali Mess yang penuh dengan debu..ah tak lupa juga dengan mahkluk-mahkluk luar biasa yang berterbangan dari tadi.

"Ada ide buat masuk tanpa melihat sosok mereka?" tanya Aomine sweatdrop. "Merem aja apa susahnya?" jawab Akashi yang lagi duduk tapi masih dalem wujud Pocongnya.

"Hoi jangan mentang-mentang lo dalem wujud begitu bisa duduk seenaknya ya.." tukas Midorima jengkel. "Ng.. Akacchin.. apaan yang kau dudukin itu?" tanya Murasakibara ngeliat sesuatu di bawah Akashi.

"Huh? Apaan ini karung kok" jawab Akashi ngeliat dengan jelas ada merek di karung itu.

"Bukan, Bukan yang karungnya.. tapi di bawahmu itu.. di samping bawahmu dari tadi gerak-gerak.." jawab Murasakibara nunjuk ada sebuah ato sesuatu yang bunder mirip dengan bola.. Cuma.. agak ada yang aneh..

"Emang ini apaan? Lho..kok agak halus ya?.. mirip..rambut.." Akashi menendang-nendang benda di bawahnya itu. tapi tiba-tiba benda itu ngebalik dan jantung Akashi langsung bersorak-sorai kayak cheerleader meliat apa yang ditendangnya.

"GYAAAAAAAAAAAAAAA $#%$%$!" entah kenapa Aomine yang malah njerit duluan.

"SIAPA YANG NAROH KEPALA SEMBARANGAN DISANAA!?" seru Akashi yang udah dibawa oleh Aomine dengan sukarela, lebih tepatnya sih ga sengaja.

"KEPALANYA TADI KETAWAA!" seru Kise.

"Kepa..lanya… bocor.." jawab Kuroko. "KUROKOOOO!" Midorima dan Aomine ngebuat Kuroko Cuma mingkem, tanpa sadar mereka sudah berada di dalam.. MESS yang super duper angker..

"Kita salah masuk ye kayaknya" jawab Aomine. Di depan mereka sudah terbentang pemandangan yang zunyi zenyap.. apalagi dengan suara-suara aneh di sekeliling mereka, sungguh tak terduga apa yang bakal mereka temuin di depan lorong.. masih mending suara, gimana kalo sampe senior-seniornya Akashi alias pocong-pocong laen yang dateng dengan wujud dan tampang yang lebih parah dari Akashi, mereka bersukur aja karena Akashi mukanya ga ancur gara-gara udah ditimbun di dalem tanah… jadi.. kemungkinan ketemu yang laen juga lebih gede.

"Dimana tali pocongmu?" tanya Midorima pada Akashi yang masih asik berayun di tangan Midorima. "Mene ketehe.. tadi kau lihatnya dimana?" jawab Akashi yang langsung dilempar sampe natap tembok oleh Midorima.

"LO YANG BUTUH NAPA GUE YANG HARUS REPOT!? DASAR POCONG SIALAN!" Geram Midorima yang tinggal menghitung mundur letusan di kepalanya gara-gara darahnya yang sudah menunjukkan suhu 50 derajat.

"Aku berharap ga bertemu senior Akashicchi disini..dengan tampang mereka yang bahkan mungkin lebih jelek—dari Aominecchi…" jawab Kise yang sedari tadi udah batuk-batuk gara-gara debu yang tanpa kulo nuwun hinggap di wajah dan rambutnya.

"Terus terang Kise kun, wajah senior Akashi kun pasti lebih nyeremin" jawab Kuroko dengan tampang biasa aja, mungkin pocongnya yang bakal lari ketakutan ngeliat Kuroko dengan tampang datar tiba-tiba mengatakan 'permisi' make misdirectionnya, jangankan setan, manusia aja pasti langsung hip hip hura-hura ngeliat sosok Kuroko yang gampang ngilang.

"HOOI KAMFRET! KELUARIN KEPALAKUU! NYANGKUUTT!" Ternyata eh ternyata pemirsah, Akashi yang dilempar sama Midorima kayak atlet tolak peluru ternyata nyangkut di sebuah dinding dengan bahan kayu yang ikutan jebol gara-gara kepala Akashi.

"Keluarin dirikuuu! Wooii! Aduuh! Ada kecoaak!" Akashi kayak ulet keket mencoba ngeluarin diri tapi pasti readers udah tau kan kalo kaki dan tangan Akashi diiket sedemikian rupa ampe kaga bisa ngapa-ngapain.

Well.. akirnya Kise dan Murasakibara yang ngebantuin Pocong malang itu dari lobang tempat kepalanya nyangkut. "Murasakibaracchi..ayo dihitungan ketiga" komando Kise. "Un.." Murasakibara udah siap-siap menarik Akashi.

"Midorima kun kau tak bantu?" tanya Kuroko heran mengapa si kawan hijaunya ga bereaksi, padahal dia yang paling banyak berjasa dalam sesi ngambil tali itu.

"Gue yang lempar masa iya gue juga yang narik dia keluar?" sekarang pertanyaan Midorima ngebuat Aomine sama Kuroko sweatdrop. Si Midorima terlalu baik sama Akashi..

"Hei, kalo talinya udah ketemu.. dia mati lagi ga?" tanya Aomine. "Yang kutahu mungkin Akashi kun bakal terbang ke nirwana.. ato mungkin dia bakal jadi penunggu kuburan…" jawaban Kuroko membuat si biru membayangkan Akashi yang lagi jualan es cendol dalem bentuk pocong keliling kuburan sambil teriak 'Ndol Cendolnyaa buuuu!', terus dikejer-kejer kantip hantu sampe dia alih propesi jadi tukang jualan obat kuat…

"Kheheheheheheeeee…" Aomine cekikikan ngebayangin Akashi begitu. "Kali ini si koplak itu kenapa? Apaan yang lucu? Emang muka Akashi sampe seabsurd itu dibayangin?" tanya Midorima yang mundur 2 langkah.

"Aku rasa Aomine kun lagi ngebayangin Akashi kun jadi hantu gentayangan yang jualan es Cendol di kuburan…" perkataan Kuroko makin membuat Aomine ngakak.

"Tuh kan…" Midorima Cuma ngangguk aja.

"Oke.. Murasakibaracchi.. lakukan yaa.. satu..dua…tigaaaaa!" Kise menarik dan Murasakibara dengan kekuatan samsonnya langsung melontarkan Akashi keluar dari lobang, namun sayang sekali kepala Akashi malah kejedot tembok dan nyungsep di atas langit-langit Mess.. dan bentuknya sekarang kayak lontong lagi dijemuurr.

"BUAKAKAKAKAKAKKAAAA…! AKAASHII! GHAHAHAHAAA!" Aomine meletus, bukan meletus balon ijo tapi meletus ngempet ketawanya, udah nyangkut di sela-sela kayu sekarang malah nyangkut di atas atep Mess yang kebuat dari Asbes itu. "Murasakibaraaccchii! Jangan keras-keraaasss!" seru Kise. "Soalnya kalo pelan-pelan nanti Akascchin malah tambah ga bisa keluar…" jawab Murasakibara enteng.

"INI LEBIH GA BISA KELUAAARR!" Kise menjitaki kepala Murasakibara dengan kayu yang ga tau dia darimana mungutnya.

"Kalo yang ini bukan kerjaan gue" komentar Midorima. "Ayo.. cepat selesaikan dan cepet keluarin si guling butut itu sebelum tali pocong itu melayang lagi…"komando Midorima setelah dia diem-diem ngempet ketawa haha-hihi ngeliat Akashi yang ga bersuara.

"Akashi kun.. masih mati ato idup lagi?" tanya Kuroko Cuma mastiin kalo cowok itu ga lagi pingsan, yang ada bakal berabe lagi urusannya. Akirnya dengan maneuver yang cocok, Akashi berhasil diselamatkan meski kepalanya sekarang berwarna biru-merah-dan tak lupa dengan benjol di kepalanya kayak bakpia patok lagi disusun.

"PFFFFTT…" Semuanya Cuma ngempet ketawa. "Kalian ketawa…yaaa? Mau kubotakin bulu ketek kalian haaaa?" Akashi dengan gunting di balik sarung bajunya itu sudah bling-bling gatel mau nyukur abis bulu-bulu dan rambut temen-temennya.

"Uwaaahh sudah ah.. jangan bercanda Akashicchii" Kise berhenti ketawa setelah tau apa yang di bawa Akashi. "Siapa juga yang bercandaa?" Akashi Cuma nyengir setan, semuanya langsung diem.

"Okeh.. dimana tali itu?" Aomine langsung ngeloyor ga mau dicukur bukan sama tukang cukur langganannya. Aomine yang belum beberapa langkah dan kayaknya sok berani maju ngeliat sosok dengan kepala buntung lagi liwat di depannya, si kepala buntung itu lewat dari arah kanan kea rah kiri, ke sebrang ruangan kamar Mess. Aomine diem sejenak, memanjatkan doa dan mulai pidato(lhoo?).

"Kenapa Minecchin?" tanya Murasakibara. "Liat ada yang ga punya kepala ga?" tanya Aomine balik.

"Maksudnya yang lagi di depan kamu itu?" jawab Murasakibara sambil nunjuk sosok yang barusan lewat sekarang ada ga jauh dari Aomine lagi berdiri di sono. " $#%$^%^%&&&*^*!" Aomine ngacir pindah ke belakang Midorima.

Si tuan tanpa kepala itu nunjuk kea rah kanan, itu berarti kirinya Kisedai, dia kayaknya mau nunjukkin sesuatu tapi mereka pada ga ngerti apa yang dimaksud, apa jangan-jangan dia nunjuk kemana dia naroh kepalanya di dalem kamar sambil ngambang di atas kasur….bisa-bisa Kisedai bakal loncat-loncat kesana kemari. "Kayaknya si om tanpa kepala mau nujukkin sesuatu" tukas Akashi sambil lompat-lompat.

"Barangkali dia mau nunjukkin dimana dia naroh kepalanya" jawab Aomine dengan nada horror.

"Bukannya kepala dia itu yang tadi ditendang Akashi kun?" tanya Kuroko dengan tampang horror.

"Kurokocchi..bisa ga ngomong pake wajah yang biasa?" pinta Kise. "Ini udah biasa kok" jawab Kuroko.

"Coba aja ke sana" sahut Midorima yang ternyata sudah kembali ke alamnya sendiri. "GAAAA! PERGI AJA SENDIRI SONOO!" Jelas usul Midorima langsung ditolak mentah-mentah sama Aomine.

"Kalo gitu lo tunggu disini aja gitu?" Midorima sama Akashi pergi ke kamar itu, disusul sama Murasakibara, Kise sama Kuroko. "Yaa..Ya ga usah ninggalin juga siih!" Aomine mau ga mau ngacir ngikutin mereka.

Sedangkan sosok tanpa kepala itu ternyata udah pergi duluan sebelum Midorima nyampe di kamar itu. "Rohnya malu-malu" jawab Kuroko. Mereka sudah sampai di kamar yang dimaksud, tapi di sana ga ada apa-apa, Cuma ada ranjang yang udah lapuk, lemari kecil, dan yaah sisanya sih Cuma ada kotoran-kotoran ga jelas di sono.

"Tu hantu kayaknya ngerjain deh.." jawab Kise. "Coba aja dulu diperiksa" tukas Akashi.

Kerjaan Kisedai sekarang adalah ngoprek-ngoprek bagian-bagian yang udah limited edition itu. "Ebuseehh..baunyaa..aje gile.." keluh Aomine. "Cari aja.. cepetan sebelum aku kena asma disini" jawab Akashi yang dari tadi Cuma melototin semua ruangan.

"Gue mau mati..bukan kena asma lagi…" tukas Midorima yang sibuk ngeraba-raba bagian atas lemari kecil itu.

"Yang namanya tempat lapuk emang kayak begini ya.. padahal bisa dijadiin hotel" gumam Akashi.

"Jadiin hotel? Siapa yang mau ngebeli ni tempat? Nasi uduk aja lo masih ngutang ke gue" sindir Midorima.

"Shintarou..kita bicarain itu ntar aja" sela Akashi. Kuroko yang daritadi ga ada suaranya sepertinya ga nemuin apa-apa, dia Cuma nemuin temen-temennya Akashi, kalo ga tikus ya kecoak, kalo ga ya bangke permen karet yang ga tau udah berapa puluh taon di sono.

Tapi sebelum Kuroko menyerah, dia ngeliat ada sebuah tali di sudut jendela. "Akashi kun! Itu!" tunjuk Kuroko. "TALIKU!" seru Akashi.

"Ayo ambil!" Aomine lari buat narik tali itu, tapi ternyata si Aomine sang Ace masih kalah cepet sama seekor kucing yang mungut tuh tali. "AAAAA JANGAAN DIAMBIL CING!" seru Aomine.

"WAAAAA KUCING SAPE TUUH!" Akashi juga ikutan lari tapi kucing culun warna coklat putih itu langsung ngabur sambil ngebawa tali di mulutnya. "GYAAAAA! AYO KEJER!" Komando Akashi langsung ngebuat Kisedai kalang kabut, mereka ngejer kucing itu sampe kee? Kemana yaaa? Kepo? Lanjut di next chapter!

Kemana ya si kucing itu ngebawa tali Akashi? apakah kali ini Akashi lagi ga mujurr?

berhasil ga ya mereka ngerebut tali keramat itu dari seekor Kucring?

oke guys... mari kita lakukan gerakan ala Akashi pocong untuk menyambut...

TO BE KONTINYUU~~

Muahahhaaa maap yaa lama updatenyaa~

senang sekali ngerjain Kisedai semuanyaa muahahaha

maap karena terlalu banyak Miss indonesia ato miss typo.. wkwkw

dan banyak OOC mania disini...

oke guys! lakukan gerakan lagi untuk

R^R