Chapter Three
Battle Start
Tanpa terasa seminggu telah berlalu sejak Sasuke menantang Naruto untuk ikut perlombaan band. Seminggu itu pula – minus satu hari karena Kiba sakit perut kebanyakan makan dimsum angsio kaki ayam buatan Lee – Dattebayo terus berlatih siang-malam sampai titik keringat penghabisan dan hasilnya… bau ketek pun menebar.
Keempat personil Dattebayo mendekati lokasi pendaftaran ulang Konoha Battle of the Bands dengan grogi. Terlihat diantara mereka, yang paling nervous adalah Lee. Dia terus-terusan mikirin isi ramalan fortune cookies yang didapatnya kemarin malam di restoran Gai. "One apple a day keeps the doctor away". Iya, emang gak nyambung.
Naruto melangkah dengan pede sejuta watt dan menghampiri dua orang panitia acara yang duduk di salah satu tenda putih dekat gedung serbaguna Konoha. "Hai," sapanya sambil nyengir lumba-lumba, "Kita harus daftar ulang dimana?"
Panitia berambut polem – poni lempar – dengan acuh tak acuh mengangsurkan sebuah kertas berisi daftar nama band beserta personil-personilnya. Naruto meneliti daftar tersebut.
Nama Dattebayo tidak terdaftar.
Ia kembali menelusuri nama-nama di daftar tersebut, tapi nama bandnya sama sekali tidak tertulis disitu. Yang bikin Naruto tambah bete, nama Eternal Blaze nongol sampai dua kali!
"Oi!" katanya, membanting kertas tersebut di hadapan si polem.
"Band kita nggak ada!"
"Kau yakin sudah mendaftar?"
"Memangnya kau tidak tahu kami ini siapa?"
Si polem naikkin sebelah alis, pura-pura mikir. "Ng… siapa?"
"Ah, Izumo…" kata panitia berambut jabrik dengan perban melintang melintasi hidung. "Ini…" ia mengacungkan selembar kertas lain. "Band yang mendaftar belakangan…"
"Makasih, Kotetsu…" Izumo memberikan kertas tersebut ke Naruto.
"Yokatta…" Naruto langsung lega setelah buang hajat di tempat… err… setelah melihat tulisan 'Dattebayo Band' di urutan nama teratas di daftar. Ia langsung menanda-tangani kertas tersebut dengan biadab. Setelah puas melukiskan tanda tangannya yang sebesar font 1010 point di Microsoft Word, ia lalu berbalik untuk mengangkat casing gitarnya.
Dhuaaarrr!
Meletuslah balon hijau di benak Naruto melihat penampakan Sasuke cs yang baru tiba di gedung serbaguna tempat acara perlombaan band tersebut dilaksanakan. Kedatangan mereka masih diiringi jeritan-jeritan alay, kali ini ditambah dengan taburan kelopak bunga mawar – terbang dari truk event organizer pemakaman setempat yang lewat.
"Kyaaaa….! Sasuke-kuuun!"
Sekelompok cewek Sasuke-holic ngeper saking terpesonanya melihat si vokalis yang kali ini nampang mengenakan jins dan jaket kulit bekas dipake ngojeg di RT sebelah. Sasuke memakai kacamata hitamnya dan melenggang cuek bagai Brad Pitt dikejar wartawan gosip. Sempet kesandung sedikit sih, tapi tetep terlihat cool. Iya dong, bagaimana pun dia kan dari klan Uchiha.
"Gaara-samaaa!"
Para Gaara-licious mengejar cowok yang hari ini terlihat tambah keren dengan setelan kemeja berwarna hitam, celana hitam dan dasi merah, persis sales perabot dapur. Nggak deng. Gayanya yang rada gothic itu membuatnya sepintas mirip Billie Joe Armstrong-nya Green Day, bikin cewek-cewek gemes dan kejang-kejang. Apalagi setelah melihat boneka Togeman ngintip keluar dari softcase bass-nya.
"Neji, GODAIN KITA DONG!"
Kali ini Neji-mania berusaha mencolek-colek gitaris berpenampilan mirip model shampoo itu. Neji jalan mepet ke Sasuke, jelas-jelas ogah ngegodain apalagi digodain. Hari ini cowok Hyuuga itu mengenakan jins sobek-sobek (gak tau dari tokonya begitu apa nyilet sendiri), kaus putih, rompi hitam dan syal yang juga berwarna hitam. Kulitnya yang sekinclong bintang iklan body lotionmembuatnya tambah mirip artis kawakan Gong Li.
"Go Sai go, Go Sai go, Go!"
Sebuah organisasi pecinta drummer -nyaEternal Blaze yang bernama Saint Saiya (oke, maksa) menari dengan iringan dangdut koplo dan membentuk piramida ala cheerleader untuk menyambut cowok yang selalu senyum manis itu. Sai hari ini mengenakan jins plus hoodie hitam tanpa lengan, menunjukkan otot-otot biseps-nya dengan jelas. Piramida Saint Saiya langsung rontok begitu drummer Eternal Blaze itu lewat. Bisa dipastikan, bokong cewek-cewek itu gak bakal simetris lagi.
Dengan kedatangan heboh cowok-cowok tersebut, anggota band Dattebayo – yang dateng cuma pake celana dan kaos oblong warna-warni – langsung jadi mahluk-mahluk tak kasat mata. Lebih parahnya, Izumo dan Kotetsu, panitia acara yang tadi nyuekin Naruto and the gang, ikut-ikutan berdesak-desakan serta poto-poto narsis. Biar luarnya udah kayak om-om girang, ternyata dalemnya masih ababil.
Naruto melotot ke arah Sasuke yang lagi-lagi dengan senyuman angkuhnya serta merta mencoreng harkat dan martabat band punk tersebut. Ini pelecehan! Penghinaan! Tindakan amoral! Kali ini gak cuma Naruto yang menatap mereka dengan ekspresi ngeden. Kiba dan Lee pun ikut-ikutan memelototi anggota Eternal Blaze sampe juling. Shikamaru?
"Jadi awan itu enak ya… uhuk! Uhuk! Uhukkk!"
Dia sukses keselek kelopak mawar yang nyasar.
"Uuuuggghhh… dasar band belagu…" Naruto memonyongkan bibirnya. "Awas aja, mereka bakal tau rasa kalo udah ngeliat aksi kita! Gak cuma mereka, tapi fans mereka juga!"
"Betul!" kata Kiba berapi-api. "Kita bikin cewek-cewek itu tau siapa kita!"
"Dan buat mereka sadar bahwa kitalah ciptaan terindah di Konoha!" Rock Lee menanggapi dengan pose Nice Guy-nya.
"Inilah semangat masa mudaaa!" teriak ketiga cowok itu. Sedetik kemudian, mereka melirik berbarengan ke arah Shikamaru.
"Huh? Apa?"
Tak lama, acara penyisihan band itu pun akhirnya mulai juga. Seorang MC dengan kacamata hitam dan ikat kepala menyambar mic dan segera memulai acara sambil mengepalkan tangan ke atas layaknya pejuang kemerdekaan.
"Saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air! Mari kita usung keadilan agar tegak di negeri ini! Kita ganyang tikus-tikus pemerintahan yang telah mencuri dari kita! Kita perangi kemiskinan! Berantas kebodohan! Merde… Eh…" ia mendehem melihat penonton sweatdropped dan buru-buru meralat dengan gaya rapper abal.
"Yo yo yo what's up Konoha, mannnnaaa suaranyaaaaa?"
Sapaannya disambut dengan seruan kaum mayoritas cewek yang mengguncang gedung tersebut. Ebisu, aktivis yang banting setir jadi MC, langsung membuka acara penyisihan Konoha Battle of the Bands. Secara dia mantan pendemo, jadi gaya ngebawain acaranya sangatlah khas, rada-rada kayak orasi.
"Kami akan segera memperkenalkan para juri dalam acara ini!" kata Ebisu.
"Gitaris maut band Thunderbolt… Hatake Kakashi!"
Kakashi melambai ke arah penonton sambil jongkok ala L di anime Death Note. "Hai guys!" sapanya, niruin Ikang Fauzi.
"Komposer legendaris, Sarutobi Asumaaa!" Asuma cuma diem sambil menghisap kretek Sejati-nya.
"Dan Lady Rocker Konoha… Yuhii Kurenaaaiii!" Kurenai lantas tersenyum tipis. Jaim.
"Segera kami tampilkan bintang tamu untuk memeriahkan acara ini…" Ebisu menarik napas dalam-dalam seolah gak ridho, lalu menyembur hujan lokalnya ke arah mic, "Sambutlah, Chibiiiiii!"
"Chibi?" Naruto yang lagi di backstage mangap. Tentu saja, karena chibi dalam bahasa Jepang berarti 'cebol'. Dia mengintip ke arah panggung.
Di atas panggung, tampillah tiga buah sosok mungil terselubung asap tebal warna-warni. Ketika asap tersebut menipis, terlihat dengan jelas tiga sosok itu lagi jongkok di panggung sambil batuk-batuk.
"Uhuk… uhuk… Konohamaru-kun… Uhuk… lagi-lagi bom asapnya terlalu banyak…" kata gadis satu-satunya diantara mereka bertiga.
Mereka buru-buru bangun setelah sadar akan tatapan orang-orang ke arah mereka, lantas memperkenalkan dirinya masing-masing. Penonton yang tadinya cengok, langsung serempak teriak "Imuuuttt!"
Musik dengan nada ceria pun terdengar, dan Konohamaru maju ke depan. Anak SD itu lantas bernyanyi secara minus one dengan penuh penghayatan.
Tuhan, tolong aku, ku tak dapat menahan rasa di dadaku
Ingin aku memiliki namun dia ada yang punya
Seisi tempat tersebut langsung menggila melihat Konohamaru cs meng-cover lagu yang penyanyinya rasanya sangat bisa diduga oleh para pembaca. Beberapa ada yang mengeluarkan handphone dan merekam atau memotret mereka. Setelah Konohamaru menyanyikan bait tersebut, Udon bergeser ke tengah dan bernyanyi dengan suara sengau, persis vokalis The Potters lagi kena pilek.
Tuhan, bantu aku, ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus kukatakan hatiku bimbang jadi tak menentu
Giliran Moegi maju, ia bergaya centil bak seorang diva serta mengedipkan matanya, menyanyikan lirik yang sebenarnya ia gak ngerti-ngerti amat.
Bukan maksud diriku melukai hatimu
Namun aku juga wanita yang ingin merasakan cinta…
Ketiga anak yang jelas-jelas kekurangan kasih sayang itu pun bernyanyi bersamaan.
Never never want you really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you, never never leave you
Segera aku melupakan dirinya…
Mereka langsung berjingkrak dengan sebelah kaki, membuat yang melihat tertawa gemes. Penonton menelengkan kepala ke kanan-kiri seiring beat lagu tersebut ketika Chibi mengulang bait-bait lagu Dilema sekali lagi dan bernyanyi serta menari penuh keseriusan, mereka ternyata hapal betul koreografer tariannya.
Ketiga bocah Konoha itu meletakkan kedua tangan di dada sementara Moegi menyanyikan kembali bagiannya.
Bukan maksud diriku melukai hatimu
Namun aku juga wanita…
Disusul Konohamaru.
Yang ingin merasa...
Disusul Udon.
Ingin merasa…
Ketiganya bernyanyi bareng lagi.
…kan dicinta… huwoooo…!
Lagu tersebut naik satu nada, mereka langsung membagi suara.
Never never want you really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you, never never leave you
Segera aku melupakan dirinya…
Konohamaru, Udon dan Moegi mengakhiri lagu tersebut dengan menaruh dagu di kedua telapak tangan yang membuka ke samping, pose Cherrybelle abis. Penonton langsung bertepuk tangan heboh, beberapa ada yang berteriak "Lagi! Lagi! Lagi". Mereka masih saja heboh foto-foto, sampai akhirnya Ebisu berinisiatif menyeret ketiganya kembali ke backstage. Setelah berhasil menyingkirkan bocah-bocah yang terduga pecandu susu kuda liar tersebut, Ebisu mengusap dahinya dengan lega dan melanjutkan acara.
"Naruto no nii-chan!"
Konohamaru memergoki Naruto yang telat menyingkir setelah kurang lebih tiga menit hokcay (molohok bari ngacay – bengong dengan iler mengalir bebas) saat melihat penampilan Chibi. Siswa kelas enam SD Konoha Gakuen itu nyengir kesenengan melihat kakak tingkat sekaligus idolanya tersebut. Naruto tersenyum ke arahnya.
"Bagaimana penampilanku?" tanyanya.
"Eeeeh… lumayan… nggak, bagus kog! Bagus banget!" Naruto nyengir grogi.
Konohamaru menghela napas puas. "Setelah ini nii-chan diaudisi, yah?" Naruto mengangguk.
"Nii-chan…" Konohamaru menepuk lengan Naruto – karena gak sampai ke bahunya – dan naik-naikin alis.
"Kau yakin bisa bertahan di lomba ini?"
"Huh, jangan salah!" Naruto menoyor kepala Konohamaru. "Kau harus melihat penampilanku, dattebayo!"
"Siap bos!" Konohamaru hormat bendera ke arahnya. Ia lantas berlari mendekati Udon dan Moegi. "Aku pergi dulu, yah!"
Naruto melambai ke arah mereka, sweatdropped.
Penampilan band-band yang diaudisi rupanya membuat penonton agak bosan, dan satu persatu mulai keluar dari gedung serbaguna yang menjadi lokasi audisi. Gak pada pulang sih, tapi mengobrol sambil jajan takoyaki, taiyaki dan melon-pan yang mangkal di sekitaran gedung tersebut (emangnya tukang kerak telor?). Jelas, mereka datang hanya untuk menyaksikan penampilan band pujaan hati mereka.
Dan akhirnya gayung pun bersambut…
"Hadirin sekalian! Segera tampil, band paling fenomenal tahun ini! Yang terbaik! Terdahsyat! Dan akan segera mengguncang dunia, mengadili para koruptor dan menurunkan harga BBM! Kita sambut dengan meriah… Eternal Blaze!"
Begitu nama band itu disebut, cewek-cewek yang tadinya sibuk ngegosip di luar gedung olahraga langsung buru-buru masuk. Mereka mengangkat karton-karton bertuliskan nama-nama anggota Eternal Blaze dan kembali menjerit-jerit alay.
"Sasuke-kuuuuuunnn! Gaara-samaaaa! Nejiiiiiii!" sementara di belakang penonton, para Saint Saiya kembali meneriakkan yel-yel penyemangat mereka.
Sasuke menyambut semua teriakan itu dengan gaya dinginnya yang khas.
"Kami akan membawakan lagu dari Deluhi."
Ia mengangkat tangannya, menyuruh para pemainnya bersiap-siap.
"Two Hurt."
Terdengar suara organ di latar, dan lalu Sasuke, Neji dan Gaara mencabik instrumen masing-masing. Sai lagi-lagi menabuh drumnya dengan beat luar biasa cepat.
Kotoba no nai heya de se wo muke
Chinmoku no kabe wo tsumiageteiru
Iganda kono ba wo tori todomeru
Onaji mi wo ukeireru kusuri ga hoshii
Omoi egaita mirai no risou to
Konna ni mo zureteiru no ni
Futari ga hanarerarenai no wa
Jiyuu mo kodoku mo erabe rarenai kara
Sementara itu, Naruto, Shikamaru, Kiba dan Lee yang mendengar permainan gahar tersebut langsung membeku. Eternal Blaze tidak hanya jual tampang – mereka betul-betul punya kemampuan diatas rata-rata. Kiba menutup matanya dan mendecak kesal.
Gaara kembali mem-backing vocal Sasuke dengan scream. Keduanya bernyanyi bersahut-sahutan.
Break the silence!
Toza sareta jikan
Break a thick wall!
Shibire wo kirashite
Obstructive words!
Kiridasu koe ga owaranai toge ni naru kara…
Kali ini Neji ikut mem-backing vocal Sasuke dengan suara tenor yang jernih. Sasuke menyanyikan bagian reff dengan suara yang lantang, penuh semangat. Dagunya terangkat dengan penuh kebanggaan.
Kimi ni I miss you
Tsutaetai hazu no kimochi ni uso wo tsuite
Tsuyogaru futari wa kizutsuke ai nagara
ai wo tashikameru…
Di backstage, keempat anggota Dattebayo mendengarkan band yang bermain tepat sebelum penampilan mereka. Lee menunduk, memainkan stick drum-nya. Shikamaru menyender ke dinding dengan tampang masam. Eternal Blaze masih terus bermain, tak lama keempat personil Dattebayo itu mendengar solo yang bersih dan sempurna. Kiba menggigit ujung ibu jarinya.
Naruto yang melihat pemandangan tersebut jadi gusar.
"Hei!" ia mendelik ke arah ketiga sahabatnya.
"Kalian pikir kita akan kalah segampang itu?"
Tak ada yang menjawabnya.
Naruto yang makin emosi lantas menggendong Gibson Les Paulnya.
"Kalau begitu, kita berhenti disini!"
"Ma-maksudmu Naruto-kun?" Lee tergagap.
"Kita bubar saja sekalian!" kata Naruto, matanya nyalang oleh kemarahan. "Tak ada gunanya latihan keras kita selama ini kalau kalian hanya membayangkan kekalahan!"
"Naruto… Kau…" Kiba berusaha bicara, tapi ia lalu terdiam. Naruto berbalik memunggungi mereka.
"Aku… selama ini…" Naruto mengepalkan tangannya. "Aku selalu… kalah dengan Sasuke…"
Ketiga anggota Dattebayo itu memandangi punggung Naruto.
"Aku lari dari kenyataan… tapi itu tak pernah berguna, semua orang selalu memandangku dengan mata itu…" Naruto menutup matanya, menahan sakit yang menyerbunya.
"Dia juga melakukan hal yang sama padaku…"
Dia berbalik ke arah tiga anggota band-nya.
"Kalian-lah orang yang pertama-tama memotivasiku untuk tetap berusaha, maju ke depan, begitu pula dengan Iruka-sensei… Jadi… jadi!"
Ia menunduk.
Kiba tersenyum seolah sadar akan sesuatu. Ia menghampiri Naruto.
"Kau betul, leader…"
Lee yang terperangah akan kata-kata Naruto, ikut menghampiri Naruto dan memegang bahunya.
"Kita tak akan kalah…"
Shikamaru yang tadi menyandar ke dinding, kini berdiri tegak, meletakkan tangannya di pinggang dan tersenyum berani.
"…semudah itu!"
Keempatnya lalu saling berangkulan. Berbagi beban. Mereka percaya, persahabatan mereka berada di atas apapun masalah yang menerpa. Dan mereka akan menjadi kuat asal tetap bersama…
Kimi ni I miss you
Todokanai koe mo nukumorimo ayamachi mo
hohoemu senaka ni wa mou modorenai
Kimi ni I miss you
Tsutaetai hazu no kimochi ni usotsuite
Tsuyogaru futari wa kizutsuke ai nagara
Ai wo tashikameru…
Eternal Blaze mengakhiri pertunjukan mereka dengan spektakuler, diiringi suara shredding gitar, dentuman bass, dan desisan simbal. Tempat itu segera berguncang oleh sorakan riuh. Setelah melambai dan mengucapkan terima kasih, Sasuke, Neji, Gaara dan Sai segera turun dari panggung dan kembali ke backstage.
Untuk pertama kalinya, para personil Eternal Blaze berpapasan dengan anggota Dattebayo. Sasuke menatap Naruto tajam, lalu mendengus ke arah Gibson Les Paul Classic-nya. Gaara mengamati Shikamaru yang menenteng bass Fernandez. Neji melirik Fender Stratocaster milik Kiba. Sementara Sai dan Lee bertukar pandang.
Pikiran Lee : "Si muka pucat ini pasti drummer hebat."
Pikiran Sai : "Kapan Changcuters pindah ke Konoha?"
Sementara itu, Ebisu mengumumkan peserta audisi yang terakhir.
"The last but not least! Ng…" Ebisu mengeluarkan kertas contekan.
"Dattebayoooooooo!"
"Nama yang aneh…" komentar salah satu penonton, gak sengaja berdialog monoton.
"Pulang aja yuk, band ini gak terkenal…" ujar penonton yang lain.
"Toh band Sasuke-kun udah main…"
"Tunggu sebentaaarrr!"
Naruto, yang telah merebut mic dari Ebisu, mengagetkan penonton.
"Udah puas headbang-nya?" tanyanya lantang.
Satu dua penonton yang hendak keluar gedung, berhenti karena penasaran.
"Udah puas ngerock-nya?"
Kerumunan mulai menoleh ke arah panggung, walau masih banyak yang menyilangkan tangan di depan dada dan menatap Dattebayo skeptis.
"Kami disini…" Lee menabuh drum.
"Akan memberikan…" Shikamaru membetot bass-nya.
"Sesuatu yang berbeda!" Kiba membuat gitarnya melengking nyaring.
"Are you ready to rock?"
Beberapa penonton mulai bertepuk tangan.
"Are you ready to rock!?"
Seruan-seruan orang yang penasaran mulai terdengar. Naruto menggenjreng gitarnya yang langsung menggaung gahar.
"Konoha… Are you ready to rooooooooooooooccckkk?"
Kali ini mereka disambut teriakan heboh.
"Go!"
We are fighting dreamers
takami wo mezashite
Fighting dreamers
Narifuri kamawazu
Fighting dreamers
Shinjiru ga mama ni oli oli oli oh!
Just go my way!
…To Be Continued…
