TALI POCONG AKASHI

Disclaimer : Kurobasu punya Om Tadatoshi Fujimaki

Summary : Petualang tetap akan berlanjut!

Warning: Garing-Abal-gaje-nano-nano-nougat~~


Aomine POV :

Sebenernya tuh kucing punya siapa sih? Kok mau-maunya mungut tali begituan.. dikutuk baru tau rasa lho. Akashi juga, lama-lama makin OOC plus-plus daahh….

END OF POV.

.

.


.

.O_O.

"Omonganmu lancang banget yaa… kamfret" sekarang Akashi mengucek-ngucek kepala Aomine dengan sabun De—tiiitt—dengan busa lebih menggumpal dan bersih(ini apa ya?).

"Akashi kun, kau kan hantu, napa ga ngilang aja dari tadi? Kejer kucingnya terus ambil talinya?" pertanyaan ilmiah Kuroko membuat Akashi melupakan cuci-cuci kepala Aomine yang dari tadi sedang berlangsung dengan kusyuk.

"Udah aku bilang Tetsuya, aku masih junior.. ga tau caranya ngilang. Kamu mau kalo tiba-tiba aku ngilangin diri terus terdampar di Etiophia? Siapa yang mau njemput? Siapa yang mau gantiin peran antagonisku nanti di anime? Ntar semua fansku pada demo semua…." Akashi nyerocos ngalor ngidul gaje sedangkan Kuroko Cuma nutup kuping terus ngacir ninggalin Akashi yang dari tadi pidato.

"Nee… Midorimacchi, ada ide?" tanya Kise yang disini perannya emang agak normal dari biasanya.

"Gue bukan anjing yang bisa nyiumin bau, minta aja sama si Aomine, dia mantan pelacak handal…" Midorima ngelirik kea rah Aomine yang sudah selesai di cuci oleh Akashi. "Lo pikir gue anjing pelacak haaah!?" Aomine sewot –sewot dan tak lupa keki bersama.

Sementara mereka lagi diskusi masal, ruangan semakin serem dan udara makin maknyus saja, kata Om Benu Bulu sih "Laziiizzz", oke mari kita tinggalkan Om Benu. Di Mess yang seremnya tak terkira, terutama suara-suara minta tolong, tangisan, cekikikan, terus ada suara langkah kaki yang ga tau itu kakinya siapa membuat Kise mulai dingin.

"Anoo..gimana kalo kita cabut dulu dari sini? Perasaanku ga enak nih..kayak ada yang merhatiin…" jawab Kise terbata-bata, nengok kiri-nengok kanan, parno ga karuan gara-gara banyak hawa dingin yang muter-muter di ruangan minimalis itu.

"Hmm..kayaknya Kise kun benar, Akashi kun..kita cari kucing itu secepatnya daripada tali itu menuju entah kemana lagi" Kuroko mengamini perkataan Kise soalnya dia sendiri juga udah dag dig dug seeerr hatinya.

"Oke… ngomong-ngomong..ada yang nyium bau aneh?" tanya Akashi mencium sesuatu, bukan parfumnya Syahrini ato bau badannya Murasakibara yang Cuma ngemilin krupuk en kayaknya dikantongin dari tadi(Jangan tanya darimana Murasakibara mendapatkannya karena Author sendiri ga tau darimana si ungu unyu itu dapetin…mungkin si Murasakibara punya kantongnya Doraemon).

"Emang bau apaan sih?" tanya Aomine yang mengendus-endus keleknya dan baunya baik-baik saja, belum dalam tahap berbahaya ato meracuni. "Bukan bau kelek siapa kan?" tebak Kuroko.

"Bukan dodol.. idungmu bermasalah ya? Bau-bau amis begituan lah, ngerti ga sih?" tukas Akashi yang dari tadi maunya tutup idungnya tapi ga bisa soalnya tangan dia diiket.

"Iya bener, bau-bau aneh…bau..anyir..ada yang buang bangke di sini?" sahut Kise mulai puyeng karena baunya makin jadi, dia kuatir habis dari sini parfum mahalnya dari Cijereng(?) jadi berubah.

"Bau darah ya?" tebak Aomine. "Akacchin..Akacchin…" Murasakibara yang diem aja dari tadi manggil-manggil Akashi. "Apaan sih Atsushi. Mau minta makanan lagi?" tanya Akashi yang ga nengok.

"Akacchin…mau nanya" sahut Murasakibara lagi. "Huh? Nanya apaan?" tanya Akashi lagi, Kuroko cs juga bingung soalnya dari tadi mereka lagi konsentrasi kayak Om Romi Lap-Pel mau ngehipnotis Burung Blekok.

"Mau nanya apaan? Aku bukan guru TK tao" Akashi yang berbalik tapi dengan posisi mata tertutup menyahuti pertanyaan Murasakibara yang kayaknya kepo banget.

"Akacchin… INI apaan ya?" Murasakibara menyodorokan sesosok? Sebuah? Sebongkah? Atau seonggok kepala dengan rambut-rambut menjuntai ke mana-mana di tangan Murasakibara, bau anyirnya mantap banget, matanya melotot ganas, bibirnya robek sampai ke pipi, pelipisnya pecah, dan senyumnya itu lho yang bikin aduhai nian rasanyo.

"Khehehehee…hihhiihihi.." kepala di tangan Murasakibara yang dari tadi anteng makan cekikikan serem, giginya tajem-tajem, terus eh terus bola mata kirinya langsung jatoh begitu aja..

"!#$#%$%^$^%&^*&(*&! AAAAAAAAAAAAAAAAA...!" ga hanya Akashi yang njerit-njerit kesetenan, padahal emang dia lagi liat setan, tapi juga seluruh mahkluk yang hidup—Kisedai cs juga ikutan teriak-teriak seriosa dan ngibrit begitu aja, sementara Kuroko yang ga teriak tapi mukanya udah seputih kapas itu menarik Murasakibara dengan kekuatan supeeeerrrr.

Mereka kemudian berlari—lalu terjatuh lalu nyanyi.. "aku terjatuh dan tak bisa ngesot lagi…aku tenggelam…dalam lautan luka dalam..aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang… aku tanpamu..butiran pasir~~"(Author dibekep).

Setelah yakin golagokin pak musikin jualan ikan asin keluar dari Mess nyeremin itu, Akashi mulai menyapu semua pemadangan di depan mereka. Sepi, hening, ga ada mahkluk lain yang ikutan jerit-jerit kayak mereka(iya lah kalo ada makin nyeremin).

"Semuanya udah keluar kan?" tanya Kise sambil berjongkok dengan napas 1-2-3 putus-putus kayak sinyal hape.

"Um.. iya… ano..boleh aku tanya?" sahut Kuroko. "Akashi kun mana ya?" sambung Kuroko setelah semua orang memerhatikan pertanyaan dan wajah datar Kuroko itu.

"Bukannya tadi masih ada di depan?" tanya Aomine. "Cih.. udah diiket-iket masih aja kemana-mana" gerutu Midorima.

"Hoi, kalian liat deh..!" ternyata bang Akashi lagi menclok di atas pohon ga jauh dari mereka.

"Gi..Gimana caranya lo naek!? Tangan lo kan diiket!?" seru Aomine ga percaya.

"Believe it or not..Daiki..hehehe. aku Cuma coba-coba melompat aja eh tau-taunya nyangkut ke sini, tapi lumayan ada pemadangan keren nih! Oh ada nenek-nenek lagi mandi..! hei Daiki, lihat ada nenek-nenek lagi mandi noh, seksii!" tukas Akashi.

"Sori ye..gue ga nyelera sama nenek-nenek keriput yang kerjaanya mandiin kambing tiap hari…gue maunya yang mandi Mai chan aja"jawab Aomine yang langsung disodok sama Kuroko.

"Aomine kun, kapan-kapan datang saja ke panti jompo barangkali ada nenek-nenek yang mirip Mai chan…" tukas Kuroko.

"Mau yang seksi sekalipun gue ogah! Masa gue macarin nenek-nenek kisut! Woiii! Ga lepel!" Aomine alay mode on.

"Hei Akashi, lo liat apa? Dimana tuh kucing?" tanya Midorima yang kembali pada topic tali yang telah dicuri oleh seekor kucing garong.

"Sabar napa, emang mat ague teleskop? Oh..ada kampung di sono! Ternyata ada daerah pegunungan juga, mau ke sana?" Sahut Akashi yang melihat ada sebuah perkampungan kecil di atas pegunungan di balik pabrik tua itu, sepertinya itu kampung yang dikelilingi sama semak-semak, bukan tapi seperti perkebunan teh.

"Oke mungkin tu kucing punyanya pemilik salah satu dari penghuni kampung di sono.." jawab Aomine. "Masuk akal" timpal Kise.

"Baiklah, ayo berangkat" komando Midorima.

"E-e-e..kalian mau kemana? Turunin diriku ini! Emangnya kalian pikir aku bisa turun sendiri? Entar aku gegar otak tao" sahut Akashi yang emang bener ga bisa turun soalnya diiket-iket begitu, terpaksa Murasakibara yang paling tinggi harus nurunin Akashi dari atas pohon itu.

"Akacchin ngerepotin aja padahal udah mati.." tukas Murasakibara tanpa dosa.

"Ga usah kurang ajar deh…" Akashi dongkol dikatain ngerepotin padahal sih emang iya. "Cepetan turunin tu buntelan Murasakibara" perintah Midorima dengan entengnya.

"Shintarou..tutup mulut bangke mu.." timpal Akashi. "Akacchin majuan dikit..ga nyampe" pinta Murasakibara.

"Entar patah rantingnya.." jawab Akashi. "Dikit aja" pinta Murasakibara lagi. Akashi merasa ga yakin kalo itu aman, tapi mau ga mau akirnya dia maju beberapa senti..

Tapi sungguh mujur sekali nasib Akashi, ternyata belum nyampe ujung dan belom di turunin Murasakibara, batang pohon itu langsung patah terus menerjunkan Akashi dari ketinggian 3 m. terdengarlah bunyi GEDEBUK yang indah.

"Akashicchi..kau baik-baik saja?" tanya Kise sambil nyolok-nyolok pake ranting kea rah Akashi yang kepala dan mukanya langsung natap ke tanah.

"Karma abis ngeliat nenek-nenek mandi kali yee?" tanya Aomine Cuma geleng-geleng.

"Akashi kun sama mesumnya dengan Aomine kun..Cuma untungnya dia ga make Emperor Eyenya itu. bisa gawat kan kalo nenek-neneknya kena terus kepalanya kejedot akirnya gentayangin Akashi kun" Kuroko nyerocos panjang lebar.

"Setan gentayangin setan?" Aomine sweat drop. "Akacchin..majunya tadi ga usah jauh-jauh..padahal kan aku nyampe" jawab Murasakibara si muka lempeng tak berdosa yang ga nyadar dia barusan hampir ngebunuh mantan kaptenya 2 kali.

Setelah berhasil menyelamatkan muka Akashi yang bonyok-bonyok karena natap tanah berkerikil, mereka berjalan menuju ke belakang bukit—atau mungkin lebih tepatnya kaki gunung yang terdapat beberapa rumah dan perkebunan teh. Perjalanan memakan waktu yang lamaaaaaaa—pake banget, apalagi jalannya terjal, banyak semak belukar, dan licin soalnya habis hujan di daerah itu. entah karena mungkin udah malem ato emang penduduknya takut kena angin malem terus masuk angin, ga ada siapapun di sana, meski emang rumah-rumah di sana lampunya nyala semua.

"Hadeeeh..capeeeekk… duduk dulu bentar yook" sahut Kise yang duduk di sebuah gazebo, oh bukan, mungkin kayak pos kamling gitu. Semua orang ikutan menaruh pantat masing-masing di pos itu sambil menikmati udara malam khas pegunungan. Sejuk tapi terkesan muram terus nyeremin…

"Suasananya kok agak-agak angker begitu ya?" tanya Midorima.

"Mungkin karena desa begitu ya?" sahut Kuroko. "Lho..ternyata ada pengunjung malam nih..kalian darimana?" tanya seorang penduduk yang kebetulan lewat.

"Eh malam pak, kami mau mencari sesuatu sih..ga taunya malah ke sini" jawab Kise, seperti biasa ahli bicara dan ahli ngibul dengan muka idolnya.

"Ohh..kenapa kalian berani banget dateng ke kampung yang udah lama ga ditempatin ini nak?" tanya si bapak bersarung itu. "Huh? Maksudnya?" tanya Aomine.

"Kampung ini kan dulunya bekas perampokan dan pembunuhan massal, semua warganya tewas dan ga ada yang berani datang kemari malam-malam" terang bapak itu lagi. Semua pucet..pucet banget.

"Ja..jadi..kok lampunyaa…terus itu..bayangan-bayangan..orang.." tunjuk Kise pada bayangan di balik jendela yang terang. "Ooohh..kayak ga tau aja sih nak..hehehe" tawa si bapak membuat Kuroko meremang.

"Kata bapak semua yang di sini mati.." jawab Midorima.

"Iya, termasuk saya.." jawab si bapak tetap dengan senyumnya.

"Oooh…" semuanya ber-oh ria. Tapi sedetik kemudian mereka baru ngeh apa yang dikatakan si bapak bersarung di depan mereka.

"TERMASUK BAPAK?" tanya Kise mulai sport jantung. "Iyaa..nak..hehehehee" sekarang yang di depan mereka bukan bapak keriput bersarung, tapi bapak bersarung dengan perut terbelah, kepalanya bocor mengeluarkan darah, muliutnya seperti diiris-iris…..

"GYAAAAAAAAAAAA $#%$^%^%!" untuk kedua kalinya mereka lari pontang-panting.

Mereka lari terus entah kemana, sampe mereka menemukan kucing yang tadi nyolong talinya Akashi. "Waaaa itu dia kucing kampretnyaaa!" seru Akashi yang lupa dengan iketannya dan lari berbarengan dengan Kuroko cs.

"TANGKAAAAPPP!" seru Aomine. "UOOOOO!" Semuanya langsung menyeruduk si kucing yang ketakutan panic tralal-trilili, Aomine berhasil nyekek tu kucing terus ngambil talinya.

"Dapaaaatttt!" seru si biru riang gembira. Tapi sayang sekali, undian mengatakan Aomine kurang beruntung, karena Kuroko menyeruduk Aomine yang langsung mental, Kise juga ikutan nyeruduk Akashi diikuti Midorima dan Murasakibara, mereka semua langsung terjun bebas ke sebuah jurang yang di bawahnya ga tau ada apaan…

"Aaaaaaaaaa! Kenapa jadi begini!?" seru Aomine yang mencoba terbang tapi itu amat sangat mustahal. "Akacchiiiin aku takutt!" Murasakibara meluk Akashi dengan kenceng banget ampe Akashi kejang-kejang. "A..atsu..shii…se..sek…!" Akashi langsung pingsan.

"Gyaaaa Kurokocchiii!" Ternyata Kuroko meluk Kise dengan hebat. "Sumimasen Kise kun…" tukas si mungil itu.

"Kita jatooooohhh!" gema suara Midorima mengantarkan geng abal itu ke bawah jurang, kira-kira mereka selamet ga ya? Apakah akan ada pocong-pocong baru? Atau Author akan mengadakan tahlilan? Mari simak di next chapter!

Sepertinya Bakal ada Kisedai pocong basketball klub deh yaa?

oke deh mari langsung aja yaaa minna

TO BE KONTINYUU~

Nyahahahahaa naas banget! sungguh

ide ini muncul tak lama setelah masuk sekolah! dan sekarang Yuzu sudah

naik kelas ahahahahaaiii~~

maap ya late update tapi semoga kalian semua suka..oke minna time

to put..

R^R :D