TALI POCONG AKASHI
Disclaimer : Kuroko no Basuke punyanya Tadatoshi Fujimaki
Summary : Akhirnya tali kembali tapi lhoo... lhoo.. ada apa ya?
Warning : OOC, MISS TYPO, ABAL-GARING-...
.
.
Author POV :
Well karena kawan-kawan kita lagi Bungee Jumping, maka Yuzu akan jadi POV hari ini, lho mereka kemana ya? Ya udah mari langsung aja capcus ke mereka yang lagi latihan jadi Angkatan Udara…
END OF POV.
.
.
O_O
.
Oke readers, maap yee kayaknya para Kiseki no sedai kita lagi ga bisa dimintai keterangan soalnya mereka lagi terjun bebas entah kemana sekarang. yup, karena kecerobohan dan kedodolan Aomine dengan rebutan tali buluk Akashi si Pocong unyu, sekarang mereka lagi pergi menjurus ke sebuah atau lebih tepatnya ke dasar jurang yang entah apa yang bakal mereka temuin di sana. Apakah mereka bakal bertemu dengan Mak Nori? Atau mereka akan menjadi orang hutan—eh maksudnya orang pedalaman yang mamamia Cinderella tralala di bawah jurang dan menua dan membuluk lalu wafat dan jadi Pocong seperti Akashi?
"Aominecchiiii! Lakukan sesuatu sebelum kita menyusul Akashicchi!" seru Kise yang udah ditempeli sama Kuroko yang anteng dan terlihat adem ayem tentrem padahal di bawahnya udah menunggu sesuatu ala Syahrini.
"Emangnya gue Super Saiya! Kalo mau terbang aja sendiri sono!" geram si mahkluk biru yang ga berani melihat ke bawah sedangkan Akashi udah ga tau lagi kemana jiwanya.
Sepertinya saking empuknya dia, Murasakibara memeluknya dengan segenap tenaga sampe si kepala merah berduri itu(Author mellow) langsung pingsan di tempat, lebih tepatnya di pelukan Murasakibara."Midorimaaaa! Pikirkan sesuatuuuu!" seru Aomine yang ga tahan dengan penderitaan mereka yang tiada akhir(weiiss).
"Jangan sok mellow lo! Gue lagi mikir taaoo!" seru Midorima dengan gaya pak guru banget padahal tampangnya ga kayak guru, tampangnya mirip gelandangan mungkin yee (Author digiles Midorima).
"Kurokocchi bisakah kau gunakan Misdirectionmu!?" tukas Kise sudah nangis-nangis Bombay. "Kau minta aku menghilangkan kalian semua dan langsung jatuh ke bawah sana?" tanya Kuroko polos banget. "Bukan itu maksudkuuuu!"Kise sangat menyesal kalau temannya si Six Phantom men itu lebih tepatnya disebut 'The SICK Phantom men' saking jeniusnya.
"Akashiii kau setan kan lakuin sesuatu!" seru Aomine pada sosok yang lagi berayun di pelukan Murasakibara. "Maap Minecchin kayaknya Akacchin ga suka ketinggian, tuh dia malah tidur…" jawab Murasakibara.
"Kau apakan diaaaaaa!?" Aomine, Midorima, plus Kise langsung cengo ngeliat pemandangan dimana mata Akashi udah melintir kayak Bay-tiiitt-.
"Aduuh tak adakah cara? Aku masih terlalu muda untuk mati, masi ada pemotretan dan dvd yang dipinjem Akashicchi nanti ga balik-balik…" isak Kise sok dramatis.
"Kalo gue mati anak itu ga akan bayar utangan gue sama ibu kantin tao!" Midorima menyahut keki. "Nanti majalah Mai-chan gue ga akan bertambah!" Aomine ga kalah dramatisnya.
"Masi mikirin yang begituan!? Dasar bocah mesum!" Kise menimpuk kepala Aomine. Saking dalemnya tuh jurang, soalnya Kisedai kita masih sempet-sempetnya ngoceh kemana-mana, mereka ga nyadar kalau ada sesuatu yang melayang di depan Aomine.
"Apaan tuh putih-putih?" tanya Kise. "Tali BH kali?" jawab Aomine acuh dan langsung disambit lagi pake batu sama Kuroko. "Kayaknya bukan deh, tuh liat masa iya tali BH bentuknya kusem gitu?" sahut Murasakibara.
"Tali BH emaknya Midorimacchi.." tukas Kise. "Emak gue ga suka pake tali begituan" jawab Midorima. "Lha, berarti emak kamu ga pake-"
"YA GA GITU JUGA KALIIII!" Midorima menonjok muka Aomine sampe masuk ke dalem(Kids don't try this at school, home, or in the Market). "Itu talinya Akashi kun!" seru Kuroko.
"Uwaaaa kenapa bisa lepas?" Aomine baru nyadar karena dari tadi dia masih masang pose Oemjinya yang iyuuuhhh(Author ngedadak alay).
"Ambil itu segera sebelum kita harus mencarinya lagiiii!" perintah Kise yang tiba-tiba berubah menjadi OOC.
"Eniwei kenapa kita daritadi ga jatoh-jatoh?" tanya Kuroko lagi. "DIAAAAAMM!" Aomine dan Midorima kembali meneriaki si bayangan dengan tulus ikhlas.
"Ayooooo ambiiilll" Aomine menggerakan kedua kaki dan tangannya udah kayak berengan gaya katak tapi sayang ga ada airnya. "Huwaaaa dapaaattt!" seru Aomine yang dengan bangga menangkap tali itu. akhirnya tugas mereka akan selesai dan segera mungkin Akashi pergi ke alam baka, tapi di sisi lain kayaknya Akashi ga akan tenang di alam lain karena banyak yang harus diurusinya di dunia.
"Jadi kira-kira Akashicchi bakal mati dengan tenang?" tanya Kise bertanya-tanya. "Mana gue tempe, soalnya dia ga bilang apa-apa kalo talinya dia balik idup ato bablas mati" jawab Midorima yang mungkin jadi satu-satunya pihak yang dapat ditanyai.
"Masa iya abis dilindes sama Odong-odong dia mau bangkit lagi?" tanya Aomine. "Ano.. kalian..coba liat ke bawah deh" sahut Murasakibara dengan nada yang membuat semua orang kepo.
Penasaran yang ada di bawah jurang? Ternyata di sana ada sebuah sungai yang kayaknya asik banget buat arung jeram dan inilah reaksi para Kisedai minus Murasakibara, Akashi, en Kuroko.
"WAAAAAAAAAAAA…!" Semuanya melakukan paduan suara yang sukses membuat semua penghuni di jurang itu kocar-kacir karena suara mereka yang amat sangat merdu-alias merusak dunia.
"KITA MAU ARUNG JERAAAMM LAGI!" Seruan Aomine menutup Bungee Jumping mereka dan sekarang beralih ke Arung jeram yang menyenangkan(apanya?).
Mereka semua langsung nyebur tanpa ada surat wasiat yang dititipkan. Gemericik air yang membuat semua kodok terpana dan tersepona karena kaget melihat alien warna-warni jatoh ke sungai.
"Buhaaaa… beneran arung jeraaam!" seru Aomine. "Akashicchi kau ga apa-apa!?" Kise melihat Akashi yang masih dalam kondisi pingsan ngapung di antara derasnya air yang langsung menghanyutkan buntelan Akashi.
"Ini yang kedua kalinya kita berenang di kali…" sahut Kuroko dengan gaya anak kucing langsung kecipak-kecipuk di air. "Author kita kayaknya kurang bahagia masa kecilnya, ga pernah main di kali ni.." sahut Aomine.
"Author kita itu iri soalnya dulu kecilnya ga pernah liat kali" jawab Midorima dan tiba-tiba langsung ditenggelemin sama sang Author. "Hiii…Midorimacchi! Ngomong-ngomong sampe mana kita bakal anyut begini?" tanya Kise.
"Sampe ujung sungai ini.." jawab Kuroko. "Dan dimana ujungnya, Tetsu?" tanya Aomine.
"Itu.." Kuroko melirik dan menunjuk sebuah suara gempuran keras dan kecang, jelas banget bahkan anak TK aja tau apaan yang ada di depan mereka.
"Maksudmu ujung sungai adalah Air terjun kan?" tanya Murasakibara. "OH NOOOOOO!" mereka ga ngebayangin karena untuk kesekian kalinya mereka melakukan de javu, yaitu anyut di kali dan entah mereka akan nyangkut dimana lagi.
"PLEASE DEEEEHHH!" Midorima langsung kumat alaynya. Ga usah nunggu Pak Presiden berpidato mereka langsung terjun bebas lagi dari air terjun yang lebih besar, lebih menantang, lebih WOW, dan ga tau lagi lebih dari apa soalnya Author bingung mau nulis apaan.
"Akacchin mana?" Murasakibara mencari-cari sosok Akashi yang sekarang malah menghilang. "Itu diaaa!" seru Aomine. Ternyata Akashi lagi tejun bebas di atasnya Midorima.
"Heiiii kaliaaan! Cepat pegangan ini!" Aomine menarik tangan Murasakibara yang panjang dan Midorima masih berjuang menggapai tangan itu, sesaat entah kenapa ada backsoundnya Titanic yang dinyanyiin sama Celine Dion berdendang..
"Kok serasa bikin video clip?" tanya Kise sweat drop.
"Ga nyampeeeee!" seru Midorima. "Pake jurus Kamehong-mehong!" tukas Aomine masih berusaha.
"Lo pikir gue Son goku!?" pekik Midorima tapi naas banget dia meluncur gara-gara ketiban Akashi yang sedari tadi masih terbang di atasnya Midorima, tapi karena gravitasi kayaknya Akashi langsung aja jatoh begitu dan langsung menubruk punggung Midorima yang sempat terdengar bunyi 'KRETEK!' keduanya langsung terjun duluan sementara Aomine, Kise, Kuroko, dan Murasakibara masih aja terjun bebas.
"Waaaaaa… gawat kalo ampe mereka mati duluan!" seru Kise. "Nanti makin banyak setan yang minta bantuaaan!" seru Aomine.
"Padahal udah cape-cape dapetin talinya eh sekarang malah yang ngebutuhin ilang duluan" jawab Murasakibara. "Kalo gitu ga ada gunanya dong ini tali" rutuk Kuroko.
"Yang penting sekarang kita kudu nyari mereka bagemanapun dan jangan biarin mereka mati. Karena satu Pocong Kiseki no sedai aja udah ngerepotin, masa iya kita mau ditambah lagi?" Aomine bergegas meluncur dengan hebatnya dan melupakan bagaimana sosoknya yang jerit-jerit kayak anak cewek kehilangan duitnya itu.
"Bisa gawat kalo Midorimacchi juga ikutan jadi hantu, bisa-bisa aku yang diteror! Ayo Kurokocchi!" Kise menarik tangan Kuroko yang Cuma penuh dengan tanda tanya dan segera meluncur bersamaan bersama Aomine.
"Yaahh snackku habis" Cuma satu kata itu yang dikatakan oleh Murasakibara dikala dia ditimpa musibah, atau lebih tepatnya temannya yang ditimpa musibah.
Tapi Aomine baru nyadar kalau dia beraksi di tengah-tengah ketinggian ribuan meter, dan dengan sukses menciutkan nyalinya dan dia teriak-teriak lagi.
"Aaaaaa…Aominecchi no bakaaaaa!" tanpa babibu lagi mereka semua menghancurkan formasi yang sudah dibuat, Mission is Failed.
Oke karena sepertinya mereka semua sedang asik mandi bersama di air terjun mari kita lihat apa yang terjadi pada Midorima yang malang dan Akashi yang ngenes di sisi lain air terjun. Berkat Akashi yang menjatuhi Midorima dengan niat baik, mereka berdua langsung terdampar dan terkapar di tanah. "Buheeekk kayaknya gue nelen pasir.
Oi Akashi, dimana kau?" Midorima mencari-cari dimana Akashi si pocong berada. "Akashi, jangan mati lagi, lo udah ngerepotin dan lo belom bayar utang lo sama gue!" dumel Midorima keras-keras sambil membersihkan tanah yang menempel di pakaian barunya yang dia beli di Pasar Glodok(?).
"Ck, ga jadi kapten ga jadi pocong, sama-sama nyusahin" Midorima keliling dan melihat sekitar area yang dia jatuhi.
Sepertinya ini bagian dari kaki gunung dan kemungkinan perkebunan teh di atas sana adalah bagian lerengnya.
"Ayolah Akashi jangan nyangkut di tempat yang menyebalkan .." Midorima mulai keki dan tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara gemerisik daun, dia sudah siap dengan pose beladiri yang diajarkan oleh senseinya yaitu pose 'Bango notok kodok'.
"Siapa itu?" seru Midorima. Tidak ada jawaban. Midorima tetap waspada seperti kata Bang Napi. Tapi sebuah daun jatuh membuat Midorima melihat ke atas dan menemukan sebuah, sesosok, dan seonggok manusia yang tengah nyangkut dengan pose yang ga elit banget, dia nyangkut di antara batang kayu kayak cucian dijemur.
"AKASHIIII!" Ternyata itu adalah Babang Akashi yang sekali lagi Author katakan masih pingsan.
"Akashi, ooohh bagus sekali dia langsung pingsan, Murasakibara sangat baik sampai dia seperti ini" tukas Midorima masih melototin Akashi yang merem. "Apa yang akan dilakukan oleh Kuroko dan Aomine kalau melihat ini?" gumam Midorima yang mendapat ide gila.
"Akashi, Banguuuunn!"
"DUAK-DUAK-DUAK-PRAAK-BRUUKK!' Midorima ternyata menjedot-jedotkan kepala Akashi ke sebuah pohon sampai batang pohon yang mulus itu bolong setengah lingkaran.
"Gyaaaaa tolong! Aku mau diajak kawin sama Edi Brokoliii!" Akashi akhirnya sadar dengan kondisi yang mengenaskan. "Hei, daripada mikirin itu lap dulu jidatmu tuh ngucur begitu.." sahut Midorima yang sok ga tau padahal jidat Akashi ngucur begitu juga ulahnya.
"Kenapa kepalaku jadi banyak saos AB-tiiitt-nya?" tanya Akashi mengelap jidatnya yang warnanya hampir nyaingin rambutnya.
"Kita ada dimana?" tanya Akashi sudah balik normal. "Ohh kita? Aku juga ga tau, yang aku tahu kita terjun bebas dan kau menubruk punggungku sampai encok begini" jawab Midorima sambil mengeluarkan ion-ion negative.
"Ah, un. Maap-maap" kata Akashi sweat drop. "Kita harus bertemu dengan Tetsuya dan yang lain" sambung Akashi.
"Kau gila? Ini jam berapa?" tanya Midorima. Dia melirik langit yang masih gelap dan dia melihat hutan di depannya yang sudah dikelilingi oleh suara-suara mengerikan. "Hei apa mereka bagian dari seniormu?" tanya Midorima.
"BUKAN.." Akashi sudah pucet, mereka harus melewati hutan angker itu, hutan yang gelap tanpa senter?! Luar biasa! Apa yang bakal mereka lakuin selanjutnyaa? Berhasil ga ya mereka berdua kembali bertemu Kuroko cs?
Jadi..nasib Akashi sama talinya gimana dong? siapa yang bakal mereka temuin di depan hutan itu yaa?
Penasaran kah? kalo masih ayoo lanjut ke..
.
.
.
TO BE KONTINYU~
Hai minna! gomenee late soalnya persiapan lebaran ini, muahahaha
oke skip soal lebaran mungkin Yuzu agak kepikiran gimana nasib Akashi dan talinya
tapi well soal itu masi jadi secret di cerita ini... entah dia idup ato ga itu urusan AKASHI...
ahahahaha... oke minna R^R yeaa? :D
