TALI POCONG AKASHI

Disclaimer : Kurobasu punyanya Om Tadatoshi Fujimaki~

Summary : Habis kecebur terbitlah... sungai? habis sungai sekarang hutan

abis utan terus mereka mau kemana ya #abaikan

Warning : OOC, full humor, ababli!


.

.

Midorima POV :

Sudah kuduga gue bingung mau bilang apa, tapi… sepertinya kondisi kita berdua ga bisa dibilang sempurna kayak Bang Demien. Baik, Akashi. Kali ini senior macam apa yang bakal muncul menakuti kita?

.

.

O_O

END OF POV.


.

.

Hutan Belantara bagian barat...

"Maksudmu senior itu apa ya?" lirik Akashi yang masih melihat Midorima bernarasi dengan gaya anak pinternya kayak Jimmy Neutron versi Kisedai.

"Senior yang kadang kepalanya bisa terbang-terbang, bisa cekikikan kayak habis menang arisan ato yang badannya segede tronton item yang tiba-tiba muncul sambil nyengir… oh no, no, no, Akashi lo mau bikin jantung gue lari-lari keliling Bunderan HI?" sekarang Midorima versi Alay muncul.

"Ano eniwei Bunderan HI tuh dimana ya, kayaknya kau kebanyakan main di Tanah Abang jadi kayak begini ye?" sambar Akashi yang iyuh ngeliat Midorima yang entah sejak kapan mulai tambah parah OOCnya.

Suasana makin mencekam saja, ditambah Akashi yang jalannya super duper luama. Yah gimana ga lama sih, Midorima udah 3 langkah Akashi masih aja lompat-lompat, iya kalo ga pake acara jatoh bangun kayak video clip jatuh bangun aku mengejarmu…nah ini, sekali lompat kadang Akashi unyu kita langsung nyusurk ato ga kesandung sama kerikil.

"Akashi, bisa ga sih lo lari aja kayak waktu itu?" tanya Midorima udah setengah jengkel, kesabarannya udah menembus titik 40 derajat dan tinggal nunggu apa yang bakal meledug dari kepala ijonya yang sering banget dikeramasin dan apa yang bakal dia lontarin waktu ngehina-hina Akashi nanti.

"Sabar Shin, kalo mau aku harus lupa dulu.. tapi nanti semua readers nanya ini cerita tentang Pocong Akashi tapi masa Pocongnya ga lompat" celotehan Akashi membuat Midorima ga jadi marah-marah. Dia yakin sekali lagi Akashi berulah semua isi kebon binatang dia keluarin.

"Ngomong-ngomong ga ada sesuatu yang bisa gunain biar agak sedikit terang? Kayaknya mataku ga kena rabun ayam..soalnya dari tadi kau juga kejedot batang pohon melulu Shintarou" tukas Akashi yang merhatiin kepala temennya udah berwarna-warni, ada yang biru ada yang merah, ada yang melendung di sisi kirinya.

"Urusai. Siapa suruh ga bawa senter" sambar Midorima yang sudah keki tingkat dewa karena dia sungguh menyesal tidak membawa petromak yang senantiasa disodorkan sama bokapnya tercinta kala Midorima dalam kesulitan, kata ayahandanya yang berwibawa nan bijak itu "Bawalah petromak ketika kau malu bertanya dan nyalakan petromak ketika kecoa tidak lagi berkilau" dan ampe sekarang Midorima masih bingung apa hubungannya malu bertanya, kecoa, sama bawa-bawa pertomak, ah entahlah kayaknya Ayahandanya yang bijak itu sudah mulai terkena global warming dan KM(Krisis Moneter).

"Kira-kira mereka kelempar sampe mana ya, Kuroko sama si kuning, biru, dan ungu itu…" gumam Midorima. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara aneh dari belakangnya, tengkuknya mulai berdisko sambil joget Gangnam style, Midorima mulai merinding dan puncaknya dia langsung nengok ke belakang…

"Ghuuu—oooohhh—uooo—uo" suara itu ternyata dari Akashi yang asik bersenandung. "Akashi, nilai music lo berapa sih?" sahut Midorima yang baru ngeh kalau suara bak yokai lagi boker itu adalah Akashi, kawannya sendiri.

"Eh. Kenape? Biar ga bosen aja, daripada ga ada yang nyanyi mending aku yang nyanyi, tuh liat kodok pada diem saking terseponanya" jawab Akashi pede.

"Mereka diem gara-gara suara lo yang kayak babi ngepet kelindes itu yang bikin semua mahkluk di sini pada takut tao…!" Midorima melempar Akashi dengan batu.

Baiklah, mari kita tinggalkan dulu Midorima dan Akashi yang lagi asik ngerumpi di utan, sekarang kita tengok daun dan ranting—ralat—kita tengok Kuroko dan yang lainnya yang terlempar gara-gara salah formasi.

Ternyata mereka terlempar di sebuah pinggir sungai, sepertinya karena pasrah ga bisa terbang mereka semua kecebur berjamaah dan langsung hanyut sampe nyangkut di pinggiran sungai. Sungai itu langsung berhadapan dengan hutan yang gelap dan penuh dengan mahkluk-mahkluk ga jelas. Kise yang bangun dari mimpinya terjun bebas dari menara Eiffel langsung celingukan melihat dimana dia berada.

"Wah kayaknya aku mimpi kelempar dari menara Eiffel kenapa malah nyemplung ke sini?" tanya Kise yang masih mengumpulkan nyawanya, dia melihat Aomine, Kuroko, dan Murasakibara udah tergeletak kayak pindang siap digoreng.

"Heiii… kalian bangun…! Ada Opeje lagi manggung tuh!" Kise meneriaki teman-temannya yang masih di dalam mimpi. "Mana-mana? Gue mau ketemu Babang Sule!" Aomine langsung bangun kayak orang kerusupan, padahal dia hampir tiap hari kerusupan sama Mai-chan.

"Mau ketemu Tante Nunung…!" sekarang Murasakibara yang eror.

"Bang Parto mana? Di sini gunung di sana gunung…" Kise langsung koprol ngeliat Kuroko yang sadar langsung nyariin Parto, padahal Kise gay akin kalo Kuroko ngenal tuh orang.

"Katanya ada Opeje manggung?" tanya Murasakibara. "Mau ketemu Suleee..!" Aomine nangis kejer-kejer gara-gara ditipu sama Kise.

"Etto.. soal itu… bisa ga kalian ga OOC sekarang, Readers pada ngacir tuh…" tukas Kise menenangkan semua kawannya yang sudah mulai terkena penyakit jiwa.

"Eh, eh Bang Parto mana Kise kun?" tanya Kuroko polos. "KUROKOCCHIIII! $# %$^!" Kise langsung jempalikan dan menjedot-jedotkan kepalanya ke pohon.

"Hei ga usah lebay deh" sahut Aomine. "YANG LEBAY TUH KALIAN SEMUAAA!" seru Kise yang ga terima dijadiin orang gila padahal di awal yang agaknya lebih waras emangnya dia.

"Kita ada dimana,ya?" tanya Kuroko sambil menelusuri semua pemandangan yang dimatanya Cuma ada item-item dan item aja.

"Yah kayaknya kita hanyut sampe ke pinggiran hutan…" jawab Kise.

"Nah, sepertinya kita kehilangan Midorima dan Akashi" ujar Aomine yang ga menemukan kedua sosok bermuka datar itu.

"Hei Minecchin masih bawa talinya kan?" tanya Murasakibara.

"…" semua Cuma melihat tangan Aomine yang hampa. "AAAAAAAAAA….!" Kise dan Aomine langsung paduan suara, situasi langsung makin mengerikan karena kalo tali itu ilang bisa lebih gaswat lagi, karena Author akan dengan sukacita menjerumuskan mereka lagi ke dalam situasi yang ngerepotin.

"Cari tali itu sekarang!"perintah Aomine. "Ossshhh!" semuanya dengan semangat mencari tali tersebut.

Mereka mencari sampe pelosok, sambil ngorek-ngorek kayak nyariin bunga pasir(baca=Tokai kucing). Mereka juga ga lupa melihat ke atas pepohonan, sekalinya mereka salah ambil, mereka ngambil kepala yang lagi bersantai di atas salah satu pohon dan langsung ngebuat Aomine kocar-kacir sedangkan kepala yang dia jambak itu cekikikan. Kise lebih parah, dia malah narik dasternya mbak kunti yang lagi melayang di deket semak-semak, ga usah diomongin apa yang bakal dilakuin Kise karena dia langsung ngibrit dan ga akan mau dimintai tanda tangan lagi. Sedangkan Kuroko malah ketemu Om genderuwo yang lagi ngerokok di balik pohon gede, ternyata Kuroko ngejambak bulu kakinya Om genderuwo tapi hebatnya si Om genderuwo ga nyadarin keberadaan Kuroko karena Misdirectionnya.

Kemudian..

"Hadeeh ga ketemu dimana-mana nih!" seru Kise yang lebih banyak lari daripada mencari. "Iya sama, mana ketemu sama kepala lagi!" sembur Aomine yang trauma ngejambak rambut panjang putih dan berdarah-darah itu.

"Tadi ketemu Om genderuwo tapi kok dia malah ga marah ya, padahal aku nyabut satu bulu kakinya…" tukas Kuroko yang ngebuat Kise dan Aomine langsung bergidik ngeri ngebayangin gimana kalo itu adalah mereka.

"Eh Murasakibaracchi mana?" tanya Kise yang baru inget ga nemuin dimana si ungu jangkung itu. "Nyasar kali" cletuk Aomine.

"Jangan sampe, nanti yang nyasar makin banyak kita makin berabe…" ujar Kise yang ga mau menambah korban jiwa dan kesialan di sini.

"Eh kalian sudah pada ngumpul" suara yang mereka kenal mucul dari balik punggung Aomine. "Hoo untung aja kau ga nyasar Murasakibaracchi" tukas Kise.

"Kau bawa apa Murasakibara kun?" tanya Kuroko yang memperhatikan tangan Murasakibara terlihat menggenggam sesuatu. "Oh, ini… aku nemuin ini" jawab Murasakibara mengacungkan benda ditangan kanannya, ternyata eh ternyata itu adalah sebuah tangan pucet dengan urat-urat menonjol, di sekelilingnya dililit tali putih.

" ##%$%^%!" semua orang di sana, termasuk Kuroko seperti ngeliat gajah pake daster emak-emak, jantung mereka kayak mau lari-lari.

"Heeh.. dasar anak kurang ajar, kembaliin tangan gue.." sosok dengan muka hancur sebelah tiba-tiba dateng entah darimana langsung sewot-sewot dan mengambil tangan yang ditunjukkan oleh Murasakibara.

Sosok di depan mereka langsung menatap Kuroko cs yang ga bisa lari. Wajahnya udah hancur, tulang tengkoraknya terlihat, ada luka bakar di kepalanya sehingga daging dan tengkoraknya terlihat menempel, matanya putih semua, giginya sudah geripis dan tidak tertata, yang lebih hebatnya darah mengucur dari semua penjuru tubuhnya.

"WAAAAAAAAAAAA….!" Aomine dan Kise langsung menggeret Kuroko dan Murasakibara menjauh dari sosok yang masih aja sewot-sewot ga tau bahwa mukanya yang meleleh itu ngebuat para cowok unyu kita lari terbirit-biri kocar-kacir ga karuan.

"Mukanyaaaa!" sembur Kise. "Me..meleleh" sambung Kuroko dengan keringat dingin sudah turun dari dahi turun ke leher dan leher ke kaki terus sampe terbawa angin.

Tapi beberapa meter sebelum mereka berbelok, Kise nemuin sesuatu di pucuk ranting pohon. "Tali Akashicchi!" seru Kise dengan riang. Aomine langsung sujud sukur karena sepertinya petualangan mereka bisa diakhiri dengan baik dan ga harus lari-lari, kayaknya dia bakal sangat seneng karena Akashi bakal ngembaliin majalahnya.

"Oke! Murasakibara cepetan ambil itu tali!" seru Aomine. Dengan gampilnya Murasakibara udah dapetin tuh tali yang terlihat udah berubah warna.

"Duh Cuma gara-gara tali satu doang bisa bikin orang heboh yee…" tukas Kise lempeng.

"En sekarang kita ga usah lagi lari-lari soalnya kita bakal balikin nih tali ke pemiliknya yang ada di dalem utan" jawab Aomine yang udah ngantongin tali Akashi, biar tali itu ga jalan-jalan seenak jidatnya(emang tali punya jidat?). sementara mereka semua mencari Midorima dan Akashi, Kuroko mendengar ada yang grasak-grusuk di semak-semak.

"Ada siapa?" gumam Kuroko yang langsung ngedeket ke semak-semak.

Tanpa mikir ini itu, Kuroko ngebuka semak-semak itu dan jejeng terdapatlah sosok-sosok tak berkaki dengan kepala hancur dan ada yang ga punya kepala lagi main gaplek? "Ano.. Aomine kun, mereka sepertinya tersesat" sahut Kuroko dengan niat mulia.

"Hah siapa yang nyasar di tengah-tengah utan begini, kecuali Midorima sama Akashi…?" tanya Aomine yang ngikutin kemana arah Kuroko menunjuk.

"BUJU BUNGEEENNG!" Aomine langsung ngacir ninggalin Kise dan Murasakibara yang cengo. "Emang kamu nunjukin apa Kurokocchi?" tanya Kise yang kepo.

"EMAAAAAKKK!" Kise langsung ikutan ngabur. "Mereka aneh ya?" tanya Murasakibara yang ga ngerti kalo di belakangnya dan Kuroko udah melayang sosok-sosok tanpa organ lengkap yang diliatnya.

"Entahlah, ya udah kita langsung lari aja" jawab Kuroko. Sialnya, ternyata hantu yang diliat Kuroko juga ikutan lari walo kaki mereka ga punya kaki dan ga napak ke tanah.

Akhirnya mereka langsung jogging bersama.. bersama bareng setan maksudnya?

Mari kita tinggalkan dulu para pelari kita dan kembali ke Mido-chan dan Aka-chin~~

Sementara itu Si Midorima dan Akacuiihh lagi mencoba-coba mencari tali putih berkibar tersebut. "Shintarou ada yang kau temukan?" tanya Akashi penuh arep banget… sementara Midorima masih nyusruk-nyusruk di semak-semak. "Bawel lo, diem aja nape udah ga punya tangan masih aja cerewet" semprot Midorima dengan ikhlas. Akashi yang cape lalu duduk di sebuah batu, dia masih melongo ngeliatin semut-semut pada baris.

"Ng? kok ada sesuatu…?" Midorima mengangkat sebuah atau lebih tepatnya sesuatu di bawah semak-semak.

"Halooo bang.. cucok deh" sebuah kepala tanpa mata langsung menyeringai lebar. Dengan hebatnya Midorima langsung ngacir pontang panting ngebawa Akashi yang asik maen sama semut.

"SHINTAROOOOUUU! Apa-apaan lo! liat tuh semutnya pada keinjeeek! dasar ga punya kepri-semutan- dirimu!" Akashi ngomel-ngomoel gara-gara Midorima nginjek-nginjek dengan kejam semut-semut unyu Akashi yang barusan dia kasih makan...

"UDAH DIEM DEEEHH! GUE LAGI PARNO TU LIAT ADA KEPAALAA!" Midorima langsung ngabur dan kepala itu tetep ngikutin mereka berdua. sementara Akashi yang ngeliat apa yang dimaksud cuma meneriaki Midorima dengan kerennya.

jadi apa yang bakal mereka lakuin? apakah Kuroko cs dan Midorima akan bertemu kembali? dengan barang bawaan mereka masing-masing?

masih kepo dengan aksi mereka dan author? silakan tunggu di...

.

.

.

TO BE KONTINYU~~

Hyahaaa Minnaa~ maaf ya telat update, biasa habis minnal aidzinan,

dan Yuzu selaku Author mengucapkan Minnal Aidzin wal faizin bagi mereka yang merayakan

dan bagi para readers yang hendak mengecek chapter ini jangan lupa untuk

R^R okaaayyy~