M. Kishimoto own Naruto & all the characters

Au & typos

.

.

.

November 1978

.

Kepada Sasuke Uchiha

Briarwood Meadows Rhode Island Apartments

940 Quaker Ln, Warwick

Rhode Island, United States of America

+1 877-900-2141

.

.

Kau diam. Sudah sangat lama.

Aku menghubungi nomor apartemenmu berkali-kali namun mereka bilang kau tak pernah ada dirumah. Biaya perangko sangat mahal, entah krisis negara ini akan berlangsung sampai kapan. Kau tak datang di ulang tahun ke-17ku, tidak datang hadiah, tak ada juga ucapan.

Tiga kali musim semi yang kulewatkan tanpa dirimu berlangsung cepat sekali. Tulip-tulip di Gardenia itu semakin berkurang. Kau ingat kan dulu kita pernah berpiknik di tengah-tengah tulip berwarna kuning mentega? Aku selalu ingin berfoto di ladang bunga itu. Yah tapi kau tahu kan untuk sekali foto saja mahal sekali, jadi itu memang hanya mimpi. Sampai sekarang pun masih ingin. Dan bunga tulip warna kuning mentega itu, aku tak tahu mengapa, tapi tak ada gradasi warnanya lagi. jadi tak seindah dulu. Namun, harumnya tetap sampai ke rumah kami. Aku berhasil lulus sarjana fakultas ilmu jantung dan pembuluh darah di University of London St. George kurang dari 3 tahun. Aku memiliki banyak teman baru yang sangat ingin kukenalkan padamu. Mereka sangat baik dan ramah. Lalu, Chichi semakin tua dan lemah, ia tak punya teman bicara selain tou-sanmu dan semenjak kepergian kalian ia jarang bicara pada kami.

Mr. Asuma telah berhenti menjadi postman, seseorang telah menggantinya dengan pegawai yang lebih muda. Aku tak tahu namanya, tapi ia tampan sekali lho. Rambutnya berwarna abu-abu keperakan dan terkadang pria itu menggunakan masker tutup muka. Katanya, untuk menutupi ketampanannya itu. Lalu, toko es krim berdekorasi lovely di blok seberang rumah yang biasa ku kunjungi bersama kau itu sudah tutup. Aku tak lagi mencium aroma manis tiap kali berjalan ke pemberhentian bus. Mereka menutupnya dan sekarang telah berubah menjadi perkantoran kecil.

Kau ingat sahabat kuningmu? Kudengar ia telah menjadi mahasiswa teknik elektro di New York University. Hinata yang menceritakannya padaku. Kukira, mereka memang punya hubungan khusus. Kau juga merasa begitu kan, Sasuke?

Jalanan semakin dipenuhi dengan pertokoan dan perkantoran. Tak ada lagi bus-bus reyot yang membuatmu marah-marah ketika menduduki bangku karatannya. Mereka telah mengecatnya dengan warna –warna kuning dan merah, tempat duduknya juga sangat nyaman. Joknya terbuat dari kulit asli. Hanger tempat biasa aku bergelantungan itu telah diganti dengan yang lebih bagus. Sekarang, sudah ada tempat duduk khusus orang hamil dan orang pincang.

Dan aku sangat yakin takkan ada lagi hanger yang akan terlepas seperti dulu. Kau ingat kan pernah ada wanita yang berdandan seperti badut terjerembab ketika supir tua itu rem mendadak? Itu hal terlucu yang selalu berhasil membuatku tertawa jika mengingatnya sampai sekarang. Penghangat-penghangat itu juga tak ada lagi yang rusak, aku tak pernah kedinginan lagi. Dimusim panas, penghangat-penghangat itu berubah fungsi menjadi pendingin. Tak ada lagi kertas bekas bon belanjaan, paper lunch, atau apapun yang biasanya yang selalu berhasil membuatmu ngedumel saat tak sengaja menginjaknya. Speaker di langit-langit bus juga mengalunkan lagu jazz dan soft opera setiap saat. Bus kota London benar-benar keren sekarang. Kau pasti akan suka sekali.

Udara musim dingin telah datang menyambut London. Di usiaku yang ke-20, aku tetap bermain salju di pekarangan rumah. Menimpuk apapun yang bisa kutimpuk, termasuk rumahmu. Ngomong-ngomong, rumahmu tetap sepi dan belum ada penghuninya. Untung saja aku menghabiskan lebih banyak waktu di kampus dan menginap di asramanya karena mengerjakan tugas. Kalau tidak, mungkin aku akan benar-benar jadi gila karena selalu menengokkan kepalaku ke kanan dan mendapati pekarangan rumahmu yang kosong.

Anyway Sasuke, aku telah memotong rambut panjangku menjadi sebahu. Aku merasa lebih kuat dan powerful jika begini. Bagaimana dengan rambutmu? Apakah masih bergaya rebel seperti dulu? Kau panjangkan atau kau pangkas habis? Kau pasti sekarang sudah jadi tinggi sekali ya? Terakhir kita bertemu aku masih setinggi bahumu. Yah, kalau kau tidak bertambah tinggi sih tentu saja sekarang aku sudah lebih tinggi darimu.

Lalu, lalu bagaimana dengan mata elangmu? Tidak berubah warna jadi hijau kan? Kau pasti sudah membuat ribuan perempuan terpesona dengan matamu. Atau jangan-jangan kau sudah punya kekasih ya? Aku memang tak pernah mengatakannya, tapi kau tahu kan kalau aku mencintaimu?

Hidup berjalan semakin cepat, aku bahkan tak sempat melirik arlojiku untuk mengetahui sudah berapa menit yang terlewati, namun ternyata yang kulewati bukan hanya menit dan jam. Tetapi musim-musim yang membawa perubahan.

Aku berniat mengambil program pascasarjana di University of Londong St. George.

Bagaimana dengan mimpimu? Apa kau sudah jadi sarjana teknik industri? Bagaimana dengan teman-temanmu? Apa kau bersosialisasi dengan baik? Apa kau sudah punya banyak teman? Bagaimana dengan Itachi-nii? Kalian berdua sudah tidak sering bertengkar lagi kan? Dan kaa-sanmu? Dia pasti semakin cantik kan?

Bayanganmu tak pernah mengizinkanku untuk lepas darimu. Usia ini semakin menua. Para Bangsawan Europe itu sudah banyak yang melamarku. Aku tak tahu harus bagaimana. Dimasa krisis ini, jika kuterima, mungkin hidupku akan bebas dari tunggakan ini dan itu. Haha dan Chichi juga bisa hidup tenang dan lebih baik, karena usia mereka tak lagi bisa menunggu. Namun, aku hanya akan jadi wanita murahan yang menikah tanpa cinta untuk uang. Kau tahu kan aku bukan tipikal seperti itu?

Kota ini telah banyak berubah. Mengalami perkembangan yang drastis, perubahan disana dan disini. Orang-orang dan teman-teman kita telah melanjutkan hidupnya ke jalan masing-masing. Ino pergi menetap di Dublin untuk mengurus orang tua dan hidup bersama keluarga besarnya. Wanita yang dulu mengejarmu setengah mati itu tidak melanjutkan sekolah. Dia rajin mengirimiku surat dan selalu ingin kembali ke London. Ia juga selalu penasaran tentangmu dan bagaimana hidupmu sekarang. Katanya, ia merasa ada yang janggal dengamu. Semua orang juga bilang begitu, Sasuke. Semua tahu kalau kau hanya bicara padaku dan sahabat klub sepak bolamu, si Naruto. Sangat aneh karena kau tidak memberitahu kami apapun.

Oh ya, Shikamaru telah menjadi professor di Universitas Queen Marry. Yah, kalau dia, aku juga tidak kaget lagi sih. Tapi nilainya waktu sekolah sama denganmu, jangan-jangan kau sudah jadi professor juga? Lalu Choji membuka toko daging dekat pemberhentian bus. Di akhir minggu ketika aku pulang dan ingin membuat beef stew, ia selalu memberi harga diskon padaku. Dia memang laki-laki yang baik. Kiba teman se-klub sepak bolamu, dia telah pindah ke Liverpool demi karir sepak bolanya, hebat ya?

Sasuke, sebenarnya apa arti diriku bagimu?

Jika kau menganggapku teman, setidaknya berikan aku kabar. Jika kau menganggapku sahabat, setidaknya jangan membiarkanku menunggu terlalu lama untuk mengetahui kabarmu. Jika kau menganggapku lebih dari itu, tidak mungkin! Seharusnya kau sudah lama memberi kabar padaku.

Jika kau sama sekali tidak berpikir apapun tentangku, mungkin memang benar dan ini kenyataannya. Aku selalu menyangkal hal ini, walaupun inilah jawaban yang lebih terdengar masuk akal. Dan jika ya, aku akan memaksamu sampai kau menganggapku salah satu dari tiga hubungan itu.

Pulanglah.

Kota London menantimu. Ia telah banyak berubah, mekar dan menjadi semakin harum.

Dan aku yang juga menantimu. Tak seperti kota London, tak ada yang berubah dariku. Tetap menunggumu disini. Itulah yang kulakukan selama tiga tahun ini.

Kau ingat apa yang selalu kuteriakkan dari halaman rumahku di awal bulan November?

"Selamat musim dingin Uchiha! Sasuke, kenakan jaket yang tebal ya! kau akan membuat orang lain semakin kedinginan jika dekat-dekat denganmu!"

Dan kau akan membalas

"Berisik!"

Itu memang 'Sasuke sekali'

Sampaikan salamku pada keluargamu. Jaga kesehatan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Perempuan berisik-mu,

Haruno Sakura

.

.

.

.

つづく

Tsuzuku