NOT REALY BED

DISCLAIMER

Member exo tidak akan pernah jadi milik saya karena mereka milik keluarga juga SMNET.

Tapi cerita ini asli milik saya.

WARNING

Yaoi,cerita aneh,typo bertebaran dimana-mana.

HAPPY READING.

.

Di sebuah ruangan di suatu tempat yang bisa dikatakan sangat luar biasa,seorang namja mungil terlihat sedang tertidur di ranjang king menggeliat tidak nyaman karena mendengar suara seseorang ah bukan maksudnya beberapa orang tengah berbicara saling bersahutan.

"yixing hyung apa dia sudah sadar?"

"kenapa dia bisa berada di sana waktu itu?"

"apa dia baik-baik saja?"

"manusia memang menyusahkan!"

Namja manis yang bernama byun baekhyun merasa dia tidak sendiri ditempat yang entah mencoba membuka matanya tapi masih terasa gelap,ahh kenapa dia begitu bodoh jelas saja gelap dia saja tidak bisa melihat,diakan seorang anak yang buta,pantas saja ibunya begitu benci padanya coba lihat dia dia begitu bodoh untuk menyadari hal yang sudah dia sering rasakan sepanjang hidupnya.

Namja itu mendengar begitu banya suara yang berasal dari orang yang merasa tidak aman,walaupun kakinya sudah tidak bisa digerakan dia mencoba mengandalkan tangannya untuk bergerak walaupun baekhyun tau tangannya ini sebentar lagi tidak dapat bergerak seperti memundurkan tubuhnya kebelakan mencoba mencari sandaran.

Baekhyun bertanya-tanya apakah dia sekarang berada diumahnya,tapi seingatnya ranjang dikamarnya tidak seperti ini,ranjang dikamarnya tidak senyaman dia sekarang berada dikamarnya dahulu sebelum appanya meninggal tapi setelah appanya meninggal ibunya memindahkan disuatu kamar yang tidak ada memiliki sebuah kasur pun.

Dibenaknya dia merasa apakah ibunya sudah mulai menyayanginya,setelah kejadian kemarin?apakah ibunya sekarang sudah mulai menerimanya kembali?.tapi aroma kamar ini tidak seperti tempatnya dulu,aroma ini berbeda dari tempatnya dulu dan ada seseorang yang bertanya kepadanya.

"kau sudah sadar lupanya"kata orang itu terdengar gembira.

Baekhyun kaget,sungguh dia belum pernah mendengar suara orang dia orang jahat ataukah dia sedang diculik?.baekhyun mulai menunjukan tanda-tanda gelisah setelah mendengar seorang tengah berbicara padanya.

"kau tidak apa-apakan?"tanya seorang yang memiliki suara berbeda dari orang yang bertanya tadi.

"k-kalian siapa?"tubuh baekhyun bergetar.

"kau tidak perlu takut kami tidak akan menyakitimu"suara ini berbeda lagi dari dua orang yang tadi,orang itu memegang pundak baekhyun dan dengan segara ditepis kasar oleh baekhyun.

"j-jangan menyentuhku"baekhyun sepertinya benar benar tidak nyaman dengan suasana sekarang wajahnya jelas sekali menampakan bahwa dia ketakutan"k-kalian sebenarnya siapa!"

"kami tidak akan menyakitimu"kat seorang yang terdengar dari suaranya dia adalah orang yang kedua berbicara tadi.

baekhyun mengeleng-gelengkan kepalanya kuat dengat tangan yang yang memegang rambutnya."JANGAN DEKATI AKU,PERGI KALIAN! EOMMA EOMMA KAU DIMANA?AKU TAKUT,TOLONG AKU!"teriak baekhyun.

"kami tidak akan menyakitimu,tenanglah!"orang itu langsung memegang pundak baekhyun agar baekhyun berhenti menggerakan kepalanya.

"AKU TIDAK PERCAYA DENGANMU"

"berhentilah melakukan hal itu,kau bisa pusing"

"EOMMA EOMMA TOLONG AKU EOMMA AKU TAKUT"

"kau begitu sangat tidak tau diri setelah kami menyelamatkanmu dari manusia,kalian memang makluk hina!"kata seorang sambil mencengkram rahang baekhyun kuat dengan nada tidak bersahabat sama sekali,orang ini yang memiliki suara yang berbeda dari suara yang dia dengar baekhyun berhenti.

"kris apa yang kau lakukan!"cengkraman orang yang bernama kris terlepas."dia masih belum sembuh sepenuhnya"

"terserahmu suho"namja yang bernama kris itu pergi entah kemana dengan membanting pintu keras.

"maafkan dia ne,dia memang seperti itu tapi dia orang yang baik"kata orang yang bernama mengelus pundak baekhyun mencoba memberikan ketenangan untuk namja manis di sampingnya membuatnya tidak merasa setakut sebelumnya dia sadar.

"m-mana eommaku?"tanya baekhyun mulai tenang.

"maaf,kami tidak tau dimana eommamu..."kata suho

"j-jadi aku dimana sekarang"

"kau berada dirumah kami chingu"kata namja yang berbeda

"kenapa aku bisa berada disini?apa kalian sedang menculikku?kalau benar,maaf aku tidak memiliki uang untuk kalian"

"hahaha kami tidak menginginka uangmu ataupun menculikmu...tadi chanyeol dan sehun menemukanmu tengah bersendar disebuah pohon dengan luka yang cukup parah akhirnya mereka membawamu kesini"setelah mendengar penjelasan dari orang yang bersuara pertama kali tadi membuat baekhyun tenang."ohh ya, kami belum mengetahui siapa namamu"

Baekhyun terlihta ragu-ragu untuk memberitahu siapa namanya,tapi beberapa saat dia pun menjawab"b-baekhyun byun baekhyun"namja tadi tersenyum setelah baekhyun mau memberitahukan namanya.

"namaku xi luhan"luhan mengusap surai coklat milik baekhyun,lengan baekhyun memegang lengan luhan yang sedang mengusapnya lalu berpindah menuju wajah luhan dan meraba-raba setiab lekuk wajah mempunya daya ingat yang kuat jadi dia dapat membedakan setiap suara yang dia dengar dan menggambarkan bagaiman wajah lawan bicaranya setelah memegang wajah lawan bicarannya.

"aku akan mengingat wajah ini dan suara ini...kau memiliki wajah yang manis"kata baekhyun setelah memegang wajah luhan.

"terimakasih"kata luhan sambil tersenyum

"aku bernama suho,baekhyun"baekhyun mendengar arah suara itu lalu melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan pada luhan.

"perkenalkan namaku zhang yixing tapi panggil saja dengan lay,namja yang tadi mengucapkan kata-kata dingin itu bernma kris"baekhyun mengangguk.

"anyeong namaku tao huang zi tao,baekhyun hyung"kata namja dengan jarak lumayan jauh dari tempat baekhyun berada.

"namaku oh sehun orang yang telah menyelamatkanmu tadi"

Baekhyun melakukan hal yang sama pada setiap orang yang tadi menyebutkna namanya sama seperti luhan juga suho.

"aku akan mengingat suara kalian semua"kata baekhyun dengan pandangan kosong yang terus tertuju kearah tersenyum tapi tidak dengan sehun yang merasa biasa saja.

.

.

"bolehkah aku kembali kerumahku?...aku takut eommaku akan khawatir karena kau tidak pulang...aku merasa aku sudah sembuh"tanya baekhyun kepada semua orang yang berada diruangan terliaht panik setelah mendengar pertanyaan dari baekhyun,dia menatap semua orang seolah berkata jangan.

"maaf baekhyun,kami tidak tau dimana rumahmu berada"jawab suho.

"nanti aku akan memberitahu dimana rumahku,aku pernah mendengar dari pelayan dirumahku tentang alamatku"semua orang saling tatap seolah saling bertanya apa yang harus dilakukan selanjutnya.

"tapi kendaraan jarang melewati tempat ini...sementara kami tidak memiliki kendaraan"

"memangnya kapan ada kendaraan lewat ditempat ini?"

"kami tidak tau pasti karena kami jarang memakai kendaraan"

"benarkah? Padahal aku ingin pulang,pasti eommaku panik sekarang karena aku tidak pulang"rauk wajah baekhyun berubah orang bertatapan kembali.

"kami akan usahakan kau akan pulang besok"kata suho,baekhyun terlihat sangat senang setelah mendengar ucapan suho.

"benarkah?"tanya baekhyun antusias.

"hm,sekarang tidurlah besok aku akan antar kamu pulang"mereka semua keluar meninggalkan tempat baekhyun berada.

Diluar kamar...

"apa kau yakin ge dengan keputusan yang kau ambil tadi...kalau dia pulang mungkin keadaanya jauh lebih parah"tanya tao takut.

"kalau ada apa-apa kita akan menyelamatkannya"mereka semua pergi dari tempat itu.

.

.

Keesokan harinya mereka mendapat sebuah kendaraan,tapi percayalah sebenarnya ini bukanlah sebuah kendaraan mereka belum pernah pergi mengunakan kendaraan menjelaska tentang hal yang baekhyun tumpangi ini.

"baekhyun,chanyeol akan kami tidak dapat menemanimu"kata lay.

"tidak kenapa-kenapa"ucap baekhyun sambil tersenyum.

Setelah itu baekhyun dan chanyeol pergi dari rumah milik suho mereka berdua sungguh canggung karena baekhyun sungguh belum mengenal suara ini ataupun merasakan bagaimana bentuk wajah dari dari namanya sepertinya orang ini yang menyelamatkanya dari hutan beberapa waktu yang lalu bersam dengan sehun.

"hm,baekhyun shi,dimana alamat rumahmu?"baekhyun tersadar dari khayalanya setelah chanyeol dengan suara khasnya bertanya kepada baekhyun.

"ah,alamatku di xxxxx"baekhyun menatap lurus kedepan dengan tatapan kososngnya"chanyeol shi,kenapa kau menyelamatkanku waktu itu?"chanyeol melirik baekhyun sejenak.

"memangnya kenapa? Apa kau tidak senang?"jawab chanyeol bukan seperti sebuah jawaban tapi terdengar seperti sebuah pertanyaan.

"bukan begitu aku senang kau meyelamatkanku tapi...lebih baik kau tidak meyelamatkanku"alis chenyeol terangkan sebelah bertanda dia tidak mengengerti apa yang baekhyun ucapkan.

"kenapa seperti itu?"

"aku merasa aku tidak dibutuhkan untuk hidup,tidak ada yang perduli padaku"baekhyun menundukan kepalanya.

"kau tau baekhyun shi,kita dilahirkan didunia bukan tanpa alasan hanya saja belum mengetahui apa alasan itu sebenarnya,tugas kita hanyalah mencari dan berusaha mencari alasan tersebut jadi sebelum kita menemukanya kita harus terus berusaha"baekhyun tersenyum mendengar balasan dari chanyeol.

.

.

Mereka sudah sampai di kediaman keluarga satu jam perjalan dari tempat mereka sudah berada digerbang rumahnya dengan menumpangi sebuah kursi roda otomatis,entah dari mana benda itu mendorong kursi roda itu kedepan pintu kediaman keluarga byun.

"chanyeol shi,kamu boleh pergi sekarang tidak perlu mengantarku untuk masuk lebih jauh...aku terlalu menyusahkanmu"kata baekhyun.

"apa kau yakin,aku tidak apa-apa untuk menbantumu aku tidak merasa kau menyusahkan"baekhyun menggeleng

"tidak,aku tidak mau menyusahkan siapapun lagi...pergilah!"chanyeolpun meninggalkan baekhyun setelah menekan bel rumah.

CKLEK

Suara pintu terbuka menyapa pendengaran baekhyun,baekhyun yakin orang yang membuka pintu itu adalah seorang pelayan paruh baya yang sudah lama bekerja untuk kelurga dari pelayan ini sangat dia kenal siapa dia,dia adalah pelaya setia pelayan itu terbelalak kaget setelah mendapat baekhyun ada di depan pintu.

"tu-tuan baek-baekhyun"katany tidak percaya

"apa kabarmu tuan lee"kata baekhyun sambil tersenyum.

"anda masih hi-"

"ada apa?"

"hah? Oh tidak apa-apa,pasti anda lelah tuan...sebaiknya anda istirahat dulu"

"tidak,aku tidak lelah...aku ingin bertemu eomma tuan lee,dimana dia sekarang"pelayan itu menbatu,haruskah dia memberitahu dimana nyonya besarnya sekarang berada.

"nyonya berada ditaman belakang tuan,apa kau ingin menemuinya?"

"hm,aku sangat merindukanya,ku harap dia juga merindukanku"pelayan lee tersenyum miris setelah melihat senyum tulus dari sang tuan nyonyanya merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh baekhyun sekarang,betapa kasihany dia melihat baekhyun yang sangat berkali-kali lipat membutuhkan kasih sayang orang tuanya malah dibenci dan ditelantarkan seperti baekhyun bukanlah anak kandungnya sendiri.

Mereka sudah sampai ditaman yang berada dibelakang rumah kediaman menyuruh agar pelayan lee untuk meninggalkanya,alasanya tidak ingin menyusahkan pelayan mendengar suara yang dia yakini milik sanng eomma juga milik sang adik.

"hahaha,eomma sepertinya dia bebar-benar sudah mati,aku senang tidak ada lagi pengganggu dirumah ini"baekhyun sekarang berada tidak jau dari kedua orang yang dia sayangi itu.

"iya chagi,pasti dia sudah dimakan binatang buas dihutan anak sial,dia memang pantas untuk mati"baekhyun terus bertanya-tanya apa yang mereka berdua bicarakan sekarang.

"eomma tau tidak?aku malu mempunyai hyung cacat seperti dia...dan dia sangat tidak tau diri dia mendekati kai segala,dia kira dia itu hebat bisa mengambil kai dariku"

"eomma yakin baekhyun tidak akan pernah bisa selamat,pasti dia bebar-benar mati sekarang...sekarang appamu juga sudah meninggal makanya jalan membunuhnya semakin mudah...pasti baekhyuntidak akan datang lagi kesini karena dia sudah mati"mereka tertawa bersama.

Deg!apa tadi yang baekhyun dengar benar jika eommanya ingin menbunuhnya?jadi yang menbuat baekhyun berada dihutan karena sang mungkin eommanya melakukan hal itu,baekhyun menggeleng untuk mengusir segala prasangka buruk tentang eommanya menyayanginya dia percahya hal itu,tidak mungkin orang yang baekhyun sangat sayng melakukan hal itu memundurkan kurrsi dorongnya dengan hati-hati agar kedua orang itu tidak menyadarinya.

Prak...

Baekhyun kalut sekarang,apakah dia baru saja menbuat sebuah benda refleks kedua orang itu melihat asal suara,mereka kaget setelah melihat ternyata baekhyun ada disana dia tudak mati.

"kau-"

"eomma,kenapa dia bisa disini?"baekhyun merutuki dirinya sekarang dia berhasil selamat sekarang?,baekhyun mulai berkeringat dingin.

"PENJAGA,CEPAT KEMARI!"datang para penjaga itu seteleh mendengar teriakan dari sang nyonya.

"KENAPA DIA MASIH ADA DISINI OH?!"para penjaga itu kaget setelah melihat sosok baekhyun yang berada tidak jauh dari baekhyun masih kaget dengan teriakan dari sang eomma

Terdengar suara riuh dari arah sang eomma dengan penjaga kediaman baekhyun,tapi kenapa ada suara tarikan pelatuk dari arah tembakan itu menggema di taman belakan rumah itu bersama teriakan dari para pelayan agar baekhyun segera pergi dari dari sana.

Apa yang sebenarnya terjadi?,kenapa ada suara tembakan disana?baekhyun semakin merutuki nasibnya karena dia tidak dapat untuk melihat situasi apa yang terjadi.

"a-apa yang terjadi?"dengan itu air mata baekhyunpun hatinya baekhyun merasa sebuah peluru meluncur kearahnya.

TBC...

Makasih buat para readers yang sudah mau membaca dan negeriview cerita amburadul dari saya ini.

Makasih juga buat dukunganya melanjutkan cerita aneh ini.

Nan saranghaeyeo

Anyyeong chapter depan

MUAH-MUAH