Not realy bed
Warning
Yaoi,typo,alur tidak jelas
Cerita ini murni milik saya
Happy reading
Chapter kemarin...
Terdengar suara riuh dari arah sang eomma dengan penjaga yang ada kediaman baekhyun,tapi kenapa ada suara tarikan pelatuk dari arah tembakan itu menggema di taman belakan rumah itu bersama teriakan dari para pelayan agar baekhyun segera pergi dari dari sana.
Apa yang sebenarnya terjadi?,kenapa ada suara tembakan disana?baekhyun semakin merutuki nasibnya karena dia tidak dapat untuk melihat situasi apa yang terjadi.
"a-apa yang terjadi?"dengan itu air mata baekhyunpun hatinya baekhyun merasa sebuah peluru meluncur kearahnya.
.
Chapter 3
Baekhyun sama sekali belum bisa mengerti apa yang sekarang terjadi tapi dia tau bahwa eommanya ingin menembaknya,baekhyun tau dari dulu eommanya sangat tidak menyukai baekhyun seakan menampik semua yang dilakukan eommanya kepadanya,bukanlah rasa benci tapi karena eommanya sangat menyayanginya jadi eommanya melakukan hal seperti ini,mungkin kali ini kenapa eommanya ingin membunuhnya kerena dia sudah sangat mencoba tegar toh kalau dia mati itu lebih baik dari pada mendengar ibunya selalu sedih dengan kelakuanya yang bukan salahnya.
"tao,segera balikan keadaan sebelum kita sampai ditempat ini...hal ini tidak boleh terjadi kalau tidak bisa tambah gawat"suara ini baekhyun sangat mengenalnya dia adalah orang yang mengantarkanya pulang tadi.
"chanyeol?"baekhyu merasa sekarang dia bukan lagi seperti duduk dikursi rodanya sekarang dia seperti berada digendongan seseorang,apakah dia ada digendongan chanyeol?
"baekhyun kau tidak apa-apa?"tanya chanyeol kawatir,dijawab dengan anggukan lemah dari baekhyun.
"gege lebih baik kita pergi sekarang kalau tidak pergi setelah lima menit semua orang akan kaget melihat kita disini"ucap tao
Baekhyun heran dengan apa yang terjadi saat ini,dia tidak lagi mendengar suara riuh itu lagi apa yang tengan baekhyun lewatkan,semua pertanyaan yang berada dibenak baekhyun tetaplah menjadi sebuah misteri untuknya.
"ayo kita pergi!"setelah itu ada asap hitam yang yang mengelilingi tubuh mereka bertiga lalu dengan ajaib mereka menghilang dari sana.
.
Baekhyun,tao dan chanyeol sudah berada di kediaman milik chanyeol cs,semua penghuni di tempat itu memekik khawatir yang melihat baekhyun digendongan chanyeol.
"yeol,apa dia tidak apa-apa?"suara khawatir milik suho menggema disana setelah melihat wajah baekhyun yang pucat.
"dia tidak apa-apa hyung tenang saja"balas chanyeol meyakinkan
"yeol,bisakah dia dibawa kekamar...aku akan memeriksa keadaanya takut dia kenapa-kenapa"kata seorang namja manis yang bernama yixing atau lay.
"baiklah"mereka semua masuk kedalam ruangan itu sambil memandang khawatir tapi sepertinya tidak dengan kris dia lebih memilih pergi dari pada melihan baekhyun.
"gege kau mau kemana"tanya tao karena melihat kris pergi.
"aku tidak mau melihatnya,orang badoh itu"katanya.
"apa kau tidak hawatir padanya?"
"dia bodoh dari dulu sampai sekarang"kris pergi setelah mengatakan semua tersenyum kecil melihat kris yang terlihat cuek tapi ada sebuah rahasia didalamnya
"kau tidak berubah gege"tao tersenyum kecil setelah kris benar-benar pergi.
.
Lay sedikit menarik baju berlengan panjang yang dikenakan baekhyun sejak kemarin,dia melihat ada yang aneh di sana tangan baekhyun terdapat sebuah tanda kebiruan seperti tanda itu dibuat belum terlalu lama.
Stelah itu lay melihat semua orang yang ada disana dengan pandang mata yang sulit diartikan tersirat dari mata matanya berubah menjadi kebiruan.
"lay hyung,ada apa sebenarnya?"tanya chanyeol khawatir
"sebaikanya kalian semua pergi dari sini aku ingin memeriksanya dengan pribadi setelah ini aku akan memberitahukan pada kalian,mengerti!"
Walaupin mereka sempat ingin protes tapi melihat dari mata lay yang berubah tadi,merekapun memutuskan untuk menurut dan meninggalkan lay bersama dengan baekhyun didalam.
"baekhyun bolehkah aku membuka pakaianmu?"tanya lay sembari mendudukan tubuhnya dipinggiran kasur yang ditiduri oleh baekhyun,baekhyun mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan lay.
Lay mulai membuka baju baekhyun dengan perlahan sambil berharap bahwa yang dia khawatirkan itu tidak pernah pakaian baekhyun terlepas sepenuhnya dari tubuhnya,ternyata yang lay khawatirkan benar terjadi.
"a-apa kau tidak merasa sakit dengan semua luka ini?"mata lay tersirat kesedihan yang mendalam setelah melihat seluruh tubuh baekhyun yang dipenuhi bekas luka pukulan dengan tanda biru yang belum menghilang yang paling parah ada bekas luka yang yang cukup besar dipunggung sebelah kanan hingga kelengannya lay tau itu bekas siraman air baekhyun hidup dengan luka yang bersarang ditubuhnya seperti ini.
"jika eommaku senang,rasa sakit ini tidak akan berasa perih tapi hatiku tetap merasa sakit"kata baekhyun bersama dengan air mata yang menetes dari mata indahnya.
"bolehkah aku menyembuhkanya?"baekhyun kembali mengangguka,kemudian lay mengarahkan telapak tanganya dipunggung baekhyun kemudian sebuah cahaya hijau muncul dari telapak tangannya
'kenapa kau seperti ini sekarang?bahkan sekarang kau lebih menyedihkan dari pada yang dulu'
Skip
Chanyeol,tao luhan bersama suho menunggu dengan cemas diluar,kenapa lama sekali lay memeriksa keadaan baekhyun didalam? Setelah sekian lama menunggu lay pun keluar dari kamar tersebut.
"bagaimana keadaanya lay?"tanya luhan dengan wajah was-was
"keadaanya parah sekali,kalian pasti tidak akan percaya bahwa dia sering disiksa oleh eomma kandungnya sendiri...dan baekhyun seperti tidak perduli dan terlihat baik-baik saja dengan menanggung luka fisik dan luka hatinya sendirian tanpa sandaran yang ada disisinya"ucap lay panjang lebar lalu menghela nafas"sepertinya 'dia' benar-benar ingin membalas dendam padanya dengan perlahan dengan menggunakan keluarga baekhyun yang sekarang"
"brengsek!"ucap chanyeol geram
"tapi baekhyun sudah bersama kita sekarang kita hanya perlu mencegah hal yang menakutkan itu terjadi...ini keinginan baekhyun yang harus kita penuhi dan kita harus menjaganya agar terus seperti ini"kata suho.
"sudah jangan berisik disini,baekhyun sedang tidur sekarang"kata lay,mereka semua mengangguk lalu meninggalkan ruangan itu tapi sepertinya chanyeol tidak ingin pergi
"hyung aku ingin menjaganya"wajah chanyeol terlihat sangat murung dan berusaha tersenyum walaupun tersenyum tipis,mereka semua mengangguk dan meninggalkana chanyeol
"dan dimana lagi kris sekarang,kenapa dia sungguh menjengkelkan"kata luhan
"sepertinya dia bersama sehun,gege"kata tao sambil terlihat berfikir.
"aish... mereka itu sungguh merepotkan dasar tiang"setelah itu luhan pergi dengan menghentak-hentakan kakinya"oh ya,sehun sejak tadi tidak terlihat kemana lagi anak nakal itu kalau aku menenukannya aku akan memberinya pelajaran"
.
Chanyeol terus menatap wajah damai milik baekhyun yang chanyeol mengusap surai kecoklatan milik baekhyun dengan sayang sambil tersenyum tulus,dia ingin menjaga baekhyun mulai sekarang dia tidak ingin kejadian yang kemarin terjadi menimpa sosok lemah sekarang dia akan menjaga baekhyun walau apapun yang terjadi.
"baekkie,aku tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu dengan cara seperti ini...sekarang kau terlihat sangat rapuh harusnya waktu itu aku menghentikanmu melakukan hal bodoh itu yang membuatmu seperti ini"wajahnya tersirat sebuah penyesalan mendalam.
.
Ditempat lain,tepatnya diruang tengah kediaman tersebut semua anggota rumah sedang berkumpul kecuali chanyeol yang tidak bisa bergabung karena sedang menjaga sepertinya mendiskusikan sesuatu yang penting terlihat dari rauk wajah mereka yang terlihat serius.
"apa benar kau bertemu denganya,hunie?"kata luhan dengan rasa penasaran yang sangat menguasai hatinya.
"hm,aku bertemu denganya tadi dan dia terlihat tidak jauh dari sini"kata sehun dengan sedikit menunduk.
"apa yang kalian bicarakan?apa ada hubunganya dengan baekhyun?atau...kalian masih berhubungan sampai sekarang"kata suho sambil menatap sehun yang sejak tadi memainkan jari-jarinya.
"di-dia memang berbicara tentang baekhyun hyung tadi...tapi sepertinya tidak terlalu penting...dia menanyakan keadaan baekhyun itu saja"
"dan kau memberitahukan padanya keadaan baekhyun sekarang?"kata luhan.
"tidak,aku tidak mengatakan padanya tentang baekhyun sama sekali"
"sejak dia pergi ternyata kalian masih berhungan sampai sekarang,pasti dia sedang merencanakan sesuatu yang tidak baik dan memanfaatkanmu sehun,seharusnya kau tidak lagi berhubungan dengannya dia itu orang jahat"suho menatap sehun yang sekarang melirik kearahnya.
"kalian tidak mengerti tentang dia sebaiknya kalian tidak mengatakan hal seperti itu...dia tidak seburuk yang kalian bayangkan"sehun sekarang mengangkat kepalanya hingga menatap semua hyungnya.
"tapi dia telah melukai baekhyun hingga menjadi seperti ini!"lay sekarang naik darah.
"itu semua kesalahan baekhyun hyung!coba dia tidak menerima perintah itu...pasti aku dan dia hidup tenang dan bahagia sekarang yang menjadi seorang manusia dan tidak menjadi mahluka abadi seperti ini yang bahkan aku sekarang tidak bisa mati dan terus merasakan sakit selamanya entah sampai kapan berakhir,kalian tidak boleh mengatakan seperti itu dia seperti ini juga karena kalian! Hyung harus ingat itu"semua orang melihat sehun yang marah seperti ini hanya terdiam,ini pertama kalinya sehun terlihat marah seperti itu mereka tidak tau akan mengatakan apa karena ucapan sehun tidak itu angin kencang berenbus disana dan sosok sehun menghilang bersama dengan hilangnya angin disana.
"memang benar semua ini salah kita,mereka jadi seperti ini"kata suho sambil melihat langit-langit dengan tatapan sendu.
.
Baekhyun sepertinya sudah bangun terlihat dari tangannya yang meraba-raba kasur yang dia tempati,entah apa yang baekhyun yang melihat baekhyun sedang mencari sesuatu kemudia mendekati baekhyun yang juga membawa nampan yang berisi banyak makanan lalu nampan itu diletakan dimeja nakas yang ada di sebelah kasur milik baekhyun.
"kau sedang mencari apa?"suara chanyeol menggema diruangan itu.
"cha-chanyeol?aku kira aku dimana,ternyata aku masih disini...aku jadi tenang"kata baekhyun sambil tersenyum dan tidak meraba-raba lagi.
"kau kira kami membuangmu begitu"kata chanyeol dengan terkekeh.
"tidak,aku hanya..."
"sudahlah lebih baik kau makan,coba lihat tubuhmu itu jelek sekali"kata chanyeol dibalas baekhyun dengan mempoutkan mengambil nampan yang tadi dia letakan di meja nakas dan menaruhnya di depan baekhyun.
"arra!"chanyeolpun menyuapi baekhyun dengan seksama,baekhyunpun hanya menurut saja kepada chanyeol."baekhyun setelah kau selesai makan aku akan mengajakmu jalan-jalan,mau?"
"benarkah?ne aku mau"senyum itu terukir jelas diwajah baekhyun.
.
Mereka berdua sedang berada dikebun belakan rumah terlihat senang setelah mendengar penjelasan dari chanyeol bahwa dikebun ini begitu banyak bunga yang tumbuh dengan indah disana,baekhyun menjadi mengingat bahwa dirumahnya juga beditu banyak sering menghabiskan waktu dikebun milik keluarganya itu apa lagi jika sudah mamasuki musim panas baekhyun pasti betah berlama-lama menghirup wangi bunga yang begitu harum,apalagi dengan bunga setelah ayah baekhyun meninggal dia tidak pernah lagi mengunjungi kebun tersebut karena larangan dari sang eomma.
"apa kau mau aku petikan satu bunga yang ada disini?"tanya chanyeol baekhyunpun mengangguk lalu chanyeol saat chanyeolpun kembali dan memberinya setangkai bunga.
"apa ini bunga mawar?"tanya baekhyun
"dari mana kau tau?"
"harumnya begitu indah,juga sangat khas aku sangat menyukai bunga ini"
"kau tau,tidak selamanya bunga yang harum itu terlihat indah...kau tau setiap bunga mawar memiliki duri yang bisa saja menyakiti mau atupun tidak mau"kening baekhyun berkerut,dia tidak mengerti apa yang sebanarnya chanyeol bicarakan.
"mawar memiliki duri?apa itu benar?"kata baekhyun tidak percaya perkataan chanyeol yang mengatakan bunga mawar berduri"bunga mawar ini tidak berduri"sembari mengelus mawar yang ada di tanganya sambil memiringkan kepalanya.
"itu mawar yang sudah dihilangkan durinya makanya tidak berduri,bisa gawat kalau masih berduri... nanti ada yang terluka karena durinya dan tubuh kita pun mengeluarkan darah,dan itu sakit"jawab chanyeol sambil terkekeh pelan atas kepolosan baekhyun.
"darah?apa itu?"kata baekhyun penasarang dengan kata yang sangat asing menurutnya.
"kau tidak tau?"baekhyun menggeleng kepalanya pelan"darah itu ada dalam tubuh kita jadi...kalau tubuh kita terluka maka darahpun akan keluar dan jika darah keluar tubuh kita terasa sangat sakit"chanyeol berjongkok hingga mensejajarkan tingginya dengan baekhyun.
"apa darah itu sama dengan setangkai mawar merah ini,yang indah tapi menyakitkan"chanyeol mengusap pelan puncak kepala baekhyun.
"mawar dan darah berbeda kalau mawar masih memiliki keindahan tapi darah itu menakutkan dan lebih baik kau tidak pernah melihatnya atau kau akan sangat ketakutan"chanyeol kembali berdiri ingin melanjutkan jalan-jalanya.
"chanyeol hyung,suho memanggilmu katanya ada urusan penting"tiba-tiba sehun terlihat bersalah karena harus menghentikan jalan-jalan yang baru berlangsung belum lama,sehun melihat raut penyesalan dari chanyeol segera mendekat dan mengambil alih kursi roda yang digunakan oleh baekhyun"biar aku saja yang mengajak baekhyun hyun berjalan-jalan pergilah"
"baekhyun tidak apa-apa kau ditemani sehun ne"
"hm,pergilah!"chanyeolpun pergi.
"sehun jaga dia baik-baik ne!"
"arraseo!"
.
Mereka berjalan-jalan ditempat yang berbeda tapi masih sekitar taman belakan,mereka sekarang berada di taman bunga jenis yang berbeda.
"sehun apakah bunga disini sangat banyak,kalau aku bisa melihat aku akan sangat berada ditempat ini,tapi...aku bu-"
"hyung tidak usah memikirkan hal itu kami pasti akan menjadi matamu hyung tenag saja"kata sehun tersenyum kecut
"aku minta maaf sudah merepotkan kalian?"
"kami tidak merasa kau-"ucapan sehun terhenti begitu juga dengan dorongan pada kursi roda baekhyun.
"sehun kau tidak apa-apa?"baekhyun terlihat gelisah setelah merasakan sehun tidak lagi mendorong kursi baekhyun mendengar suara yang tidak asing ditelinganya menyapa mereka.
"kita bertemu lagi ne,sehun"kata orang itu
"kenapa kau kesini?kau sudah bilang tidak akan kembali ketempat ini lagi...aku sudah mengatakan padamu untuk mengubur semua masa lalu yang menyakitkan itu dan hidup seperti manusia sesungguhnya jangan lakukan itu,kumohon!"kata sehun untuk orang itu.
"kenapa kau menyuruhku untuk mengubur semua itu hunie?bukankan kau juga membenci orang itu sama sepertiku tapi sekarang kenapa kau berubah?apa kau lupa dia yang membuat kita terluka!"
"dia sudah menebusnya dimasa lalu,tidak perlu lagi kita untuk membalasnya ini sudah berakhir...hentikanlah kau juga akan terluka nantinya begitupun aku aku meminta ini karena aku sangan menyayangimu,tolonglah berhenti dan pergi dari sini!"orang itu marah sekaligus menyeringai.
"maaf aku tidak bisa menurutimu kali ini,karena dia mati begitu saja saat itu dan orang itu berada dihadapanku jangan harap aku kan berhenti..aku akan membuatnya menyesal karena hidup kembali"
"JANGAN LAKUKAN ITU AKU mo-hon k-"tubuh sehun jatuh merasa sehun jatuh tidak bisa melakukan apa-apa.
"s-sehun k-kau k-kenapa?"baekhyun takut sekarang,terlihat dari badannya yang bergetar hebat.
"hyung lama tidak bertemu hm"katanya sambil menyeringai
.
Ditempat lain chanyeol merasakan ada yang sangat mengganjal hatinya tentang baekhyun tapi semua itu mencoba dia tepis karena disana ada sehun,chanyeol percaya sehun akan menjaga baekhyun dengan baik.
"tidak akan terjadi apa-apa,aku percaya itu"kat chanyeol sambil mengusir kebimbangan dalam hatinya.
TBC
Kyaaa akhirnya selesai juga ff aneh ini,gimana?maaf banyak typonya mia sudah berusaha keras supaya tidak ada kata yang hilang juga tapi kalau ada maaf ne,karena mia hanyalah manusia biasa.
Saya juga nggak bisa membalas review kemarin hari ini,mian lagi tapi chanyeol itu memang bukan manusia melainkan sesuatu yang memiliki kekuatan tapi disini mereka pada bisa transportasi.
Makasih yang udah mau meriview cerita aneh ini dan menbosankan ini,thank's
Saranghae buing*tring*muah-muah
