Yuuri update lagi ~(n 0 n)~ Arigatou minna-san yang udah review dan baca fic gaje ini (n.n) Hope you like it^^
.
.
My fic
Hiro mashima
.
.
Who are you?
Chapter 2 : Change?
.
Lucy terbangun dari tidur malamnya dan mulai membiarkan chaya mentari manmpakkan diri padanya. Lucy duduk sambil mengucek-ngucek matanya. Lucy turun dari tempat tidurnya, berjalan menuju jendela yang masih ditutupi oleh gorden mewahnya.
Lucy membuka gordennya, membiarkan labih banyak cahaya lagi memasuki kamarnya. Lucy kembali berjalan menuju tempat tidurnya dan merebahkan diri di atas benda empuk itu.
"Masih pagi… Hoam…"
Tiba-tiba Lucy membelalakkan matanya dan segera berlari menuju kamar mandi. Ia membersihkan tubuhnya jauh lebih cepat dari biasanya. Lucy memakai seragam SMA nya lalu mengambil tas miliknya.
Dengan cepat ia berlari ke lantai dasar rumahnya dengan tergesa-gesa, tampak Virgo sedang menyiapkan makanan untuknya seorang. Lucy segera mengambil salah satu roti selai kacang yang sedang dirapikan oleh Virgo letaknya.
"Mana ibu dan ayah?" Tanya Lucy sambil berlari di tempat. Virgo menatap Lucy datar lalu mengatakan bahwa orang tua Lucy berpesan bahwa mereka akan pergi keluar kota selama seminggu, ada urusan mendadak. Lucy mengangguk mengerti lalu berlari menuju gerbang rumahnya.
"Ada apa dengan hime? Ini kan hari minggu!" Ujar Coco tiba-tiba menampakkan dirinya di belakang Virgo. Virgo mengangkat bahunya lalu berbalik menuju dapur.
Lucy merutuki dirinya sendiri karena memiliki taman seluas ini, ia kan jadi terlambat untuk ke sekolah! Lucy mengunyah roti itu dengan cepat hingga habis tak bersisa. Gerbang terbuka lebar, pertanda ayah dan ibunya baru saja pergi.
Lucy tak mau menunggu Loke untuk mengantarkannya, jadi Lucy memutuskan untuk berlari menuju terminal yang tak jauh dari sana. Sesampainya Lucy di terminal, Lucy dapat melihat banyak orang yang juga menunggu bus, sama sepertinya. Lucy segera melihat jam pemberian ayahnya.
Lucy menghela nafas lega, beruntung masih ada 15 menit lagi sebelum masuk pikir Lucy. Lucy tersenyum senang ketika melihat satu bus mendatangi terminal itu. Lucy segera naik dan duduk di dekat jendela. Bus menuju sekolah lama perjalanannya adalah 10 menit. Jadi mungkin, ia bersantai sebentar sambil melihat jalan raya kota.
"Oi, bisakah kau menyingkirkan wajahmu dari jendela? Aku juga ingin melihat pemandangan itu" Tegur seseorang yang duduk disebelah Lucy. Suara itu sepertinya sangat Lucy kenal, Lucy menoleh kesampingnya untuk melihat si pemilik suara.
"NATSU?!" Sahut Lucy, Natsu yang merasa namanya disebut juga melihat ke arah Lucy. "LUCE?!" Mereka berdua saling melemparkan pandangan. Lama-lama tatapan mereka berubah menjadi tajam sehingga orang-orang disekitarnya merinding melihat aura mereka.
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Bukan urusanmu! Setiap hari aku juga menaiki bus ini!"
"Lalu apakah aku harus peduli?!"
"Oh… Sejak wajahmu berubah, kau menjadi berani melawanku, ha?"
"Berubah, berubah, memangnya aku power rangers?"
Mereka berdua saling melemperkan kata-kata sampai akhirnya seseorang melerai pertengkaran mereka berdua dan menyuruh mereka untuk diam sejenak. Lucy melihat Natsu dari ekor matanya lalu menghela nafas panjang.
'Kenapa aku bisa satu bus dengannya?!' Batin Lucy. Tiba-tiba Lucy merasakan seseorang menginjak sepatunya, dengan reflex Lucy segera melihat kakinya. Lucy melihat ke atas trus hingga tampaklah sang pemilik kaki. Dengan kaki yang satunya, Lucy menginjak kaki Natsu yang menginjak kaki kanannya. Dengan kesal, Natsu membalasnya dengan kaki yang satu lagi.
"Haha! Aku menang!" Ucap Natsu sambil tertawa puas. Lucy mengambil bukunya yang paling tebal yaitu buku biologi yang terbalnya 500 halaman dan memukulnya ke arah kepala Natsu. "Sepertinya aku yang memenangkannya, Dragneel!"
Natsu mengusap-usap kepala yang baru saja kena buku yang rasanya seperti batu lalu meraih ikat rambut Lucy yang dipakai Lucy untuk mengikat sebagian rambutnya. Menyadari hal itu, Lucy segera melihat Natsu yang tersenyum puas.
"Aku pegang dulu, sebagai jaminan" Ucap Natsu menyimpan ikat rambut Lucy ke dalam tasnya lalu berlari keluar bus. Lucy baru menyadari bus itu sudah berhenti di depan sekolahnya. Lucy segera berlari menuruni tangga bus lalu berlari mengerjar Natsu. Tapi saat ditengah aksi pengejaran, Natsu tiba-tiba terdiam sambil melihat lapangan basket.
Lucy berhenti di samping Natsu lalu melirik ke arah yang Natsu pandang. "Ada apa?" Natsu menunjuk para pemain basket yang sedang berlatih untuk kejuaraan meinggu depan. Lucy memiringkan kepalanya sedikit.
1 menit… Loading
3 menit… Loading
5 menit… Loading
"Klub basket latihan pagi-pagi hanya pada hari minggu! Berarti… sekarang hari minggu!" Teriak mereka bersamaan. Lucy mencubit pipi Natsu dan begitu pula Natsu. Mereka saling mencubit pipi yang ada di sebelahnya.
"Ini bukan mimpi!" Teriak mereka lagi, bersamaan. Natsu menoleh pada Lucy dan begitu juga Lucy, mereka saling bertatapan heran.
"Bagaimana bisa kau salah hari?"
"Kau juga! Bagaimana bisa?"
Mereka saling melepaskan cubitan mereka, Lucy hanya diam di tempat sedangkan Natsu berlari menuju sekolah. "Natsu!" Panggil Lucy, Natsu tidak mendengarnya, ia terus berlari hingga akhirnya Lucy memutuskan untuk mengejarnya.
Lucy berhenti di depan kelasnya, melihat Natsu membuka laptopnya, Lucy juga memasuki kelas. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Lucy. Natsu melirik Lucy sebentar lalu kembali memfokuskan pikirannya pada laptopnya. Lucy mendengus kesal lalu berjalan menuju tempat Natsu duduk dan duduk di sebelahnya.
'' itulah yang diketik oleh Natsu pada kolom address browsernya. Lucy tetap diam dan melihat semua yang Natsu lakukan. Lucy tidak dapat melihat nama akun Natsu karena ditutupi banyak pemberitahuan.
"Wi-fi sekolah, seharusnya dimanfaatkan, kan?" Ucap Natsu tiba-tiba, memecahkan keheningan di antara mereka berdua. "Itu karena kau tidak punya pulsa modem lagi, kan?" Ejek Lucy sedangkan Natsu meliriknya dengan amarah.
"Diam atau aku pukul kau dengan laptopku!"
"Coba saja kalau bisa!"
PUUK!
Natsu memukul Lucy dengan laptopnya, beruntung laptop itu tidak rusak tapi sepertinya kepala Lucy yang mulai error. "Itu akibatnya menentang Natsu Dragneel!" Ujar Natsu. Lucy mengusap-usap kepalanya sambil meringis kesakitan.
"Kau masih membully-ku, Natsu… Aw…" Lucy terus mengusap bengkak di kepalanya. Natsu lama kelamaan menjadi tidak tega lalu ikut mengusap-usap bagian kepala Lucy yang sakit. "Maaf" Ucap Natsu singkat. Lucy yang menyadari Natsu yang ikut mengusap pelan lukanya mulai blushing lalu menendang Natsu menjauh darinya.
"Jangan pegang-pegang kepalaku!" Seru Lucy, Natsu berjalan sambil memegangi pinggangnya menuju laptopnya. "Sudahlah, kau mengangguku, Luce"
Natsu tampak sedang chat dengan akun seseorang. Lucy melirik percakapan mereka secara disengaja, Natsu membiarkan Lucy melihat percakapannya bertujuan untuk membanggakan dirinya pada Lucy.
'Genki desuka, Key-san?^^'
'Rupanya kau sudah mengganti nomor kodemu, Lisanna'
'Ayolah, jangan panggil aku dengan nama asli, Natsu-san^^'
'Hehe kita memang sudah lama kenal, kan?'
'Memang benar tapi… Aku menjadi kurang enak…'
'Kenapa? Kau kan sudah resmi menjadi pacarku kemarin, kan?'
'iya^^'
"Key? Apa nama akunmu, Natsu?" Tanya Lucy tiba-tiba, Natsu melihat Lucy dengan malas. "Bukan urusanmu" Jawabnya singkat lalu mulai mengetik lagi.
"Lalu apa yang menjadi urusanmu?"
"Membully-mu hehe"
Lucy menjitak kepala Natsu dengan keras hingga pamuda itu merintih kesakitan dibuatnya. "Baiklah… Nama akunku di awali dengan kata yang berawal dari huruf F dan 3 huruf sesudahnya ditambah Key dibelakangnya. Mengerti?"
'Bukan… Dia bukan FlameKey000, karena FlameKey memiliki 4 huruf sesudah F' Pikir Lucy, Natsu menoleh pada Lucy sambil menyeringai.
"Tentang tantangan kemarin, aku menang! Karena sekarang aku sudah pacaran!" Ucap Natsu.
"Aku juga sudah pacaran kok!"
"Aku pacaran di Mennow!"
"Aku juga!"
"Dengan?" Tanya Natsu yang penasaran.
"Nama akunnya adalah FlameKey000, masalah?"
Natsu tertawa kecil lalu melirik pada Lucy yang tampak kesal padanya. "Aku yakin dia itu terlalu bodoh mau berpacaran denganmu hehe"
BLEETAKK!
Natsu sudah berada di ujung ruangan dengan kondisi menggenaskan sekarang. Tapi di dalam pikiran Natsu ada yang mengganjal.
'FlameKey000?'
|||000|||
Hari ini hujan cukup deras, Lucy terdiam untuk waktu yang cukup lama sambil melihat hujan yang terus berjatuhan dari langit. Natsu sudah pulang duluan tadi, karena ada sedikit urusan, Lucy harus berdiam diri sebentar di sekolah.
Sekarang ia terjebak hujan, Lucy melirik jam miliknya lalu mendengus kesal. Sudah jam 6 sore! Lucy menoleh kiri-kanan, berharap ada seseorang yang ia kenal saat ini. Tiba-tiba ia melihat seseorang menggunakan sepeda motor berhenti di depan Lucy. Orang itu melepaskan helm-nya lalu mengulurkan tangannya pada Lucy.
"Perlu tumpangan?"
.
.
.
Gimana?^^ Ya udah Yuuri hanya bisa bilang, Arigatou Minna-san dan…
Review, please
.
Arigatou,
Ryushizaki Yuuri
