"ONE MISTAKE"

-= Sherry Dark Jewel Present =-

Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang..

Rate : M

Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk..

Genre : Adventure/Friendship/Romance(bakal lama)/Family

Warning : OOC, AU, Abal, typos bertebaran di mana-mana, alur bosenin, geje kayak yang nulis, dan entahlah,,

Summary : Apa yang kalian lakukan padaku? Kalian gila, kalian jahat, kalian tak punya perasaan. Kalian.. intukah yang namanya keluarga? Tidak kalian bukan siapa-siapa lagi akan datang lagi pada kalian. Aku akan membalas semuanya, semua yang kalian lakukan padaku. Tak sadarkah kalian? Kalian telah melahirkan seorang monster.

.

Don't Like Don't Read…oke..^^

.

Chapter 2

.

Yoshi terbangun dari tidurnya karena suara dering dari ponselnya.

"Moshi-moshi"

"…"

"Kenapa kau menelponku pagi-pagi Shiji.." geram Yoshi marah.

"…"

"Ah.. benarkah? Uangnya sudah padamu?" seringai Yoshi melebar saat mendengar ucapan Shiji di telfon.

"…"

"Oke.. aku akan menemuimu nanti sepulang sekolah.."

"…"

"Bye.." Yoshi memutup telfonnya dengan seringai diwajahnya.

.

-= Yuki Jeje =-

.

Tsuna terbangun, ia memandang sekitarnya. 'kamar ini' ia ingat apa yang terjadi. Lalu ia mendudukkan tubuhnya yang telanjang. Tsuna meringis sakit, saat tubuh bawahnya ia paksa duduk. "Ugh.."

"Kau sudah bangun Pet.." tanya suara yang berasar dari arah pintu yang terbuka. Tsuna memeluk lututnya takut. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, ia hanya terisak.. ia takut.. Teru berjalan mendekati tubuh Tsuna.. lalu menampar wajah Tsuna yang terisak hingga ia berbaring lagi di ranjang. "Diam kau.. kau adalah pelayanku.. hewan peliharaanku.. aku yang menentukan kapan kau menangis.. dan kapan kau merintih.. bahkan aku yang menentukan kapan kau mati" desis Teru marah.

"A-a-ku.. Maaf.." gumam Tsuna lirih, ia berusaha mendudukkan dirinya lagi dengan susah payah.

Teru mencekik Tsuna yang sudah duduk menyudutkannya di kepala ranjang. "Dan Pet.. kau harus memangilku Master.. dan melakukan apapun yang ku inginkan.. jika kau bisa menjadi Pet yang baik.. aku akan memberikan apapun untukmu.."

"Ba-bai-k Mas-ste-rr.."

"Pet..Pintar.." Teru tersenyum memandang tubuh kecil yang tak berdaya itu. "Dan bersiaplah Pet.. bukankah kau ada sekolah hari ini? atau kau ingin disini saja dan menghisap Penisku?"

"S-ssa-ya ingi-n se-kola-h.. Mas-ter.."

"Hemm.. Baiklah..Pet.. Supir akan mengantarmu nanti.." Tsuna sekarang hanya bisa pasrah. Ia tak bisa berbuat apapun.

.

-= Yuki Jeje =-

.

Tsuna turun dari mobil Ferari Merah yang mengantarnya. Mengucapkan terima kasih pada Pak Yamashita-Supir yang tadi mengantarnya. Tsuna melangkahkan kakinya.. ia tak terlambat hari ini.. sungguh sebuah rekor..

Teman-temannya-ah maksudku para murid lainnya penasaran..mengapa..Dame-Tsuna berangkat tak terlambat.. dan Mobil siapa yang mengantar Tsuna.. mereka berbisik-bisik membicarakan itu, menebak-nebak apa kemungkinan jawaban dari semua pertanyaan mereka.

Semua masih seperti biasa manganggunya.. mencemoohnya.. dan dia pun hanya diam menerima hal itu.

Hari ini tak banyak yang terjadi di sekolah. Masih dengan cemoohan dan hinaan yang Tsuna dapat dari murid-murid lainnya. Yoshi pun tetap bersikap seperti biasa. Disekolah Tsuna masih memikirkan apa yang dikatakan orang tua itu padanya tadi pagi.

Flashback

"Hemm baiklah.. kemarilah pet…" pinta Teru yang sekarang duduk disofa single yang ada didekat ranjang. Tsuna yang takut pun mau tak mau menuruti permintaan Teru. "Duduklah.." ucap Teru sambil menepuk pahanya. Tsuna pun menurutinya. Tubuhnya yang telanjang itu sekarang telah ada dipangkuan sang Master. Dan Masternya hanya mengenakan celana piyama berwarna hijau.

Teru mengelus kepala Tsuna lembut. Lalu turun menuju dahi, mata, hidung dan terakhir bibir Tsuna. "Mas-te-r.."

"Pet.. Kau manis" Teru menjilat bibir Tsuna seduktif. Tsuna hanya mengerang pelan.

"Mas-ter.. bo-bole-h kah saya berta-nya..se-su-atu?" tanya Tsuna ragu. Ia sangat takut pada Teru.

"Hemm.. aku akan menjawab pertanyaanmu" bisik Teru pelan didekat telinga Tsuna. Membuat Tsuna merinding. "Tapi ada syaratnya" Teru lalu menjilat telinga Tsuna. Tsuna menutup mata dan mengigit bibirnya menahan erangan.

"A-ap-a i-tu.. Masterr..?"

"Kau harus mandi bersamaku pagi ini…" desis Teru. Tubuh Tsuna menegang. Tapi ia hanya menganguk mengiyakan. Hanya Teru yang bisa menjawab pertanyaannya sekarang. "Pet pintar.." Teru lalu mencium bibir mungil Tsuna ganas. Dan Tsuna hanya bisa mengerang. Ciuman pun berakhir setelah lima menit. Pandangan Tsuna sayu, Teru yang melihat itu hanya menyerigai. "Pet.. kalungkan tanganmu ke leherku dan kakimu ke pinggangku" titah Teru dan Tsuna hanya diam menuruti perintah Teru. Lalu mereka masuk ke dalam kamar mandi yang ada dikamar itu.

LIME.. BUKAN LEMON KOK.. TENANG AJA.. BAGI YANG GAK MAU BACA..

SKIP AJA YA.. BENTAR DOANG KOK ^^.

Mereka telah tiba di bakmandi. Tsuna diturunkan disana. Tubuh mungil Tsuna Teru rebahkan dalam bak mandi yang hanya terisi setengah. Lalu Teru pun kembali menindih tubuh mungil itu setelah melepas celana piamanya yang membuat Tsuna dapat melihat jelas penis Teru yang mulai menegang. "Master.." Tsuna mulai ketakutan sekarang.

"Tenang Pet.. aku tak akan memasukimu sekarang.. aku hanya meminta kau memuaskanku dengan mulutmu.." Teru lalu mencium ganas Tsuna. Lidahnya ia masukkan kedalam mulut Tsuna yang mungil. Lidah Teru memaksa lidah Tsuna bertarung didalam mulut Tsuna. Tsuna sadar bahwa ini lebih baik dari pada ia melawan. Jika ia melawan bisa-bisa ia akan tertahan seharian di kamar dengan panis Teru yang menghujam lubangnya tanpa mengenal waktu.

Tsuna akan mencari cara agar ia terbebas dari ini semua. Tapi ia harus mencari tahu semuanya dahulu. Ia tak bisa berbuat nekat yang hanya akan membuatnya tak selamat dari orang tua berengsek macam Teru.

Kedua kaki Teru mengangkangi Tsuna mereka masih berciuman panas. Lalu tangan kanan Teru mengunci kedua tanagn Tsuna di atas Tsuna. Lalu tangan kiri Teru mengangkat kaki kanan Tsuna.

"Ehgg… emnnn.. uhmmm…"

Setelah puas bercumbu panas dengan Pet manisnya. Teru lalu melepas ciuman mereka. Lalu teru mendudukkan tubuhnya di ujung Bak mandi yang bersebrangan dengan tempat Tsuna tergeletak, masih terengah karena ciuman Teru. "Pet.. kemari dan hisap penisku"

Tsuna hanya mengangguk lalu merangkak mendekati penis Teru yang sudah berdiri menantaing ingin dihisap. Bibir mungil itupun menghisap Penis itu dengan bantuan kedua tangan Tsuna yang mengocok sisa penis yang tak dapat masuk kemulutnya. Tsuna masih ingat apa yang diajarkan Teru padanya kemarin malam. Meski ia didalam pengaruh obat perangsang. Tapi entah kenapa ia mengingat semua itu. tubuhnya seperti bergerak sendiri kemarin malam.

"AHg.. Pintar.." tangan Teru mengelus surai coklat Tsuna. Tsuna masih menghisap penis Teru. "Yah.. Seperti itu.. Pet..." dasisan bahagia mengalun dari mulut Teru. Hingga beberapa saat kemudian penis Teru pun berkedut ingin mengeluarkan cumnya. Tsuna akan melepas penis Teru dari mulutnya, tapi ditahan olet Teru. "Telan itu Pet.."

"Ughh…" Tsuna pun menelan Cum yang dikeluarkan Teru dalam mulutnya. Lalu melepas penis Teru dari mulutnya.

LIME END

Teru kembali mengelus surai Tsuna lembut. "pet.. duduk lah kemari..' tiah Teru lagi. Sambil menepuk tempat kosong yang ada diantara pahanya yang terbuka. Tsuna pun menurut. Ia mendudukan diri didepan Teru. "Katakan Pet.. apa yang ingin kau tanyakan?"

"Ano.. Mas-ter.. Si-sia-pa yang men-jualku?" tanya Tsuna memasang tampang memelas. Teru tersenyum lalu mengelus pipi Tsuna.

"Yang menjualmu?" tanya Teru. Tsuna mengangguk wajahnya menunduk dalam. "yang menjualmu padaku adalah Yoshi.." desis Teru didekat telinga Tsuna.

Tsuna mengangkat wajahnya memandang Teru tak percaya. "Yo-Yoshi..?" air mata pun mengalir dari matanya. Isakan mengalin lirih dari bibirnya.

Teru yang melihat itu hanya kasihan. "Diam.." Titah Teru, Tsuna pun berusaha menghentikan isaknya. "Pet.. Terimalah kenyataan. Adikmu lah yang menjualmu padaku." Lajut Teru. "Jadi diamlah.. jika kau menjadi pelayan yang baik.." Tsuna merinding saat Teru kembali menjilat lehernya.

"Ughh…"

"Aku akan memberikan apapun yang kau mau"

Tsuna memandang tak percaya. "Ma-s-ter…"

"Aku akan memberimu apapun.. jika kau bersikap baik dan melayaniku setiap kuingin" lanjut Teru. Tsuna hanya mengangguk dalam diam. "Baiklah.. kau akan sekolah sebentar lagi.." Teru keluar dari bak mandi berjalan keluar dari kamar mandi. "Pet.. bersihkan tubuhmu.. pelayan akan menyiapkan seragam sekolahmu . dan Yamashita akan mengantarmu kesekolah nanti."

Tsuna hanya diam. Lalu Teru berbalik saat akan membuka pintu kamar mandi. "nanti pulanglah kerumahmu pet.. selama satu minggu aku akan pergi keluar negeri." Kata Teru. "Tinggallah disana.. hingga aku akan menjemputmu Pet.. dan jangan berharap kau akan bisa kabur dariku." Teru pun pergi dari sana.

Flashback end.

.

-= Yuki Jeje =-

.

Tsuna telah berjalan pulang sedari tadi. Sedangkan Yoshi, ia berjalan berlawanan arah dengan arah rumahnya. Seperti janjinya, Yoshi akan menemui Shiji. Orang yang membantunya dalam menjual sang kak. Dan mungkin ia akan melanjutkan kerencana selanjutnya.

Setelah beberapa menit berjalan. Yoshi pun sampai kerumah minimalis bercat putih. Yoshi langsung masuk kedalam tanpa permisi. "Shiji.." Panggil Yoshi.

"Ah Yoshi.. kau sudah datang." Sesosok pria berusia 25 tahun. Tinggi putih. Bersurau Hitam sebahu. Iris matanya gelap. Dan senyum mengerikan diwajahnya. Dia berjalan menuju Yoshi yang sudah duduk di sofa merah yang ada di ruangan itu. ditangannya ada dua gelas jus melon.

"Shiji.. bagaimana uangnya" tanya Yoshi.

"Ah.. Yoshi santailah sedikit." Ucap Shiji sambil meletakkan gelas dimeja lalu duduk di sofa yang bersebrangan dengan Yoshi. "Ah.. Jus Melon.. aku hanya punya itu dilemari esku.." tawa Shiji pelan.

"Aku kesini hanya ingin melihat dimana uangnya Shiji" ucap Yoshi dingin.

"Ah.. tenang saja uangnya aman.. tapi kau jahat sekali Yoshi.. menjual kakakmu sendiri.." goda Shiji.

"Hehhh.. tapi kau juga sukakan dengan uangnya.. menurut kesepakatan kau hanya mendapat 30 persen dari uang yang diberikan Teru-san." Kata Yoshi..

"Iya.. iya.. aku Cuma tiga puluh persen." Shiji tersenyum. "Kasihan sekali anak seimut Tsuna dijadikan budak sex oleh pedopil seperti Teru."

"…"

"Ah.. padahal kemarin sebelum kau menjual kakakmu. Aku juga ingin mencicipi tubuh manisnya itu."

"kau juga pedo Shiji.."

"Hahaha… mungkin.. tapi aku tak mau dengan anak sepertimu. Terlalu kasar" jelas Shiji enteng. "Tidak seperti Tsuna yang sangat lemah"

"Aku juga tak sudi" ucap Yoshi kasar.

"hahaha.. baiklah.. tunggulah disini.. aku akan mengambil kopernya" Shiji pun masuk kedalam kamarnya mengambil koper yang berisi uang dari Teru. Yoshi menunggu dengan sabar di sofa, lalu sesaat kemudian Shiji kembali membawa dua buah koper bersamanya. "Ini dia.." Shiji meletakkan dua koper itu siatas meja. Lalu membukanya dihadapan Yoshi.

Yoshi memasang seringainya. "hemm… aku akan membawa 1 juta saja... Ah buatkan aku rekening dan kartu Atm. Lalu sisa uangku. Tolong kau masukkan ke rekeningku." Pinta Yoshi.

"Ah.. baiklah-baiklah.. aku akan buatkan dan kirim kartu Atm serta buku tabungannya nanti. Tenang… percayalah padaku"

"Hn.. aku akan pulang.. sampai jumpa"

"Sampai jumpa… hahh dasar.."

.

-= Yuki Jeje =-

.

Selama empat hari Hidup Tsuna masih berjalan seperti biasa. Hingga dua hari sebelum kembalinya Teru ke Namimori. Sebuah berita tersebar di sekolah.

"hahaha.. tenyata dia bukan hanya Dame.. tapi dia juga pelacur"

"Dasar.. Pelacur"

"Pergi saja kau dari sekolah ini"

"Ini bukan sekolah untuk pelacur sepertimu"

Tsuna pun dihajar habis habisan olet siswa-siswa yang ada disana. Tubuhnya penuh luka sekarang. darah mengalir dari bibir dan hidungnya. Bajunya pun penuh noda darah.

"Dasar PELACUR.."

"hei ayo kita pergi saja.. biarkan saja pelacur ini. mana mungkin ada yang mau menolongnya"

Siswa siswa yang menghajar Tsuna pun pergi dari halaman belakang tempat Tsuna dihajar.

"HAHAHA… Dasar pelacur" ucap anak yang ada di depannya.

"Yoshi…"

"Kau tau.. apa yang akan Ayah dan Ibu lakukan ketika tahu kau menjadi pelacur."

"A-AKu Bukan Pelacur"

"Ya.. Bukan Pelacur.. Tapi budak Sex seseorang. Itu sama saja…" kata Yoshi.. Tsuna hanya tertunduk. Yoshi berbalik "Ah.. dan guru-guru sudah mengetahui pekerjaanmu itu. Dame.. dan tinggal menunggu waktu hingga ayah dan ibu tahu..aku tak sabar menunggunya" lalu ia pergi dari sana dengan tawa yang keluar dari mulutnya.

'aku sudah seperti pelacur.. ah.. aku memang sudah menjadi pelacur saat orang tua itu mengambil semua dariku.." batin Tsuna.

Tsuna tertunduk dalam diam. "Yoshi.. kau..cukup.. kau lah yang membuatku menjadi seperti ini. kau membuatku menjadi pelacur seseorang. Kau yang menjualku" ucap Tsuna lirih, tak ada yang mendengarnya. Tsuna berdiri dengan sisa tenagannya memandang kedepan dengan pandangan kosong. "Kau yang membuatku menjadi seperti ini Yoshi… dan lihatlah Yoshi.. aku akan membalasmu.. berkali-kali lipat. Aku akan membalas kalian semua" lanjut Tsuna dengan seringai mengerikan diwajahnya. Lalu dia pun berjalan tertatih kembali kekelasnya.

Saat dikelas tak ada guru yang mengajar. Sepertinya mereka melakukan rapat hari itu. membuat murid-murid hanya bergurau dikelas.

Tsuna memasuki kelasnya dengan tertatih. "Ngapain kau Pelacur.."

"Pergi kau.."

Tsuna tak menjawab ucapan anak-anak itu. ia hanya bertampang datar lalu mengambil tas dan keluar dari ruang kelas itu dengan tertatih. Tapi sebelum berjalan lebih lanjut seseorang guru menghadangnya. "Sawada-san.. ikut aku ke ruang kepala sekolah sekarang"

Tsuna menurutinya. Setelah berjalan beberapa lama. Hingga sampai ke dalam ruang Kepala sekolah. Tak hanya kepala sekolah dan wali kelas yang ada disana. Ibu juga ayahnya ada disana.

"Sawada Tsunayoshi.. apa ini benar.." tanya sang kepala sekolah menunjukkan foto Tsuna yang tengah tidur telanjang di pelukan Teru. Sepertinya bukan Teru yang mengambil foto itu. karena Teru pun tertidur meski wajahnya tak terlihat karena wajah Teru yang berada di antara leher Tsuna. Tsuna hanya diam melihat Foto itu dengan tampang datarnya. "jawab Sawada-san.."

"Ya.. itu aku.."

"APA… KAU…" ayahnya terteriak. Kilat marah berada dimatanya. "Bisa-bisanya kau mempermalukan keluarga kita. Kau.." Iemitsu mengeram marah

Sedangkan sang ibu hanya memandang benci pada Tsuna.

"Kami pihak sekolah memutuskan mengeluarkan Sawada Tsunayoshi dari Namimori Elementari School"

Tsuna hanya diam. "Kau ikut ayah sekarang" titah sang ayah lalu menarik Tsuna keluar dari sana.

Sang ibu kembali menghadap sang kepala sekolah setelah ia melihat suaminya menarik Tsuna. "Maafkan suami saya yang membuat gaduh disini. Kami akan menangani Tsuna.. Maafkan Tsuna.." ujar Nana sopan.

"baiklah.. tak apa nyonya Sawada.. sayang sekali Tsuna adalah siswa yang cerdas. Nilainya selalu menjadi yang terbaik dari teman-temannya. Tapi perbuatannya sangat memalukan padahal ia masih berumur delapan."

"Saya juga tak menyangka.. padahal kami memberi perhatian sama rata pada mereka. Kebutuhan pun terpenuhi, tak ada pilih kasih. Saya malu mempunyai anak seperti dia. Saya permisi Pak kepala"

"Ah ya shilahkan.."

Nana pun keluar dari ruang itu lalu berjalan menuju tempat sang suami yang mengeret Tsuna ke tempat parkir.

.

-= Yuki Jeje =-

.

" Masuk" bentak sang ayah pada Tsuna. Mereka sekarang berada di tempat parker. Tsuna pun masuk kedalam mobil dengan tampang datarnya.

"Ayah.." panggil Yoshi mendekat kearah sang ayah. "Ada apa Ayah.." tanya Yoshi dengan nada manis.

"Kau juga masuklah kedalam. Kita pulang sekarang." ucap Iemitsu. Mengelus lembut surai sang putra.

"Baik yah.."

Yoshi pun masuk. Seringai terpasang diwajahnya. Saat melihat Tsuna yang tertunduk. Lalu Iemitsu dan Nana pun masuk kedalam. Keheningan tercipta dalam perjalanan pulang mereka.

Saat sudah sampai Iemitsu membuka pintunya lalu membuka pintu di samping Tsuna dan menarik Tsuna masuk kedalam rumah. Nana dan Yoshi mengikuti mereka dengan tenang.

"Kau… Apa yang kau lakukan hah… kau sudah mempermalukan keluarga kita. Kau tahu itu Sawada Tsunayoshi." Tsuna hanya diam tertunduk diam.

"Dasar anak tak tahu diri. Kami menghidupimu. Dan mengajarimu untuk menjaga nama baik keluarga. Dan kau malah menjadi seorang pelacur." Ucap ibunya marah. Yoshi hanya melihat Tsuna dengan seringai diwajahnya.

"Kau.. kau memang pembuat masalah.. dasar anak sialan.. kau tak pantas menyandang nama Sawada." Lanjut sang ibu.

"Kau… kami sudah lelah dengan semua perbuatanmu. Kami malu memiliki anak sepertimu. Jadi pergi kau dari sini.. Aku mencoret namamu dari daftar keluarga dan penerima warisan." Ujar sang ayah tegas "kami tak perduli lagi dengan hidupmu setelah ini. pergi kau dari rumah kami.. PERGI" Iemitsu mengusir sang sulung dari rumahnya. "Dan ambil semua barang-barangmu lalu pergi dari sini" Tsuna tak berucap apa-apa. Masih dengan luka-luka ditubuhnya ia menaiki tangga menuju kamarnya. Mengemasi barang-barang yang penting untuknya. Saat melihat foto keluarga mereka, ia mengerutkan bibirnya. Dimatanya yang sedari tadi tertunduk terlihat dendam menyelimuti mata itu. "Aku berjanji akan membalas kalian semua" gumam Tsuna Lirih.

Yoshi menyeringai saat melihat Tsuna yang berjalan keluar dengan rangsel tertatih-tatih. Lukanya tak sempat ia obati. Tsunayoshi telah pergi dari rumah ini. itulah yang diharapkan Yoshi. Tak ada Tsuna lagi dirumah ini. Yoshi melihat kepergian Tsuna dengan bahagia. Tawa kecil keluar dari bibir Yoshi.

'Aku akan membalas kalian..' batin Tsuna.

.

-= Yuki Jeje =-

.

TBC

-= Author Note =-

Hai Minna-san…

Ini dia chapter 2…

Akhirnya Yuki bisa selesaiin ni chapter…

Maklum.. lagi repot mudik…

Hahaha…

Dan gimana nih..?

Gimana gimana..?

Yang pasti Typo kayaknya emang gak bisa dihindari.

Kufufufu…

Dan Yuki ngucapin makasih buat semua yang udah mau baca ni fic.. dan makasih banget buat yang udah sempat ngereview ni fic…

Oke..

Sekarang bales Review yuk…^^

Yuki Amano : Oke.. Amanocchi… ya aq bukan suka lagi.. tapi cinta ma yang dark dark.. Nufufufu… ah tidak.. aku gak suka googling BDSM kok.. tapi suka baca fic yang BDSM *sama aja* #dibunuh. Yuki suka Gore.. emang bener-bener suka liat adegan berdarah… #sadis mode# Tenang aja bener-bener Dark kok. #smirk#

DeLoAniMan U-Know : DeLoAniMan-San…Ah.. makasih pujiannya.. Yuki jadi malu deh #salting# dan nih udah update.. tapi maaf gak bisa asap.. maklum Yuki orang sibuk #jeduakk..

Hikari Vongola : Hikari-san.. Benarkah.. sebenernya mau buat BDSM.. tp masih belum sempat.. nanti aja kapan-kapan.. kufufufu.. dan yang ditabrak Tsuna itu.. bukan.. Bukan Reborn.. Reborn mah nanti munculnya bukan sekarang.. #smirk

.79 : Meilina-shi.. iya.. ni buat 3 orang.. biar ada yg pos kalau salah satu kagak bisa pos.. Nufufufu.. Yoshi.. emang ngeselin.. baru tahu.. niatnya sih yuki mau bunuh dia sekarang. tapi ntar yang jadi anatagonisnya siapa.. jadi urungin niat.. *padahal dah siap katana ma neginata* Oke doain.. biar Yuki bisa lanjutin ni Fic ya.. cz bentar lagi di Duta bakal sibuk…

Kn Fujoshi : Kn-san.. Iya tu maklum banyak typos.. cz pas lagi buatnya dibelakangku ada orang jadinya,, nulis lemonnya patas.. gak sempat ngedit soalnya buru-buru update.. gara-gara kuota yang meripit.. kufufufu.. Ah Yoshi jangan dibantai dong.. ntar yang jadi jahat siapa.. ntar Yoshi kalau mati,, Yuki jadi harus kesting cari antagonis baru.. kan repot #jeduakkk.. Dan sayang.. Cowok yang ditabrak tu bukan Reborn.. Maaf ya.. Reborn bakal muncul dengan lebih sadis lagi.. #Smirk.. Oke.. Doain biar Yuki bisa sempet lanjutin ni fic…

LalaNur Aprilia : LalaNur-San Ah tak masalah.. Yuki juga kadang bosen baca lemon #dezingg #duarr tapi ni chapter Cuma Lime doing kok.. tenang aja.. Kufufufu… Galau.. Wah.. Sama Yuki juga banyak tugas.. Ni udah update…

NtheYaoiLoverz : NtheYaoiLoverz-San Eh kata siapa Tsuna punya kamu.. Tsuna itu punya aku #duakkk #dibunuh Tsuna-Lover.. Eittt.. Jangan Bunuh Yoshi na Teru dong ntar Yuki yang repot buat kesting cari antagonis baru.. #buakkk Dan berita Buruknya Sentuhannya nanti mungkin akan semakin menjadi. #smirk..

Ah.. Akhirnya udah beres chapter 2nya..

Oke.. Buat semuanya yang baca..

Please…

R

E

V

I

E

W