Story About Life and Love
.
.
.
Cast : HaeHyuk, KyuMin, Siwon
Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, Hanchul, etc..
.
.
.
Romance, Hurt/Comfort
.
.
.
Warning : Disini untuk duo parents ( KangTeuk dan HanChul ) aku buat GS. Karena jujur, kalau untuk parents YAOI, aku belum bisa dapat feel'nya. Hehehe..
.
.
.
Enjoyed The story^^
*Author POV*
Pintu ber'cat putih itu terbuka dan memperlihatkan Sungmin masuk dengan raut wajah yang lelah.
" Aku pulaaang..! " teriaknya seraya kembali menutup pintu rumahnya perlahan.
Tak lama, seorang yeoja paruh baya nan cantik, berlari kecil menghampirinya. " Ternyata kau sudah pulang Minnie-ah. " ucapnya sambil tersenyum pada Sungmin.
Sungmin menatap eomma'nya kemudian tersenyum lembut. " Ne eomma. Appa belum pulang ? " tanya Sungmin sembari meletakkan sepasang sepatu sekolahnya pada rak sepatu.
Leeteuk –sang eomma- mengangguk pelan.
" Kau ingin mandi, atau makan dulu ? Jika ingin makan dulu, eomma akan masak untuk'mu. " tawar Leeteuk sambil mengusap kepala Sungmin lembut.
Sungmin tersenyum melihat tingkah sang eomma. Selalu seperti ini jika dirinya sudah pulang sekolah. Mengusap kepalanya penuh kasih sayang, seakan-akan itu adalah hal yang dapat megurangi rasa lelahnya.
" Aku ingin mandi saja dulu eomma. Badanku penuh dengan keringat. Eomma tahu kan, panasnya diluar itu seperti apa ? Belum lagi, bus selalu penuh dan harus membuatku berdesak-desakkan. " jawab Sungmin.
Sementara Leeteuk hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar cerita Sungmin.
" Jika begitu, kenapa kau tak mengendarai mobil, hm ? " tanya Leeteuk tak mengerti.
Sungmin menggeleng. " Ani. Shireo. Lebih baik naik bus daripada mengendarai mobil. Itu sangat menyenangkan eomma. " jawab Sungmin sambil tersenyum sumringah. Membuat Leeteuk yang melihatnya juga ikut tersenyum.
Namun senyum itu tak bertahan lama, karena pada akhirnya, raut wajah Leeteuk berubah jadi sedih. Sungmin yang melihatnya, hanya bisa menghela nafas berat.
" Eomma, jangan sedih, ne ? Aku janji, pasti aku akan dengan segera menemukannya dan membawanya kembali kesini. Aku janji. " ucap Sungmin sambil menatap Leeteuk yang juga sedang menatapnya.
Leeteuk tersenyum. Mungkin lebih tepatnya tersenyum miris. " Bukan begitu Minnie-ah. Eomma hanya sedang memikirkan, apa dia sudah makan siang ini, apa dia bisa tersenyum bahagia selama ini, atau apa dia baik-baik saja diluar sana ? Eomma selalu memikirkan itu Minnie-ah. Eomma takut, jika dia- "
" Eomma, aku yakin dia baik-baik saja diluar sana. Mungkin saja selama dia terpisah dari kita, ada yang bersedia menjadi keluarga untuknya. Yang bisa membuatnya hidup dengan baik. Jadi eomma tenang saja, ne ? Aku janji, akan segera menemukannya, aku janji. " jelas Sungmin memotong ucapan Leeteuk lalu memeluknya erat. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih tenang.
" Bagaimana kau tahu dia akan baik-baik saja Minnie-ah ? Sedangkan dia tidak bersama kita. Bersama orang tua dan kakak'nya. " ujar Leeteuk lirih.
Sungmin tersenyum dan melepas pelukkannya. Ditatapnya sang eomma dengan lembut. " Karena dia adalah anak eomma. Melihat eomma yang tegar selama terpisah darinya, pasti dirinya juga mewarisi sifat tegar'mu eomma. Dia pasti baik-baik saja. " jawab Sungmin.
Leeteuk tersenyum, kemudian mengangguk pelan. Sungmin memang selalu bisa menenangkannya jika dirinya kembali mengingat hari dimana dia kehilangan sang anak kandung.
Anak kandung ? Ya, itu benar. Sungmin sebenarnya hanyalah anak angkat dikeluarga Lee. Dia diangkat menjadi anak, dua tahun setelah Leeteuk dan juga sang suami kehilangan anak mereka. Tapi, itu semua tidak menghalangi Leeteuk dan Kangin –suaminya- untuk menyalurkan kasih sayang layaknya seperti anak kandung, pada Sungmin. Hidup bersama Sungmin dengan waktu yang sangat lama, membuat mereka makin menyayangi Sungmin. Bahkan, nama Sungmin sudah dimasukkan ke dalam kartu anggota keluarga mereka.
Mengangkat anak seperti Sungmin, bukanlah pilihan yang harus mereka sesali. Malah mereka sangat bersyukur. Sungmin tumbuh menjadi anak yang baik juga patuh pada mereka. Lalu, setelah umurnya menginjak yang ketujuh belas tahun kemarin, dia berjanji untuk menemukan anak kandung dari sang eomma dan appa angkat'nya.
" Ya sudah, kalau begitu, aku ke kamar dulu, ne eomma. Eomma jangan lupa siapkan makanan untukku. Hehe.. " pinta Sungmin.
" Kau ini.. Ya sudah, pergilah mandi. Sementara kau mandi, eomma akan memasak untukmu. " ucap Leeteuk lalu melangkah menuju dapur.
Sementara Sungmin masih terdiam ditempatnya. " Bersabarlah eomma. Aku pasti akan menemukannya. Aku janji. " gumam Sungmin dengan tatapan sendu.
*Sungmin POV*
Kutatap layar ponselku dengan tatapan tajam dan dengan perasaan sedikit kesal. Bagaimana tidak ? Sudah satu jam ini aku mendapat panggilan dari nomor yang sama dan sang penelepon yang sangat menyebalkan.
Orang yang menelepon itu adalah Cho Kyuhyun. Salah satu namja populer disekolah dengan predikat nilai terbaik. Ah, dan jangan lupakan julukkannya dengan sebutan GaemGyu. Itu semua karena dia memang mahir dalam bermain game.
Tapi tak bisakah jika ia tak mengganggu'ku sehari saja ? Apa dia tak tahu jika aku ini tidak menyukai'nya ?
Tak menyukainya ? Tentu saja. Siapa yang akan suka dengan namja, yang selalu tebar pesona dengan para yeoja disekolah, dan juga sikap jahilnya itu. Hanya orang bodoh saja yang akan suka padanya. Dan lagi, entah darimana bocah satu itu dapat mengetahui nomor ponselku. Seingatku, aku tak pernah memberikannya nomor'ku padanya.
" Aissh~ .. Bocah ini. Ya..! Apa kau tak ada kerjaan lain selain menelepon dan mengganggu'ku, hah ?! " bentakku kesal setelah akhirnya memutuskan untuk menerima telepon darinya.
"…"
" Aku tak ada waktu untuk pergi atau berkencan denganmu Cho Kyuhyun-ssi ! Dan tak akan pernah ! " ucapku dan memutuskan panggilan sepihak.
Jika seperti ini setiap hari, aku yakin diriku akan cepat tua.
Tok.. Tok.. Tok..
Aku menoleh kearah pintu yang baru saja diketuk oleh seseorang.
" Minnie-ah.. ini eomma. Apa eomma boleh masuk ? " tanya eomma dari luar.
" Ne eomma. Masuk saja. " sahutku sedikit berteriak agar eomma bisa mendengar.
Cklek.
Kulihat pintu terbuka dan melihat eomma yang tersenyum sambil mendekatiku.
" Apa yang sedang kau lakukan Minnie-ah ? " tanya eomma lembut.
" Ani, aku tak melakukan apapun. Eomma ada perlu denganku ? " jawabku dan berakhir dengan pertanyaan.
Kulihat eomma menggeleng pelan. " Hanya heran saja kau berbicara sambil sedikit berteriak. Eomma mendengarnya tadi saat melewati kamar'mu. Apa terjadi sesuatu ? " tanya eomma.
Dan ya, ini gara-gara kau Cho Kyuhyun.
" Ani eomma. Gwaenchana. Eomma belum tidur ? "
" Belum, eomma menunggu appa'mu pulang. Dia bilang, dia akan pulang jam sepuluh. Kau tahu sendiri kan, perusahaan sekarang sedang banyak target. Jadi appa'mu harus selalu pulang telat. " jelas eomma sambil mengelus kepalaku lembut.
" Ne, Arasseo. Tapi eomma juga harus perhatikan kesehatan eomma, ne ? Jika eomma sakit, kasihan appa. Hehe.. " candaku.
Semetara eomma hanya terkekeh mendengarnya. " Ne. Kalau begitu, eomma keluar dulu. Kau tidurlah cepat. " ucap eomma seraya tersenyum.
Aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Eomma'pun berdiri dan melangkah keluar kamar'ku.
Jika melihat eomma sering tersenyum seperti itu, aku jadi sedikit lebih tenang. Setidaknya eomma tidak menampakkan kesedihannya dihadapanku juga appa, dan aku juga jadi bersemangat untuk menemukan anak kandung mereka.
Ya, sebenarnya dikeluarga ini, aku hanyalah anak angkat. Mereka mengangakatku sebagai anak, tepat dua tahun setelah mereka kehilangan anak yang mereka punya satu-satunya. Aku bersyukur bisa diangkat anak oleh mereka. Mereka sangat baik dan saying padaku. Apapun yang kuminta, pasti akan mereka berikan. Bahkan mereka sudah mencantumkan namaku di dalam kartu keluarga mereka. Dan sebagai gantinya, aku harus cepat menemukan anak kandung appa dan eomma, lalu membawanya kembali.
*Hyuk Jae POV*
" Annyeong Hyukkie.. " sapa seorang namja sambil menghalangi jalanku.
Aku tersenyum padanya. " Ne, annyeong Dong- .. Ah ! Maksudku Hae hyung. " balasku.
Hanpir saja aku salah memanggilnya.
" Kau ingin ke kelas ? " tanyanya.
Aku mengangguk pelan. " Ne. Kalau begitu, aku duluan, ne. Annyeong Hae hyung. " ucapku lalu mulai kembali melangkah. Tak ingin berlama-lama didekatnya.
Entahlah, aku merasa ada yang aneh padanya selama satu minggu ini. Dimana aku berada, dia selalu saja ada. Bahkan tak segan untuk menyapaku.
" Hyukkie..! " panggilnya dari belakangku.
Aku berhenti melangkah, dan menoleh padanya yang sedang menatapku. " Ne hyung ? " sahutku bingung.
Kulihat dia berjalan mendekatiku. " Kuantar ke kelas ne ? " tawarnya.
Dan apalagi ini ? Seorang Lee Donghae yang kutahu adalah pujaan hati para yeoja disekolah menawarkan diri untuk mengantarku yang notabene'nya seorang murid biasa, ke kelas ? Apa kata semua siswa nanti ?
" Eoh ? A-Ani hyung. Tak usah. Aku bisa sendiri ke kelas. " tolakku halus.
Ah ya, dan satu hal lagi, aku tak ingin semua fans'nya menghajarku nanti.
" Tak usah sungkan. Kaja, kuantar kau ke kelas. Lagipula kau itu manis, jika ada yang mengganggu'mu bagaimana ? "
Aku menunduk mendengar ucapannya. Dapat kupastikan wajahku memerah sekarang ini. Bisakah dia tidak menggombal ?
" Kaja ! " serunya sambil menarik tanganku.
In Other Side
" Bagaimana ? Apa kau mendapatkan informasi'nya ? " tanya seorang namja berjas hitam yang sedang duduk dikursi kerjanya.
Keningnya berkerut tanda dirinya sedang membahas suatu hal yang serius.
" Ne sajangnim. Dua orang yang anda utus kesana telah menemukan tempatnya berada. " jawab namja berjas hitam lainnya yang sedang berdiri dihadapan sang bos.
Namja yang sedang duduk menyeringai penuh kemenangan.
" Pastikan dia baik-baik saja. Dua minggu lagi, setelah urusanku disini selesai, kita akan kesana untuk menjemptnya dan membawanya kembali kesini. " titahnya.
Sang anak buah mengangguk pelan. " Geundae sajangnim, mungkin sepertinya kita dapat satu kendala. " jelas anak buahnya sambil menatap namja berbadan tegap itu serius.
" Wae ? " tanya sang tuan serius.
" Ada.. Dua orang yang berpengaruh dalam kehidupannya. Mungkin, kita harus menyusun suatu rencana dulu sajangnim. "
" Aissh~ .. Kenapa jadi rumit begini ? Geurae, kau bantu aku menyusun rencana itu. Aku ingin secepatnya dia kembali kesini. Apapun caranya. " ucap namja itu kembali menyeringai. Dan mungkin lebih mengerikan dari sebelumnya.
Tbc..
Oh ya, untuk sekarang aku belum bisa balas review satu-satu.
Mian ya #Bow.
Mungkin di chapter depan aku bakal balas.
Hehe^^
Ah satu lagi, panggil aku Lita aja, itu lebih enak didengar.
ok^^, RnR please^^
sampai jumpa di chapter depan^^
