Story About Life and Love
.
.
.
Cast : HaeHyuk, YeWook, KyuMin, Siwon
Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, HanChul, etc..
.
.
.
Romance, Hurt/Comfort
.
.
.
Enjoyed The Story^^
*Donghae POV*
Kedua mataku berbinar saat melihat seseorang yang akhir-akhir ini menjadi salah satu bahan 'aktivitasku' . Kucepat langkahku untuk mendekatinya. Jika bisa dibilang, dia merupakan orang yang paling susah untuk kudapatkan. Tapi hei ! Jangan panggil aku Lee Donghae jika aku menyerah begitu saja. Malah, menurutku itu adalah sebuah kesenangan tersendiri. Membuatku merasa tertantang.
" Hei, annyeong.. " sapaku saat sudah berhasil menyamai langkahnya.
Dia menoleh padaku dengan wajah datarnya. " Ne, annyeong hyung. " balasnya, dan kembali menatap kedepan.
Nah, seperti inilah ekspresinya jika bertemu denganku. Datar, dan bicara seadanya. Sedangkan dengan Sungmin dan temannya yang lain, dia akan berbicara panjang lebar, lalu jangan lupakan tawa lepasnya yang selalu ia perlihatkan pada semua orang terdekatnya.
" Hm.. Kau ingin pulang ? " tanyaku.
Kulihat ia mengangguk pelan tanpa menoleh padaku. Oh ayolah Lee Hyuk Jae, tak bisakah kau menoleh padaku ? Kau anggap apa aku yang berjalan disampingmu ini ?
" Bagaimana kalau kuantar ? " tanyaku memberi tawaran.
Ia menoleh padaku dan tersenyum. " Ani~ .. Tak usah hyung. Aku bisa sendiri. Lagipula, aku tak langsung kerumah. " jawabnya, lalu kembali fokus ke arah jalan.
" Hm ? Memang kau ingin kemana ? " tanyaku ingin tahu. Sedikit penasaran juga memang.
" Ke tempat kerja. " jawabnya singkat.
" Kerja ? Dimana ? Kau Part Time ? " tanyaku beruntun.
" Ne, aku kan harus membiayai sekolahku. Kalau begitu sudah duluan ya hyung. Nanti aku bisa telat. Annyeong hyung.. " pamitnya, kemudian berlari keluar area sekolah. Meninggalkanku yang berdiri sendiri disini dengan berbagai pertanyaan.
Membiayai sekolahnya ?
Memang kemana orang tuanya ?
Atau jangan-jangan dia tidak punya keluarga disini ?
" Aissh~ .. Lee Hyuk Jae, kau membuatku penasaran. " gumamku kecil.
Aku'pun melanjutkan perjalananku menuju parkiran sekolah. Dan saat ingin berbalik, ekor mataku tak sengaja menangkap dua orang namja bertubuh tegap, berjas hitam disertai kacamata yang senada dengan jas mereka.
Kupicingkan kedua mataku menatap mereka yang berada didalam mobil. " Siapa mereka ? " tanyaku.
Merasa ingin tahu ? Tentu saja. Hei ! Orang tua'ku adalah penyumbang terbesar disekolah ini. Dan melihat ada dua orang yang mencurigakan seperti itu, membuatku khawatir. Karen bisa saja sekolah ini nantinya tidak aman.
Lalu tak lama, mobil yang mereka tumpangi'pun berjalan. Dan kalian tahu ? Perasaan'ku jadi tak enak.
" Ada apa ini ? " tanyaku pada diri sendiri.
.
.
.
" Hyung, sepertinya akhir-akhir ini waktu'mu berkumpul dengan kami menjadi berkurang. Apa kau punya tugas banyak ? " tanya Kyuhyun –anggota termuda di grup'ku- sambil terus memainkan PSP'nya.
Ya, sekarang ini, aku, Yesung hyung, Zhou Mi dan juga Kyuhyun sedang berkumpul di rumahku, atau lebih tepatnya kamarku.
" Apa kau lupa dengan aktivitas baru'ku itu Kyu ? Kita kan baru saja membuatnya tiga hari yang lalu. " jawabku seraya meletakkan majalah sport yang sedari tadi menjadi pusat perhatianku.
" Hm.. Ne, aku lupa. Apa kau sudah mendapatkannya hyung ? " tanyanya yang masih fokus dengan kegiatannya.
Aku menghela nafas sejenak. " Ani ! Aku belum mendapatkannya. Ternyata tidak semudah yang kubayangkang. Dia sangat susah sekali untuk kudekati. " jawabku sambil menerawang jauh.
Kudengar dia terkekeh pelan. " Waktu'mu tinggal beberapa hari lagi hyung. " ucapnya mengingatkan.
" Arasseo evil ! Kau pikir aku ini pelupa ? " gerutuku kesal.
" Hm.. sebenarnya apa sih yang kalian bicarakan dari tadi ? Aku sama sekali tidak mengerti. " celetuk Zhou Mi sambil memasang tampang kebingungannya.
" Bukan apa-apa. Lagipula, hanya rencana rahasia yang kubuat bersama Kyuhyun. " jawabku sekenanya.
Plak !
" Akh ! Appo ! Hyung kenapa memukulku sih ?! " kesalku seraya mengusap kepalaku yang baru saja dipukul oleh Yesung hyung.
" Karena kau pabo ! Mana ada rahasia yang dibicarakan didepan orang ? " ujarnya.
Kuhela nafasku sedikit kasar. Namja yang paling tua ini benar-benar.. aish~ .
" Ah ya, sudah satu jam kita disini, tapi kenapa tak ada satu'pun makanan ringan yang diantar kemari ? " tanya Kyuhyun seakan menyindir.
" Ck ! Bilang saja kalau kau ingin memakan camilan. Biar kubeli dulu. Seingatku, persediaan camilan disini habis. Dan ingat ya, selama aku pergi, jangan ada satu'pun dari kalian yang berusaha menghancurkan kamarku. " ucapku sebelum akhirnya mengambil jaketku yang menggantung dibalik pintu kamar, lalu segera melesat pergi menuju toko kue.
*Author*
Hyuk Jae mengusap keringat yang berada di keningnya dengan menggunakan punggung tangannya. Disandarkannya tubuhnya pada sofa diruang pantry tempatnya bekerja. Hari ini, sepertinya hari yang sangat melelahkan untuknya. Entah kenapa, toko tempatnya bekerja dipadati oleh banyak pengunjung hari ini.
Cklek.
Pintu pantry itu terbuka, memperlihatkan seorang namja berpipi chubby nan cantik melangkah masuk. Melihat itu, Hyuk Jae segera membenarkan sedikit posisi duduknya.
" Sajangnim. " panggilnya pelan.
Namja yang dipanggil sajangnim olehnya itu tersenyum lalu duduk disampingnya. " Sudah berapa kali kubilang hyung, tak usah memanggilku dengan sebutan itu ! Panggil saja aku dengan sebutan Kibum atau Bummie juga sudah cukup. " jawab namja dengan killer smile'nya itu seraya menepuk pelan pundak Hyuk Jae.
" Tapi sekarang kita sedang ditempat kerja. Bukankah kita harus profesional ? " tanya Hyuk Jae sambil tersenyum.
Kibum mem'poutkan bibirnya kesal. " Tak mau tahu ! Pokoknya hyung harus memanggilku dengan sebutan itu ! Jika tidak, honor hyung akan ku potong ! " ancam Kibum.
Terdengar kekehan dari mulut Hyuk Jae. Diacaknya halus rambut berwarna hitam milik Kibum. " Arasseo Bummie-ah. Tapi jangan potong gaji hyung, ne ? Kalau dipotong, bagaimana hyung bisa mencukupi kebutuhan hidup ? " tanya Hyuk Jae dengan memasang tampang yang dibuat memelas.
Mendengar itu, senyum Kibum langsung merekah. " Ne, aku tak akan memotong gaji Hyukkie hyung. " jawab Kibum.
" Hh~ .. Geurae, hyung keluar dulu. Sudah waktunya untuk bekerja lagi. " ucap Hyuk Jae seraya berdiri dari tempatnya.
Kibum mengangguk paham. " Ne. Hwaiting hyung ! " seru Kibum sambil mengepalkan kedua tanganya diudara.
Hyuk Jae tersenyum, lalu melangkah keluar dari pantry.
.
.
.
" Gamsahamnida telah berkunjung. Silahkan datang kembali. " ucap Hyuk Jae ramah pada pelanggan yang baru saja membayar belanjaannya.
Klinting..
Baru saja pelanggan tadi keluar, kini sudah datang tamu yang lain.
Hyuk Jae membungkukkan badannya sedikit. " Annyeong haseyo.. selamat datang di- " ucapannya terputus saat melihat siapa yang datang berkunjung ke tokonya.
" H-Hyukkie.. " panggil orang tersebut menatap tak percaya namja manis yang berdiri didepannya. Dan itu hanya dihalangi oleh meja kasir.
" H-Hae hyung. " balas Hyuk Jae tak kalah terkejutnya.
Tak lama, senyum Donghae merekah menghiasi wajah tampannya. " Waahh.. tak kusangka kita akan bertemu disini. Kau bekerja disini Hyukkie ? " tanya Donghae senang.
Hyuk Jae hanya tersenyum kaku dan mengangguk pelan. Sebenarnya, dia sangat tidak menginginkan pertemuan yang sangat tidak disengaja ini. Karena bagaimanapun juga, pasti nantinya Donghae akan sering berkunjung ke toko tempatnya bekerja ini, lalu mengganggu'nya. Dan itu sedikit membuatnya risih.
" Hm.. A-apa ada yang bisa kubantu hyung ? " tanya Hyuk Jae seramah mungkin. Hei ! Sebesar apapun Hyuk Jae menyimpan perasaan risihnya, tetap saja dia masih ingat jika ini adalah tempatnya bekerja.
Mendengar perntanyaan itu, sedikit ide jahil mulai terlintas dipikiran Donghae. " Ne, aku ingin membeli kue untukku juga teman-temanku. Bisakah kau membantuku Hyukkie ? " tanya Donghae disertai dengan senyum menawannya.
Sementara Hyuk Jae, dia hanya bisa mengangguk pasrah.
Out of Bakery Shop
" Namja itu siapa Jihun-ssi ? " tanya seorang namja bertubuh atletis itu pada supirnya. Kedua matanya menatap tajam kearah seorang namja yang sedang asik memilih kue didalam toko.
" Namja itu, adalah temannya sajangnim. Teman satu sekolahnya. " jawab sang supir yang juga ikut memperhatikan gerak-gerik dua orang namja dari dalam mobilnya.
Rahang sang tuan mengeras melihat keuda orang namja itu. Mungkin marah ?
" Sebentar lagi. Ya, sebentar lagi, dia akan kembali padaku. " ucap sang tuan penuh keyakinan.
TBC..
Mian ne, update'nya kelamaan.. hehehe..
RnR Please^^
Dan untuk kedua kalinya, aku gk bisa balas review kalian satu-satu^^
Sampai jumpa di chapter depan^^
