Story About Life and Love

.

.

.

Cast : HaeHyuk, YeWook, KyuMin, Siwon

Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, HanChul, etc..

.

.

.

Romance, Hurt/Comfort

.

.

.

Enjoyed The Story^^


*Kyuhyun POV*

Kulangkahkan kakiku memasukki ruang kerja appa. Lelah memang, mengingat diriku yang baru saja pulang sekolah, harus segera menemui appa diperusahaannya. Belum lagi, tugasku yang sangat menumpuk.

" Appa, apa yang ingin appa bicarakan ? " tanyaku langsung pada intinya.

Appa menoleh, dan tersenyum sambil menatapku. " Eopso. Hanya ingin mengajakmu juga eomma'mu makan malam diluar bersama. " jawab appa.

" Jika hanya untuk makan malam diluar bersama kenapa harus memanggilku kemari ? Aku kan bisa pulang dulu dan mandi. " sungutku.

" Kau bisa mandi disini Kyu. Sana, dan jangan tanya apakah ada handuk atau peralatan mandi lainnya. Ditempat kerja appa, semua pasti lengkap. " ucap appa seakan tahu apa yang ada dalam pikiranku.

" Lalu bajunya ? " tanyaku. Sepertinya appa melewatkan yang satu ini.

" Shin ahjumma tadi sudah mengatarkannya kesini. Sudah sana cepat mandi. " titah appa.

Aku hanya berdecak sebal dan melangkah menuju kamar mandi yang ada didalam ruangan appa. Tapi sebelum aku memutar knop pintu kamar mandi, kedua mata'ku tak sengaja melihat sebuah foto yang terpajang di atas buffet disebelah kiriku.

Kuurungkan niatku untuk masuk ke dalam kamar mandi dan mendekat pada buffet itu, lalu meraih foto tersebut. Appa juga eomma, dengan dua orang dewasa dan satu orang anak kecil.

" Appa.. " panggilku seraya melihat pada appa.

Appa menoleh padaku. " Ne Kyu ? " sahutnya.

" Mereka siapa ? " tanyaku sambil memperlihatkan foto yang sedang kupegang.

Appa tersenyum dan beranjak dari tempatnya. " Dua orang itu adalah teman appa dan eomma. Sedangkan anak kecil itu adalah anak mereka. Memang bukan anak kandung, tapi mereka sangat menyayangi anak itu. Kau juga nanti akan menyayanginya jika kau sudah mengenalnya Kyu. Dan sekarang, cepatlah kau mandi. " jelas appa panjang lebar, lalu mendorongku masuk ke dalam kamar mandi setelah sebelumnya menaruh foto itu ditempat asalnya.

*Hyuk Jae POV*

BRUUKK..

Kujatuhkan tubuhku diatas kasur putih'ku. Hari ini benar-benar hari yang sangat melelahkan untukku. Entah kenapa pelanggan yang datang ke tempat kerjaku jadi bertambah banyak. Dan puncaknya, adalah saat Donghae hyung datang. Dia benar-benar mengerjaiku.

Satu jam aku menghabiskan waktu'ku hanya untuk menemaninya memilihkan kue yang paling enak untuk dijadikan camilan. Dan akhirnya, ia hanya membeli empat roti cokelat kecil. Benar-benar hanya membuatku kesal saja.

Drrt.. Drrt..

Kurogoh saku celana jeans'ku saat merasakan ponselku bergetar. Kubaca nama sang pengirim pesan yang ternyata adalah Sungmin.

From : Sungmin

Messages :

Hyukkie, besok aku pinjam buku PR matematika'mu ya?

Hari ini, aku sedang banyak pikiran. Jadi tak sempat mengerjakannya.

Aku tersenyum membacanya. Dia itu seperti bukan temanku saja.

To : Sungmin

Messages :

Ne Minnie-ah..

Tak usah sungkan. Sampai jumpa besok.

Balasku. Dan tak lama kembali datang pesan darinya.

From : Sungmin

Messages :

Ah, jeongmal gomawoyo Hyukkie-ah^^

Besok, akan ku traktir kau es krim.

Selamat malam dan selamat istirahat^^

Setelah membaca pesan balasan darinya, kutaruh ponselku diatas meja kecil samping tempat tidur. Kupejamkan kedua mataku yang terasa berat. Semoga besok adalah hari yang tidak melelahkan seperti sekarang ini.

.

.

.

" Minnie-ah..! " panggilku sedikit berteriak tepat didepan wajahnya.

" N-ne ? Wae Hyukkie ? " tanyanya setelah tersadar dari lamunan panjangnya.

Aku mengernyit heran. " Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Wae ? Kau kenapa ? Dari tadi kulihat kau melamun. Sedang ada masalah ? " tanyaku.

Ia tersenyum, lalu menggeleng pelan dan kembali memakan makan sianganya.

" Lalu kau kenapa hyung ? Kau tahu ? Wajahmu tidak terlihat ceria seperti biasanya. Jika ada masalah, ceritalah pada kami. " timpal Wookkie.

" Ne, Wookkie benar. Jika kau sedang ada masalah, ceritakanlah pada kami. Setidaknya, itu bisa mengurangi bebanmu. Dan siapa tahu kami bisa membantumu mencari jalan keluarnya. Kita ini kan teman. " ucapku.

Sungmin mendongak. Menatapku dan Wookkie secara bergantian, lalu menghela nafas berat. " Aku.. akan dijodohkan. "

" Mwo ?! " pekikku.

Terlalu terkejut dengan ucapannya tadi.

" Kau serius hyung ? " tanya Wookkie memastikan. Dan hanya dijawab anggukkan oleh Sungmin.

" Lalu ? Jawabanmu apa ? " tanyaku penasaran.

Kulihat dia menunduk. " Aku menerimanya. " jawabnya.

" Me-menerimanya ? " tanya Wookkie.

Sungmin mendongak manatap Wookkie, lalu mengangguk. " Aku pikir.. jika itu bisa membuat appa dan eomma bahagia, aku akan melakukannya. "

" Darimana kau tahu jika orang tuamu dapat bahagia ? " tanyaku bingung.

Kulihat dia tersenyum. " Aku bisa merasakannya Hyukkie. Lagipula, itu kan juga salah satu balas budi'ku untuk mereka. Mereka sangat menyayangi'ku. Dan lagi, aku yakin mereka tak asal memilih pasangan hidup'ku. " jelasnya.

" Balas budi ? " gumam'ku bingung. Dan sepertinya masih dapat didengar oleh Minnie dan Wookkie.

" Kau tahu ? Aku ini.. bukan anak kandung mereka. " jawab Minnie tenang.

Sementara aku, dapat dibilang sangat terkejut.

" Kau terkejut ya hyung ? " tanya Wookkie sambil menepuk pelan pundak'ku. Aku mengangguk pelan menanggapi'nya.

" Jika waktunya tepat, akan kuceritakan padamu Hyukkie. Ini masih dilingkungan sekolah. Kalau aku menjelaskannya sekarang dan didengar oleh murid yang lain, aku jamin berita ini akan langsung menjadi topik utama disekolah. " ucap Minnie seakan tahu apa yang ada dalam benakku.

Lagi, aku hanya mengangguk. Dan tak lama kemudian, bel sekolah kembali berbunyi.

.

.

.

Kulangkahkan kaki'ku menuju halte bus. Seperti biasa, pulang sekolah aku harus bekerja. Jika dibilang, memang sangat lelah menghadapinya. Tapi mau bagaimana lagi ? Memang ini satu-satunya cara agar aku bisa memenuhi kebutuhan hidup'ku.

Dan hari ini, aku pulang sendiri. Minnie, tadi dia pulang duluan dijemput oleh supirnya, karena ada urusan keluarga. Sedangkan Wookkie, tadi dia langsung pergi begitu bel pulang berbunyi. Dia bilang, ada janji untuk menemui kakak sepupunya.

Tapi, semakin lama aku berjalan, entah kenapa aku merasa seakan-akan diikuti oleh seseorang. Kuhentikan langkah'ku dan berbalik. Aneh, tak ada seorang'pun yang mengikuti'ku. Tak ingin ambil pusing, kubalikkan kembali badan'ku dan mulai berjalan. Dan lagi-lagi, aku merasa ada yang mengikuti'ku. Aku berhenti dan berbalik. Kuperhatikan satu persatu orang yang berada dijalan.

Ada yang sedang bercengkrama dengan teman mereka, ada seorang ahjumma yang sibuk melihat belanjaannya, ada yang berdiri disamping lampu lalu lintas. Mungkin menunggu saatnya untuk menyeberang. Dan yang terakhir…

' Aigo~ jinjja. Hyuk Jae.. hana.. dul.. set ! '

Aku berlari sekuat mungkin untuk menghindar dari dua orang yang berpakaian jas tadi. Sambil berlari, sesekali aku menoleh kebelakang. Dan benar saja, mereka mengikutiku. Semakin kupercepat lariku dan tak menghiraukan nafasku yang sedari tadi minta dihirup dengan benar.

Aku berbelok ke kanan. Masuk ke dalam sebuah gang kecil. Kembali kutolehkan kepalaku ke belakang. Dan mereka masih saja mengejarku.

' Aigo~ .. Tuhan, selamatkanlah aku.. ' batinku memohon.

GREP

SRET

" KYA- Umpphh.. "

Baru saja aku ingin berteriak, tapi tangan orang yang menarikku langsung membungkam mulutku.

" Ssst… jangan berteriak. Kalau kau berteriak, maka mereka akan mengetahui keberadaanmu. " bisik orang itu tepat dibelakangku. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

Setelahnya, dia masih membungkam mulutku. Hingga sayup-sayup kudengar suara langkah kaki mendekat, lalu berhenti dengan jaraknya yang tak jauh dari tempatku bersembunyi, dan setelah itu, kembali terdengar langkah kaki menjauh.

" Nah.. sekarang kau aman. " ucap orang itu seraya melepaskan bungkaman tangannya pada mulutku.

" Ne, gamsahamnida telah- Hae hyung ?! " pekikku tak percaya.

Kulihat dia yang sedang tersenyum padaku. " B-Bagaimana bisa.. jadi hyung yang tadi menyelamatkanku ? " tanyaku.

" Ne. Tadinya aku ingin menyapa'mu dan meminta pulang bersama. Kebetulan, aku sedang membawa motor hari ini. Dan saat ingin mendekat ke arah'mu, kau malah berlari. Pertamanya aku heran kenapa kau tiba-tiba berlari. Tapi ketika melihat dua orang berjas hitam itu juga berlari mengejarmu, aku langsung mengerti. Makanya, aku mengikutimu. " jelasnya panjang lebar.

" Lalu, motormu ? " tanyaku.

" Kutinggalkan ditempat aku mendekat ke arahmu tadi. " jawabnya.

" O-oh.. hm.. kalau begitu.. gomawo Hae hyung. " ucapku seraya membungkuk padanya.

" Ne, cheonma.. " balasnya seraya mengacak lembut rambutku.

" Kalau begitu, kajja kita pulang. Aku akan mengantarmu. " ajaknya sambil menarik tangan'ku.

" Geundae hyung, aku bisa sendiri. Lagipula, aku kan harus ke tempat kerja dulu. " ujarku sambil menahan tarikkannya.

Ia menoleh. " Gwaenchana, aku akan mengantar'mu kesana. Aku tak ingin dua orang tadi mengejar'mu lagi. Arasseo ? Kajja. " ucapnya dan kembali menarik tanganku.

TBC..
Mian ne, update'nya lamaaaa banget.. hehehe..
RnR Please^^
Dan jeongmal gomawo buat yg udah review, aku gk bisa balas review kalian satu-satu^^
Sampai jumpa di chapter depan^^