Story About Life and Love

.

.

.

Cast : HaeHyuk, KyuMin, Siwon

Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, Hanchul, etc..

.

.

.

Romance, Hurt/Comfort

.

.

.

Warning : Dichapter ini semua kebagian^^

.

.

.

Enjoyed The story^^


*Author POV*

" Kibum Hyung..! " panggil seorang namja bertubuh kecil dan manis kepada seorang namja berpipi chubby yang sedang berdiri didekat meja kasir.

Kibum menoleh dan tersenyum lebar. " Wookie-ah, kau sudah datang. " ujar namja tersebut menghampiri Ryeowook –namja manis tadi- yang masih berdiri didekat pintu masuk tokonya.

" Ne hyung. Kau masih bekerja ? " tanya Ryeowook begitu Kibum sudah berdiri didekatnya.

" Aniya~ .. hyung hanya melihat-lihat keadaan toko saja. Jadi, ada apa kau ingin sekali datang ke toko hyung hari ini ? Tak biasanya. "

Ryeowook mem'poutkan bibirnya kesal. " Selalu sendirian dirumah saat siang sampai malam, hyung pikir aku tak bosan ? Makanya aku main kesini. " jawab Ryeowook.

Terdengar kekehan kecil dari Kibum. " Geurae. Kajja ! Kita keruangan hyung saja. " ajak Kibum seraya menarik lengan Ryeowook menuju ruangan kerjanya.

" Annyeong haseyo..! " sebuah sapaan menginterupsi gerakan keduanya untuk menaikki tangga. Kibum dan Ryeowook bersamaan menoleh kepada dua namja yang sedang berjalan menghampiri mereka.

" Hyukie hyung, dan.. Donghae hyung ? " gumam Ryeowook sambil mengernyitkan dahinya bingung.

" Hyung tumben baru datang. " ucap Kibum seraya kembali menaapakki kaki kanannya pada lantai.

Hyuk Jae tersenyum. " Ne. Tadi ada sedikit masalah dijalan. Dan, kenapa Wookie bisa ada disini ? " tanya Hyuk Jae pada Ryeowook yang masih melihatnya bingung.

" Aku kesini karena ingin bertemu dengan Kibum hyung. Dia adalah kakak sepupuku. " jawab Ryeowook.

" Oh, jinjja ? Wuah, ternyata dunia memang sempit ya. Sampai-sampai, aku tak tahu jika aku bekerja dengan kakak sepupumu. " canda Hyuk Jae.

Kibum yang sedari tadi tersenyum pada Hyuk Jae, mengalihkan tatapannya pada Donghae yang saat itu sedang asik memperhatikan seluruh sudut ruangan café. " Hyukie hyung. " panggil Kibum.

" Ne ? " sahut Hyuk Jae.

" Neo namjachingu ? " tanya Kibum sambil menunjuk Donghae.

Mendengar pertanyaan yang menyangkut dirinya, Donghae menoleh pada Kibum. Dan tak lama, sebuah seringai kecil tercipta diwajahnya.

" O-oh, a- "

" Ne ! Naega, Hyukkie namjachingu. Joneun, Lee Donghae imnida.. " jawab Donghae memotong ucapan Hyuk Jae cepat.

Hyuk Jae yang mendengar jawaban itu, menatap Donghae tajam. Sementara yang ditatap, hanya mengulas senyum pada Kibum.

" Uwaaahh.. jinjja ? Hyung, kenapa kau tak bilang jika kau sudah punya namjachingu ? " tanya Kibum dengan kedua mata yang berbinar.

" Ne ! Kenapa kau tak bilang hyung ? Kurasa jika satu sekolah mengetahui hal ini, pasti akan menjadi topik terhangat. " celetuk Ryeowook.

Hyuk Jae mengibaskan kedua tangannya cepat. " A-ani Wookie-ah ! Hae hyung dan aku tidak – "

" Sudah jangan dirahasiakan lagi Hyukie. Mau sampai kapan kita merahasiakannya ? " tanya Donghae sambil tersenyum jahil.

" Ne, Donghae hyung benar. Seharusnya, kau bercerita tentang hubunganmu dari awal hyung. Aish~ .. kalau begitu, kajja ! Ikut keruanganku. Kita berbincang-bincang bersama. " ajak Kibum semangat. Yang dibalas anggukkan oleh Donghae.

Setelahnya, Kibum, Donghae dan Ryeowook melangkah lebih dulu meninggalkan Hyuk Jae yang masih berdiri ditempatnya.

' Jinjja ! Lee Donghae, apalagi ini ?! ' batinnya berteriak.

.

.

.

Sungmin terdiam sambil menatap seorang namja tampan yang sekarang duduk tepat didepannya. Disamping namja tampan itu, seorang yeoja paruh baya nan cantik sedang bercengkrama dengan Leeteuk. Sedangkan para suami mereka, sibuk berbincang tentang masalah bisnis.

" Eomma, appa. Sebenarnya kita berkumpul disini untuk mendengarkan perbincangan kalian, atau apa ? " celetuk namja tampan itu sedikit kesal saat orang tua mereka masing-masing sibuk dengan dunia mereka.

Sontak, suasana dalam ruangan yang tadinya agak berisik, kini menjadi hening seketika.

" Ne, ne. Kau itu tak sabaran sekali. " ucap yeoja paruh baya tersebut mengalihkan perhatiannya.

" Kalau begitu, Minnie-ah, kenalkan, ini anak Chulie ahjumma dan Han ahjussi. Namanya adalah Kyuhyun. " ujar Leeteuk seraya tersenyum.

Sungmin menagangguk sambil membalas senyum sang eomma. " Ne eomma. Aku.. sudah mengenalnya. Kami.. satu sekolah. " jawab Sungmin pelan.

" Eoh ? Jinjja ? Wuuahh.. kebetulan sekali. Kalau begitu eonnie, kita tak usah susah payah mendekatkan mereka dalam waktu yang lama. Satu bulan, kurasa sudah cukup untuk mereka memahami satu sama lain. Eotteokhae ? Setelah itu, kita langsungkan pertunangan. " jelas Heechul –eomma Kyuhyun- dengan kedua mata yang berbinar.

" Eomma, sebenarnya disini yang dijodohkan dengan Sungmin aku atau eomma ? Kenapa eomma sangat terburu-buru sekali ? " celetuk Kyuhyun.

" Ck ! Kau tahu Kyu ? Eomma sudah sangat lama menunggu moment seperti ini. Lagipula, perjanjian ini, sudah kami buat sejak kami masih SMA dulu. Dan lihatlah, eomma sangat ingin punya menantu manis seperti Sungmin. Aigo~ " jawab Heechul panjang lebar. Sementara Kyuhyun memutar kedua bola matanya malas.

Jika bisa dibilang, Kyuhyun senang. Bahkan sangat senang bahwa yang akan dijodohkan dengannya adalah Sungmin. Seseorang yang selama ini sangat disukainya.

" Hm.. Kyuhyun benar ahjumma. Lagipula, kami masih sekolah. Apa bertunangan tidak terlalu cepat ? " tanya Sungmin sedikit ragu.

Heechul tersenyum. " Ahjumma rasa tidak Sungmin-ah. Lagipula, kalian kan satu sekolah, jadi pasti mudah dekat. Eotteokhae ? Eonnie setuju ? "

" Kalau aku, terserah padanya. Eotteokhae Minnie-ah ? " tanya Leeteuk seraya mengelus pelan punggung Sungmin.

Sungmin berpikir sejenak, kemudian menatap eomma dan appa'nya bergantian dan kembali menunduk. Namun tak lama, dia menganggukkan kepalanya. Dan itu membuat seluruh orang yang berada disana tersenyum bahagia.

" Jadi, kita sepakat, ne ? Satu bulan waktu untuk memahami satu sama lain, setelah itu kita langsungkan pertunangan mereka. " ucap Hangeng yang dijawab anggukkan oleh Kangin.

" Gomawo Minnie-ah. " ujar Leeteuk.

*Yesung POV*

Kutatap dua orang yang sedang duduk didepanku dengan malas. Apa-apan mereka itu? Bermesraan tepat didepanku. Bayangkan saja, satu jam lebih aku berada disini bersama mereka, tapi aku seperti tak dianggap begini.

" Ck ! Zhou Mi-ah, Henry-ah ! Bisakah kalian tidak bermesraan didepanku ? Aku risih melihatnya. " ujarku.

" Wae hyung ? Kau iri, eoh ? " tanya Henry sambil menatapku dengan tatapan jahilnya.

" Ani ! Hanya saja risih sekali. Kalian bermesraan didepanku dengan seenaknya. " sungutku.

Kulihat mereka terkekeh pelan. " Mwo ? Apanya yang lucu ? " tanyaku.

" Aniya hyung. Tapi, akui saja jika kau memang iri pada kami. Kalau begitu, cepatlah cari kekasih, supaya hyung juga bisa bermesraan seperti kami juga. Haha.. " ujar Zhou Mi.

" Aish~ .. kalian ini..! " geramku kesal, lalu mengalihkan pandanganku keluar jendela café.

Daripada melihat mereka, lebih baik aku melihat jalan raya saja. Lebih menarik dibandingkan harus memperhatikan mereka.

Saat sedang asik menatap kearah jalan, tiba-tiba dua orang namja keluar dari toko roti yang berada diseberang café tempatku berada. Namja itu….

" Kim Ryeowook.. " gumamku.

Kutatap namja disebelahnya sambil memicingkan mata. Ah ! Namja yang disebelahnya itu kan, adalah namja yang waktu pagi itu mengantarnya ke sekolah. Sebenarnya siapa dia ?

TBC..
Thank's buat semua yg udah mau review ^^
See you in next chapter...