Story About Life and Love

.

.

.

Cast : HaeHyuk, YeWook, KyuMin, Siwon

Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, HanChul, etc..

.

.

.

Romance, Hurt/Comfort

.

.

.

Enjoyed The Stories ^^


*Author POV*

Satu minggu sudah Hyuk Jae menjalani kehidupannya. Dan selama satu minggu itu juga, Hyuk Jae menyandang status sebagai kekasih Lee Donghae. Sedikit demi sedikit, rasa sayang dan cinta itu mulai timbul pada diri Hyuk Jae.

Sementara Donghae? Namja itu menjadi sedikit lebih possesive pada kekasihnya itu. Sedikit saja dia melihat Hyuk Jae berdekatan atau berbicara dengan namja lain yang tak dikenal olehnya, Donghae tak segan-segan untuk langsung menyeret Hyuk Jae saat itu juga untuk menjauh.

Sebenarnya, selama menjadi kekasih Donghae, kehidupannya tak terlalu berjalan dengan mulus. Ada saja siswa yang menjahilinya. Mendorongnya hingga terjatuh, menabrak tubuhnya sengaja saat dia sedang asik berjalan, mengambil buku PR dari dalam tasnya, dan lainnya. Seperti sekarang ini, Hyuk Jae sedang mengeringkan jas seragam sekolahnya diatap sekolah.

Kedua matanya menatap sayu pada jas sekolahnya, yang ditaruh olehnya dipembatas atap. Terdengar helaan nafas berat darinya. Jika bisa dibilang, ia lelah harus terus menjalani hidup seperti ini. Terlepas dari namja yang sudah membuatnya hancur, kini harus berhadapan dengan namja yang sangat egois seperti Lee Donghae.

Tapi, dia sudah terlanjur mencintai Donghae. Memutuskan hubungannya juga tak mungkin.

BRAAKK !

Hyuk Jae terlonjak kaget saat pintu atap sekolahnya terbuka secara kasar. Ia membalikkan tubuhnya, dan seketika itu juga kedua matanya membulat melihat apa yang sekarang ini ada dihadapannya.

Kekasihnya sedang berdiri dihadapannya bersama dengan tiga sahabatnya juga, tiga orang yeoja yang tak Hyuk Jae kenal.

" H-Hae.. A-apa yang- "

" Cepat minta maaf padanya! " bentak Donghae pada tiga orang yeoja yang kini sedang menangis dihadapannya.

" H-Hae.. S-sudahlah. Gwaenchana.. bajuku juga sebentar lagi kering. " ucap Hyuk Jae menengahi. Kasihan juga melihat tiga yeoja itu menangis sampai sesenggukkan.

Donghae beralih menatap Hyuk Jae tajam. Yang ditatap hanya menundukkan kepalanya takut. Jika sudah marah, Donghae terlihat sangat menakutkan dimatanya.

" Apanya yang tidak apa-apa Hyuk?! Kau basah kuyup seperti itu kau bilang tak apa-apa?! Bagaimana jika kau sakit?! " geram Donghae. Hyuk Jae terdiam.

Kini, Donghae kembali menatap tiga siswi itu kembali. " Kalian tuli,eoh?!AKU BILANG CEPAT MINTA MAAF PADANYA! " teriak Donghae marah.

Yah, beginilah Donghae. Jika dia sudah mendengar kekasih tercintanya disakiti oleh orang lain, dia akan turun tangan sendiri atau jika ia merasa tak sanggup, ia akan meminta bantuan pada Yesung, Zhou MI, juga Kyuhyun.

" Hiks.. Mi-mianhae..H-Hyuk Jae-ah.. hiks.. hiks.. J-jeongmal.. Mi-mianhae.. hiks.. " ucap salah satu dari ketiga yeoja itu.

Hyuk Jae mendongakkan kepalanya dan tersenyum lembut. " Ne. Gwaenchana.. aku memaafkan kalian. Geundae, jangan ulangi hal ini lagi, ne? "

Ketiga yeoja itu mengangguk pelan.

" Kalian dengar itu?! Bahkan seharusnya kekasihku tak memaafkan kalian! Sekali lagi aku mengetahui kalian berbuat hal yang keterlaluan padanya, aku dan ketiga temanku tak akan segan-segan untuk memberi kalian pelajaran yang lebih dari apa yang kalian lakukan padanya, tak perduli kalian yeoja sekalipun! Arasseo?! " ancam Donghae.

" N-ne. " jawab ketiga yeoja itu serempak.

" Bagus. Sekarang kalian boleh kembali ketempat kalian. " ucap Donghae dengan nada mengusir.

Langsung saja ketiga yeoja itu keluar dari atap gedung sekolah.

" Hae-ah. " panggil Hyuk Jae lembut.

Donghae mengalihkan padangannya pada Hyuk Jae. Dilihatnya Hyuk Jae sedang tersenyum padanya. " Seharusnya kau tak boleh sekasar itu pada mereka. Bagaimanapun juga mereka itu yeoja. " ujarnya.

" Benar apa yang dikatakan Hyuk Jae, Hae. Kau terlalu kasar pada mereka. " kata Yesung membenarkan.

Donghae menghela nafas sejenak. " Kyu-ah, hyung, dan.. Zhou Mi, tolong tinggalkan kami berdua dulu. Geurigo, gomawo sudah membantuku tadi. "

Zhou Mi tersenyum, lalu beralih menatap Kyuhyun dan Yesung secara bergantian, dan memberi kode untuk keluar. Kedua temannya yang melihat itu, mau tak mau mengikutinya. Kyuhyun menepuk pundak Donghae sekilas.

Tak lama, Donghae menatap Hyuk Jae dan mendekatinya. Diusapnya rambut Hyuk Jae sayang. " Kau sangat basah sekali Hyukkie. " ujarnya seraya memperhatikan Hyuk Jae.

" Nan gwaenchana Hae.. " jawab Hyuk Jae sambil tersenyum. Berusaha menenangkan hati Donghae.

" Kenapa kau tidak bilang padaku jika mereka selalu berbuat seperti ini padamu? " tanya Donghae sambil menatap Hyuk Jae sayu.

Hyuk Jae menunduk. " A-aku hanya tak ingin.. merepotkanmu. Dengan aku menjadi kekasihmu saja, sudah sering sekali membuatmu repot. Jika aku memberitahu hal ini kau akan- "

Ucapannya terputus saat Donghae memeluknya erat. Tak perduli jika ia juga ikut basah.

" Aniya. Kau tak mungkin merepotkanku. Justru aku senang bisa membantumu. Aku ini namjachingu'mu. Seharusnya, kau menceritakan semuanya padaku. Jangan dihadapi sendiri Hyukkie. Kalau kau terjadi sesuatu padamu bagaimana, eoh? " tanya Donghae khawatir.

Hyuk Jae tersenyum, lalu perlahan membalas pelukkan Donghae. " Arasseo. Mian.. " ucapnya.

" Ne. Mulai sekarang, berjanjilah untuk tidak menyembunyikan hal apapun lagi dariku. Ara? "

" Ne. Arasseo Hae. "

.

.

.

Kyuhyun baru saja akan memasukki kantin, saat dirinya melihat Sungmin sedang duduk sendirian diatas bangku halaman sekolahnya. Kedua matany menatap lekat wajah Sungmin yang terlihat lesu.

" Kyu, apa yang kau lakukan disini? " pertanyaan Yesung membuyarkan lamunannya.

" Hyung, sepertinya aku tak jadi makan. Kau makanlah bersama dengan Zhou Mi. Aku pergi dulu sebentar. " jawab Kyuhyun lalu segera melesat pergi meninggalkan Yesung yang masih melihatnya dengan bingung.

Kyuhyun berlari kecil menghampiri Sungmin, lalu menepuk pundaknya pelan. Sungmin sedikit terkejut. Ia menoleh kebelakang. Mendapati Kyuhyun yang sedang tersenyum padanya.

" Apa yang sedang kau lakukan sendirian disini Minnie? " tanya Kyuhyun seraya duduk disamping Sungmin.

Sungmin menggeleng pelan, lalu kembali menatap lurus kedepan.

Alis Kyuhyun bertaut. Merasa ada yang tak beres dengan Sungmin. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu.

" Jika ada masalah, katakan saja. Aku siap mendengar. Atau mungkin membantumu. " ucap Kyuhyun menawarkan diri.

Sungmin menoleh. " Apa.. jika aku menceritakannya padamu… aku bisa mempercayaimu? " tanya Sungmi ragu.

" Ne. Tentu saja! Memang apa yang sedang kau pikirkan? "

Sungmin terlihat berpikir sejenak. Apa dia harus membagi masalahnya dengan Kyuhyun? Sebenarnya, memendam semua masalah sendiri juga sangat melelahkan baginya. Tapi, apa namja didepannya ini bisa menjaga rahasia?

" Ya~ .. waeyo? " tanya Kyuhyun sambil mengibaskan tangan kanannya tepat didepan wajah Sungmin.

" Eoh? Hm.. A-apa.. kau akan.. menjaga rahasia ini? Kau berjanji untuk tidak memberitahunya pada siapapun kan? " Sungmin balik bertanya.

Kyuhyun terlihat mengerutkan kenongnya bingung. Namun tak lama, senyuman kembali terpatri diwajah tampannya. " Ne.. aku berjanji. Jadi, ada apa, hum? " tanya Kyuhyun lembut.

Sungmin menghela nafas sejenak, sebelum bercerita tentang apa yang sedang dipirkannya pada Kyuhyun. Memberitahu Kyuhyun tentang masalahnya tidak apa bukan? Toh, Kyuhyun juga calon suaminya kelak.

*Yesung POV*

" Yesung hyung..! " teriak seseorang tepat dibelakangku.

Aku menoleh. Melihat Wookkie yang kini sedang berlari kecil menghampiri meja makan yang kutempati bersama Zhou Mi.

" Wookkie-ah.. tumben kau sendiri. Kemana kedua temanmu? " tanyaku saat dirinya sudah berdiri disampingku.

" Minnie hyung entah berada dimana. Sedangkan Hyukkie hyung, mungkin dia sedang masih berada diatap sekolah. Menunggu baju seragamnya kembali kering. " jelasnya. Aku mengangguk mengerti.

" Ah, ne! Duduklah disini. Kita makan siang bersama. " ajakku seraya menepuk bangku yang kutempati.

" Jinjja? Apa.. aku tak mengganggu kalian hyung? " tanyanya ragu.

Aku tersenyum. " Aniya, kau tidak mengganggu kami. Kajja, duduklah! " titahku.

Kulihat dia menggangguk pelan, dan mulai duduk tepat disamping kananku. Kurasa, selama istirahat sekolah ini berlangsung, aku tak akan mati kebosanan.

*Sungmin POV*

" Gomawo, sudah mengantarku Kyu. " ujarku saat Kyuhyun menghentikan laju mobilnya tepat didepan gerbang rumahku.

Tangan kanannya terjulur dan mengelus kepalaku pelan sambil tersenyum. Entah kenapa aku tidak menolak. Dan rasanya, sangat nyaman.

" Ne, cheonma. Lagipula, ini kan sudah tugasku. Sekarang, masuklah. " ucapnya.

Aku tersenyum dan mengangguk pelan. Kulepas seatbelt yang kugunakan dan mulai berbalik. Namun, kuurungkan niatku untuk membuka pintu mobil, lalu menghadap kearah Kyuhyun yang sekarang sedang menatapku bingung.

" Hum? Wae? " tanyanya.

" Ng~ .. i-itu.. soal masalah yang kuceritakan padamu tadi siang. Apa.. kau benar-benar akan menyimpannya? Maksudku, tak akan memberitahukannya pada orang lain? " tanyaku.

Ia terdiam sejenak sambil terus menatapku. Tak lama, dia mengangguk. " Tentu saja Minnie-ah. Kau tak percaya padaku? "

Aku menggeleng cepat. " Ani~ .. A-aku percaya padamu. Baiklah, aku masuk dulu ne? Annyeong Kyu.. " pamitku kemudian membuka pintu mobil.

Kulambaikan tanganku kearahnya sembari menggumamkan kata 'hati-hati' untuknya. Setelah itu, masuk kerumah.

" Annyeong! Eomma, Appa, aku pulaaang! " teriakku setelah membuka pintu.

Kulihat Park ahjumma berlari kecil menghampiriku. " Annyeong haseyo tuan muda. Perlu ahjumma bantu membawakan tas? " tawarnya.

Aku tersenyum lalu menggeleng pelan. " Aniyo, tidak usah ahjumma. Biar aku saja. Ah! Eomma dan Appa dimana? Kenapa sepi sekali? " tanyaku sambil meletakkan sepatuku dirak.

" Tuan dan Nyonya ada urusan sebentar. Mereka bilang, mungkin tak akan lama. " jawab Park ahjumma.

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku pertanda mengerti. " Geurae ahjumma. Kalau begitu, aku naik dulu. " ucapku.

" Ah, tuan muda. Apa tuan muda ingin makan siang? Biar sekarang ahjumma siapkan. "

" Aniya ahjumma. Aku sudah makan siang tadi dengan Kyuhyun. " tolakku halus dan segera beranjak menuju kamar.

Sebenarnya, ada sesuatu hal yang sedikit mengganjal dibenakku. Akhir-akhir ini, eomma dan appa sering sekali pergi dengan alasan ada sedikit urusan yang harus mereka kerjakan. Kalau pergi, mereka tidak memberitahuku. Sebenarnya, apa urusan yang sedang eomma dan appa lakukan?

*Hyuk Jae POV*

Aku menatap bingung pada sepasang suami istri yang duduk didepanku. Sudah lebih dari sepuluh menit kami duduk bersama, tak ada satupun dari mereka yang membuka suara. Dan perlu kalian tahu, sepasang suami istri ini adalah termasuk pelanggan setia ditoko roti ini.

" Eung~ .. Tuan, Nyonya, sebenarnya.. apa yang ingin kalian bicarakan? " tanyaku membuka percakapan.

Yeoja paruh baya nan cantik itu tersenyum padaku. " Hanya ingin berbincang-bincang sedikit denganmu. Siapa namamu nak? " tanyanya.

" N-namaku.. Hyuk Jae. Lee Hyuk Jae. " jawabku.

" Nama.. yang bagus. " pujinya.

Aku tersenyum kikuk. " Ga-gamsahamnida.. "

" Kau tinggal disini bersama dengan siapa? " kali ini suaminya yang bertanya.

" A-aku.. hanya tinggal sendiri tuan. " jawabku.

" Hyuk Jae-ah.. tak usah seformal itu. Panggil saja kami Lee ahjussi dan Lee ahjumma. Atau, kau juga boleh memanggil kami dengan sebutan eomma dan appa jika mau. " tawar istrinya.

" A-ani, aku panggil Lee ahjumma dan Lee ahjussi saja. " jawabku.

" Baiklah. Ah ya, kenapa kau tinggal sendiri? Keluargamu dimana? " tanya Lee ahjussi.

Hei, kenapa aku merasa seperti diinterogasi disini?

" Hm.. A-aku.. sejak aku kecil, aku tak tahu dimana eomma dan appa berada dimana. Choi ahjussi juga ti- "

" Choi ahjussi? " tanya Lee ahjussi memotong ucapanku.

Aku mengangguk bingung. Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat terkejut?

" A-ah.. Silahkan lanjutkan. "

" Ne, Choi ahjussi juga tidak pernah menceritakan apapun padaku jika aku bertanya padanya. " lanjutku.

Kulihat Lee ahjussi mengernyit bingung. " Kau pernah bertanya padanya siapa orang tuamu? Berarti dari kecil kau tahu jika kau bukan anak mereka? " tanyanya.

" Hm.. Awalnya aku tidak tahu. Tapi, saat aku berumur tujuh tahun, aku tak sengaja mendengar percakapan Choi ahjussi dengan istrinya, saat aku hendak menuju dapur. Mereka membicarakan tentang diriku. Namun, setelah aku mengetahui jika aku bukan anak mereka, mereka tetap mencintaiku layaknya anak kandung mereka. " jelasku.

" Lalu.. Kenapa mereka tak ikut bersama denganmu kesini? Kenapa mereka membiarkanmu sendiri disini? " tanya Lee ahjumma.

Aku bisa melihat raut wajahnya yang sedikit khawatir.

" Choi ahjussi dan Choi ahjumma sudah meninggal. Choi ahjussi meninggal karena sakit jantung saat aku berumur sepuluh tahun. Dan Choi ahjumma meninggal karena kanker hati, saat aku berumur tiga belas tahun. " jawabku sambil tersenyum tipis.

" M-maaf, kami tak bermaksud membuatmu sedih Hyuk Jae. " ucap Lee ahjumma lirih.

Aku menggeleng pelan. " Gwaenchana ahjumma. "

" Geundae.. apa mereka tak punya anak kandung? " tanya Lee ahjussi.

" Mereka punya. Dua tahun diatasku. Dia yang sekarang memegang kendali perusahaan. " jawabku.

" Dia tidak ikut tinggal denganmu? "

Aku menunduk. Menatap lurus kearah lantai toko ini. " Dia tidak ikut, karena… aku kabur dari rumahnya. " jawabku.

" M-mwo? Wae? "

Aku mendongak dan menatap mereka bergantian. Apa harus aku menceritakan semuanya pada mereka? Sementara aku saja baru mengenal mereka. Tapi jika dilihat-lihat, mereka sangat baik. Lagipula, entah kenapa, aku merasa nyaman dengan mereka.

TBC..

See you in next chapter^^

Jangan lupa buat RnR ya...