Story About Life and Love
.
.
.
Cast : HaeHyuk, YeWook, KyuMin, Siwon
Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, HanChul, etc..
.
.
.
Romance, Hurt/Comfort
.
.
.
Enjoyed The Stories ^^
*Kyuhyun POV*
" Aku pulaang..! " seruku setelah membuka pintu rumah dan menutupnya kembali.
Kulepas kedua sepatu berwarna biru yang sedari tadi kupakai dan meletakkannya diatas rak. Merasa tak ada yang menjawab, aku memutuskan menuju ke kamarku yang berada dilantai atas.
Namun sepertinya dugaanku salah. Baru saja aku menginjak anak tanggga pertama, suara melengkin eomma sudah menyapa telingaku.
" Kyu-ah.. kau sudah pulang ternyata. " ucap eomma sambil tersenyum padaku.
Aku memutar kedua bola mataku malas. Jika aku belum pulang, tak mungkin aku berada disini kan? Dasar eomma yang aneh.
" Ne. " balasku singkat dan kembali menaikki anak tangga. Dan tentu saja diikuti eomma.
" Kyu-ah, bagaimana kabar Minnie? " kata eomma dari arah belakangnku.
" Dia baik. " jawabku.
" Syukurlah kalau begitu. Ah, Kyu-ah! Bisakah kau membawanya kemari? Eomma benar-benar ingin bertemu dengannya. Eomma rindu padanya. " ujar eomma.
Aku hanya menghela nafas malas.
" Kyu-ah.. ayolah.. bawa dia kemari, ne? Eomma janji, jika kau membawanya kemari, eomma akan membelikanmu kaset game terbaru, eotthe? Ne, Kyu? " rayu eomma sambil menggoyang-goyangkan lengan kananku.
Aku berhenti melangkah, dan memutar tubuh menatap eomma, yang saat ini sedang melancarkan aksi puppy eyes'nya.
" Eomma benar-benar ingin bertemu dengannya? " tanyaku. Eomma mengangguk mantap.
" Geurae, lusa aku akan membawanya. " jawabku yang mendatangkan tatapan kecewa dari eomma.
" Wae? Kenapa tak besok saja? "
" Besok aku sibuk eomma. Aku ada rapat OSIS dan harus latihan basket. Eomma lupa jika anakmu ini adalah kapten basket? "
" Ck! Ya sudah! Tapi ingat janjimu itu. Lusa kau harus membawanya kemari. "
Aku mengangguk pelan. " Dan eomma juga harus menepati janji eomma untuk membelikanku kaset game terbaru. Kalau begitu, aku masuk dulu. Ingin istirahat. Bye eomma. " ucapku dan kemudian langsung masuk kedalam kamar lalu menguncinya.
Kutaruh tasku diatas meja belajar, lalu membantingkan tubuh kekasur. Kuletakkan kedua tanganku dibawah kepala, menjadikannya sebagai alas.
' Aku bukanlah… anak kandung dari eomma dan appaku Kyu. Dan sekarang.. aku sedang mencari dimana anak kandung mereka berada. Tapi hasilnya.. nihil. '
Kembali terngiang ucapan Sungmin saat ditaman sekolah tadi. Jadi itu yang membuatnya terlihat melamun akhir-akhir ini.
Marah? Tentu saja tidak. Benci? Mana mungkin aku akan membencinya hanya karena dia bukan seorang anak kandung dari Lee ahjumma dan Lee ahjussi. Itu semua, hanya karena satu alasan.
Aku mencintainya. Sangat! Sudah lama perasaanku ini timbul. Dan tak mungkin aku menghancurkannya dalam sekejap. Aku akan selalu bersamanya.
Dan sekarang, hanya satu hal yang ada dalam benakku. Apakah eomma dan appa mengetahui hal ini? Jika tidak, apa eomma dan appa akan tetap menjodohkanku dengan Minnie hyung?
" Cho Kyuhyun, apapun yang terjadi, kau harus tetap pada pendirianmu. Selalu berada disisinya, sekalipun eomma dan appa nantinya mungkin akan membatalkan perjodohan ini! " ucapku pada diri sendiri.
Dan sepertinya sekarang, aku harus ikut turun tangan untuk mencari siapa anak kandung dari Lee ahjumma dan Lee ahjussi. Aku harus membantu Minnie hyung.
Dengan cepat aku bangun dari posisi tiduranku dan merogoh saku celana seragamku, lalu menghubungi seseorang.
" Yeoboseyo Kim-ssi, sepertinya aku butuh bantuanmu. " ucapku setelah orang diseberang sana menerima panggilan telepon dariku.
*Ryeowook POV*
Cklek!
" Wookie, eomma pulaaang..! " seru eomma dari arah pintu depan.
Aku hanya menghela nafas pelan dan kembali melanjutkan menonton TV. Entahlah, aku hanya merasa malas saja membalas seruan eomma tadi.
" Eh? Wookie kau disini. Kenapa tak menyahut, eoh? " tanya eomma lalu mencium pipiku.
Aku hanya tersenyum padanya. " Ah, ne! Eomma ada sesuatu untukmu. " ucap eomma sambil mengaduk-aduk isi tasnya. Sementara aku hanya melihatnya saja.
" Ah, ini dia. Wookie-ah, ini untukmu. Ambillah. " eomma mengulurkan sebuah kotak berwarna hitam yang berukuran kecil. Dan aku yakin, itu adalah kacamata.
Kuulurkan tanganku untuk mengambilnya. " Gomawo eomma. Tapi kenapa harus kacamata? " tanyaku tak mengerti.
" Kacamata itu diberikkan dari teman eomma khusus untukmu. Dia memilikki toko kacamata yang cukup bagus dan terkenal di Myeongdong dan sekitar Seoul. Awalnya eomma ingin membelinya untukmu. Tapi, dia bilang tak usah. Dia akan memberikannya secara gratis dan khusus karena kau anak eomma. " jelas eomma sambil tersenyum.
" Oh.. ne. Geundae.. eomma tahu jika mataku- "
" Ne, eomma tahu. Kau kan anak eomma. Kalau begitu, eomma keatas dulu, ne? " ucap eomma dan langsung menuju lantai dua. Tempat dimana kamarnya bersama appa berada.
Aku tersenyum. Senang? Tentu saja. Walau tak terlalu senang, tapi setidaknya aku tahu bahwa eomma masih memperhatikanku. Tanpa aku membaritahunya, eomma sudah tahu sendiri jika mataku bermasalah.
" Gomawo eomma. " bisikku.
Segera kubuka kotak kacamata itu, dan menatap sebuah kacamata dengan bingkai berwarna ungu. Kuambil kacamata itu dan mulai mencobanya. Sangat pas dan cocok denganku. Aku akan memakai ini setiap hari.
Ah! Aku harus memberitahu ini pada Yesung hyung. Kuambil ponsel touch screen'ku yang sedari tadi sengaja kuletakkan diatas meja, yang berada didepanku, dan mulai mengirim pesan pada Yesung hyung. Pasti dia juga ikut senang mendengar berita ini.
To : Yesung Hyung
Messages :
Hyung! Kau harus tahu hal ini.
Eomma memberiku kacamata.
Aaahhh~ aku senang sekali _
Ternyata eomma masih memperhatikanku..
Sent!
Dengan sabar kutunggu balasan darinya.
Dan yap! Tak butuh waktu sampai lima menit, balasan darinya sudah datang.
From : Yesung Hyung
Messages :
Jinjjayo?
Wuaahh.. chukkae Wookie-ah..
Hyung ikut senang mengetahuinya^^
Dan lagi, mana ada orang tua yang tak perduli dan tak memperhatikan anaknya, eoh?
Kau itu…
Aku tersenyum dan kembali membalasnya.
To : Yesung Hyung
Messages :
Ne, kau benar hyung..
Aku menyayangi mereka….. ^_^
Dan terkirim.
From : Yesung Hyung
Messages :
Arasseo..
Hm.. Wookie-ah..
Mian hyung tak bisa berlama-lama berkirim pesan denganmu.
Hyung sangat lelah hari ini.
Tugas sekolah menumpuk.
Hyung tidur duluan, ne?
Annyeong.. sampai jumpa besok disekolah ^^,
To : Yesung Hyung
Messages :
Ne hyung, jaljayo..
Mimpi indah..
Kuletakkan kembali ponselku diatas meja. Aigo~ , hanya berkirim pesan dengannya saja mampu membuatku berdebar.
Ck! Kalian tahu? Aku menyukainya. Ah! Atau mungkin mencintainya. Entah sejak kapan perasaan ini muncul. Tapi yang pasti, jika sudah berada didekatnya, jantungku akan berdetak cepat.
Ah~ .. Yesung hyung, kau membuatku gila!
*Donghae POV*
Kulewati pagar sekolahku sambil sedikit bersiul. Sedikit melirik ke arah para yeoja yang kini sedang tebar pesona padaku. Sementara aku, hanya membalasnya dengan senyuman singkat saja.
Berpikir aku menyukai mereka? Tentu saja jawabannya adalah TIDAK! Karena aku sudah mempunyai kekasih yang sngat kucintai.
Ah~ .. jika mengingat wajahnya saja, aku sudah bisa membuatku tersenyum sendiri. Seperti orang gila saja.
Tapi itulah dia. Seorang Lee Hyuk Jae, yang bisa membuatku jatuh hati padanya. Bahkan, aku sampai membatalkan taruhanku dengan Kyuhyun tiga hari yang lalu hanya demi dirinya. Dan itu, harus membuatku kehilangan uang dengan jumlah yang tak sedikit mengingat bocah evil itu meminta dibelikan kaset game yang terbaru untuknya.
Namun tak lama kemudian, senyumku makin mengembang saat mengetahui dirinya kini sedang berjalan didepanku sambil menunduk. Kuedarkan pandanganku kesekeliling. Rasa kesalku timbul begitu melihat semua para siswa sedang menatapnya tajam.
Aku berlari kearahnya dan segera menautkan jari kami. Kulihat dia sangat terkejut. Tapi tak lama, dia tersenyum padaku, dan kembali menunduk.
" Kenapa menunduk terus, eoh? Kau takut pada mereka yang menatapmu seperti itu? " tanyaku lembut.
Bisa kulihat dia melirikku dengan ekor matanya lalu menggeleng pelan.
" Bohong. Jika kau tak takut, maka mendongaklah. Kekasihmu disini. " ucapku.
" Aniya Hae. Aku memang suka menunduk saat berjalan. " jawabnya.
Aku berdecak kesal dan berhenti melangkah. Yang mau tak mau membuatnya ikut berhenti juga.
" Waeyo Hae? " tanyanya bingung.
Aku berdeham sedikit dan segera menatap kesekeliling kami. Ternyata mereka semua masih melakukannya juga.
" Apa yang kalian lihat, huh?! Siapa yang menyuruh kalian untuk menatap kekasihku dengan tatapan menjijikkan kalian itu?! " bentakku pada mereka, yang kini tengah menundukkan kepala mereka takut.
Aku menyeringai penuh kemenangan. Takut, eoh? Rasakan itu! Siapa suruh membuat Hyukie'ku ketakukan karena ulah mereka tadi.
" Hae.. sudahlah. Mereka terlihat takut padamu. " ucap Hyukie seraya mengelus bahuku pelan.
Aku menatapnya sedikit tajam. Dan itu membuatnya langsung menunduk. " Bagus jika mereka takut padaku. Itu artinya mereka tak akan lagi berani mengganggumu. "
Kembali kutatap mereka satu per satu. " Berterima kasihlah pada tingkah kalian tadi karena sekarang ini, aku akan menghafal baik-baik wajah kalian semua. Dan tak akan segan-segan mengeluarkan kalian dari sekolah ini kapanpun aku mau, jika kalian masih bertingkah seperti itu pada kekasihku! " ucapku sedikit berteriak dan kembali melangkah sambil menggenggam tangannya.
Dapat kurasakan Hyukie balas menggenggam erat tanganku. " Gomawo. " bisiknya yang masih dapat kudengar.
" Ne. " balasku sambil tersenyum.
*Author POV*
Bel pertanda jam istirahat berbunyi. Kini, seluruh siswa dan siswi Seuta High School segera berhamburan keluar menuju kantin yang terletak didekat taman sekolah. Tak terkecuali dengan empat pasangan yang kini sudah duduk tenang dibangku mereka.
" Kyu, ini untukmu. " ucap Sungmin seraya menyodorkan sekotak bekal pada Kyuhyun yang sedang duduk disampingnya.
" Ini bekal untukku? " tanya Kyuhyun sambil mengambil bekal tersebut.
Sungmin mengangguk. " Kau yang membuatnya? " tanya Kyuhyun lagi, kali ini sambil menatap Sungmin.
" Ani~ .. Eomma yang membuatkannya. Tadinya, aku yang ingin membuatkan bekal itu untukmu. Tapi, aku bangun kesiangan. Mianhae.. " jawab Sungmin lalu menunduk.
Kyuhyun tersenyum dan mengelus sayang rambut Sungmin. " Gwaenchana. Kau bisa membuatkanku bekal di lain hari. " ucapnya.
Sementara ke'enam orang yang melihat itu, memutar kedua bola mata mereka malas.
" Tak usah bermesraan ditempat umum Cho Kyuhyun. " celetuk Donghae malas. Tangan kirinya merangkul Hyuk Jae sedikit erat.
" Kau sendiri? Apa maksud dari rangkulanmu itu? Bilang saja kau iri karena tak ada yang membawakanmu bekal. " cibir Kyuhyun.
" Ya! Neo- "
" Aissh~ .. Sudahlah Cho Kyuhyun, Lee Donghae. Sebenarnya kita kesini ingin melihat kalian adu kemesraan atau ingin makan? Aku sudah lapar. " seru Yesung menginterupsi kegiatan kedua orang sahabatnya.
" Hh~ .. Lebih baik aku memesan makanan dulu. Chagi-ah.. tunggu sebentar ne. " kata salah seorang yang paling tinggi diantara mereka –Zhou Mi- pada seorang namja berpipi chubby disampingnya.
" Aku ikut Zhou Mi saja. Wookie, kau ingin makan apa? " tanya Yesung kemudian berdiri dari tempatnya.
Ryeowook terlihat berpikir sejenak. " Hm.. Aku makan kimbap saja hyung. " jawabnya disertai dengan senyuman manis.
Yesung mengangguk sambil membalas senyumnya. " Tunggu disini ne. " ucapnya dan berjalan menyusul Zhou Mi yang sudah terlebih dulu memesan makanan.
" Ng~ .. Hae hyung. " panggil Hyuk Jae pelan.
Donghae menoleh padanya dan hanya berdeham menanggapi panggilan sang kekasih. Sementara Kyuhyun, kini sudah menyantap makanannya.
" Ng~ .. Apa benar, kau.. tak pernah dibawakan bekal oleh siapapun? " tanya Hyuk Jae sedikit ragu.
Donghae mengernyitkan keningnya bingung. Namun sedetik kemudian, dia beralih menatap Kyuhyun tajam. Yang ditatap hanya memandangnya dengan tatapan polos seolah tak berdosa.
" Ani~ .. Mungkin lebih tepatnya tidak dibuatkan. Hehe.. Karena eomma sibuk bekerja, jadi dia tidak sempat membuatkannya untukku. " jawab Donghae sambil tersenyum.
Hyuk Jae mengangkat kepalanya dan menatap Donghae. " Kalau begitu, mulai besok aku akan membuatkan bekal untukmu hyung. " ucapnya.
Mendengar itu, kedua mata Donghae langsung berbinar. Senyumnya juga makin merekah. " Jinjja? "
Hyuk Jae mengangguk mantap.
" Hehe.. gomawo Hyukie chagi.. " ujar Donghae seraya mengacak lembut rambut Hyuk Jae.
Sementara Hyuk Jae, kembali menundukkan kepalanya. Hanya untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah pasti memerah.
Tanpa mereka sadari, tiga orang siswi menatap kearah mereka dengan senyum sinis dan tajam.
" Kau yakin akan melakukan itu padanya? Apa kau tak takut jika Hae oppa mengetahui ini, dia akan marah? " tanya salah seorang dari mereka.
Yeoja yang berdiri ditengah-tengah itu menyeringai mendengar ucapan temannya. " Tak akan. Kita lihat saja nanti. " ucapnya penuh percaya diri.
.
.
.
Hyuk Jae menghela nafasnya pelan. Diliriknya jam dinding kelas yang kini sudah menunjukkan pukul lima sore.
Ya, hari ini dia terpaksa pulang telat karena harus mengerjakan sesuatu. Tadinya, Donghae sempat ingin menemaninya disekolah sampai tugasnya selesai. Tapi dia menolak. Ia benar-benar tak ingin menyusahkan Donghae.
Hyuk Jae mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari kelas. Tapi belum sempat ia melewati pintu ruang kelas tersebut, seorang namja masuk dan berdiri tepat dihadapannya setelah sebelumnya menutup pintu kelas.
" Eoh? Hm.. Mian, tapi bisakah kau tidak berdiri disana? Aku.. ingin keluar. " ucap Hyuk Jae pelan.
Kedua alis namja itu terangkat. " Mwo? Kalau aku tidak mau, bagaimana? " tanya namja itu seraya melangkah maju mendekatinya.
Hyuk Jae melangkah mundur. " A-apa yang mau kau lakukan? " tanya Hyuk Jae takut sambil terus melangkah mundur karena namja didepannya tak juga berhenti melangkah.
Namja itu mengeluarkan smirknya. Hyuk Jae menundukkan wajahnya takut. " Hm.. aku hanya ingin bermain sebentar dengamu saja.. " jawab namja itu menakutkan.
Hyuk Jae menelan ludahnya gugup. " M-mian.. t-tapi aku harus segera pulang.. " ucap Hyuk Jae setenang mungkin.
" Eoh? Jinjja? " tanya namja itu pelan.
Hyuk Jae mengangguk pelan. Dan tak lama, punggungnya menubruk dinding kelasnya, sehingga membuat keadaannya terhimpit.
" M-mian.. B-bisakah aku pulang sekarang? " tanyanya terbata.
Namja itu tersenyum remeh. " Sudah kubilang, aku tak mau. Bermain saja dulu sebentar denganku. " jawab namja itu seraya membelai pipi Hyuk Jae lembut. Namun semakin membuat Hyuk Jae ketakutan.
" M-mian, tapi aku benar-benar tak bisa dan tak ingin. Jadi.. tolong jauhkan badanmu dan.. tanganmu.. " pinta Hyuk Jae takut.
Namja itu semakin menyeringai. " Kalau dilihat lebih dekat seperti ini, ternyata kau manis juga. Pantas saja, Lee Donghae mau menjadikanmu sebagai seorang kekasihnya. " ujarnya.
' Hae-ah… ' batin Hyuk Jae.
Hyuk Jae semakin ketakutan dibuatnya. Apalagi kini, ibu jarinya tengah mengusap kedua belah bibirnya.
" Apa.. Donghae pernah menciummu? " tanyanya ingin tahu.
Dengan ragu, Hyuk Jae menggeleng.
" Kalau begitu.. kau sama sekali belum pernah merasakan yang namanya ciuman bukan? " tanya namja tersebut.
" A-apa yang mau kau lakukan? Lepaskan aku! " teriak Hyuk Jae saat kedua tangannya dipegang erat oleh namja yang tak dikenalnya.
" Le-lepaskan aku! Seseorang tolong aku! " teriaknya lagi seraya memberontak.
Sementara namja itu? Ia hanya tertawa mendengar teriakkan namja manis didepannya. " Hahaha… Teriaklah sekuat dan sesukamu manis.. Tak akan ada yang mendengarnya. "
" Hiks.. Jebal.. Lepaskan aku.. " pinta Hyuk Jae yang kini mulai menangis.
" Sudah kubilang aku tak mau bukan? " jawab namja tersebut sarkastik.
" Hiks.. Tolooong..! Siapapun tolong aku! "
" Haha.. Ya, teruslah seperti itu. Aku jamin sampai kapanpun tak akan ada yng menolongmu. Kalau perlu panggil saja kekasih tercintamu itu. "
" Hiks.. Hae.. Donghae.. Hikss.. Hikss.. DONGHAE-AH ! TOLONG AKU! "
BRAAKK
Kedua namja itu menoleh kearah pintu kelas yang kini tengah memperlihatkan seorang namja, yang sedang terengah-engah menahan emosinya.
" H-Hae-ah.. hiks.. " isak Hyuk Jae pelan. Kedua matanya kini telah sembab dan basah oleh air mata.
" Lepaskan kekasihku sekarang juga. " titahnya pelan.
Namja itu tetap bergeming. Sama sekali tidak mengindahkan ucapan Donghae.
" Kubilang lepaskan dia, sebelum kau menerima akibatnya. " ucap Donghae geram.
Melihat Donghae yang sudah marah seperti itu, dengan perlahan, namja tersebut melepaskan genggamannya.
" Kau… boleh pergi sekarang juga dari sini. Dan ingat! Mulai besok, kau jangan lagi menampakkan batang hidungmu disekolah ini. Karena mulai sekarang, kau dikeluarkan. " jelas Donghae final.
Namja itu segera berlari keluar. Donghae kini menatap Hyuk Jae yang masih terisak ditempatnya. Perlahan, ia melangkah mendekat kearah kekasihnya dan memeluknya erat.
" Uljima.. sudah ada aku disini. Uljima, ne? " ucap Donghae menenangkan Hyuk Jae seraya membelai kepala Hyuk Jae lembut.
Donghae dapat merasakan kekasihnya itu mengangguk dalam pelukkannya. Kedua tangan Hyuk Jae juga mencengkeram erat seragam bagian belakangnya.
' Dan dapat kupastikan jika dia dan ketiga yeoja yang merupakan dalang dari semua kejadian ini akan mendapatkan ganjarannya. ' batin Donghae geram.
In Other Place..
" AARRGHHH! SHIT! "
BRAK
Umpat seorang namja bertubuh tegap seraya membanting sebuah berkas di meja kerjanya. Kedua matanya kini menatap tajam pada seorang namja yang berdiri didekat pintu ruang kerja tersebut.
" Jadi.. kedua orang itu sudah mulai mendekatinya, begitu? " tanyanya.
" Ne sajangnim. "
" Brengsek! Pastikan kau terus memantau setiap aktivitasnya, sampai kita membawanya kembali nanti. Kau mengerti?! " perintahnya.
Namja berjas hitam yang beediri itu mengangguk. " Ye sajangnim. "
TBC
Update Lagi^^
Mian lama.. hehe..
RnR please^^
Oh ya, aku lagi mikir untuk membuat sequel dari Just One Day..
Tapi SiBum version..
Hehehe..
Soalnya di ff'ku yg itu, Siwon oppa sempat bilang gini " Aku tak ingin kehilangan orang yang kusayangi lagi untuk kedua kalinya? "
Jadi, tergantung kalian mau atau tidaknya..
Hehehe,,
See you in Next Chapter all^^
Dan, jeongmal gamsahamnida for review^^
