Story About Life and Love
.
.
.
Cast : HaeHyuk, YeWook, KyuMin, Siwon
Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, HanChul, etc..
.
.
.
Romance, Hurt/Comfort
.
.
.
Enjoyed The Stories ^^
*Kyuhyun POV*
Aku menatap tak percaya foto yang kini berada ditanganku.
" Kau.. yakin namja ini adalah.. anak kandung dari keluarga Lee? " tanyaku pada . Detektif kepercayaan keluargaku.
Detektif Kim mengangguk. " Ne. Dia merupakan anak kandung dari keluarga Lee. Nama asli yang diberikan oleh kedua orang tua kandungnya adalah Lee Eunhyuk. Memilikki usia yang sama dengan Sungmin-ssi. Dan jarak kelahirannya hanya beda beberapa bulan. " jelasnya.
Aku hanya diam menatapi foto ini. Lee Hyuk Jae. Jadi selama ini, orang yang dicari ole Minnie hyung sangat dekat dengan kami?
" Kalau begitu, saya permisi dulu Cho Kyuhyun-ssi. Jika ada lagi yang dibutuhkan, hubungi saya saja. Saya permisi. " pamitnya lalu membungkuk hormat padaku dan berjalan keluar.
Seulas senyum terpatri diwajahku. Hyuk Jae hyung.. aku tak menyangka.
" Minnie hyung, kau harus segera mengetahuinya. " gumamku dan langsung mengambil kunci mobil yang kuletakkan diatas meja.
.
.
.
" Annyeong haseyo Lee abeoji. " sapaku saat Lee abeoji membuka pintu rumah keluarga mereka.
Lee abeoji tersenyum padaku. " Ne. Masuklah Kyu. " ucap Lee abeoji sambil menggeser sedikit tubuhnya agar aku bisa masuk.
" Kebetulan sekali kau datang Kyu. Makan malamlah bersama kami. Lee eomeoni baru saja menyiapakannya. " ajak Lee abeoji setelah menutup pintu rumahnya kembali.
Aku tersenyum dan mengangguk pelan. " Gamsahamnida abeoji. " ucapku.
" Tak usah sungkan. Kajja. " Lee abeoji merangkul pundakku dan membawaku menuju ruang makan.
Sesampainya disana, dapat kulihat Minnie hyung dan juga Lee eomeoni sedang duduk dikursi masing-masing.
" Annyeong haseyo.. " sapaku pada mereka.
Mereka mendongak dan menatapku bersamaan.
" Eoh? Kyu-ah, ternyata kau yang datang berkunjung. Duduklah. Kita makan malam bersama. " ucap Lee eomeoni padaku.
Aku hanya tersenyum dan mengangguk sekilas lalu duduk tepat disamping Minnie hyung. Sepertinya, tujuan awalku kemari harus ditunda dulu untuk beberapa jam.
.
.
.
Sesekali aku melirik Minnie hyung dan juga kedua orang tuanya. Saat ini, kami sedang berada diruang keluarganya hanya untuk berbincang-bincang. Haruskah aku katakan sekarang?
" Kyu-ah.. " panggil Minnie hyung sambil mengguncang pelan bahuku.
Aku menoleh padanya dan tersenyum. " Ne? " sahutku.
" Waeyo? Kau melamun, huh? Ada yang sedang kau pikirkan? " tanya Minnie hyung.
Aku menggeleng pelan. " Aniya. Tak ada yang kupikirkan hyung. " jawabku.
" Eoh? Kyuhyun-ah, kau memanggilnya hyung? " tanya Lee abeoji padaku.
" Ne, abeoji. Wae? "
" Aniya. Hanya kupikir, kalian seumuran. Atau mungkin, kau yang lebih tua. " ucap Lee abeoji.
" Ani appa. Sebenarnya Kyuhyun lebih muda dariku. Tapi, karena otaknya yang cerdas itulah dia bisa berada satu tingkat diatasku. " jelas Minnie hyung lalu mengambil segelas jus jeruk dan meminumnya.
Kami semua terkekeh medengarnya.
" Kyu-ah, benar tak ada yang kau pikirkan? " tanya Minnie hyung sekali lagi. Aku terdiam sambil menatap mereka satu per satu.
" Kyu? " kali ini Lee eomeoni yang memanggilku.
Aku menghela nafas sejenak dan mulai masuk ke tujuan awalku. " Apa.. kalian sudah tahu bahwa.. Hyuk Jae hyung adalah anak kandung dikeluarga ini? " tanyaku.
Aku memandang mereka bergantian. Wajah mereka seperti.. terkejut?
" Darimana.. kau tahu Kyu? " tanya Lee eomeoni.
Aku mengernyit heran. Berarti mereka sudah tahu. " Aku menyewa seorang deketif untuk membantu Minnie hyung mencarinya. Dan ternyata, hasilnya menyatakan bahwa Hyuk Jae hyung adalah anak kandung keluarga ini. Dan nama pemberian dari Lee abeoji juga eomeoni adalah, Lee Eunhyuk. Benar kan? " jawabku.
Mereka terdiam selama beberapa menit, sebelum akhirnya Minnie hyung membuka suara.
" Ne. Hyukie adalah anak kandung di keluarga ini. " jawab Minnie hyung dengan lirih.
Aku menganggukkan kepalaku pertanda mengerti. " Geundae.. joesonghamnida. Bolehkah aku.. tahu kenapa Hyuk Jae hyung bisa terpisah dari keluarga ini? " tanyaku.
Kudengar Lee eomeoni mendesah pelan. " Saat Hyuk Jae masih berumur satu tahun. Kami pergi jalan-jalan ke taman untuk piknik bersama. Dan saat itu, suamiku sedang menerima panggilan telepon. Sedangkan aku dan Hyukie menunggunya ditempat kami. Hari itu, entah kenapa anginnya bertiup sangat kencang hingga menerbangkan topi yang dipakai oleh Hyukie. Dengan sangat terpaksa aku mengejar topi itu untuk kembali mendapatkannya dan meninggalkan Hyukie sendirian ditempat itu. Setelah topi itu sudah kembali ditanganku, aku kembali ketempat kami. Tapi.. saat aku kembali.. Hyukie sudah tak ada. " jelas Lee eomeoni lalu berhenti sejenak.
" Dan selama dua tahun setelah kejadian itu, aku begitu terpuruk. Hingga akhirnya aku bertemu dengan Sungmin dan membawanya kerumah ini. Semenjak ada Sungmin, hidupku kembali seperti semula. Tapi, kami juga selalu mencari keberadaan Hyukie. Sampai sekarang kami telah menemukannya. " lanjut Lee eomeoni dan berakhir dengan sebuah senyuman diwajahnya.
Aku ikut tersenyum mendengarnya. " Lalu apa Hyuk Jae hyung sudah tahu tentang hal ini? " tanyaku.
" Hhh~ .. ani. Dia belum tahu. Kami mencari waktu yang tepat untuk memberitahunya. " jawab Minnie hyung.
" Hm.. arasseo. Aku akan siap membantu jika Minnie hyung, Lee abeoji dan juga eomeoni membutuhkan bantuanku. " ujarku.
Lee abeoji tersenyum padaku. Begitupun juga dengan Lee eomeoni dan Minni hyung. " Gomawo Kyu. "
*Author POV*
Yesung menghentikan langkahnya saat dirinya dan juga Ryeowook sudah sampai ditepi Sungai Han. Senyum terus saja mengembang diwajah mereka masing-masing. Ryeowook mendudukkan dirinya disebuah kursi panjang yang tak jauh dari tempat Yesung berdiri.
" Hyung. " panggilnya.
Yesung menoleh sambil tersenyum padanya. " Ne Wookie? " sahut Yesung.
Ryeowook menepuk tempat kosong yang ada disamping kanannya. Menyuruh Yesung untuk duduk disana. Yesung terkekeh pelan dan berjalan mendekati Ryeowook. Menuruti perintah namja manis itu.
" Kau senang? " tanya Yesung seraya menatap Ryeowook lembut.
Dengan cepat namja manis tersebut mengangguk. " Naega neomu haengbokhae. Gomawo hyung. " jawab Ryeowook.
Yesung tersenyum melihat tingkah namja yang dicintainya itu. Bagaimana Ryeowook tidak senang? Seharian ini mereka menghabiskan waktu bersama. Bercanda tawa bersama. Dan terkadang Ryeowook merasa kesal karena Yesung yang terus menggoda atau menjahilinya.
" Wookie-ah. " panggil Yesung sambil terus menatap Ryeowook lembut.
" Ne? " sahut Ryeowook tanpa mengalihkan pandangannya pada sungai yang berada didepannya.
" Saranghae.. " ucap Yesung yang membuat Ryeowook refleks melihat padanya.
Kedua tangannya digenggam erat oleh Yesung. " Hm.. hyung tahu jika ini terlalu cepat dan membuatmu terkejut. Tapi ketahuilah, jika hyung sudah memendam perasaan ini jauh sebelum kita menjadi semakin dekat. Apa.. kau mau menjadi kekasihku? " tanya Yesung.
Ryeowook hanya diam sambil mengerjapkan kedua matanya lucu. Yesung yang sama sekali tidak mendapat jawaban apapun dari Ryeowook hanya tertunduk lesu.
" Kau tak mau ya? Ya sudah.. hyung tak memaksa jika- "
GREB
Yesung menghentikan ucapannya saat Ryeowook secara tiba-tiba memeluknya.
" Siapa bilang aku tak mau? Aku mau hyung! Aku mau menjadi kekasihmu. Nado hyung. Nado saranghae… " ujar Ryeowook senang.
Lengkap sudah perasaannya saat ini. Namun sekarang, situasi malah terbalik. Yesung yang terkejut hanya terdiam sambil mengerjapkan kedua matanya tanpa membalas pelukkan Ryeowook. Ryeowook yang merasakan Yesung tidak meresponnya, mengernyit bingung.
" Hyung? " tanyanya dan berhasil membuyarkan lamunan Yesung.
Saat Ryeowook hendak melepas pelukkannya, barulah disaat itu Yesung membalas pelukkan Ryeowook. Bahkan sangat erat. " Hyung? " panggil Ryeowook sekali lagi.
" Gomawo. Gomawo sudah mencintai hyung. Gomawo. Saranghae.. " ujar Yesung sambil tersenyum senang.
Ryeowook mengangguk. " Ne hyung. Nado saranghae. " balasnya.
Drrt.. Drrt.. Drrt..
Sebuah getaran diponsel Yesung menghentikan aktivitas keduanya yang saling berpelukkan. Yesung melepas pelukkannya sambil sedikit mendengus dan merogoh saku mantel hitamnya. Ryeowook terkekeh melihat tingkah namja tampan yang baru saja menjadi kekasihnya tersebut.
Yesung mengernyit saat melihat nama yang tertera diponselnya.
" Siapa yang menelepon hyung? Kenapa tidak diangkat? " tanya Ryeowook.
" Donghae. Sebentar ya, hyung angkat teleponnya dulu. " ucap Yesung lalu berjalan agak sedikit menjauh dari tempat mereka duduk.
Ryeowook hanya duduk diam sambil terus menatap kearah Yesung. Dahinya mengernyit bingung saat melihat Yesung kini berbicara dengan nada yang khawatir. Tak lama kemudian, Yesung berlari kecil menuju kearahnya. Wajahnya menyiratkan panik yang luar biasa.
" Hyung, wae geurae? " tanya Ryeowook seraya bangkit dari duduknya.
" Ng~ .. Wookie, kita.. mian, sepertinya kita harus pulang sekarang. Donghae.. Donghae ada dirumah hyung sekarang. " jawab Yesung.
" Ne? Memang ada apa? Apa terjadi sesuatu? " tanya Ryeowook yang kini'pun mulai ikut cemas.
Yesung sedikit menggigit bibir bawahnya. Ia bingung apakah harus memberitahu hal ini pada namja manisnya atau tidak.
" Hyung. " Ryeowook menggoyangkan kedua tangan Yesung pelan.
Sejenak mendesah, akhirnya Yesung memberitahunya. " Tadi Donghae memberitahu hyung, jika Hyukie dalam bahaya. Entahlah, tapi dia menebak jika Hyukie.. diculik. "
" Mwo?! " pekik Ryeowook setelah mendengarkan penjelasan dari Yesung.
" K-kalau begitu, kajja pulang hyung. Kita harus mencarinya juga dari sekarang. " ajak Ryeowook dan mulai menggandeng tangan Yesung lalu berjalan menuju mobil Yesung.
.
.
.
" Hyung! " panggil Donghae saat Yesung baru saja memasukki rumah rumahnya. Tak lupa Ryeowook yang mengikutinya dibelakang.
" Sunbae! Hyukie hyung, bagaimana bisa dia diculik? " tanya Ryeowook saat sudah berdiri tepat didepannya.
" Molla Wookie-ah. Aku juga bingung. " jawab Donghae sambil berdiri dari tempatnya duduk.
" Tenanglah. Sebaiknya kita duduk dulu, dan kau bisa jelaskan semuanya Hae. " titah Yesung lalu beranjak menuju sofa putih yang berada diruang tamunya dan duduk disana. Diikuti Donghae dan Ryeowook.
" Jadi, jelaskan pada kami. Bagaimana bisa kau beranggapan jika Hyukie diculik? "
Donghae menghela nafas sejenak. berusaha untuk tenang dan menceritakan semuanya dari awal. Saat Hyuk Jae meneleponnya, berbicara dengan gugup, dan teriakkan-teriakkan yang membuat Donghae cemas setengah mati.
" Hyung.. hiks.. eotteokhae? Hiks.. hiks.. " isak Ryeowook setelah Donghae selesai dengan penjelasannya.
Yesung merengkuhnya sambil mengusap punggung Ryeowook lembut. " Ssstt.. tenanglah. Kita pasti bisa mengatasinya. Kita akan menemukannya. Uljima.. " ucap Yesung menenangkan.
" Hiks.. a-aku harus memberitahu M-Minnie hyung.. hiks.. " ucap Ryeowook seraya mengambil ponsel miliknya yang sedari tadi tersimpan dalam saku celananya.
Jemari mungilnya mulai menekan satu per satu nomor Sungmin yang sudah sangat dihafalnya dan mendekatkan ponselnya ketelinga. Sementara Yesung dan Donghae hanya memperhatikannya.
*Sungmin POV*
Aku dan Kyuhyun memasukki rumah Yesung sunbae dengan tergesa. Sedikit tak sopan memang mengingat kami tak memencet bel terdahulu. Tapi kami terlanjur dilanda rasa cemas sekarang.
" Minnie hyung! " panggil Wookie dan dengan cepat berdiri dari tempatnya lalu memelukku erat.
" Hiks.. hyung.. " isak Wookie dalam pelukkannya padaku.
Aku mengelus punggungnya lembut. " Bagaimana bisa dia diculik? " tanyaku.
Wookie menggeleng pelan. " Kami juga.. hiks.. tak tahu hyung.. hiks. Donghae sunbae bilang.. hiks.. t-tadi Hyukie hyung meneleponnya.. hiks.. " jawab Wookie.
" Meneleponnya? " tanyaku bingung.
" Ne.. hiks. Hyukie hyung meminta tolong pada Donghae sunbae.. hiks.. tapi tak lama, Hyukie hyung berteriak..hiks.. saat seseorang.. hiks hiks.. datang.. setelah itu.. hiks.. sambungan terputus. Hiks.. hiks.. hyung.. a-aku takut.. " jelas Wookie disela isak tangisnya.
Aku mendorong tubuhnya pelan. " Tenanglah, ne? Hyung yakin, kita akan menemukannya. " ucapku.
" Geundae Minnie hyung, bagaimana caranya? " tanya Kyuhyun.
Aku tersenyum dan menatap Donghae sunbaenim. " Sunbae, kau bilang tadi Hyukie meneleponmu bukan? " tanyaku.
" Ne. " jawabnya.
" Kalau begitu, kita lacak keberadaannya lewat nomor ponsel miliknya. Dengan begitu, aku yakin kita akan menemukannya. " usulku.
" Ne! Kau benar juga Minnie. Hae, kajja kita pergi ke kantor polisi untuk meminta bantuan melacak nomornya. Kalian, tunggu disini saja, ara? " ucap Yesung hyung lalu segera beranjak dari rumahnya bersama Donghae.
" Hati-hati! " kataku mengingatkan.
' Hyukie.. semoga kau baik-baik saja. ' batinku.
*Hyuk Jae POV*
Aku sedikit meringis saat menggerakkan kedua tanganku yang kini terikat kuat dengan tali. Perih dan sakit secara bersamaan. Bahkan aku yakin pergelangan tanganku sudah lecet dan memerah. Siwon hyung benar-benar menyakitiku, entah yang keberapa kalinya.
Cklek
Aku menoleh saat pintu kamar ini terbuka. Siwon hyung masuk sambil membawa sepiring buah-buahan ditangannya. Ia tersenyum padaku, sementara aku lebih memilih membuang muka.
" Aku membawakanmu buah. Makanlah, ne? " ucapnya seraya duduk ditepi kasur yang kutempati dan menyodorkan sepotong buah apel padaku.
Aku menggeleng pertanda menolak. " Shireo. Aku tak lapar. " kataku singkat.
" Makanlah, atau aku akan memaksamu. " ancamnya.
" Aku bilang aku tak mau! " tolakku.
" Kau.. " ucapnya tertahan.
" Akh! " pekikku saat Siwon hyung mencengkram rahangku kuat dan memasukkan sepotong apel itu kedalam mulutku secara paksa.
" Makan! " bentaknya.
Aku menggeleng kencang. Berusaha memberontak. Tapi tenaga yang dimilikkinya terlalu kuat.
" Mmmpphh! Uhuk..! "
Sakit. Tenggorokkanku sakit saat aku menelannya.
Prak!
Dijatuhkannya garpu yang tadi benda untuk menancapkan sepotong apel tersebut.
" Kau yang memintanya. Maka jangan salahkan aku atas perbuatan tadi. " ucapnya dan melangkah pergi meninggalkanku.
Aku mulai menangis dalam diam. Lagi, entah sudah keberapa kalinya ia menyakitiku hari ini. Ya Tuhan.. selamatkanlah aku.
*Author POV*
Kedua namja tampan itu keluar dari kantor polisi dengan senyum diwajah mereka. Apa yang mereka cari ternyata membuahkan hasil. Keduanya bergantian berjabat tangan dengan salah satu polisi yang mengantat mereka keluar.
" Mohon bantuannya Jung-ssi. " ucap Donghae setelah menjabat tangan polisi bermarga Jung tersebut.
Polisi itu mengangguk. " Ne Donghae-ssi. Saya dan teman saya pasti akan membantu kalian. Itu sudah kewajiban kami. " ucap polisi tersebut.
" Ne, jeongmal gamsahamnida. Kalau begitu kami permisi pulang dulu. Besok, kami akan menghubungi anda Jung-ssi. Annyeonghi gaseyo. " pamit Yesung sedikit membungkuk lalu segera melangkah menuju mobilnya.
Drrt.. Drrt.. Drrt..
" Yeoboseyo.. " ucap Donghae setelah menerima panggilan pada ponselnya.
" … "
" Ne Kyu., kami sudah menemukan alamatnya. Sekarang kami ingin kembali kesana. " ujarnya.
" … "
" Ne, kita bicarakan nanti dirumah Yesung hyung. Annyeong. " jawabnya lalu mengakhiri percakapan dirinya dengan Kyuhyun dan menyusul Yesung masuk ke mobil.
.
.
.
" Yeobo.. apa Hyukie akan baik-baik saja disana? " tanya Leeteuk cemas sambil terus menggenggam erat tangan suaminya.
Kangin tersenyum dan mengangguk untuk menenangkan hati Leeteuk. " Aku yakin dia pasti baik-baik saja disana. Jika sampai terjadi sesuatu padanya, aku akan memberi pelajaran pada pelakunya. " jawab Kangin.
Ya, tadi sebelum Sungmin dan Kyuhyun pergi ke rumah Yesung, Sungmin sempat memberitahukan pada kedua orang tuanya jika Hyuk Jae diculik. Tadinya, Leeteuk memaksa untuk ikut, tapi tidak diizinkan oleh Sungmin. Dan akhirnya, mereka hanya bisa menunggu kabar dirumah.
" Tapi.. perasaanku tak enak. Aku takut Kangin-ah.. "
" Ssstt.. gwaenchana. Sekarang kau istirahat saja, ne? " titah Kangin seraya merebahkan tubuh Leeteuk diatas kasur mereka.
" Tidurlah. " ucap Kangin lalu membelai lembut surai kehitaman sang isteri.
Leeteuk hanya mengangguk dan mulai memejamkan kedua matanya.
' Aku bersumpah, jika pelakunya adalah Choi Siwon, maka ia akan mendapatkan ganjarannya dariku. ' batin Kangin geram.
.
.
.
" Hyung! Eotteokhae? " tanya Kyuhyun begitu Yesung dan Donghae sudah sampai diruang tamu milik namja tampan dan berkacamata tersebut.
Yesung mengangguk. " Ne. Besok sepertinya kita harus menyiapkan mental kita. Karena besok, kita harus pergi kesana. " jelas Yesung yang mendatangkan helaan nafas lega dari tiga orang namja didepan mereka.
" Ne. Kalau begitu, lebih baik kita menginap disini saja. Bagaimana hyung? Boleh kan? " usul Kyuhyun sekaligus meminta izin pada temannya yang paling tua tersebut.
Yesung terlihat berpikir sejenak dan akhirnya mengangguk. " Ne. Itu lebih memudahkan kita untuk menjalankan rencana kita besok. Dirumah ini, hanya ada dua kamar tamu, dan dua kamar pribadi. Dua kamar pribadi itu hanya milikku dan milik orang tuaku. Kyuhyun, Donghae, kalian tidur dikamar tamu utama. Sedangkan Sungmin dan Wookie, tidur dikara tamu kedua. " jelas Yesung.
" Arasseo. Gomawo Yesung sunbae. " ucap Sungmin sambil tersenyum.
" Panggil aku hyung saja. Itu terdengar lebih akrab. " kata Yesung yang dibalas anggukkan oleh Sungmin.
" Ya sudah. Lebih baik sekarang kita istirahat saja. Selamat malam semua. " ujar Donghae dan mulai melangkah menuju kamar tamu utama.
.
.
.
Pagi ini, lima orang namja terlihat sibuk mempersiapkan diri mereka masing-masing. Sebagian dari mereka sudah tak sabar untuk menjemput Hyuk Jae dan membawanya kembali ke sisi mereka.
" Ne, eomma tenang saja. Aku dan yang lain akan segera menemukan Hyukie dan membawanya kembali. Annyeong eomma. " ucap Sungmin yang baru saja menerima telepon dari eomma'nya.
Kyuhyun menghampirinya dan tersenyum lembut. " Eomeoni? " tebaknya. Sungmin mengangguk.
" Ne. Eomma sangat khawatir dengan keadaan Hyukkie sekarang. " jawab Sungmin.
Kyuhyun mengulurkan tangannya. Mengusap kepala Sungmin sayang. " Tenanglah, kita pasti akan segera kembali membawanya pulang. Sekarang, lebih baik kau masuk ke mobil. Yang lain sudah siap. " ucap Kyuhyun.
" Geurae. "
Sungmin tersenyum dan melangkah menuju mobil berwarna hitam metalik milik Kyuhyun dan masuk kesana. Ryeowook berada dalam mobil milik kekasihnya, sedangkan Donghae sendiri mengendarai mobil kesayangannya.
' Hyukie, tunggulah. Kami akan datang. Semoga kau baik-baik saja disana. ' batin Donghae berucap.
TBC
See you in Next Chapter ^^
Mian kalau makin gaje ini ff ..
hehe..
RnR?
Gamsahamnida for review :D
