Story About Life and Love

.

.

.

Cast : HaeHyuk, YeWook, KyuMin, Siwon

Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, HanChul, etc..

.

.

.

Romance, Hurt/Comfort

.

.

.

Enjoyed The Stories ^^


*Yesung POV*

Aku menggenggam tangan kiri Wookie yang sedikit gemetar. Mencoba untuk menenangkannya walau aku tahu pasti tak akan bisa.

Bagaimana ia bisa tenang? Saat ini Hyukie -sahabat yang disayanginya- sedang diculik. Ia pasti takut terjadi sesuatu pada Hyukie.

" Hyung, tak bisakah lebih cepat lagi? " tanyanya sambil terus menatap kedepan.

Kedua matanya terus saja bergerak gelisah menatap jalanan. " Tidak bisa Wookie-ah. Aku tak mungkin mempercepat laju kendaraan lagi. Ini saja sudah sedikit diluar aturan. Jika aku semakin mempercepatnya, aku takut nanti terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. "

" Tapi aku takut terjadi sesuatu padanya hyung.. " ujarnya hampir menangis.

Aku semakin mengeratkan genggaman tanganku padanya. " Gwaenchana. Hyung yakin Hyukie pasti baik-baik saja, ne? Tenanglah.. " kataku seraya mengelus punggung tangannya.

Kudengar ia menghela nafas pelan. Namun terdengar sedikit berat.

" Apa.. kepolisian sudah sampai disana? " tanyanya.

" Belum. Mereka masih dalam perjalanan sekarang. Mungkin nanti, kita duluan yang akan sampai. " jawabku.

Ia kembali menghela nafas. " Tenanglah.. " kataku pelan.

.

.

.

Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya kami sampai ditempat tujuan kami. Kami berlima, saat ini berdiri dengan jarak yang agak jauh dari sebuah rumah bergaya Eropa dan bertingkat dua. Dapat kutebak, orang yang mempunyai rumah ini merupakan orang yang sangat kaya.

Dan saat ini, kami sedang membuat rencana untuk dapat masuk kedalam rumah itu juga untuk melawan para bodyguard disana. Jika dilihat dari sini, bodyguard yang berjaga-jaga didepan gerbang rumah itu pasti tidak akan mudah untuk dikalahkan. Badan mereka terlalu besar.

" Jadi, lebih baik aku saja yang melawan mereka. " ucap Donghae padaku.

Aku menatapnya tajam. " Jika terjadi sesuatu padamu bagaimana? Kau itu kan orangnya tidak berhati-hati. Sudah, Minie saja yang melawan mereka. " kataku.

" Andwae! " Kyuhyun merentangkan kedua tangannya tepat didepan tubuh Sungmin. Seakan melindungi kekasihnya.

" Kalau Minie hyung terluka bagaimana? Aku tak mau itu terjadi! " tolaknya.

Aku berdecak kesal. " Ya~ Cho Kyuhyun. Kau lupa Minie itu sangat jago dalam bela diri, eoh? Hanya dia saja yang dapat melawan dua orang berbadan besar disana. " jelasku.

" Tapi- "

" Yesung hyung benar Kyu. Gwaenchana, biar aku saja yang melawan mereka. Aku yakin aku bisa. Kau tahu? Aku pernah melawan orang yang badannya sebesar itu di Olimpiade bela diri. Jadi kau tenang saja Kyu-ah. " celetuk Sungmin berusaha meyakinkan Kyuhyun.

Kyuhyun tampak menoleh padanya sambil berpikir sejenak. Namun tak lama kemudian ia mengangguk setuju.

" Berhati-hatilah hyung. " ucapnya seraya menggenggam tangan memutar kedua bola mataku jengah.

Sejak kapan bocah labil itu bisa menunjukkan sikap romantisnya?

" Ne Kyu. Kalau begitu kalian tunggu disini, ne? " ucap Sungmin lalu dengan perlahan melepaskan genggaman tangan Kyuhyun padanya dan sedikit berlari menuju rumah tersebut.

Kedua mata kami terus saja terfokus pada Sungmin. Dalam hati, kami terus berdoa agar tidak terjadi sesuatu padanya. Sungmin mulai terlihat berbicara pada kedua bodyguard itu. Hingga akhirnya salah satu dari kedua orang tersebut mendorong bahu Sungmin kasar dan mulai ingin melayangkan kepalan tangannya pada wajah Sungmin. Tapi lihatlah, dengan mudahnya Sungmin menangkis kepalan tangan itu dan berkelahi dengan mereka.

Tak butuh waktu hingga sepuluh menit, kedua namja bertubuh tegap itu sudah terkapar tak berdaya ditanah. Sungmin menoleh pada kami dan memberi kode untuk mendekat. Kami berempat'pun segera mendekat kearahnya.

" Hyung, gwaenchana? " tanya Kyuhyun sambil memeriksa seluruh tubuh Sungmin.

Sungmin menggeleng. " Gwaenchana Kyu. Sekarang lebih baik sekarang kita masuk. "

Kami semua mengangguk dan mulai melangkah dengan sedikit berhati-hati. Terkadang dengan sigap bersembunyi dibalik dinding yang cukup besar, saat seorang atau dua orang berjas hitam berjalan mendekat kearah kami.

*Author POV*

" Hei! Siapa kalian?! " teriak seorang berbadan besar dari arah belakang kelima namja tersebut.

Mereka'pun menoleh. Mendapati beberapa bodyguard yang sudah siap siaga dibelakang mereka. Ryeowook yang memang nyatanya tidak bisa bela diri, bersembunyi dibelakang sang kekasih. Wajahnya menyiratkan ketakutan.

Yesung yang mengetahui itu, menoleh pada Donghae yang sedang menatap para namja didepan mereka dengan tajam. " Hae, kau cari tempat Hyukie berada sekarang. Urusan para bodyguard itu, biar kami yang tangani. Bawa Wookie bersamamu. Ne? " ucapnya.

Donghae mengangguk, dengan segera ia menarik Ryeowook dan berlari menuju lantai dua yang dimana memang terdapat sangat banyak kamar. Sementara Yesung kembali menatap kesepuluh namja berjas hitam tersebut sambil menyeringai.

" Bersiap untuk merasakan permainan yang sangat seru? " tanyanya yang dijawab anggukkan oleh yang lain. Dan menit selanjutnya, perkelahian'pun terjadi.

.

.

.

Ryeowook membuka satu per satu kamar didepannya. Sementara Donghae, bertugas memasukki kamar yang telah dibukannya untuk memastikan apalah namja manis yang mereka cari ada disana atau tidak.

" Bukan dikamar ini juga Wookie-ah. " ucap Donghae setelah keluar dari kamar yang baru saja dimasukki olehnya.

Ryeowook menghela nafas sejenak, lalu menatap pintu kamar yang terletak dilorong lantai dua tersebut. " Berarti tinggal kamar itu yang belum kita buka. " ujarnya.

Donghae mengangguk pelan. " Ne. Dan semoga saja dia ada disana. Kajja Wookie. " Mereka kembali melangkah, menuju kamar yang belum mereka buka. Dalam hati, mereka berdoa semoga saja Hyuk Jae ada disana.

Cklek.

Pintu terbuka dengan perlahan. Keduanya memasukki kamar tersebut sambil memperhatikan seluruh isi ruangannya. Hingga kedua mata mereka membulat saat melihat seseorang yang sedang meringkuk disudut ruangan tersebut dengan kepala yang ditenggelamkan diantara kedua kakinya yang ditekuk. Kedua bahunya bergetar menandakan ia sedang menangis.

" Hyukie! " panggil Donghae dan segera berlari mendekati namja manisnya tersebut, disusul Ryeowook dibelakangnya.

Hyuk Jae mendongak saat namanya dipanggil oleh suara yang sangat dikenalnya. " Hae hyung.. " sahutnya dengan suara serak.

Donghae sedikit meringis melihat keadaan Hyuk Jae saat ini. Rambutnya acak-acakkan, kedua mata yang memerah, sembab juga bengkak. Dan jangan lupakan jejak air mata dikedua pipinya.

" Hyukie, gwaenchana? " tanya Donghae seraya memeriksa keadaannya. Dan terdengar pekikkan kecil saat lengannya tak sengaja menyentuh pergelangan tangan namja manis itu.

Perlahan, Donghae membuka ikatan tali tersebut. Kedua matanya membulat saat melihat pergelangan tangan yang tadinya putih dan halus tersebut, kini memerah dan lecet, juga sedikit mengeluarkan darah.

" Hyung.. pipimu, kenapa bisa bengkak dan merah seperti itu? Apa mereka menyiksamu? " tanya Ryeowook sambil menatap wajah Hyuk Jae sendu.

Donghae yang mendengar ucapan namja mungil itu mendongakkan kepalanya dan menatap Hyuk Jae. Benar saja, ia melihat pipi wajah manis itu yang kini membengkak dan memerah. Habis sudah kesabarannya melihat namja yang sangat dicintainya tersakiti seperti ini. Amarahnya memuncak, kedua tangannya terkepal erat. Menandakan ia siap untuk menghabisi nyawa siapapun orang yang telah menyakiti Hyuk Jae'nya.

" Hae hyung.. " panggil Hyuk Jae pelan.

Hyuk Jae menghambur ke pelukkan Donghae dan kembali menangis. " Hyung.. hiks.. a-aku kira.. hiks.. k-kau tak akan datang.. hiks.. " ucapnya disela isak tangis.

Kedua tangan kekar itu membalas pelukkannya lebih erat. " Aniya. Mana mungkin aku tidak datang, eoh? Kau lupa, jika aku akan terus berada disampingmu apapun yang terjadi, hm? "

Hyuk Jae menggeleng pelan sambil terus menangis dibahu Donghae. Tangan kanan Donghae terangkat dan mengelus kepala Hyuk Jae lembut.

" Gwaenchana.. uljima ne? Sekarang lebih baik kita segera keluar dari sini. " ujar Donghae seraya melepaskan pelukkannya perlahan dan menggandeng tangan Hyuk Jae.

Mereka bertiga segera melangkah keluar setelah sebelumnya menutup kembali pintu kamar tersebut. Ryeowook berjalan didepan Donghae dan Hyuk Jae.

" Hyung se- Sunbaenim awas! " teriak Ryeowook pada Donghae saat dirinya menoleh kebelakang.

Sontak, Donghae dan Hyuk Jae menolehkan kepala mereka.

" Andwae! "

Buagh

Trak..

" Hyukie/Hyung! " teriak Ryeowook dan Donghae bersamaan.

Hyuk Jae terkulai lemas dilantai dengan kepala yang kini mulai mengeluarkan darah akibat melindungi Donghae dari tongkat baseball yang diayunkan kearahnya.

Donghae mengepalkan kedua tangannya erat sambil menatap sang pelaku dengan penuh amarah. " Kau.. "

Bugh!

Ia melayangkan tinjunya dengan kencang hingga mampu membuat bodyguard itu jatuh tersungkur. Dengan segera ia mengambil tongkat baseball tadi dan mengarahkannya pada namja bertubuh tegap tersebut.

Buagh!

Trak..

Nafasnya terengah berusaha meredam emosinya agar tak semakin memuncak. Setelah itu, ia berjalan mendekat kearah Ryeowook yang sedang memanggil-manggil Hyuk Jae. Berusaha membuat namja manis itu sadar.

" Hyukie-ah.. " panggilnya lembut seraya membawa Hyuk Jae kedalam dekapannya. Darah segar terus saja mengalir keluar dari kepalanya.

" Hyukie.. irreona.. " ucapnya sambil menepuk-nepuk pelan kedua pipi Hyuk Jae.

" S-sunbae.. lebih baik.. kita bawa Hyukie hyung.. ke Rumah Sakit terdekat sekarang. " kata Ryeowook dengan wajah cemasnya.

Donghae menatapnya dan mengangguk. Dengan segera ia menggendong Hyuk Jae dan berjalan menuruni anak tangga untuk menyusul yang lain, diikuti Ryeowook dibelakangnya.

.

.

.

Sudah satu jam terlewati, namun lampu emergency yang terletak diatas pintu ruang UGD itu belum juga mati. Donghae sedari tadi pun hanya bisa berjalan mondar mandir didepan ruangan tersebut.

Sementara Kyuhyun, Yesung dan Ryeowook terlihat duduk dikursi ruang tunggu yang. Sedangkan Sungmin? Ia sedang menerima telepon dari sang appa. Untuk masalah Choi Siwon beserta seluruh anak buahnya, sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Dan kini, mereka semua tengah dibawa menuju kantor polisi pusat Seoul.

Sungmin mengakhiri percakapannya dan berjalan mendekati Kyuhyun lalu duduk disampingnya. " Abeoji bilang apa padamu? " tanya Kyuhyun lembut.

" Appa bilang, eomma khawatir dengannya. Eomma juga tadinya ingin segera menyusul kesini. Tapi appa melarang, karena takut eomma jatuh sakit, mengingat sejak tadi pagi eomma tak mau makan. Mungkin nanti, aku akan meminta izin untuk memindahkan Hyukie ke Rumah Sakit Pusat Seoul. " jawab Sungmin sambil menatap lantai rumah sakit.

Perlahan tangan kiri Kyuhyun terjulur dan mengelus lembut kepala Sungmin. " Arasseo. Aku akan menemanimu nanti berbicara dengan dokternya. " ucap Kyuhyun.

Tak lama kemudian, lampu emergency yang berada diatas pintu ruangan tersebut mati, pintu UGD terbuka dan memperlihatkan seorang dokter keluar dari dalam sana. Sontak semuanya menghampiri dokter tersebut.

" Eotteokhae uisanim? Apa hyukie baik-baik saja? " tanya Donghae.

Dokter itu menghela nafas sejenak setelah membuka masker khusus yang dikenakannya. Ia tersenyum sambil menatap mereka satu per satu.

" Ne, Hyuk Jae-ssi baik-baik saja. Dia memang sempat kehilangan banyak darah. Tapi tenang saja, kami sudah melakukan transfusi darah untuknya, karena persediaan darah dengan golongan yang sama dengannya masih banyak masih banyak disimpan oleh pihak Rumah Sakit. Sekarang, Hyuk Jae-ssi masih belum siuman dan suster saya akan memindahkannya ke ruang rawat inap. " jelas dokter itu yang mendatangkan helaan nafas lega dari lima namja disana.

" Ah ne! Uisanim, ada yang ingin kubicarakan. Bisakah kita.. berbicara diruangan anda saja? " celetuk Sungmin.

Dokter itu mengangguk. " Ne, kalau begitu saya permisi dulu. Mari, ikut saya ke ruangan. " ucap Dokter tersebut dan mulai berjalan. Diikuti Sungmin dan Kyuhyun dibelakangnya.

.

.

.

Pintu ruang rawat inap bernomor 15 itu terbuka. Memperlihatkan Sungmin dan Kyuhyun yang memasukki ruangan tersebut bersama.

" Minie-ah, apa yang kau bawa itu? " tanya Yesung seraya beranjak dari sofa.

" Hm.. ini surat izin pemindahan Hyukie. Jam satu nanti, Hyukie akan dipindahkan menuju Rumah Sakit Pusat Seoul. " jawab Sungmin yang sudah berdiri disamping ranjang rawat Hyuk Jae.

Donghae mengernyit bingung. " Untuk apa dipindahkan Sungmin-ah? " tanyanya. Tangan kanannya sedari tadi tak pernah lepas untuk menggenggam tangan kiri Hyuk Jae yang terbalut kassa.

" Ng~ .. supaya eomma tidak perlu jauh-jauh sampai kesini untuk menjenguk Hyukie. Lagipula, appa sudah setuju. " jawab Sungmin sedikit ragu.

Ryeowook bangkit dari duduknya dan menghampiri Sungmin. " Eomma? Appa? Yang hyung maksud, adalah Lee ahjumma dan Lee ahjussi? "

Sungmin mengangguk pelan sebagai jawaban. " Apa hubungannya kedua orang tuamu dengan Hyukie, Minie-ah? " kali ini Yesung yang bertanya.

" Karena Hyukie hyung adalah anak kandung dari Lee eomeoni dan Lee abeoji. Lalu jangan tanyakan kenapa bisa, karena sekarang bukan saatnya yang tepat untuk menjelaskannya. " jawab Kyuhyun cepat tanpa berniat membiarkan Yesung untuk kembali bertanya.

Dan sekarang, mereka hanya bisa terdiam untuk menunggu datangnya pukul satu siang dengan pertanyaan yang berada dalam benak mereka.

TBC..

Mian lama update'nya #BOW

Habis aku lagi agak sibuk akhir-akhir ini..

Hehe..

Diusahakan chapter depan update secepatnya..

Jeongmal gamsahamnida untuk yg sudah membaca dan mereview^^

RnR?

Ah ne! Panggil aku Lita saja..

Biar terdengar lebih akrab^^

See you in next chapter^^