Story About Life and Love

.

.

.

Cast : HaeHyuk, YeWook, KyuMin, Siwon

Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, HanChul, etc..

.

.

.

Romance, Hurt/Comfort

.

.

.

Enjoyed The Stories ^^


*Author POV*

Sepasang mata namja paruh baya itu menatap tajam pada namja tampan didepannya. Kedua tangannya mengepal erat, berusaha untuk tidak melakukan hal yang diluar kendalinya. Sementara namja tampan itu'pun hanya menundukkan kepalanya tak berani menatap seseorang yang kini bisa dibilang menjadi 'tamunya' .

" Lama tak berjumpa, Lee ahjussi. " akhirnya ia memulai.

Namja paruh baya itu-Kangin- mendecih pelan mendengar sapaan tersebut. " Ya. Dan tak kusangka kita akan bertemu dengan cara yang seperti ini, Choi Siwon-ssi. " ujar Kangin sinis.

" Gamsahamnida, telah mau mengunjungi saya kesini. Dan.. mianhamnida, telah menyakiti anak anda. " kata Siwon pelan. Sama sekali tak berani menatap mata lawan bicaranya saat ini.

" Huh? Mian? Mian kau bilang?! Dengan mudahnya kau meminta maaf setelah apa yang terjadi?! Kau tahu, karena anak buahmu Hyukie masuk Rumah Sakit dan belum sadarkan diri sampai sekarang ini! " ucap Kangin geram.

Sontak, Siwon mendongakkan kepalanya. Menatap Kangin dengan tatapan tak percaya. Ia sama sekali tidak diberitahu tentang hal ini sebelumnya.

"R-Rumah Sakit? Apa.. yang terjadi dengannya ahjussi? " tanyanya.

" Dia terkena pukulan tongkat baseball besi dikepalanya yang menyebabkannya kehilangan banyak darah. Dan kau tahu? Saat aku mendengar berita itu, aku bersumpah akan membalasnya. Hyukie itu anak kandungku satu-satunya yang selama ini kucari dengan susah payah! " bentak Kangin.

Siwon kembali menundukkan kepalanya. Ia benar-benar tak tahu jika Hyuk Jae dirawat di Rumah Sakit saat ini dan belum sadarkan diri.

" Awalnya aku sempat ragu, jika Choi yang dimaksud oleh Hyukie adalah ayahmu. Tapi setelah aku menyewa seorang detektive, akhirnya semua semakin jelas. Ternyata memang benar, kedua orang tuamu'lah pelakunya. Aku tak menyangka, menjadi rival bisnis dengan ayahmu membuatnya bertindak sampai sejauh ini. Menyuruh seseorang untuk menculiknya. Cih! " jelas Kangin.

" Yang dimaksud Hyukie? Apa.. sebelumnya ahjussi dan Hyukie pernah bertemu? " tanya Siwon seraya kembali mendongakkan kepalanya.

" Ne. Kami pernah bertemu dan disaat itulah aku mengetahuinya. Dia menceritakan semuanya padaku dan isteriku hal yang sebenarnya. Dan disaat itu juga aku bersumpah, jika aku tak akan pernah memaafkan kedua orang tuamu, dan dirimu Choi Siwon-ssi. Karena ulahmu, anakku jadi terbaring lemah diranjang Rumah Sakit sekarang! " jawab Kangin emosi.

" A-aku mohon ahjussi, tolong maafkan kedua orang tuaku. Biarlah mereka tenang dialam sana dengan mendapatkan maaf darimu. Jika ahjussi mau, aku rela mendapatkan balasannya. Ahjussi bisa membalasnya padaku. Karena.. appa dan eomma menculik Hyukie, bukan karena ahjussi adalah rivalnya. Tapi karena aku, eomma dan appa menculik Hyukie untukku. " ucap Siwon dengan wajah memohon.

" Untukmu? "

" Ne! Untukku. Saat appa menghadiri sebuah acara untuk para pebisnis, aku dibawa olehnya. Selama appa mengikuti jalannya acara itu, aku yang masih berumur tiga tahun, bermain dengan eomma di taman belakang gedung acara. Dan waktu itu, aku melihat seorang anak kecil yang sedang bermain bersama eomma'nya juga. Mulai saat itu, aku terus merengek pada eomma dan appa agar mau mempertemukanku dengan namja kecil tersebut. Hingga akhirnya.. eomma dan appa.. menyuruh seseorang untuk menculiknya. Sungguh ahjussi, aku mohon maafkan tindakkan kedua orang tuaku. Biar aku saja yang menanggung semuanya. " jelas Siwon.

" Tapi kenapa kau malah mendukung tindakkan mereka, hah?! "

" Ahjussi, saat itu aku masih berumur tiga tahun. Apa yang bisa kuperbuat? Dan.. mian jika sudah beranjak dewasapun aku sama sekali tidak membawa Hyukie kembali ke keluarganya. Itu semua.. karena aku terlanjur.. mencintainya, dan tak ingin kehilangannya. "

" Mencintainya? Kau tidak mungkin menyakitinya jika kau mencintainya! Kau itu hanya terobsesi padanya! Kau terlihat seperti seorang psycho! Baiklah, jika kau menginginkan aku dan isteriku untuk memaafkan kedua orang tuamu. Tapi dengan satu syarat. "

"Apapun! Apapun syaratnya akan kulakukan. Apa itu ahjussi? "

" Geurae. Kau, setelah dibebaskan dari penjara nanti, harus pergi jauh dari kehidupan keluargaku, juga hapus rasa cintamu pada Hyukie. Jangan pernah lagi menemuinya ataupun menghubunginya. " ujar Kangin yang membuat Siwon terdiam.

" Wae? Tidak bisa? Baiklah, kalau begitu aku tak- "

" Arasseo ahjussi! Aku.. akan melakukannya. " jawab Siwon memotong ucapan Kangin dengan cepat.

Kangin tersenyum penuh kemenangan. Dengan cara inilah dia membalaskan perbuatan Siwon pada Hyuk Jae. Ia tahu, sebesar apa rasa cinta Siwon dan rasa takut dirinya akan kehilangan Hyuk Jae. Dengan begitu, ia pasti akan sangat tersiksa.

" Geurae. Kalau begitu saya pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik disini. " ucap Kangin dan mulai berdiri.

" Ahjussi. " panggil Siwon yang menghentikan Kangin untuk melangkahkan kakinya.

" Apa lagi? " tanya Kangin.

Siwon menatap Kangin ragu. " Bolehkah… aku melihat Hyukie untuk yang terakhir kalinya? "

.

.

.

Kedua mata namja manis yang terbaring lemah itu bergerak-gerak kecil. Dan tak lama, perlahan terbuka menampakkan kedua bola mata hitamnya. Namja manis itu mengerjap pelan. Membiasakan bias cahaya yang masuk pada retina matanya.

" Hyukie, kau sudah sadar nak? " sebuah suara halus dan lembut menyapa indera pendengarannya.

Ia menoleh ke kanan. Menatap seorang yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik, sedang tersenyum kearahnya sambil menggenggam tangan kirinya. Ia sedikit mengernyit bingung.

" Aku akan panggil uisa sebentar. " celetuk Ryeowook kemudian melangkah pergi menuju ruangan dokter.

" Hyukie-ah.. aku senang akhirnya kau sadar. " ucap Donghae seraya menggenggam tangan Hyukie yang satunya dan mengelus lembut kepala sang namja manis. Hyuk Jae menoleh padanya.

" A-aku di.. R-Rumah Sakit? " tanya Hyuk Jae. Donghae mengangguk pelan sambil tersenyum.

Ya, Hyuk Jae sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Pusat Seoul kemarin. Dengan uang yang dimilikki oleh Kangin dan Leeteuk, Hyuk Jae kini menempati kamar rawat VIP.

Tak lama, Ryeowook kembali datang bersama dengan seorang dokter.

" Sebentar, saya akan memeriksanya dulu. " kata dokter tersebut lalu mulai memeriksa Hyuk Jae.

Tak sampai lima menit, dokter itu selesai memeriksa Hyuk Jae dan tersenyum pada semua orang yang berada disana.

" Hyuk Jae-ssi keadaannya masih belum stabil untuk saat ini karena baru saja siuman. Tapi ia sudah tidak apa-apa. Dan Hyuk Jae-ssi masih harus dirawat sekitar dua atau sampai tiga hari untuk mendapatkan perawatan intens. Jahitan dikepalanya masih belum mengering sepenuhnya. Jika keadaannya sudah kembali pulih benar dan jahitannya sudah mengering, ia baru diizinkan untuk pulang. " jelas sang dokter yang mendatangkan helaan nafas lega dari enam orang disana.

" Kalau begitu saya permisi untuk kembali keruangan. "

" Ne uisanim. Gamsahamnida. " ucap Leeteuk sambil tersenyum. Ia kembali menatap Hyuk Jae yang kini juga sedang menatapnya dengan sayu.

" Syukurlah jika Hyukie tidak apa-apa. " kata Sungmin sambil tersenyum lembut. Yang lain hanya menganggukkan kepalanya setuju.

" Ah ne! Sebaiknya kita keluar dulu. Aku yakin, Lee ahjumma membutuhkan waktu untuk berdua dengan anaknya. " usul Yesung sambil menatap teman-temannya bergantian.

Kyuhyun mengangguk pelan. " Ne. Kurasa juga begitu hyung. Kajja, kita keluar. Eomeoni, bicaralah dengan Hyukie hyung. " ujar Kyuhyun lalu melangkah keluar bersama yang lain setelah mendapatkan anggukkan dari Leeteuk.

Leeteuk tersenyum sambil mengelus kepala Hyuk Jae sayang.

" Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa merasa lebih baik? " tanyanya.

Hyuk Jae mengangguk pelan. " Ne, ahjumma. " jawabnya dengan suara parau.

" Hyukie-ah.. mulai hari ini dan selamanya, kau.. harus memanggilku eomma. " ucap Leeteuk pelan.

Hyuk Jae mengernyit bingung. " Wae? "

Leeteuk menatap Hyuk Jae dengan lembut. " Karena aku.. adalah ibumu. Ibu kandungmu. " jawab Leeteuk sambil menahan tangis.

" Ne? J-Jeongmal? " tanya Hyuk Jae meyakinkan. Leeteuk mengangguk. Setetes air mata sudah jatuh membasahi pipinya.

" Eomma… " panggil Hyuk Jae seraya bangkit dari tidurnya. Tak diperdulikannya tubuhnya yang masih sangat lemah dan kepalanya yang terasa sakit. Ia hanya ingin memeluk ibu kandungnya sekarang ini.

Leeteuk dengan cepat membalas pelukkan sang anak. " Mian kami terlambat menemukanmu Hyukie. Hiks.. mian.. " ucap Leeteuk.

Hyuk Jae menggeleng dalam pelukkannya. " Aniya eomma.. hiks.. gwaenchana.. hiks.. hiks.. j-justru aku sangat senang.. hiks.. eomma.. hiks.. eomma.. s-saranghae.. hiks.. " ujar Hyuk Jae disela isak tangisnya, tangis bahagianya. Akhirnya, ia bertemu dengan ibunya. Ibu kandungnya.

Sementara kelima orang yang mengintip dibalik pintu itu tersenyum. Sungmin dan Ryeowook terlihat meneteskan air mata mereka.

" Akhirnya, Hyukie hyung mendapatkan kebahagiannya. " ucap Ryeowook.

" Ne. Dan setelah ini, aku berjanji akan melindungi Hyukie layaknya seorang hyung pada dongsaengnya. Walaupun bukan kandung, tapi aku tak akan membiarkan dia terluka lagi. " janji Sungmin.

Kyuhyun yang mendengar itu, merangkul bahu Sungmin sambil tersenyum. " Ne, itu memang harus. "

Yesung kini beralih menatap Donghae yang masih mengintip kedalam ruangan tersebut. Ia menepuk bahu temannya itu pelan. Donghae menoleh.

" Bagaimana denganmu? " tanya Yesung. Donghae menghela nafas pelan.

" Molla. Aku takut dia tak mau kembali padaku. " jawab Donghae yang sudah kembali menatap Hyuk Jae.

" Cobalah dulu. Tak ada salahnya kan? Jika ia memang tak mau kembali padamu, kalian kan masih bisa berteman. Lagipula kau sendiri yang gegabah waktu itu. Berarti kau juga harus tahu konsekuensinya. " ujar Yesung.

Donghae terdiam sejenak. Ya, dia akui dirinyalah yang bersalah saat dengan seenaknya menampar Hyuk Jae tanpa mendengarkan penjelasan dari namja manis itu.

" Geurae, aku akan mencobanya hyung. " jawabnya.

*Hyuk Jae POV*

Aku menatap Donghae hyung yang sedang duduk dikursi samping ranjangku. Sementara eomma, baru saja pulang untuk istirahat. Sedari tadi, ia terus saja diam. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.

" Hyung, waeyo? " akhirnya aku mencoba bertanya.

Ia mendongak untuk menatapku dan tersenyum. " Gwaenchana? " tanyanya. Aku mengangguk pelan. Kuyakin dia bukan hanya ingin menanyakan itu padaku.

" Ne, nan gwaenchana. Sebenarnya kau kenapa hyung? " tanyaku lagi.

Kudengar ia menghela nafas pelan lalu menggenggam tanganku. " Mianhae.. " ucapnya.

Aku mengernyit bingung. " Mian? Untuk apa? " tanyaku.

" A-aku.. hyung minta maaf karena sudah menamparmu waktu itu tanpa mendengar penjelasan apapun darimu. Sungguh, hyung dibutakan dengan rasa cemburu waktu itu. Hyung tahu hyung salah, mianhae.. " jawabnya.

Aku tersenyum padanya. " Hyung, gwaenchana. Aku sudah memaafkanmu. Lagipula aku juga salah. Seharusnya waktu itu aku berusaha melawannya lebih kuat lagi. " ucapku.

" Aniya~ .. kau tak salah. Aku yang paling salah disini. Kumohon maafkan aku. "

" Hyung~ .. aku sudah memaafkanmu. Jadi berhentilah meminta maaf, ne? Kita lupakan saja kejadian itu. "

" Kalau begitu.. maukah, kau kembali menjadi kekasihku? Kembali padaku? "

Aku menatapnya sejenak, lalu menghela nafas. " Hyung, memang sejak kapan kita putus? Saat itu kau hanya menyuruhku untuk tidak menemui ataupun menghubungimu lagi. Tak ada kata putus darimu waktu itu. " jelasku.

Ya.. memang benar apa kataku tadi. Dia tidak pernah meminta putus padaku. Berarti kami masih menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih bukan?

" Ne? Iya juga sih.. " katanya pelan. Lihatlah, wajahnya terlihat seperti orang pabo sekarang.

" Ck! Sudahlah hyung, daripada kita memikirkan hal ini, lebih baik kau membawaku ke taman Rumah Sakit. Aku bosan, kau tahu! " aku mem'poutkan bibir kesal.

Kudengar dia terkekeh pelan dan mengacak rambutku gemas. " Arasseo. Kajja! " ajaknya sambil merangkul pundakku dan memapahku menuju kursi roda.

.

.

.

" Ah.. udaranya segar. " ujarku seraya merentangkan kedua tanganku. Sementara Hae hyung duduk dibangku taman Rumah Sakit yang tepat berada disampingku.

Kurasakan rambutku teracak pelan. Aku menoleh padanya yang sedang tersenyum. " Aku senang bisa melihat senyummu lagi. " ujarnya.

Aku hanya menunduk malu, sementara dia terkekeh pelan. " Tak usah malu begitu. Kau semakin manis saja. " godanya.

Aku berdecak kesal. Suka sekali dia menggodaku.

Plak

" Aduh! "

Kudongakkan kepalaku saat mendengar rintihan Hae hyung. Kulihat Minie hyung sudah berdiri disampingnya dengan tatapan tajam.

" Ya! Sungmin! Kenapa kau memukul kepalaku? Aku ini lebih tua darimu! " sungut Hae hyung sambil mengusap kepalanya.

" Mwo? Salah sendiri kau terus-terussan menggodanya hyung! Tak lihat ekspresi wajahnya sudah seperti itu? " balas Minie hyung sambil berkacak pinggang. Aku tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua.

" Issh~ .. chagi, kenapa tertawa? Seharusnya kau membela kekasihmu yang tampan ini. " ucapnya.

Aku hanya menaikkan sebela alisku sambil menatapnya. Narsis sekali dia.

" Ck! Hyukie, lebih baik kita makan siang saja di cafetaria Rumah Sakit. Daripada harus meladeni dia yang tingkat kenarsisannnya sangat tinggi. " kata Minie hyung lalu dengan cepat mendorong kursi roda yang kududukki. Meninggalkan Hae hyung yang berteriak memanggil kami.

Biar sajalah. Sesekali menjahilinya tak apa kan?

*Author POV*

Kedua tangan itu saling menggenggam dengan erat. Pagi ini, Donghae dan Hyuk Jae tengah menikmati waktu mereka berdua. Donghae duduk diatas kasur rawat Hyuk Jae. Begitu juga dengan sang namja manisnya. Sedari tadi mereka sesekali membicarakan sesuatu, lalu tersenyum, dan saling menatap dengan lembut.

Cklek.

Pintu kamar rawat itu terbuka. Mengalihkan perhatian sepasang kekasih tersebut untuk menatap kearah pintu. Seketika genggaman tangan Hyuk Jae pada Donghae semakin mengerat. Rasa takutnya kembali muncul saat melihat seseorang yang sedang berdiri diambang pintu itu.

Seseorang itu –Choi Siwon- berjalan mendekat dengan langkah pelan. Ditangannya, ia menggenggam sebuket bunga lili. Donghae menatapnya tajam dan menusuk.

" Mau apa kau kesini? Bukankah seharusnya kau berdiam diri dibalik jeruji besi, eoh? " tanyanya dengan nada dingin. Ingin sekali ia meninju wajah namja tampan itu hingga mati.

Tapi ia masih sadar diri bahwa ini di Rumah Sakit. Tentu dia tak ingin melakukan hal yang akan membuatnya tidak diperbolehkan lagi untuk menjenguk Hyuk Jae.

Hyuk Jae menundukkan kepalanya. Sama sekali tak berani menatap Siwon.

" Aku hanya ingin menjenguk Hyukie. Untuk yang terkahir kalinya. " jawab Siwon.

" Mwo? "

Siwon tersenyum lembut. Memperlihatkan kedua dimple'nya yang mampu menarik semua perhatian yeoja diluar sana.

" Ne, ini yang terakhir kalinya aku menemui Hyukie. Setelah itu, aku berjanji tak akan lagi menemuinya ataupun menghubunginya. " ucap Siwon.

Ia semakin berjalan mendekat kearah dua sejoli itu. " Untukmu. Ini juga merupakan pemberian terakhirku padamu. Ambillah. " Siwon mengarahkan sebuket bunga itu pada Hyuk Jae.

Secara perlahan, Hyuk Jae mendongakkan kepalanya. Menatap bunga itu sejenak, lalu mengambilnya. " G-gomawo. "

" Mianhae Hyukie. Jeongmal mianhae. Aku tahu, mungkin dengan permintaan maaf dan hukumanku dipenjara tak akan bisa membuat rasa takutmu padaku berkurang, atau mungkin hilang. Tapi.. aku menyesal, sungguh. Mian, telah membuatmu banyak tersakiti karena ulahku. Mulai sekarang, aku berjanji pada hidupku untuk melupakanmu. Melupakan rasa cintaku padamu. Aku tak akan mengganggu hidupmu lagi. Dan.. berbahagialah bersama dengan orang yang kau cintai. " jelas Siwon.

Tak terasa, setetes air mata sudah jatuh membasahi pipi namja manis itu. Kini Siwon menatap Donghae yang juga sedang menatapnya. Tatapan Donghae pada Siwon, bukanlah tatapan tajam seperti yang tadi diperlihatkan.

" Dan untuk kau, Donghae-ssi. Tolong jaga baik-baik Hyukie. Kau mencintainya bukan? Berikanlah dia kebahagiaan. Jangan sampai membuatnya menangis. Karena aku tak mau jika dia kembali meneteskan air mata. " ujarnya. Donghae hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya.

" Hm.. baiklah, waktuku untuk menjengukmu sudah habis. Sekarang aku harus kembali. Jaga diri kalian baik-baik. Cepatlah sembuh Hyukie. Dan kumohon teruslah tersenyum. Semoga kalian berbahagia. Selamat tinggal. " katanya dan mulai melangkah menjauh.

" Siwon hyung! " panggil Hyuk Jae saat tangan Siwon ingin meraih knop pintu.

Ia berbalik, dan melihat Hyuk Jae yang sedang menatapnya dengan air mata.

" Hae hyung.. bolehkah aku.. memeluk Siwon hyung? " tanya Hyuk Jae pada Donghae meminta izin.

Donghae berpikir. Ia menoleh pada Siwon yang sedang menatapnya lalu mendesah pelan. Kedua matanya kembali melihat Hyuk Jae. Ia mengangguk sambil tersenyum.

" Peluklah dia. " katanya.

" Gomawo. " balas Hyuk Jae dan kemudian berlari memeluk Siwon. Ia menangis dalam pelukkannya.

Siwon tersenyum dan membalas pelukkan itu sambil mengelus punggung Hyuk Jae lembut.

" Kenapa menangis? Bukankah aku sudah mengatakan agar kau terus tetap tersenyum, hm? " tanya Siwon berusaha untuk tidak membuat air matanya keluar.

" Hiks.. a-aku menyayangimu hyung.. hiks.. g-gomawo sudah mau.. hiks.. menjaga dan.. mencintaiku.. hiks.. hiks.. " ucapnya disela isak tangis.

" Ne, aku juga menyayangimu. Tapi mulai sekarang ini, rasa sayang itu akan berubah menjadi rasa sayang seorang hyung pada dongsaengnya. " jawab Siwon.

Tak lama, ia melepaskan pelukkan itu dan menangkup kedua pipi Hyuk Jae. Dihapusnya air mata yang masih mengalir itu menggunakan kedua ibu jarinya sambil tersenyum.

" Uljima, eoh? Kau jelek jika menangis. " ucapnya yang mendetangkan kekehan kecil dari Hyuk Jae.

" Nah.. begitu lebih manis. Sekarang, sudah waktunya hyung kembali. Jaga dirimu, ne? Annyeong.. " pamitnya lalu berjalan keluar. Meninggalkan Hyuk Jae yang masih setia berdiri ditempatnya.

Donghae yang melihat itu, segera beranjak mendekati Hyuk Jae. Dipeluknya tubuh yang lebih kecil darinya itu.

" Menangislah.. aku tahu kau ingin menangis. " ucapnya. Saat itu juga, tangisnya kembali pecah.

Hyuk Jae tahu, dibalik sifat keras seorang Siwon, sebenarnya dia adalah namja yang lembut dan baik. Hanya saja, dia dibutakan oleh perasaannya. Itulah yang membuat Siwon selalu menyakiti Hyuk Jae. Tapi meskipun begitu, namja manis itu menyayanginya. Menyayangi seorang Choi Siwon, sebagai hyungnya.

TBC

Update cepat kan? :D

Hehehe..

Chapter depan tamat..

Yeay yeay yeay..

Ah ne! Kemarin mian ya, kalau kependekkan..

(Sekarang juga deh kayanya) Hehe..

Aku lagi benyak kerjaan rumah..

Soalnya eomma udah pulkam duluan sama dongsaeng..

#plak!Curcol..

Chapter depan, aku juga akan nulis ucapan terima kasih buat yang sudah mereview :D

Jeongmal gomawoyo.. #bow

RnR?

See you in Ending Chapter ^^