#2
Psst! Ini rahasia! Tidak ada yang boleh tahu kecuali kita!
Ah ya, mungkin ada lagi yang perlu mengetahui rahasia ini mengingat dia adalah bagian terpenting dalam kisah ini.
Bagian terpenting itu adalah secangkir kopi yang hangat dengan uap mengepul dari tutupnya dan juga
sekotak susu vanilla yang manis dan menggoda.
Aku suka susu vanilla bukan karena alasan bodoh yang selalu digunakan orang-orang. Aku suka karena rasanya yang unik dan tidak nyata. Kalau soal rasa, coklat diambil dari buahnya, begitu juga dengan strawberi dan melon. Produser makanan dan minuman pasti mengambil ekstrak dari buah-buahan tersebut dan memasukkannya ke dalam menu racikan mereka.
Tapi vanilla? Di dunia ini bahkan tidak ada buah vanilla.
Lantas, darimana asal rasa itu berasal?
Tingkat kreatif sang peracik mungkin berpengaruh dalam hal ini. Bakat kreatif ini harus diapresiasi, tentu saja, karena itulah aku suka rasa vanilla.
Dan ada satu alasan lain mengapa aku menyukainya. Itu karena orang itu, sang maniak kopi yang selalu kuberikan kado setiap paginya, membalas hadiahku dengan susu kotak yang bisa dibeli dari mesin otomatis.
Tidak—tentu saja aku mengapresiasikannya, maksudku, aku membeli secangkir kopi itu dari stasiun dimana aku biasa melewatinya dalam perjalanan menuju universitas. Bukan pekara sulit, karena itulah aku tetap senang saat menerima ucapan terima kasih berupa susu kotak yang bisa didapatkan dengan mudah. Hei, aku benar-benar tidak menyindirnya.
Jadi, rahasia yang kumaksud adalah momen dimana aku selalu berlari setiap paginya, berusaha sembunyi dari segala hal, saat meletakkan secangkir kopi hangat itu di atas meja asisten dosenku.
Tidak ada yang boleh mengetahuinya bahkan termasuk burung-burung peliharaan Sir Oliver yang selalu menatapku dengan penuh selidik saat aku memasuki ruangan dosen.
Karena jika ada yang tahu, aku tidak akan pernah bisa menolong Sir Len untuk mengatasi sifat adiktif kopinya.
Psst! Ini rahasia! Tidak boleh ada yang tahu bahwa aku, Nakajima Gumi, mahasiswi tingkat tiga jurusan seni klasik Utaunoda, 19 tahun, memendam perasaan kagum pada dosen pembimbingku!
.
.
p.s: sampaikan pendapat kalian (apapun bentuknya). okee? ;)
p.p.s: bab ini ditulis dengan sudut pandang yang berbeda lho ya! (masih ada yang belum sadar? hehe) bab ganjil akan ditulis melalui pandangan penikmat kopi sementara bab genap akan ditulis melalui pandangan pengantar kopi.
