Wrong Identity
Crime, Suspense, Sci-fi with All Super Junior Member
Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves
Nurama Nurmala©2011
Ready to Reserved
.
.
.
Part sebelumnya.
.
.
Ia melangkahkan kakinya menjauh dari tempat Heechul berdiri. "Kau mau kemana?" Tanya Heechul skeptis, ia takut Leeteuk akan melakukan sesuatu yang berada di luar batas nalar, LAGI!
"Aku akan pergi sebentar, kau lihat saja di sini." Dengan semburat kepercayaan dan tatapan yang meradiasikan harapan, ia melenggang maju mendekati tim ahli dalam kondisi seperti ini. "Pak," panggilnya dengan nada tenang. Sang opsir polisi segera menoleh. "Saya punya pengetahuan di bidang peledak, ijinkanlah saya menjinakkannya."
Mata opsir senior itu terbelalak kaget. "Kau jangan bercanda, nak! Nyawamu bisa-bisa melayang!"
"Tapi jika kita hanya menunggu saja, banyak nyawa yang tetap akan menjadi korban." Leeteuk meyakinkan opsir senior itu dengan tatapan matanya yang lugas.
"Aku tetap tak bisa mengizinkannya! Kau adalah warga sipil, tindakanmu tak akan dibenarkan."
"Maka catatlah saya sebagai korban yang kehilangan nyawa karena tidak bisa keluar gedung tepat pada waktunya." Heechul, Ryeowook, Hankyung dan sebagian yang mendengarkan pembicaraan itu terkesiap mendengarnya.
Ryeowook menelan ludahnya, setelah menimang berbagai kemungkinan, Ryeowook mulai melangkah menyongsong Leeteuk. "Maaf, pak. Tapi, biarkan saya ikut juga..." Sebuah sunggingan terlukis indah di wajah Leeteuk ketika Ryeowook mengutarakan maksudnya.
"Dasar bodoh! Tahu dari mana dia masalah bom! Menarik perhatian orang bernama Ryeowook pun ada batasnya, babo-ya! Tidak perlu mengorbankan diri seperti ini!" Heechul bersungut-sungut kesal dalam hati. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, yang bisa dilakukannya kini adalah mendoakan keselamatan Leeteuk, Ryeowook, dan orang-orang yang terjebak di gedung itu.
WRONG IDENTITY
PART 5
"Apa?" Sang opsir polisi itu memandang ke dua namja remaja di depannya dengan raut muka lelah. "Kalian tidak bisa main-main seperti ini..."
SREK...
Terlihat Ryeowook merogoh saku celananya, dikeluarkannya sebuah dompet berwarna cokelat dan diperlihatkanlah kartu identitasnya kepada sang opsir polisi.
"Kim, Ryeowook?" Ryeowook mengangguk ketika namanya dibaca dengan nada pertanyaan oleh bibir hitam sang opsir polisi. Opsir itu menyipitkan matanya dan menelaah sosok kecil di depannya. Matanya menerawang jauh pada kejadian beberapa minggu yang lalu. Masih tersiur di dalam memoarnya akan perlombaan yang diadakan pihak kepolisian untuk para remaja berprestasi. Instansi mereka mengadakan perlombaan perakitan bahan peledak dari berbagai senyawa kimia, dan anak muda bernama Kim Ryeowook-lah yang keluar sebagai pemenangnya.
"Hmmm..." sang opsir polisi menajamkan pandangannya. "Baiklah, aku bersedia melanggar prosedur yang semestinya demi memberikan kesempatan kepada kalian. Ingat, jika kalian sudah merasa tak bisa menanganinya, segeralah keluar gedung. Beberapa orang dari tim kami akan mengawal kalian." Seulas senyum puas dilabur semi dalam jangkauan distraksi suasana sore. Ryeowook dan Leeteuk saling berpandangan, dan dalam beberapa detik kemudian, mereka sudah menerima pengawalan menuju gedung telekomunikasi negara kimchi itu.
"Namaku Leeteuk, kau?"
"Ryeowook, Kim Ryeowook." Timpalnya lembut. Leeteuk tersenyum melihat gugusan kepercayaan dalam diri Ryeowook.
"Mungkin kita akan menjadi teman yang bernaung dalam satu takdir. Karena itu, mohon kerjasamanya Wookie-ya?" Ryeowook menyipitkan matanya, namun dengan jelas ia dapat menangkap maksud Leeteuk dalam makna figuratif.
Mereka berjalan beriringan, dengan memakai baju yang telah disiapkan oleh pihak kepolisian berupa masker, baju pelindung, helm keselamatan dan segudang peralatan penjinakkan bom, maka mereka mulai menjejakkan kaki menuju petak lantai marmer perusahaan telekomunikasi tersebut.
DRAP!
DRAP!
DRAP!
DRAP!
Langkah mereka menggema di selasar ruangan lobi gedung. Ruangan tampak lengang, senarai pajangan berdiri kaku dan angkuh menyambut seluruh pengunjung yang datang. Leeteuk dan Ryeowook berjalan dengan penuh percaya diri akan peristiwa kali ini. Um... yah, bukan sepenuhnya percaya diri, itu hanya Leeteuk saja sebenarnya. Ryeowook berjalan timpang dengan krisis percaya diri yang baru saja dialaminya. Pasalnya, ini bukan lagi latihan, bukan lagi percobaan dan bukan lagi perlombaan. Ini adalah peristiwa nyata yang melibatkan beberapa nyawa manusia di dalamnya dan aset berharga yang dipijaknya, menjadi bahan taruhan dalam perjudian takdir ini. Sedangkan Leeteuk, entah ia memang makhluk yang eksistensi kenarsisannya lebih kuat dari siapapun yang dikenal, ia yang tidak tahu menahu tentang bom malah melenggang dengan segala kepercayaan diri yang menebarkan kontrasi antara dia dan Ryeowook.
"Di mana bomnya?" tanya Leeteuk kepada petugas yang berjalan di belakangnya; mengawal serta mengiringi.
"Kami mendapat informasi bomnya ditaruh di WC laki-laki." Salah satu petugas menjawab seadanya.
"Mari kita segera ke sana!" mendengar intruksi dari Leeteuk, mereka semakin menambah kecepatan lari mereka.
Tak ada waktu untuk melangkah secara anggun, tak ada waktu untuk melangkah secara hati-hati, tak ada waktu untuk melangkah secara konstan dan pasti layaknya mendatangi seorang yang berpengaruh di kota. Tak ada waktu lagi! Mereka harus bergegas! Bom akan segera meledak, dalam waktu tak lebih dari 4 menit lagi!
.
.
[3:24 detik menuju peledakan]
.
.
DRAP!
DRAP!
DRAP!
Suara langkah saling susul-menyusul mematuhi panggilan ritmik otak. Mereka terengah, berusaha berlari sekuat tenaga menuju WC laki-laki yang berada di lantai 4 gedung itu. Sebuah lift tampak menyambut kedatangan mereka ketika gerak langkah mereka mengantuk di pojok lorong. Tak ada pilihan, mereka menyegerakan diri memasuki lift yang sudah terbentang meminta kesediaan mereka untuk masuk.
.
.
[3:12 detik menuju peledakan]
.
.
Masing-masing dari mereka : Leeteuk, Ryeowook, dan dua orang pengawal yang ditugasi mengawal mereka saling berebut mengais nafas waktu. Keringat dingin mengucur dari sela pori-pori kulit mereka. Mengapa tidak? Mereka tengah menantang mau sekarang, mereka tengah berpacu dengan kematian!
.
.
[3:03 detik menuju peledakan]
.
.
Satu lantai lagi maka mereka akan sampai ke lantai empat gedung itu. Dalam kondisi seperti itu, otot biasanya akan lebih mendukung kondisi kejiwaan jika digerakkan daripada didiamkan seperti ini. Tapi mereka harus selalu dalam kondisi tenang dan berkepala dingin. Mereka harus berhasil!
.
.
[2:57 detik menuju peledakan]
.
.
TING!
Pintu lift terbuka sempurna. Mereka tak menunggu waktu lagi. Mereka segera melangkahkan kaki mereka yang dirasa berat ditempeli beban beribu kilogram.
"Ke kiri!" salah satu adri polisi pengawal itu memberikan arahan lokasi yang dituju.
.
.
[2:36 detik menuju peledakan]
.
.
"TOLONG... TOLONG..." sayup-sayup terdengar suara teriakkan yang menyesap kondisi ke dalam ritualisme pasak pertolongan. Telinga mereka dipasang peka, langkah mereka terhenti.
"A-ada... yang meminta pertolongan..." Ryeowook berucap gagu, kegugupan mulai menelan roman mukanya, keringat dingin kembali menderasi kulit porinya.
"ANDA DI MANA?" salah satu dari pengawal berteriak mengecek posisi sang korban yang belum terinisialisasi.
"Ah! Ada orang!" Pekik pengaku mengumandang bahagia dari sebuah ruangan yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. "KAMI DI SINI! DI GUDANG ARSIP DI SEBELAH RUANG PERALATAN! KAMI TERKUNCI DI SINI!"
Mereka semua saling berpandangan. Ruangan arsip letaknya 2 ruangan dari tempat mereka berada. Ke dua pengawal itu, memandang Leeteuk dan Ryeowook bergantian.
"Kami bisa melakukannya sendiri. Kalian tolonglah mereka." Jawab Leeteuk penuh dengan konsolidasi keyakinan yang sudah mendarah daging.
Kedua polisi pengawal itu mengangguk. "Kami percaya pada kalian." Leeteuk dan Ryeowook mengangguk mengerti. "Setelah lorong ini, kalian harus belok kanan. Tak lama kalian akan menemukan toilet itu." Setelah memberitahukan lokasi pasti keberadaan bom, mereka tak membuang-buang waktu lagi. Ke dua polisi pengawal langsung berbelok ke arah kiri; menuju ruangan arsip tempat beberapa korban terperangkap di sana, sementara Leeteuk dan Ryeowool berbelok ke arah kanan, menuju lokasi tempat bom berada.
.
.
[1:42 detik menuju peledakan]
.
.
"Haaahhh... Haaaahh..." Deru nafas mereka saling susul menyusul meminta pembebasan diri. Berusaha meraup dan memegangi gaung teriakan emosi sepi.
"Di sana!" Teriak Ryeowook berambisi.
Tak menunggu waktu lagi, mereka langsung mendobrak masuk toilet pria yang berada tak jauh dari sisi mereka.
Ekor mata mereka bergerilya mencari benda mencurigakan yang tersampir lewat siuran topeng permutasi. Kemudian, di bawah plafon berukir mermaid itu terantuk sebuah tas silver yang berukuran cukup besar. Hati mereka tiba-tiba mengebas.
.
.
[1:24 detik menuju peledakan]
.
.
Tampak sebuah tas, lebih tepatnya koper hitam pengusung kematian tergeletak menuntut nyawa. Leeteuk yang sebenarnya menyerahkan urusan ini kepada Ryeowook sepenuhnya memandang Ryeowook dengan raut muka penasaran.
Sedangkan dengan muka serius Ryeowook memandang tas yang sudah memperlihatkan isinya itu dengan tatapan mata konstan.
"Ini bom rakitan." Ucapnya pelan, lebih menyerupai sebuah bisikkan sebenarnya.
"Kau bisa menjinakkannya?"
"Seharusnya bisa, bom ini sudah seringkali aku pelajari dan aku praktekkan dalam pembuatannya." Jawab Ryeowook mulai menelusur setiap sirkuit yang terdapat dalam tubuh bom itu. Ia menggantungkan alisnya dan menghentikan aktivitasnya sejenak.
"Ada apa?"
"Panel kunci yang dilaser itu tidak ada..."
"Apa?" Leeteuk bertanya tak mengerti.
"Panel yang seharusnya berpasangan dengan komponen pemicunya tidak ada." Keringat dari kening Ryeowook meluncur jatuh membasahi petak lantai.
"Memang panel itu penting?"
Ryeowook tampak berpikir sejenak. Matanya mengerjap-ngerjap bingung.
"Kalau tidak ada panel itu, maka aku tidak bisa menghentikan bomnya..."
Sementara itu di sebuah sel penjara tengah kota, nampak seorang pemuda yang tampak frustasi. Rambutnya tidak lagi kelimis karena minyak rambut, mimik mukanya tidak lagi mencerminkan kesombongan akan anekdot diri. Ia hanya duduk di sudut ruangan berterali besi dengan tatapan yang menyorotkan dendam.
"Aku pasti akan membalas kalian!" Tekadnya sungguh-sungguh.
Sedangkan dari balik terali besi itu tampak seorang seorang penjaga polisi yang tengah memakan jajangmyeon dengan sedapnya.
TOK!
TOK!
TOK!
Sebuah ketukan terdengar jelas dari balik pintu pengawasan. Tak menunggu seseorang untuk menyahut, sang tamu yang baru tiba rupanya langsung melenggang masuk ke dalam ruangan. Sang polisi penjaga menautkan alisnya. "Ada apa ke sini Siwon-ah?"
Seorang lelaki yang dipanggil Siwon itu tersenyum, seorang lelaki yang lebih pendek dari dirinya muncul dan menampakkan diri kemudian. "Ini adalah Tuan Muda keluarga Cho, ia menjamin pembebasan bersyarat orang itu."
Sang polisi penjaga meneliti penampilan Kyuhyun, setelah mendapat anggukkan persetujuan dari atasannya yang berada di belakang Kyuhyun, ia lalu beranjak dari duduknya menuju ruangan penahanan Donghae. "Ya! Kau dibebaskan!"
Sedangkan, di sebuah stadion University di Korea, terlihat dua orang tengah duduk bersebelahan dengan pandangan menuju beberapa atlet yang tengah berlatih.
"EH?" Sebuah konjungsi dan ekspresi pertanyaan menyembul ke permukaan menelan pemahaman logika laki-laki berambut lembut itu. "Apa katamu, Kibumie?"
"kau sudah dengar kata-kataku barusan, hyung."
"Orang yang bernama Leeteuk itu sudah pasti gila!" Ia berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku sependapat denganmu. Tapi ia memang seorang yang brilian." Lelaki yang dipanggil dengan sebutan hyung itu memandang Kibum dengan tatapan aneh.
"Kau ikut rencananya?"
Kibum memandang lawan bicarany seraya mengangguk. "Ya, kalau kau hyung?"
To be Continued...
.
.
.
REVIEW VS REVIEW
.
A .Pipit SungminniELFishy
Wawww… Kerennn…
Tapi masih bingung, Minri siapa ya? Kok waktu Zhoumi bilang Sungmin Minri itu marah? O.o
Pendekk banget thor... hehe
Oke, update lagi yakk
Jawaban : Eh, bukan Zhoumi kok yang panggil Sungmin, tapi Donghae. Sekarang udah jelas kan ya? ^^
.
.
B . senri94
30 menit bisa ngetik segini, cukup panjang juga o.o
Akhirnya aku bisa review sambil log in, hahaha~ XDD aku fave ya XDDD
Jawaban : Eh, emang sebelumnya susah ya mau log in? Oh, iya... silahken, silahken ^^
.
.
C . kuchiki hime shirayuki
Great! Udah update ternyata! ^^
Segini sih panjang eonn,,, -.-' makin kereeeen uuy! XDD v ga ada teukppa'a yah *celingukan* yah,, sudahlah! Sperti biasa eon,,
KEEP WRITING! HWAITING! ^O^b
Jawaban : heyo? Jeongmal? Wkwkwkw ada... ah, tapi di chap 4! wkwkwkw
.
.
D . aiko okinawa
Eh, mirin itu sungmin yang jadi cewe kah?
Aigoh . . . fic-nya terlalu bagus . . . kata"nya keren . . . udah mending eonni bikin novel aja daripada fic #PLETAK
Update yah
Jawaban : Iya, mirin itu sungmin ^^ Eh, iya lagi deh...
.
.
E . diictatorlove
Udah nongol ya part 3'y *celingak-celinguk gaje* Kirain mau hiatus beneran tapii akhirnya publish juga
Horrayyy *nyanyi bareng yesung* nie part seperti part" sebelumnya. Keren benerean keren tapii agak pendek ya .
dipart ini siumin nyamar jadi yeoja kah? Next part ditunggu chingu...
Jawaban : hahaha hiatusnya kalau lagi sibuk, kalo ada waktu kosong sejam langsung dipaka buat nulis #GILA . Ya, saya emang rada tersiksa kalau enggak nulis (_ _ ") Iya, di sini sungmin emang jadi yeoja ^^
.
.
F . revisca
Onnie kedikitan chap 3nya
Ya ampun kirain itu si minrin karakter baru, ternyata sungmin ckck kayaknya cantik tuh umin kalau jadi cewe hehehe
Seperti biasa bahasanya tetep keren ^^b
Lanjut onn
Jawaban : Emang banyak yang nyangka dia OC ya pertamanya ^^ tapi enggak rupanya! Huahahaha *kerasukan Kyuhyun* Gomawo~ ^^
.
.
G . Mentari Lacamara
Semalem aq ga bisa review =,= *pundungdipojokan
Aq jadiin onn author fave soalnya onn gaya penulisannya bagus dan patut diteladani ^^ aq jdi mau berguru sama onn!
Onn bagi twitter dong..
Mau ngobrol-ngobrol sama penulis berbakat kayak onn
Trus cerita ini aq tunggu terus esp Leeteuknya xD
Jawaban : Tuh, karena req kamu, onn udah munculin Leeteuk dengan segudang kenekatan yang ada *?* ahahaha dia jadi memegang kunci yang penting bagi bersatunya kelompok pencuri muda 'kan ? ^^
GUBBRRAAKKK! *mimisan* huhuhuhu kata om Alva, bakat itu 1% dan kerja keras itu 99%. Onn enggak merasa punya bakat menulis, tapi onn mungkin bisa kejar dari kerja kerasnya walau enggak full sampe 99% :D
Mian yah tanya2 hal privasi gitu, onn emang orang yang enggak tahu malu... Habisnya dirimu sudah berpesiar di ffn lebih lama dari onn, tapi kenapa enggak ada penulis fav selain onn ditautanmu? Kan jadi penasaran padahal setelah dilihat banyak sekali penulis berbakat di sini o.O dirimu kayaknya pemilih sekali, sama seperti orang yang ngomong ini *nunjuk diri sendiri* uokh! :p jadi intinya, daripada berspekulasi sendiri, mending nanya ma orangnya langsung ;) hahahaha
Oh, twitter kah? Padahal onn udah cantumin tautan linknya di profile loh, ada fb ma twitternya juga. Tapi onn kasih di sini juga deh Nurama_Nurmala
.
.
H . Ika UzumakiTeukHyukkie
Annyeong~
Makin keren aja, nyo~
Bahasanya keren banget, diksinya juga bagus, aku suka eonnie :3
Satu kata buat eonnie :
EXCELLENT ^0^
Update kilat yak~
Gomawo ^_^
Jawaban : gamsahamnida... T_T enggak bagus, kalo bagus dalam arti hancur lebur emang begitu. Hadoh! Eonni harus banyak membaca lagi, tapi apalah daya uang tak sampai *?* sedihnya jadi mahasiswa cekak bin bokek T_T *curcol lagi*
.
.
I . Cho Seo Ryun
Gyaaa! Bagus, eon! Ceritanya menarik~ ;)
Btw itu tadi bahasa apa eonni?
Kalau liat susunan kaya onnie jadi inget guru bahasa indo di sekolah... *nangis guling-guling + mukul lantai*
Yak! Lanjutin, eon! Keep writing...
Seoryun :)
Jawaban : Gomawo~ Hah? Bahasa apa? O.o huehehe entahlah~ *lirik2 Leeteuk* mereka aja yang ngomongnya enggak jelas, hahaha *digodam* huhuhuh masa bisa inget ke bahasa indo lagi T_T *ya iyalah* huhuhuhu nanti sempetin baca fic PMM aja yang satu lagi, bahasanya sederhana sekali kalau yang itu.
.
.
K . Ika UzumakiTeukHyukkie
Annyeong~
OMO~
Teuki bikin greget aja X3
Kasian tuh Hae, masa dikasih salam perkenalan kayak gitu :O
Apalagi pas ngajuin diri buat jinakin itu bom, extreme bgt tuh :D
Pengen tahu sama kejadian selanjutnya :D
Update kilat~
Gomawo ^_^
Jawaban : wkwkwk Leeteuk emang rada-rada *ditoyor Kangin*, eh, apdetnya enggak bisa kilat... saya mau mandi *?* sama tugas dan aktivitas yang lain. PMM juga kayaknya bakal libur mulai besok selama seminggu ;) HUAHAHAHA *kerasukan Kyuhyun lagi*
.
.
L . Pipit-SungminniELFishy
Annyeong...
Hahh, ternyata Mirin itu Minnie...
Yampunnn aku kira OC disini...
Baru inget kalo Minnie itu bisa merubah wujudnya... haha
Kasian Donghae ditipu Teuki sama Heenim.
Penasaran sama kelanjutannya..
Wookie hebat bisa ngerakit bom,, hehehe okek update yak.
Jawaban : wkwkwk iya, Sungmin emang jelmaan Voldemort *?* Hihihihi iya, enggak kira2 deh ah itu aa Teuki, masa cara kenalannya extreme gitu *padahal mendukung 100%*
.
.
M . diictatorlove
waaaH udH update makin keren za di chingu pokoknya next part ditunggu deh chingu...
psss : oy chingu, yesung oppanya mana kok g nongol cie?
Jawaban : fufufu~ belumlah... masih lama kok ^^
.
.
N . revisca
Leeteuk kerennnn bgt
Tp kasian donghae jadi di tangkep
Sabar ya bang #plak
Lanjut onn..
Jawaban : Iya, leeteuk emang keren! *kesemsem* hohohoho Donghae akan sabar kalau udah bales Leeteuk ^^
.
.
O . Neemarishima
Kya..! Setelah baca PMM, saya coba baca ini. Eh, ternyata bagus juga!
Salut deh sama eonnie!
Sekali lagi, kibum digambarkan sebagai anak super pinter! Jadi tambah suka sama kibum :D
Kasihan donghae difitnah leeteuk-heechul...
Ah! Ryeowook muncul sebagai penyelamat! Awal aku baca bagian bom itu, kupikir kerjaannya Ryeo... ternyata dia yang mau bantu! Eh. Dipikir-pikir kan ga mungkin ryeo sejahat itu. Oppa kan baik ;) hehehe aku favorite deh... seperti biasa, next part ditunggu .
Jawaban : Habis... hiks! Begitulah tampang Kibum di mata eonni... huhuhu dia bukan pemain drama di mata eonni, dia bukan penyanyi dan penari di mata eonni, dia adalah seorang bocah jenius yang dapat melakukan apapun yang dia inginkan... *digampar ELF*
Fufufufu iyalah~ si leeteuk emang nekat banget, berani mempertaruhkan nyawa hanya untuk meraih simpati ryeowook. Babo! (emang siapa yang bikin? Elo kan?) #gedubrak!
.
.
P . Cajungsoo
Wuiihhhh... makin seru aja dahhh...
Aq masih cinta sama2 kata-katanya... kok bisa milih dan membuat kata2 kayak gitu... huhuhu lanjttt yahhh
Jawaban : Ehehe hanya banyak membaca saja, kalau ada kata yang enggak ngerti langsung cari artinya. Dah gitu langsung diimplementasikan dalam berbicara atau dalam membuat fic. Kalau korelasi antar kata sih butuh imajinasi agar kata itu hidup dan terkesan indah. Seperti : daripada 'memutarnya pelan', lebih menarik kalau diganti menjadi 'memintir kendur', terus daripada 'jari-jari tangannya menjadi dingin', lebih menarik kalau dirubah menjadi 'buku jemarinya mendingin', dan kata 'bibirnya rapat tak terbuka', lebih enak diganti menjadi 'mengetatkan bibir'.
Pada intinya sie kalimat yang disusun itu berasal dari kalimat yang sederhana juga, hanya saja butuh pembendaharaan kata lain dan imajinasi bebas yang menyusunnya ^^
.
.
Q . chachaku felice
seru.. seru.. seru.. ! (o)/
Leeteuk keren.. ada aja gitu akal liciknya buat ngehasud orang.. *dikroyokangels*
hyaa! kibumnya keren.. masih muda tapi dah kuliah mpe semester 5.. ckckck
wahh donghae kasian di tangkep polisi, makanya hae jdi orang tuh ati", ditipu tuh kn jadinya.. #plak!
chingu bahasa fanficnya kereeenn.. indah di baca..
cepet lanjut ya..
keep writing^^.
_chacha
Jawaban : gomawo ^^ entahlah~ kayaknya bakalan rada lama kalo update fic ini, saya lagi rada sibuk :D kalo PMM bisa rada cepet karena emang fic repost dari fb, tapi kalo WI baru2 aja dibikin ^^
Indah dibaca? Srrrooottt... o/o mimisan lagi deh...
.
.
.
R . Mentari Lacamara
Sudah kuduga pasti Hee yg nyabotase Hae, trus klo Hae ditangkep gimana dong?
Mereka ber15 kapan ngumpulnya? Udah ga sabara liat mrk beraksi esp Henry ngebayangin bocah kls 5 SD jd anggota mafia =,=) aigoo zaman makin edan *LoL
update cepet onn Teuki ga akan mati kan /sobs awas klo mati!
Ga akan sich kan ada Wookie *yakin amat
Jawaban : Hahaha hae akan bebas kok, dan tiba-tiba menuntu pertanggung jawaban pada leeteuk . enggak, enggak bakalan mati kok *lol~
.
.
.
S . KagamiYuuki
Chinguu~*treak 5 oktaf ala wookie*XD
karyamu sngat2
tp next chapx kok lma?
Cpetan y chingu~^^
Jawaban : Udah update~ ^^
.
.
END OF REVIEW
.
Mangga silahkan chap 5-nya direview juga ^^
