Warning : Tanpa editing!

Wrong Identity

Crime, Suspense, Sci-fi with All Super Junior Member

Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves

Nurama Nurmala©2011

Ready to Reserved


.

.

.

Part sebelumnya.

.

.

[1:24 detik menuju peledakan]

.

.

Tampak sebuah tas, lebih tepatnya koper silver pengusung kematian tergeletak menuntut nyawa. Leeteuk yang sebenarnya menyerahkan urusan ini kepada Ryeowook sepenuhnya memandang Ryeowook dengan raut muka penasaran.

Sedangkan dengan muka serius Ryeowook memandang tas yang sudah memperlihatkan isinya itu dengan tatapan mata konstan.

"Ini bom rakitan." Ucapnya pelan, lebih menyerupai sebuah bisikkan sebenarnya.

"Kau bisa menjinakkannya?"

"Seharusnya bisa, bom ini sudah seringkali aku pelajari dan aku praktekkan dalam pembuatannya." Jawab Ryeowook mulai menelusur setiap sirkuit yang terdapat dalam tubuh bom itu. Ia menggantungkan alisnya dan menghentikan aktivitasnya sejenak.

"Ada apa?"

"Panel kunci yang di laser itu tidak ada..."

"Apa?" Leeteuk bertanya tak mengerti.

"Panel yang seharusnya berpasangan dengan komponen pemicunya tidak ada." Keringat dari kening Ryeowook meluncur jatuh membasahi petak lantai.

"Memang panel itu penting?"

Ryeowook tampak berpikir sejenak. Matanya mengerjap-ngerjap bingung.

"Kalau tidak ada panel itu, maka aku tidak bisa menghentikan bomnya..."

Sementara itu di sebuah sel penjara tengah kota, nampak seorang pemuda yang tampak frustasi. Rambutnya tidak lagi kelimis karena minyak rambut, mimik mukanya tidak lagi mencerminkan kesombongan akan anekdot diri. Ia hanya duduk di sudut ruangan berterali besi dengan tatapan yang menyorotkan dendam.

"Aku pasti akan membalas kalian!" Tekadnya sungguh-sungguh.

Sedangkan dari balik terali besi itu tampak seorang seorang penjaga polisi yang tengah memakan jajangmyeon dengan sedapnya.

TOK!

TOK!

TOK!

Sebuah ketukan terdengar jelas dari balik pintu pengawasan. Tak menunggu seseorang untuk menyahut, sang tamu yang baru tiba rupanya langsung melenggang masuk ke dalam ruangan. Sang polisi penjaga menautkan alisnya. "Ada apa ke sini Siwon-ah?"

Seorang lelaki yang dipanggil Siwon itu tersenyum, seorang lelaki yang lebih pendek dari dirinya muncul dan menampakkan diri kemudian. "Ini adalah Tuan Muda keluarga Cho, ia menjamin pembebasan bersyarat orang itu."

Sang polisi penjaga meneliti penampilan Kyuhyun, setelah mendapat anggukkan persetujuan dari atasannya yang berada di belakang Kyuhyun, ia lalu beranjak dari duduknya menuju ruangan penahanan Donghae. "Ya! Kau dibebaskan!"

Sedangkan, di sebuah stadion University di Korea, terlihat dua orang tengah duduk bersebelahan dengan pandangan menuju beberapa atlet yang tengah berlatih.

"EH?" Sebuah konjungsi dan ekspresi pertanyaan menyembul ke permukaan menelan pemahaman logika laki-laki berambut lembut itu. "Apa katamu, Kibumie?"

"kau sudah dengar kata-kataku barusan, hyung."

"Orang yang bernama Leeteuk itu sudah pasti gila!" Ia berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Aku sependapat denganmu. Tapi ia memang seorang yang brilian." Lelaki yang dipanggil dengan sebutan hyung itu memandang Kibum dengan tatapan aneh.

"Kau ikut rencananya?"

Kibum memandang lawan bicarany seraya mengangguk. "Ya, kalau kau hyung?"


WRONG IDENTITY

PART 6


Angin kembali berhembus membisikkan irama syahdu, lambaiannya menyisipi setiap sela jari yang tak bertaut dan mengguyur rambut dengan siurannya yang lembut.

Kedua namja yang sedari tadi tak beranjak dari tribun lapangan atletik terlihat masih bercakap-cakap. Kadang mereka tersemaput diam karena polah tingkah pemikiran yang meraung meminta penjelasan logis dengan hukum sebab-akibat yang selalu disandang, kadang salah seorang dari mereka menguar kata berintrik pintar untuk lawan bicaranya yang akan segera menyahut jawab tanpa paparan klise.

"Kenapa kau percaya dengan orang ini?" salah satu dari namja itu bertanya.

"Aku sudah lama mengenalnya, ya—maksudku, aku sudah tahu tentangnya walau dia tidak tahu sama sekali tentangku." Si lawan bicara menaikkan sebelah alisnya. "Kau juga tahu sendiri hobiku 'kan hyung?" si lawan bicara kembali mengangguk paham.

"Kau masih menjalankan hobi anehmu?"

"Ya, tidak ada yang lebih mengasyikan selain ini."

"Hh.." namja yang terlihat lebih tua dari Kibum menghela napas berat. "Kau sudah melanggar batas privasi orang, Kibumie."

"Memang aku peduli? Hehehe..." Kibum berseringai jahil. "Selama mereka tidak tahu, itu bukan masalah 'kan?"

"Lalu, apa yang membuat namja itu istimewa di matamu?"

Kibum nampak berongkang-ongkang kaki sambil menggigiti pensil berwarna cokelatnya. Manik hitamnya mengerling menatap langit yang dirundung senja. "Dia tidak punya otak seperti kau dan aku." Lawan bicaranya tersenyum. "Dia tak punya kekuatan yang besar seperti Kangin dan Siwon. Dia tidak punya keahlian seperti Shindong, Ryeowook, Zhoumi, Sungmin, Donghae dan Henry. Dia tak punya kejelian seperti Hankyung. Dia tak punya kehati-hatian seperti Heechul. Dia tak punya kedudukan seperti Kyuhyun. Dia tak punya kelebihan seperti Eunhyuk."

"Tapi?" namja itu mengaitkan alisnya.

"Dia punya sesuatu yang lain..." Kibum mendesah pasrah.

"Kepemimpinan?" Kibum mengangguk mendengar tebakan dari namja di sebelahnya.

"Kau tahu, hyung? Seorang novelis dari Indonesia pernah berucap dalam karyanya : Orang jenius seperti berada di dalam gelap. Mereka bisa melihat apa yang biasanya tidak bisa kita lihat."

Namja di sebelahnya mengangguk paham. "Itu 'kan posisimu selama ini..." Kibum membelalakan matanya.

"Sejak kapan?"

"Sejak dulu..." namja itu mengetuk-ngetukkan telunjuknya di pelipis Kibum. "Kau salah seorang dari jenius itu. Kau bisa melihat hal yang luput dari penglihatan orang lain. Pola pikirmu rumit, dan kau selalu sistematis."

Kibum meretas senyum tipis. "Jika aku seperti itu, maka dia kebalikan dariku..." namja di sebelahnya memandang Kibum tak mengerti.

.

.

.

[56 detik menuju peledakan]

"Apa sih maksudmu? Panel apa? Aku tak mengerti..." Leeteuk menggaruk-garuk tenguknya.

"..."

Ryeowook terdiam dengan desahan napas yang semakin memburu. Perhatiannya tertuju pada satu titik, yaitu :

KABEL BERWARNA BIRU DAN MERAH

"Ya!" Leetek memanggil Ryeowook agak keras.

"Kalau seperti ini... Aku harus menelusuri sirkuitnya, tapi itu memakan waktu yang lama..."

"Ada apa?"

"Harus memilih antara memotong kabel merah, atau kabel biru..."

"Apa sih?"

"Tapi tak bisa hanya menggunakan peruntungan seperti itu."

"Wookie-ya!" Leeteuk yang sudah mulai terkikis kesabarannya membentak Ryeowook dengan nada suara yang lumayan keras.

"Eh, apa?"

"Tinggal memotong salah satu kabel 'kan?" Leeteuk mengeluarkan gunting dari kantung baju gamlet-nya.

"Ka-kau mau apa?"

Tangan Leeteuk terulur ke depan, jemarinya mengais sehelai kabel berwarna merah dan biru. "Mau apa lagi? Ya memotongnya..."

Ryeowook terbelalak kaget.

.

.

.

[12 detik menuju peledakan]

"Kau mau memotongnya begitu saja?" Leeteuk menyeringai penuh maksud, sepertinya kecurigaan Ryeowook memang beralasan.

"Mundur, kalau sempat, sembunyi sana!" Ryeowook hampir terkena serangan jantung sebelum terekstradisi oleh desisan bom.

.

.

.

[6 detik menuju peledakan]

"Tapi..."

"Hmm.. Hmm.. Hmm.. Hmm.." Leeteuk malah bersenandung lagu Chaiyan Chaiyan-nya Sahrukhan. Ryeowook mengerlingkan bola matanya.

.

.

.

[3 detik menuju peledakan]

Ryeowook tak bisa berkompromi dengan keadaan, selaput matanya terkesiap oleh kejutan, jantungnya serasa mengeras diterpa kedutan, deru nafasnya sudah tak terkontrol lagi. 'Jika sekarang adalah waktuku untuk mati—meninggalkan dunia ini, aku akan ikhlas. Setidaknya aku mati karena hal yang aku sukai; ledakan...' Ryeowook memejamkan matanya kuat, dicengkramnya obeng oleh tangan kanannya.

Di ruangan itu, slow motion tengah melanda...

.

.

.

[2 detik menuju peledakan]

Sementara Ryeowook masih sibuk berkomat-kamit merapalkan do'a keselamatan, Leeteuk dengan santainya mengais salah satu dari kabel berwarna di dalam tas. Gunting yang sedari tadi sudah siap sedia mulai mengangkat mengangakan keputusan takdir. Ryeowook menghentikan napasnya.

.

.

.

[1 detik menuju peledakan]

Entah mengapa, waktu berjalan dengan teramat sangat lambatnya. Digerus oleh perasaan tegang dan dipancang oleh anekdot dan momok dalam hati, Ryeowook memasrahkan diri untuk kembali ke pembaringan alam; kuburan.

Perlahan, pendar jiwanya kian meredup. Tak lagi ada apel membekasi uzurnya keinginan dan pengharapan. Amnesti dan sugesti tidak menyenangkan mulai ramai berdendang. Tapak kaki yang dijejakkan ke lantai putih itu tak nampak lagi, yang ada hanya bekas rumpang si pemilik yang menyandarkan tubuhnya lemas.

Leeteuk tak lagi ragu, memang sedari awal Leeteuk memang tak pernah ragu. Ia mulai menggerakkan jemarinya yang bergerak seirama, menjerang kanopi-kanopi kabel yang terbuat dari karen sintesis berwarna tersebut.

Ryeowook masih tak menghembuskan nafasnya. Tinggal 0,00- sekian seperseken lagi, tinggal menunggu ayunan ringan dari gunting Leeteuk, maka nasib mereka akan ditentukan. Antara tetap bersambung, atau diputus oleh dengusan Careberos.

CCKKLLAAAKK!

Terdengar suara kabel terputus.

.

.

.

[00.00 detik menuju peledakan]

...

...

...

...

...

Hening, tiada yang terjadi.

"Hhhh... Hhhh..." Ryeowook mulai bernapas lagi. Ekor matanya mengintip dari sela pejaman. Ruangan itu—toilet laki-laki, masih tetap megah seperti bangunan El-De De Pormoteur di Italy. Lampu-lampu gantung masih tetap menggantung dengan anggunnya. Ya... toilet ini memang berlebihan, setidaknya itulah yang dipikirkan Ryeowook ketika membuka matanya karena sedari tadi tiada kesempatan untuk mengagumi interior toilet itu.

"Sepertinya pemilik perusahaan ini memegang paradigma 'Hati tamu ada di toilet rumah kita' deh..." komentar Ryeowook sambil masih melirik ke seluruh ruangan.

"Ya, sepertinya begitu."

TEP!

Ryeowook tak menyangka akan ada seseorang yang menyahuti komentarnya, matanya berpaling, ke arah Leeteuk yang masih berjongkok di samping tas berisi... Em.. bom rakitan?

"Ki...Kita..."

"Apa?" Leeteuk berpaling ke arah Ryeowook dan segera berdiri sambil meregangkan tubuhnya yang dilahap ketegangan.

"Kita, masih... hidup?" Leeteuk memandang Ryeowook diam.

Sementara itu, di tempat lain...

"Siapa kau?" seorang namja dengan langkah panjang dan cepat-cepat menyapu undakan tangga di sepanjang trotoar jalan. Tangan kirinya terlihat sibuk menata rambutnya, sedangkan tangan kanannya berkoar mengais sejumput rambut dengan sisir kecil yang dipegangnya.

Langkahnya terhenti sebentar, lalu matanya tertumbuk pada sosok pemuda yang berjalan pelan mengikutinya di belakang.

"Siapa kau dan apa maumu?" Donghae bertanya ketus.

"Aku tidak ingin apa-apa..." namja yang berjalan di belakangnya menghampiri dengan tabut kedewasaan yang tersampir lewat mimik muka dan jelmaan kata-katanya. Donghae menggantungkan sebelah alisnya. Distorsi polemik menelan pemikirannya.

"Lantas?" tandas Donghae kemudian.

"Namun ada seseorang yang ingin menemuimu." Aura suram tiba-tiba menggelung dan menguras rasionalitas senja. Angin tiba-tiba menyeruak dingin dan melibas parutan tubuh tak berbarikade dengan ganasnya.

Donghae, memandang Kyuhyun dengan takut-takut.

Suara hiruk pikuk tempat di depan gedung meramaikan kondisi senja yang sudah semakin tergerus malam. Tingkap langit memetakan pasti, melandasi perubahan ritmik yang berhimne pada malam hari.

Desau pepohonan di sekitar gedung selayaknya menyambut seorang pahlawan. Semua yang menanti kedatangan sang penakluk cobaan merintih dan bersiul dalam glamour suka cita.

DRAP!

DRAP!

DRAP!

Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. Senda senja menyemukan segurat merah di pipi dan cuping telinga mereka. Mereka harus menyipit untuk mendapat refleksi sadar atas bantahan malam yang tak terlelakkan sedari tadi. Lampu sorot mulai menerjang mereka ambisius. Telusuran dan sodoran pertanyaan menggaung mematut dalam kabilah kelam. Mereka berjalan beriringan menuju mobil patroli yang siap menjerang mereka dalam tabut selusin pertanyaan dan rekatan pujian.

"Bagaimana kau bisa tahu bahwa kabel yang kau potong itu adalah kabel yang benar?" Ryeowook bertanya antusias dalam perjalanannya menuju sederet aparat polisi yang merentangkan tangannya lebar-lebar; menyambut keberhasilan mereka.

"Hm? Aku tidak tahu..." Ryeowook langsung memandang Leeteuk dengan pandangan bingung.

"Ta-tapi..." Ryeowook kembali tercekat. "Berarti, tadi kau hanya untung-untungan saja?" Leeteuk tersenyum geli. "Tapi kenapa kau memotong kabel berwarna biru?"

Leeteuk menghentikan langkahnya, lalu memandang Ryeowook tajam. Kali ini, dia tak tersenyum. "Karena aku tidak mau memotong benang merah kita." Ryeowook terkesiap dengan perkataan Leeteuk. "Jika aku memotong kabel berwarna merah, maka mungkin kita tidak akan ada jodoh lagi. Karena itu aku memotong kabel berwarna biru..."

DRAP!

DRAP!

DRAP!

Leeteuk berjalan mendahului Ryeowook yang masih dilanda kecemasan dan kebingungan.

"Tunggu! Jadi, hanya karena itu?" Ryeowook berteriak tak percaya. Namun kilahan Leeteuk dengan sengaja tak menggubris teriakan Ryeowook yang melengking. Dada Ryeowook naik turun dimainkan emosi yang disebabkan tindakan Leeteuk. "Bebal, dia... orang bebal!"

Ryeowook mulai kembali menjejakkan tapak di lantai porselen itu. Namun tiba-tiba otaknya memetakan sesuatu. Kornea matanya membulat sempurna, dadanya bertalu semakin bergemuruh, oksigen serasa dirampas dari sisinya. Ia menikung pandir di sela keramaian itu. "Boo...bodoh!" hardiknya pelan. "Kabel merah dan biru itu, mengandung zat yang berbeda. Jika aku menyayat kabel karet itu sedikit saja, lalu melihat ke dalam kabel tembaga di dalamnya, memastikan dengan penciuman dan penglihatanku, aku sudah dengan pasti bisa memutuskan kabel mana yang harus aku potong." Ryeowook tampak syok dengan kenyataan yang tanpa ia sadar meluncur lancar dari bibirnya. "Namun aku terlalu kalut saat itu..." matanya lalu menangkap sosok Leeteuk yang sedang sibuk menerima pujian komandan polisi. "Orang aneh." Ia merutuki Leeteuk dalam cercaan terdalamnya. "Orang yang sangat aneh!"

To be Continued...


REVIEW VS REVIEW

.

A . shin young rin

aigoo...tambah seru aja. ehehe mian aku langsung review semua chapter di sini... ckckck sebenarnya Leeteuk oppa itu orang normal apa abnormal sih di sini? benar-benar ide gila memberanikan diri untuk ikut menjinakkan bom, yah walaupun masih ada Ryeowook oppa yang bantuin sih. belum lagi ulahnya yang kemarin-kemarin, benar-benar sulit diterima dengan akal sehat.*namanya juga fict dasar reader pabbo* akhirnya Hae oppa keluar dari penjara juga, kacian...*evil laugh* ok thor lanjut...
jangan biarkan reader yang satu ini penasaran...

Jawaban : Mungkin tergolong orang abnormal ya? ^^

B . han gyn

eonnie...! akhir'a update juga... eonni kt"a keren bgt sih... eonni balajr dari mana... mau donk aku kyk eonni... bisa nyusun kt" seindah itu... eonni bnr deh td aku mlu bgt.. pabbo bgt sih aku,aku mau nge-review ff eonnie yg p.m.m tp mlh nyasar ke between two hearts.. semoga authornya gx mrh... eonnie hrs update kilat ya... yg p.m.m juga...

Jawaban : Ehehe hadoh, kok bisa salah? ^^ Um, masa kata-katanya indah? =.= biasakan saja membaca cerita, mau dari novel mau dari ff yang bahasanya seperti ini. Nanti juga terbiasa menggunakannya kok :D malah nanti dalam berbiacarapun akan menggunakan istilah ilmiah dan bahasa metafora pulak . #plak

C . Pipit-SungminniELFishy

Annyeong eonn... Hyaaa.. Teukie bonek nih *bocah nekat* wkwkwkwk :D gak tau tentang bom tapi ngikut2 biar bisa dapet perhatian dari Wookie..haha. ohya, kenapa Kyuhyun ngebebasin Donghae? Trus siapa yg lagi duduk sama Kibum itu? O.o hahahaha.. Iya Sungmin pantes bgt tuh karakternya disini..haha :D yosh, update lagi eonn...!

Jawaban : Iya, emang bonek ^^ Kyuhyun disuruh Leeteuk :D oia? Pas? Hehehe semoga karakterisasinya lebih terstruktur lagi deh :D

D . Kim Ryesha

hyaaa akhirnya update juga chap 5 nya ~ deg2an ih bacanya aplg kalau liat waktu yg trsisa sblum bomnya meledak. Smga wookie-ku sm teukppa selamat~ #abaikan Emm ini perasaan saya aja atau emg chap ini lbh pendek dr yg sblmnya ya? ._.v update kilat ya eon

Jawaban : Hihihihi emang lebih pendek~ mian .

E . Kuchiki Hirata

hai nurama-ssi ^^ mian baru ngereview sekarang. wah, saya tegang baca deti-detik bomnya itu meledak. yah, kok tbc sih? yosh! keep writing

Jawaban : Hi juga ^^ heyo? Jeongmal? Hihihi semoga tetep penasaran dan deg2an... biar fic ini enggak hanya menyandang genre doank, tapi ada implementasi suspense di dalamnya :D

F . Ika UzumakiTeukHyukkie

annyeong~ oh Teukie,dirimu narsis sangat :p tapi gk apa2lah emng harusnya di saat2 genting kayak gitu tuh harus pede,kekeke XD pokoknya keren deh eonn,tapi kurang panjang :D next chap panjangin lgi yak ^_^ serius eonn,gaya penulisan eonn tuh bagus bgt ^^ buku itu emng mahal,tapi pengetahuan yg kita dapat dari buku tuh tak ternilai harganya :D waktu aku liat2 buku sastra aja tuh AJE GILE mahalnya,eonn :O emng nasib jdi anak sekolahan gk punya duit,kekeke XD update kilat~ gomawo ^_^

Jawaban : Emang kurang panjang~ :p ehehe sama nih, enggak punya duit . novel sastra terjemahan best seller itu emang mahal2 *lha, kok ke novel?*

G . KagamiYuuki

Yaaah... Kependekan chingu..X3 aq jd tmbh penasaran nee... Aq pngen tau ap yg bkl dlkukan mreka.. Next y chingu..XD

Jawaban : Kekeke pada protes karena pendek nih .

H . Mentari Lacamara

Akhirnya dilanjut *loncatbarengkunyuk /plak eunhyuk. thx onn Teukie peran utama ya u,u *nyogokpakeaudi. iya aq pemilih bgt onn, mkanya aq lbh ska bca di FFN cuz bsa bca summarynya bru bca, aq liat onn klo nulis ga asa,l bhsanya bagus critanya logis n banyak ilmunya SALUT! Cuz aq sering kecewa bca FF yg tulisannya ambigu bahkan kadang2 ada yg nulisnya aneh bgt smpe susah dimengerti =,=)V aq blm sempet liat linknya, ntar aq follow twitter difollback ya #ngancem LANJUT KILAT ! #matiincap

Jawaban : Eh, keliatannya gitu ya? ^^ hehehe padahal sie lumayan ngasal banget diksinya *lol~ hum... memang ada beberapa karya seperti itu, tapi kok jadi semangat buat ngasih masukan...gitu XD

I . ssiidictator

Holla,,, nmpang baca yah,,, Kekeke bysa kmrin ngbut baca'a n bru koment skrng,,, XDDD Gak sabar nnggu mrka smua ngmpul,,, Udah itu ajah,,, #bruk dtendang author,,, Oia emang apa bda'a review pke login sma nggak,,,? Aq gak ngerti,,, #gaptek

Jawaban : Sama aja sie, mau review pake log ini atau tidak buat saya sie enggak masalah... maksudnya yang enggak review karena enggak tahu caranya ^^

J . Cl0uds is me

Tez2 bs review g y? Knalis dlu y sy pndtang bru dsni.. N lngsung ska sm wr0ng identity! Bz teukie 0ppa krn c..Kpn ni yeppa mncul? G sbr..

Jawaban : Yeppa udah muncul di part 5, tapi masih samar2 ya ^^ Salam kenal juga~ Selamat datang :D

K . chachaku felice

entah kenapa gaya leeteuk yg punya optimis kenarsisan tingkat dewa itu malah bikin qu tambah suka sama karakternyaaa.. nekat, ekstrem, dan menantang.. bener" gx takut mati apa ya? life is an adventure. *ngaco*#disiram . sumpah usaha naklukkin bom.a mmacu adrenalin, pdhal cuman baca, tpi suasana tegangnya kerasa. itu sapa ya yg lgi ngobrol sama kibum? hmm.. yesung kah? atau eunhyuk? #sotoyy
nunggu next chap skalian persiapan uan ah! fave~

Jawaban : Ahahaha iya, sama~ ^^ tebakannya bener kok :D eh, benarkah? Alhamdulillah kalo gitu ^^ berarti suspensenya lumayan dapet ya?

L . Hyukkie akira

Wah wah wah! Bgaimana selanjutnya eonni? Rasa pnasaran saya sudh smpai punck jd sya bngung mw ripiu apa!

Jawaban : Beginilah lanjutannya~ ekekeke

M . diidactorlove

ArgH...sumpaH dii tegaNg bgt bca part iNi kbyaNg bgt gmN paNik'y tim gegaNa kL lg jiNaKiN bom dru teroris*apasiH^abaiKaN*pkok'y unn part iNi sm spt part" sbLm'y kereN siteuKi oppa narsis bgt driMu wktu wt jiNakiN bom'y tNgL 1 mNt seKiaN ayo wookie thiNk smart duH deg"aN bgt nie mga wookie sm teuKi seLaMat...next part sm yesuNg'y dtnggu y unn upadate asap unn ama paNjaNgiN lg y*ditNdaNg*

Jawaban : Iya, apa lagi kalo mereka nemu masalah saat prosesi penjinakan itu. Bisa fatal akibatnya ~

N . aokikumiko

kyaaa Eonnie mian ru rvw hehehe*buagh-dtimpuk, dtndang,dpkuli Eonnie* okk3x q cpat2 ja*?* 1 kta EXCELENT! tp krag pnjaang n updatex klmaan T.T okk Eonn q tggu chappy brktx*ngacir sblum dtmpuk lg*

Jawaban : Ehehehe enggak bakalan timpuk kok, paling jitak2 *?* :p ekekekeke nih udah lanjut~

O. Neemarishima

Review lagi! Bagus, eon! Hehehe. Emang sih. Kibummie cocok nya jadi murid yg pintar aja. Eonnie, kalo update itu jgn dikit" dong. Kita udah nunggu seminggu. Panjangan dikit napa #plak (reader cerewet!)

Jawaban : tapi di sini Kibum onnie kasih sedikit karakter kekanak-kanakan dan narsis~ ^^

P . uwaykimhara

anyeong nurmal,,^^

Jawaban : Eh, ini siapa ya?

.

.

END OF REVIEW

.

Ayo, ayo review ;) *kedip2 pake jurus pelet*