Wrong Identity

Crime, Suspense, Sci-fi with All Super Junior Member

Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves

Nurama Nurmala©2011

Ready to Reserved


.

.

.

Suasana ramai malam itu seolah tak urung hengkang dari guratan malam. Mobil polisi dan tim penjinak bom mulai berdatangan, dengan sigap mereka memasuki area pengeboman dan mengamankan bom yang sebelumnya menagih nyawa.

"Terimakasih atas bantuan kalian." Salah seorang dari mereka berungkap setelah melepaskan masker dan helm perlindungan diri. Ryeowook dan Leeteuk mengangguk; menjawab ucapan itu, sedangkan Heechul di sebelah Leeteuk terus meracau dengan ocehannya yang dirundung pelik.

Para karyawan mulai kembali memasuki gedung ketika polisi mengumumkan deportasi bom dan amannya area wilayah kerja mereka; hendak membereskan kericuhan yang sebelumnya terjadi di dalam gedung.

"KAU BODOH! KAU BODOH! KAU BODOH!" hardikan Heechul tak jauh dari dua kata yang terus diulang-ulang sedari tadi. Sedangkan Leeteuk, ia hanya memalingkan kepalanya memandang Ryeowook dan Heechul yang mengungkap kelegaan dan syukur.

"Ya, kalian..." panggil Leeteuk dengan tatapan penuh sugesti. Sepertinya ia hendak menyatakan maksud tersembunyinya pada dua makhluk yang berdiri tak jauh dari tempatnya.

"Ya! Leeteuk-ssi!" teriakan Heechul tak digubris oleh Leeteuk yang berlabuh pandang pada kedua sosok namja yang tengah menoleh kepadanya. Sementara Heechul memijaki tanah kesal, dengan sangat percaya diri Leeteuk mengulum senyum pasti.

"Ryeowook dan Hankyung-ah, 'kan?" mereka berdua mengerjap-ngerjap, tak serta merta menjawab pertanyaan Leeteuk yang digumuli beribu maksud.

"Ne?" Ryeowook dan Hankyung saling bertukar pandang sekilas, tak mengerti darimana Leeteuk bisa mengetahui nama Hankyung. Namun mereka tak terlalu mencatut pikir karena sebuah sunggingan kembali ditawarkan oleh pemilik lesung pipit yang sedang berjalan mendekati mereka.

.

.

.

[Cheonan—Korea, 18.21]

"Maksudmu?" alis namja itu berkerenyit berusaha mengurai makna perkataan Kibum yang setia duduk di sebelahnya.

"Dia orang yang obsesif... Sedikit berbeda dariku yang cenderung pasif." Kibum tampak menghela napas sejenak. "Kau tahu, hyung? Kalimat yang dilontarkan seorang penulis itu menurutku mendeskripsikan orang seperti Leeteuk hyung." Lawan bicaranya masih mengulum kata. "Kepintaran, ilmu pengetahuan, keahlian, menurutku itu bisa dibentuk, asal kita dengan sungguh-sungguh berniat meraihnya."

"Ya, Thomas Alva Edison juga mengatakan hal yang serupa dalam istilah yang berbeda—dalam hidup, bakat hanyalah berkadar 1%, sedangkan 99% sisanya adalah kerja keras."

Kibum kembali menikung senyum. "Ya, namun tak ada yang bisa menyamai pola pikirannya yang berbeda. Kecerdasan itu, bukan berasal dari kerja keras menghapal, membaca, atau apapun namanya. Tapi pola pikir, tindakan yang di luar batas nalar dan kewajaran, perencanaan yang matang dan tak bisa diprediksi, juga, kepercayaan diri yang tinggi dan aura yang memancar ketika ia muncul hingga bisa menarik kepercayaan orang-orang, itu semua sulit dipelajari."

"..." lawan bicaranya tampak tercengang dengan penjelasan Kibum. "Sungguhkah, dia orang yang seperti itu?"

Kibum mengangguk. "Dia, terlahir sebagai pemimpin..."

"Dan kita, selalu menanti kehadiran orang seperti itu..."

.

.

.

[Mokpo, Seoul—Korea, 18.24]

"Eh, apa katamu Leeteuk-ssi?" Hankyung membelalakan matanya menanggapi ajakan Leeteuk barusan. "Kau bercanda 'kan?"

"Apa aku tampak bercanda?" Leeteuk mengangkat tangannya sebagai otentifikasi sosok dirinya yang tak berniat membagi candaan. Senyum pekat masih bertengger di wajahnya.

Ryeowook tampak berdiri mencerna perkataan Leeteuk, sedetik kemudian bibirnya mulai berucap menjawab, "tapi, kami bukan kriminal Leeteuk-ssi..."

Leeteuk tertawa mendengar ucapan polos Ryeowook, sedangkan dengan tampang kusut Heechul berdiri mengawal di sebelahnya.

"Kami masih sayang nyawa." Hankyung melipat lengannya di depan dada, yang merupakan refleksi penolakan atas ajakan Leeteuk sebelumnya.

"Kami hendak mengajak Zhoumi juga." Ungkap Leeteuk kemudian, masih dengan senyumnya. Entahlah, hari ini dia terlihat senang sekali, tak henti-hentinya ia memindai senyum sejak burung bercicit di pagi hari. Ya, ilham guna mengajak semua target tengah terpetakan dengan tiba-tiba sedari ia membuka matanya pagi ini. Ia sudah berpikir keras dan memacu otaknya dengap semalaman, usahanya itu ternyata tidak sia-sia, sebuah deklinasi tiba-tiba muncul sebagai poros ide yang luar biasa. Mengungguli ayahnya, kali ini bukan hanya angan-angan belaka.

"Z-Zhoumi?" Leeteuk mengangguk pasti. "Bagaimana kau bisa mengenalnya?" Hankyung yang terkejut akan perkataan pemancing Leeteuk tak sanggup berpikir rasional mengenai asal pertanyaan itu sebenarnya. Mengajak Zhoumi? Dengan satu kalimat itu, sebenarnya Leeteuk sudah mengungkap sebuah rahasia kecil. Dengan mengatakan hal barusan, ia juga turut memberitahukan bahwa ia sudah mengetahui hubungan Hankyung dan Zhoumi di masa lalu, tak menutup kemungkinan ia juga sudah tahu tentang masa lalu Ryeowook. Namun pemikirannya terlalu kalut oleh buih yang mendesit cepat yang menantang eksistensinya.

"Ya, Zhoumi..." Leeteuk kembali tersenyum mencurigakan sementara Ryeowook mengalihkan pandangannya ke arah Hankyung dan Leeteuk berulang-ulang.

"Aku ikut!"

.

.

.

[Distrik Gyeongsang, Mokpo, Seoul—Korea, 18.31]

"Seseorang ingin bertemu denganku?" tampak Donghae memasang tampang curiga akan gerak-gerik orang di depannya. "Siapa dia?" ia merangkul praduga dalam abstraksi curiga di otaknya.

"Kau juga nanti akan tahu..."

"Lalu," pandangannya berlayar kepada sosok lain yang berdiri di belakang Kyuhyun. "Kenapa dia juga ikut?" Donghae nampak sebal dengan seseorang yang menjadi 'penangkapnya' sore tadi. Ia masih saja mengenakan seragam polisi jadi-jadian menurut pemikiran Donghae.

"Hm?" Kyuhyun menoleh ke arah orang yang dimaksud Donghae. "Oh." Ia berucap dengan raut muka datar. "Dia juga ada urusan dengan orang yang ingin bertemu denganmu."

"Hah? Dia juga?"

"Eh, aku juga?" orang yang dimaksud juga tampak terkejut rupanya. Sepertinya ia belum mengetahui maksud Kyuhyun yang ikut menyertakannya.

"Kalian akan tahu nanti."

DRAP!

Ayunan langkah Kyuhyun seolah membius waktu yang berderak di pengawal malam. Siuran angin yang seolah menari mulai merambangi tatanan rambut ketiga orang itu. Jalan sepi, lorong-lorong lengang, dan setiap perempatan dibubuhi artikulasi bisu.

DRAP!

Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya perlahan, ia tak mengatakan apapun lagi, ia tak memperlihatkan gerak ajakan, ia pun tak nampak memperlihatkan mimik paksaan. Ia seolah membebaskan orang yang sebelumnya ia sarukan dalam terali. Namun anehnya, kedua orang yang berada di belakangnya tampak turut berjalan mengikutinya di belakang dalam diam.

.

.

.

[Distrik Andong, Mokpo—Korea, 18.34]

"Yeoboseyo? Zhoumi-ya..." terdengar seseorang yang berucap panik di ujung telepon sana.

"Ne, yeoboseyo. Ada apa Sungmin-ah?"

"Uangku di bank semuanya raib!"

"Apa?" tanya Zhoumi bingung mendengar pengakuan Sungmin barusan. "Apa maksudmu Sungmin-ah?"

"Barusan ketika aku berbelanja beberapa peralatan, kartu kreditku tidak berfungsi. Pegawai Mall mengatakan kalau uangku defisit. Karena penasaran, aku mengecek saldoku di bank, rupanya memang defisit, tidak bersisa satu won-pun! Coba kau cek saldomu, Zhoumi-ya!"

Zhoumi yang mendengar kabar dari Sungmin langsung mengetikan URL bank di laptopnya yang memang sudah menyala dari tadi, tak lama ia mulai memasukan nomor rekening beserta nomor pin. Napasnya langsung terputus, jantungnya berdengap disesaki keterkejutan ketika melihat satu deret nomor di rentetan saldo bulan ini.

"Otokhe?" cek Sungmin kemudian. "Apakah uangmu masih ada?"

"Tidak... Uangku, juga tidak ada."

"Apa? Kau juga?"

"..." hening, Zhoumi tak menjawab pertanyaan Sungmin lagi.

"Ini pasti perbuatan seseorang!"

"..." hening.

"Kita harus mengetahui siapa pelakunya, Zhoumi-ya!"

"..." tak terdengar apapun dari mulut Zhoumi, yang terdengar hanyalah antukan keyboard laptop yang terdengar berulang-ulang senada dengan gelimangan kata-kata.

"Zhoumi-ya, kau masih di sana?"

Mata Zhoumi terlihat menyipit.

"Zhoumi-ya?"

"Uang kita, sudah dialihkan."

"Apa?"

"Uang kita sudah dialihkan ke sebuah nomor rekening atas nama Leeteuk..."

"Leeteuk?"

"Ya, Leeteuk."

.

.

.

[Hyondae—Korea, 18.35]

Seorang pria bertubuh gempal tampak masih berkutat di sebuah ruangan dengan 6 layar komputer di hadapannya. Sesekali ia merogoh snack keju yang tergeletak di dekat Keyboardnya, meraih cokelat yang tersampir di atas kertas kerjanya, atau menenggak minuman bersoda yang senantiasa menemaninya bersama cemilan lain di sisinya.

Bias cahaya monitor terpantul lewat kaca matanya, poninya tersiur berjatuhan menutupi dahinya yang lebar. Ia masih saja berkutat di depan komputernya, entah apa yang sedang ia kerjakan.

Tak lama, ia segera mengais gagang telepon yang tergantung di dinding sebelah kirinya, ia menekan beberapa keypad dan mulai mendengarkan dengingan nada telepon di telinga kanannya.

"Yeoboseyo?" terdengar sahutan di seberang sana. "Ada apa Shin, hyung?"

"Aku sudah mentransfer semua uang orang yang bernama Sungmin dan Zhoumi ke rekening orang yang bernama Leeteuk."

"Ah, maaf merepotkanmu..."

"Tidak masalah, tapi sepertinya Sungmin dan Zhoumi ini bukan orang biasa karena sampai berurusan denganmu. Lagipula uang di rekening mereka banyak sekali..."

"Iya..."

"Ada lagi yang kau perlukan?"

"Untuk saat ini tidak. Tapi Shin hyung, bisakah kau datang ke alamat ini sekarang?"

"Kemana? Untuk apa?"

"Ada bisnis yang menggiurkan dan menantang untukmu."

"Dari orang yang bernama Leeteuk ya?" terka Shindong.

"Kau juga akan segera tahu nanti."

"..." Shindong tampak berpikir. "Baiklah, alamatnya?"

"Distrik Bucheon nomor 6."

"Baik, aku akan segera ke sana."

"Gamsahamnida..."

.

.

.

To be continued...


REVIEW VS REVIEW

.

A . ssiidictator

Deg"an sndiri bca'a wktu mau nyabut kabel,,, Knpa yah gak d dunia nyta or ff pmm n d fic ini or ff lain leeteuk mang sllu cocok jd pmimpin,,, ^^ Ah wookie org klo lgi panik emang ska lupa,,, Soal kbel biru n merah di conan jg p'nah deh wktu ran mau jinakin bom,,, dia jg sma gak pilih kabel merah krna dia gak mau mmtus bnang merah dia sma kudo,,, ^^Itu yg bicara sma kibum sypa sih,,,? Eh mksud'a tnpa edit ini abis d ketik lngsung publish,,,? Keren hmpir gak ada typo,,, Smngat lnjutin'a yah,,

Jawaban : Iya, saya juga beranggapan seperti itu~ hihihihi yang bicara sama Kibum itu yesung ^^ iya, langsung klik publish~

B . diidactorlove

FuiH teuKi lg tegaNg" msH smpt'y nyanyi caiya caiya diasaR ayo qt duet*gedebug gubrag bugH ditNdaNg autHor sm readeR laiN'y keJuraNg*kyaa it naMja yg ngobrOl sm kibum suaMiQ y*liriK" yeppa*psti y duNks psti duNkz ayo doNg unn yeppa kaN iy kaN

yep...hmpfffhh*disumpeL bom buku sm autHoR*KL mw mNta krtiKaN ttg gya pNuLisaN unnie dii no komen deH cuz unnie dH daeBaK bgt deH dLm mngoLaH kata" wL kdg dii gmudeNg*it sie kRn dii babo/sadar diri*prtaHanin gya pEnuLisaN unnie yg sprti ini unn biar unik hehehehe bNyK bacot next part pkok'y dtNggu unn FIGHTING UNNIE!

Jawaban : Iya, dia Yepa :D pertahanin? Yosh! Ok! ^^

C . han gyn

eonnie... ku bknya sotoy ya.. cuma bagi ku bnyk kt" yang terlalu berat,ku bacanya smpe binggung tp skrng udh ngerti kok... heheheehhe update kilat ya eonnie... tulisan eonnie bgs kok cuma kyknya aku aja yg agak pabbo...hehehehe...

Jawaban : Ah, mian~ pandang aja ini sebagai bahan pembelajaran dan pembendaharaan kata ^^ kalo onnie belajar untuk menulis seperti ini ^^

D . Neemarishima

Hm. Diksi, karateristik ataupun logika nya udah bagus kok, eon. Saking bagusnya, aku sampai ga ngerti xD Kibum kekanak-kanakan dan jahil? Hihihi. Udah ketahuan waktu di awal cerita tadi, eon. Tapi aku suka! Wah, ada kutipan dari novelis indo nya. Punya siapa tuh, eon? Aku ga tau.

Jawaban : Ehehe ne, kekanakan dan jahil jadi satu. Itu punyanya Andrea Hirata dalam laskar pelangi ^^

E . Imah Hyun Ae

O.o *ekspresi pas lht tlsn TBC* "aduh, penasaran" komentar q spontan bersamaan ekspresi d ats *apa sih* #abaikan ^^a pokoknya update sgera y chap slnjtnya. Udh ga sbr pngen lht mrk smua beraksi wkwkwk... :) *gaje*

Jawaban : Ahhh~ dirimu kembali muncul! *tebar bunga* ahaha kayaknya emang WI bakal ngebut. Usaha tamatin hari senin ^^

F . Ika UzumakiTeukHyukkie

annyeong~ Teukie santai bgt yah, padahal master bom-nya aja grogi :Da ohya mengenai tata penulisan, logika cerita sama karakterisasi nya udah pas kok, eonn :D diksi-nya juga bagus, tapi kalau bisa jangan terlalu berat ya eonn :Da update kilat~ gomawo ^_^

Jawaban : Iya, santai ^^ he… diturunin lagi diksinya? Iya~ nanti lebih disederhanain lagi ya ^^

G . Lone-Rai Death Angel

Mian, review di chapter ini. Karena ketinggalan dan repot review tiap chapter. *plak* Hn, jujur aku kurang puas baca fict ini dan fict yang satu nya (The Price Must Be Mine). Karena ceritanya kurang panjang, page nya panjang karena tambahan balesan review lagi kan. Dan, menurut aku. Terlalu merepotkan. Lol Atau mubazir page, karena review dari readers kan juga kamu ketik di page. Makanya panjang ya kan? Lol

Umm, aku masih abal dan yah~ gitu deh~. Lol Aku gag nemuin typo(s) kok. ^^ Tapi kadang2 aku masih rada2 bingung bacanya. ^^a Ya, segitu aja deh. Maaf, klo reviewnya aneh,gaje, dan ada kesalahan sama kata2 aku. ^^ Jadi mohon di maklumi ya?

Jawaban : Um.. pernah review di PMM enggak ya? *habisnya enggak inget akunmu =.=* biasanya kalo pembaca yang enggak review kan bisa langsung out saja dari page tanpa ambil pusing masalah balasan review ^^ tapi terimakasih sarannya, tentu akan saya pertimbangkan

H . chachaku felice

aku makin cintaaa sama penuturan bahasanya. pemilihan katanya bagus, kayak baca novel sastra.^^ yahh bener tuh kata wookie,, leeteuk orangnya anehh..! lebih dri aneh malahan. #plak! ooh aqu lumayan ngerti maksudna kibum. jdi leeteuk tuh orangnya gx ribet ya, tipe orang yg lebih ngutamain tindakkan daripada pemikiran/perencanaan. do it today and think tomorrow. #sotoylagi

hankyung kemampuannya apa sih? punya kejelian tinggi.. siapa ya yg abis ini sial ketemu sama leeteuk.. xD

Jawaban : gomawo~ ^^ ampun, gaje gitu padahal… Leeteuk itu, tidak bisa dikatakan sebagai orang yang ngutamain tindakan tanpa pikir panjang sie. Maksud Kibum, pikiran Leeteuk itu 'nyeleneh' enggak kayak orang lain yang bisa ditebak. Hankyung mah pelari tercepat dengan kejelian yang tinggi. Maksudnya 'daya bidik' hahahaha

I . Hyukkie akira

Hm bgus 1 per 1 mulai muncul, beberapa krakter trgambar d0minan, beberapa hnya sdkit, bhkan ad pula yg bru prkenalan nma n dskripsi dr pmain!

Yah bgitulah, , , buat diksinya mmang ini hrus ekstra pmahaman saat bca, ad be2rapa yg bhka msh langka untuk org awam sperti sya

tp brhub sya ska yg kyk gne jd qt mengartiknx scara kntextual n implisit, hnya sya harap dchap slnjutnya bsa brkembng lagi, smua bgus tdk prlu mrubh scara brlebih, ckup mmilih kta yg skiranya pas untuk dpkai sja, smua sdah bgus unnie!

Dan 1lg dg adnya bhsa yg brdiksi sperti ini mmberikan platihan bg reader untuk mmahami sense diksi!

Yah brhub sjak dlu sya ska bhasa kyk gne jd sya nyman2 aja! Buat critanya kurang pnjang! Kpn eunhyuk muncul? Udh sgitu cl0tehan g'pnting sya! Maaf! Hehehe

Jawaban : Memang sengaja diplot seperti itu~ ada yang hampir terajak, dan ada yang baru muncul… um, hahaha bukan memberikan pelatihan kepada reader mengenai diksi, tapi unnie yang memang sedang belajar . ahahaha

J . Pipit-SungminniELFishy

Annyeong eonni.. Eonn eonn, disini Kibum narsis deh..haha aku masih penasaran yg lagi ngomong sama Kibum itu siapa? O.o he? Aku kira bakal ada ledakan terjadi untung nya gak! Teukie bonek2 juga hebat yak..hahaha Wookie udah pasrah aja tuh kalo mang bener bakal mati. Ohh, jadi Kyuhyun itu ngebebasin Donghae karena di suruh Teukie! Eonn, chap ini pendek! TBC nya gak pas nih! Yosh. Update kilat eonn.

Jawaban : Kekekeke~ iya, beda sama di ff yang satu lagi ya~ ^^ iya, hebat tuh. Istingnya itu loh~ yang rada nyeleneh en geblek2 gitu #dilemparkelaut. Iya, di suruh teuki. Perasaan tiap chap selalu segini deh… jadi emang tiap chap itu pendek . ahahahaha

K . Aryana Eusebio

Halo Neesan :D

Aku nyoba buat baca ini, tapi entah kenapa baru sedikit aja udah nga berminat lagi. Maaf banget. Tapi, ini bukan karena isi ceritanya yang memboringkan, melainkan masalah gaya penulisan Nee yang sudah berubah. Aku orangnya nga peduli sih isi ceritanya pake diksi rendah, tinggi, atau sedang. Tapi, untuk kasus nee, jujur aku nga begitu suka dengan gaya penulisan nee yang sekarang yang main diksi. Ini semacam... gaya penulisan orang lain, bukan gaya penulisan nee yang aku kenal, seperti PMM dan Tutankhamun yang sangat nee banget. Makanya aku suka. Ini bukan masalah otak aku yang lemot atau apa, justru aku demen aja ama fanfic diksi tinggi. Contohnya si Ching yang diksinya naujubileh kerennya, karena itu memang gayanya. Atau Ahra yang diksinya lumayan karena itu memang gayanya. Tapi, melihat gaya penulisan neesan yang dulunya santai, enak dibaca, sekarang berubah menjadi main diksi. Itu membuatku merasa nga nyaman lagi. Dan ini bukan gaya neesan gitu. Coret aku sebagai author, tapi pandang aku sebagai reader. Bahwa sebagai reader, aku udah nyaman membaca suatu karya orang dengan gayanya masing-masing. Dan di PMM, itu adalah gaya penulisan neesan yang sebenarnya. Bukan di Wrong Identity atau My Fandom chapter 2 dan 3. Maaf neesan kalau udah bikin nee kecewa. Setidaknya ini yang aku rasain terhadap fanfic buatan nee sekarang. Aku nga tau bagaimana tanggapan dari reader yang lain. Makanya, aku nga minta tag lagi. Karena aku udah nga nyaman dengan gaya penulisan neesan yang sekarang. Yang paling kutunggu dari fanfic Neesan cuma PMM dan Tutankhamun. Sorry :(

Jawaban : Apro ah~ kekekeke Ea kah? Mianhe, ini ff project si... must tamat hari senin =.= *apa hubungannya?* Eh, dirimu menanti Tutankhamun? Masa? Ternyata, ada, yang, menunggu, rupanya~ O.o

.

.

END OF REVIEW

.

Ayo, yang mau review ;) *kedip2 Katemi*